cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
ANALISIS LST, NDVI MENGGUNAKAN SATELIT LANDSAT 8 SERTA TREND SUHU UDARA DI KABUPATEN MAJALENGKA Tia Pramudiyasari; Mangapul P. Tambunan; Rudy P. Tambunan; Masita D. M. Manessa
Jurnal Geosaintek Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v7i3.9043

Abstract

Perkembangan suatu wilayah dan pertumbuhan jumlah penduduk pastinya diiringi oleh proses pembangunan. Perubahan tata guna lahan dari wilayah vegetasi menjadi wilayah non-vegetasi dapat mempengaruhi suhu permukaan pada suatu wilayah. Kabupaten Majalengka merupakan salah satu yang mengalami perkembangan dan pertumbuhan wilayah yang pesat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan membandingkan pola perubahan spasial dan temporal dari kerapatan vegetasi, Land Surface Temperature (LST) dan Suhu udara rata-rata harian Kabupaten Majalengka pada tahun 2015 dan 2019. Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 Band 4, 5 dan 10 pada tanggal 9 September 2015 dan 22 Oktober 2019 serta suhu udara observasi sepanjang tahun 2015 dan tahun 2019 dari Stasiun Meteorologi Kertajati. Hasil dari penelitian ini, didapati bahwa dalam lima tahun tersebut, kerapatan vegetasi kategori sangat rendah semakin meluas sebesar 13.262,27 ha. Secara spasial yang ditunjukkan oleh LST dan NDVI terlihat bahwa telah terjadi perubahan kerapatan vegetasi diiringi dengan bertambah luasnya LST >35 oC terutama di wilayah Kabupaten Majalengka bagian utara meliputi kecamatan Kartajati, Jatitujuh, Ligung, Sumberjaya, Kadipaten, Dawuan, Jatiwangi, Palasah, Panyingkiran, Majalengka dan Sukahaji.
UJI LENDUT DEFORMASI JEMBATAN DENGAN TEKNIK PEMOTRETAN KONVERGEN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DRONE Fransisca Dwi Agustina; Martinus Edwin Tjahjadi; Muhammad Zhorif Nasri
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i1.12514

Abstract

Pada umumnya objek jembatan merupakan infrastruktur transportasi yang memiliki konstruksi untuk  dipantau secara periodik, salah satunya melalui monitoring deformasi.  Dengan melihat beberapa teknologi yang berkembang untuk monitoring deformasi, diantaranya teknologi di bidang survei terestris seperti GPS, total station, dan waterpass yang pada dasarnya memiliki kelemahan tersendiri dari segi biaya dan waktu monitoring. Di bidang fotogrametri berkembang teknologi drone drone DJI Phantom 4 Pro yang dapat digunakan untuk monitoring deformasi. Penelitian ini berfokus untuk melakukan pengujian kemampuan pada  teknologi drone DJI Phantom 4 Pro untuk pemantauan deformasi jembatan. Studi kasus deformasi berupa uji lendut jembatan dalam kondisi terbebani. Pengujian dilakukan dengan memanfaatkan teknik pemotretan konvergen pada akuisisi foto tanpa beban dan dengan beban. Proses data uji deformasi jembatan menggunakan metode bundle adjustment multi foto. Berdasarkan hasil pengujian teknologi drone untuk deformasi jembatan maka dapat mendeteksi lendutan dan pergeseran ke arah z positif yang relatif kecil (tidak terjadi kerusakan struktur) pada Jembatan Sambong dengan kisaran antara ±0,025 mm - 1,281 mm serta ketelitian antara ±0,181 mm - 0,773 mm. Berdasarkan  tingkat ketelitian pergeseran tersebut, maka teknologi drone  DJI Phantom 4 Pro mampu mendeteksi lendutan pada konstruksi jembatan hingga di bawah 1 mm.
KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT MENGGUNAKAN INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK BLOK ‘X’, FORMASI TUBAN, CEKUNGAN JAWA TIMUR Juventa Juventa; Ahmad Fakhri Bobbybuana; Nasri M Z; Fitriyanda Herawan; Ahmad Dzikra Fatahillah
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i1.12524

Abstract

Carbonate reservoirs are usually difficult to map and identify in seismic sections due to their complex structure and diagenetic material with high heterogeneity. The East Java Basin is a perfect example of these complex carbonate structures with excellent hydrocarbon accumulation. In order to obtain a better characterization of the carbonate reservoir in this basin, acoustic impedance inversion is performed in here. Acoustic impedance is a product of seismic P wave velocity and density, where velocity and density are properties commonly used to describe rocks in a reservoir. Based on the sensitivity analysis results, the sensitive parameters to describe the reservoir are acoustic impedance, porosity, sonic, and density. Inversion results showed the range of acoustic impedance values in the Tuban Formation between 23000 – 50000 (ft/s).(g/cc) and porosity transformation results showed a value range of 8 – 22%. Depth structure map, acoustic impedance and porosity section slices showed the distribution pattern of reservoir zones lying in the West - Southwest direction with high structural elevations or located on the top structure reservoir carbonate at a depth of 2500 meters below the surface
PEMETAAN VS30 DENGAN MENGGUNAKAN KORELASI ZHAO DI PESISIR CILACAP Robert Edison; Widjojo Adi Prakoso; Supriyanto Rohadi
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i1.12601

Abstract

Pada gempa Pangandaran 2006, pesisir Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Hal ini dikarenakan Kabupaten Cilacap terletak dekat dengan zona subduksi yang juga ditandai dengan tingginya aktivitas seismik di daerah tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kerusakan pada saat gempa adalah kelas tanah. Salah satu cara untuk mengklasifikasikan jenis tanah adalah dengan menggunakan metode mikrotremor dan metode MASW, dimana dalam pengolahannya mikrotremor memanfaatkan respon tanah terhadap getaran untuk memberikan informasi tentang jenis tanah di daerah tersebut, sedangkan MASW menggunakan propagasi gelombang Rayleigh pada permukaan. Setelah itu, periode dominan hasil pengolahan mikrotremor dan Vs30 hasil pengolahan MASW dikorelasikan menggunakan Zhao’s Classification, menghasilkan Vs30 berdasarkan analisis regresi. Nilai periode dominan berkisar antara 0,10-1,07 s, sedangkan Vs30 dari korelasi berkisar antara 6,68-461,34 m/s. Kedua analisis menunjukkan bahwa Tritih Kulon terbukti memiliki kerusakan yang lebih parah pada saat gempa karena terdiri dari Tanah Lunak (SE) yang ditunjukkan oleh nilai periode dominan terpanjang dan nilai Vs30 terendah.
STRATIGRAFI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK SINGKAPAN EMBUNG E SEBAGAI ACUAN INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN DI INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA Nono Agus Santoso; M Rafif Pascaloa; Ahmad Zaenuddin
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i1.11442

Abstract

Reference in interpretation is very important. We cannot always rely on the Telford table because each region has different physical parameters. The purpose of this study was to create a magnetic susceptibility stratigraphy of the Embung E outcrop with the hope that it could be used as a reference for subsurface interpretation at the Sumatran Institute of Technology (ITERA). The results obtained that the Embung E outcrop has a magnetic susceptibility stratigraphy consisting of soil, tuff and tuffan clay. Sequentially the magnetic susceptibility of the soil is about 5 – 90 × 10-8m3/kg, tuff is about 1-10 × 10-8m3/kg and the tuff clay is about 5 – 80 × 10-8m3/kg. This result can be used as a reference for interpretation because it has been correlated with geological observations of rocks in the field.
UJI KERENTANAN BANGUNAN RUSUNAWA BERDASARKAN HVSR (HORIZONTAL TO SPECTRAL RATIO) DAN FSR (FLOOR SPECTRAL RATIO) Nurrani Larasati; Faizar Farid; Juventa Juventa
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i1.12272

Abstract

Lokasi penelitian terletak di gedung Rusunawa (asrama mahasiswa) yang termasuk ke dalam wilayah administratif Universitas Jambi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai frekuensi alami tanah (ft), nilai frekuensi alami bangunan (fb), nilai amplitudo (A0), nilai resonansi (%) dan nilai indeks kerentanan bangunan (K) berdasarkan HVSR (Horizontal to Vertikal Spectral Ratio) dan FSR (Floor Spectral Ratio). Secara geologi, gedung Rusunawa berada pada Formasi Muaraenim yang tersusun batupasir tufan dan batulempung tufan, batupasir kuarsa dan batulempung kuarsa, sisipan batubara dan oksida besi. Data penelitian diperoleh dari 36 titik perekaman data mikrotremor. Hasil nilai resonansi pada komponen East – West (EW) dengan rata-rata 330.296%, sedangkan komponen North – South (NS) dengan nilai rata-rata 249.305%. Nilai tersebut memiliki resonansi >  25% dengan klasifikasi rendah berdasarkan klasifikasi kerentanan resonansi. Hasil nilai indeks kerentanan bangunan (K) gedung Rusunawa Universitas Jambi komponen East – West (EW) dengan rata-rata 32.86813 cm/s2, komponen North – South (NS) dengan rata-rata 59.59811 cm/s2 memiliki nilai indeks kerentanan bangunan yang rendah. Nilai indeks kerentanan dibawah dari 1/100 gedung Rusunawa aman terhadap kerusakan.
Identifikasi Bahaya Tanah Longsor Menggunakan Metode Very Low Frequency (VLF) Di Bedeng Rejo, Merangin, Jambi Ichy Lucya Resta; Futra Kibayutullah; Amelia Fitri Ramadhani; Muhammad Yuwanda; Muhammad Rifqi
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i2.13930

Abstract

Desa Bedeng Rejo dikenal sebagai salah satu daerah yang berpotensi dalam terjadinya tanah longsor. Metode Very Low Frequency (VLF) digunakan untuk identifikasi bahaya tanah longsor berdasarkan parameter konduktivitas batuan yang didukung kemiringan lereng (slope). Penelitian ini dilakukan menggunakan T-VLF dengan panjang lintasan 200 meter, jarak antar titik ukur 10 meter dan frekuensi pengukuran sebesar 22200 Hz (Jepang). Jenis pengukuran VLF yang digunakan yaitu mode tilt-angle. Ditemukan anomali konduktif yang berada pada rentang 100 - 120 meter dan di bawah permukaan bumi pada 10 - 40 meter dan 170 - 190 meter dengan kedalaman 10 - 30 meter. Perhitungan kemiringan lereng pada lintasan VLF, didapatkan pada jarak 100 – 120 meter yaitu 25% dan pada jarak 170 – 190 meter yaitu 12,5 - 16,67% merupakan lahan dengan kemiringan lereng curam, yang rentan terhadap bahaya tanah longsor, dan mudah tererosi.
URBAN HEAT ISLAND DI KOTA TANGERANG SELATAN Agita Devi Prastiwi; Supriatna Supriatna; Rudy P. Tambunan; Mangapul Parlindungan Tambunan
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i2.11721

Abstract

Abstract. The industrial revolution opened up opportunities in changing people’s lives from an agrarian economic activity to an industry-based economy so that many people mass produced the phenomenon of migration. In 2018, 55% of the world’s population live in urban areas and by 20150 this will increase to 70 percent (United Nations, 2019). Migration disturbs the heat energy balance in urban areas as compared to suburban or surrounding areas, resulting in a temperature difference phenomenon known as urban heat island (Sharma et al. 2019). South Tangerang is one of the districts adjacent to the city of DKI Jakarta which is known as the world’s big city so it has vulnerability as a migration destination. So it is necessary to conduct a study that can provide an overview of the future phenomena of the emergence of potential urban heat island (UHI) that can be used as mitigation of the impacts of climate changes. As a results, from 2004 and 2020 there was an increase 0,30C UHI Index. The UHI phenomenon that occurs in South Tangerang City is also a result of existing developments in DKI Jakarta for areas that are directly connected to DKI Jakarta, such as Pondok Karya, Pondok Betung, and Cirendeu will experience urban growth.
Pemetaan Kerawanan Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendo Kabupaten Banyuwangi Berbasis Sistem Informasi Geografis Ilyas Madani; Syamsul Bachri; Septianto Aldiansyah
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i2.11907

Abstract

DAS Bendo adalah sebagian daerah yang berkontribusi terhadap kejadian banjir di Kabupaten Banyuwangi. Guna mengetahui tingkat kerawanan banjir di DAS Bendo dipakai parameter curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, ketinggian lahan, dan kerapatan sungai dalam penelitian ini. Metode scoring dan overlay digunakan untuk mengolah parameter melalui software ArcGIS 10.4 sehingga dapat dihasilkan peta tingkat kerawanan banjir. Peta yang dihasilkan cukup akurat dengan menunjukkan tiga tingkat kerawanan banjir di DAS Bendo yaitu tidak rawan, cukup rawan, dan sangat rawan. Daerah tidak rawan banjir berada di bagian hulu DAS sebesar 30%/12,0km2. Daerah rawan banjir sebesar 43%/17,3km2 berada pada bagian tengah DAS. Sementara itu, daerah sangat rawan banjir berada pada bagian hilir DAS sebesar 27%/10,7km2. Tingkat kerawanan banjir tersebut dominan dipengaruhi oleh kemiringan lereng di DAS Bendo.
ANALISIS SEISMIK ATRIBUT UNTUK IDENTIFIKASI PERSEBARAN RESERVOIR BATUPASIR PADA FORMASI BALIKPAPAN, LAPANGAN V Nisya Aviani; Dwa Desa Warnana; Eki Komara; Ramsyi Faiz Afdhal
Jurnal Geosaintek Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v8i2.13619

Abstract

Lapangan V terletak di Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai salah satu bukti keekonomisan reservoir Cekungan Kutai. Fokus area penelitian pada zona utama (VMZ) dipilih karena pada penelitian internal yang tidak dipublikasikan oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM), zona utama (VMZ) memiliki dominasi sedimen endapan delta dan reservoir utama berupa fasies mouth bar dan fasies distributary channel, dimana fasies distributary channel berupa batupasir. Zona Utama (VMZ) pada strata Miosen Tengah yang digunakan ialah Horizon SU4 - SU5e yang didalamnya terdapat horizon 4a, 4e, 4h-1, 5a dan 5e dengan dominasi batupasir dan batubara. Untuk memetakan persebaran reservoir batupasir pada Horizon SU4 - SU5e menggunakan analisis seismik atribut, yaitu atribut amplitudo RMS, dan amplitudo sweetness dengan menggunakan data seismik 3D PSTM, borehole checkshot, well log dan lima sumur sebagai kontrol. Peta waktu struktur dibuat dengan cara interpolasi konvergen gridding dari hasil picking horizon seismik. Analisis menggunakan atribut amplitudo RMS, dan amplitudo sweetness karena hampir seluruh marker horizon yang digunakan, yaitu SU4 - SU5e mempertimbangkan seluruh data yang dimiliki baik positif maupun negatif. Berdasarkan hasil analisis atribut seismik menunjukkan bahwa atribut amplitudo RMS, dan amplitudo sweetness tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam mengidentifikasi persebaran batupasir reservoir pada SU4 - SU5e. Namun, atribut sweetness memiliki nilai korelasi paling baik, yaitu 0.861 dibandingkan atribut RMS. Hal tersebut membuktikan bahwa atribut sweetness memperlihatkan keberadaan anomali reservoir yang lebih baik. Pola persebaran batupasir dominan di bagian timur laut-tenggara dengan dominasi channel berada pada dim area.