cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@iainpurwokerto.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.sunhaji@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Jurnal Kependidikan is a periodical publication of scientific articles containing education. Scope Jurnal Kependidikan welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
PENDIDIKAN SEKS BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Aziz, Safrudin
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.055 KB)

Abstract

Nowadays, sex education for children with special needs becomes a necessity. In term of it, besides based on philosophical and juridical, sex education is the preventive efforts in order that every child with special needs can recognize, understand, handle his/her biological development and change. In addition sex education for children with special needs also aims at guiding them to appreciate other people’s sexual behavior and not to make them being stuck on deviate sex conduct as well as not getting violence and sexual abuse from others. This is because their physical and psychological condition, which has some problems, enables them to be easily manipulated and courted, so that many of them are often stuck to be the object of sexual harassment of irresponsible person. This writing specifically is going to explain the concept of sex education for children with special needs, which includes characteristic of children with special needs, theory of sex education, the anvil of sex education, as well as material, method, and teacher competencies in the implementation of sex education for them. Pendidikan seks bagi anak berkebutuhan khusus kini menjadi sebuah keniscayaan. Perihal tersebut selain didasarkan secara filosofis maupun yuridis, pendidikan seks merupakan upaya preventif agar setiap anak berkebutuhan khusus dapat mengenali, memahami dan mengelola perkembangan dan perubahan secara biologis pada dirinya, menghargai perilaku seks orang lain, serta tidak terjebak pada perilaku seks yang menyimpang ataupun mendapatkan kekerasan dan pelecehan seks dari orang lain. Sebab seiring dengan kondisi fisik dan psikologi yang bermasalah menjadikan anak berkebutuhan khusus mudah dimanipulasi, dirayu, sehingga kerap kali terjebak untuk dijadikan objek pelampiasan syahwat oleh orang yang berkepribadian buruk. Tulisan ini secara khusus akan menguraikan tentang konsep pendidikan seks bagi anak berkebutuhan khusus mencakup karakteristik anak berkebutuhan khusus, teori pendidikan seks, landasan pendidikan seks, materi, metode serta kompetensi guru dalam pelaksanaan pendidikan seks.
HAKEKAT PENDIDIK DALAM PANDANGAN ISLAM Mukroji, Mukroji
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.173 KB)

Abstract

Basically, Islamic education is a continuous, sustainable, and everlasting process of human life. Duties and functions of education are targeted at learners who continue to grow and evolve dynamically, starting from the womb until the end of life. Educational success cannot be separated from the educators, who are essentially the people having the responsibility to educate, guide, direct and lead their learners to get of success both in this world and in the hereafter. Therefore, qualified educators and professionals should have specific criteria and requirements that must be met in order to achieve the purpose of life, and also the properties that adorn his personal duty and responsibility as educators in the view of Islam. A good educator is a person who pays attention to the duties and responsibilities to the students, based on faith and piety to God, and also able to develop the potentials of either the inner or outer (physical, psychological, and spiritual). Pada hakikatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara kontinyu dan berkesinambungan dalam kehidupan manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis, mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya dan keberhasilan pendidikan tidak lepas dari aspek pendidik. Pendidik pada hakekatnya adalah orang yang telah mendapatkan amanat dan mempunyai tanggung jawab dunia akherat dalam mendidik, membimbing, mengarahkan dan mengantarkan peserta didik ke gerbang kesuksesan baik di dunia maupun di akherat. Oleh karena itu untuk menjadi pendidik yang berkualitas dan profesional harus memiliki kriteria dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam rangka pencapaian tujuan hidup dan juga sifat-sifat yang menghiasi pribadinya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik dalam pandangan Islam. Pendidik yang baik adalah pendidik yang memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya terhadap peserta didik, yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan juga mampu mengembangkan potensi yang ada baik lahir maupun batin (jasmani, psikis, maupun rohani).
PENGEMBANGAN KREATIVITAS PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (TELAAH URGENSI PROSES) Mahmudah, Mahmudah
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.531 KB)

Abstract

Nowadays, the change and the development of society run faster and more dispersely than before. In this era of globalization, Islamic education, as a means to bring out a competent human capital that can compete in the era of 21st century, needs to pay closer attention to the "process" than to the "outcome", and this way can be regarded as an alternative to the development of creativity. This paper shows some significant ideas to explore how to emphazise the "process". The ideas include motivation, learning strategies, self consciousness, work ethic, participatory approach to fostering creativity, musing space, and change in attitudes. With the spirit of change and the passion of work, this paper offers some ideas to foster a good quality of Muslim generation as a solution to the educational crisis of this nation.
SISTEM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT H.O.S COKROAMINOTO (Konsep Muslim Nasional Onderwijs, Historis dan Globalisasi) Rusli, Wildan
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.581 KB)

Abstract

H.O.S. Cokroaminoto is one of the imprtant figures in Indonesian education. He was famous with his concern in education, especially with his briliant concept of Moeslim National Ondewijs, an educational concept adressed to natives of Indonesia. In his concept of Moeslim National Ondewijs, H.O.S. Cokroaminoto explained the principles of democracy and society on the basis of Islam. The principles were then applied in the teaching of Aqidah Akhlaq, Qur’an and Hadits, Fiqih, The History of Islamic Culture, etc. those are the ideal materials that should be taught at schools. Besides concerning with cognitive aspects, education should care about: 1) growing sense of independence and democracy; 2) bravery, sincerity, and truth; 3) spirituality, good attitude and behavior; 4) religiosity and simplicity. The concepts are relevant to be applied in Islamic education of the present time.
IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DAULAH ABBASIYAH DAN PADA MASA SEKARANG Wahyuningsih, Sri
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.141 KB)

Abstract

Savvy generation having good morality can evaluate or criticize themselves and their surroundings hence ideas and discoveries for the advancement of Islam in the future will arise. To realize such a condition, it is necessary to improve the curriculum and Islamic education system. It was a fact that the birth of Islam was followed by the birth of Islamic education and teaching.Education and teaching of Islam continued to grow and develop starting from the time of first four-Caliphs to reach its peak at the period of Daulah Abbasiyah. This glory could be reached because Islamic system of education during the Daulah Abbasiyah in Baghdad could bear the heyday of Islam with developments in all fields, especially in the fields of science. Many great and famous scientists of various disciplines aligned with scientists from western countries were born in the era. Generasi yang cerdas berakhlakul karimah dapat mengevaluasi atau mengkritik diri dan lingkungannya sehingga melahirkan ide dan penemuanpenemuan untuk kemajuan Islam pada masa yang akan datang, maka perlu penyempurnaan dalam kurikulum dan sistem pendidikan Islam. Sejak lahirnyah agama Islam, lahir pula pendidikan dan pengajaran Islam. Pendidikan dan pengajaran Islam itu terus tumbuh dan berkembang dimulai dari masa khulafaur-rasyidin sampai pada puncaknya yaitu masa Daulah Abbasiyah. Ssistem pendidikan Islam pada masa Daulah Abbasiyah di Baghdad, karena seperti yang kita ketahui bahwa puncak kejayaan Islam dengan perkembangan di segala bidang khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan yang sangat pesat sampai melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar dan terkenal dalam berbagai disiplin ilmu sejajar dengan ilmuwan dari negarabarat.
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (Kualifikasi, Kompetensi dan Sertifikasi Guru) Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.585 KB)

Abstract

One of the characteristics of todays globalization era is that there are various competition in peoples life. The globalization era is marked by a variety of scientific progress and the success of technology. The globalized world gives a challenge for people who can compete and deal with it, other wise it can become a threat to those who are not ready to deal with it. The era of globalization is one of the advantages for educated human resources. Education as one of the main pillars of human resource development will be the benchmark for excellence of human resources. A teacher is one of the main pillars for human resource development, without which the education process will not run. Efforts to improve human resources, especially teachers, are mainly by increasing their competences, qualifications and certification of educations. Improving teachers qualification, competencies and certification of education is a “condicio sine qua non” or an indispensable and essential action for the Indonesian government. Salah satu ciri era global seperti sekarang ini adalah kompetisi dalam berbagai kehidupan, dengan ditandai oleh berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Iindividu yang sukses adalah yang dapat bersaing dengan dunia global sehingga era global merupakan tantangan dan sekaligus ancaman bagi mereka yang tidak siap menghadapinya. Salah satu bekal untuk menghadapainya adalah sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan sebagai salah satu pilar utama pengembangan SDM akan menjadi tolok ukur sebuah keunggulan SDM. Guru adalah salah orang yang utama dan pertama sebagai pilar peningkatan SDM, tanpa guru proses pendidikan tidak akan berjalan. Upaya peningkatan SDM terutama guru adalah dengan melalui peningkatan kualifikasi dan kompetensi serta sertifikasi pendidik. Peningkatan kualifikasi, kompetensi serta sertifikasi pendidik adalahmerupakan condition sine quanon atau suatu kefardhuan Nasional bagi bangsa Indonesia.
PERANAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Maesaroh, Siti
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.361 KB)

Abstract

The low quality of student learning outcomes is caused by two factors, namely internal and external factors. Internal factors are experienced and internalized factors that affect students learning process and results include : attitudes toward learning, interest and motivation to learn, learning concentration, while external factors include such things as : the teacher as learning coaches, infrastructure and learning facilities, policies assessment, the social environment of students at school and at home as well as school curriculum . Learn something thatattracts attention, would be more readily accepted than in studying things that do not attract attention, learning this also can not be underestimated or not important. In the case of interest, of course, someone who took an interest in a certain field will be easier to learn the field. Learning course will culminate with school performance achieved which will illustrate the success and success in learning . To achieve good learning, a lot of things that influence it, among others, the learning method used by teachers. Learning achievements will be achieved best when all factors support, such as teaching methods, with an interesting method which can be a bridge to reach the competencies. Rendahnya kualitas hasil belajar siswa disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal . Faktor internal yang berpengalaman dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa dan hasil yang diinternalisasi meliputi: sikap terhadap belajar, minat dan motivasi belajar , konsentrasi belajar, sedangkan faktor eksternal meliputi hal-hal seperti : guru sebagai pelatih belajar, infrastruktur dan fasilitas belajar, kebijakan penilaian, lingkungan sosial siswa di sekolah dan di rumah serta kurikulum sekolah. Pelajari sesuatu yang menarik perhatian, akan lebih mudah diterima daripada dalam mempelajari hal-hal yang tidak menarik perhatian, belajar ini juga tidak bisa dianggap remeh atau tidak penting. Dalam kasus yang menarik, tentu saja, seseorang yang menaruh minat pada bidang tertentu akan lebih mudah untuk belajar lapangan. Belajar tentunya akan berujung dengan kinerja sekolah yang akan dicapai menggambarkan keberhasilan dan kesuksesan dalam belajar. Untuk mencapai belajar yang baik, banyak hal yang mempengaruhinya, antara lain, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Prestasi belajar akan tercapai dengan baik ketika semua faktor mendukung, seperti metode pengajaran, dengan metode yang menarik yang dapat menjadi jembatan untuk mencapai kompetensi.
KONSEP MANAJEMEN KELAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.532 KB)

Abstract

Classroom management is an integral part of the professional ability that should be mastered by a teacher. Managing a class is one of the basic skills of teaching that aims at achieving and maintaining an optimum learning atmosphere, meaning that this ability is closely connected to teachers’ professional ability to create favorable conditions, pleasant learners and a healthy learning discipline. The learning process will always take place in a classroom scene. The scene should be created and developed as a means of effective learning. This of course must be supported by the ability of a teacher to manage his/her class. Pengeloaan kelas merupakan bagian integral dari kemampuan profesional yang harus dimiliki oleh seorang guru, mengelola kelas merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang bertujuan untuk mewujudkan dan mempertahankan suasana pembelajaran yang optimal, artinya kemampuan ini erat hubungannya dengan kemampauan profesional guru untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan, menyenangkan peserta didik dan menciptakan disiplin belajar secara sehat. Proses pembelajaran akan selalu berlangsung dalam suatu adegan kelas. Adegan kelas itu perlu diciptakan dan dikembangkan menjadi wahana bagi berlangsungnya pembelajaran yang efektif. Hal ini tentu saja harus didukung oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas.
PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM DALAM UNDANG-UNDANG SISDIKNAS 2003 Kholis, Nur
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.58 KB)

Abstract

Islamic education is considered to be very important to the life. Therefore, the Islamic education should be regulated by the government. Education in Indonesia is aimed to change better characters of Indonesian citizens. To achieve this aim, education is expected to foster a good generation by continuing noble ideas, i.e. advancing the state of Indonesia to compete with other countries. For that reason, the government is trying to promote this nation through the education sector, especially Islamic education. Education is a conscious and deliberate effort to create an atmosphere of learning so that learners can actively develop their potentials to have the spiritual power of knowledge, self-control, personality, intelligence, noble character, and other skills needed by themselves, their society, nation and the state. In other words, Islamic education is aimed to create human dignity as well as noble and virtuous behavior. Pendidikan Islam merupakan hal sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karena itu pendidikan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari diatur oleh pemerintah. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat merubah karakter atau budi pekerti bagi warga Negara Indonesia yang mengarah kepada hal yang lebih baik. Oleh karena itu pendidikan diharapakan mampu menciptakan genenrasi yang dapat atau mampu meneruskan cita-cita luhur bangsa srehingga dapat memajukan negara Indonesia dapat bersaing dengan negara lain melalui pendidikan. Oleh karena itu penerintah berusaha memajukan bangsa ini melalui sektor pendidikan khusnya pendidikan Islam. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar mengajar agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keilmuan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan lain yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu pendidikan Islam dapat menciptakan manusia yang bermatrabat, beraklak mulia dan berbudi luhur.
ANALISIS DESAIN PESAN DAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM BUKU AJAR DURUUS AL MUFRADAAT WA AL MUHAADATSAAT AL ‘ARABIYAH Mukroji, Mukroji
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.12 KB)

Abstract

STAIN Purwokerto has target of Arabic learning on campus, thestudents can talk and communicate with fluent Arabic and actively correct . This target would be difficult to achieve if not supported by the mastery of vocabulary and conversation. Therefore , the book "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al Arabiyah" to design messages and material that is in it is one way that this goal can be realized. Design messages and materials in Arabic learning has an important role, because the design of the message and Arabic learning materials has great significance in the achievement of goals that need to be carefully. Message ( message ) is a pattern of sign / symbol , either in the form of words and images, which are intended to change the behavior of cognitive (thinking) , affective (attitude) and psychomotor (acting) a person or group . While the draft (design) is a process of analysis and synthesis that begins with a communication problem and ends with a plan operational solutions. STAIN Purwokerto memiliki target belajar bahasa Arab di kampus, siswa dapat berbicara dan berkomunikasi dengan fasih bahasa Arab dan aktif yang benar . Target ini akan sulit dicapai jika tidak didukung oleh penguasaan kosakata dan percakapan. Oleh karena itu, buku "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al Arabiyah " untuk merancang pesan dan materi yang ada di dalamnya adalah salah satu cara bahwa tujuan ini dapat direalisasikan. Pesan desain dan bahan dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting, karena desain pesan dan materi pembelajaran bahasa Arab memiliki arti besar dalam pencapaian tujuan yang harus hati-hati. Pesan ( message ) adalah pola tanda / simbol, baik dalam bentuk kata-kata dan gambar, yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku kognitif (berpikir) , afektif (sikap) dan psikomotor (acting) seseorang atau kelompok . Sedangkan rancangan (design) adalah proses analisis dan sintesis yang diawali dengan masalah komunikasi dan berakhir dengan solusi operasional rencana.

Page 2 of 16 | Total Record : 159