cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013" : 7 Documents clear
Analysis of Somaclonal Variation in Cinchona succirubra Using Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) Titin Purnaningsih
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.683

Abstract

Regenerants of C. succirubra were examined by RAPD analysis to determine theoccurrence and extent of somaclonal variation. Plantlets were regenerated by nodal culture. DNAwas extracted from the parent plant and regenerants of C. succirubra. Fifteen base syntheticoligonucleotides from Operon were chosen that gave multiple polymerase chain reaction (PCR)amplification products using cinchona DNA from parent plants grown in the field and plantlets after 4and 5 passages or 4 and 5 month old in vitro culture. The results showed that all of morphologicalcharacters on regenerated plants were clonally uniform and all of the RAPD profiles were generallymonomorphic, stable, and similar to parent plants. These results demonstrated that RAPD can beused successfully to determine the somaclonal variation among regenerated plants.
Morfologi Kepiting Biola (Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat Jambi Tia Wulandari; Afreni Hamidah; Jodion Siburian
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.684

Abstract

Kepiting biola memiliki dimorfisme seksual pada bagian capit individu jantan. Kepiting biola berperan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan dan siklus nitrogen dalam ekosistem mangrove. Kepiting biola berperan sebagai pemakan detritus (detrititus) di ekosistem mangrove. Morfologi merupakan salah satu faktor penunjang kepiting biola dalam melakukan peranannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui morfologi kepiting biola (Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melihat adanya variasi warna, bentuk karapas, capit dan abomen pada satu jenis yang sama maupun antar jenis kepiting biola. Ditemukan tiga jenis kepiting biola di stasiun penelitian, yaitu Uca forcipata, U. rosea, dan U. dussumieri. Warna tubuh kepiting biola yang ditemukan adalah medium purple, red orange, dan dark orange. U. dussumieri memiliki warna yang tidak ditemukan pada U. forcipata dan U. rosea. Bentuk capit dan karapas antara ketiga jenis kepiting biola berbeda antara satu dan yang lainnya. Terdapat lima bentuk variasi capit pada U. forcipata, sedangkan pada masing-masing jenis U. rosea dan U. dussumieri tidak ditemukan variasi bentuk capit. Bentuk karapas pada masing-masing jenis kepiting biola berbeda, sehingga dapat menunjukkan karakteristik dari masing-masing jenis kepiting tersebut. Dari ketiga jenis kepiting biola yang diamati, perbedaan bentuk abdomen hanya terlihat antara individu jantan dan betina.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri pada Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) Asin Berkitosan Diana Agustina; Cut Yulvizar; Risa Nursanty
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.685

Abstract

Kitosan memiliki sifat antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet ikan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Mei sampai Agustus 2012, untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi  bakteri pada ikan kembung (Rastrelliger sp.) asin berkitosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif. Dari hasil isolasi didapat enam isolat yang memiliki morfologi koloni dan sel yang berbeda. Isolat yang memiliki bentuk bundar (50%), elevasi cembung (33,3%), tepian licin (50%) warna kuning (66,7%), sel bakteri gram positif (66,7%), bentuk sel bulat (100%), tidak berspora (66,7%) dan bersifat motil (66,7%).
Spesies Udang Ketak Darat Thalassina (Latreille, 1806) (Decapoda: Thalassinidae) Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Winda D. Kartika; Mufti P. Patria
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies udang ketak darat (mud lobster) Thalassina di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies dari Thalassina yang ditemukan adalahThalassina anomala (Herbst 1804). Adapun bagian-bagian morfologi yang dijadikan sebagai pembeda antar spesies dari Thalassina dan menjadi ciri morfologi Thalassina anomala sebagai berikut: 1). Memiliki rostrum triangular, membulat dan bergerigi di sepanjang sisi lateralnya; 2). Tonjolan dorsomedian pada karapas memanjang hingga mencapai bagian dorsal dari abdominal somite pertama; 3). Abdominal sternite pada pleopod ke 2-5 memiliki tonjolan yang berada di tengah (median line); 4). Pereopod I memiliki 13-20 gerigi di sisi dalam dari propodal dan di sepanjang sisi lateral dari propodus; 5). Khusus pada jantan, petasma tanpa spina proksimal dan ujung bulat melebar tanpa setae. Ditemukan T. anomala di wilayah tersebut karena spesies ini memiliki penyebaran yang paling luas dibandingkan dengan Thalassina lainnya.
Inventarisasi Tumbuhan Kantung Semar (Nepenthes spp.) di Lahan Gambut Bukit Rawi, Kalimatan Tengah Hariyadi Hariyadi
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.687

Abstract

Gambut merupakan salah satu ciri khas tanah di wilayah Bukit Rawi Kalimantan Tengah  dengan jenis tanah gambut ombrogen yang miskin unsur hara.   Salah satu jenis tumbuhan yang beradaptasi dengan baik pada kondisi tanah gambut adalah kantung semar. Berdasarkan hasil inventarisasi di wilayah Bukit Rawi menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis  tumbuhan  kantung  semar yaitu  N. mirabilis, N. reinwardtiana, dan N. gracilis.
Eksplorasi Pengetahuan Lokal tentang Tumbuhan Obat di Suku Batin, Jambi Jalius Jalius; Muswita Muswita
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi pemanfaatan tumbuhan obat berdasarkan gejala penyakit/penyakit pada Suku Batin di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dengan metode survei, dengan mewawancarai 5 Battra (dukun) di kecamatan tersebut.  Hasil penelitian menemukan 86 jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat Suku Batin.  Tumbuhan obat diperoleh dari halamanan, ladang, tepi sungai dan hutan. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi daun, batang, akar, buah, bunga, kulit batang. Dosis ramuan memakai ukuran sederhana seperti segenggam, helai, sepucuk, dan ukuran jari. Pada umumnya masyarakat Batin menggunakan ramuan untuk berbagai pengobatan.  Kemampuan untuk menggunakan ramuan ini diperoleh secara secara turun–temurun. Pada umumnya tanaman obat masih diperoleh secara liar seperti di tepi sungai dan hutan, sebagian tanaman obat telah mulai dibudidayakan di perkarangan rumah.
Studi Etnobotani Jernang (Daemonorops spp.) pada Masyarakat Desa Lamban Sigatal dan Sepintun Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi Yetty Yetty; Bambang Hariyadi; Pinta Murni
Biospecies Vol. 6 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i1.689

Abstract

Tetapi, sejumlah faktor mengancam populasi alami jernang seperti aktivitas illegal loging yang menghilangkan pepohonan kayu sebagai media tegakkan jernang serta kerusakan habitat alami jernang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek etnobotani jernang termasuk upaya pembudidayaanya.  Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara pembuatan herbarium dan identifikasi tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima species jerang di kedua desa yang diamati.Di Desa Lamban Sigatal terdapat tiga jenis yaitu Daemonorops draconcella Becc., Daemonorops aff.Daemonorops propinqua Becc., Daemonorops draco Blume sedangkan di Desa Sepintun terdapat empat jenis yaitu Daemonorops aff.Daemonorops maculata J.Dransf., Daemonorops draconcella Becc., Daemonorops draco Blume dan Daemonorops propinqua Becc. Getah jernang dimanfaatkan sebagai obat luka, obat sakit gigi, obat sehabis melahirkan, dan pewarna cat. Proses pengolahan jernang yang dilakukan melalui dua tahap yaitu proses pengolahan secara kering dan proses pengolahan secara basah. Upaya pembudidayaan umumnya dilakukan dengan cara menerapkan pola tumpang sari jernang dengan tanaman karet

Page 1 of 1 | Total Record : 7