cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
APLIKASI ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT) UNTUK MENENTUKAN INTERFACE AIR TAWAR DAN AIR ASIN DI PESISIR PULAU TERNATE Elisabet Ade Saputri Simamora; Rizka Rizka; Wahyudi W. Parnadi; Ramdani Salam
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i2.13827

Abstract

Pulau Ternate merupakan pulau gunungapi kecil, dimana terjadinya intrusi air asin lebih cepat pada pulau gunungapi kecil. Di samping itu, seiring dengan pertambahan penduduk maka kebutuhan air tawar akan semakin meningkat, sehingga eksploitasi air tawar berlebihan akan memicu terjadinya intrusi air asin. Intrusi air asin merupakan penyusupan air asin ke dalam akuifer di pesisir. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi zona intrusi air asin pada daerah penelitian. Salah satu metode geofisika yang dapat memberikan informasi bawah permukaan menggunakan metode geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT). Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) dapat memberikan gambaran vertikal dan lateral 2D dari zona intrusi air asin karena kemampuannya untuk mendeteksi variasi resistivitas pada suatu formasi. Pada penelitian ini pengolahan data geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT) menggunakan software ResIPy. Penelitian ini dilakukan pada pesisir Pulau Ternate pada lokasi Tabam, Taman Eva, dan Togafo. Berdasarkan hasil pengolahan yang diperoleh, pada lokasi penelitian menunjukkan nilai resistivitas 2,8 Ωm – 198,7 Ωm. Berdasarkan hasil penampang resistivitas pada daerah penelitian diduga bahwa lintasan Tabam dan Taman Eva mengalami intrusi air asin. Kedalaman interface teridentifikasi pada lintasan Tabam yaitu 28 m, Taman Eva adalah 25 m, dan Togafo 25 m.
MODEL ESTIMASI PRODUKTIVITAS PADI MENGGUNAKAN NDVI DI WILAYAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2021 Zulfikar Ardiansyah Fajri; Juhadi Juhadi; Tjaturahono Budi Sanjoto; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.14900

Abstract

. Potensi produksi padi yang besar dengan lingkup wilayah yang luas seperti pada Kabupaten Demak membutuhkan monitoring secara efisien, disisi lain perkembangan teknologi penginderaan jauh memungkinkan monitoring tanaman padi menggunakan citra satelit. Tujuan penelitian ini diantaranya : 1. Memetakan sebaran spasial umur tanaman padi pada Kabupaten Demak sepanjang tahun 2021, 2. Memetakan sebaran spasial produktivitas padi pada lahan sawah di Kabupaten Demak secara temporal dengan menggunakan citra satelit. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan citra penginderaan jauh. pembuatan model dilakukan dengan analisis regresi antara indeks vegetasi dan data produktivitas lapangan. Hasil penelitian menunjukkan distribusi fase tumbuh tanaman padi secara temporal, luasan fase tumbuh padi terbesar yakni fase Generatif 1 (6-9 MST) seluas 55163,92 Ha pada Bulan Juni 2021. Perhitungan estimasi produktivitas padi dilakukan dengan NDVI, produktivitas rata-rata tertinggi terdapat pada Kecamatan Kebonagung sebesar 6,97 Ton/Ha pada periode panen Juni. Penerapan model estimasi tingkat produksi padi menggunakan NDVI pada Kabupaten Demak menghasilkan rata-rata simpangan sebesar 1,00 ton/ha. Penerapan model untuk perhitungan jumlah produksi padi menunjukkan, pada tahun 2021 jumlah produksi padi Kabupaten Demak sebesar 418.878,31 ton. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemetaan tingkat produktivitas tanaman padi menggunakan NDVI memiliki tingkat akurasi yang lebih baik karena tingkat simpangan hasilnya yang lebih kecil ketika dibandingkan dengan data lapangan.
PENENTUAN RECHARGE AREA PADA KABUPATEN TANAH DATAR MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Mohammad Singgih Purwanto; M. Haris Miftakhul Fajar; Zikra Miftahul Haq; Adelya Syawjesil Fachyesi; Indri Silvia Dewi; Salma Amalina; Ulfa I'anati Sari
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.14615

Abstract

Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memiliki keadaan geologi yang cukup kompleks, dikelilingi oleh gunung-gunung, banyak sungai, serta terdapat juga area karst yang berada pada Kecamatan Lintau Buo. Banyaknya sungai dan keterdapatan area karst menjadi suatu hipotesis adanya daerah imbuhan (recharge area) pada Kabupaten ini. Recharge area merupakan daerah yang memiliki karakteristik pergerakan aliran air tanah vertikal ke bawah yang dipengaruhi oleh gravitasi atau aliran air tanah yang mengikuti kemiringan akuifer. Tujuan dari penelitian ini untuk memetakan recharge area (daerah imbuhan) pada Kabupaten Tanah Datar menggunakan metode penginderaan jauh. Dalam penentuan recharge area terdapat beberapa parameter yang digunakan yaitu curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, dan kemiringan lahan (slope). Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode penginderaan jauh yang menggunakan citra landsat 8 OLI/TIRS dan data pendukung lainnya. Dari penelitian ini didapatkan hasil nilai skoring dan pembobotan pada tiap parameter didapatkan besar potensi recharge area seluas 26.49 ha (±20.26), transition zone mencapai 67.77 ha (±51.84%) dan discharge zone 36.46 ha (±27.89%).
PEMODELAN GEMPA BUMI PEMBANGKIT TSUNAMI DI WILAYAH PAPUA (STUDI KASUS: GEMPA BUMI BIAK, 17 FEBRUARI 1996) Sayyidatul Khoiridah; Wiko Setyonegoro; Haerul Anwar
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.13952

Abstract

Papua termasuk wilayah yang rawan terjadi tsunami. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang pemodelan tsunami untuk mengetahui karakteristik gempa pembangkit tsunami di wilayah Papua. Biak merupakan wilayah di Papua yang pernah terdampak tsunami. Tsunami Biak terjadi pada 17 Februari 1996 yang diakibatkan oleh gempa dari palung Guinea New di Utara dan sistem patahan Yapen geser di selatan dengan kedalaman gempanya yaitu 33 km dan magnitudenya 8,1 SR. Akibatnya, tsunami Biak banyak menelan korban jiwa dan menyebabkan banyak kerugian material. Pada penelitian digunakan software Tsunami L-2008 untuk pemodelan tsunami. Ada tiga pemodelan tsunami yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pemodelan sumber gempa bumi sebagai pembangkit tsunami (source modeling), penjalaran gelombang tsunami (ocean modeling), dan ketinggian tsunami (run up tsunami). Hasil dari source modelling berupa nilai vertical displacement -2,5 m dengan jenis patahan naik. Sedangkan ocean modelling untuk tsunami Biak memperlihatkan penjalaran gelombang tsunami mulai memasuki pesisir pantai Utara Biak yaitu di pesisir pantai Korim, Wari, Sauri, dan sekitarnya sekitar menit ke-10. Gelombang tsunami mulai memasuki wilayah Yapen sekitar menit ke-30 dan mulai meninggalkan pantai Biak sekitar menit ke-50. Sedangkan pada wilayah pesisir pantai Biak bagian barat tidak terdapat tinggi gelombang tsunami. Hasil Run up modelling menunjukkan bahwa run up maksimum yaitu 6,89 m terjadi di daerah Korim dengan koordinat 1,22 ˚LS dan 136,35 ˚BT.
PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BARRU MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN PARAMETER DAN INARISK BNPB Muh Said Lanto; Dwi Nurfajriana Syam; Ayusari Wahyuni; Amirin Kusmiran
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.14758

Abstract

Abstrak. Bencana alam tanah longsor umumnya terjadi di wilayah yang memiliki sisi (bidang) kemiringan seperti bukit, pegunungan, dan wilayah lereng. Kabupaten Barru merupakan salah satu daerah yang rawan akan risiko longsor karena kondisi topografi yang berbukit-bukit dan berada di daerah pegunungan dengan kondisi tanah yang cukup rentan terhadap terjadinya tanah longsor. Penelitian ini bertujuan memetakan risiko longsor menggunakan metode pembobotan parameter dan Inarisk BNPB dan menganalisis daerah yang memiliki tingkat risiko longsor serta membandingkan kedua metode tersebut. Parameter yang digunakan dalam metode pertama adalah pembobotan parameter yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan geologi berdasarkan data informasi BAPPEDA Kabupaten Barru tahun 2021 dan data curah hujan dari BMKG wilayah Maros Sulawesi Selatan (2017-2021). Metode kedua adalah inarisk BNPB menggunakan data spasial melalui website Inarisk BNPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah di Kabupaten Barru dikategorikan sebagai daerah dengan kondisi tanah longsor agak rawan pada daerah perbukitan dan pegunungan, sedangkan pada bagian dataran rendah sedikit rawan. Sebaran risiko longsor daerah berdasarkan metode pembobotan parameter diklasifikasikan tiga kelas, yaitu tinggi: 2.335,64 ha tersebar di Kecamatan Pujananting, Tanete Riaja, dan Mallusetasi; sedang: 114.696,43 ha tersebar di seluruh Kabupaten Barru; dan rendah: 726,56 ha tersebar di Soppeng Riaja dan Balusu. Metode ini lebih akurat dalam merepresentasikan kondisi daerah rawan longsor dibandingkan metode Inarisk BNPB. Berdasarkan hasil penelitian, maka pemerintah setempat dapat melakukan strategi kebijakan dalam menangani daerah yang teridentifikasi rawan longsor dan pihak masyarakat lebih peduli terhadap upaya penanggulangan rawan bencana.Kata Kunci: bencana rawan longsor; inarisk BNPB; pembobotan parameter; pemetaan risiko bencana  Abstract. Landslides natural disasters generally occur in areas that have slopes, in the form of mountains, hills and slope areas. Barru Regency is one of the areas that are prone to landslide risk due to hilly topography and is located in a mountainous area with soil conditions that are quite susceptible to landslides. This study aims to map the risk of landslides using the parameter weighting method and the BNPB Inarisk and analyze areas that have a level of landslide risk and compare the two methods. The parameters used in the first method are parameter weighting, namely slope, land use, soil type and geology based on information data from BAPPEDA Barru Regency in 2021 and rainfall data from the BMKG in the Maros region of South Sulawesi (2017-2021). The second method is the BNPB Inarisk, uses spatial data through the BNPB Inarisk website. The results showed that the area in Barru Regency was categorized as an area with slightly prone to landslides in hilly and mountainous areas, while in the lowlands it is a little prone. The distribution of regional landslide risk based on the parameter weighting method is classified into three classes, namely high: 2,335.64 ha spread out in Pujananting, Tanete Riaja, and Mallusetasi Districts; medium: 114,696.43 ha spread throughout Barru Regency; and low: 726.56 ha spread over Soppeng Riaja and Balusu. This method is more accurate in representing the condition of landslide-prone areas than the Inarisk BNPB method. Based on the results of the study, the local government can carry out policy strategies in dealing with areas identified as prone to landslides and the community is more concerned with disaster-prone management efforts. Keywords:  landslide prone disaster, inarisk BNPB, parameter weighting, disaster risk mapping
Penaksiran Risiko Bencana Gempa Bumi Di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba Harry Hardian Sakti; Andi Idham Asman; Despry Nur Annisa Ahmad; Muhammad Fakhruddin; Muhammad Isra
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.14831

Abstract

The location of Bonto Bahari district on the fault of Walanae implicates a potential earthquake disaster. Bonto Bahari District on the spatial plan of Bulukumba in the year of 2012-2032 is set as a Regency Special Economic Zones (SEZs) for Marine tourism. Justifying the stipulation of the rules, it should be integrated into geological risk in order for sustainable development of tourist activities in the Bonto Bahari District. The purpose of this study are: (1) analyzing the hazard of an earthquake in Bonto Bahari district; (2) analyzing the vulnerability of earthquakes in Bonto Bahari district; and (3) analyzing the risk of earthquakes in Bonto Bahari district. The methods used are quantitative-qualitative and spatial analysis. Research shows maps of the hazard levels of earthquakes, maps of earthquake vulnerabilities, and maps of earthquake risk levels. The research is expected to provide input to local governments on taking early preparedness measures in response to the threat of an earthquake disaster in the Bonto Bahari district.
PEMODELAN DISTRIBUSI AIR PANAS MENGGUNAKAN PROGRAM INVERSI DAMPED LEAST SQUARE PADA DATA VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING DI DESA WAY MULI DAN KUNJIR Petrus Waruwu
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.13987

Abstract

The Mount Rajabasa area has several manifestations of hot springs that developed, one of which was in Way Muli and Kunjir Villages. The hot springs distributed layer in the area can be identified using the geoelectric resistivity vertical electrical sounding method. There were 3 sounding points of measurement results which were modelled in inversion using damped least squares. The purpose of this study was to determine the results of damped least square inversion modeling, determine subsurface lithology and model hot springs distribution by correlating 3 sounding points into 2-D transverse modelling. The results of data processing and modelling, there were 3 lithologies, namely top soil (14-466 m), sandstone (5-50 m) and clay (
ANALISIS HIDROKIMIA DALAM PENENTUAN TIPE DAN GOLONGAN FLUIDA GEOTERMAL SULILI KABUPATEN PINRANG SULAWESI-SELATAN Emi Prasetyawati Umar; Muhamad Hardin Wakila; Jamal Rauf Husain; Jamaluddin Jamaluddin; Syamsuddin Syamsuddin; Rizky Nurul Aulia
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.14897

Abstract

Field surveys in the Sulili Region show geothermal characteristics in the form of manifestations, namely hot water springs. This study aims to determine the type of geothermal fluid in the study area based on the Na-K-Mg geothermometer method and then classify it based on trilinear and ternary diagrams. The results showed that the types of hot springs from the three hot springs in the study area were included in the chloride type with a percentage between 96.209% -96.651% which was plotted on the trilinear diagram. Based on the ternary diagram plotting, the geothermal fluid in the study area belongs to the immature water group. Based on the results of the study it can be concluded that the type of hot water springs in the study area is chloride with one of the hot springs included in the immature water group, namely EPU-1 hot water spring station, while two hot water spring stations, such as EPU-2 and EPU-3 stations cannot plotted due to the high levels of Mg at that station.
IDENTIFIKASI ZONA RAWAN AMBLESAN BERDASARKAN PARAMETER HVSR DAN GROUND SHEAR STRAIN DI DAERAH GUA PINDUL Krisna Nursila Gemintang; Fauzi Daffa Hanatha; Tri Waspito Indriatmoko; Wihdah Syamsiyah Qurrotu'aeni; Besse Nurul Luthfiani Azis; Hafiz Hamdalah
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i3.14395

Abstract

Daerah wisata Gua Pindul merupakan destinasi wisata di daerah Yogyakarta yang banyak diminati para wisatawan karena keunikan yang dimilikinya. Berdasarkan geologi lokal daerah Gua Pindul terletak pada Zona Pegunungan Selatan tepatnya Formasi Wonosari yang didominasi oleh batugamping berlapis. Sehingga permasalahan yang umumnya terjadi pada daerah wisata Gua Pindul terutama berada di kawasan karst, sering terjadi peristiwa amblesan tanah akibat pelarutan oleh air. Melalui hal tersebut menjadi dasar penelitian yang dilakukan pada daerah Gua Pindul, untuk dapat mengidentifikasi zona rawan amblesan dengan menggunakan metode mikrotremor. Penelitian dilakukan di daerah wisata Gua Pindul, dengan luas kavling penelitian 1,5 x 1,5 km dengan 25 titik pengukuran mikrotremor. Berdasarkan interpretasi parameter HVSR dan Ground Shear Strain, dihasilkan besar nilai Kerentanan Tanah (Kg) sebesar 10 – 5,5, nilai Peak Ground Acceleration (PGA) sebesar 31 – 22 gal, dan nilai Ground Shear Strain (γ) sebesar 0,31 – 0,17. Hasil interpretasi, diidentifikasikan bahwa pada daerah penelitian rawan terjadinnya zona amblesan tanah pada daerah timur peta. Perlu adanya perhatian lebih dalam mitigasi bencana amblesan tanah, karena dampak yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap aspek sosial, lingkungan, bahkan ekonomi pada daerah wisata Gua Pindul.
Karakteristik Profil Endapan Nikel Laterit di Blok X, Desa Korowou, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah Vanadia Martadiastuti; Tri Winarno; Jenian Marin; Muhammad Faiz Abdillah
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i1.15323

Abstract

Nikel merupakan unsur logam yang bermanfaat untuk berbagai industri. Salah satu kabupaten penghasil bijih nikel yaitu Kabupaten Morowali Utara yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tahun 2020, Morowali Utara memiliki sumberdaya bijih nikel sebesar 487 juta ton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi seperti geomorfologi, litologi, struktur geologi, serta distribusi dan karakteristik profil endapan nikel laterit pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemetaan geologi permukaan, pemerian inti bor, analisis sayatan tipis, dan analisis X-ray Fluoroscence (XRF). Daerah penelitian tersusun atas Satuan Harzburgit, Satuan Dunit, dan Endapan Aluvial. Geomorfologi terbagi menjadi 3 satuan bentuklahan yaitu Satuan Bentuklahan Struktural, Satuan Bentuklahan Denudasional, dan Satuan Bentuklahan Fluvial. Karakteristik zona tanah penutup (top soil) berwarna merah kecoklatan, banyak terdapat akar tanaman, dan berkadar Ni antara 0,619 – 1,028%. Zona limonit berwarna coklat kemerahan dan berkadar Ni antara 0,426 – 1,186%. Zona saprolit berwarna coklat kekuningan dan berkadar Ni antara 0,204 – 1,631%. Zona batuan dasar berwarna hitam kehijauan dengan kadar Ni antara 0,162 – 0,583%.