cover
Contact Name
Sandi Pratama
Contact Email
pratamasandi2008@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltarbawipai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 25274082     EISSN : 2622920X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Tarbawi (p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X) adalah media publikasi ilmiah yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Ilmu Keguruan dan Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Unismuh Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Implementasi Pendidikan Islam Dalam Optimalisasi Kecerdasan Emosional: Perspektif Psikologi Pendidikan Nidaan Khafiyya; Wantini Wantini
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.8701

Abstract

Studi ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang berfokus pada studi kepustakaan dengan menelaah teks-teks Al-Qur'an, hadits, kitab-kitab, buku dan jurnal yang berkaitan permasalahan dalam penelitian ini.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan cara berfikir induktif. Penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang besar terhadap pendidikan agama Islam. Pendidikan Islam dalam proses pembentukan kecerdasan emosional dan moral anak bersumber pada Al-Qur'an dan hadits. Pendidikan Islam berupaya agar manusia mampu menanamkan nilai-nilai agama dan moral. Kecerdasan emosional penting dalam pengendalian diri serta bagaimana sikap dan perilaku dalam menghadapi lingkungan selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Implementasi pendidikan Islam dalam mengoptimalkan kecerdasan emosional adalah membangun akhlak Islami yaitu dengan melatih diri sendiri untuk berbuat ikhlas, bertawakal, sabar dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan kadar dan kemampuan.
Penerapan Metode Muraja’ah Darasa Patappulo Seddi pada Majelis Qurra’ Wal Huffadz As’adiyah di Masjid Jami’ Sengkang Ahmad Syafi'i; Hasyim Haddae; Munir Alimuddin
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.9338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya mengatasi hambatan penerapan metode muraja’ah darasa patappulo seddi pada MQH As’adiyah di Masjid Jami’ Sengkang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Metode yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk penerapan terbagi kepada tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan, santri menyiapkan kemampuan menghafal dan kondisi jasmaniah, seperti tidak lapar/tidak kenyang dan tidak mengantuk. Prosesnya, santri menyetor hafalan lalu guru menyimak. Santri putra dilaksanakan di masjid pukul 13.30-14.30, sedangkan santri putri dilaksanakan di asrama pukul 16.00-17.30. Evaluasi berupa ujian Syahadah. (2) Pendukung metode ini dari segi internal yaitu niat yang baik, disiplin, dan rajin. Adapun dari segi eksternal, didukung oleh motivasi dari orang tua, alumni, teman seperjuangan, serta guru, buku firqah, aturan, dan strategi muraja’ah. Faktor penghambat dari segi internal yaitu malas dan niat yang salah. Adapun dari segi eksternal, yakni pacar-pacaran, satu lokasi dengan MTs As’adiyah Putri 1 dan Putri 2, HP, ajakan teman luar, dan motor. (3) Upaya mengatasi hambatan penerapan metode ini yaitu rajin ziyadah dan muraja’ah serta mengurangi tidur, meluruskan niat, menjaga pandangan, serta diberi kebijaksanaan dan berkoordinasi dengan orang tua/wali santri.
Penguatan Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Pai Melalui Pendidikan Qur’ani Dan Relevansinya Dengan Teori Kepribadian Neo Freud (Sosial Dan Psikologi) Moh. Faizin; Indah Rahayu
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.7669

Abstract

Seorang pendidik tidak hanya berkewajiban memberi dan menyampaikan pengetahuan (ilmu) kepada anak didiknya. Lebih dari itu, pendidik memiliki tugas yang sangat mulia yakni membimbing dan mengajarkan akhlak yang baik (akhlaqul karimah) sebagai perwujudan menjadi hamba Allah yang unggul dalam intelektualis, agamis, dan humanis. Kompetensi kepribadian tenaga pendidik yang baik akan menghasilkan generasi yang kompeten dan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Quran. Untuk itu sebagai seorang pendidik khususnya guru PAI maka dituntut memiliki kepribadian dan akhlak Qur’ani sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan baginda tercinta Muhammad Saw.Penelitian ini akan membahas secara mendalam mengenai penguatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAI melalui pendidikan Qur’ani dengan tujuan: (1) untuk mengetahui kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru PAI. (2 untuk mengetahui penguatan kompetensi kepribadian guru PAI dalam pendidikan Qur’ani. (3) untuk mengetahui tinjauan kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAI dalam pendidikan qur’ani dengan teori kepribadian neo freud. Hasil penelitian ini membahas tentang (1) tenaga pendidik PAI dan kompetesi kepribadian, (2) penguatan kompetensi kepribadian guru pai dalam pendidikan qur’ani, (3) tinjauan kompetensi kepribadian tenaga pendidik PAI dalam pendidikan qur’ani dengan teori kepribadian neo freud.
Masadepan Pesantren Pasca Diundangkannya UU No. 18 Tahun 2019 dan PERPRES No. 82 Tahun 2021 Ida Riyani
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.9276

Abstract

AbstrakPesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam merealisasikan kemerdekaan dan persatuan Indonesia dan merupakan indigenous culture masyarakat Islam Indonesia serta berperan penting dalam merealisasikan kemaslahatan umat serta mencetak generasi yang bermoral berakhlak Islami. Perlakuan pemerintah Indonesia terhadap pesantren berbanding terbalik dengan mendiskriminasikan pesantren dan enggan merekognisi pesantren serta menganggap pesantren hanya sebagai lembaga pendidikan nonformal. Dengan lahirnya UU No. 18 Tahun 2019 tentang pesantren memberi cahaya bagi pesantren di Indonesia untuk mendapatkan legalitas dan rekognisi serta kesetaraan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan kesetaraan kesempatan kerja. Penelitian ini menggunkan jenis penelitian kualitatif, sumber data berasal dari library research dan online, metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan analisis datanya menggunakan analisis hermeneutics. Dengan lahirnya Undang-Undang pesantren memberi peluang bagi pesantren dalam melakukan pengembangan dan mutu pesantren disamping itu terdapat tantangan atau problem yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh pesantren maupun pemerintah akibat adanya undang-undang tersebut.AbstractIslamic boarding school as the oldest Islamic educational institution in Indonesia that actively participates in realizing the independence and unity of Indonesia and is the indigenous culture of the Indonesian Islamic community and plays an important role in realizing the benefit of the people and producing a generation with moral Islamic character. The Indonesian government's treatment of islamic boarding schools is inversely proportional to discriminating against islamic boarding schools and is reluctant to reconsider islamic boarding schools and considers Islamic boarding school only as non-formal educational institutions. So to get recognition, several Islamic boarding schools collaborate with foreign educational institutions, especially in the Middle East. With the birth of Law No. 18 of 2019 concerning Islamic boarding schools, it gives light to islamic boarding schools in Indonesia to obtain legality and recognition as well as equality in continuing education to a higher level and equal employment opportunities. The Islamic boarding school law provides opportunities for Islamic boarding school in developing and quality Islamic boarding school besides that there are challenges or problems that must be faced and resolved by Islamic boarding school and the government due to the law.
Moral Education Values in the Qur'an Recitation at the Bolo District, Bima Regency Marriage Ceremony Nur hidayah; Muhammad Yaumi; Andi Achruh
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.7090

Abstract

ABSTRACTTitle                 : Moral Education Values in the Qur'an Recitation at the Bolo District, Bima Regency Marriage CeremonyThe objectives of this study were to 1) explain and analyze the role of moral education values in memorizing al-Qur'an recitations during wedding ceremonies in the Bolo community of Bima Regency. 2) to elaborate on the practice of memorizing Qur'an recitations during community wedding ceremonies. Bolo is located in the Bima Regency.This was a qualitative study that took a phenomenological approach through the use of interdisciplinary approaches such as pedagogical, psychological, and normative perspectives. These diverse approaches were capable of explaining the importance of moral education in memorizing the Qur'an recitations at the Bolo community's wedding ceremony, ranging from the importance of moral education, descriptions of memorizing recitations, etiquette in memorizing al-Qur'an recitations, fluency, to the relationship between memorizing and memorizing. recitation in conjunction with marriage.The study's findings indicated that while the reality of moral education values in memorizing al-Qur'an recitations was observed in the people of Bolo District, Bima Regency, particularly those related to memorizing al-Qur'an recitations, they needed to be improved and implemented optimally. As for the value of moral education in memorizing al-Qur'an recitations in the community of Bolo District, Bima Regency, it could be seen from the perspective of faith; exemplary could also be seen in the community's use of time; the community's empathy was quite good, even if some were found to be indifferent; however, sustainable development was required; however, when viewed from the perspective of responsibility, it was quite good, because it was quite v The description of memorizing the Qur'an recitations can be seen in two things that the community believes: To begin, memorizing served as a preventative measure against negative events, as it aided in the development and control of the community, requiring constant interaction and an understanding of the Qur'an's value. Second, as the source of Allah's mercy, as it contained an assembly of the Qur'an. Additionally, adab in recitations can be viewed from two perspectives: etiquette regarding reading and etiquette regarding dress in recitations. It was excellent in terms of fluency. The connection between memorizing recitations and marriage can be explained in three ways: first, it was believed to be a blessing; second, it was the hope of becoming a Qur'anic family; and third, it was the desire to become a Qur'anic family. Third, a social culture that had developed into a habit that necessitated activity.This research implied that various forms of Qur'an recitation activities that benefited moral education values and were carried out by the people of Bolo District, Bima Regency, should have been evaluated as efforts / constructive input in a memorizing activity. recitation of the Qur'an during the Bolo District's wedding ceremony. The evaluation included all stakeholders, including the government, parents, and society. Additionally, with various activities coupled with Qur'an recitations in the community of Bolo District, Bima Regency as indigenous wisdom and culture infused with religious values, the activities associated with weddings and other events should be developed and improved. in a variety of activities, both social and religious, which, of course, adds its value and unique style to moral values that are necessary throughout the ages. Keywords: Moral Education Value, Haflah Tilawah and Marriage.    
Implementasi Mahram Dalam Pelaksanaan Haji Bagi Perempuan Perspektif Maṣlaḥah (Studi Kasus pada Penyelenggaraan Haji di Kementerian Agama Kota Makassar) Muhaimin Bobihu
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 01 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i01.8221

Abstract

Dalam pelaksanaan ibadah haji, pihak Arab Saudi mewajibkan adanya mahram bagi jama’ah haji perempuan, namun memberikan kebijakan kepada jama’ah yang berusia 45 tahun ke atas untuk dapat melaksanakan haji walau tidak disertai mahram. Padahal ‘illah penyertaan mahram dalam perjalanan bagi perempuan adalah untuk keamanan. Fenomena ini dapat dianalisis dengan metode maṣlaḥaḥ yang dapat digunakan untuk menetapkan suatu hukum yang belum diatur secara rinci dan jelas di dalam Al-Quran dan hadis agar dapat diambil suatu hukum sesuai pandangan syariat. Penelitian jenis field research kualitatif ini menggunakan pendekatan yuridis dan normatif. Data dikumpulkan melalui tiga teknik yakni observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan penggunaan dokumen. Data dianalisis dengan 3 tahapan, yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa untuk penyelenggaraan haji di Kementerian Agama Kota Makassar tahun 2015-2019 termasuk dalam kategori Al-Maṣlaḥaḥ al-Ḥājiyyah dimana bagi perempuan yang ingin berangkat haji tanpa mahram akan tetap diberangkatkan dan dimahramkan dengan mahram fungsional atau penggabungan mahram, karena keberangkatan haji dinilai jauh lebih penting daripada ketentuan mahram yang tercantum dalam matan-matan hadis dan karena keamanan sudah terjamin dengan adanya transportasi yang canggih, fasilitas yang memadai, dan adanya jama’ah lain serta pemandu (mutawwif) yang dianggap sudah menjamin keamanan perempuan.Kata kunci: Haji, Implementasi Mahram, Maṣlaḥaḥ
Pengaruh Metode Pembelajaran Scramble Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII Di SMP Negeri 7 Bengkalis Surga, Resa
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 01 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i01.12317

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena  metode pembelajaran yang digunakan guru belum efektif sehingga mengakibatkan siswa cenderung pasif dan tidak berpatisipasi aktif didalam proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Scramble dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas VIII di SMP Negeri 7 Bengkalis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pembelajaran Scramble dan keaktifan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan Teknik pengambilan sampel yaitu sampling total dengan jumlah sampel yaitu 36 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pemberian soal pre-test dan post-test dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yaitu setelah diberi perlakuan dengan menggunakan metode pembelajaran Scramble nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 86,67 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 76,67 maka nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil uji T dimana nilai Sig. (2 tailed) yang dihasilkan adalah 0,000, nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan metode pembelajaran Scramble dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas VIII di SMP Negeri 7 Bengkalis.
Pengaruh Interaksi Edukatif Dan Reward Punishment Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V Sd Negeri 4 Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus Pariangan, Agil Nanda
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 02 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i02.8713

Abstract

Dalam konsep dan pelaksanaan pendidikan terdapat beberapa komponen yang terdapat di dalam sebuah pendidikan yaitu pendidik, peserta didik, kurikulum, proses belajar mengajar dan serana-praserana. Dari beberapa komponen-komponen pendidikan yang di sebutkan di atas yang sangat vital yaitu pada proses pembelajaran, karena di dalam  komponen proses pembelajaran ini terjadi  interaksi edukatif antara guru dan murid.  Interaksi edukatif merupakan suatu proses hubungan timbal balik yang memiliki tujuan yang khsus yaitu agar dapat mendewasakan peserta didik agar dapat berdiri sendiri, dapat menemukan jati diri peserta didik. Menurut Sardiman dalam memberikan motivasi kearah yang ingin dicapai, hubungan peserta didik dan pendidik harus bersifat edukatif. Dalam hal ini salah satu factor yang dapat menyebabkan interaksi berjalan dengan baik yaitu kemampuan seorang guru. Seorang guru dituntut agar mampu menggunakan sebagai macam keterampilan, strategi, dan alat bantu saat sedang berinteraksi dengan peserta didik. Alat bantu yang dimaksud didalam penelitian merupakan reward dan punishment. Jenis penelitian didalam penelitian ini merupakan jenis penelitian  asosiasif hubungan kausal dengan pendekatan Kuantitatif deskriptif. Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD Negeri 4 Kuripan pada tahun pelajaran 2021-2022 yang berjumlah 113 peserta didik, sampel nya 28 peserta didik dan tehnik pengambilan sampel menggunakan randem sampling atau secara acak. Tehnik pengumpulan data didalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis data berupa analisis normalitas, linieritas, regresi berganda dan koefesien determinan
Strategi Guru dalam Pengembangan Pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Ikhtiar Makassar Saraswati, Kameriah; Mahmud, Hasibuddin; Rosmiati, Rosmiati
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 02 (2023): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v8i02.11816

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: (1) mengetahui pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Ikhtiar Makassar; (2) menganalisis perkembangan pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Ikhtiar Makassar; (3) mendeskripsikan strategi guru dalam pengembangan pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Ikhtiar Makassar. Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di SD Islam Terpadu Ikhtiar Makassar, sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Ikhtiar Makassar tidak lepas dari sistem pembelajaran yang digunakan, baik dari kualifikasi guru yang bersertifikasi, siswa yang mengikuti pembelajaran berkelompok sesuai kemampuan masing-masing, dan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Ummi. Pembelajean Al-Qur’an di SDIT Ikhtiar menggunakan target tertentu sebagai acuan hasil belajar, dan dalam 3 tahun terakhir telah mengalami perkembangan ditandai dengan adanya peningkatan capaian hasil pembelajaran, dari 42% di 2020-2021, 48% di 2021-2022, dan 92% di tahun 2022-2023. Capaian tersebut tentu dipengaruhi oleh strategi yang dilakukan guru dalam mengawal pembelajaran. Selain melekukan strategi sesuai standar Ummi Foundation, para guru juga berinisiatif untuk mengembangkan strategi seperti: (1) Pemberian punishment dan reward; (2) Penambahan waktu belajar di luar jam belajar; (3) Mengadakan bimbingan khusus bagi kelompok dengan kemapuan siswa yang berbeda; (4) Membangun komunikasi dengan orangtua siswa.Kata kunci: Pengajar Al Qur'an; Metode; Pengembangan; Strategi 
Pembelajaran Islam Pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner (Hakikat dan Implementasinya) Rahmah, Rahmah; Yaqin, Husnul; Amiruddin, Andi
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 01 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i01.14788

Abstract

Pendidikan adalah pilar fundamental dalam pembangunan masyarakat dan peradaban. Dalam konteks Pendidikan Islam, upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern menjadi suatu tantangan yang tak terhindarkan. Pendekatan transdisipliner, yang mengintegrasikan pemahaman dari berbagai disiplin ilmu, muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dalam merespons kompleksitas tuntutan pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Pendidikan Islam melalui pendekatan Multi, Inter, dan Transdisipliner Artikel  ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian mengunakan studi literatur. Sumber data dan bahan analisis yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai referensi artikel ilmiah yang relevan dari berbagai jurnal dan buku. Berdasarkan penggalian terhadap data dari beberapa sumber yang digunakan didapatkan hasil bahwa pembelajaran Islam multidisipliner menekankan pada tinjauan multiperspektif ilmu yang terkait dengan masalah yang dipecahkan, tanpa menggabungkan ilmu-ilmu tersebut menjadi sebuah kesatuan ilmu. Sementara Pembelajaran Islam interdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Sedangkan Pembelajaran Islam transdisipliner menekankan pada interaksi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman baru yang tidak dapat dipahami oleh disiplin ilmu mana pun secara terpisah.

Page 11 of 17 | Total Record : 168