cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Analysis of Soil and Rock Strength Using Vs30 Value and Ground Shear Strain Based on Microtremor Data in the Pindul Cave Area, Gunung Kidul, Yogyakarta Fauzi Daffa Hanatha; Tri Waspito Indriatmoko; Wihdah Syamsiyah Qurrotu'aeni
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.16257

Abstract

The study of rock and soil strength is one of the roles of geophysics. This study uses the microtremor method to determine the shear velocity at a depth of 30 meters (Vs30) and ground shear strain (GSS) which will show the strength of soil and rock under a force. This study was investigated in the Pindul Cave Area. The samples consisted of karst rock types. This study uses the HVSR method which is analyzed to determine the strength of soil and rock in the study area. The results of the study found that the GSS map in general has a range of values of 3,1x10-1 – 3.0x10-2, with the phenomenon of land subsidence and elastic to plastic soil dynamics. Then, the velocity-S 30 has a general value of the range of 250 m/s - 530 m/s is obtained to have a hard soil type, soft rock classification. based on such values, several zones were created to describe the strength of soils and rocks based on classification. the zone is divided into 3; the weak zone is in the southeastern area, the medium zone is in the area extending from the northwest-southeast direction, and the strong zone is in the northwest area.
ASESMEN SUMBERDAYA WARISAN GEOLOGI SEMBURAN LUMPUR DI KECAMATAN SEDATI, KABUPATEN SIDOARJO Amien Widodo; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Anik Hilyah; Dhea Pratama Novian
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.16656

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara memiliki cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang tinggi sekaligus menyimpan potensi semburan lumpur yang signifikan. Fenomena semburan lumpur ini menjadi suatu warisan geologi yang memiliki nilai aspek sejarah dan sangat penting dalam pengembangan penelitian. Keberadaan kawasan semburan lumpur di kawasan Kota Surabaya dan sekitarnya masih mendapatkan perhatian yang minim dari masyarakat serta pemerintah daerah setempat. Hal inilah yang mendorong dilakukannya penelitian berupa kajian kebumian dan asesmen dari warisan geologi semburan lumpur di kawasan ini, terkhusus pada Gunung Lumpur Kalanganyar, Sedati. Metode penilaian berdasarkan Petunjuk Teknis Asesmen Sumber Daya Geologi yang disusun oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa model asesmen untuk menilai potensi suatu situs warisan geologi, melalui beberapa kriteria, indikator dan parameter secara kuantitatif. Asesmen kuantitatif ini didasarkan pada faktor bobot meliputi penilaian suatu situs warisan geologi berdasarkan pada nilai - nilai sains, nilai – nilai edukasi, nilai – nilai pariwisata, dan penilaian pada resiko degradasinya. Asesmen sumberdaya warisan geologi ini didukung dengan aplikasi metode geofisika berupa Metode Magnetik, dimana metode ini memanfaatkan anomali magnet di suatu lokasi untuk dapat memperkirakan kondisi bawah permukaan suatu lokasi penelitian. Hasil dari akuisisi magnetik didapatkan dugaan struktur patahan di daerah tersebut.  Dari integrasi informasi yang didapatkan antara studi literatur dari penelitian terdahulu, aplikasi Metode Magnetik, serta asesmen langsung di lapangan di dapatkan masuk kategori baik sebagai suatu sumberdaya warisan geologi. Masyarakat lokal diharapkan mempunyai pemahaman dan bersama-sama pemerintah membantu dalam membangun, menjaga dan pengembangan kawasan semburan lumpur di kawasan ini, terutama Gunung Lumpur Kalanganyar, Sedati, sebagai kawasan wisata warisan geologi di kawasan Surabaya-Sidoarjo
IDENTIFIKASI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA MENGGUNAKAN ANALISIS ELEKTROFASIES DATA LOG GAMMA-RAY Rahmat Catur Wibowo; Varenza Novita Yandi; Ordas Dewanto; Syamsurijal Rasimeng
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.12628

Abstract

Dalam mengembangkan lapangan produksi minyak dan gas, perlu dilakukan studi lingkungan pengendapan untuk dapat meningkatkan kualitas hasil produksi. Cekungan Jawa Timur Utara sebagian besar merupakan cekungan lepas pantai yang menghasilkan minyak dan gas dengan shale Formasi Ngimbang sebagai batuan induk yang menggenerasikan hidrokarbon ke reservoir berupa batuan karbonat (Formasi Kujung).  Identifikasi lingkungan pengendapan yang dilakukan dengan menganalisa pola kurva log Gamma-Ray (GR) disebut sebagai analisis elektrofasies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa lingkungan pengendapan batuan reservoir karbonat berdasarkan pola yang terbentuk pada log GR. Pola log GR memiliki karakter khusus yang berhubungan dengan pola pengendapan batuan karbonat dan kemudian dihubungkan dengan data biostratigrafi sebagai justifikasi. Dengan menggunakan 3 sumur, didapati adanya pola elektrofasies berupa cylindrical dan funnel yang mengindikasikan tubuh karbonat yang terbentuk berupa keep-up carbonate dan catch-up carbonate yang terendapkan pada lingkungan laut dangkal. Adanya indikator organisme lingkungan laut dangkal seperti microgastropods, byrozoa, dan fragmen cangkang pada data biostratigrafi, mendukung interpretasi elektrofasies berupa lingkungan pengendapan karbonat daerah penelitian terendapkan di lingkungan laut dangkal.
Identifikasi Kualitas Site Seismik di Sulawesi Tenggara Berdasarkan Analisis Spektrum Noise Seismik Trismahargyono Trismahargyono; Imanuela Indah Pertiwi
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.13964

Abstract

Seismic stations are usually located in bedrock areas and stored in boreholes with the aim of protecting the seismometer from temperature and vibration due to weather changes. In general, the most widely used seismometers are broadband seismometers which have a wide frequency range so they record a lot of noise. PSD and PDF analysis were used to evaluate the noise characteristics of seismic stations. The standardization of high and low seismic noise refers to the Peterson Model. This research was conducted with the aim of knowing the quality of seismic stations in Southeast Sulawesi through analysis of the level of seismic noise sources that affect the quality of seismic data. The evaluation of the seismic site quality is based on the PSD value percentage parameter by calculating the PSD value of the signal recorded on June 17 to June 20, 2022. Various kinds of seismic noise in the resulting spectrum will be seen whether it is still within the limits of the Peterson Model or not. Based on the signal spectrum images obtained, there are 9 seismic sites in Southeast Sulawesi with ideal site quality, which can record seismic signal data and seismic noise sources activity well, namely BBSI, KKSI, PKCI, RKCM, WKCM, UKCM, WWCI, and KDI. Meanwhile, one seismic site with poor site quality cannot record seismic signal data and seismic noise sources activity, namely the LKCI seismic site. The seismic noise level at a frequency of 5-10 Hz originating from human activities and vehicles is the highest indicated by the LKUCM seismic site.
PENERAPAN METODE AMPLITUDE VARIANCE FREQUENCY PADA DATA SEISMIK DAERAH RESERVOIR DENGAN STUDI KASUS LAPANGAN TEAPOT USA Desi Saputri Sri REZEKI; Yoga Satria PUTRA; Radhitya PERDHANA; Yudha ARMAN; Muhardi MUHARDI
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.14005

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode Amplitude Variance Frequency (AVF) terhadap data Post Stack Time Migration (3D PSTM ) yang diunduh dari laman Wiki SEG secara bebas. Dekomposisi spektral dengan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) dilakukan untuk mendapatkan nilai frekuensi yang bervariasi 25 Hz – 70 Hz per 5 Hz dari data seismik sehingga mendapatkan 10 volume iso CWT yang kemudian digunakan untuk analisis gradien setelah dilakukan gathering. Analisis gradien dilakukan dengan menggunakan tipe analisis sederhana Two terms Aki-Richards yang menghasilkan nilai intercept(A), gradient(B) dan frekuensi dominan. Nilai yang digunakan sebagai nilai atribut adalah hasil kali intercept(A) dengan gradient(B) yaitu Product(A*B). Nilai atribut yang diperoleh pada sumur 48-X-28 untuk formasi Lakota, Red Peak dan Tensleep berturut-turut adalah -70,79, -115,86 dan -85,86. Atribut AVF menunjukkan zona atenuatif yang diindikasikan sebagai reservoir batupasir dengan nilai negatif yang semakin tinggi (warna merah tua). Indikasi ini didasarkan pada pola peluruhan antara nilai amplitudo terhadap nilai frekuensi.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PATAHAN DAN LOKASI RESERVOAR PANASBUMI DAERAH GUNUNG CIREMAI BERDASARKAN ANALISIS DATA GRAVITY Irma Nurliza Lumbantoruan; Muhammad Sarkowi; Bagus Sapto Mulyatno; Rahmat Catur Wibowo
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i2.17131

Abstract

Penelitian pada Lapangan Panasbumi Gunung Ciremai, Provinsi Jawa Barat, bertujuan untuk memperoleh peta anomali Bouguer berdasarkan analisis data gravity GGMPlus. Kemudian pemisahan anomali regional dan residual dengan menggunakan filter moving average. Selanjutnya dilakukan analisis Second Vertical Derivative (SVD) untuk menganalisis patahan, dan pemodelan 3D untuk menggambarkan secara jelas penampang bawah permukaan dan melihat sebaran densitas bawah permukaan. Dari hasil pengolahan diperoleh densitas anomali Bouguer sebesar 22-50 mGal dengan densitas rata-rata 2,314 g/cc. Dari hasil analisis spektrum diperoleh kedalaman rata-rata anomali regional 4250 meter dan untuk kedalaman rata-rata residual 350 meter. Nilai nol pada analisis SVD menunjukkan batas karakteristik geologi yaitu adanya sesar dan perbedaan fisis dari densitas tinggi ke rendah pada densitas batuan. Struktur sesar yang teridentifikasi merupakan sesar mendatar yang berarah hampir NW-SE yang membedah Ciremai Muda produk vulkanik. Terdapat juga sesar berarah barat-timur sebagai kelurusan lama kaldera Ciremai yang menghasilkan prospek panasbumi Sangkanhurip dan Pejambon di bagian timur Gunung Ciremai. Berdasarkan peta geologi dapat dilihat bahwa struktur geologi Gunung Ciremai merupakan sesar aktif Cilacap-Kuningan yang berperan sebagai jalur manifestasi panasbumi Ciniru. Dari hasil pemodelan 3D ditemukan zona reservoir pada kedalaman 3-4 km dengan nilai densitas 2,2-2,3 g/cc dan zona heat source pada kedalaman 4-5 km dengan nilai densitas 2,6-2,7 g/cc dan untuk zona caprock pada kedalaman 1,5-3 km dengan nilai densitas 2,7-2,8 g/cc.
PEMODELAN INVERSI 2D BERDASARKAN ANALISIS KOHERENSI PADA PROSES ADVANCE DATA MAGNETOTELURIK PROSPEK GEOTERMAL WAY SELABUNG Kharisma Amalia; Wien Lestari; M. Haris Miftakhul Fajar; Ahmad Zarkasyi
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i2.18365

Abstract

Metode magnetotelurik menggunakan range frekuensi yang sangat luas dan kerap digunakan pada penyelidikan awal lapangan geotermal untuk mendelineasi sebaran resistivitas dan struktur geologi bersamaan dengan metode geofisika lainnya. Dengan range frekuensi yang sangat luas, data hasil akuisisi MT tentu tidak lepas dari noise sehingga perlunya weighting data. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan dan menganalisis nilai koherensi yang didapatkan dari pemrosesan robust dan seleksi crosspower terhadap hasil pemodelan inversi 2D serta interpretasi sistem geotermal Way Selabung berdasarkan hasil pemrosesan terbaik. Pada penelitiaan ini, weighting/pembobotan data MT dilakukan pada saat proses robust. Pemrosesan robust menggunakan 3 variasi weighting yaitu No Weight, Rho Variance dan Ordinary Coherency. Proses tersebut menghasilkan nilai koherensi sebagai salah satu parameter untuk quality control (QC) data MT. Kualitas data MT yang baik menunjukkan nilai koherensi ≥0.75. Data dengan nilai koherensi <0.75 akan diproses menggunakan seleksi crosspower (XPR). Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa pemrosesan robust dan XPR jenis pembobotan Ordinary Coherency memberikan efek peningkatan nilai koherensi rata-rata lebih besar dibandingkan jenis pembobotan Rho Variance. Penampang hasil inversi robust Ordinary Coherency memiliki nilai error terendah yang menunjukkan batas-batas kedalaman dugaan lapisan penudung, reservoir, dan sumber panas yang representatif. Hasil pemrosesan terbaik menunjukkan dugaan heat source berupa lava basalt kuarter (zona resistivitas tinggi) di sebelah barat daya lokasi penelitian. Dugaan reservoir (zona resistivitas menengah) berupa sedimen batu pasir hampir di seluruh area penelitian. Dugaan caprock (zona resistivitas rendah) berupa satuan batuan Jatuhan Piroklastik Ranau yang tersusun oleh breksi dengan komponen batuapung serta debu vulkanik dan satuan batuan Lava Akarjangkang tersier yang tersusun oleh lava basalt teralterasi.
Analisis Spasial Tingkat Kerawanan Tanah Longsor di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Melalui Sistem Informasi Geografis Ilyas Madani; Iva Ekstyarin; Lailatul Maghfiroh; Risky Krisnaayu; Dwi Lestari; Hilda Ayu Karina; Candra Adityatama; Dzulfiana Anjarini; Riko Ferdiansyah
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i2.17431

Abstract

Wagir yang berada pada lereng Gunung Kawi mempunyai potensi tanah longsor. Guna memodelkan tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Wagir, parameter tanah longsor menurut Puslittanak Bogor tahun 2004 yang dijadikan acuan dalam penelitian ini. Parameter tanah longsor diolah  dengan software ArcGIS 10.8 menggunakan metode scoring dan overlay, sehingga tingkat kerawanan tanah longsor dapat terpetakan. Parameter yang digunakan dalam klasifikasi tanah longsor tersebut yaitu kemiringan lereng, tutupan lahan, dan jenis tanah yang ada. Peta yang dihasilkan menunjukkan tiga tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Wagir yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Tingkat kerawanan tanah longsor rendah berada di bagian timur Kecamatan Wagir dengan luasan sebesar 1843 ha. Tingkat kerawanan tanah longsor sedang dengan luas 3820 ha berada di bagian tengah Kecamatan Wagir. Sementara itu, tingkat kerawanan tanah longsor tinggi berada di bagian barat Kecamatan Wagir dengan total luasan sebesar 466 ha. Dengan demikian, upaya-upaya dalam meningkatkan dan menjaga stabilitas lereng perlu dilakukan, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan yang tinggi.
PREDICTION OF CO2 GAS SATURATION DISTRIBUTION BASED ON DEEP LEARNING USING DEEP NEURAL NETWORK (DNN) ALGORITHM Eki Komara; Zahrotuts Tsaniyah; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i2.18089

Abstract

Multiphase flow analysis is essential for resolving subsurface flow issues in CO2 capture and storage (CCS) systems. Predicting the distribution of CO2 gas saturation is one example that is quite useful for evaluating multiphase flow. Multiphase flow simulation is typically performed using numerical simulations, such as the TOUGH2 simulator. Ordinary numerical simulations, on the other hand, have some limitations, such as high grid spatial resolution and significant processing costs. One option for estimating the distribution of CO2 gas saturation is to employ deep learning with specific algorithms. A deep neural network (DNN) is a highly effective deep learning approach. A deep neural network is a network structure made up of three interconnected layers: input, hidden, and output. DNN learns from the input data about the previously constructed architecture. As input, DNN requires a significant amount of data train. The trained DNN model is then used to automatically estimate the distribution of CO2 gas saturation. This algorithm is capable of dealing with complex data patterns, particularly gas saturation in multiphase flow issues. The reconstruction loss results revealed that the loss value lowers as the number of epochs grows. Furthermore, the model with 5 epochs and 0.001 regularization weight had the least error value 0.43. As a result, while this model is adequate for predicting the distribution of CO2 gas saturation, additional research is required to achieve more ideal outcomes.
ESTIMASI KEDALAMAN STRUKTUR SESAR MENGGUNAKAN DEKONVOLUSI EULER BERDASARKAN DATA GAYABERAT STUDI KASUS: CHURCHILL COUNTY NEVADA Merizki Ade Mahendra; Purwaditya Nugraha; Selvi Misnia Irawati
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i2.18418

Abstract

Churchill County, Nevada merupakan daerah yang aktif secara seismik dan berada pada peringkat ketiga di Amerika Serikat setelah Alaska dan California. Wilayah ini termasuk dalam formasi Basin and Range, yang dikenal memiliki tingkat aktivitas seismik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasikan kedalaman sumber anomali bawah permukaan bumi di daerah penelitian menggunakan metode Dekonvolusi Euler berdasarkan data gayaberat. Metode ini diuji dengan data sintetik untuk mengevaluasi akurasi estimasi kedalaman. Hasil analisis Dekonvolusi Euler menunjukkan pola sebaran titik sumber anomali dengan kedalaman yang bervariasi. Terdeteksi adanya dugaan struktur sesar memanjang dengan arah utara-selatan pada kedalaman antara 13,7 hingga 217,6 meter, memisahkan Pegunungan Eetz, Pegunungan Sehoo, dan Cekungan Salt Wells. Selain itu, dugaan sill juga terdeteksi dengan titik sumber anomali terletak secara horizontal pada kedalaman rata-rata 150-500 meter, serta dike dengan titik sumber anomali lain yang menumpuk pada kedalaman rata-rata 350-750 meter. Terdapat pula dugaan adanya sumber anomali berbentuk sphere dengan estimasi kedalaman sekitar 750 hingga 978 meter. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang struktur geologi bawah permukaan di wilayah Churchill County, Nevada.