cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
ISSN : 1411139X     EISSN : 25490176     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan. Jurnal PIKOM memuat artikel yang merupakan hasil penelitian dan kajian ilmiah dalam bidang komunikasi dan media.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK TANI DALAM PENERAPAN BUDI DAYA PADI METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) Nadia Itona Siregar; Dwi Sadono; Cahyono Tri Wibowo
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 1 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i1.2216

Abstract

Kegiatan pertanian sangat bergantung dengan informasi dalam berbagai bentuk. Kajian terkait dengan arus informasi, hubungan relasi antarindividu, dan pola interaksi dalam kelompok tani yang terkait dengan budi daya padi metode system of rice intensification (SRI) dapat dilakukan dengan menggunakan analisis jaringan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis struktur jaringan komunikasi dalam kelompok tani, (2) untuk menganalisis hubungan antara jaringan komunikasi dengan penerapan budi daya padi metode SRI. Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani Sekar Arum dan kelompok tani Sumber Urip di Banyuwangi. Penelitian ini memiliki 74 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode intact sampling, yaitu mengambil seluruh individu yang termasuk di dalam sistem sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan free recall method yaitu metode analisis jaringan komunikasi, yang merumuskan pertanyaan dalam kuesioner dengan daftar nama. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur jaringan komunikasi yang terbentuk pada dua kelompok tani adalah interlocking network dan star, (2) terdapat korelasi positif antara out-degree centrality dan closeness dengan penerapan budi daya padi metode SRI.
KAMPANYE SOSIAL PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DI KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Irvan Roberto; Aida Vitayala S; nfn Hubeis; Sarwititi Sarwoprasodjo; Tin Herawati
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 1 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i1.2521

Abstract

Program Pendewasaan usia perkawinan (PUP) merupakan upaya meningkatkan usia perkawinan bagi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kampanye sosial program pendewasaan usia perkawinan (PUP) yang ada di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar serta faktor-faktor apa yang menghambat kampanye sosial program PUP tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye sosial program PUP yang dilakukan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Kecamatan Tamalate Kota Makassar yaitu dengan melakukan kampanye kepada remaja disekolah-sekolah tentang pentingnya pendewasaan usia perkawinan, membentuk PIK-Remaja di sekolah-sekolah, membentuk kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) bagi keluarga yang memiliki anak remaja, serta kampanye program PUP dilakukan memalui media cetak dan media elektronik. Temuan lain menunjukkan bahwa faktor penghambat kampanye sosial program PUP yaitu para PKB kesulitan dalam memberikan sosialisasi secara langsung kepada para siswa di dalam kelas karena berbenturan dengan jam pejalaran, tidak aktifnya siswa dalam PIK-Remaja yang telah terbentuk di sekolah-sekolah mereka, para orang tua yang tergabung dalam kelompok BKR tidak begitu aktif mengikuti pertemuan serta keterbatasan dana yang dimiliki oleh para PKB dalam membuat media-media kampanye seperti selebaran/brosur, poster, benner, leaflet, dll.
ANALISIS BENTUK KOMUNIKASI ANTAR PIHAK DALAM PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI KALENDER TANAM TERPADU DI KEMENTERIAN PERTANIAN Abdul Aziz; Pudji Muljono; Irsal Las; Retno Sri Hartati Mulyandari
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 1 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i1.2617

Abstract

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai lembaga penghasil inovasi harus mendiseminasikan hasil penelitian kepada pengguna agar teknologi yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu tantangan dalam mengkomunikasikan SI Katam Terpadu yaitu bagaimana menyampaikan pesan tersebut kepada stakeholders dan bagaimana menerima informasi dimaksud dari pihak-pihak terkait. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengidentifikasi sekaligus menganalisis bentuk komunikasi antar pihak dalam implementasi SI Katam Terpadu di tingkat petani. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk mendapatkan hasil analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian survei yang bersifat deskriptif eksplanatori. Survei dilakukan kepada lembaga-lembaga terkait dan petani yang telah mendapatkan informasi SI Katam Terpadu. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan langsung serta terus menerus sampai selesai dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 bentuk komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan informasi SI Katam Terpadu kepada petani yaitu komunikasi organisasi, komunikasi kelompok, komunikasi massa, dan komunikasi antarpribadi.
PROGRAM “PEMBATASAN PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA ANAK” DI RW 18 LELES, CONDONGCATUR, YOGYAKARTA Halimatus Sa'diyah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.2441

Abstract

Kehadiran media baru (internet) dan gadget (perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, laptop maupun perangkat elektronik pintar lainnya) memunculkan generasi digital natives. Generasi digital natives (now generation atau generasi digital) adalah sebuah generasi yang lahir mulai tahun 1990 yang tinggal dan hidup dikelilingi oleh perangkat teknologi canggih seperti komputer, video games, digital music players, video cams, telepon seluler, mainan dan alat canggih lainnya dan menggunakananya dalam kehidupan sehari-hari (Prensky, 2001:1-3).Tingginya penggunaan internet melalui smartphone pada anak berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental anak. Untuk mengatasinya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) RW 18 Kampung Leles, Sleman, Yogyakarta memiliki program pembatasan penggunaan smartphone pada anak. Kampung ini telah merintis program tersebut sejak tahun 2015 dan sudah mendapatkan partisipasi aktif dari masyarakat (Syambudi, 2018).Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus tunggal dari Robert K Yin (2018). Kerangka teori yang digunakan adalah teori komunikasi interpersonal dalam kampanye sosial dan teori komponen komunikasi dari Lasswell dengan memfokuskan pada karakteristik komunikator, pesan, dan jenis saluran komunikasi yang digunakan.Kegiatan dalam pembatasan penggunaan smartphone ini antara lain menyediakan lapangan bermain dengan menutup jalan pada jam bermain, menyediakan perlengkapan permainan tradisional dan mini perpustakaan. Sosialisasi pesan pembatasan smartphone dilakukan secara komunikasi interpersonal dari rumah ke rumah dan juga mediated communication seperti dengan stiker, mural, spanduk sepanjang jalan di RW 18. Pesan utama yang disampaikan adalah menunjukan bahaya bagi kesehatan anak jika menggunakan smartphone sejak dini (pendekatan negative). Komunikator yang menyampaikan pesan adalah orang yang kredibel dan memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik.
INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY AND CREATIVE ECONOMY: A CASE FROM INDRAMAYU Susri Adeni; Amiruddin Saleh; Musa Hubeis; Arif Satria
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.2147

Abstract

As Indonesian government endorse of growing creative economy, it also relates to the Information and Communication Technology (ICT) which is growing rapidly in Indonesia. The ICT is used by many people in rural area, especially at coastal area. At coastal area most women work for helping the family income. They produce the fish production. Thus it leads to their creativity in producing new product from fish. This creativity should be enforce by utilizing the ICT in particular for enlarging the market. The case from women in Indramayu District specifically in Indramayu sub-district, a coastal area, becomes locus for this research. This paper examines how women at coastal area produce the fish production becoming a creative economy and how they use the internet? The qualitative research is applied in this research. The result show that most women do not really use the internet, only a few of them utilize the internet to market their product by using social media. In conclusion, ICT cannot be applied maximally in Indramayu except the women are obtaining the media literacy.
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI TERHADAP POLA KOMUNIKASI MASYARAKAT DESA (Studi Di Desa Melabun, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung) Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.2660

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang dampak penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap pola komunikasi masyarakat Desa Melabun, Bangka Tengah, Bangka Belitung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian  menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Melabun sebagian besar sudah menggunakan telepon selular, meski kebanyakan jenis 2G. Sebagian kecil belum menggunakan karena tidak terampil. Telepon selular sehari hari hanya digunakan untuk berkomunikasi, dan belum digunakan secara maksimal dengan terhubung internet karena keterbatasan jaringan internet di desa. Sedangkan laptop dan komputer sudah digunakan oleh aparat desa, guru, mahasiswa, serta pemuda karang taruna. Sementara masyarakat umum yang berprofesi sebagai petani dan peternak, belum banyak menggunakannya karena tidak memiliki dan tidak terampil. Penggunaan TIK masyarakat Desa Melabun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pola berkomunikasi masyarakat setempat. Karena komunikasi yang paling dominan di desa tersebut adalah komunikasi langsung atau tatap muka. Namun komunikasi yang termediasi menjadi penunjang dalam aktifitas masyarakat sehari-hari seperti dalam kelompok-kelompok tani untuk memperoleh informasi seperti media tanam, harga pupuk, dan lain-lain. Komunitas tani di desa ini juga belum ada yang memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan hasil produk mereka.
KOMPONEN SMART GOVERNANCE BERDASARKAN KONSEP SMART VILLAGE Aulia Shabrinawati; Nany Yuliastuti
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.3020

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong perubahan di berbagai sektor, sehingga pada tahun 2015, PBB menginisiasi Agenda 2030 yaitu Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tujuan ke-11 yaitu menjadikan kota dan permukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya lainnya agar dapat dimanfaatkan secara efektif. Dengan dukungan teknologi informasi, Pemerintah Kabupaten Batang menginisiasi konsep smart village sesuai Perbub No. 11 Tahun 2018. Sehingga dalam penerapannya dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, dan tata kelola yang baik. Penelitian ini dilakukan terhadap 56 desa/ kelurahan pilot project smart village di Kabupaten Batang tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan komponen smart governance berdasarkan konsep smart village. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan analisis skoring. Variabel yang diteliti yaitu pelayanan publik, sistem informasi desa, dan pengelolaan dana desa. Hasilnya yaitu penerapan komponen smart governance sebagian besar masih kurang optimal (76,79%), sedangkan sisanya sudah optimal (16,07%) dan belum optimal (7,14%). Desa-desa yang belum optimal yaitu Desa Warungasem, Tumbrep, Amongrogo, dan Kandeman. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga smart village Kabupaten Batang kedepannya dapat diterapkan secara lebih optimal, efektif, dan berkelanjutan.
DISIMILARITAS RESEPSI PESAN PADA SISTEM INFORMASI PEMANTAUAN TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN BPK RI Ery Kurnia Ady Wibowo; Prahastiwi Utari; Sri Hastjarjo
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.2326

Abstract

Dalam suatu komunikasi, pesan yang disampaikan belum tentu diterima dengan benar dan sesuai dengan yang dimaksud oleh pengirim pesan. Keberhasilan proses penyampaian informasi tidak terlepas dengan media komunikasi yang digunakan dalam berkomunikasi. E-Government menuntut pemerintahan yang melek teknologi. Oleh karenanya dalam bidang pemerintahan seperti BPK RI memanfaatkan teknololgi baru untuk menunjang kinerjanya dalam memantau perkembangan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan dalam sebuah sistem informasi pemantauan tindak lanjut yang mengurangi aktivitas komunikasi face to face. Model pendekatan encoding/decoding  dari Stuart Hall akan dijadikan dasar untuk mengamati resepsi pesan teks yang disajikan oleh sistem baru teresbut. Teks media memiliki arti unik/khusus yang dikodekan ulang, akan tetapi penerimaannya ditentukan dari bagaimana individu membaca dan memaknai teks media tersebut. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui disimilaritas pemaknaan antara auditor dan aditee dalam memahami informasi atas rekomendasi yang harus ditindaklanjuti dalam audit keuangan BPK RI. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Wawancara semi tersetruktur dilakukan dengan beberapa informan yang memiliki latar belakang pemeriksaan dan yang tidak memiliki latar belakang pemeriksaan. Partisipasi responden yang menjadi objek penelitian bersifat sukarela. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terjadi disimilaritas pemaknaan pesan atas rekomendasi hasil pemeriksaan dalam penerapan teknologi baru. Temuan penelitian menunjukkan dari jumlah sampel rekomendasi mengahasilkan pemaknaan pesan bersifat dominan dan negosiasi dari masing-masing informan yang menjadi objek penelitian.Kata kunci : resepsi pesan, audit keuangan, e-goverment
IMPLEMENTASI BEKASI SMART CITY: PENGARUH KARAKTERISTIK PENGGUNA TERHADAP PERILAKU KOMUNIKASI PENGGUNA PENGADUAN ONLINE TERPADU (POT) Tatik Yuniarti; Muhammad Armen
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.2863

Abstract

The existence of the Integrated Online Complaints (POT) application created by the Bekasi City Government provides an opportunity for citizens to submit complaints, and report various problems that occur. However, community participation using this application is still considered low in terms of the level of usage. Therefore, this study aims to examine the relationship between the characteristics of POT application users and their communication behavior to the Bekasi City Government. The research method uses quantitative descriptive correlational approach with the sample with a total of 100 people. The results showed that the perception of trust, suitability, and perceived ease of POT users were significantly related to information seeking and information dissemination. This proves that POT users will disseminate information when they believe the application has helped it in handling problems. Users who feel satisfied and easy to use the application also tend to recommend it to relatives, friends and others around their environment. POT users feel that after reporting complaints through the application, the problems they face are handled more quickly, although in terms of communication and response, the Bekasi City Government is still low.Keberadaan aplikasi Pengaduan Online Terpadu (POT) yang diciptakan oleh Pemerintah Kota Bekasi memberikan peluang bagi warganya untuk menyampaikan pengaduan, dan melaporkan pelbagai permasalahan yang terjadi. Akan tetapi partisipasi masyarakat menggunakan aplikasi ini dinilai masih rendah dilihat dari tingkat penggunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan karakteristik pengguna aplikasi POT terhadap perilaku komunikasinya kepada Pemerintah Kota Bekasi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan purposive sampling berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kepercayaan, kesesuaian, dan persepsi kemudahan pengguna POT berhubungan nyata dengan pencarian informasi dan penyebaran informasi. Hal ini membuktikan bahwa pengguna POT akan menyebarkan informasi ketika mereka percaya aplikasi tersebut sudah membantunya dalam menangani masalah. Pengguna yang merasa puas dan mudah dalam penggunaan aplikasi tersebut juga cenderung akan merekomendasikannya kepada kerabat, teman dan orang lain di sekitar lingkungannya. Pengguna POT merasakan setelah melaporkan pengaduan melalui aplikasi tersebut, masalah yang dihadapinya lebih cepat tertangani, meskipun dalam hal komunikasi dan tanggapan, Pemerintah Kota Bekasi masih rendah.
PENILAIAN KEBERHASILAN SISTEM INFORMASI PENANGANAN COVID-19 SEBAGAI PENERAPAN FUNGSI HUMAS ONLINE PEMERINTAH PADA MASYARAKAT KOTA MAKASSAR Yayat D. Hadiyat; Mukhlis Amin
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i2.3230

Abstract

Penelitian ini melakukan pengukuran keberhasilan Sistem Informasi Penanganan Covid-19 dalam melaksanakan fungsi Humas online pemerintah pada masyarakat Kota Makassar. Pengukuran keberhasilan dilakukan melalui penilaian masyarakat yang diperoleh dari isian kuesioner yang disebarkan secara daring melalui media soaial dan aplikasi percakapan. Kuesioner disusun berlandaskan fungsi humas pemerintah. Massyarakat yang berparisipasai dalam penelitian ini sebanyak 170 orang. Hasil penelitian menyatakan  bahwa keberhasilan pelaksanaan fungsi humas pemerintah melalui sistem informasi (website) infocorona.makassar.go.id sebagai penerapan dari humas online pemerintah berada pada tingkat “cukup berhasil” dengan nilai keberhasilan sebesar 2,86.

Page 8 of 10 | Total Record : 94