cover
Contact Name
Basry Yadi Tang
Contact Email
basrytang@gmail.com
Phone
+6285239379569
Journal Mail Official
partnerpolitani@gmail.com
Editorial Address
PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG JL. PROF. DR. HERMAN YOHANES KEL. LASIANA, P.O. BOX 1152, KUPANG 85011 TELP. (0380) 881600, FAKS. (0380) 881601
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Partner
ISSN : 08526877     EISSN : 25273981     DOI : 10.35726/jp
Jurnal Pertanian Terapan PARTNER menerima artikel hasil-hasil penelitian dalam bidang pertanian terapan maupun critical reviews yang berhubungan dengan: Produksi Ternak Nutrisi dan Pakan Ternak Teknologi Pakan Ternak Kesehatan Hewan Sosial Ekonomi Pertanian/ Peternakan Agronomi Perlindungan Tanaman Ilmu Tanah Kehutanan Teknologi Hasil Pertanian Desain atau Rancang Bangun Model Pertanian berbasis Pertanian Lahan Kering Namun demikian, jurnal ini lebih difokuskan pada penelitian-penelitian dalam rangka pengembangan pertanian lahan kering.
Articles 392 Documents
KARAKTER NIRA GEWANG HASIL BEDA TEKNIK PANEN DI PULAU TIMOR Lalel, Herianus J. D.; Oematan, Shirly S.; Gandut, Yosefina R. Y.; Roefaida, Effy; Pollo, Roddialek
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7500

Abstract

ABSTRAKTanaman gewang (Corypha utan Lamk) merupakan salah satu tanaman palma penghasil nira di Timor. Penelitian ini dilaksanakan untuk mempelajari karakteristik nira yang disadap dengan dua cara. Tanaman gewang dipilih secara sengaja di Kecamatan Kupang Timur. Nira gewang yang disadap dengan cara mengiris ujung tandan bunga memperlihatkan jumlah hasil panen nira yang lebih banyak, yaitu rata-rata mencapai 60,37 ± 5,82 liter per hari dengan total padatan terlarut dan kandungan gula pereduksi yang lebih tinggi, yaitu masing-masing berturut-turut 18,3 ± 0,1 oBrix dan  24,50 ± 0,6 % dibandingkan dengan nira yang diperoleh dengan cara pemangkasan pucuk tanaman, serta memiliki pH netral (6,92) dan tampilan warna maupun sifat mikrobiologis (total koloni mikroba) yang relatif tidak jauh berbeda untuk nira dari hasil kedua teknik penyadapan; sehingga disarankan bagi masyarakat petani pengrajin nira gewang untuk sebaiknya memanen nira gewang dengan cara atau teknik pengirisan ujung tandan bunga tanaman.Kata kunci: Nira gewang, Teknik penyadapan, Sifat fisiko-kimia 
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KEANEKARAGAMAN VEGETASI DALAM SKEMA PERHUTANAN SOSIAL: STUDI KASUS KELOMPOK TANI HUTAN FETOMNASI DI DESA SILLU, NUSA TENGGARA TIMUR Dako, Fransiskus X.; Lamanda, Sukriati A.; Selanno, Frenly M.; Ora, Yudhistira A. N. R.; Rusadi, Nusrah; Gare, Kletus F. S.; Paga, Blasius; Adrin, Adrin
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7514

Abstract

ABSTRAKKawasan hutan di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mengalami tekanan ekologis akibat perambahan, perladangan berpindah, kebakaran hutan, penggembalaan liar, dan konversi lahan, sehingga menurunkan tutupan vegetasi dan kualitas ekosistem. Kondisi ini mengancam keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat, sehingga keberadaan vegetasi menjadi krusial dalam menjaga fungsi ekologis kawasan. Skema perhutanan sosial memberikan akses legal kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mengelola dan memulihkan hutan, salah satunya KTH Fetomnasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas tumbuhan di Desa Sillu dalam kerangka pengelolaan perhutanan sosial, guna menyediakan landasan ilmiah bagi penguatan keberlanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Metode purposive sampling diterapkan pada 24 lahan anggota KTH. Indeks keanekaragaman jenis tingkat semai dan tiang tergolong sedang (H’ = 1,439 dan 1,848), sedangkan pancang dan pohon termasuk sedang menuju tinggi (H’ = 2,185 dan 2,144). Hasil ini menunjukkan bahwa akses legal melalui perhutanan sosial mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga vegetasi dan memulihkan fungsi ekologi kawasan.Kata kunci: Ekologi, Perhutanan Sosial, KTH Fetomnasi, INP, Keanekaragaman
INTEGRASI PENGELOLAAN AIR, PUPUK, DAN HAMA SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN SEMI ARID Moata, Melinda R. S.; Bunga, Jacqualine A.
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7524

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tanaman pangan dan hortikultura berdasarkan faktor lingkungan, pengendalian hama, serta adaptasi terhadap bencana pertanian di wilayah semi arid Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mengambil lokasi sampel 25 kelompok tani di Kabupaten Kupang. Data lapangan mencakup variabel luas lahan, hasil panen, sumber air, penggunaan pupuk, serta jenis hama dan strategi pengendaliannya. Analisis dilakukan secara deskriptif, korelatif, dan visual menggunakan grafik produktivitas (ton/ha) serta frekuensi kejadian lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa luas lahan berhubungan positif kuat dengan hasil panen (r = 0,95), dengan rata-rata produktivitas padi 4-5 ton/ha dan tomat 36 ton/ha. Faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas meliputi kekeringan (33%), hama (33%), dan perubahan iklim (50%). Pengendalian hama dilakukan melalui kombinasi metode tradisional (57,1%) dan kimia (42,9%) yang menunjukkan pola adaptasi menuju sistem Pengendalian Hama Terpadu. Hasil menegaskan bahwa pengelolaan air, pupuk, serta pengendalian biotik menjadi kunci efisiensi lahan dan keberlanjutan produksi di tengah perubahan iklim.Kata kunci:  Faktor Lingkungan, Pengendalian Hama, Perubahan Iklim,Pertanian Berkelanjutan, Produktivitas
RISIKO PRODUKSI DAN HARGA USAHATANI JAGUNG: STUDI KASUS DI KABUPATEN KUPANG Koylal, Johny A.; Badul, Marselina S.; Fallo, Ferdy A. I.; Ratu Rihi, Micha S.
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7419

Abstract

ABSTRAKUsahatani jagung secara inheren menghadapi berbagai risiko, terutama yang berkaitan dengan variabilitas produksi dan fluktuasi harga, yang berdampak langsung pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi, risiko harga, serta tingkat pendapatan petani jagung di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan petani sampel dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling sebanyak 36 petani dari populasi 184 petani jagung. Pengumpulan data primer dilakukan pada April 2024, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel utama penelitian mencakup risiko produksi, risiko harga, dan pendapatan usahatani jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi maupun risiko harga jagung tergolong rendah, dengan pendapatan rata-rata petani sebesar Rp 1.343.505 per hektar.Kata kunci: pendapatan, risiko produksi dan harga, usahatani jagung
PENGARUH DURASI MATRICONDITIONING DENGAN TRICHODERMA TERHADAP VIABILITAS BENIH KACANG MERAH VARIETAS INERIE YANG MENGALAMI DETERIORASI Lewar, Yosefina; Penu, Imanuel T.; Hasan, Ali
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7522

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh durasi matriconditioning dengan trichoderma terhadap viablitas benih kacang merah (Phaseolus vulgaris L) varietas Inerie yang telah mengalami kemunduran mutu. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan screen house, Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada bulan Januari sampai Maret 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan durasi matriconditioning dengan trichoderma yaitu 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 jam, masing-masing diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa durasi matriconditioning dengan trichoderma berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih kacang merah varietas Inerie yang mengalami kemunduran mutu. Perlakuan durasi matriconditioning dengan trichoderma selama 3 jam pada benih kacang merah varietas Inerie menghasilkan viabilitas terbaik dengan daya tumbuh benih 82,75%, kecepatan tumbuh 21,55%/etmal, keserempakan tumbuh 79,75%, dan potensi tumbuh maksimum 83,00%.Kata Kunci: Viabilitas benih, Kacang merah, Matriconditioning, Trichoderma, Kemunduran Mutu
KONSUMSI BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR, DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN TERNAK BABI YANG MENGONSUMSI RANSUM BERBAHAN CAMPURAN BATANG PISANG DAN AMPAS TAHU FERMENTASI Wea, Redempta; Koten, Bernadete B.
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7503

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji konsumsi bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) babi grower pengkonsumsi ransum campuran batang pisang dan ampas tahu fermentasi (BPATF). Penelitian menggunakan babi persilangan Landrace x Duroc betina (12 ekor) dengan ransum dasar tepung jagung, dedak, konsentrat CP 152, dan pigmix, menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0: Ransum tanpa BPATF, R10: Ransum 10% BPATF, R20: Ransum 20% BPATF, dan R30: Ransum 30% BPATF. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis varians dan uji lanjut Duncan, dengan variabel konsumsi nutrien (BO, PK, dan BETN). Peningkatan persentase penggunaan BPATF (0%, 10%, 20%, 30%) tidak berpengaruh terhadap konsumsi nutrien BO, namun sangat nyata berpengaruh terhadap konsumsi PK dan BETN. Kesimpulannya penggunaan BPATF tidak berdampak terhadap konsumsi BO namun menyebabkan peningkatan konsumsi PK dan BETN hingga penggunaan 30%. Maka penggunaan BPATF dapat diberikan hingga 30% dalam ransum ternak babi grower.Kata kunci: Limbah industri, Limbah pertanian, Nutrien, Proximat
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PANEN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA KEBUN LAMA PT. PP. LONDON SUMATERA INDONESIA Wulandari, Dwi; Rozalina, Rozalina; Saragih, Faoeza H.; Adnan, Achmad
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7501

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan. kompensasi finansial, kemampuan dan motivasi kerja karyawan panen pada PT.PP. London Sumatera Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Desa Bahlias, Kabupaten Simalungun, Kecamatan Bandar. Teknik Random Sampling dengan jumlah 40 sampel karyawan digunakan dalam penelitian untuk data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda yaitu Y = -0,809 + 0,364X1 + 0,422X2 + 3,015X3 – 2,586X4, menggunakan Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas nilai sig sebesar 0,200 nilai tersebut lebih besar dari 0,05, Uji Multikolinieritas dan Uji Heterokedasitas) dan Uji Hipotesis (dari keempat variabel bebas maka Uji F seluruhnya berpengaruh karna nilai sig lebih kecil dari 0,05, Uji t berpengaruh secara simultan karna nilai sig 0,00, Uji R2/Uji Adjusted R Square nilainya 0,982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak dan parsial adanya pengaruh variabel independen (Kepemimpinan, Kompensasi Finansial, Kemampuan Kerja, Motivasi Kerja)  terhadap variabel dependen (Kinerja Karyawan Panen).Kata kunci: Kepemimpinan, Kompensasi Finansial, Kemampuan kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan.
PERFORMA PERTUMBUHAN AWAL TUJUH VARIETAS MARIGOLD (TAGETES SPP) SEBAGAI PAKAN TERNAK DI LAHAN SEMI KERING Nalle, Catootjie L.; Sudarma, I Komang; Hau, Erda E. R.; Sinlae, Dina V.; Vertigo, Stormy
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7516

Abstract

ABSTRAKMarigold mengandung senyawa fitokimia bermanfaat seperti karotenoid, lutein, dan zeaxanthin yang berfungsi sebagai pewarna alami dan antioksidan. Kandungan tersebut berpotensi meningkatkan nilai gizi pakan ternak. Pertumbuhan dan produksi senyawa fitokimia marigold dipengaruhi oleh varietas serta kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pertumbuhan awal tujuh varietas marigold—Cassanova (V1), Kasuari (V2), Maharani F1 (V3), Diwali (V4), Beautiful 008 (V5), Garuda (V6), dan Nirwa (V7)—pada lahan semi kering di Noelbaki, Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok empat ulangan dan tiga parameter pengamatan: tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Analisis dengan General Linear Model SAS OnDemand menunjukkan blok hanya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap diameter batang, sedangkan varietas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap semua parameter. Varietas Kauswari 01, Nirwa, dan Cassanova memiliki tinggi terbaik, sedangkan V3, V2, dan V1 lebih unggul dalam jumlah daun dan diameter batang. Varietas Kauswari 01 menunjukkan performa pertumbuhan vegetatif terbaik secara keseluruhan.Kata kunci: Diameter Batang, Jumlah Daun, Marigold, Tinggi Tanaman, Varietas 
STUDI PENGAWETAN BENIH TANAMAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DESA OTVAI, KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Alelang, Isak F.; Lobo, Anita T. D.
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7526

Abstract

ABSTRAKBenih merupakan komponen penting dalam sistem pertanian karena menentukan produktivitas dan mutu hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Otvai, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, dalam praktik pengawetan benih berdasarkan kearifan lokal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan perspektif etnoboani. Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur menggunakan teknik snowball sampling terhadap petani, tokoh adat, dan kelompok perempuan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari literatur pendukung. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Otvai mengawetkan 21 spesies benih dari tujuh famili tanaman dengan tahapan utama meliputi sortasi, pengeringan, pengemasan, dan pengasapan. Teknik pengasapan menggunakan para-para dapur menjadi metode khas yang mampu menurunkan kadar air, mencegah mikroorganisme, dan memperpanjang daya simpan benih. Praktik ini mencerminkan kearifan lokal yang berpotensi mendukung kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan.Kata kunci: Benih, Pengawetan, Kearifan lokal, Kemandirian pangan
STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN BERKELANJUTAN DI NTT: PENDEKATAN K-MEANS CLUSTERING TERHADAP DATA POTENSI HUTAN Nufus, Mitha R.; Silaban, Rosalia; Nababan, Badia R. R.; Pega, Eusabius P.
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7434

Abstract

ABSTRAKHutan berperan penting sebagai paru-paru dunia dengan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang berfungsi strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, peningkatan jumlah penduduk mendorong konversi lahan, sehingga mengancam keberlanjutan hutan. Analisis menggunakan pendekatan K-Means Clustering menunjukkan bahwa 16 kabupaten/kota di NTT memiliki potensi hutan lindung dan hutan produksi yang kecil. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan potensi kecil melalui program rehabilitasi hutan dan pencegahan konversi lahan. Sementara itu, wilayah dengan potensi hutan yang besar direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai pusat pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan berkelanjutan.Kata kunci: K-Means Clustering, Hutan Lindung, Hutan Produksi, Nusa Tenggara Timur, Potensi Hutan