cover
Contact Name
Mochammad Maola
Contact Email
maola@walisongo.ac.id
Phone
+6285848304064
Journal Mail Official
jish@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jalan Walisongo No. 3-5 Semarang Jawa Tengah, Indonesia Phone/Fax. +6224 7614454 Email: jish@walisongo.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Islamic Studies and Humanities
ISSN : 25278401     EISSN : 2527838X     DOI : https://doi.org/10.21580/jish
Journal of Islamic Studies and Humanities (JISH) intends to publish a high-standard of theoretical or empirical research articles within the scope of Islamic studies and humanities, which include but are not limited to theology, mysticism, cultural studies, philology, law, philosophy, literature, archaeology, history, sociology, anthropology, and art. All accepted manuscripts will be published both online and in printed forms.
Articles 186 Documents
ANALISIS PEMASARAN DIRECT SELLING MLM SYARIAH MEMBER PT TIENS Nadziratul Ulya; Nur Awali Khoirunnisa; Nuris Sirrul Laily
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 6, No 2 (2021): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.621 KB) | DOI: 10.21580/jish.v6i2.8999

Abstract

Praktik pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan sistem jaringan atau dikalangan masyarakat sering disebut sebagai Multi Level Marketing saat ini menjadi tren pemasaran yang digunakan oleh berbagai perusahaan, baik yang bergerak dalam bidang penyediaan barang ataupun pelayanan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berupa peninjauan studi kepustakaan. Peneliti mengumpulkan beberapa literatur kepustakaan mengenai praktik direct selling dalam pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Sistem Pemasaran yang digunakan oleh Tiens Group International Corp, serta kesesuaiannya dengan prinsip Syari’ah. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pemasaran yang dilakukan pada Tiens Group International Corp. adalah menggunaan sistem atau metode Multi Level Marketing. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan tidak adanya unsur MAGHRIB dalam Marketing Plan Tiens Group International Corp. dan telah disertifikasi MUI sejak 2009. Proses transaksi terstandar dan produk yang dijual adalah halal secara syari'ah dan mempunyai manfaat. Serta dapat disimpulkan bahwa strategi personal selling MLM pada Tiens Group International Corp. terdiri dari 4 bagian besar, yaitu: (1) cara kerja, (2) pendidikan, (3) alat bantu, dan (4)  kerja sama tim.  
Analisis Kritis Permasalahan Pendidikan Islam Indonesia di Era Global Musrifah Musrifah
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 3, No 1 (2018): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.504 KB) | DOI: 10.21580/jish.31.2341

Abstract

The purpose of this study is to find out the problems of national education in Indonesia in a global context. This research method uses library research. The results showed that national education experienced problems including the first, the Philosophical Mistakes that interpreted the quality of education with the Achievement Index, second, Weakening the Empowerment of Educators (Teachers), Third Education Management was centralized, structuralistic, and bureaucratic, fourth, the learning system is paternalistic, harismatic, militaristic, monologue. Improvement efforts can be taken through three steps, namely First, build awareness at all social levels. Second, strengthening the epistemology of education on humanize humans. Third, strengthening the management of social awareness-based education.Keywords: National education problems in Indonesia, national education in the global era, Nassional Education Solutions in the Global Era. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan pendidikan Nasional di Indonesia dalam konteks global. Metode penelitian ini menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nasional mengalami permasalahan diantaranya pertama, kekeliruan filosofis yang mengartikan mutu pendidikan dengan Indeks Prestasi, kedua, lemahnya pemberdayaan tenaga pendidik (pengajar), ketiga manajemen pendidikan bersifat  sentralistik, strukturalistik, birokratik, keempat, sistem pembelajaran  bersifat paternalistik, harismatik, militeristik, monolog. Upaya perbaikan yang bisa ditempuh melalui tiga langkah yaitu pertama, membangun kesadaran pada semua lapisan masyarakat. kedua,  penguatan epistemologi pendidikan untuk memanusiakan manusia, ketiga,  penguatan manajemen pendidikan berbasis kesadaran sosial.Kata Kunci: Masalah pendidikan Nasional di Indonesia, pendidikan Nasional di era global, Solusi Pendidikan Nassional di Era Global.
Argumentasi Pembaruan Ushul Al-Fiqh: Problematika dan Tantangannya Muhammad Syarif Hidayat
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 6, No 1 (2021): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.885 KB) | DOI: 10.21580/jish.v6i1.8175

Abstract

AbstrakPembaruan atas hukum Islam meliputi pembaruan atas Ushūl al-Fiqh dan Fiqh. Ushūl al-Fiqh khususnya sebagai metode pengabilan hukum Islam merupakan salah satu yang paling disorot. Seiring dengan perkembangan zaman, Ushūl al-Fiqh dituntut peranannya untuk selalu luwes dan tanggap dalam merespon problematika umat. Oleh karena itu, secara tidak langsung, pembaruan Ushūl al-Fiqh merupakan hal yang tidak bisa dielakkan. Namun demikian, usaha untuk melakukan pembaruan mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Ada yang pro juga ada yang kontra.  Tulisan ini adalah sebuah upaya untuk mendeskripsikan pembaruan yang terjadi dalam Ushūl al-Fiqh dengan menampilkan beberapa argumen dari para pemikir klasik maupun kontemporer. Tulisan ini merupakan studi kepustakaan dan dianalisis dengan metode deskriptif-analitik.Kata Kunci: Pembaruan, Ushūl al-Fiqh, Hukum Islam AbstractRenewal of Islamic law includes renewal of Ushūl al-Fiqh and Fiqh. Ushul al-Fiqh in particular as a method of imposing Islamic law is one of the most highlighted. Along with the times, Ushul al-Fiqh is required to have a role to always be flexible and responsive in responding to the problems of the people. Therefore, indirectly, the renewal of Ushūl al-Fiqh is inevitable. However, efforts to carry out reform have received mixed responses from various groups. There are pros and cons. This paper is an attempt to describe the reforms that have occurred in Ushūl al-Fiqh by presenting several arguments from classical and contemporary thinkers. This paper is a literature study and is analyzed using descriptive-analytic methods.Keywords: renewal, Ushūl al-Fiqh, Islamic Law
Pengaruh Mazhab Mufassir Terhadap Perbedaan Penafsiran Ahmad Atabik
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.852 KB) | DOI: 10.21580/jish.21.2516

Abstract

This article explores the influence of aqidah and fiqh mazhab or sect in different interpretations. The interpreters prefer using the word ikhtilaf to be juxtaposed with interpretation. Ibnu Taimiyah mentions an article ikhtilaf al-salaf fi al-tafsir in the book Muqaddimah fi Usul al-Tafsir and the other scholars' works. The interpretation difference is divided into two parts, variative difference (tanawwu') and contradictory disputes (tadad). Both of those interpretation difference forms occured among the scholars, but in terms of difference (contradictory) quantity is relative small. In this article, it is found that mazhab mufassir often influence their interpretation result. Affiliation of mazhab fiqh is very influencial on an interpreter's interpretation. The affiliation of kalam also influences a mufassir in interpreting the verses of the Qur'an. The influence of this difference leads to various interpretation and enriches the scientific treasures in Islamic religion.* * *Artikel ini mengeksplorasi tentang pengaruh mazhab aqidah dan fiqih dalam perbedaan penafsiran. Para ahli tafsir lebih memilih penggunaan kata ikhtilaf untuk disandingkan dengan penafsiran. Semisal, Ibnu Taimiyah menyebut sebuah pasal ikhtilaf al-salaf fi al-tafsir dalam kitab Muqaddimah fi Usul al-Tafsir, serta karya ulama-ulama lainnya. Perbedaan penafsiran dibagi menjadi dua bagian, yakni perbedaan variatif (tanawwu’), dan perselisihan kontradiktif (tad}ad). Kedua bentuk perbedaan penafsiran itu, terjadi dikalangan para ulama, namun dari segi kuantitasnya perbedaan (kontradiktif) relatif kecil. Dalam artikel ini, ditemukan bahwa mazhab mufassir seringkali mempengaruhi hasil penafsirannya. Afiliasi terhadap mazhab fiqih sangat berpengaruh pada penafsiran seorang penafsir. Begitu juga, afiliasi terhadap mazhab kalam juga sangat mempengaruhi seorang mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Sehingga, pengaruh perbedaan ini menyebabkan banyaknya penafsiran yang beragam dan memperkaya khazanah keilmuan dalam agama Islam.
IMPLIKASI INISIATIF PERCERAIAN TERHADAP HAK NAFKAH ISTRI Najichah Najichah
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 5, No 1 (2020): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.795 KB) | DOI: 10.21580/jish.v5i1.6960

Abstract

AbstractDivorce is the case most frequently submitted to the Religious Courts in Indonesia. This paper discusses how the divorce initiative has implications for the wife's right to post-divorce income. There are differences regarding the wife's right to post-divorce income based on who took the initiative to file for the divorce. In a divorce on the husband's initiative, based on the Compilation of Islamic Law, the husband is obliged to provide the wife's rights in the form of post-divorce income. Whereas for the divorce initiative originating from the wife, there is no obligation for the husband to give the wife the right to post-divorce income. Legal progressiveness emerges and provides new hope in reforming Islamic family law in Indonesia by punishing husbands to pay for their wives' rights to post-divorce income in divorce cases on the wife's initiative, namely; Jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia number 137/K/AG/2007, Book II of Guidelines for the Implementation of Duties and Administration of the Religious Courts, Supreme Court Regulation Number 3 of 2017, Circular of the Supreme Court Number 2 of 2019 which are in accordance with the principles of benefit, certainty and legal justice.
Tradisi Perang Obor di Tegalsambi Jepara: Kajian Maqasid Al-Shariah Efa Ida Amaliyah
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 4, No 2 (2019): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.64 KB) | DOI: 10.21580/jish.42.5230

Abstract

This paper examines about “perang obor” tradition seen from the perspective of the maqasid al-Sharia, especially maslahah al-mursalah. This needs to be studied, because Indonesia is a country that has many rituals or traditions in almost every region. On the other hand, there are some people who think that the rituals in each region are more inclined towards TBC (Taqlid Bid'ah Churafat). This research was conducted in Tegal Sambi Jepara with the ushul fiqh approach. Therefore, the study of maqasid al-Sharia, especially maslahah al mursalah is needed; it is because ritual be part of Indonesian society, especially Javanese society. The people of Tegal Sambi conduct a torch war ritual, meaning that the ritual brings their benefits, one of which is to give thanks to God and maintain friendship with neighbors.
THE IMPORTANCE OF WORKS OF MUHAMMAD SHIBLI NOMANI Samee- Ullah Bhat
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 3, No 2 (2018): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.857 KB) | DOI: 10.21580/jish.32.2921

Abstract

This article aims at describing and examining life and works of Muhammad Shibli Nomani. With a historical and content analysis, this paper draws several conclusions. First, the prominent scholar of the Indo-Pak subcontinent of the modern times earns global name and fame through his multiple contributions. These include an accomplished tremendous excellence in numerous walks of human knowledge, arts and science, language and literature, research and criticism, philosophy and scholasticism, history and biography. Secondly, in all his eminent writings, Shibli makes full utilization of primary sources. It is because of this full use of the primary sources that his writings are outstanding in nature not only for the wealth of knowledge but also for interpretation and presentation of facts collected from a number of sources. Third, Shibli’s historical writings were primarily written to refute the unfounded allegations of the European writers on Islam and Muslim rule, to acquaint the Muslims with their glorious past, and to draw them out of stagnancy and obscurantism. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan meneliti kehidupan dan karya-karya Muhammad Shibli Nomani. Dengan menggunakan analisis sejarah dan konten, penelitian ini berhasil mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, sang sejarahwan terkemuka dari Indo-Pakistan memperoleh nama besar dan kemasyhuran dari beberapa kontribusi yang dia berikan. Termasuk di antaranya, pencapaian yang mengagumkan dalam beragam bidang ilmu pengetahuan manusia, seni dan sains, bahasa dan sastra, penelitian dan kritisisme, dan sejarah dan biografi. Kedua, dalam semua karya tulisnya, Shibli memanfaatkan sumber-sumber utama. Penggunaan sumber-sumber utama inilah yang menjadikan tulisan-tulisan itu sangat mengagumkan bukan hanya karena kekayaan pengetahuan namun juga karena interpretasi dan penyajian fakta yang terkumpul dari beberapa sumber tersebut. Ketiga, karya tulis kesejarahan Shibli utamanya ditulis untuk membantah tuduhan tanpa dasar dari para penulis Eropa tentang Islam dan hukum Islam, untuk memperkenalkan orang-orang Muslim dengan masa lalu mereka yang mulia, dan untuk menarik mereka keluar dari kemandekan dan obskurantisme.
PERANAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA Aisa Rurkinantia
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 6, No 2 (2021): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.404 KB) | DOI: 10.21580/jish.v6i2.9023

Abstract

Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara syariah merupakan suatu hal yang mutlak dipahami oleh mahasiswa agar mahasiswa dapat secara bijak mengelola keuangan pribadinya dan dapat terhindar dari permasalahan keuangan dikemudian hari. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dikarenakan tidak cukupnya pemahaman akan pengelolaan keuangan bisa dialami tidak hanya oleh mahasiwa, tetapi juga masyarakat secara luas. Hasil penelitian menunjukkan masih rendahnya indeks literasi keuangan Syariah pada masyarakat di Indonesia, hanya sebesar 16 orang dari 100 orang di Indonesia yang mempunyai tingkat literasi keuangan dengan baik dan menjalankannya dalam kesehariannya. Peranan mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu menjembatani tingkat pemahaman mengenai literasi keuangan Syariah kepada masyarakat, agar masyarakat juga tidak salah dalam mengambil keputusan keuangan yang dapat menyebabkan kerugian.
Al-Fiqh Al-Islāmiy wa Āṡāruhu ‘alā al-Qānūn al-Ūrūbiy M Meirison
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.318 KB) | DOI: 10.21580/jish.22.2524

Abstract

Islamic Jurisprudence and Its Effects on European Law. A must for every Muslim to know and a right to know where someone draws European law and obsessed with him and not to say that Europe is the bearer of progress and prosperity for us and family law (ahwal as-syakhsiyah) as civilization and without it will live in the darkness and the darkness in life. Western nations will easily be said that the Islamic world has been indebted to the west to build their laws, especially in the field of private law (ahwal as-syaikhsiyah), marriage, inheritance and other mu'amalah actual fields formerly derived from Islam itself as joint property ownership in marriage. Even Islamic law has effect until the current international law.* * *Pengaruh Fiqh Islam Terhadap Hukum di Eropa. Sebuah keharusan bagi setiap muslim untuk mengetahui dan berhak untuk tahu di mana seseorang menggambar hukum Eropa dan terobsesi dengannya dan agar tidak mengatakan bahwa Eropa adalah  pembawa kemajuan dan kemakmuran bagi kita dan hukum keluarga (ahwal as-syakhsiyah) sebagai peradaban dan tanpa itu akan hidup dalam kegelapan dan kegelapan dalam kehidupan. Bangsa barat dengan mudah akan mengatakan dunia Islam telah berhutang kepada barat untuk membangun hukum mereka terutama di bidang ahwal as-syaksiyah, pernikahan, waris dan bidang mu'amalah lainnya yang sebenarnya dahulunya berasal dari Islam sendiri seperti kepemilikan harta bersama dalam perkawinan. Bahkan hukum Islam mempunyai pengaruh sampai kepada hukum internasional yang berlaku sekarang.
Kebesaran Agama dalam Negara (Studi atas Pandangan Emile Durkheim) Kuat Ismanto; R.A. Mulia
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2020): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.334 KB) | DOI: 10.21580/jish.v5i2.5665

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk menjawab pertanyaan apakah sebuah agama itu perlu menjadi besar? dan jika perlu menjadi besar, apa yang menjadi ukurannya. Data-data penelitian ini diperoleh melalui pembacaan atas buku, artikel jurnal, website, dokumen-dokumen lain yang sesuai dengan tema. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa agama perlu untuk menjadi besar, sebab agama diturunkan oleh Tuhan sebagai pedoman hidup bagi penganutnya. Agama mengajarkan kebaikan, kemanusian, perdamaian, dan lainnya, serta memerintahkan kepada penganutnya untuk mewujudkannnya. Meskipun menurut Dukheim, agama adalah sesuatu yang individual, tetapi untuk mewujudkan kemanfaatann perlu diwujudkan pelembagaan. Ukuran kebesaran agama tak sepatutnya diukur melalui jumlah penganut semata, tetapi sejauhmana agama itu mampu memberi kebaikan atas persoalan yang sedang dialami manusia. Atau diperluas, agama yang baik adalah agama yang mampu menjadi problem solver, bukan saja bagi penganutnya tetapi juga penganut agama lain. Meminjam pemikiran Weber bahwa agama bisa difungsikan sebagai pranata sosial yang baik.