cover
Contact Name
Mochammad Maola
Contact Email
maola@walisongo.ac.id
Phone
+6285848304064
Journal Mail Official
jish@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jalan Walisongo No. 3-5 Semarang Jawa Tengah, Indonesia Phone/Fax. +6224 7614454 Email: jish@walisongo.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Islamic Studies and Humanities
ISSN : 25278401     EISSN : 2527838X     DOI : https://doi.org/10.21580/jish
Journal of Islamic Studies and Humanities (JISH) intends to publish a high-standard of theoretical or empirical research articles within the scope of Islamic studies and humanities, which include but are not limited to theology, mysticism, cultural studies, philology, law, philosophy, literature, archaeology, history, sociology, anthropology, and art. All accepted manuscripts will be published both online and in printed forms.
Articles 186 Documents
TRADISI BARZANJI DAN MANAKIB SEBAGAI BASIS SOLIDARITAS SOSIAL: STUDI ETNOGRAFI MIGRAN DEMAK DI KECAMATAN KURUN, KALIMANTAN TENGAH Amin, Zulva Sahrul; Erawati, Desi; Wahid, Muhammad Irfan
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i1.28880

Abstract

Komunitas perantau Demak di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, telah melestarikan tradisi pembacaan Barzanji dan Manakib Syekh Abdul Qodir Jaelani sebagai warisan leluhur yang berfungsi tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas dan solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi tersebut dalam menjaga kohesi sosial serta memahami kontribusi para tokoh masyarakat dalam melestarikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Barzanji dan Manakib menjadi media kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan penghormatan terhadap tokoh agama. Para tokoh masyarakat berperan penting sebagai penggagas, pendidik, dan penjaga kesinambungan tradisi dengan melibatkan generasi muda, khususnya dalam perayaan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Tahun Baru Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ini memiliki nilai multidimensional: religius, sosial, budaya, dan edukatif, yang menjadikannya sebagai instrumen sosial dalam memperkuat solidaritas di kalangan perantau. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian tradisi keagamaan sebagai sarana integrasi sosial dan identitas budaya dalam masyarakat multikultural.
GRIT PADA HAFIZ DALAM MENJAGA KONSISTENSI HAFALAN AL-QUR’AN: STUDI FENOMENOLOGIS DI PESANTREN Fakhria, Milcha
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i2.29225

Abstract

Menghafal al-Qur’an bukanlah perjalanan singkat, melainkan proses panjang yang menuntut komitmen, ketangguhan dan kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hafiz (santri yang menghafal al-Qur’an) yang tidak mengikuti pendidikan formal dan tidak menggunakan fasilitas modern seperti telepon genggam atau kendaraan pribadi, namun tetap mampu menjaga konsistensi dalam menghafal al-Qur’an. Fokus penelitian ini adalah pada grit, yaitu semangat dan ketekunan yang terus terjaga dalam mengejar tujuan hidup yang bermakna. Pendekatan fenomenologi kualitatif digunakan untuk menggali makna pengalaman para hafiz melalui wawancara mendalam dan observasi di lingkungan pesantren. Partisipan sejumlah tujuh hafiz dipilih menggunakan teknik purposive dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta dianalisis menggunakan analisis tematik fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit hafiz tumbuh dari perpaduan antara motivasi spiritual, kemampuan regulasi diri, serta dukungan moral dan sosial di lingkungan pesantren. Keterbatasan justru dimaknai sebagai latihan kesabaran dan pembentukan karakter. Temuan ini memperluas pemahaman tentang grit dalam konteks Pendidikan dimana ketekunan tidak hanya lahir dari kemauan pribadi (willpower), tetapi juga dari kekuatan iman dan makna hidup (faithpower). Temuan ini memberikan wawasan penting tentang pengembangan ketangguhan mental dan karakter dalam pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren.
RECONSTRUCTING ISLAMIC ETHICAL REASONING IN DIGITAL GOLD INVESTMENT: A QUALITATIVE STUDY OF MUSLIM MORAL PERCEPTIONS Yuwono, Cinanthya; Ghofur, Abdul
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i2.29003

Abstract

This study investigates the ethical perceptions of Muslim communities toward digital gold innovations in the era of financial digitization, emphasizing the integration of Islamic values, economic considerations, and modern financial technology. Unlike previous studies focusing primarily on economic factors or technology adoption, this research highlights the role of ethics, Sharia compliance, and social norms in investment decisions. Using a qualitative approach, data were collected through literature review and in-depth interviews with Muslim digital gold investors, allowing for a comprehensive understanding of ethical reasoning and value reconstruction in digital financial practices. The findings reveal that investors consider not only financial benefits but also principles such as justice (‘adl), trustworthiness (amanah), honesty (shiddiq), public interest (maslahah), and sincerity (ikhlas) when evaluating investment legitimacy. Digitalization is perceived as a means to facilitate accessible, efficient, and Sharia-compliant investment without compromising ethical principles. The study also indicates the importance of clear contracts, transparency, and credible Sharia certification in enhancing trust. These insights contribute to developing an ethical evaluation framework for Sharia fintech and provide guidance for designing digital financial products that are morally sound, socially beneficial, and financially secure. The results further suggest directions for future research on digital literacy, educational strategies, and social influence in shaping young Muslims’ investment behavior.
REVISITING HADITH INTERPRETATION THROUGH GEOGRAPHY: EXTENDING MICHAEL A. COOK’S EXTERNAL CRITERIA THEORY Famellia, Zella; Sattar, Abdul
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i2.29022

Abstract

A hadith cannot always be understood solely throught its textual, it often requires a specific approach to uncover its proper contextual interpretation. The geographical approach is one such contextual method that helps reveal the true meaning of a hadith. This study adopts the theory of external criteria, as one of the essential aspects to examine in hadith research is the location where the hadith was conveyed. The purpose of this research is to explore the necessity of the geographical approach as an external criterion in understanding hadiths and to present examples of its application in several hadiths. This research employes a qualitative descriptive method with a library research design and a hadith studies approach. The finding reveals that, first, the geographical approach as an external criterion is crucial for comprehending the Prophet's hadiths. Second, examples include: 1) hadiths on the dynamic direction of the Qibla according to a Muslim’s location; 2) hadiths on toilet etiquette related to facing or turning away from the Qibla depending on the setting; 3) hadiths on garments such as white robes that adapt to local culture and climate.
EKOTEOLOGI ISLAM DAN IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA DALAM PENUTUPAN TAMBANG ILEGAL DI JAWA BARAT Siswanti, Hanifa Paramitha
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i2.29034

Abstract

Sebanyak 118 lokasi tambang ilegal dari total 176 titik yang terdata resmi ditutup oleh peme Illegal Mining, Ecotheology, Pancasila, Environment rintah provinsi Jawa Barat pada sepanjang semester pertama tahun 2025. Penutupan tambang ilegal hendaknya tak menjelma sebagai tindakan administratif semata, tetapi juga kesadaran spiritual dalam menjaga ciptaan Tuhan sekaligus memelihara keadilan sosial. Karya ilmiah ini bertujuan menyoroti implementasi nilai-nilai filosofis Pancasila dan UUD 1945 dalam kasus penutupan tambang ilegal di Jawa Barat. Implementasi tersebut juga ditelaah melalui lensa ekoteologi dalam perspektif keislaman. Penulisan karya ilmiah ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil studi menunjukkan penutupan tambang ilegal di Jawa Barat mencerminkan upaya korektif terhadap pelanggaran nilai-nilai Pancasila yang menekankan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam. Tindakan penutupan tambang ilegal oleh pemerintah daerah Jawa Barat merupakan bagian dari implementasi kewajiban negara untuk menjamin hak warga atas lingkungan hidup yang sehat sebagaimana dijamin dalam konstitusi. Perspektif ekoteologi melengkapi pemahaman bahwa krisis ekologis akibat tambang ilegal tidaklah semata menjadi persoalan hukum atau ekonomi, tetapi juga krisis spiritual akibat hilangnya kesadaran transendental terhadap kesakralan alam.
SYAHRASTANI DAN YAHUDI SAMARITAN: TELAAH ATAS OTORITAS TEKS DAN PERBEDAAN TEOLOGIS DALAM AL-MILAL WA AL-NIHAL Harefa, Rizka Rahmi; Maulana, Abdullah Muslich Rizal
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i2.29179

Abstract

Yahudi Samaritan merupakan salah satu kelompok dari Bani Israel yang muncul setelah runtuhnya Kerajaan Israel Utara. Kelompok ini memiliki identitas keagamaan yang berbeda dari kelompok Yahudi lainnya, terutama dalam aspek teologis dan filosofis, otoritas teks suci, dan praktik keagamaan. Namun, kajian yang membahas Yahudi Samaritan masih didominasi oleh narasi historis, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam dari sudut pandang teologi dan filsafat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Yahudi Samaritan dari perspektif Syahrastani dalam karyanya Al-Milal wa al-Nihal, mengulas perbedaan teologis dengan kelompok Yahudi lainnya, serta menelaah cara pandang Syahrastani yang kritis dan sistematis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis melalui analisis isi dan studi dokumen berdasarkan teks Al-Milal wa al-Nihal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpecahan antara Yahudi Samaritan dan kelompok Yahudi lainnya tidak semata-mata disebabkan oleh konflik politik, melainkan juga oleh perbedaan mendasar mengenai keaslian Taurat dan otoritas teks suci. Syahrastani memberikan kontribusi signifikan dalam menggambarkan posisi Yahudi Samaritan, tidak hanya dari aspek historis, tetapi juga dalam kerangka teologi dan filsafat agama. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana perspektif teologis dapat memperkaya pemahaman terhadap identitas keagamaan Yahudi Samaritan. Selain itu, studi ini menegaskan pentingnya analisis komprehensif terhadap teks klasik seperti Al-Milal wa al-Nihal, khususnya dalam menyoroti isu-isu keagamaan yang tetap relevan hingga saat ini.