cover
Contact Name
Gerson Frans Bira
Contact Email
jaspeternakanunimor20@gmail.com
Phone
+6281246616131
Journal Mail Official
prodipeternakan@unimor.ac.id
Editorial Address
.Jln. Eltari Km. 9, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. 85613.
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JAS (Journal of Animal Science)
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 25021869     DOI : https://doi.org/10.32938/ja.v5i4
Core Subject : Health, Agriculture,
Ilmu Peternakan yang mencakup Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Reproduksi Ternak, Pemuliaan Ternak, Kesehatan Hewan, Teknologi Hasil Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan
Articles 112 Documents
Uji Viabilitas Spermatozoa Sapi Bali Jantan dengan Menggunakan Larutan Natrium Clorida (NaCl) yang Berbeda Level Maria Noviana J. Soi
JAS Vol 1 No 2 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - April 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i02.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan level Natrium Clorida (NaCl) terhadap viabilitas spermatozoa sapi bali, dimana ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak sapi bali jantan dewasa yang berumur ± 4 tahun sebanyak satu ekor jantan dan satu ekor betina. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang akan diuji adalah r1 (5 ml larutan NaCl + 0,2 ml semen), r2 (10 ml larutan NaCl + 0,2 ml semen), r3 (15 ml larutan NaCl + 0,2 ml semen) dan r4 (20 ml larutan NaCl + 0,2 ml semen). Hasil penelitian viabilitas atau daya tahan hidup spermatozoa dalam penelitian adalah sangat baik karena sel spermatozoa masih dapat bertahan hidup pada penambahan level tertinggi larutan NaCl yakni 20 ml, walaupun persentase sel spermatozoa yang mati tidak mencapai 100% karena masih terdapat sel spermatozoa yang hidup sebanyak 5,63% namun terjadi penurunan persentase hidup sel spermatozoa yang signifikan. Penambahan NaCl tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH semen. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Profil Darah Sapi Bali yang Mendapat Konsentrat Berbahan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) dengan Level yang Berbeda Gerson Frans Bira
JAS Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i03.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil darah ternak sapi penggemukan yang mendapat chromolaena odorata (Co) dalam konsentrat. Materi yang digunakan adalah 4 ekor sapi Bali jantan muda yang berumur 2 tahun dengan rerata berat badan awal 143 kg ((± 7,11 Kg). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan bujur sangkar latin (4 x 4) dipakai untuk menguji 4 jenis ransum perlakuan. Ransum yang diuji adalah mash yang mengandung COM10% (COM 10%), 20% (COM 20%), 30% (COM 30%) dan 40% (COM 40%). Konsentrat diberikan 2% dari berat badan. Parameter yang diamati adalah glukosa darah, urea darah, Hb, eritrosit dan trombosit darah. Hasil menunjukkan bahwa setiap penambahan Co dalam pakan tidak mempengaruhi profil darah ternak percobaan (normal), hal ini menunjukkan bahwa dengan perlakuan fisik akan megurangi bahkan menghilangkan kandungan anti-nutrient yang dikandung Co. Disimpulkan bahwa penggunaan Co dalam kosentrat sampai 40% tidak akan mempengaruhi profil darah ternak sapi penggemukan sehingga Co berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan sumber protein yang murah dan mudah untuk didapatkan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Pengaruh Pemberian Tepung Biji Gamal (Gliricidia sepium) sebagai Pengganti Bungkil Kedelai dalam Ransum terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit Anak Babi Lepas Sapih Hilarius Yosef Sikone; Gerson Frans Bira
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.81

Abstract

Upaya meningkatkan produktivitas ternak babi bisa melalui aspek pakan, karena pakan ternak babi merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung biji gamal (Gliricidia sepium) sebagai pengganti bungkil kedelai dalam ransum terhadap kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit anak babi lepas sapih. Penelitian ini menggunakan dua belas ekor babi jantan peranakan VDL. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Ketiga perlakuan ransum yang dicobakan adalah: R0: Ransum tanpa campuran tepung biji gamal; R1: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 2,5 %.; dan R2: Ransum dengan tingkat pergantian tepung biji gamal terhadap bungkil kedelai sebesar 5 %.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji gamal (Glicidia sepium) dalam pakan babi lepas sapih sebagai pengganti bungkil kedelai sampai dengan 2,5 % masih dapat ditolerir oleh anak babi, dengan kadar Hb dan nilai Hematokrit masih dalam kisaran normal, walaupun pada ternak babi tersebut menampakkan penampilan yang tidak baik. Lama perlakuan sangrai 15 menit diduga masih menunjukkan adanya aktivitas anti nutrisi pada ransum yang ditambahkan 2,5 % dan 5 % tepung biji gamal. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Pengaruh Celup Puting Menggunakan Ekstrak Buah Mengkudu Matang terhadap Jumlah Sel Somatik Sapi Perah Mastitis Subklinis Theresia Ika Purwantiningsih
JAS Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i03.120

Abstract

Mastitis menjadi masalah utama dalam tata laksana usaha peternakan sapi perah karena dapat menurunkan produksi susu dalam jumlah besar. Celup puting adalah salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran bakteri penyebab mastitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh celup puting menggunakan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia) matang terhadap jumlah sel somatik sapi perah yang menderita mastitis subklinis. Penelitian ini menggunakan empat ekor sapi Friesian Holstein (FH) yang diketahui menderita mastitis sub klinis. Puting sapi FH dicelup menggunakan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 30% dan 40% dalam kurun waktu satu bulan. Perhitungan jumlah sel somatik dihitung setelah celup puting dilakukan. Celup puting secara signifikan (P<0,05) dapat mengurangi jumlah sel somatik pada sapi perah yang menderita mastitis sub klinis. Larutan ekstrak buah mengkudu matang konsentrasi 40% lebih baik dalam mengurangi jumlah sel somatik. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan pH Semen Babi Landrace yang Diencerkan Menggunakan Bahan Pengencer Sitrat Kuning Telur Wolfhardus V. Feka; Agustinus Agung Dethan; Veronika Yuneriati Beyleto
JAS Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i03.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen babi Landrace pada pengencer sitrat kuning telur yang disimpan selama 24 jam. Semen yang digunakan berupa semen segar dari pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (60 menit, 120 menit, 180 menit, 240 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Semen segar dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di laboraturium Faperta Universitas Timor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencer sitrat kuning telur dalam semen babi Landrace berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas semen babi Landrace dengan presentase R1 60 menit 88.38 %, R2 120 menit 52.63 %, R3 180 menit 43.38 %, dan R4 240 menit 24.00 %. Penambahan pengencer sitrat kuning telur memberikan daya hidup terbaik dengan lama waktu penyimpanan selama 180 menit. Sedangkan untuk derajat keasaman (pH) tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.005) dimana nilai rataan pHnya R1 60 menit 5.5, R2 120 menit 5.25, R3 180 menit 5.25 dan R4 20 menit 5.0. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Perbandingan Penggunaan Dua Jenis Ransum terhadap Berat Potong Berat Karkas dan Berat Lemak Abdominal Broiler Maria Selfiana Pasi; Oktovianuas Rafael Nahak
JAS Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i03.254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas ransum buatan dengan ransum komersial terhadap berat pemotongan, berat karkas dan berat lemak abdominal ayam broiler. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan melakukan pengujian terhadap perbandingan pada perlakuan ransum buatan dan ransum komersial. Variabel yang diukur pada penelitian ini terdiri dari Berat potong (g/ekor); Berat karkas (g/ekor) dan Berat lemak abdominal (g/ekor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat potong tertinggi ditunjukkan pada perlakuan Ransum komersial 1772,94 g/ekor lebih tinggi dibandingkan ransum buatan 1761,06 g/ekor atau selisih 11,88 g/ekor, Pada berat karkas tertinggi yaitu pada perlakuan ransum komersial 1584,03 gr/ekor lebih tinggi dibandingkan ransum buatan 1573,37 g/ekor atau selisih 10,66 g/ekor, pada berat lemak abdominal tertinggi pada perlakuan ransum komersial 27,37 g/ekor dibandingkan ransum buatan 9,94 g/ekor atau selisih 17,44 g/ekor. Hasil uji t menunjukkan bahwa pada variabel berat potong dan berat karkas menunjukkan tidak berbeda nyata (p>0,05) antara ransum buatan terhadap ransum komersial atau dengan kata lain kedua perlakuan memiliki kualitas yang sama sedangkan pada variabel lemak abdominal menunjukkan perbedaan nyata (p<0,01) hal ini menunjukkan bahwa ransum buatan menghasilkan lemak lebih sedikit dibanding ransum komersial. Dapat dikatakan bahwa kualitas ransum buatan sama baiknya dengan ransum komersial namun lebih baik pada lemak abdominal.©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Uji Cold Shock Spermatozoa Babi Landrace terhadap Viabilitas dan pH Semen dengan Lama Waktu Berbeda Hironimus Sanan; Agustinus Agung Dethan
JAS Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i03.255

Abstract

Kualitas semen segar yang digunakan dalam inseminasi buatan dipengaruhi proses pembekuan. Problema pembekuan semen segar yaitu adanya pengaruh cold shock. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Pada penelitian ini digunakan semen pejantan babi Landrace berusia 1 tahun 8 bulan. Semen dikoleksi dengan metode manual menggunakan induk buatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (0 menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit) dan empat ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Penelitian ini diawali dengan melakukan penempungan semen segar babi Landrace bertempat di Tunbakun, selanjutnya semen segar langsung dievaluasi makroskopis dan mikroskopis di laboraturium Faperta Universitas Timor. Kemudian dilakukan perlakuan cold shock pada setiap ulangan, setelah itu diamati viabilitas dan derajat keasaman (pH) semen. Hasil penelitian yang mempunyai persentase terbaik adalah R0 (0 menit) dimana viabilitas spermatozoa 85.00% dan pH 8.00 dan R1 (30 menit) viabilitas spermatozoa 55.38 dan pH 8.00. Sedangkan rataan viabilitas spermatozoa dan pH pada R2 dan R3 mengalami penurunan yaitu 33.63%, 7.75 dan 26,75%, 7.25. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa rataan persentase spermatozoa hidup karena cold shock dengan lama waktu berbeda adalah menunjukkan perlakuan berbeda sangat nyata (P<0.01). Sedangkan derajat keasaman tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0.05). ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Pemanfatan Nutrisi pada Sapi Bali Betina Afkir yang Diberi Pakan Komplit Fermentasi Berbasis Daun Gamal dengan Level Energi Berbeda M. M. Sadipun; I Gusti N. Jelantik; M. L. Mullik
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai respon kenaikan berat badan sapi bali yang diberi pakan komplit fermentasi berbasis daun gamal (Gliricidia sepium) yang mengandung tingkat tambahan energi metabolis sebesar 7 MJ. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan dua puluh satu ekor sapi Bali (berumur 5-8 tahun dan berat badan 174,8 - 188,9 kg) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tujuh ulangan. Pemberian pakan berlangsung selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan komplit fermentasi berbasis daun gamal dengan level energi metabolis berbeda (EM 7 MJ/Kg BK, EM 8 MJ/Kg BK dan EM 9 MJ/Kg BK) tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan protein kasar, energy metabolis, konsumsi bahan kering tercerna, konsumsi nutrien kemudian juga cenderung meningkatkan PBB sapi Bali betina afkir yang digemukan dengan protein kasar 12,3%, dari pakan EM 8 MJ/kgBK menjadi EM 9 MJ/kgBK cenderung meningkatkan PBBHnya sebesar 0,63-0,75kg/hari. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Analisis Finansial Sistim Penggemukan Sapi Potong oleh Perusahaan dan Peternakan Rakyat di Kabupaten Kupang E. Edi Sunarto; Obed H. Nono; Ulrikus R. Lole; Hilarius Yosef Sikone
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.257

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pendapatan usaha penggemukan sapi di perusahaan peternakan dan peternakan rakyat, kelayakan usaha penggemukan sapi potong di perusahaan peternakan dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong di peternakan rakyat, dan faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan dari usaha penggemukan sapi potong di perusahaan dan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan wilayah sampel ditentukan secara Sampel Acak Klaster (Cluster Random Sampling) dan responden secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 responden. Analisis kelayakan finansial dikaji secara kuantitatif melalui analisis biaya dan manfaat, analisis laba rugi, analisis kriteria investasi, yaitu meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Pariod (PP), dan Analisis Switching Value. Hasil analisis menunjukan bahwa usaha penggemukan di perusahaan peternakan untuk sapi jantan memiliki nilai NPV sebesar Rp. 7.472.015.043; B/C sebesar 3.09; IRR sebesar 30.15%; Usaha penggemukan sapi betina afkir memiliki nilai NPV sebesar Rp. 3.720.704.516,- B/C sebesar 4.87; IRR sebesar 34%; sementara usaha penggemukan sapi jantan di peternakan rakyat memiliki nilai NPV sebesar Rp. 61.825.470; B/C adalah 4.92; IRR sebesar 95%. Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan untu usaha penggemukan sapi adalah jumlah ternak, harga bakalan, tenaga kerja dan harga jual, biaya pakan, dan bobot akhir ternak. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Kupang baik yang dilakukan oleh peternak maupun perusahaan peternakan layak dijalankan. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.
Identifikasi Ciri Eksterior Ternak Babi Jantan pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu Nonia A. Maikameng; Veronika Yuneriati Beyleto
JAS Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v1i04.258

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu dengan tujuan untuk mengetahui ciri eksterior ternak babi jantan yang ada pada wilayah ini dengan melihat pada variabel 1) warna bulu; 2) bobot badan; 3) panjang telinga; 4) panjang badan; 5) lingkar dada; dan 6) tinggi pundak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa warna bulu ternak babi jantan lokal di Kecamatan Atambua Selatan pada umumnya memiliki warna bulu tebal yang berwarna hitam pekat dan tebal di seluruh tubuh ternak, sebagian pula memiliki warna bercak putih-hitam, kecokelatan bercak hitam-putih, dan warna hitam yang menjadi dominan sehingga warna hitam dan bulu agak kasar menjadi karakteristik ternak babi jantan lokal, sedangkan pengukuran sifat kuantitatif pada babi lokal jantan menunjukkan bahwa rata-rata dari bobot badan jantan anak 7,66 kg, jantan muda 28,59 kg, dan jantan dewasa 111,00 kg, pajang telinga jantan anak 8,26 cm, jantan muda 11,42 cm dan jantan dewasa 20,44 cm, panjang badan jantan anak 36,30 cm, jantan muda 46,52 cm, dan jantan dewasa 107,67 cm, lingkar dada jantan anak 36,30 cm, jantan muda 46,56 cm, jantan dewasa 94,91 cm dan tinggi pundak jantan anak 28,84 cm, jantan muda 36,36 cm, jantan dewasa 62,71 cm. Hasil pengukuran sifat kuantitatif pada ternak babi jantan peranakan VDL menunjukkan bahwa rata-rata bobot badan adalah jantan anak 11,79 kg, jantan muda 78,31 kg dan jantan dewasa adalah 131,60 kg, panjang telinga jantan anak 10,69 cm, jantan muda 12,79 cm, dan jantan dewasa 21,61 cm, panjang badan jantan anak 32,23 cm, jantan muda 63,21 cm, dan jantan dewasa 108,94 cm, lingkar dada jantan anak 42,83 cm, jantan muda 59,88 cm dan jantan dewasa 103,13 cm, tinggi pundak jantan anak 30,74 cm, jantan muda 51,27 cm dan jantan dewasa 71,84 cm. ©2016 dipublikasikan oleh JAS.

Page 2 of 12 | Total Record : 112


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - April 2022 Vol 7 No 1 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - January 2022 Vol 6 No 4 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - October 2021 Vol 6 No 3 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - July 2021 Vol 6 No 2 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - April 2021 Vol 6 No 1 (2021): Journal of Animal Science (JAS) - January 2021 Vol 5 No 4 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - October 2020 Vol 5 No 3 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - July 2020 Vol 5 No 2 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - April 2020 Vol 5 No 1 (2020): Journal of Animal Science (JAS) - January 2020 Vol 4 No 4 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - October 2019 Vol 4 No 3 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - July 2019 Vol 4 No 2 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - April 2019 Vol 4 No 1 (2019): Journal of Animal Science (JAS) - January 2019 Vol 3 No 4 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - October 2018 Vol 3 No 3 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - July 2018 Vol 3 No 2 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - April 2018 Vol 3 No 1 (2018): Journal of Animal Science (JAS) - January 2018 Vol 2 No 1 (2017): Journal of Animal Science (JAS) - January 2017 Vol 1 No 4 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - October 2016 Vol 1 No 3 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - July 2016 Vol 1 No 2 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - April 2016 Vol 1 No 1 (2016): Journal of Animal Science (JAS) - January 2016 More Issue