cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 96 Documents
DAKWAH ISLAM DENGAN PENDEKATAN FILOSOFIS: KONSEP DAN IMPLEMENTASI Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i1.838

Abstract

Dakwah Islam perlu dipahami bukan hanya sebagai penyampaian ajaran Islam, tetapi sebagai proses membimbing manusia untuk memahami makna iman, memperbaiki akhlak, dan membangun kehidupan sosial yang lebih adil. Di tengah masyarakat yang semakin beragam, derasnya arus informasi, dan seringnya terjadi polarisasi di ruang publik, dakwah dituntut lebih jernih, bernalar, dan tetap berpegang pada nilai. Pendekatan filsafat membantu dai melihat dakwah dari tiga sisi penting: hakikat dakwah itu sendiri (ontologi), dasar pengetahuan yang dipakai dalam menyampaikan pesan (epistemologi), serta tujuan dan nilai kebaikan yang ingin diwujudkan (aksiologi). Penelitian ini disusun melalui telaah literatur dari Google Scholar dan repositori institusi, lalu dianalisis secara kualitatif dan dirangkum tematik. Hasilnya menunjukkan: (1) tauhid menyatukan dimensi iman dan kehidupan sosial, sehingga dakwah diarahkan pada pembentukan moral dan keadilan sosial; (2) cara berilmu dalam dakwah perlu menggabungkan wahyu, akal, pengalaman, dan intuisi spiritual—dengan pendekatan bayānī, burhānī, dan ‘irfānī—agar tetap setia pada nash sekaligus peka pada fakta; (3) maqāṣid al-syarī‘ah menjadi kompas nilai yang bisa diterjemahkan menjadi indikator kemaslahatan moral-sosial. Kerangka ini diperkaya dengan penilaian manfaat nyata (pragmatisme), pembentukan karakter (etika kebajikan), dan komunikasi dialogis yang menghargai martabat pendengar. Implementasi dakwah dengan pendekatan filosofis dengan jalan: berpikir kritis, dialog yang logis dan santun, etika komunikasi, pengelolaan perbedaan tafsir, pembedaan prinsip normatif dan kebutuhan konteks, pemetaan asumsi audiens, ketelitian bahasa, pemanfaatan media digital secara bijak, serta evaluasi berbasis perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku.
STRATEGI DAKWAH MAJALAH SUARA HIDAYATULLAH DI ERA DIGITAL Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i1.839

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Dakwah Majalah Suara Hidayatullah Di Era Digital Penelitian ini dilakukan dengan alasan : (1) Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, (2) Strategi dakwah Majalah Suara Hidayatullah menarik, (3) Judul ini belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam strategi dakwah yang dilakukan Majalah Suara Hidayatullah. Penelitian ini juga diharapkan bermanfaat menambah wawasan dan referensi bagi aktivis dan pemerhati dakwah dalam meningkatkan aktivitas dakwah untuk lebih baik lagi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan redaksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi data. Untuk memastikan data yang diperoleh akurat, peneliti melakukan uji keabsahan data dengan triangulasi. Kesimpulan peneliti dengan judul “Strategi Dakwah Majalah Suara Hidayatullah Di Era Digital” ini adalah Majalah Suara Hidayatullah melakukan adaptasi terhadap teknologi baru, pemanfaatan berbagai platform digital, serta pendekatan yang interaktif dan terukur. Dengan mengintegrasikan teknologi dan media sosial, Majalah Suara Hidayatullah dapat terus menyebarkan pesan dakwahnya secara efektif kepada audiens yang lebih luas di era digital yang terus berkembang. Secara keseluruhan, strategi dakwah majalah Suara Hidayatullah di era digital ini berfokus pada penyampaian pesan-pesan Islam yang mendalam dan relevan dengan pendekatan modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pembaca.
REALITAS KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM OPERASIONAL DAKWAH miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i1.841

Abstract

Permasalahan komunikasi pembangunan perlu dikaji terus, karena perjalanan kehidupan pun terus berlangsung, dan semua orang ingin sejahtera secara materiel, juga memiliki ketentraman secara spiritual, sehingga hidup di dunia menyenangkan , dan pelaksanaan aktivitas dakwah yang bersifat spiritual pun lebih optimal. Program pembangunan merupakan agenda utama yang terus dilaksanakan tiap Negara, baik Negara maju, Negara berkembang apalagi Negara terbelakang. Dengan pembangunan kredibilitas kehidupan bisa ditingkatkan, baik aspek materi maupun non materi. Bertolak dari sinilah maka gagasan pembangunan senantiasa dikomunikasikan, sehingga pada gilirannya mencuat apa yang diistilahkan dengan komunikasi pembangunan. Dalam prakteknya ia menggunakan media massa secara dominan, sebab memang media ini dipandang efektif. Secara sederhana, komunikasi dikatakan efektif bila pesan seperti yang dimaksudkan oleh komunikator/da’i berkaitan erat dengan pesan seperti yang ditangkap dan diteri oleh komunikan/mad’u. Efektivitaskomunikasi dengan erat hubungannyadengan tujuannya, biasanya kita mengharap satu hasil atau lebih sebagai tujuan komunikasi. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian untuk operasionalisasi komunikasi pembangunan di Indonesia khususnyaakan lebih berhasil bila mana memanfaatkan dakwah. Mengingat hakekat opersional dakwah adalah menghadapi”realitas”, maka setiap pendukung dakwah, apakah sebagai praktisi atau sebagai penentu kebijakan , harus benar-benar memahami bahwa perubahan itu sendiri sebuah “realitas”.
STUDI SURAH AL-NABA’ TENTANG MATERI DAN METODE DAKWAH DALAM KITAB AL-TAFSÎR AL-MUNÎR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILÎ Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i1.843

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Naba’ mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang menarik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah al-Naba’ dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam Surah al-Naba’ memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada Surah al-Naba’ dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam Surah al-Naba’ dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
KOMUNIKASI DAKWAH PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN IMPLEMENTASINYA DI ERA DIGITAL Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i1.845

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah secara mendasar pola interaksi manusia, termasuk dalam praktik komunikasi dakwah. Era digital menghadirkan ruang publik baru yang bersifat virtual, interaktif, dan lintas batas geografis, sehingga pesan dakwah dapat tersebar secara cepat dan masif melalui media sosial, platform video, podcast, maupun beragam aplikasi digital. Di satu sisi, kondisi ini merupakan peluang besar bagi perluasan jangkauan dakwah; di sisi lain, ia juga melahirkan beragam tantangan seperti misinformasi, ujaran kebencian, komersialisasi agama, serta menurunnya kualitas otoritas keilmuan dalam penyampaian pesan Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep komunikasi dakwah dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus khusus pada QS. An-Nahl [16]:125 dan ayat-ayat dakwah lainnya serta mengelaborasi implementasi nilai-nilai Qur’ani tersebut dalam praktik dakwah digital di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur tafsir, ilmu dakwah, dan hasil-hasil penelitian mutakhir mengenai dakwah digital dan komunikasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan komunikasi dakwah pada tiga pilar utama: al-ḥikmah (kebijaksanaan epistemik dan kontekstual), al-mauʿizhah al-ḥasanah (nasihat yang baik dan menyentuh), serta al-mujādalah bi-allatī hiya aḥsan (dialog argumentatif yang etis).[1] Prinsip ini diperkuat oleh ayat-ayat lain seperti QS. Āli ʿImrān [3]:104, 110; QS. Fuṣṣilat [41]:33; dan QS. Al-Ḥujurāt [49]:6, 11–12 yang menekankan pentingnya verifikasi informasi (tabayyun), etika bertutur, dan penghormatan terhadap martabat manusia.[2] Artikel ini menyimpulkan bahwa komunikasi dakwah di era digital hanya akan efektif apabila pelaku dakwah mampu: (1) mengintegrasikan prinsip-prinsip Qur’ani dalam desain pesan dan interaksi di media sosial; (2) memahami karakteristik khalayak digital, terutama generasi milenial dan Gen Z; (3) menguasai literasi digital serta etika bermedia; dan (4) mengembangkan model komunikasi dakwah yang dialogis, partisipatif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. [1] Siti Zahraini dan Bob Andrian, “Metode Penyampaian Pesan Dakwah dalam Al-Qur’an: Analisis Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 125,” Ibn Abbas: Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir 6, no. 2 (2023): 141–142. [2] Ibid, 144-147
TRANSFORMASI DAKWAH DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: INTEGRASI TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DALAM KOMUNIKASI DAN MEDIA DAKWAH ISLAM Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 14 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v14i1.848

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang dakwah Islam. Teknologi ini tidak hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi juga telah menjadi mitra strategis dalam proses penyebaran nilai-nilai keagamaan secara lebih efisien dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan teknologi AI, seperti ChatGPT, HeyGen, dan Chatbot Muslim, dapat memperkuat strategi komunikasi dakwah serta mengubah paradigma penyampaian pesan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis karya ilmiah dan laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam dakwah memiliki potensi besar dalam mendukung efektivitas, personalisasi pesan, dan perluasan jangkauan dakwah. Namun, di sisi lain, muncul pula tantangan etis seperti potensi bias algoritmik, hilangnya peran manusiawi da’i, serta risiko ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, implementasi AI dalam dakwah harus dilakukan secara proporsional dan beretika, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat nilai dakwah Islam.

Page 10 of 10 | Total Record : 96