cover
Contact Name
Johan Arifin
Contact Email
attaqaddum@walisongo.ac.id
Phone
+6285727512933
Journal Mail Official
attaqaddum@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penjaminan Mutu, UIN Walisongo Semarang Jln. Walisongo, No 3-5, Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
At-Taqaddum
ISSN : 19794703     EISSN : 25279726     DOI : 10.21580/at
AT-TAQADDUM, adalah Jurnal Peningkatan Mutu Keilmuan dan Kependidikan Islam, terbit setahun 2 kali oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Jurnal ini menekankan kedalaman pembahasan, mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian, dan mensosialisasikan kajian-kajian kontemporer tentang studi islam dan kemanusiaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 320 Documents
ESENSI PROGRAM BIMBEL MANASIK HAJI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Abdul Choliq
At-Taqaddum Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v10i1.2540

Abstract

Hajj is the perfect worship of the pillars of Islam that became the goal of all Muslims in the world. So many hajj pilgrims who register to go to the Holy Land every year. Hajj implementation annually put aside various problems. One of them is not the optimal of the hajj manasik given by Ministry of Religion  and the long departure time of hajj, while the candidate is dominated by the elderly (elderly). The ministry has a great desire to form an independent hajj, so becomes an important issue to be observed. Writing scientific paper aims to provide a good view to the Ministry of Religious Affairs or the guidance of pilgrimage to provide hajj manasik not just a manasik in general, but really oriented to empowering prospective pilgrims to form an independent hajj. Some of things that must be done is first to use the right methods such as Affirmation and Repetition and PAIKEM, both utilizing long waiting times with useful activities.Such as training in making signs of haj pilgrimage (such as marking ribbons, masks, or slendang neck), training planting of live pharmacies, and making some goods to prepare for the departure of pilgrimage (eg small bags for storage of goods and others). Third is to grow independent congregations in a way more opportunities to meet with other congregations in order to grow optimism in prospective pilgrims. ==================================================Haji merupakan ibadah penyempurna rukun Islam yang menjadi tujuan seluruh muslim di dunia. Sehingga setiap tahun banyak jama’ah haji yang mendaftarkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci. Pelaksanaan Haji setiap tahunnya menyisihkan problematika bermacam-macam, salah satunya ialah belum optimalnya manasik haji yang diberikan oleh Kemenag dan waktu tunggu keberangkatan haji yang lama, sedangkan calon jamaah di dominasi oleh lansia (orang lanjut usia). Kementrian sendiri memiliki keinginan besar untuk membentuk haji mandiri, maka demikian itu menjadi permsalahan yang penting untuk di teliti. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pandangan baik kepada Kemenag atau bimbel haji agar memberikan mansik haji tidak hanya sekedar manasik pada umumnya, tetapi betul-betul berorientasi pada pemberdayaan calon jamaah agar membentuk haji mandiri. Beberapa hal yang harus dilakukan ialah pertama menggunakan metode yang tepat seperti Affirmation and repetition dan PAIKEM, kedua memanfaatkan waktu tunggu yang begitu lama dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti Bersama-sama dalam pembuatan tanda-tanda perbekalan haji, seperti pembuatan tanda pita, masker, atau slendang leher, melatih penanaman tanaman apotik hidup, dan pembuatan beberapa barang untuk memepersiapkan keberangkatan haji, misalnya tas-tas kecil untuk penyimpanan barang dan lainnya. Ketiga ialah dengan menumbuhkan jamaah mandiri dengan cara lebih banyak memberikan peluang temu dengan jamaah lain agar tumbuh optimisme dalam diri calon jamaah.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Santri Pondok Pesantren Al Haq Kamal; Nasirothut Thoyyibah
At-Taqaddum Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v12i1.5330

Abstract

This research is aimed to find out the factors such as the social media, surrounding, intelligence, personality, and individual motivation influenced to entrepreneurship interest of students of Al Munawwir Islamic boarding school, Q complex. This type of research is quantitative descriptive. Data sources in this research are primary data in questionary and secondary data likes the number of student and history of Al Munawwir Islamic boarding school, Q complex, Yogyakarta. Population in this research is female students Al Munawwir Islamic boarding school, Q complex, Yogyakarta. The Sample obtained with sampling quota technique that sample total is 63 students.The result indicate that the social media, intelligence, personality, and individual motivation have positive influence on the entrepreneurial interest of students. Only the environment doesn’t effect the student entrepreneurial interest in the Al Munawwir Islamic boarding school, Q complex, Yogyakarta.
فكرة إمام سوفرايوغو عن نشر اللغة العربية في إندونيسيا Bahruddin Fanani
At-Taqaddum Volume 3, Nomor 2, November 2011
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v3i2.494

Abstract

Arabic is the most important means for the generation of Muslims wherever and whenever, since its existence became the main language of the sources of Islamic teachings. In another sense, every Muslim must learn and understand the primary sources of Islam, so they were obliged to learn Arabic. Learning Arabic has long been a focus of attention of the Islamic countries or countries with Muslim majority, to improve his people skills in mastering the Arabic language. The increasing mastery of the Arabic language ability is thought to increase the ability to understand the teachings of Islam. In the end, Islam will be easily implemented into the behavior of Muslim community life. This paper tries to present the points of thought one of the leaders in Indonesia are persistent in developing learning Arabic, especially in college. One figure who was appointed was Dr. Iman Suprayogo, rector of UIN Malang ie, a fairly judged successful in developing the idea of establishment Language Center on campus.
ZIARAH KUBUR DALAM PERSPEKTIF BUDAYA DAN AGAMA Ismawati Ismawati
At-Taqaddum Volume 4, Nomor 1, Juli 2012
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v4i1.730

Abstract

Javanese culture is gradually changing because culture is a mixture of Indian culture, Arab, and European (Dutch). This change occurs because the merchant marine from the qudside is coming to southeast Asia by taking long sea voyages. Javanese people identify their region as the land below the wind to distinguish it from the outside world of people who come from the west (India, Arab, and European) that country is on the wind.Transitional Islamic culture which was originally centered in the northern coastal urban areas fell into the hands of Sultan Agung, the ruler of the countryside. The Javanese coastal initially confirming the character of orthodox Islam as an international trade network is now following the Islamic character of the agrarian and rural society static whit pre-islamic influences.One result of acculturation between islam and local tradition is the birth of the devolutional visit to the grave ‘s tradition. The practice of many integrating between the religious values and cultural values, so it is not uncommon causing a debate in the Islamic religion it self.
PERGESERAN MAKNA DALAM KESENIAN NDOLALAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DI PURWOREJO M Mahsun
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v9i1.1786

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh asumsi adanya pergeseran makna dalam seni tari ndolalak. Awalnya ketika seni tari tersebut dikreasi mengandung pesan-pesan dakwah yang tersirat dalam lirik lagunya. Namun kenyataannya sekarang telah terjadi perubahan. Perubahan itu adalah antara lain; lirik lagu tidak lagi bernuansa dakwah,  dahulu penarinya laki-laki, sekarang perempuan.Ada tiga masalah yang dikaji yaitu: Pertama, mengapa terjadi pergeseran nilai dalam seni tari ndolalak? Kedua, faktor apa yang memengaruhi pergeseran nilai tersebut? Ketiga, apa implikasinya dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat di Purworejo?.Metode pengumpulan data terdiri dari intervew dan dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan metode induktif dengan menggunakan dua pendekatan yakni  antropologi dan sosiologi. Dalam analisisnya, menggunakan teori Clifford Geertz yakni teori simbol/pergeseran nilai, untuk menganalisa pergeseran nilai dan faktor yang mempengaruhi;  dengan memposisikan tari ndolalak sebagia sebuah simbol yang di dalamnya tersimpan nilai-nilai. Sementara analisis implikasi sosialnya menggunakan teori dialektika sosialnya Peter L. Berger.Temuannya adalah pertama, terjadi pergeseran nilai dalam seni tari ndolalak karena adanya tarik menarik antara etika/norma dan estetika dalam memahami seni. Kedua, ada 2 faktor yang memengaruhi pergeseran nilai tersebut yaitu faktor intrinsik terdiri dari SDM, keindahan (beauty), gerakan dan lirik lagu. Dan faktor ekstrinsik meliputi ekonomi, dinamika sosial, paham keagamaan, intervensi pemerintah, maraknya musik orgen tunggal dan dangdut. Ketiga, Implikasi sosialnya adalah terjadi pro dan kontra terhadap eksistensi seni tersebut terutama setelah muncul fatwa haram dari MUI Purworejo tahun 1985.
MAKNA BILANGAN ANGKA DALAM AL-QUR'AN Iing Misbahudin
At-Taqaddum Volume 3, Nomor 1, Juli 2011
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v3i1.300

Abstract

The Qur’an is not only a principal source of Islamic teachings pertaining to belief, Shari’ah and morals, but there are many cues in the Qur’an that encourage and inspire the advancement of human civilization. The Qur’an as a civilization that does not mean it contains the basic principles of science and civilization, one of which is to provide motivation and inspiration to study mathematics and arithmetic.The Qur’an uses numbers and figures are scattered in several verses, either in the form of fractions (al-kasur), unit numbers (al-mufrad), sequence numbers (at-tartibiyah), arranged numbers (murakkab) and dozens of numbers (al-uqd). The Qur’an also mentions 38 numbers, which can be grouped into seven groups of fractions, ie, unit numbers or numbers that only a single digit number composed (murakkab) of two numbers, numbers which are composed of three numbers, numbers which are composed of four numbers, numbers which are composed of five numbers, and numbers are made up of six digits. Some are repeated and there is a one-time mention. The meaning of these numbers there are two kinds of intrinsic meaning (truth) and the meaning of numbers of majazi.
KONSEP PEMBIAYAAN PEMILIKAN EMAS PADA PERBANKAN SYARIAH (Studi di Bank Mandiri Syariah Semarang) Zaenuri Zaenuri
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v6i2.721

Abstract

Pembiayaan Kepemilikan Emas (PKE) merupakan salah satu produk  perbankan syariah. Dasar hukum bagi produk ini yaitu Fatwa No. 77/DSN-MUI/V/2010 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai dan Surat Edaran BI No. 14/16/DPbS/2012 perihal Produk Pembiayaan Kepemilikan Emas Bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah. Terkait dengan PKE, Bank Mandiri Syariah telah meluncurkan produk BSM Cicil Emas, yang menggunakan akad murabahah dengan jaminan diikat dengan  rahn (gadai).Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata konsep pembiayaan BSM Cicil Emas secara umum sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Fatwa MUI dan Surat Edaran BI terkait. Namun dalam operasionalnya  ditemukan beberapa permasalahan yuridis, yaitu : BSM mengharuskan penggunaan emas objek PKE sebagai agunan,sedangkan Fatwa MUI terkait secara implisit membolehkan penggunaan agunan lain ;Dengan uang muka minimal 20%, nasabah PKE dapat menjadikannya sebagai agunan; Agunan PKE diasuransikan dan dibayar oleh nasabah PKE,hal ini tidak diatur dalam Fatwa MUI dan SEBI terkait; dan Pengenaan sanksi terhadap nasabah PKE yang terlambat membayar cicilan.
REKONSTRUKSI FILSAFAT ILMU DALAM PERSPEKTIF PEREKONOMIAN YANG BERKEADILAN (Kajian terhadap Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Ilmu Ekonomi yang Islami) Ratno Agriyanto; Abdul Rohman
At-Taqaddum Volume 7, Nomor 1, Juli 2015
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v7i1.1530

Abstract

Indonesia adalah negeri jamrud di khatulistiwa yang kaya raya dengan sumber daya alam, namun demikian kekayaan alam tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Letak kesalahan pengelolaan negeri ini tidak ada yang dapat memberikan penjelasan dengan memuaskan. Tulisan ini hanya sekedar pemikiran untuk memperkaya panduan perilaku Pengelola dan Rakyat Indonesia dalam berekonomi. Negara Indonesia ini telah dihuni oleh Pengelola dan Rakyat yang banyak belajar tentang ilmu pengetahuan yang rasionalis namun kurang memperhatikan rasa. Ilmu pengetahuan yang dilahirkan dari jaman renaissance lebih sekuler. Sekulerisme ilmu pengetahuan sesungguhnya menjadikan manusia berkepribadiaan terbelah (split personality), yakni manusia yang terpisah antara akal dan jiwanya; antara kepintaran dan kesalehan; antara ilmu dan perilaku; antara badan dan ruh. Manusia terdiri dari jiwa atau rasa dan badan. Pemisahan jiwa atau rasa dan badan menjadikan pandangan manusia tidak sebagai manusia yang utuh. Sekularisasi ilmu pengetahuan sebenarnya tidak sesuai dengan cita-cita luhur pendiri Bangsa Indonesia yang menghendaki pembangunan jiwa dan raga. Ilmu barat modern menjadikan alam semakin cepat mengalami krisis multi dimensi. Tulisan ini mengajak kita semua untuk kembali menyatukan antara Ilmu Ekonomi dan Agama, karena Agama adalah sumber ilmu.
IMPLEMENTASI ZAKAT PENGHASILAN SEBAGAI PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK PERORANGAN (STUDI KASUS MUZAKKI DI BAZNAS KABUPATEN SEMARANG) Sofia Fuadah; Arif Afendi
At-Taqaddum Volume 11, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v11i2.4445

Abstract

Tax is a obligatory payment to the country by a person or company and one of the highest source of income for a country. Amid the increasing role of taxes in this country revenue, raising awareness of Muslims on the role of zakat. This requires the proper management of Zakat and Tax. The government strives to minimize the double obligation by making regulations that can be a solution, namely Law Number 36 of 2008 concerning Income Tax and Law No. 23 of 2011 concerning Management of Zakat. The purpose of this study was to find out the Implementation of Income Zakat as a Deduction of Personal Taxable Income on muzaki in BAZNAS Semarang Regency and the Impact of Implementation of Income Zakat as a Deduction of Taxable Income for State Revenues and Community Welfare.  The method used in this study is a field research method conducted with a qualitative approach. The technique of collecting data is done by observation, interviews, and documentation. The descriptive analytical analysis is used as the method. The results showed that muzaki in BAZNAS Semarang District had implemented the policy even though it was still in a relatively low percentage, this was due to a lack of socialization from BAZNAS and KPP Pratama and a lack of community trust towards zakat management institutions. The policy has an impact on increasing the amount of zakat even though state revenues are reduced. The amount of zakat paid by muzaki can be used to assist the Government in alleviating poverty, because besides being distributed to 8 ashnaf, the funds can be used for empowerment programs that include Semarang Care, Semarang Healthy, Semarang Clever and Semarang Prosper.==================================================Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa dan merupakan sumber penerimaan tertinggi bagi suatu negara. Ditengah menguatnya peranan pajak dalam penerimaan negara ini, secara bersamaan muncul kesadaran umat Islam akan peranan zakat. Dengan adanya hal ini menuntut pengelolaan yang tepat antara Zakat dan Pajak. Pemerintah berupaya untuk meminimalkan kewajiban ganda tersebut dengan membuat peraturan yang dapat menjadi solusi yaitu Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dan Undang - Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi dari Zakat Penghasilan sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Orang Pribadi pada Muzaki di BAZNAS Kabupaten Semarang dan Dampak Implementasi Zakat Penghasilan sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Bagi Penerimaan Negara dan Kesejahteraan Masyarakat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif-analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muzakki di BAZNAS Kabupaten Semarang sudah menerapkan kebijakan tersebut meskipun masih dalam prosentase yang relatif rendah hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pihak BAZNAS dan KPP Pratama dan kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Kebijakan tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah zakat meskipun penerimaan negara berkurang. Jumlah zakat yang dibayarkan muzakki dapat digunakan untuk membantu Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, karena selain disalurkan kepada 8 ashnaf, dana tersebut dapat digunakan untuk program pemberdayaan yang meliputi Semarang Peduli, Semarang Sehat, Semarang Cerdas dan Semarang Makmur.
Analysis of Implementation of SKKNI Sub Funding and Services for Graduate of Vocation in Banking Sector Aidha Trisanty
At-Taqaddum Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v13i1.8353

Abstract

The Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI) are efforts to produce graduates ready for work according to industry needs. This includes the SKKNI for the sub-field of Funding and Services, covering four levels of qualifications for a prospective banker that include Teller, Customer Service, Funding Sales Representative, and Funding Product Development Manager. This study aims to determine the implementation of the SKKNI for Sub Financing and Services for Diploma III graduates at the current SMK level. This research is a qualitative descriptive study using observation and interview methods for data collection. The population in this study were all commercial banks and Islamic banks in Yogyakarta. From the questionnaires distributed to users, fourteen banks consisted of 9 (nine) conventional banks, and 5 (five) Islamic banks filled out the questionnaire. Constraints in the application of the SKKNI are caused by the qualifications of the positions regulated in the SKKNI. The gap between the provisions in the SKKNI and the regulations in force in banking is an obstacle for vocational schools in preparing graduates who meet industry demands.