cover
Contact Name
Basry Yadi Tang
Contact Email
basrytang@gmail.com
Phone
+6285239379569
Journal Mail Official
partnerpolitani@gmail.com
Editorial Address
PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG JL. PROF. DR. HERMAN YOHANES KEL. LASIANA, P.O. BOX 1152, KUPANG 85011 TELP. (0380) 881600, FAKS. (0380) 881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Partner
ISSN : 08526877     EISSN : 25273981     DOI : 10.35726/jp
Jurnal Pertanian Terapan PARTNER menerima artikel hasil-hasil penelitian dalam bidang pertanian terapan maupun critical reviews yang berhubungan dengan: Produksi Ternak Nutrisi dan Pakan Ternak Teknologi Pakan Ternak Kesehatan Hewan Sosial Ekonomi Pertanian/ Peternakan Agronomi Perlindungan Tanaman Ilmu Tanah Kehutanan Teknologi Hasil Pertanian Desain atau Rancang Bangun Model Pertanian berbasis Pertanian Lahan Kering Namun demikian, jurnal ini lebih difokuskan pada penelitian-penelitian dalam rangka pengembangan pertanian lahan kering.
Articles 392 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN IKAN HIAS DI TOKO KIEL AQUARIUM, KELURAHAN OESAPA BARAT-KOTA KUPANG Panab, Orci Yeprida; Swari, Wahyu Dani; Malafu, Norsem Y.; Tang, Basry Y.
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7478

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian ikan hias di Toko Kiel Aquarium, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data primer dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, dengan jumlah responden sebanyak 60 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistik (uji analisis regresi linear berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian ikan hias adalah faktor budaya (X1), faktor sosial (X2), faktor pribadi (X3), dan faktor psikologi (X4). Pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian ikan hias di Toko Kiel Aquarium secara simultan dari variabel X1, X2, X3, dan X4 adalah sebesar 48,3%. Kata kunci : perilaku konsumen, keputusan pembelian, ikan hia, Toko Kiel Aquarium
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN JENIS SUMBER KALSIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KALE (Brassica oleracea Var. Sabelica) Ramadhana, Wahyu; Hartati, Retni Mardu; Syah, Ryan Firman
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7348

Abstract

ABSTRAKProduktifikas tanaman kale di Indonesia rendah salah satunya ditimbulkan oleh pemilihan media tanam dan pupuk yang kurang tepatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam terbaik dan pengaruh sumber kalsium dari POC cangkang telur. Penelitian dilakukan di Kebun (KP2) INSTIPER Yogyakarta. Menerapkan metode rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga kali ulangan digunakan. Perbedaan antara tanah cocopeat (1:1), tanah arang sekam (1:1), dan tanah cocopeat dengan arang sekam adalah faktor pertama. Faktor kedua POC cangkang telur 250 ml/l, 500 ml/l, 750 ml/l, dan dolomit pada 10 gram dan 15 gram. Semua kombinasi diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam dan jenis sumber kalsium tidak berdampak pada pertumbuhan atau hasil tanaman kale. Media tanah arang sekam perbandingan 1:1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil terbaik. Namun, POC cangkang telur dengan konsentrasi 250 ml/l meningkatkan pertumbuhan dan hasil terbaik untuk tanaman kale. Kata kunci: POC cangkang telur, arang sekam, cocopeat, dolomit dan kale.
PRODUKSI TANAMAN PARE AKIBAT APLIKASI POC LIMBAH CAIR TAHU PLUS Lussy, Nova Deviyanti; Nanggi, Maria Ivonia; Susniwan, Susniwan
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7413

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian yaitu mengkaji efektifitas dari pupuk organik cair (POC) limbah cair tahu plus dan mendapatkan konsentrasi POC terbaik yang mempengaruhi hasil pare. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Praktik Program Studi Teknologi Industri Hortikultura, Politani Negeri Kupang, dari bulan Mei–Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan enam perlakuan yang diulang 4 kali. Perlakuannya, adalah: konsentrasi POC 0, 30, 60, 90, 120, dan 150 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah cair tahu plus berpengaruh nyata pada umur berbunga, jumlah buah setiap tanaman, diameter buah, panjang buah, bobot setiap buah, dan bobot buah per tanaman. POC dibuat dari limbah cair tahu plus yang diberikan pada konsentrasi 150 ml/l memberikan hasil terbaik pada umur berbunga (40,33 HST), jumlah buah setiap tanaman (5,25 buah), diameter buah (46,77 mm), panjang buah (28,27 cm), dan bobot buah setiap tanaman (1.363,66 g). Kata kunci: Limbah cair tahu, POC, Konsentrasi, Hasil, Pare
Cover, Editorial Board, Kata Pengantar, Daftar Isi Partner, Partner
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 20250
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7486

Abstract

PERAN WANITA TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI HORTIKULTURA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Bureni, Eman N.; Levis, Leta R.; Surayasa, Made T.; Illu, Abraham R.
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7353

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran wanita tani dalam pengambilan keputusan usahatani hortikultura serta menganalisis pendapatan yang dihasilkan dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga. Penelitian dilakukan di Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita tani memiliki peran signifikan dalam seluruh proses usahatani hortikultura, mulai dari pemilihan komoditas, pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga pemasaran hasil panen. Rata-rata penerimaan dari usahatani hortikultura sebesar Rp2.208.000,00 per musim tanam, dengan biaya produksi Rp575.971,49, sehingga diperoleh pendapatan bersih Rp1.632.028,44. Hasil analisis R/C ratio sebesar 3,83 menunjukkan bahwa usahatani hortikultura di wilayah ini layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Peran aktif wanita tani tidak hanya mendukung keberhasilan usaha, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan ekonomi keluarga. Kata kunci: Peran wanita tani, usahatani, hortikultura, pendapatan, kelayakan.
STUDI DASAR SISTEM PRODUKSI TERNAK SAPI SAAT INI DI SUMBA TIMUR, NTT Kiha, Amelia Florida; Sirappa, Iven Patu
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7414

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem produksi sapi potong di Sumba Timur. Wawancara mendalam dilakukan dengan 30 peternak yang mewakili tiga sistem peternakan, yaitu: peternakan Penggemukan – peternak yang memelihara beberapa ekor sapi jantan untuk digemukkan; Peternakan kecil – peternak yang berperan sebagai penggemuk sekaligus pembiak tetapi memiliki jumlah sapi lebih sedikit dibandingkan dengan peternakan besar; Peternakan besar – peternak yang juga merupakan kombinasi penggemuk dan pembiak, namun memiliki lebih dari 15 ekor sapi dalam satu kelompok ternak. Penggembalaan ternak merupakan praktik yang umum, meskipun beberapa peternak menerapkan sistem zero-grazing. 10% dari total populasi sapi dikirim ke Jawa setiap tahunnya. Rantai nilai dalam kabupaten terdiri dari peternak sebagai produsen, jagal, pedagang antar-pulau, pedagang lokal, pemerintah, dan konsumen lokal. Semua sistem peternakan memiliki input dan output yang rendah. Perbedaan antara peternakan kecil dan besar hanya terletak pada skala usaha, sedangkan sistem penggemukan cenderung lebih intensif dibandingkan peternakan kecil dalam penggunaan tenaga kerja dan lahan. Kata kunci: produksi sapi, peternakan penggemukan, peternakan kecil, peternakan besar, rantai nilai
UJI EFEKTIVITAS PUPUK GRANULAR ORGANIK LEPAS-LAMBAT BERBASIS BIOCHAR TERMODIFIKASI DAN ASAM HUMAT TERHADAP POLA PELEPASAN HARA PADA TANAMAN KACANG HIJAU Matheus, Rupa; Kantur, Donatus
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7513

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk granular organik lepas-lambat berbasis biochar termodifikasi dan asam humat-mikroba terhadap pola pelepasan unsur hara makro (N, P, K) pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap lima perlakuan dan tiga ulangan, menggunakan formula F0-F4 dengan proporsi biochar dan asam humat yang berbeda. Parameter utama yang diamati meliputi pola pelepasan nitrogen, fosfor, dan kalium selama 60 hari inkubasi, diukur secara berkala dengan metode Kjeldahl, Bray-1, dan NH4OAC 1 M. Hasil menunjukkan bahwa formula F4 (50% bokashi + 30% biochar termodifikasi + 10% asam humat + 10 % aditif) memberikan pola pelepasan hara paling efisien dan stabil. Sinergi ketiga komponen tersebut membentuk sistem multi-mekanisme slowrelease yang menekan kehilangan hara, memperpanjang ketersediaan nutrien, dan memperbaiki keseimbangan kimia-biologi tanah. Potensi biochar-humat-mikroba mendukung efisiensi pemupukan, mengurangi ketergantungan pupuk kimia hingga 30-50%, serta berkontribusi pada keberlanjutan kesuburan lahan kering di Indonesia.Kata kunci: Biochar termodifikasi, Asam humat, Pupuk organik lepas-lambat, Pelepasan hara, Kacang hijau.
ANALISIS POTENSI DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA DI TAMAN KEHATI SAWERIGADING WALLACEA Podengge, Thesalonica I.; Patabang, Melewanto; Purnama, Teguh J.; Bonanza, Occy
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7517

Abstract

ABSTRAKTaman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea merupakan kawasan konservasi eks situ sebagai sarana pelestarian keanekaragaman hayati khas wilayah Wallacea. Kawasan ini memiliki potensi ekologis dan edukatif sebagai destinasi ekowisata berbasis pendidikan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi SDA dan merumuskan strategi pengembangan ekowisata edukasi yang berkelanjutan. Metode menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis SWOT untuk menentukan posisi strategis kawasan serta arah pengembangannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya keanekaragaman flora dan fauna endemik yang tinggi, serta karakteristik ekosistem tropis yang unik dan representatif. Analisis SWOT menempatkan Taman Kehati Sawerigading Wallacea pada posisi kuadran agresif (growth-oriented), yang mencerminkan tingginya kekuatan internal dan peluang eksternal dalam pengembangan kawasan. Strategi utama yang disarankan meliputi penguatan promosi dan branding berbasis konservasi, peningkatan kapasitas sumber daya warga lokal, kolaborasi multipihak antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, serta diversifikasi produk wisata edukatif yang terintegrasi dengan kegiatan konservasi. Taman Kehati Sawerigading Wallacea berpotensi menjadi model pengembangan ekowisata edukasi berkelanjutan di kawasan Wallacea dan Indonesia Timur.Kata kunci: Ekowisata, Keanekaragaman hayati, Pengembangan, Wallacea
PERSEPSI GENERASI MILENIAL DAN GEN Z TERHADAP KONSUMSI SUSU UNTUK KESEHATAN DI PULAU LOMBOK Karni, Ine; Wandira, Ica A.; Aminurrahman, Aminurrahman; Amalyadi, Rezki; Al Gifari, Zaid; Septian, I Gede N.; Malawati, Ima
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7520

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi generasi Millennial dan Gen Z di Pulau Lombok terhadap konsumsi susu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan analisis deskriptif statistik untuk menganalisis data yang diperoleh. Survei dilakukan menggunakan Google Form kepada 93 responden dari berbagai kelompok usia. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Temuan utama menunjukkan bahwa harga susu yang tinggi dan kurangnya edukasi mengenai manfaat susu menjadi hambatan utama dalam konsumsi susu di kalangan generasi muda. Meskipun mayoritas responden menyadari manfaat kesehatan susu, hanya 11,8% yang mengonsumsinya setiap hari. Untuk meningkatkan konsumsi susu, diperlukan kebijakan subsidi susu dari pemerintah, edukasi yang lebih luas mengenai manfaat susu, serta inovasi produk susu yang lebih terjangkau dan sesuai dengan preferensi generasi muda.Kata kunci: Persepsi, Konsumsi Susu, Generasi Millennial, Gen Z, Pulau Lombok.
REWIEW PMK: VAKSINASI DAN BIOSEKURITI SEBAGAI KUNCI PENTING PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI INDONESIA Bulu, Petrus M.; Pasau, Paulus; Lenda, Victor; Wera, Ewaldus; Rohyati, Eni; Welkis, Elfirst Th. Ch.; Bili, Feny A. L.; Muchlis, Marlina; Lasakar, Anita S.
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7421

Abstract

ABSTRAKIndonesia kembali menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku setelah dinyatakan bebas sejak 1986, kasus pertama muncul lagi pada 2022. Wabah ini berdampak besar pada sektor peternakan, mengancam stabilitas pangan, ekonomi, dan perdagangan. Virus Aphtae epizooticae menyebar melalui kontak langsung, udara, dan media terkontaminasi, dengan gejala berupa demam, penurunan nafsu makan, serta lepuh pada mulut, kaki, dan ambing. Hingga 2024, PMK tercatat menyebar ke 29 provinsi dan 408 kabupaten/kota. Faktor penyebaran utama meliputi impor ilegal ternak, lemahnya pengawasan lalu lintas hewan, praktik perdagangan tradisional yang kurang higienis, dan rendahnya kesadaran peternak. Upaya pengendalian difokuskan pada vaksinasi massal, biosekuriti ketat, pembatasan pergerakan ternak, serta desinfeksi dan pemantauan kesehatan rutin. Tantangan pada distribusi vaksin, rendahnya kepatuhan peternak, dan hambatan birokrasi. Wilayah seperti Nusa Tenggara Timur berisiko tinggi akibat pola penggembalaan bebas dan keterbatasan infrastruktur kesehatan hewan. Pemerintah perlu memperkuat karantina, deteksi dini berbasis teknologi, dan edukasi untuk membangun ketahanan nasional terhadap PMK.Kata kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, PMK, Peternakan, Vaksinasi, Biosekuriti, Indonesia