cover
Contact Name
Johanis A. Jermias
Contact Email
jpmp.politanikoe@gmail.com
Phone
+6281246637792
Journal Mail Official
jpmp.politanikoe@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Peternakan, Poiteknik Pertanian Negeri Kupang Jl. Prof. DR. Herman Yohanis Kel. Lasiana Kupang - NTT, Indonesia 85011
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
ISSN : -     EISSN : 25025392     DOI : https://doi.org/10.35726/jpmp
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan merupakan jurnal online yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam bidang peternakan. Jurnal ini adalah open access journal sehingga dapat secara gratis diakses oleh publik. Dengan demikian, diharapkan jurnal ini dapat memfasilitasi pelaku kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman. Bahkan bagi masyarakat terutama peternak dalam mengakses teknologi-teknologi tepat guna. Bidang fokus pengabdian: Produksi Ternak besar dan Kecil Produksi Ternak Unggas Teknologi Pakan Nutrisi dan Makanan Ternak Kesehatan Hewan Teknologi Hasil Peternakan Mekanisasi Pertanian-Peternakan
Articles 101 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI TERNAK SAPI POTONG DI DESA PENFUI TIMUR, KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG Meity Marviana Laut
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.226 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v3i1.229

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat kelompok ternak sapi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota mitra kelompok ternak di desa Penfui Timur tentang pemanfaatan teknologi peternakan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi dan menciptakan kemandirian ekonomi mitra. Kekurangan pakan berkualitas pada musim kemarau, terbatasnya lahan penggembalaan, tingkat kesakitan dan kematian ternak pada musim hujan yang cukup tinggi, terbatasnya akses layanan kesehatan ternak dan kurangnya pengetahuan peternak dalam pengolahan pakan dan limbah peternakan, merupakan masalah yang dihadapi mitra. Limbah peternakan berupa kotoran ternak hanya dibiarkan teronggok diluar kandang tanpa adanya pengolahan lebih lanjut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi pengolahan jerami dengan amoniasi dan fermentasi serta pembuatan bokashi dengan memanfaatkan limbah peternakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi serta pendampingan pada kelompok mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mampu dan terampil membuat pakan jerami secara amoniasi dan fermentasi serta memproduksi bokashi. Amoniasi dan fermentasi jerami yang dihasilkan berkualitas baik yang ditunjukkan dengan warna coklat, tekstur lebih lunak disertai aroma seperti tape. Olahan jerami ini memiliki palatabilitas yang baik ditunjukkan dengan cepatnya respon ternak untuk konsumsi pada saat diberikan oleh peternak. Pupuk bokashi yang dihasilkan dari tahap pelatihan laris terjual sehingga mitra memproduksi lagi setiap minggu. Beberapa anggota kelompok mitra langsung mengaplikasikan pupuk bokashi pada tanaman dan kebun sayur mereka. Kesimpulan: teknologi pengolahan jerami dan pembuatan pupuk bokashi telah diterima dengan baik oleh mitra dan diterapkan sebagai solusi keterbatasan hijauan pada musim kemarau serta meningkatkan ekonomi peternak.     Kata kunci: bokashi, silase, amoniasi jerami, kemandirian ekonomi
UPAYA MENEKAN TINGKAT STRES DAN PENYUSUTAN BERAT BADAN TERNAK SAPI BALI ASAL TIMOR YANG DITRANSPORTASIKAN KELUAR NTT Cardial Leverson Octovianus Leo Penu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.784 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v3i2.280

Abstract

Pertama-tama ijinkanlah saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatan yang indah ini pada Wisuda Sarjana Terapan Angkatan ke-11 dan Ahli Madya Angkatan ke-31 Politeknik Pertanian Negeri Kupang, saya dapat menyampaikan orasi ilmiah dengan judul:‘Upaya Menekan Tingkat Stres dan Penyusutan Berat Badan Ternak Sapi yang Ditransportasikan keluar NTT’Hadirin yang saya hormati,Setiap tahunnya, sekitar 50.000 hingga 60.000 ekor ternak sapi diantar-pulaukan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Jawa, Kalimantan maupun Sulawesi terutama Jakarta dan Jawa Barat untuk memenuhi tingginya permintaan daging (Peternakan, 2017). Penelitian kami sebelumnya menemukan rata-rata penyusutan berat badan ternak sapi hidup akibat diantar-pulaukan dari NTT ke Jakarta menggunakan kapal barang atau cargo berkisar antara 8,53% hingga 17,30% dari berat badan awal (Leo-Penu et al., 2010). Kehilangan berat badan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kehilangan berat badan ternak sapi yang diantar pulaukan dari Mataram ke Jakarta, berkisar 11%-12% (Nyak and Yusdja, 2007).  Jika hitung dari 60.000 ekor sapi dengan berat rata-rata 300kg diantar-pulaukan setiap tahunnya, dengan tingkat penyusutan berat badan 8,53% hingga 17,30%, dan harga per kg berat hidup sebesar Rp39.500,- maka kerugian ekonomi yang dialami setiap tahunnya akibat aktivitas transportasi adalah berkisar 60,6 hingga 123 milyar rupiah. Suatu kerugian yang sangat signifikan hanya akibat memindahkan sapi hidup dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan kerugian ini bisa saja lebih tinggi lagi jika dihitung dengan harga sekarang yaitu Rp42.000,- per kg berat hidup. Ironinya, kerugian akibat penyusutan berat badan ini dibebankan kepada petani peternak oleh pedagang dengan menekan harga jual sapi ditingkat peternak di NTT.
PENERAPAN MODEL PERTANIAN TERPADU BERBASIS TANAMAN Lemna sp DAN TERNAK BABI Donatus Kantur; Antonius Jehemat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.447 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v3i2.266

Abstract

Tanaman Lemna sp, merupakan jenis gulma air, yang ditemukan di danau, waduk, maupun sawah. Tanaman ini cukup potensial untuk sebagai bahan pakan ternak babi. Kualitas kimianya cukup tinggi dan terbukti dapat mendukung pertumbuhan ternak. Informasi ini masih sangat terbatas terutama di kalangan petani-peternak pedesaan. Karena itu, diperlukan upaya memperkenalkan teknis aplikasinya, sehingga memepercepat proses pengembangannya.Upaya ini menjadi penting mengingat bahwa masalah pakan selalu menjadi kendala dalam pemeliharaan ternak babi. Di samping itu, kenyataan menunjukkan bahwa, pola pemeliharaan ternak babi yang dilakukan peternak, khususnya di Kabupaten Kupang, umumnya bersifat parsial, yaitu fokus pada ternaknya saja, sedangkan pengintegrasian dengan komoditi lainnya masih terbatas. Kondisi ini membutuhkan upaya pengintegrasian antara berbagai komoditi potensial yang berorentasi pada optimalisasi manfaat, baik ekonomis, biologis, maupun ekologis. Pengintegrasian ini juga, berperan untuk saling mendukung secara berkelanjutan, antar komoditi.Situasi di atas, diakui oleh peternak mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini. Karena itu, program ini, secara teknis berperan untuk menguatkan keberlanjutan usahanya, dengan pendekatan terpadu berbasis tanaman Lemna sp dan ternak babi. Penguatan dimaksud mencakup: keterampilan teknis mitra tentang budidaya tanaman Lemna sp dan pemanfaatannya untuk pakan babi, serta pemanfaatan limbah ternak babi untuk pupuk bagi tanaman hortikultura. Dengan demikian, ada variasi produk ekonomis yang dihasilkan serta optimalisasi pemanfaatan sumberdayaSecara langsung, upaya ini, membantu para peternak babi dalam meningkatkan efisiensi produksi babinya dengan menciptakan peran saling mendukung, bahwa tanaman Lemna sp sebagai pakan ternak babi, dan kotoran babi untuk memupuk Lemna sp. dan tanaman hortikultura, yang berdampak pada peningkatan nilai efisiensi produksi . Kata Kunci : Pertanian terpadu, Tanaman Lemna sp, dan ternak babi
MODEL KAWASAN PETERNAKAN (RANCH) SAPI TERPADU DI KABUPATEN SABU RAIJUA I Gusti Ngurah Jelantik; Twen Dami Dato; Yoakhim Manggol; Cardial Leverson Octovianus Leo Penu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.526 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v3i2.279

Abstract

Kabupaten Sabu Raijua adalah salah satu kabupaten yang tergolong daerah lahan kering beriklim kering yang memeiliki potensi sebagai sentra produksi sapi karena memiliki padang gembala yang memadai. Lahan kering tersebut sulit dioptimalkan untuk produksi tanaman pertanian seperti tanaman pangan namun sangat dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai lahan tanaman pakan yang mampu mendukung populasi ternak sapi dalam jumlah besar. Sebagai contoh ekstrim, jika luasan lahan tersebut dikonversi menjadi lahan hijauan lamtoro dengan kapasitas tampung mencapai 10 ekor sapi dewasa setiap hektarnya maka jumlah sapi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sabu Raijua dapat mencapai 100-300 ribu ekor. Hal ini juga menggambarkan betapa terbukanya peluang pengembangan ternak sapi di kabupaten ini. Program pendirian dan pengembangan kawasan peternakan sapi (ranch) terpadu (KPST) merupakan sebuah program terobosan Pemda Kabupaten Sabu Raijua dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak dan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani-peternak. Program yang merupakan kerjasama antara Pemda Kabupaten Sabu Raijua dengan Universitas Nusa Cendana ini diharapkan akan menjadi pusat percontohan pengelolaan ternak sapi berbasis padang penggembalaan (ranch) yang terintegrasi dengan pertanian tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan (integrated farming system) untuk mengoptimalkan potensi lahan kering di Kabupaten Sabu Raijua.Keberadaan pusat percontohan peternakan sapi (ranch) terpadu nantinya juga diharapkan mampu menyediakan jalan pintaspemecahan berbagai permasalahan pengembangan pertanian lahan kering di Kabupaten Sabu Raijua dan berperan sebesar-besarnya bagi kejahteraan masyarakat dengan menyediakan model (contoh) pengembangan pertanian lahan kering terpadu.             Pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan peternakan sapi (Ranch) terpadu di Desa Raekore telah resmi mulai dilaksanakan sejak diterbitkannya surat perjanjian kerjasama No. 524/03/SPKS/DPPPK-SR/III/2014 tanggal 22 Maret 2014. Atas dasar surat perjanjian kerjasama tersebut, Fakultas Peternakan-Universitas Nusa Cendana dalam hal ini Tim Pengelola Kegiatan telah melaksanakan berbagai kegiatan lapangan dalam rangka mewujud-nyatakan percontohan tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan peternakan sapi terpadu (ranch) di Desa Raekore, beberapa luaran telah dapat dicapai tidak terlepas dari berbagai kendala yang ditemui.Kabupaten Sabu Raijua adalah salah satu kabupaten yang tergolong daerah lahan kering beriklim kering yang memeiliki potensi sebagai sentra produksi sapi karena memiliki padang gembala yang memadai. Lahan kering tersebut sulit dioptimalkan untuk produksi tanaman pertanian seperti tanaman pangan namun sangat dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai lahan tanaman pakan yang mampu mendukung populasi ternak sapi dalam jumlah besar. Sebagai contoh ekstrim, jika luasan lahan tersebut dikonversi menjadi lahan hijauan lamtoro dengan kapasitas tampung mencapai 10 ekor sapi dewasa setiap hektarnya maka jumlah sapi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sabu Raijua dapat mencapai 100-300 ribu ekor. Hal ini juga menggambarkan betapa terbukanya peluang pengembangan ternak sapi di kabupaten ini. Program pendirian dan pengembangan kawasan peternakan sapi (ranch) terpadu (KPST) merupakan sebuah program terobosan Pemda Kabupaten Sabu Raijua dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak dan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani-peternak. Program yang merupakan kerjasama antara Pemda Kabupaten Sabu Raijua dengan Universitas Nusa Cendana ini diharapkan akan menjadi pusat percontohan pengelolaan ternak sapi berbasis padang penggembalaan (ranch) yang terintegrasi dengan pertanian tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan (integrated farming system) untuk mengoptimalkan potensi lahan kering di Kabupaten Sabu Raijua.Keberadaan pusat percontohan peternakan sapi (ranch) terpadu nantinya juga diharapkan mampu menyediakan jalan pintaspemecahan berbagai permasalahan pengembangan pertanian lahan kering di Kabupaten Sabu Raijua dan berperan sebesar-besarnya bagi kejahteraan masyarakat dengan menyediakan model (contoh) pengembangan pertanian lahan kering terpadu.             Pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan peternakan sapi (Ranch) terpadu di Desa Raekore telah resmi mulai dilaksanakan sejak diterbitkannya surat perjanjian kerjasama No. 524/03/SPKS/DPPPK-SR/III/2014 tanggal 22 Maret 2014. Atas dasar surat perjanjian kerjasama tersebut, Fakultas Peternakan-Universitas Nusa Cendana dalam hal ini Tim Pengelola Kegiatan telah melaksanakan berbagai kegiatan lapangan dalam rangka mewujud-nyatakan percontohan tersebut. Dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan peternakan sapi terpadu (ranch) di Desa Raekore, beberapa luaran telah dapat dicapai tidak terlepas dari berbagai kendala yang ditemui.
Analisis Manfaat Penerapan Aneka Teknologi Pada Usahatani Ternak Terintegrasi obed haba nono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.331 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.272

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk : 1) meningkatkan keterampilan mitra dalam mengunakan sejumlah teknologi tepat guna ;2) mengoptimalkan integrasi antar cabang usaha. Hal ini sesuai dengan karakteristik  masalah  yang dihadapi mitra, yaitu : manajemen produksi yang mengacu kepada integrasi , terbatasnya peralatan produksi  dan aspek sosial ekonomi yang dialami 2 kelompok tani ternak yaitu Kampung  Baru  dan Qmaju. Metode yang diterapkan adalah : (1) penentuan mitra dan jenis IPTEKS yang diterapkan adalah  observasi, wawancara mendalam sehingga penentuan mitra dilakukan secara purposive. (2) metoda dalam aplikasi IPTEKS berupa pelatihan, uji demoplot serta pendampingan. Demoplot berupa aplikasi dari sejumlah teknologi yaitu : (1) Perkandangan, (2) mesin tetas, (3)  pembuatan serta aplikasi pupuk organic berbahan baku lokal dan (4)  pembuatan serta aplikasi pestisida nabati berbahan baku local, (5) penanganan kesehatan ternak ayam dan babi.Hasil kegiatan berupa sejumlah produk meliputi : ternak ayam/babi bermutu, pupuk organik (padat ) dan pestisida nabati.  Hasil berupa pupuk organic,pestisida   nabati untuk aneka sayuran organik. Kesimpulan : Manfaat dari penerapan   aneka teknologi tepat guna dalam integrasi usaha menunjukkan : (1) hasil pupuk organic meningkatkan  produksi sebesar  (50%) efisiensi input dari : pupuk (30-50%), waktu  panen lebih cepat untuk sayur organic (16-20%),  (2) efisiensi pestisida  kimiawi Dari penerapan pestisida nabati  mencapai 50-60%;  (3) Hasil perkandangan  ayam buras sanggup meningkatkan produktivitas sebesar 3-4xlipat dari 3-4 ekor menjadi  8-10 ekor anak selamat selama bulan pertama setelah menetas , (4) aplikasi teknologi mesin tetas berdampak kepada efisiensi waktu dan produktivitas dan mutu ayam meningkat (s/d 50%); dan (5) mutu ternak babi meningkat sebesar 30 %.  Kata kunci : integrasi, kandang, mesin tetas , pupuk organik, dan  pestisida nabati
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN UNTUK MENGATASI MASALAH PAKAN TERNAK SAPI DI DESA CAMPLONG II Cynthia Dewi Gaina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.668 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.274

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki produktivitas ternak sapi melalui pemanfaatan teknologi pembuatan pakan amoniase dan pakan suplemen, mineral blok dengan tujuan memenuhi kebutuhan pakan ternak sapi terutama pada musim kemarau. Ketersediaan pakan yang mencukupi dari segi kualitas dan kuantitas mutlak dipenuhi agar dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi. Adapun kendala yang dihadapi oleh petani peternak desa Camplong II berupa ketergantungan peternak pada pakan hijauan ternak yang berlimpah pada musim penghujan, minimnya pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok peternak tentang pengelolaan limbah pertanian, seperti jerami padi yang sering dibuang atau dibakar namun dapat dimanfaatkan sebagai pakan berkualitas pada musim kemarau melalui penerapan teknologi amoniase. Masalah lainnya adalah ketidaktersediaan mineral sebagai suplemen tambahan pakan ternak sapi. Melihat fenomena ini, maka diperlukan upaya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak sapi pada musim kemarau melalui pemanfaatan jerami padi dengan penggunaan teknologi amoniase dan penyediaan pakan suplemen mineral blok. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pakan amoniase dan pembuatan pakan suplemen, mineral blok. Kesimpulan yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak tentang sistem pemeliharaan ternak dalam aspek manajemen pakan dengan mengaplikasikan teknologi amoniase dan mineral blok dalam menunjang usaha peternakan sapi di desa Camplong II. Kata Kunci: Amoniase, Camplong II, Mineral Blok, Sapi
Penerapan Teknologi suplementasi untuk menekan angka kematian pedet dan meningkatkan produktivitas Sapi Bali di Desa Oefafi Kabupaten Kupang I Gusti Ngurah Jelantik; Yoakim H. Manggol; Gemini E. M. Malelak; Imanuel Benu; Johanis Jeremias; Cardial L.O. Leo-Penu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.471 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.257

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Desa Oefafi Kabupaten Kupang dengan melibatkan kelompok peternak dengan tujuan utama  meningkatkan keterampilan peternak dalam menerapkan teknologi suplementasi pada pedet dan induk sapi menggunakan pakan suplemen berbahan baku lokal yang telah diolah sebelumnya. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan peternak melalui peningkatan produktivitas ternak karena menurunnya angka kematian pedet serta peningkatan laju pertumbuhan pedet.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan selama 8 bulan di Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang dengan melibatkan 12 peternak dengan 230 ekor ternak sapi masing-masing 115 ekor pedet dan 115 ekor induk sapi. Tahapan-tahapan kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi dan pembentukan kelompok, penyiapan dan pembuatan gudang penyimpanan pakan dan kandang pedet dan induk, pengadaan dan pengolahan bahan baku pakan suplemen, pelatihan dan pendampingan, pemberian pakan suplemen kepada ternak serta monitoring dan evaluasi. Melalui kegiatan ini telah mampu meningkatkan keterampilan peternak dalam menyiapkan dan meramu pakan suplemen dari bahan-bahan lokal serta memberikannya kepada pedet. Kegiatan ini telah memberikan bukti nyata kepada peternak tentang teknik perkandangan dan pemeliharaan sapi secara lebih intensif sehingga dapat menjadi acuan bagi peternak untuk memperbaiki sistem pemeliharaan ekstensif dengan penyediaan kandang dan pemberian pakan suplemen pada induk dan pedet sapi Bali. Seluruh peternak yakin dan percaya bahwa suplementasi pada pedet mampu meningkatkan produktivitas ternak sapi karena akan menurunkan angka kematian dan meningkatkan laju pertumbuhan pedet. Sebanyak 83% di antaranya yakin mampu menerapkan teknologi ini pada tahun-tahun mendatang. 
PEMBUATAN DENDENG DAN DIVERSIFIKASI PRODUK HASIL TERNAK DI DESA KUAKLALO Geertruida margaret Sipahelut
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.735 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.278

Abstract

ABSTRAK                Kegiatan pelatihan di desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan secara insidentil sesuai program yang dirancang oleh pemerintah desa di dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan pemahaman tentang status gizi dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat. Target kegiatan ini lebih difokuskan pada TP PKK (kelompok ibu-ibu dan remaja puteri) namun tidak menutup kemungkinan untuk kaum pria yang ingin untuk melakukan usaha pengolahan produk hasil ternak.  Metode yang digunakan adalah melakukan penyuluhan dilanjutkan dengan demonstrasi, pendampingan dan evaluasi.  Penyuluhan yang diberikan lewat ceramah dan tanya jawab mengenai pentingnya protein hewani bagi masyarakat.  Demonstrasi dilakukan dengan praktek secara langsung pembuatan  dendeng daging sapi, babi, tum daging babi dan pembuatan ayam asap.  Setiap aktivitas dilakukan dengan pendampingan dan evaluasi untuk mengetahui target yang dicapai.  Kegiatan inidiharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi keluarga dan dapat meningkatkan status gizi keluarga terutama anak-anak usia dini dan dalam pertumbuhan. ABSTRACT                Activitiesof training in Kuaklalo Village, district Taebenu Kupang Regency East Nusa Tenggara Province is implemented in an incidental accordance with the program designed by the village government in the community empowerment to Increase the understanding of nutritional status in the fulfillment of nutrition for the community.  The Target of this activity is more focused on the group of mothers and young women but does not close the possibilities for men who want to do business processing of livestock products.  The method used is conducting counseling followed by demonstration, mentoring and evaluation.  Counseling is given through lectures and questions about the importance of animal protein for society.  The demonstration was done with the direct practice of making jerky beef, pork, lard tum and smoked chicken making.  Each activity is done with mentoring and evaluation to know the target achieved.  This activity is expected to increase the value of the family economy and can improve the nutritional status of families, especially early childhood and in growth.Key words: Jerkey beef and pork, chiken smoked, lard tum
PENINGKATAN KETRAMPILAN BETERNAK DI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) NIRWANA DI KECAMATAN PATRANG, KABUPATEN JEMBER Anang Febri Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.183 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.260

Abstract

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Nirwana yang berada di Kecamatan Patrang merupakan usaha ternak domba yang dikembangkan oleh keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Permasalahan bagi mitra adalah keterbatasan IPTEK dan lemahnya ekonomi anggota, sehingga usaha ternak domba yang dijalankan oleh kelompok sulit untuk berkembang. Permasalahan sosial pada anggota KUBE juga memaksa peternak menjual hasil ternaknya untuk kebutuhan hidup sehari hari, sehingga ternak domba yang dipelihara tidak berkembang. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan ketrampilan dan wawasan peternak dalam mengembangkan usaha ternaknnya. Solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan MOL(Mikro Organisme Lokal) dan pengolahan limbah ternak agar bernilai ekonomis. Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organic, pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dan pupuk organic cair. MOL yang telah di buat dapat diginakan untuk membuat pakan fermentasi untuk mengatasi masalah pakan saat musim kemarau, sedangkan pupuk organic cair dan pupuk organic telah di jual sehingga dapat menambah penghasilan peternak. Kata Kunci : Pelatihan, Ternak, domba, Kube, Mikro Organisme Lokal
PENGOLAHAN SE’I BABI PADA KELOMPOK DARMA WANITA DI LINGKUNGAN PEMDA SABU RAIJUA. Gemini Ermiani Mercurina Malelak; Geertuida M. Sipahelut; Gusti A.Y. Lestari; Martina Raga Lay
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.33 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v4i1.259

Abstract

ABSTRAKKegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melatih peserta tentang pengolahan daging babi menjadi se’i  dimulai dengan cara pemilihan bahan baku, pemilihan bahan tambahan yang akan digunakan, proses pengolahan serta cara pengemasan yang baik. Materi pelatihan ini meliputi mengolah daging babi menjadi se’i ( isi, kulit dan rusuk) untuk menyediakan diversifikasi pangan keluarga dan menyemarakkan dunia kuliner di lingkungan Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).  Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut di atas adalah melalui penyuluhan, praktek atau kegiatan percontohan cara pengolahan daging babi, kegiatan pendampingan dan evaluasi.  Peserta pelatihan adalah ibu-ibu kelompok PKK Pemda Sabu Raijua. Pemilihan jenis ternak babi, pemilihan jenis bahan tambahan,  cara pengolahan dan pengasapan se’i babi adalah materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan ini.  Hasil kerja pada kegiatan pendampingan dan evaluasi digunakan oleh tim PKK Kabupaten Sarai untuk menentukan kebijakan program-program PKK selanjutnya serta program pelatihan pengolahan hasil ternak pada tahun-tahun berikutnya. ____________________ Kata kunci: se’i isi, se’i rusuk dan se’i kulit, pelatihan

Page 4 of 11 | Total Record : 101