cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
ISSN : 1411139X     EISSN : 25490176     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan. Jurnal PIKOM memuat artikel yang merupakan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang komunikasi dan media.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
GAYA KOMUNIKASI KETUA KELOMPOK WANITA TANI (STUDI KASUS KWT PUSPASARI DI KOTA BOGOR) nfn Sopian; Sarwititi Sarwoprasodjo; Aida Vitayala S; nfn Hubeis; Dwi Retno Hapsari
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.2593

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Bogor berperan penting dalam praktik pertanian perkotaan. Akan tetapi, jumlah KWT mengalami penurunan dan salah satu penyebabnya adalah peran dari Ketua KWT. Selain telah berdiri cukup lama di Kota Bogor dan tetap eksis hingga kini, KWT Puspasari juga pernah menorehkan prestasi yang mengharumkan Kota Bogor di tingkat provinsi. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini mengungkap gaya komunikasi dan gaya kepemimpinan ketua KWT Puspasari. Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan diskusi kelompok menunjukkan bahwa Ketua KWT Puspasari menerapkan gaya komunikasi yang action-oriented, process-oriented, people-oriented, dan ideas-oriented. Selain itu, Ketua KWT Puspasari memperlihatkan berbagai gaya komunikasi kepemimpinan yang khas yaitu: 1) menyesuaikan diri dengan keadaan anggota/kelompok, 2) menunjukkan kerelaan berkorban, 3) memperlihatkan kemauan keras, 4) memberikan keteladanan, 5) menunjukkan rasa bangga terhadap anggota, 6) berorientasi pada kebersamaan, 7) menghendaki anggota agar aktif dan kreatif, 8) mendorong inisiatif/inovasi/kreativitas, 9) memperlihatkan sosok serba bisa, dan 10) memanfaatkan peluang. Sepuluh gaya komunikasi kepemimpinan ini memperlihatkan adanya inspirasi, motivasi, atau keteladanan dari Ketua KWT sehingga para anggota mengikuti kepemimpinannya.
GAP KOMUNIKASI ANTARGENERASI DALAM PENGELOLAAN RADIO KOMUNITAS DI WILAYAH URBAN Diana Anggraeni; Sarwititi Sarwoprasodjo; Amiruddin Saleh; Andi Faisal Bakti
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.3398

Abstract

Radio komunitas didirikan untuk melayani kepentingan dan kebutuhan komunitas. Akan tetapi, dalam perkembangannya, radio komunitas tidak dapat sepenuhnya beroperasi sesuai aspirasi anggotanya. Radio komunitas juga harus beradaptasi dengan beragam perkembangan agar dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya. Penelitian yang dilakukan di Radio Komunitas Dapur Remaja (RKDR) di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat ini bertujuan untuk mengkaji gap komunikasi antargenerasi dalam pengelolaan radio komunitas di perkotaan setelah generasi kedua memimpin manajemen. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis kritis. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa terjadi gap komunikasi antara pengelola baru dengan anggota komunitas lama, yang disebabkan adanya perubahan pola interaksi komunikasi secara sosial dan budaya, yang berdampak pada perbedaan pemahaman mengenai pengelolaan radio komunitas. Pengelola radio komunitas, yang merupakan generasi muda, dianggap kurang mengakomodasi kegiatan komunitas sebelumnya dan lebih fokus memikirkan strategi baru untuk mendulang profit dari radio komunitas, sehingga partisipasi komunitas, nilai-nilai dan kepentingan komunitas kurang diperhatikan.
TEKNOLOGI KOMUNIKASI PEMANDUAN WISATA: PROSPEK DAN TANTANGAN PEMANFAATAN APLIKASI JAWARA nfn Purwadi; nfn Irwansyah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.2852

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis perubahan yang disebabkan oleh kehadiran aplikasi teknologi komunikasi pemanduan wisata kebun raya, yang bernama Jelajah, Belajar dan Wisata di Kebun Raya (JAWARA) dalam beberapa hal. Pertama, studi ini mengkaji perkembangan teknologi komunikasi pemanduan wisata kebun raya dari pemanduan konvensional ke pemanduan berbasis aplikasi. Kedua, tulisan ini membahas prospek dan tantangan pemanfaatan aplikasi JAWARA untuk pemanduan kebun raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang dikombinasikan dengan data hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perkembangan yang signifikan dalam pemanduan wisata kebun raya sejak diluncurkannya aplikasi JAWARA pada 2018. Pemanduan yang semula berbasis konvensional berubah secara perlahan menjadi berbasis aplikasi, meskipun saat ini masih bercampur dengan konvensional. Bukan tidak mungkin jika di masa depan pemanduan berbasis aplikasi akan menggantikan pemanduan konvensional manakala kecerdasan buatan mampu menggantikan peran dari pemanduan konvensional. Penggunaan aplikasi JAWARA memiliki prospek untuk berkembang secara masif seiring pesatnya penggunaan teknologi komunikasi digital yang mendorong meningkatnya jumlah pengunduh dan pengguna aplikasi ini. Adapun tantangan penggunaan aplikasi JAWARA adalah aplikasi ini harus terus terbarukan dengan perkembangan terkini agar dapat digunakan secara maksimal.
MANAJEMEN KESAN DISPARBUDPORA SUMENEP DALAM MEMBANGUN CITRA DESTINASI WISATA Mohammad Insan Romadhan
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.2875

Abstract

Dalam industri pariwisata, letak geografis sebuah daerah menjadi hal yang penting dalam mengelola destinasi wisatanya. Sumenep, secara geografis terletak di ujung timur Pulau Madura dan belum memiliki banyak pilihan moda transportasi seperti kota besar lainnya. Akan tetapi, faktanya hal tersebut tidak menjadi masalah, mengingat jumlah wisatawan yang meningkat setiap tahunnya. Melihat fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana manajemen kesan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Sumenep dalam membangun citra destinasi wisata di kota tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Adapun uji keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesan untuk membangun citra destinasi wisata di Sumenep, dilakukan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dengan menggunakan strategi ingratiation, self-promotion dan exemplification. Adapun strategi supplication dan intimidation tidak dilakukan. Hal tersebut tampak dari berbagai kegiatan untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Sumenep, khususnya dalam Program Visit Sumenep, yang banyak berisi pagelaran, festival dan promosi destinasi wisata alam maupun budaya.
MEMAHAMI MAKNA DAN MOTIF MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PARIAMAN SMART CITY Dewi Nila Utami; nfm Sarmiati; Elva Ronaning Roem
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.3062

Abstract

Pemerintah Kota Pariaman melakukan berbagai upaya untuk menjadikan kotanya berbudaya dan berkualitas melalui penerapan konsep smart city. Keberhasilan implementasi Pariaman Smart City tersebut tentunya juga dipengaruhi oleh peran dan pemahaman masyarakat tentang konsep smart city. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna yang dimiliki masyarakat Kota Pariaman tentang smart city dan motif masyarakat Kota Pariaman dalam mendukung Pariaman Smart City. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pariaman memaknai smart city sebagai penggunaan teknologi informasi, efektivitas birokrasi, pengelolaan kota yang lebih baik dan pemanfaatan internet dalam pelaksanaan pekerjaan. Dukungan masyarakat terhadap penerapan smart city berasal dari dua motif. Pertama adalah motif karena, yang menyatakan bahwa alasan masyarakat mendukung program smart city adalah karena keberhasilan daerah-daerah lain yang telah menerapkan konsep  smart city terlebih dahulu. Kedua adalah motif tujuan, yakni  keinginan menjadikan Kota Pariaman lebih maju dan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.
EDUKASI KEMITRAAN AJI, GOOGLE NEWS INITIATIVE, DAN INTERNEWS DALAM PENCEGAHAN INFORMASI HOAKS Kencana Ariestyani; Atika Budhi Utami
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.2396

Abstract

Hoaks adalah informasi salah yang sengaja disebarkan sebagai sebuah kebenaran atau fakta. Hoaks menyebar melalui beragam platform percakapan di dunia maya. Tidak seperti media massa yang menyebarkan informasi melalui proses gatekeeping, media sosial tidak melewati proses yang sama. Akibatnya, ribuan informasi menyebar dengan cepat. Hoaks juga dapat tersebar melalui media massa. Jurnalis sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan khalayak yang mengonsumsi informasi tersebut harus mampu berpikir kritis agar dapat membedakan hoaks dengan fakta yang benar. Upaya penangkalan informasi hoaks yang  semakin masif dapat lebih efektif dilakukan melalui program kemitraan, yakni menyelenggarakan pelatihan bagi para jurnalis dan workshop untuk masyarakat nonjurnalis, seperti yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan pengumpulan data primer melalui unstructured in-depth interview terkait kemitraan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis edukasi berbasis kemitraan sebagai upaya pencegahan informasi hoaks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan dalam penangkalan informasi hoaks menciptakan sinergi baru sehingga tujuan dapat tercapai dengan lebih tepat. Media massa perlu lebih kritis dan berhati-hati saat mendapatkan informasi berupa foto dan video dengan melakukan verifikasi menggunakan beragam tools, salah satunya yang tersedia di Google.
SMART SUSTAINABLE CITY FRAMEWORK : USULAN MODEL KOTA CERDAS YANG BERKELANJUTAN DAN INTEGRATIF Inasari Widiyastuti; Daru Nupikso; Novian Anata Putra; Vieka Aprilya Intanny
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.3297

Abstract

Model smart city yang tersedia telah mampu mengidentifikasi dimensi dan komponen enabler yang menjadikan implementasi berjalan tetapi belum cukup untuk mengukur kematangan dan menyiapkan strategi. Karakteristik daerah turut menjadi prasyarat implementasi model yang mengacu pada kota-kota besar dengan infrastruktur yang telah mapan. Banyak kota dan kabupaten yang berinisiatif mewujudkan smart city tetapi belum tersedia model evaluasi diri yang komprehensif untuk mengukur tingkat kematangannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model dan indikator smart city yang terintegrasi sesuai dengan karakteristik kota dan kabupaten di Indonesia. Model Smart Sustainable City Framework (SSCF) merupakan model pengukuran diri terhadap tingkat kematangan komponen enabler smart city, tingkat prioritas dimensi smart city, dan tingkat ketersediaan data indikator yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah. Model SSCF terdiri dari layer komponen enabler dan dimensi SSCF. Komponen enabler adalah komponen inti yang digerakkan oleh pemerintah daerah dan meliputi tata kelola dan teknologi. Adapun komponen dimensi meliputi smart mobility, smart governance, smart environment, smart living, smart people, dan smart economy. Dengan pengukuran tersebut, diharapkan pemerintah daerah memiliki deskripsi dan hasil pengukuran yang komprehensif pada kondisi saat pengukuran untuk menyusun strategi implementasi smart city di daerahnya.
TRANSAKSI SAYURAN VIA INTAGRAM: SEBUAH METODA PARTISIPATORIS DALAM PROSES KOMUNIKASI DAN PEMBELAJARAN KONSUMEN? Edi Dwi Cahyono; Reza Safitri; Eka Pradesti
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 2 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i2.3485

Abstract

Prospek platform media sosial sebagai alat komunikasi dan edukasi dalam bidang pertanian menarik untuk dikaji. Studi ini difokuskan untuk mendiskripsikan persepsi konsumen tentang aspek teknis dari Instagram dan perannya sebagai metoda untuk bertransaksi dan pembelajaran produk pertanian tertentu. Sebuah survei secara online dilakukan, yang menjaring 53 followers dari 7 komunitas online sayuran, yang dioperasikan di wilayah Malang Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pembeli sayuran via Instagram adalah perempuan berpendidikan tinggi, yang telah lebih dari tiga tahun menggunakan media sosial tahun. Melalui teknis analisis Skala Likert terungkap bahwa Instagram dipersepsi positif karena relatif kemudahan dalam penggunaan dan fleksibilitasnya. Selain memudahkan proses transfer informasi dan transaksi pertanian, Instagram juga mendorong budaya pembelajaran partisipatoris dan pertukaran pengetahuan dan inovasi, merefleksikan pembangunan agri-collective intelligence. Namun, dalam jangka waktu tertentu, cukup banyak pembeli yang ragu untuk melakukan transaksi sayuran lagi—  mengindikasikan adanya persoalan keberlanjutan dalam bertransaksi secara online.
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN INTERNET LITERACY PADA ANAK MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) Mite Setiansah; Wiwik Novianti; Anggun Rahmawati; Lydia Agustina
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 2 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i2.3530

Abstract

The use of the internet among children and adolescents is now unavoidable. The pandemic situation that hit Indonesia in early 2020 also had an impact on increasing ownership and use of internet-based media among children and adolescents. The problem is the limitations of parents in accompanying children to access the internet make parents unable to provide maximum protection for children in facing online risks and dangers. Children also cannot use their parents as a reference when they experience problems using the internet. Friends and siblings then become the child's main point of reference when looking for internet-related information. Starting from this condition, peer groups have great potential to be used as agents of internet literacy education for children. By using descriptive qualitative research methods supported by surveys and FGDs as data collection techniques, this study was conducted to obtain a model for developing literacy education in children through the formation of peer groups. The results showed that middle school age children had a high intensity of online media use, namely on average above 5 hours a day, they also had sufficient technical skills in accessing online media so that they could share knowledge among friends and other family members. It takes the role of schools and the media literacy community to be able to equip children with adequate media literacy education so that they can spread their knowledge to the people around them.
STUDI NETNOGRAFI POST-TRUTH DALAM PERCAKAPAN POLITIK PEMILIHAN PRESIDEN 2019 DI FACEBOOK Nano Sumarno
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 2 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i2.2977

Abstract

Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 berlangsung dalam era post-truth. Selama penyelenggaraan Pilpres 2019 tersebut, konten-konten post-truth membanjiri linimasa media sosial, khususnya Facebook. Konten posttruth tersebut tercermin melalui materi hoax dan fakenews yang sengaja disebarkan demi kepentingan politik. Facebook menjadi salah satu media paling efektif yang digunakan untuk menyebarkan konten post-truth. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konten post-truth di Facebook, yakni di grup Facebook Sukoharjo Makmur. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode netnografi yang mendapatkan data melalui observasi online. Observasi mencakup penggunaan visual teks, foto, video, dan cara penyampaian pesan post-truth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan post-truth yang diunggah di Facebook menggunakan berbagai jenis konten seperti teks, foto, video, gabungan teks dan foto, dan juga gabungan teks dan video

Page 9 of 10 | Total Record : 94