cover
Contact Name
Johanis A. Jermias
Contact Email
jpmp.politanikoe@gmail.com
Phone
+6281246637792
Journal Mail Official
jpmp.politanikoe@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Peternakan, Poiteknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Prof. DR. Herman Yohanis Kel. Lasiana Kupang - NTT, Indonesia 85011
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
ISSN : -     EISSN : 25025392     DOI : https://doi.org/10.35726/jpmp
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan merupakan jurnal online yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam bidang peternakan. Jurnal ini adalah open access journal sehingga dapat secara gratis diakses oleh publik. Dengan demikian, diharapkan jurnal ini dapat memfasilitasi pelaku kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Bahkan bagi masyarakat terutama peternak dalam mengakses teknologi-teknologi tepat guna. Bidang fokus pengabdian: Produksi Ternak besar dan Kecil Produksi Ternak Unggas Teknologi Pakan Nutrisi dan Makanan Ternak Kesehatan Hewan Teknologi Hasil Peternakan Mekanisasi Pertanian-Peternakan
Articles 101 Documents
Empowerment Leprosy Sufferer Patients in Kupang City Ramses Victor Elim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.465 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.166

Abstract

Leprosy is one of the infectious diseases that belong to a neglected disease (Neglected Tropical Diseases). The disease is often a very complex problem in terms of both medical and extending to the social, economic and cultural. Bernad Nau and Yunnus Lassa are two leprosy sufferer patients. Since 2012, Bernad Nau and Yunus Lassa with the helping of his family, concentrating efforts of breedlocal pork. Fattening and breeding pigs traditionally run up to face many hurdles. But with the advent of slavery activities through the provision of good health assistance package (leaflets, counseling and early detection of leprosy simulation, leprosy equipment self-care and good hand washing) or the support of the module and tools of the pig breeding (cages, feed, and pork), knowledge and their skills increase. This impact on the improvement of their well-being through improved health and economy.Keywords : Economy, Empowerment, Improvement, Leprosy 
Sawah di Daerah Irigasi Noelbaki, Kupang Rupa Metheus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.243 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.183

Abstract

ABSTRAKKebutuhan pupuk untuk padi sawah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini mengisyaratkan bahwa terjadi penurunan produktivitas lahan sawah. Penggunaan pupuk yang semakin meningkat berarti pengeluaran berupa biaya produksi semakin meningkat pula sehingga mengurangi pendapatan petani.Salah satu upaya untuk membantu mengurangi  ketergantungan petani akan pupuk kimia adalah melalui kegiatan edukasi dan  pelatihan ketrampilan pembuatan kompos jerami padi secara insitu.  Teknologi kompos jerami merupakan teknologi yang mudah, murah dan cepat. Sasaran pengabdian ini adalah kelompok Suka Maju yang tergabung dalam gapoktan Tunmuni.Hasil kegiatan ipteks bagi masyarakat menunjukkan teknologi ini sangat diminati oleh kelompok sasaran karena mudah dan murah serta membutuhkan waktu yang relative singkat. Hasil demplot pada tanaman padi sawah menunjukkan adanya penungkatah hasil gabah kering panen mencapai 36,84%, yaitu meningkat dari 3,5 t/ha gabah kering panen (tanpa pupuk kompos) menjadi 6,28 t/ha dengan menggunakan komoos jerami padiKata Kunci: Kompos Jerami padi, padi sawah
Pemberdayaan Ekonomi Anggota Usaha Bersama Leraboleng Melalui Kegiatan Beternak Dan Membuat Aneka Olahan Makanan Yosefina Lewar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.408 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v1i2.151

Abstract

Mitra kegiatan IbM adalah anggota Usaha Bersama Leraboleng Inamalake (mitra 1) dan UB Leraboleng Inawae (Mitra 2). Mitra 1 memiliki usaha ternak babi dan ayam broiler dalam skala kecil dengan kualitas ternak yang rendah sehingga apabila dijual masih belum mampu bersaing di pasaran. Mitra belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang benar dan tepat tentang manajemen beternak babi pedaging dan ayam broiler. Usaha tersebut juga tidak dilakukan secara kontinyu, karena selain sering mengalami kegagalan juga karena tidak cukupnya modal usaha. Sedangkan mitra 2 merupakan kaum ibu rumah tangga yang berkeinginan untuk menambah keterampilannya dalam membuat aneka produk olahan makanan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang 1) beternak babi pedaging  dengan pakan berkualitas dan ayam broiler, dan 2) membuat aneka produk olahan berbahan baku tanaman. Hasil kegiatan menunjukan bahwa mitra sangat berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, pelatihan dan demplot. Pengetahuan dan keterampilan mitra bertambah, hal ini dibuktikan dengan kegiatan demplot yang dilakukan mitra 1 berhasil dengan baik. Ternak babi yang dipelihara telah berumur 3 bulan dengan berat mencapai 20 kg. Ayam broiler telah diproduksi 2 kali atau sebanyak 400 ekor ayam. Produksi pertama dari 200 ekor ayam dengan harga jual Rp. 40.000/ekor sehingga diperoleh pendapatan Rp. 8.000.000. Sedangkan produksi kedua ayam 200 ekor dengan pendapatan Rp. 8.000.000.  Mitra 2 membuat aneka olahan yakni VCO, cake labu kuning dan ubi jalar ungu, es cream ubi jalar ungu, jagung manis dan labu kuning, keripik singkong balado dan pisang manis. Kegiatan telah dilakukan sebanyak 4 kali dan dipasarkan pada saat pertemuan usaha bersama, diorder oleh konsumen serta di pasarkan dalam kegiatan Politani Expo 2016.  Dampak kegiatan IbM adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan anggota sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI POTONG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN DI KELOMPOK TANI KOTA DALE - KELURAHAN OESAO Melkianus D S Randu; Ferdinan Suharjono Suek; Thomas Lapenangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.663 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.177

Abstract

Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra kelompok tani Kota Dale tentang pemanfaatan berbagai teknologi bidang peternakan dalam usaha ternak sapi potong yang murah, dan mudah diaplikasikan di tingkat peternak. Kegiatan IbM dilakukan pada kelompok tani Kota Dale I dan Kota Dale II berdasarkan pertimbangan aktivitas mitra kelompok tani yang selama ini melakukan usaha pemeliharaan ternak sapi potong secara tradisional, bersifat sambilan, dan kurang memanfaatkan teknologi peternakan yang aplikatif sehingga turut mempengaruhi terhadap peningkatan produktivitas ternak sapi potong maupun perkembangan ekonomi rumah tangga. Kegiatan IbM diterapkan menggunakan metode ceramah, diskusi, demplot, pendampingan, dan monev. Implementasi kegiatan dilakukan dengan introduksi teknologi perkandangan dan teknologi pengolahan pakan, serta diseminasi informasi usaha pemeliharaan sapi potong. Hasil yang dicapai dari kegiatan IbM adalah peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan anggota mitra kelompok tani dalam memanfaatkan berbagai teknologi peternakan yang diadopsi dalam usaha ternak sapi potong, meliputi: teknologi dan manajemen perkandangan, teknologi dan manajemen pangolahan. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan IbM, antara lain: kandang sapi penggemukan (paronisasi) berukuran 1,8 x 2 m sebanyak 4 unit; silase jagung sebanyak 500 kg, dan jerami padi fermentasi sebanyak 500 kg. Kegiatan IbM telah memberikan manfaat bagi anggota mitra kelompok tani dalam upaya menerapkan sistem manajemen usaha sapi potong yang efisien dan ekonomis, dengan memanfaatkan inovasi teknologi dalam bidang peternakan.
USAHA PENGEMBANGBIAKAN SAPI BALI KELOMPOK TANI (KT) MARIN TASI DAN BERO SEMBADA DI DESA KAPITAN MEO, KABUPATEN MALAKA Maria Krova
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.351 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.185

Abstract

Upaya untuk menunjang klaster penggemukan sapi Bali yang dilakukan oleh KT Bero Sembada adalah memproduksi sendiri sapi Bali bakalan dan memasok sapi Bali bakalan dari luar, antara lain dari KT Marin Tasi. Solusi yang diperoleh dari pelaksanaan IbM ini, antara lain: 1) meningkatkan pemahaman peternak mengenai pentingnya perencanaan usaha ternak, pembukuan usaha ternak, manajemen pengembangbiakan, kebutuhan pakan dan nutrisi untuk setiap tahapan reproduksi sapi Bali, peranan koperasi untuk pengembangan usaha ternak sapi; 2) merancang metode perencanaan usaha ternak sederhana, pembukuan usaha sederhana, dan sistem akuntansi koperasi yang sederhana; 3) Meningkatkan keterampilan peternak dan pengurus UBSP dalam melakukan perencanaan usaha ternak sapi,  pembukuan usaha ternak sapi, dan pembukuan UBSP, yang terdiri dari:  kas UBSP, Rekapitulasi kas UBSP, Kertas Kerja, Neraca keuangan UBSP, dan laporan perhitungan rugi laba UBSP. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, dan ujicoba. 
PELAYANAN KESEHATAN HEWAN DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH Ni Sri Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.91 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v1i2.159

Abstract

Desa Penfui Timur berada dekat pinggiran wilayah perkotaan, dengan mata pencaharian sebagai petani yang mengelola lahan pertanian musiman, seperti lahan sawah tadah hujan dan menanam aneka tanaman hortikultura serta usaha sambilan memelihara ternak. Gangguan penyakit pada ternak sapi dan babi masih sering dijumpai di Dusun ini,  setiap peralihan musim yakni penyakit Ngorok atau  SE, Hog Cholera, serta gangguan parasit baik ektoparasit maupun endoparasit. Penerapan teknologi yang dilakukan yaitu: penyuluhan, pelayanan kesehatan hewan dan pendampingan melalui: penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan menejemen kesehatan hewan dalam meningkatkan produktivitas ternak., vaksinasi, pemberian multivitamin pada ternak, pengobatan ternak yang sakit, serta  pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan pada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Program  Studi Kesehatan Hewan antara lain: program peyuluhan ke masyarakat  sudah berjalan dengan baik  tentang penerapan manajemen kesehatan ternak (perkandangan dan  pencegahan penyakit), masyarakat mau turut serta berdiskusi secara aktif.  Pelayanan kesehatan hewan yang diterapkan kemasyarakat  melalui program  vaksinasi (vaksinasi SE pada sapi dan babi) dan pengobatan hewan (pemberian obat cacing dan antibiotik untuk ternak sapi, babi dan kambing), pemberian vitamin (untuk ternak hewan besar dan unggas).  Pelayanan yang diberikan tersebut sudah berjalan baik, dengan didasari informasi dari masyarakat kejadian penyakit pada ternak dapat berkurang. 
Usaha Pembibitan Ternak Babi Maulafa Tri Anggarini Yuniwati Foenay; Theresia Nur Indah Koni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.288 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.152

Abstract

Tujuan dari kegiatan IbM  adalah meningkatkan pendapatan kelompok melalui usaha pembibitan ternak babi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, demplot,monitorinh dan evaluasi. Dalam IbM ini dilakukan beberapa kegiatan seperti perbaikan kandang, pengadaan bibit ternak, penyuluhan, pembuatan pakan,perkawinan ternak, penanganan  kelahiran ternak, penjualan anak babi.  Kegiatan ini telah berhasil, hal ini dilihat dari keikutsertaan, keaktifan serta berpengaruh pada peningkatan pendapatan kelompok binaan, karena kelompok dilatih untuk membuat pakan ternak babi sendiri maka  terjadi penghematan biaya pakan sebesar Rp. 256,500 pada mitra, bila dibandingkan dengan menggunakan pakan babi  komersial
PENGENDALIAN THELAZIASIS PADA TERNAK SAPI DENGAN MENGGUNAKAN REBUSAN DAUN SIRIH DI DESA OEFAFI Ni Sri Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.246 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v1i2.143

Abstract

 Oefafi village located in East Kupang district, there are two groups of animals: Tun Feu consisting of 5 people and Aim HIF Nao consisted of 6 people. Each member has a tail with 3-5 cattle pasture ± 5 hectares. Endemic disease that infects cattle: Septicemia epizootika and Thelaziasis. Supporting factors: the limited knowledge of farmers on the management of animal health, such as vaccination, sanitation cage. Rotational grazing, cattle feces processing into organic fertilizer and the eradication of the flies as mechanical vectors Thelaziasis not been implemented. Target outcomes: skilled workers formed 50% of the total number of members, in the areas of: vaccination, manufacture neem extract, betel leaf decoction manufacture, processing feces. The presence of a pilot cage every group. Specific target, the target group is expected to be an example for cattle farmers in the province of NTT. Based on observations and information, since the vaccination SE until December 2015 is clinically undiscovered Septicemia epizootika and generated 7 vaccinators. Fly population can be controlled as has been done cage sanitation, rotation grazing, available ± 11 liter extract of neem production (exterminating flies) and the resulting 5 person skilled workers. Thelaziasis incidence decreases gradually because there is a skilled labor 9 in control using betel leaf decoction. There Demplot cage, fertilizer bokasi each group of skilled labor and 4 of the planned target 5 people.       Keywords : Vaccination, Herbs, Bali Cattle
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kualitas Dendeng Sapi Di UD. Ridwan S Kefamenanu Melalui Kegiatan Ipteks Bagi Masyarakat endah mulat satmalawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.157 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.187

Abstract

Usaha pengolahan daging sapi menjadi dendeng yang diproduksi oleh UD “Ridwan S” dengan merk dagang “VIVI” berlokasi di Kota Kefamenanu merupakan satu-satunya usaha pengolah daging sapi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas termasuk di wilayah kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Belu (Atambua). Dengan harga yang terjangkau dalam setiap kemasannya dan rasa yang enak membuat produk dendeng ini selalu eksis di pasaran dan dinantikan oleh konsumen, bahkan saat ini karena meningkatnya pangsa pasar membuat ketersediaan produk dendeng “VIVI” belum mencukupi kebutuhan pasar.UD “RidwanS” memproduksi dendeng dari bahan mentah daging sapi 30 kg/minggu yang dijadikan produk dendeng  15 kg dendeng/minggu yang dikemas dalam ukuran berat yaitu 200 g dan 400 g dengan kemasan yang masih sangat sederhana. Harga jual dendeng per bungkus berkisar Rp.70.000-Rp.140.000. Kapasitas produksi yang masih dikategorikan rendah dikarenakan keterbatasan alat yang tersedia dalam proses pengolahan dendeng  seperti pada pengirisan daging yang masih manual dikerjakan oleh seorang tenaga kerja saja, sehingga membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam untuk menyelesaikan irisan daging sapi tersebut.Selain itu produksi dendeng terhambat saat musim hujan karena UD “Ridwan S” belum memiliki alat pengering untuk menggantikan penjemuran dengan sinar matahari yang biasa dilakukan.Metode yang diterapkan pada kegiatan IbM  adalah berupa transfer Ipteks yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil produksi dendeng yaitu perbaikan proses pembuatan dendeng berupa desain alat pengiris daging agar memiliki ketebalan dan ukuran yang sama, desain alat pengering dendeng agar tetap berproduksi pada musim penghujan, perbaikan kemasan untuk dapat meningkatkan daya tarik konsumen dan memperpanjang umur simpan dendeng. Kata kunci: dendeng, dendeng “Vivi”, UD “Ridwan S” 
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN TIDUR DI MUSIM KEMARAU UNTUK USAHA TANAMAN PERTANIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGAIRAN DALAM JUMLAH TERBATAS DAN PUPUK DARI FECES SAPI JOHANIS A JERMIAS; Max Arthur Julian Supit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.918 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v1i2.160

Abstract

Musim kemarau yang panjang dengan ketersediaan air yang sangat minim menyebabkan pemanfaatan lahan pertanian di wilayah Dusun Kaniti Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang hanya dilakukan dalam jangka pendek atau selama musim hujan. Akibatnya lahan pertanian berubah menjadi lahan tidur selama musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan adanya ketergantungan yang tinggi dari petani setempat terhadap ketersediaan air dalam jumlah yang cukup untuk melaksanakan usaha pertanian, padahal lahan yang dibiarkan selama musim kemarau tersebut dapat dimanfaatkan dengan menggunakan teknologi usaha tani lahan kering dengan penggunaan air terbatas. Salah satu teknologi tersebut adalah semprot bawah mulsa (Probasa) yang sedang dikembangkan oleh Politani Negeri Kupang. Teknologi ini telah dimanfaatkan untuk pengembangan usaha pertanian di lahan tidur di Dusun Kaniti selama musim kemarau yang dikombinasikan dengan penggunaan pupuk organik berbahan dasar feses ternak sapi. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah demplot usaha pertanian di lahan kering dengan menggunakan air dalam jumlah terbatas yang dikombinasikan pemanfaatan feses ternak sapi sebagai pupuk organik.Kata Kunci: lahan kering, air terbatas, organic, feses sapi

Page 2 of 11 | Total Record : 101