cover
Contact Name
Anggriana Irwan
Contact Email
anggrianairwan8@gmail.com
Phone
+6285231750836
Journal Mail Official
lkim-pena@unismuh.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal PENA : Penelitian dan Penalaran
ISSN : 23553766     EISSN : 27227685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Exploring the Role of Digital Tools in Vocabulary Acquisition: A Qualitative Study in the Context of English Education in Papua Naing, Ince Rezky; Nemo, Maximus Leonardus; Rafra, Precilia
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17198

Abstract

The use of digital learning tools has become increasingly influential in language education, particularly in facilitating vocabulary acquisition. However, in contexts such as Papua, Indonesia is characterized by limited resources and significant cultural diversity, the integration of these tools presents distinct challenges and opportunities. This study investigated the role of digital tools in enhancing vocabulary acquisition among English Education students in Papua, examined the challenges encountered by educators and learners, and proposes strategies for adapting these tools to better reflect the region's unique cultural and linguistic landscape. Adopting a qualitative research approach, the study gathered data through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving participants from both teachers and students of Papua. Thematic analysis was employed to extract key themes and patterns from the data. The findings indicated that digital tools, such as Kahoot, Quizziz, Quizlet and Duolingo, support vocabulary development by offering gamified, interactive, and self-directed learning opportunities. Nonetheless, their impact is constrained by infrastructural deficiencies, disparities in access to technology, and limited digital literacy among educators and students. Furthermore, the absence of culturally relevant content diminished engagement and reduced the tools’ effectiveness within the local context. The study concluded that while digital tools hold significant potential to enhance English Education, their successful implementation necessitates addressing infrastructural challenges, enhancing educator training, and developing culturally adapted resources. The research contributes to a deeper understanding of the complexities of digital learning in multilingual and under-resourced environments, offering actionable recommendations for improving language education in Papua.
Menyulam Potensi: Rancangan Kebijakan Terhadap Guru Honorer di Era Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045 Idris, Irma; Hidayat, Insyirah Fatihah; Anas, Aliya Musyrifah
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17314

Abstract

Transformasi teknologi di dunia pendidikan salah satu upaya dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 yang terlihat dari strategi-strategi pembangunan pendidikan dan ilmu pengetahuan serta teknologi (iptek). Kemendikbudristek sejak 2019 telah menjalankan berbagai kebijakan dan program dalam mewujudkan pendidikan berkualitas berbasis teknologi, salah satunya adalah program Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kompetensi terpadu bagi guru. Namun, manfaat dan peluang yang diberikan tidak seluruhnya dapat dirasakan para guru honorer, terutama bagi guru honorer di daerah-daerah terpencil dan miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas guru honorer di daerah berpenduduk miskin dalam menyesuaikan diri dengan era transformasi digital dan untuk mengetahui skema kebijakan pemberdayaan guru honorer dalam meningkatkan akses CASN di daerah miskin di era transformasi digital. Metode yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, dan sumber internet, serta data sekunder berupa hasil wawancara. Digitalisasi pendidikan bagi guru honorer di daerah berpenduduk miskin menghadapi tantangan keterbatasan akses internet, biaya tambahan, infrastruktur yang buruk, dan manfaat sertifikasi pelatihan digital lebih dirasakan oleh guru ASN sehingga menciptakan kesenjangan karier. Skema kebijakan yang dirancang yakni perlunya revitalisasi kebijakan Kurikulum Merdeka untuk guru honorer di daerah miskin dengan penyediaan akses yang lebih inklusif terhadap modul Pelatihan Mandiri, penyesuaian kewajiban guru honorer, serta prioritas bantuan kuota internet.
Meningkatkan Keterampilan Desain Media Pembelajaran Melalui Canva Bagi Tenaga Pendidik SMP Muhammadiyah Takkalasi Fiqri, Muhammad Arif; Ardiansyah, Ardiansyah; Sangkala, Ismail; Nasir, Nasir
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17537

Abstract

Kemajuan teknologi telah membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui penggunaan alat desain grafis seperti Canva. Media pembelajaran berbasis Canva dinilai mampu meningkatkan motivasi siswa serta efektivitas proses belajar mengajar, seiring dengan tuntutan generasi digital yang membutuhkan metode pembelajaran yang lebih dinamis dan kreatif. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan fitur desain yang canggih, Canva memungkinkan guru dan siswa menciptakan materi pembelajaran visual yang menarik, seperti infografis, presentasi, dan poster, sehingga memperkaya pengalaman belajar. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kalangan guru, seperti yang terjadi di SMP Muhammadiyah Takkalasi, di mana 60% guru belum menguasai teknologi pendidikan. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan pelatihan bertajuk Meningkatkan Keterampilan Desain Media Pembelajaran Melalui Canva bagi Tenaga Pendidik SMP Muhammadiyah Takkalasi pada 12 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 13 guru dengan metode yang mencakup presentasi teori, demonstrasi praktis, dan sesi praktik bersama. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan desain grafis peserta, pemahaman konsep desain visual, serta kemampuan menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Guru juga merasa lebih percaya diri dalam memanfaatkan Canva untuk mendukung pembelajaran yang inovatif dan interaktif.
Ponew Ar: Upaya Peningkatan Pemahaman Materi Hukum Newton Kelas X SMA Berbantuan Assemblr Edu Menuju SDGs 2030 Sartika, Sartika; Luki, Luki; Gunawan, Arafi; Fausan, Muh
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17621

Abstract

Pendidikan sedang diuji dengan kurangnya siswa yang dapat memahami materi hukum Newton sehingga dalam hal ini diperlukan sebuah inovasi dalam pendidikan yaitu dengan menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran serta penggunaannya dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran. Adapun tujuan dalam penulisan ini yaitu untuk mengetahui konsep dan manfaat Ponew AR: Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Materi Hukum Newton Kelas X SMA Berbantuan Assemblr Edu. Media Ponew AR ini dibuat akibat adanya suatu permasalahan di sekolah menengah atas karena terdapat beberapa persen siswa yang kurang memahami materi Hukum Newton. Karya tulis ilmiah ini menggunakan jenis penulisan research and development (R&D) dengan objek yaitu siswa kelas X SMA. Data yang yang digunakan bersumber dari internet searching dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diharapkan melalui media pembelajaran Ponew AR ini yaitu dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi Hukum Newton.
Konseling Kelompok Melalui Teknik Self-Forgiveness (Studi Kasus pada Remaja dengan Penerimaan Diri Rendah) Nurani, Pertiwi; Putri, Rukiana Novianti; Wulandari, Ratna
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17717

Abstract

Penerimaan diri adalah proses atau perjalanan penemuan diri. Saat memasuki fase remaja, umumnya remaja telah memiliki pemahaman tentang diri sendiri untuk mengarahkannya menuju aktualisasi diri. Agar penerimaan diri tercapai maka remaja harus memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu melalui mengenal dan memahami dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari konseling kelompok melaui teknik Self-Forgiveness untuk meningkatkan penerimaan diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok melalui teknik self-forgiveness efektif untuk membantu meningkatkan penerimaan diri pada remaja yang mengalami tekanan psikologis seperti perasaan gagal, tidak berdaya, kecewasa, sedih, dan rasa bersalah.
Dinamika Pengasuhan Permisif dalam Berbagai Budaya Keluarga dan Pembentukan Kemandirian Anak: Studi Kasus di Sekolah Dasar Tasyah, Hamdani
JURNAL PENA Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wvk7de31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pengasuhan permisif dalam berbagai latar budaya keluarga dan pengaruhnya terhadap pembentukan kemandirian anak sekolah dasar, dengan studi kasus pada siswa kelas II UPT SD Negeri 94 Beba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, melalui observasi langsung, wawancara singkat dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi perilaku siswa selama proses pembelajaran, yang dianalisis melalui tahapan reduksi, display, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai hubungan pola pengasuhan dan perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berasal dari keluarga dengan pola pengasuhan permisif cenderung memiliki ketergantungan tinggi terhadap guru, rendahnya disiplin, kesulitan mengikuti aturan kelas, kurangnya inisiatif, dan hambatan dalam regulasi emosi, yang sebagian besar dipengaruhi oleh praktik orang tua yang selalu melayani anak, membatasi tanggung jawab, dan memberikan kebebasan berlebihan, termasuk dalam penggunaan gadget dan pengelolaan perlengkapan sekolah. Faktor budaya keluarga menjadi penentu signifikan dalam pola pengasuhan ini, sementara upaya guru melalui pembiasaan, tugas mandiri, dan penguatan positif berperan dalam menumbuhkan kemandirian secara bertahap. Temuan ini selaras dengan literatur terbaru yang menekankan bahwa pengasuhan permisif dapat menghambat perkembangan tanggung jawab, pengambilan keputusan, dan regulasi diri anak, meskipun memberikan kehangatan emosional. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk menanamkan pola asuh yang seimbang agar anak dapat mengembangkan kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan sosial sesuai dengan tahap perkembangannya.
Teori Behaviorisme dalam Psikologi Belajar Anak: Analisis Konseptual dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sekolah Dasar Ria Ratna Ningtyas; Taufik Afandi; Ani
JURNAL PENA Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/gbvzrn79

Abstract

teori behviorisme merupakan salah satu aliran utama dalam psikologi belajar yang menekankan perubahan perilaku sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon melalui mekanisme penguatan (reinforcement). artikel ini bertyujuan untuk menganalisis secara konseptual teori behaviorisme dalam konteks psikologi belajar anak serta mengkaji implikasinya terhadap praktik pembelajaran di sekolah dasar.  metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah tokoh, prinsip, serta penerapan teori behaviorisme, seperti stimulus-respon, penguatan positif dan negatif, serta pembiasaan, memiliki konstribusi signifikan dalam membentuk perilaku belajar, meningkatkan disiplin,  dan menguatkan penguasaan keterampilan dasar peserta didik di sekolah dasar. namun demikian, pendekatan ini juga memiliki keterbatasan, terutama dalam mengakomodasi motivasi intrinsik, krativitas, dan proses kognitif tingkat tinggi anak. oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan agar penerapan teori behaviorimse dalam pembelajaran sekolah dasar dilakukan secara proposional dan dikombinasikan dengan pendekatan lain yang lebih holistik. kajian ini dihadapkan dapat memberikan konstribusi teoritis bagi pengembangan psikologi pendidikan serta menjadi rujukan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual. 
Pengaruh Media Pembelajaran Edugembira terhadap Keterampilan Menulis Teks Biografi Di Kelas X Putri Azani Fauziah; Aida Sumardi
JURNAL PENA Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/tqr2a725

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pembelajaran Edugembira (Edukatif dan Gembira) terhadap keterampilan menulis teks biografi peserta didik kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA). Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kualitas tulisan peserta didik pada teks biografi yang disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran dalam membimbing proses menulis secara bertahap, terstruktur, dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasiexperimental serta desain nonequivalent control group design tanpa pretest. Subjek penelitian berjumlah 46 peserta didik yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menulis teks biografi menggunakan media Edugembira berbasis Canva yang mengintegrasikan joyful learning dan game-based learning, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui posttest berupa tugas menulis teks biografi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis teks biografi peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dan perbedaannya signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa media Edugembira efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks biografi peserta didik.
Media Fun Thinkers Digital untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Tunarungu pada Materi Tempat Hidup Hewan dan Tumbuhan Muhammad Adnan Pramono; I Gusti Ayu Tri Agustiana; Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
JURNAL PENA Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5jvkbj81

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi yang mendorong pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media fun thinkers digital yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 02 Bengkala dan SLB Negeri 01 Buleleng. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner analisis kebutuhan, lembar validasi ahli, kuesioner kepraktisan, dan tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media fun thinkers digital memiliki tingkat validitas tinggi dengan nilai sebesar 0,92 untuk ahli media dan 0,90 untuk ahli materi. Kepraktisan media juga berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persentase sebesar 92,39%. Uji efektivitas menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) dan N-Gain sebesar 0,76 yang tergolong tinggi. Dapat disimpulkan bahwa media fun thinkers digital valid, praktis, dan efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa tunarungu melalui pembelajaran visual dan interaktif sesuai dengan karakteristik mereka.
Efikasi Diri Mengajar Bahasa Inggris pada Calon Guru EFL setelah Menyelesaikan Mata Kuliah Microteaching Fajar, Dwi Ario
JURNAL PENA Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rpkq1q85

Abstract

Efikasi diri mengajar merupakan faktor psikologis penting yang memengaruhi kesiapan dan kinerja calon guru, khususnya dalam konteks praktik pengajaran bahasa Inggris di luar lingkungan penutur asli. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat efikasi diri mengajar bahasa Inggris pada calon guru EFL setelah menyelesaikan mata kuliah microteaching. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pekalongan yang telah menempuh mata kuliah microteaching. Data dikumpulkan menggunakan angket efikasi diri mengajar berisi 24 butir pernyataan yang mencakup enam dimensi efikasi diri, Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Kajian ini menunjukan hasil bahwa tingkat efikasi diri mengajar bahasa Inggris mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori tinggi (M = 97,03; SD = 8,63). Dimensi efikasi diri dengan skor tertinggi meliputi pembukaan dan penutupan pelajaran, kejelasan instruksi dan pemberian umpan balik, serta kesiapan dan kepercayaan diri untuk mengajar. Sementara itu, dimensi penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar memperoleh skor relatif lebih rendah, meskipun masih berada pada kategori sedang. Instrumen penelitian terbukti reliabel dengan koefisien Cronbach’s alpha sebesar 0,93, yang merefleksikan konsistensi internal yang sangat memadai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mata kuliah microteaching berperan efektif dalam meningkatkan efikasi diri mengajar calon guru EFL di Universitas Pekalongan, khususnya pada aspek pedagogis. Namun demikian, diperlukan penguatan lebih lanjut pada aspek penggunaan bahasa Inggris secara komunikatif sebagai bahasa pengantar di kelas. Penelitian ini memberikan implikasi pedagogis bagi pengembangan dan penyempurnaan desain mata kuliah microteaching dalam pendidikan calon guru bahasa Inggris.   Kata kunci: efikasi diri, microteaching, calon guru EFL