cover
Contact Name
Johanis A. Jermias
Contact Email
jpmp.politanikoe@gmail.com
Phone
+6281246637792
Journal Mail Official
jpmp.politanikoe@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Peternakan, Poiteknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Prof. DR. Herman Yohanis Kel. Lasiana Kupang - NTT, Indonesia 85011
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
ISSN : -     EISSN : 25025392     DOI : https://doi.org/10.35726/jpmp
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan merupakan jurnal online yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam bidang peternakan. Jurnal ini adalah open access journal sehingga dapat secara gratis diakses oleh publik. Dengan demikian, diharapkan jurnal ini dapat memfasilitasi pelaku kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Bahkan bagi masyarakat terutama peternak dalam mengakses teknologi-teknologi tepat guna. Bidang fokus pengabdian: Produksi Ternak besar dan Kecil Produksi Ternak Unggas Teknologi Pakan Nutrisi dan Makanan Ternak Kesehatan Hewan Teknologi Hasil Peternakan Mekanisasi Pertanian-Peternakan
Articles 101 Documents
SISTEM INTEGRASI SAPI DAN AYAM DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI PETERNAK DI DESA PONAEN KABUPATEN KUPANG tara tiba Nikolaus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.166 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.264

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi integrasi sapi dan ayam sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak skala kecil. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap sosialisasi, penyiapan media pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi tingkat kepuasan dan minat peserta latih. Pada tahap sosialisasi dilakukan diskusi dengan peternak tentang manfaat penerapan teknologi sapi ayam dan pada akhir tahap ini dipilih 25 peserta yang terdiri dari peternak dan pemuda dari desa Ponaen, Oesena, dan Tesbatan di Kecamatan Amarasi untuk mengikuti pelatihan. Pada tahap penyiapan media pelatihan disiapkan jerami padi sebanyak kurang lebih 200 kg, hijauan lamtoro dan daun kapuk, bahan aditif seperti dedak padi, pollard, urea, dan EM4. Pada tahap pelatihan dilakukan kegiatan penyampaian materi pelatihan berupa teknologi amoniasi dan fermentasi jerami untuk pengolahan pakan, pembuatan silase, sistem integrasi sapi dan ayam, dan penanaman hijauan pakan ternak serta dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan hay dan silase. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta merasa puas dan senang terhadap informasi yang disampaikan selama pelatihan dan  berjanji akan menindaklanjuti teknologi yang dilatihkan serta merencanakan untuk mengadakan mesin pencacah hijauan Di samping itu, peserta sangat senang menerima bantuan bibit hijauan pakan ternak berupa bibit lamtoro, Clitoria ternatea dan turi. Kata kunci : Integrasi, Sapi, Ayam, Feses, Larva, Amoniasi, silasetara
Penerapan Teknologi Dalam Kerangka Peningkatan Produktivitas Usahatani Ternak Obed Haba Nono; Petrus Kune; Agust R. Riwu; Kristomus Boimau
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.383 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.341

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk : 1) meningkatkan keterampilan mitra dalam mengunakan sejumlah teknologi tepat guna ;2) meningkatkan produktivitas aneka usaha. Hal ini sesuai dengan karakteristik  masalah  yang dihadapi mitra, yaitu : manajemen produksi yang mengacu kepada optimalisasi sumber daya untuk peningkatan produktivitas , terbatasnya peralatan produksi  dan aspek sosial ekonomi yang dialami 2 kelompok tani ternak yaitu Dahulu Rasa dan Tunas Baru.Metode yang diterapkan adalah : (1) penentuan mitra dan jenis IPTEKS yang diterapkan adalah  observasi, wawancara mendalam sehingga penentuan mitra dilakukan secara purposive. (2) metoda dalam aplikasi IPTEKS berupa pelatihan, uji demoplot serta pendampingan. Demoplot berupa aplikasi dari sejumlah teknologi yaitu : (1) teknologi IPAT-BO untuk tanaman padi, (2) mesin tetas, (3) pembuatan reaktor/aplikasi biogas, dan (4)  pembuatan serta aplikasi pupuk organik berbahan baku lokal. Hasil kegiatan berupa sejumlah produk meliputi : gabah, ternak ayam/babi bermutu, pupuk organik (padat dan cair) hasil aplikasinya: aneka sayur -mayur. Hasil biogas berupa :gas untuk memasak, pupuk organik (padat dan cair), kangkung  serta aneka sayuran organic. Kesimpulan : bentuk/jenis IPTEKS berupa  sejumlah teknologi tepat guna  berdampak kepada  : (1) hasil IPAT-BO sanggup meningkatkan produktivtas gabah sebesar 54,67 persen, efisiensi benih dan air sebesar 300% (2) efisiensi waktu dan produktivitas dan mutu ayam meningkat (3-3,5 kali lipat); (3) Produksi meningkat dan efisiensi input/waktu  untuk sayur organic (25-50%) dan (4) Efisiensi biaya penggunaan BBM dapat mencapai Rp. 8,76 juta pertahun dari 2 buah kompor dari sebuah reaktor biogas.Kata kunci : teknologi, IPAT-BO, biogas, pupuk organik, mesin tetas.
PENERAPAN MANFAAT BOKASHI PADA PETERNAK SAPI DI DESA NGGORANG, KECAMATAN KOMODO MANGGARAI BARAT, NTT Annytha - Detha; Grace Maranatha; Nancy Foeh; Nemay Ndaong; Frans Umbu Datta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.235 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.288

Abstract

Tujuan yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan adalah memaksimalkan produktivitas peternakan sapi dengan memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam melalui pemanfaatan limbah peternakan feses ternak menjadi pupuk organik Bokashi menggunakan probiotik yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Dalam mencapai tujuan ini, terdapat beberapa metode pencapaian tujuan yaitu pendekatan partisipasi aktif masyarakat berkolaborasi dengan Komponen Desa yang dimulai dari tahap perencanaan, termasuk pendataan dan pemetaan sumber daya yang tersedia; tahap pelaksanaan, yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan; tahap monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan secara menyeluruh untuk memastikan pencapaian setiap aspek tujuan yang ada. Berkaitan dengan tujuan umum yang akan dicapai, maka dilakukan pengabdian untuk meningkatkan keasrian desa untuk menciptakan desa Agrowisata yang menjadi pusat padang penggembalaan yang bersih melalui pemanfaatan limbah peternakan feses ternak menjadi pupuk organik menggunakan probiotik alami, yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Melalui pencapaian semua tujuan yang akan dicapai, desa mitra diharapkan akan meningkatkan kemandirian masyarakat desa melalui kelompok tani mitra yang mampu mengoptimalkan produktivitas peternakan melalui peningkatan keasrian wilayah melalui pemanfaatan limbah peternakan dan meningkatkan keterampilan pembuatan prebiotik yang secara nyata berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE DALAM USAHA PENGGEMUKAN SAPI: UPAYA UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI LIMBAH TERNAK Rupa Metheus; Jemseng Carles Abineno; Antonius Jehemat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.115 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.343

Abstract

Salah satu jenis usaha ternak dikalangan masyarakat Amarasi wilayah kabupaten Kupang adalah usaha penggemukan sapi yang dalam bahasa lokal disebut sistem “paron”. Sistem paron merupakan pola penggemukan ternak sapi khusus ternak sapi jantan yang dditujukan sebagai tabungan keluarga, untuk memenuhi kebutuhan finansial (uang tunai) yang mendadak seperti untuk pendidikan, kesehatan anak dan keluarga). Model atau sistem penggemukan sapi, oleh masyarakat Amarasi belum ditangani secara baik, masih bersifat tradisionil, dan belum ada sentuhan teknologi apapun.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya terobosan melalui penerapan teknologi tepat guna, yaitu memperbaiki penggemukan (sistem paron) dan menerapkan konsep zero waste sebagai upaya dalam penanganan limbah untuk  mendukung kemandirian energi di pedesaan. Pendekatan yang digunakan dalam program Desiminasi Produk Teknologi ke Masyarakat (DPTM) ini adalah melalui  pelatihan dan pendampingan mitra sasaran, sehingga terjadi perubahan perilaku mitra dalam mengelola usaha penggemukan (paron) sapi dan memandang limbah ternak sebagai potensi yang memiliki nilai tambah secara ekonomis untuk dikembangkan.Hasil kegiatan DPTM yang dilakukan selama enam bulan (Juni s/d November 2019), menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positip terhadap perubahan perilaku petani dan pola usahatani ramah lingkungan.  Melalui program ini mitra sasaran dapat mengolah limbah/kotoran ternak sapi menjadi biogas dan pupuk organic (padat dan cair)
PKM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK SAPI KELOMPOK TANI NIJBAKI DAN FEN HET NAO MAT DI DESA OELETSALA KECAMATAN TAEBENU Maria Krova; Melkianus Tiro; Upik Syamsiar Rosnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.598 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.329

Abstract

Nao Mat adalah rendahnya produktivitas dan lemahnya kedudukan tawar menawar peternak dalam penentuan harga ternak sapi. Solusi yang ditawarkan dari kegiatan PKM ini, adalah: 1) meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam teknis perkandangan yang layak, pakan bernutrisi, manajemen pemasaran, pentingnya mempertimbangkan pembukuan usaha dan keuntungan usaha, serta pengelolaan keuangan dan literasi keuangan perbankan dan koperasi; 2) meningkatkan keterampilan peternak dalam penyusunan ransum bernutrisi sesuai kebutuhan ternak. Metode pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan diskusi, pelatihan, serta pendampingan menunjukkan bahwa peternak anggota kelompok mitra telah memiliki pemahaman, keasadaran, dan keterampilan yang semakin meningkat. Hal ini telah ditindaklanjuti dalam beberapa hal seperti: perbaikan kandang yang layak oleh 6 persen peternak anggota kelompok mitra dan pemberian pakan tambahan tongkol jagung dan dedak walaupun belum mempertimbangkan nutrisi yang dibutuhkan ternak oleh 10 persen peternak. Kendala yang dihadapi dalam mengimplementasi pengetahuan yang diperoleh adalah keterbatasan bahan pakan penyusun ransum dan dana yang dimiliki.
Manajemen Kesehatan Pada Ternak Babi di Kelompok Tani Sehati Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang NTT Petrus Malo Bulu; Ewaldus Wera; Ni Sri Yuliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.262 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.344

Abstract

Ternak babi merupakan salah satu jenis ternak yang paling banyak dipelihara masyarakat di Kabupaten Kupang dalam menunjang kegiatan ekonomi mereka termasuk untuk kebutuhan sehari-hari dan juga kebutuhan biaya sekolah serta untuk acara keagamaan dan adat istiadat setempat. Pemeliharaan ternak babi oleh masyarakat masih bersifat tradisional tanpa manajemen kesehatan yang baik. Politani Negeri Kupang melalui Jurusan Peternakan dengan Program Studi Kesehatan Hewan yang dimilikinya melakukan pengabdian masyarakat untuk memperkenalkan manajemen kesehatan pada kelompok tani dengan pendekatan pola kemitraan. Model pendekatan ini telah berjalan selama 2 tahun dan memungkinkan masyarakat mendapat pengetahuan, ketrampilan dan praktek beternak secara benar, dimana program ini didisain dengan pola pendampingan dan penyuluhan serta pelayanan kesehatan hewan milik anggota mitra. Dari hasil pra survey dan survey didapatkan beberapa permasalahan yang dialami masyarakat kelompok binaan dalam hal tata laksana kesehatan hewan yang berhubungan dengan sanitasi kandang, kondisi tubuh ternak yang kurang baik karena menderita  cacingan dan anemia, dan juga adanya penyakit-penyakit yang diderita oleh ternak termasuk didalamnya mencret putih (white scours), scabies dan hernia.Pemecahan masalah dengan cara penyuluhan yang dilakukan di kelompok tani binaan, pelayanan kesehatan untuk ternak-ternak yang menderita sakit dan penyakit serta pendampingan yang disediakan oleh Jurusan Peternakan Politani Kupang. Pada pelaksanaannya sebanyak 100 ekor ternak babi mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pemberian multivitamin dan mineral, obat cacing (antiparasit-endo dan ekto parasit), anti lalat, zat besi, dan antibiotik.
MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN REGENERASI PETERNAK SAPI PERAH DI KALANGAN SISWA SMKN 5 PANGALENGAN BANDUNG JAWA BARAT Raden Febrianto Christi; Budi Ayuningsih; Iman Hernaman; Bambang Kholik Mutaqin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.993 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.332

Abstract

Motivasi merupakan sebuah bentuk dorongan dari dalam seseorang atau individu untuk melakukan sesuatu tindakan atau perbuatan. Begitu juga halnya dalam beternak sapi, petani memilih beternak dengan dasar atau dorongan dari dalam individu masing-masing. Pengabdian bertujuan untuk  mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dalam meningkatkan regenerasi peternak sapi perah di kalangan siswa SMKN 5 Pangalengan. Pengabdian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan kegiatan diantaranya observasi lapangan, studi literatur, penyuluhan dan demonstrasi. Penyuluhan telah dilakukan di Kecamatan pangalengan, Kabupaten Bandung yang dihadiri oleh 300 siswa baik laki-laki maupun perempuan yang terdiri atas berbagai tingkatan kelas yaitu kelas X dan XII lalu dilanjutkan dengan demonstrasi. Hasil menunjukkan bahwa motivasi mempengaruhi minat yang tinggi sebagai upaya regenerasi untuk menjadi peternak sapi perah di kalangan siswa SMKN 5 Pangalengan. Kesimpulan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan motivasi di kalangan siswa SMKN 5 Pangalengan untuk menjadi peternak sapi perah agar kebutuhan masyarakat terutama sumbangan protein hewani tetap tercukupi.Kata kunci : motivasi, regenerasi, peternak sapi perah, siswa SMKN 5 Pangalengan
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS TERNAK BABI MELALUI PENDEKATAN MODEL KEMITRAAN PROPORSIONAL (PRO MITRA) DI KELOMPOK TANI SEHATI KECAMATAN KUPANG TIMUR, KABUPATEN KUPANG. Petrus Malo Bulu; Andrijanto H. Angi; Redempta Wea; Theresia Nur Indah Koni; Abner Tonu Lema; I Ketut Jaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.743 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i2.333

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan pada Kelompok Tani Sehati di Desa Tuatuka Kabupaten Kupang merupakan Program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra kelompok tani tentang model kemitraan proporsional dan manajemen penggemukan ternak babi dalam upaya meningkat produktifitas ternak babi. Kelompok tani Sehati menjadi mitra atas permintaan kelompok tani tersebut dan dengan mempertimbangkan bahwa usaha penggemukan ternak babi merupakan rutinitas yang dijalankan dalam keseharian mereka. Kegiatan beternak babi anggota kelompok tani tersebut selama ini masih bersifat tradisional dan penggunaan bibit dalam jumlah dan kualitas yang rendah, dengan menggunakan pakan limbah rumah tangga, modal yang terbatas, serta penjualan yang tidak menentu. Kondisi tersebut berdampak pada semangat beternak mereka yang pada akhirnya mempengaruhi keuntungan mereka dari ternak babi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi plot, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Implementasi kegiatan dilakukan melalui diseminasi informasi model kemitraan proporsional, manajemen kesehatan, dan tata laksana penggemukan (kandang dan pakan). Hasil yang dicapai dari kegiatan adalah peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan anggota mitra dalam menerapkan model kemitraan proporsional serta manajemen penggemukan ternak babi dalam usaha meningkatkan produktifitas ternak babi. Luaran yang dihasilkan, sexlviv.com/en/ antara lain: bibit babi penggemukan sebanyak 10 ekor, dokumen Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) kemitraan selama 3 tahun pelaksanaan, dan ternak babi penggemukan layak jual pada masa pemeliharaan 5 bulan serta bobot akhir 85 – 100 kg/ekor. Kemitraan proporsional yang dilakukan berdampak terhadap peningkatan aktivitas usaha penggemukan ternak babi dan pendapatan anggota mitra Kelompok Tani Sehati.
PENYULUHAN PENGETAHUAN KUALITAS BIBIT SAPI PERAH PADA KELOMPOK TERNAK BINAAN BALAI PERBIBITAN DAN PENGEMBANGAN INSEMINASI BUATAN TERNAK SAPI PERAH (BPPIBTSP) BUNIKASIH CIANJUR Raden Febrianto Christi; Heni Indrijani; Didin S. Tasripin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.65 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.399

Abstract

Sapi perah merupakan ternak ruminansia besar yang menghasilkan produk berupa susu. Produktivitas suatu ternak baik buruknya dilihat dari kualitas bibit yang dihasilkan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak dalam upaya menentukan kualitas bibit sapi perah yang baik. Tahapan pengabdian dilakukan melalui survey lapangan, studi literatur, penyuluhan dan demonstrasi melalui 2 metode yaitu perangkat media (tidak langsung) dan aplikatif terhadap ternak (langsung). Penyuluhan telah dilakukan pada kelompok ternak sapi perah binaan Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Perah (BPPIBTSP) Bunikasih Kecamatan Warung kondang Kabupaten Cianjur yang dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai kalangan umur kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi. Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara  mengetahui kualitas bibit yang baik hal ini terlihat dari jawaban kuisioner pre test dan post test. Kesimpulan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan kualitas bibit sapi perah di kelompok peternak binaan BPPIBTSP Bunikasih sehingga mampu menentukan kualitas bibit unggul yang baik melalui karakteristik dari ternaknya.Kata kunci : kualitas bibit sapi perah, kelompok ternak, BPPIBTSP, Cianjur
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA GMIT DAN MASYARAKAT SEHAMPARAN MELALUI INTENSIFIKASI USAHA DI PEKARANGAN Obed Haba Nono; Johanis Ly; Agust R. Riwu; J. F. Theedens; Yulianus Linggi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.802 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i1.420

Abstract

usaha ternak (babi, dan ayam buras), pertanian/tanaman organic dan ikan air tawar di pekarangan; (2) meningkatkan sanitasi/ pengendalian lingkungan dari polusi limbah organic/kandang dan limbah an organic seperti plastic, kertas dan lainnya; (3) meningkatkan keterampilan dan atau pendapatan mitra. Sebagai  luaran yang akan dihasilkan dari Program IbM yang diusulkan ini adalah pada: (1)  Aspek produksi: (a) aneka produk hasil olahan sampah plastic, kebersihan/kesehatan lingkungan, (b) ternak babi yang bermutu lebih sehat dan produktif,  (c) Usaha tani/tanaman pekarangan: aneka sayur organic (kangkung, sawi, bayam, bawang, tomat) dan ikan lele; (2) Aspek manajemen : Mitra  lebih mampu dalam menata : (a) kebersihan/kesehatan lingkungan (b) pengendalian kesehatan ternak, (d) pembuatan dan aplikasi pupuk organic, pestisida nabati,pertanian vertical, mesin tetas, serta pemanfaatan pekarangan yang lebih optimal/produktif  .Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demoplot dari setiap inovasi/teknologi yang ditawarkan, yaitu pengolah limbah an organic (terutama plastic),  instalasi kandang , mesin tetas, pengendalian kesehatan ternak. dan pemanfaatan limbah kandang untuk pembuatan pupuk organic, pesitisida nabati dan aplikasinya kepada tanaman, pertanian vertical serta pembuatan kolam terintegrasi dengan sayuran di pekarangan. Kegiatan selanjutnya adalah pendampingan.  Lama kegiatan direncanakan selama 6 bulan. Hasil kegiatan berupa sejumlah produk meliputi : ternak ayam/babi bermutu, pupuk organik (padat ) dan pestisida nabati.  Hasil berupa pupuk organic,pestisida   nabati untuk aneka sayuran organik. Kesimpulan : Manfaat dari penerapan   aneka teknologi tepat guna pada sejumlah cabang usaha di pekarangan  menunjukkan : (1) hasil pupuk organic meningkatkan  produksi sebesar  (30-100%) efisiensi input dari : pupuk (40-50%), waktu  panen lebih cepat untuk sayur organic (16-20%),  (2) efisiensi pestisida  kimiawi Dari penerapan pestisida nabati  mencapai 60-100%;  (3) Hasil perkandangan  ayam buras sanggup meningkatkan produktivitas sebesar 3-4xlipat dari 3-4 ekor menjadi  18-20 ekor anak selama selama bulan pertama setelah menetas , (4) aplikasi teknologi mesin tetas berdampak kepada efisiensi waktu dan produktivitas dan mutu ayam meningkat (s/d 300%); (5) kesehatan  ternak babi dan anjing meningkat, 6) aneka hasil kerajinan dari pengolahan sisa/limbah plastic berupa asbak, tempat tisu, tas, keranjangsayur dsb.dan 7) ternak ikan dan aneka sayuran hasil intgerasi dalam system aquaponik .Kata kunci :  aquaponik,  limbah, mesin tetas, pestisida nabati , pupuk organik

Page 5 of 11 | Total Record : 101