cover
Contact Name
Angga Hardiansyah, S.Gz., Msi.
Contact Email
nutrisains@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrisains@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr. Hamka KM 2 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya
ISSN : 25283170     EISSN : 25415921     DOI : http://dx.doi.org/10.21580/ns
Core Subject : Health,
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya is a peer-reviewed, scientific journal published biannually by Department of Nutrition, Faculty of Psychology and Health Sciences, Islamic State University of Walisongo, Semarang. Its scope encompasses original scientific research and case studies in the field of clinical nutritions and dietetics, food services, community nutrition, functional food, nutritional biochemistry, halal aspect of food, regulation and information of food and nutrition.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 12 Documents clear
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kadar Glukosa pada Nasi Putih Purbowati, Purbowati; Anugrah, Riva Mustika
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4565

Abstract

This study aimed to understand the difference of glucose levels in electrical strored rice i.e. rice cooker and the glucose level of rice stored at room temperature at 0, 6, and 12 hours. This study used a completely randomized design (CRD) with 2 treatment groups (electrical stored rice and room temperature stored rice). Storage time is 0, 6, and 12 hours. Each treatment was conducted with 3 repetitions. The glucose levels were measured using spectrophotometry method. The Kruskal Wallis test was used to analyze the glucose level difference of 2 treatment groups. The glucose level electrical stored rice at 6, and 12 hours storage were 3,31%, and 2,16% consecutively. Whereas the glucose level room temperature stored rice at 6 and 12 hours storage were 2,60% and 2,16% respectively. Bivariate analysis showed that there were significant differences of the glucose levels at 6 hours storage, however there was no significant difference at 12 hours storage. There was a massive decrease of the glucose levels during storage for both of the treatment groups. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa nasi yang disimpan di rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang dengan waktu simpan selama 0, 6, dan 12 jam. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 kelompok perlakuan (nasi yang disimpan di dalam rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang). Variabel waktu penyimpanan adalah 0, 6, dan 12 jam. Masing-masing pengujian dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Kadar glukosa diukur menggunakan metode spektrofotometri. Uji Kruskal Wallis digunakan untuk menganalisa perbedaan kadar glukosa nasi yang disimpan di dalam rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang. Kadar glukosa nasi yang disimpan di rice cooker pada penyimpanan selama 6 dan 12 jam yaitu berturut-turut 3,31 %, dan 2,16 %. Sedangkan kadar glukosa nasi yang disimpan pada suhu ruang selama 6 dan 12 jam adalah 2,60 % dan 2,16 %. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan kadar glukosa pada nasi yang disimpan di dalam rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang pada penyimpanan selama 6 jam, tetapi tidak ada perbedaan kadar glukosa yang signifikan pada penyimpanan selama 12 jam. Terjadi penurunan kadar glukosa pada nasi selama penyimpanan, baik yang disimpan di dalam rice cooker maupun pada di suhu ruang.
Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dan Kaitannya dengan Kadar Kolesterol Total pada Wanita Dewasa Nurohmi, Susi; Marfu'ah, Nurul; Naufalina, Mira Dian; Farhana, Siti Awalisanah Hani; Riza, Muhammad El
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4706

Abstract

This study aimed to analyze the association between anthropometric assessments and total cholesterol levels among adult women. The research design was cross sectional study with purposive sampling methode involving 92 adult women in Sambirejo village, Mantingan, Ngawi, East Java. Anthropometric assessments consisted of BMI, waist circumference, and waist-hip ratio. Data analysis consisted of univariate and bivariate using Pearson Product Moment. Bivariate analysis was performed by the correlation of anthropometric assessment with total cholesterol levels. The results showed that 15.2% subjects were overweight and 54.1% subjects had obesity. There were 80,4 % subjects had waist circumference 80 cm and 71,7% subjects had waist-hip ratio ≥0,85. Subjects with cholesterol levels 200 mg / dL were 31,5 %. The BMI and waist circumference had no correlation to total cholesterol level. The waist-hip ratio had a significant correlation to cholesterol level. The conclusion of this study was waist-hip ratio in women related to high total cholesterol level.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total pada wanita dewasa. Desain penelitian adalah studi potong lintang dengan melibatkan sebanyak 92 orang wanita dewasa. Sampel dipilih secara purposive sampling di desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Penilaian antropometri yang dilakukan meliputi IMT, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-pinggul. Analisis data terdiri atas univariat dan bivariat  melalui uji Pearson Product Moment untuk melihat korelasi hasil penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% dan 54,1% subjek memiliki status gizi lebih dan obesitas. Sebanyak 80,4 % memiliki lingkar pinggang 80 cm dan sebanyak 71,7% memiliki rasio lingkar pinggang dan pinggul ≥0,85. Subjek dengan kadar kolesterol  200 mg/dL sebanyak 31,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMT dan lingkar pinggang tidak berkaitan dengan kadar kolesterol total. Rasio lingkar pinggang-pinggul berhubungan signifikan (p-value=0,29; r=0,227) dengan kadar kolesterol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rasio lingkar pinggang-pinggul pada wanita berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol total.
Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca ) dalam Pembuatan Bolu Kukus Pangestika, Aprilia Indah; Srimiati, Mia
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4132

Abstract

This study aims to determine the substitution effect of banana peel flour based on the proximate tests (water content, ash, carbohydrate, protein, fat and fiber). This experimental study used Completely Randomized Design (CRD) to find out the best quality of banana skin flour with the substitution level of kepok banana peel as a treatment. There were 4 treatments, F1 (45%), F2 (50%), F3 (55%) and F0 (without kepok banana peel flour). Based on the results of statistical tests using Analysis of Variance (ANOVA and Duncan’s Multiple Range Test, substitution of kepok banana peel flour has a significant effect (p 0.05) on the organoleptic properties. Steamed sponge cake substituted with 50% kepok banana peel flour (F2) was the formula with the highest acceptability compared to other formulas. Formula F2 (50%) showed the water content of 31,60%, ash level 2,78%, fat 5,97%, protein 10,97%, fiber 1,91%, and carbohydrate 48,68%. Kepok banana peel flour can be used as an alternative to diversification of food and increase the nutritional value of steamed sponge cake. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kulit pisang kepok berdasarkan uji proksimat (kadar air, abu, karbohidrat, protein, lemak dan serat). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui kualitas tepung kulit pisang terbaik dengan tingkat subsitusi tepung kulit pisang kepok sebagai perlakuan, yaitu F1 (45%), F2 (50%), F3 (55%) dan F0 (tanpa tepung kulit pisang kepok). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test, substitusi tepung kulit pisang kepok berpengaruh signifikan (P 0,05) terhadap hasil organoleptik produk. Bolu kukus yang disubstitusi tepung kulit pisang kepok sebanyak 50% (F2) merupakan formula dengan daya terima paling tinggi dibandingkan dengan formula lain. Formula F2 (50%) memiliki kadar air 31,60%, abu 2,78%, lemak 5,97%, protein 10,97%, serat 1,91%, karbohidrat 48,68%. Tepung kulit pisang kepok dapat dijadikan alternatif sebagai diversifikasi pangan dan meningkatkan nilai gizi pada bolu kukus.
Model Prediksi Persen Lemak Tubuh Remaja Putri: Studi Cross Sectional Khairani, Nurul; Sudiarti, Trini
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4367

Abstract

The purpose of this study was to get the prediction model which had optimum validity for  estimating body fat percentage of adolescent girls. The design of this study was a Cross Sectional. The sampels were 110 school girls which taken by Stratified Proportional technique. Anthropometric measurements consisted of measurements of age, weight, and height (to obtain the BMI (kg/ m2) and BMI (WHO Z Score)), waist circumference, and skinfold thickness. Body fat percentage was measured using various predictive models. Bivariate analysis used was the correlation test. Multivariate analysis used was multiple linear regression test. The ROC test was used for the validation test to determine the Area Under Curve (AUC) value, sensitivity, specificity, Positive Predictive Value (PVP), Negative Predictive Value (PVN), Likelihood Ratio + or (LR +), and LR-. The  result  of  the study  showed  that the average of body fat percentage of samples was 26,51% ± 5,48%. The prediction model which obtained from multivariate analysis was BFP= 0,991 BMI +0,069 ST+0,249 A -1,703. Based on the validation test, the prediction model of this study had optimum validity in compared with other  prediction  models.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model prediksi yang memiliki validitas optimal untuk memperkirakan persen lemak tubuhremaja putri. Desain  penelitian adalah Cross Sectional. Sampel yang diambil sebanyak 110 siswi dengan  menggunakan teknik Stratifikasi Proporsi. Pengukuran antropometri terdiri dari pengukuran usia, berat badan dan tinggi badan (untuk mendapatkan nilai IMT (kg/m2) dan IMT WHO Z Score), lingkar pinggang, dan skinfold thickness. Persen lemak tubuh diukur dengan menggunakan berbagai model prediksi. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi. Analisis multivariat menggunakan uji regresi linier ganda. Uji ROC digunakan untuk uji validasi untuk mengetahui nilai Area Under Curve (AUC), sensitivitas, spesifisitas, Predictive Value Positif (PVP), Predictive Value Negative (PVN), Likelihood  Ratio + atau  (LR+), dan LR-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persen lemak tubuh   responden adalah  26,51 %   ±  5,48 %. Model prediksi  yang  didapatkan dari hasil multivariat adalah PLT=  0,991 IMT  + 0,069 ST + 0,249 U -1,703. Berdasarkan hasil  uji  validasi, model prediksi tersebut  memiliki validitas optimal jika dibandingkan dengan model prediksi lainnya.  
Pengaruh Sinbiotik Kefir Tepung Pisang Batu (Musa balbisiana) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Kadar Trigliserida Tikus Model Sindrom Metabolik Sari, Diana Martha Ariesta; Maryusman, Taufik; Herlina, Santi
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4335

Abstract

This study was conducted to analyze the effects of banana (Musa balbisiana) flour kefir synbiotic on total cholesterol level and triglyceride level of Metabolic Syndrome rats model. This research used a true experimental method with pre-post test control group design. The number of 24 rats model were randomly divided into four groups, i.e. K– (healthy rats, standard diet), K+ (Metabolic Syndrome rats, standard diet), PI (Metabolic Syndrome rats, standard diet and synbiotic 1,8 ml/200grBW/day), and PII (Metabolic Syndrome rats, standard diet and synbiotic 3,6 ml/200grBW/day), with intervention duration of 3 weeks. Blood draws were carried out at the beginning and end session of the intervention to analyze total cholesterol and triglyceride levels. The data from the measurement of total cholesterol and triglyceride levels before and after the intervention were then analyzed using the Paired T-Test. The results of the Paired T-Test showed differences (p
Asupan Kalsium dan Fosfor Berkaitan dengan Karies Gigi pada Anak Sekolah Damayanti, Amilia Yuni; Darni, Joyeti; Octavia, Ruskiah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.5260

Abstract

This study aims to determine the relationship between calcium and phosphorus intake with dental caries of school children. This study was an observational study with a cross sectional design. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 96 subjects. This research was conducted in Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam, Ngawi starting from April - May 2019. Data on dental caries status (DMF-T index) was obtained by dental examination by a dentist. Data on calcium and phosphorus intake were obtained by direct interviews regarding the amount and type of intake using the Semi-Quantitative Food frequency Quesionaire (SQFFQ) form and the 24 hour food recall form. Calcium and phosphorus data were processed using Nutrisurvey software and the Indonesian Food Composition Table (TKPI). Chi-square statistical tests were used to analyze the relationship between calcium and phosphorus intake and dental caries. The majority of MI students who experience caries are aged 10 and 11 years. Calcium and phosphorus intake of subjects was classified as inadequate (77,1% and 59,4%). There was a significant relationship between calcium intake with dental caries p = 0,031 ( 0,05) and phosphorus intake with dental caries p = 0,029 ( 0,05). Adequate intake of calcium and phosphorus can reduce the risk of dental caries in children. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan kalsium dan fosfor dengan karies gigi anak sekolah. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sample sebanyak 96 subjek. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam, Ngawi mulai dari bulan April - Mei 2019. Data status karies gigi (indeks DMF-T) diperoleh dengan melakukan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi. Data asupan kalsium dan fosfor diperoleh dengan wawancara langsung mengenai jumlah dan jenis asupan menggunakan form Semi-Quantitative Food frequency Quesionaire (SQFFQ) dan form food recall 24 hours. Data kalsium dan fosfor diolah menggunakan software Nutrisurvey dan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Uji statistik Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan anatar asupan kalsium dan fosfor dengan karies gigi. Mayoritas Siswa MI yang mengalami karies adalah usia 10 dan 11 tahun. Asupan kalsium dan fosfor subjek masih tergolong kurang (77,1% dan 59,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan karies gigi p=0,031 ( 0,05) dan asupan fosfor dengan karies gigi p=0,029 ( 0,05). Asupan kalsium dan fosfor yang cukup dapat menurunkan resiko karies gigi pada anak.  
Pengaruh Sinbiotik Kefir Tepung Pisang Batu (Musa balbisiana) terhadap Kadar Kolesterol Total dan Kadar Trigliserida Tikus Model Sindrom Metabolik Diana Martha Ariesta Sari; Taufik Maryusman; Santi Herlina
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4335

Abstract

This study was conducted to analyze the effects of banana (Musa balbisiana) flour kefir synbiotic on total cholesterol level and triglyceride level of Metabolic Syndrome rats model. This research used a true experimental method with pre-post test control group design. The number of 24 rats model were randomly divided into four groups, i.e. K– (healthy rats, standard diet), K+ (Metabolic Syndrome rats, standard diet), PI (Metabolic Syndrome rats, standard diet and synbiotic 1,8 ml/200grBW/day), and PII (Metabolic Syndrome rats, standard diet and synbiotic 3,6 ml/200grBW/day), with intervention duration of 3 weeks. Blood draws were carried out at the beginning and end session of the intervention to analyze total cholesterol and triglyceride levels. The data from the measurement of total cholesterol and triglyceride levels before and after the intervention were then analyzed using the Paired T-Test. The results of the Paired T-Test showed differences (p
Asupan Kalsium dan Fosfor Berkaitan dengan Karies Gigi pada Anak Sekolah Amilia Yuni Damayanti; Joyeti Darni; Ruskiah Octavia
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.5260

Abstract

This study aims to determine the relationship between calcium and phosphorus intake with dental caries of school children. This study was an observational study with a cross sectional design. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 96 subjects. This research was conducted in Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam, Ngawi starting from April - May 2019. Data on dental caries status (DMF-T index) was obtained by dental examination by a dentist. Data on calcium and phosphorus intake were obtained by direct interviews regarding the amount and type of intake using the Semi-Quantitative Food frequency Quesionaire (SQFFQ) form and the 24 hour food recall form. Calcium and phosphorus data were processed using Nutrisurvey software and the Indonesian Food Composition Table (TKPI). Chi-square statistical tests were used to analyze the relationship between calcium and phosphorus intake and dental caries. The majority of MI students who experience caries are aged 10 and 11 years. Calcium and phosphorus intake of subjects was classified as inadequate (77,1% and 59,4%). There was a significant relationship between calcium intake with dental caries p = 0,031 (0,05) and phosphorus intake with dental caries p = 0,029 (0,05). Adequate intake of calcium and phosphorus can reduce the risk of dental caries in children. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan kalsium dan fosfor dengan karies gigi anak sekolah. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sample sebanyak 96 subjek. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Nurussalam, Ngawi mulai dari bulan April - Mei 2019. Data status karies gigi (indeks DMF-T) diperoleh dengan melakukan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi. Data asupan kalsium dan fosfor diperoleh dengan wawancara langsung mengenai jumlah dan jenis asupan menggunakan form Semi-Quantitative Food frequency Quesionaire (SQFFQ) dan form food recall 24 hours. Data kalsium dan fosfor diolah menggunakan software Nutrisurvey dan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Uji statistik Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan anatar asupan kalsium dan fosfor dengan karies gigi. Mayoritas Siswa MI yang mengalami karies adalah usia 10 dan 11 tahun. Asupan kalsium dan fosfor subjek masih tergolong kurang (77,1% dan 59,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan karies gigi p=0,031 (0,05) dan asupan fosfor dengan karies gigi p=0,029 (0,05). Asupan kalsium dan fosfor yang cukup dapat menurunkan resiko karies gigi pada anak.  
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kadar Glukosa pada Nasi Putih Purbowati Purbowati; Riva Mustika Anugrah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4565

Abstract

This study aimed to understand the difference of glucose levels in electrical strored rice i.e. rice cooker and the glucose level of rice stored at room temperature at 0, 6, and 12 hours. This study used a completely randomized design (CRD) with 2 treatment groups (electrical stored rice and room temperature stored rice). Storage time is 0, 6, and 12 hours. Each treatment was conducted with 3 repetitions. The glucose levels were measured using spectrophotometry method. The Kruskal Wallis test was used to analyze the glucose level difference of 2 treatment groups. The glucose level electrical stored rice at 6, and 12 hours storage were 3,31%, and 2,16% consecutively. Whereas the glucose level room temperature stored rice at 6 and 12 hours storage were 2,60% and 2,16% respectively. Bivariate analysis showed that there were significant differences of the glucose levels at 6 hours storage, however there was no significant difference at 12 hours storage. There was a massive decrease of the glucose levels during storage for both of the treatment groups. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa nasi yang disimpan di rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang dengan waktu simpan selama 0, 6, dan 12 jam. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 kelompok perlakuan (nasi yang disimpan di dalam rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang). Variabel waktu penyimpanan adalah 0, 6, dan 12 jam. Masing-masing pengujian dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Kadar glukosa diukur menggunakan metode spektrofotometri. Uji Kruskal Wallis digunakan untuk menganalisa perbedaan kadar glukosa nasi yang disimpan di dalam rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang. Kadar glukosa nasi yang disimpan di rice cooker pada penyimpanan selama 6 dan 12 jam yaitu berturut-turut 3,31 %, dan 2,16 %. Sedangkan kadar glukosa nasi yang disimpan pada suhu ruang selama 6 dan 12 jam adalah 2,60 % dan 2,16 %. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan kadar glukosa pada nasi yang disimpan di dalam rice cooker dan nasi yang disimpan pada suhu ruang pada penyimpanan selama 6 jam, tetapi tidak ada perbedaan kadar glukosa yang signifikan pada penyimpanan selama 12 jam. Terjadi penurunan kadar glukosa pada nasi selama penyimpanan, baik yang disimpan di dalam rice cooker maupun pada di suhu ruang.
Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dan Kaitannya dengan Kadar Kolesterol Total pada Wanita Dewasa Susi Nurohmi; Nurul Marfu'ah; Mira Dian Naufalina; Siti Awalisanah Hani Farhana; Muhammad El Riza
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4706

Abstract

This study aimed to analyze the association between anthropometric assessments and total cholesterol levels among adult women. The research design was cross sectional study with purposive sampling methode involving 92 adult women in Sambirejo village, Mantingan, Ngawi, East Java. Anthropometric assessments consisted of BMI, waist circumference, and waist-hip ratio. Data analysis consisted of univariate and bivariate using Pearson Product Moment. Bivariate analysis was performed by the correlation of anthropometric assessment with total cholesterol levels. The results showed that 15.2% subjects were overweight and 54.1% subjects had obesity. There were 80,4 % subjects had waist circumference 80 cm and 71,7% subjects had waist-hip ratio ≥0,85. Subjects with cholesterol levels 200 mg / dL were 31,5 %. The BMI and waist circumference had no correlation to total cholesterol level. The waist-hip ratio had a significant correlation to cholesterol level. The conclusion of this study was waist-hip ratio in women related to high total cholesterol level.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total pada wanita dewasa. Desain penelitian adalah studi potong lintang dengan melibatkan sebanyak 92 orang wanita dewasa. Sampel dipilih secara purposive sampling di desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Penilaian antropometri yang dilakukan meliputi IMT, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-pinggul. Analisis data terdiri atas univariat dan bivariat  melalui uji Pearson Product Moment untuk melihat korelasi hasil penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% dan 54,1% subjek memiliki status gizi lebih dan obesitas. Sebanyak 80,4 % memiliki lingkar pinggang 80 cm dan sebanyak 71,7% memiliki rasio lingkar pinggang dan pinggul ≥0,85. Subjek dengan kadar kolesterol  200 mg/dL sebanyak 31,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMT dan lingkar pinggang tidak berkaitan dengan kadar kolesterol total. Rasio lingkar pinggang-pinggul berhubungan signifikan (p-value=0,29; r=0,227) dengan kadar kolesterol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rasio lingkar pinggang-pinggul pada wanita berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol total.

Page 1 of 2 | Total Record : 12