cover
Contact Name
Very Julianto
Contact Email
jpsi@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
very_psi07@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Integratif
ISSN : 23562145     EISSN : 25807331     DOI : -
Core Subject : Social,
This journal is focusing on providing the public with understandings of integrated psychological studies and presenting researches and developments in psychology by articles and reviews. Psikologi Integratif scopes in particular psychological studies in general studies and integrated studies. This journal intends to bring up current issues in psychology subject by contributing to public with researches from psychology and related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
MODEL OF EVERYONE IS A TEACHER HERE: SOLUTION TO BUILD UP STUDENTS’ SELF-CONFIDENCE Idi Warsah; Fuad Nashori
Jurnal Psikologi Integratif Vol 8, No 2 (2020): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v8i2.2061

Abstract

Abstract: Self-confidence is an important aspect in dealing with learning processes at a university level. The current study aimed at qualitatively investigating the contributions of a learning model so-called “Everyone is a Teacher Here” (EITH) to the improvement of tertiary students’ self-confidence in learning. 30 students from Islamic Education Department at IAIN Curup were purposively engaged as the participants. Their self-confidence improvement was scrutinized using observation and in-depth interviews. The data revealed that EITH model was positively contributive to the improvement of students’ self-confidence in learning. In this respect, the students experienced improvements in terms of their courage to argue, ask, and answer questions. They also experienced improvements in terms of abilities to elaborate learning materials resting upon their confidence. The improvements of their confidence are also associated with the increases in learning responsibility and achievements.Keywords: self-confidence, learning, the model of everyone is a teacher hereAbstrak : Rasa percaya diri adalah aspek penting dalam menghadapi proses pembelajaran di tingkat universitas. Penelitian saat ini bertujuan untuk menginvestigasi secara kualitatif kontribusi model pembelajaran "Everyone is a Teacher Here” (EITH) terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam belajar. 30 orang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam di IAIN Curup dilibatkan sebagai partisipan. Peningkatan kepercayaan diri mereka diteliti dengan menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Data mengungkapkan bahwa model EITH memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam belajar. Dalam hal ini, para mahasiswa mengalami peningkatan dalam hal keberanian mereka untuk berargumen, bertanya, dan menjawab pertanyaan. Mereka juga mengalami peningkatan dalam hal kemampuan dalam menguraikan materi pembelajaran yang didasarkan pada kepercayaan diri mereka. Peningkatan kepercayaan diri mereka juga berasosiasi dengan peningkatan tanggung jawab dalam belajar dan hasil belajar mereka.Kata Kunci: rasa percaya diri, pembelajaran, model pembelajaran everyone is a teacher here
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI REGULASI EMOSI PADA IBU YANG MENDAMPINGI ANAK SEKOLAH DARI RUMAH Maya Arizqina Fauziah; Ruseno Arjanggi
Jurnal Psikologi Integratif Vol 9, No 1 (2021): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v9i1.2105

Abstract

The increasing burden of mothers during the pandemic by accompanying children's learning during school from home in the pandemic is an additional burden that teachers have previously done in schools. The increasing responsibility of the mother stimulated a decrease in the feeling of well-being in mother. The purpose of this study was to test the hypothesis that there is a positive relationship between emotional regulation and the psychological well-being of mothers who accompany their children to study from home during Covid 19 pandemic. Participants of this study were mothers who had children at the formal education stage in elementary school. A total of 110 mothers became participants in the scale try out of research instruments and 152 mothers joined as participants in the study. Two measuring instruments used in this research were emotional regulation scale and emotional well-being scale. Test result of emotional regulation scale obtained internal consistency α=0,77 and emotional well-being scale obtained internal consistency α=0,85. Hypothetical test by biserial correlation Pearson result found that emotional regulation correlated with emotional well-being. This study implies that better regulation of emotions that mothers have will contribute to improve psychological well-being.Bertambahnya beban ibu selama pandemi Covid-19 dengan mendampingi belajar anak selama bersekolah dari rumah merupakan beban tambahan yang sebelumnya banyak dilakukan oleh guru di sekolah. Bertambahkan tanggung jawab ini memungkinkan terjadinya penurunan perasaan sejahtera pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis penelitian yaitu ada hubungan positif antara regulasi emosi dengan kesejahteraan psikologis pada Ibu yang mendampingi anak sekolah dari rumah selama masa pandemic Covid-19. Partisipan penelitian ini yaitu 110 ibu sebagai partisipan uji coba alat ukur dan 152 ibu sebagai partisipan penelitian. Dua alat ukur digunakan dalam penelitian ini yaitu skala regulasi emosi dan skala kesejahteraan emosi. Hasil uji coba skala regulasi emosi diperoleh internal konsistensi α=0,77 dan skala kesejahteraan emosi diperoleh internal konsistensi α=0,85. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan korelasi dari pearson menemukan bahwa regualsi emosi berkorelasi dengan kesejahteraan emosi. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa semakin baik regulasi emosi yang dimiliki ibu akan memiliki kontribusi terhadap terbentuknya kesejahteraan psikologis yang semakin baik pula.
STRATEGI COPING: SISTEMATIK REVIU PADA KORBAN FACE-TO-FACE BULLYING DAN CYBERBULLYING Kusumasari Kartika Hima Darmayanti; Farida Kurniawati
Jurnal Psikologi Integratif Vol 8, No 1 (2020): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v8i1.1938

Abstract

Angka korban bullying di Indonesia mengalami kenaikan. Korban mempunyai reaksi emosi yang berbeda, yang mana tergantung pada strategi coping yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian sistematik reviu pada strategi coping korban face-to-face bullying dan cyberbullying dari pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan mahasiswa. Untuk melakukan sistematik reviu, 35 penelitian disaring dari tujuh database elektronik, meliputi: Taylor & Francis Online, Sage Journal, Science Direct, Springer Link, ProQuest, cyberpsychology.eu, dan Wiley Online Library. Pada sistematik reviu ini, terdapat 15 penelitian yang tersisa yang dikategorikan berdasarkan tingkat pendidikan dan strategi coping pada korban face-to-face bullying, face-to-face bullying dan cyberbullying, dan cyberbullying. Secara umum, strategi coping yang digunakan yakni problem-focused coping dan emotion-focused coping. Perbedaan terdapat pada penerapan problem-focused coping; bagaimana korban menghindari pelaku bullying, apakah dalam konteks interaksi langsung atau menggunaka media elektronik. Penelitian selanjutnya hendaknya fokus pada pemilahan strategi coping yang adaptif sehingga para praktisi bisa menerapkan intervensi strategi copingguna meningkatkan kesehatan mental.
PENGASUHAN RESPONSIF AYAH DAN KUALITAS PERTEMANAN REMAJA Winata Tjandra; Darmawan Muttaqin; Marselius Sampe Tondok
Jurnal Psikologi Integratif Vol 8, No 2 (2020): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v8i2.1911

Abstract

Pertemanan memiliki kontribusi terhadap perkembangan remaja tidak terkecuali perkembangan sosioemosional khususnya relasi interpersonal dengan teman sebaya. Kemampuan menjalin relasi pertemanan dengan teman sebaya tidak dapat dipisahkan dari pengalaman remaja ketika berelasi dengan orang tuanya. Mayoritas masyarakat di Indonesia masih memosisikan ibu sebagai pengasuh utama padahal ayah juga memiliki peran dalam pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengasuhan responsif ayah dengan kualitas pertemanan. Partisipan penelitian merupakan 362 remaja berusia 12-21 tahun yang sedang berada pada tahap remaja awal, tengah, dan akhir. Penelitian ini menggunakan alat ukur Friendship Qualities Scale dan sub skala Responsiveness dari Parenting Style yang digunakan untuk mengukur kualitas pertemanan dan pengasuhan responsif ayah. Hasil analisis korelasi menemukan bahwa pengasuhan responsif ayah memiliki hubungan positif dengan kualitas pertemanan. Selain itu, ditemukan perbedaan kualitas pertemanan ditinjau dari jenis kelamin dan kelompok usia. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan secara responsif berkaitan dengan kemampuan remaja dalam menjalin relasi pertemanan yang berkualitas dengan teman sebayanya. Karakteristik yang berbeda antar jenis kelamin dan kelompok usia dapat menyebabkan perbedaan kualitas pertemanan.
SENTRALITAS JARINGAN TEMAN DAN ADAPTASI PSIKOLOGIS MAHASISWA BARU: IMPLEMENTASI SOCIAL NETWORK ANALYSIS Tabah Aris Nurjaman
Jurnal Psikologi Integratif Vol 8, No 2 (2020): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v8i2.1899

Abstract

Salah satu tuntutan psikologis yang dihadapi mahasiswa baru adalah adaptasi pada lingkungan barunya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sentralitas jaringan sosial terhadap adaptasi psikologis pada mahasiswa baru dalam dua tahap analisis. Tahap pertama dilakukan dengan implementasi Analisis Jejaring Sosial (AJS) untuk memperoleh data jaringan sosial, berupa sentralitas closeness, betweenness, eigenvector, information, dan power. Tahap uji pengaruh dilakukan dengan menggunakan regresi berganda dan regresi non-linier model kuadratik. Pengambilan data dilakukan terhadap 47 mahasiswa (Musia = 18,7 tahun; 81% wanita), yang baru menempuh satu setengah semester perkuliahan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terbuka tentang lima teman terpercaya di kelas untuk analisis jejaring sosial dan kuesioner adaptasi Brief Psychological Adaptation Scale (BPAS) untuk mengukur adaptasi psikologis (8 aitem; α = 0,73). Hasil analisis jejaring sosial menunjukkan dominasi aktor-11 dan aktor-12 pada dua dari lima sentralitas jaringan sosial. Berdasarkan pengaruhnya, secara bersama-sama sentralitas mempengaruhi adaptasi psikologis pada mahasiswa baru, namun hanya sentralitas closeness dan power yang berkontribusi secara signifikan. Pengujian pengaruh tunggal, sentralitas information menjadi satu-satunya sentralitas jaringan yang berpengaruh secara signifikan terhadap adaptasi psikologis.
SEKOLAH MENYENANGKAN: KONSEP SEKOLAH YANG MEMPROMOSIKAN WELL-BEING BERDASARKAN SUARA ANAK-ANAK, ORANGTUA DAN GURU DI INDONESIA: GROUNDED ANALISIS T. Novi Poespita Candra; Muhammad Nur Rizal
Jurnal Psikologi Integratif Vol 9, No 1 (2021): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v9i1.2150

Abstract

Many studies emphasized the importance on how schools expand their role beyond the academics improvement, particularly in terms of improving and creating children's wellbeing. Unfortunately the system in Indonesia has not been able to bridge the gap even though the research concept of 'how can schools promote children's wellbeing' is widely offered. This research aims to explore the concept of a well-being school, considering the voices of children, teachers, and parents as the most important aspects in basic education. The participants involved 30 children, 30 parents, and 30 teachers from 3 types of schools (public, private, non-religious, and private Islam) in Yogyakarta Province. Collecting data used Focus Group Discussion and the analysis used Grounded Analysis to create concepts theories. The research showed that schools in Indonesia functioned as the second home after the family. It was found that the term 'fun school' is a model of school which is expected to create happiness and function optimally. The main principles of fun school development are: 1) creating a positive and ethical learning environment, 2) problem-based relevant learning, 3) human and digital interactions, 4) character development through emotional social learning. The foundation of the five principles uses the main values unique to Indonesia, kinship and mutual cooperation. The concept is carried out through the 'Fun School Movement' and is able to create hundreds of model schools in the Yogyakarta, Central Java, Tangerang, Tangsel region, and thousands of school networks in Indonesia with a grassroots approach, has also been adopted by several local governments and is recognized by the Indonesian Ministry of Education and Culture. Banyak penelitian menekankan pentingnya sekolah meluaskan perannya lebih dari sekadar meningkatkan akademik, juga menciptakan well-being anak. Sayangnya sistem di Indonesia belum mampu menjembatani meski konsep penelitian ‘bagaimana sekolah mampu mempromosikan wellbeing anak’ banyak ditawarkan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep sekolah well-being, yang mempertimbangkan suara anak, guru, dan orangtua sebagai hal terpenting pendidikan dasar. Partisipannya melibatkan 30 anak, 30 orangtua, dan 30 guru dari 3 tipe sekolah (negeri, swasta nonagamis, dan swasta Islam) di Provinsi Yogyakarta. Pengambilan data menggunakan Focus Group Discussion dan analisisnya menggunakan Grounded Analysis untuk menciptakan konsep/teori. Hasil penelitian menemukan, sekolah di Indonesia berfungsi sebagai rumah kedua setelah keluarga. Ditemukan term ‘sekolah menyenangkan’ sebagai model sekolah diharapkan menciptakan kebahagiaan dan berfungsi optimal. Prinsip utama pembangunan sekolah menyenangkan: 1) penciptaan lingkungan belajar positif dan etis, 2) pembelajaran relevan dengan problem based, 3) interaksi manusia dan digital, 4) penumbuhan karakter melalui pembelajaran sosial emosi. Fondasi kelima prinsip menggunakan nilai utama khas Indonesia, kekeluargaan dan gotong-royong. Konsep dijalankan melalui ‘Gerakan Sekolah Menyenangkan’ dan mampu menciptakan ratusan sekolah model di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, Tangerang, Tangsel, dan ribuan jejaring sekolah di Indonesia dengan pendekatan akar rumput, juga sudah diadopsi beberapa pemerintah daerah dan diketahui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
CITIZENS’ ATTITUDES TOWARD THE POLICE Feren Eki Putri; Suryani -; Salma Nabillah; Firman Widya Putra; Bayu Satrio Utomo; Raesma Elfryda Maheindry; Deajeng Wahyu Nur
Jurnal Psikologi Integratif Vol 8, No 1 (2020): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v8i1.1788

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to describe citizents attitudes toward the police. There were 101 respondents in Surabaya were involved and analyzed based on gender, age, education, and experience as a demographic variables. This quantitative research used descriptive and comparative survey methods. Attitudes Toward Police instrument which consists of seven items were used. Data was analyzed using Independent Sample-T Test. The results showed that there were no differences between men and women in attitudes toward the police. This study also shows that respondents with early adulthood, higher education, and never interact with the police show more positive attitude compared to respondents in their teens, high school education, and have interaction with the police.Keywords: Attitudes, Police, Society Abstrak. Riset ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sikap masyarakat terhadap polisi. Responden yang berpartisipasi pada studi ini sejumlah 101 masyarakat Surabaya dan dianalisis berdasarkan empat variabel demografis yaitu gender, usia, pendidikan, pengalaman. Penelitian kuantitatif ini menggunakan survei deskriptif dan komparatif. Alat ukur yang digunakan adalah instrument Attitude Toward Police yang terdiri dari tujuh aitem. Analisis data dilakukan dengan metode Independent Sample-T Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sikap yang signifikan terhadap polisi antara laki-laki dengan perempuan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa awal, Pendidikan perguruan tinggi, dan tidak pernah berinteraksi dengan polisi memiliki sikap yang lebih positif dibandingkan dengan responden usia remaja, Pendidikan SMA, dan pernah berinteraksi dengan polisi.Kata kunci: Sikap, Polisi, Masyarakat
KARAKTER DISIPLIN SISWA DITINJAU DARI PERSEPSI KETAHANAN KELUARGA DAN KUALITAS KEHIDUPAN SEKOLAH Siti Salma Salsabila; Rachmy Diana
Jurnal Psikologi Integratif Vol 9, No 1 (2021): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v9i1.2165

Abstract

Discipline character is very crucial to be developed since an early age. Children who have a disciplined character will be able to learn and to develop admirable behavior that is accepted by society and members of social groups. This study examined whether family resilience and the quality of school life has a correlation with the character of discipline. The hypotheses were (1) there is a positive correlation between the quality of school life and family resilience with the disciplinary character of students (2) there is a positive correlation between the quality of school life and the character of student discipline and (3) there is a positive correlation between family resilience and the character of student discipline. This research was conducted by giving three scales to 220 junior high school students. The result analysis showed that the hypotheses were accepted. There was a positive and significance correlation between family resilience and the quality of school life with the disciplinary character of students.Keywords: discipline character; family strengths; quality school of lifeKarakter disiplin sangat penting dikembangkan sejak dini. Hal ini dikarenakan anak yang memiliki karakter disiplin mampu belajar berperilaku yang diterima oleh masyarakat dan anggota kelompok sosial. Penelitian ini ingin menguji apakah karakter disiplin dipengaruhi oleh  ketahanan keluarga dan kualitas kehidupan sekolah. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan positif kualitas kehidupan sekolah dan ketahanan keluarga dengan karakter disiplin siswa (2) terdapat hubungan positif kualitas kehidupan sekolah dan karakter disiplin siswa dan (3) terdapat hubungan positif ketahanan keluarga dan karakter disiplin siswa.  Penelitian ini dilakukan dengan memberikan tiga skala kepada 220 siswa Sekolah Menengah Pertama. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara ketahanan keluarga dan kualitas kehidupan sekolah dengan kualitas kehidupan sekolah. Kata kunci : Karakter disiplin, ketahanan keluarga, kualitas kehidupan sekolah
HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYELESAIKAN SKRIPSI Zidni Immawan Muslimin
Jurnal Psikologi Integratif Vol 9, No 1 (2021): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v9i1.2170

Abstract

This study aims to determine the relationship between positive thinking and resilience among undergraduate students who are currently working on their thesis. The subjects of this study were 75 psychology students in UIN Sunan Kalijaga who are working on their thesis. The research variables were measured using positive thinking scale with aspects were taken from Albercht's theory, namely: positive expectations, self-affirmation, statements that do not assess, and conformity with reality. The Positive Thinking Scale consists of 48 items, with a discrimination index above 0.3 and reliability coefficient of 0.949. Meanwhile, the resiliance variable was measured by resilience scale developed using Grotberg theory (2003) with its aspects, namely: external support (I Have), Inner strengths (I Am), and interpersonal and problem-solving skills (I Can). The Resilience Scale consists of 51 items with discrimination index above 0.3 and reliability coefficient of 0.944. Hypothesis testing was carried out using Spearman Rho and the results showed correlation coefficient of 0.738 with p: 0.000 (p <0.01). These results proved there is a significant positive correlation between positive thinking and resilience. The effective contribution of positive thinking to students resilience was 60.7%.     Keywords: student thesis; positive thinking; resiliencePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berpikir positif dan resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara berpikir positif dan resiliensi. Adapun subjek penelitian ini berjumlah 75 mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga yang sedang menyelesaikan skripsi. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala berpikir positif yang aspek-aspeknya diambil dari teori Albercht, yaitu  : a. Harapan yang positif b. Afirmasi diri c. Pernyataan yang tidak menilai d. Pernyesuaian terhadap kenyataan. Skala Berpikir Positif terdiri dari 48 aitem, dengan koefisien daya diskriminasi di atas 0,3 dan koefisien reliabilitas  sebesar 0,949. Sedangkan untuk variable reliliensi diukur dengan skala resiliensi yang mengacu pada teori Grotberg (2003) dengan aspek-aspeknya yaitu : a. External support (I Have), b. Inner strengths (I Am), dan c. Interpersonal and problem-solving skills (I Can). Skala Resiliensi terdiri dari 51 aitem dengan koefisien daya diskriminasi di atas 0,3 dan koefisien reliabilitas  sebesar 0,944. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Spearman Rho dan hasilnya diperoleh koefisien korelasi sebesar  0,738 dengan p : 0,000 (p<0,01). Dengan hasil ini membuktikan bahwa hipotesis dinyatakan diterima. Hal ini berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara berpikir positif dan resiliensi. Adapun  sumbangan efektif berpikir positif terhadap kemampuan resiliensi sebesar 60,7 %.     Kata kunci : berpikir positif, mengerjakan skripsi, resiliensi,
Pengantar Redaksi April 2021 Rachmy Diana
Jurnal Psikologi Integratif Vol 9, No 1 (2021): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v9i1.2218

Abstract

Pengantar Redaksi April 2021