cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@iainpurwokerto.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.sunhaji@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Jurnal Kependidikan is a periodical publication of scientific articles containing education. Scope Jurnal Kependidikan welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
SISTEM PENGANGGARAN PENDIDIKAN TINGGI DARI OLD PUBLIC MANAGEMENT MENUJU NEW PUBLIC MANAGEMENT Santosa, A. Budi
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.936 KB)

Abstract

Budget implementation in government agencies has not been effective even though legislation has mandated that performance-based budgeting should be implemented gradually starting in 2005. Some researches on budgeting found a disregard for the prerequisites for the successful implementation of performance-based budgeting, which includes participation, competence, and the clear documents and budgeting procedures. In Indonesia, the reform of budgeting begins with the issuance of Act No. 17 of 2003 on State Finance and Act No. 25 of 2004 on National Development Planning System, which is a product of legislation that became a milestone of reform in national planning and budgeting. In universities in Indonesia budget management system changes begins to be applied especially after the implementation of autonomy in the management of higher education institutions, namely since the issuance of Government Regulation on Higher Education as State-Owned Legal Entity (BHMN), Public Service Agency (BLU), even the latter leads to the State University-Owned Legal Entity(PTN-BH). The change of financial management is not without reason, but is intended to more financial management of performance-oriented, transparent and accountable, the estuary of the increasing good governance. Pelaksanaan anggaran di instansi pemerintah selama ini belum efektif, padahal undang-undang telah mengamanatkan bahwa pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja hendaknya dapat dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2005. Beberapa hasil penelitian tentang penganggaran menunjukan adanya pengabaian terhadap prasayarat keberhasilan pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja, yang antara lain ditentukan oleh faktor-faktor pendukung seperti partisipasi, kompetensi, dan adanya kelengkapan dokumen dan prosedur penganggaran secara jelas. Di Indonesia, reformasi bidang penganggaran diawali dengan terbitnya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undangundang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional merupakan produk undang-undang yang menjadi tonggak sejarah reformasi di bidang perencanaan dan penganggaran nasional. Di lingkungan perguruan tinggi Indonesia perubahan sistem manajemen anggaran mulai diterapkan terutama setelah dilaksanakannya otonomi dalam pengelolaan lembaga pendidikan tinggi, yaitu sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah tentang Perguruan Tinggi sebagai BHMN, BLU, bahkan yang terakhir ini mengarah pada PTN-BH. Perubahan arah pengelolaan keuangan tersebut tidak tanpa alasan, namun dimaksudkan agar pengeloaan keuangan lebih berorientasi pada kinerja, transparan dan akuntabel, yang muaranya tentu pada meningkatnya good governance.
METODE TAMYIZ (Sebuah Formulasi Teori Nahwu Shorof Quantum) Mukroji, Mukroji
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.88 KB)

Abstract

To be able to read and write and translate the Arabic writing, then the required mastery of nahwu shorof adequate. constraints faced by students during this time is the difficulty of formulating theories and nahwu shorof shorof yellow book with an easy way of learning. These constraints are: must learn to read the book and nahwu shorof; must learn to translate the book; must learn to understand the theory of the book; must learn to apply thetheory of the book is on the yellow book, even on a particular book should memorize nadhom. Tamyiz method is innovation and new breakthroughs in quantum nahwu shorof learning. With the basic assumption that a small child can, a small ever can. Submission of material is so fun from easy to difficult, so students do not feel pressured, even students without the burden of memorizing and translating the Quranic verses with ease. And Tamyiz this method is really a method that is able to deliver the students and those studying this method can quickly translate the Quran. Untuk dapat membaca dan menulis serta menterjemahkan tulisan yang berbahasa Arab, maka dibutuhkan penguasaan ilmu nahwu shorof yang memadai. kendala yang dihadapi santri selama ini adalah sulitnya memformulasikan teori nahwu dan shorof dengan cara pembelajaran yang mudah. Kendala tersebut adalah : harus belajar membaca kitab nahwu dan shorof; harus belajar menerjemahkan kitab tersebut; harus belajar memahami teori kitab tersebut; harus belajar mengaplikasikan teori kitab tersebut pada kitab kuning, bahkan pada kitab tertentu harus menghafal nadhom. Metode Tamyiz merupakan inovasi dan terobosan baru dalam pembelajaran nahwu shorof quantum. Dengan asumsi dasar bahwa anak kecil saja bisa, yang pernah kecil pasti bisa. Penyampaian materi begitu menyenangkan dari yang mudah ke yang sulit, sehingga santri tidak merasa tertekan, bahkan santri tanpa beban menghafal dan menterjemahkan ayat-ayat Qur‟an dengan mudah. Dan metode Tamyiz ini benar-benar sebuah metode yang mampu mengantarkan para santri dan mereka yang belajar metode ini dapat menterjemahkan Qur‟an dengan cepat.
SIGNIFIKANSI LITERASI INFORMASI (INFORMATION LITERACY) DALAM DUNIA PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL Nurohman, Aris
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.963 KB)

Abstract

The globalization era has imperceptible impacts on all sectors, one of which is education. The rapid changes in the era lead to a significant increase in the environmental community, which are driven by transculturation and the development of information and communication technology and the booming of information and knowledge. As a result, the world of education has gone in such a dynamic way as the era of globalization. The development of knowledge, experiences, innovations and a variety of things related to the globalization of education make up what is called the information resources. The information literacy has been needed by the education community, so that education will be able to compete on a global level. The information literacy will be proper in complying with the development. This is the actual demand for the academic community. Moreover, the information literacy will meet the demands of development faster. This is actually a request for the academic community.
KONSEP PENDIDIKAN ORANG DEWASA Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.298 KB)

Abstract

Advances in science and technology today, the one that needs attention is the concept of education for adults . Not always we talk and review the students educational sputar school in the relatively young age of the reality on the ground , that is not little adults who should receive education , both informal and non -formal education , for example in the form of skills , courses , refresher courses and so on . The problem that often arises is how to tips and strategies membelajarkan adult postscript school is not occupied . In pskologis adults as students in learning activities can not be treated like regular students children whowere sitting in the school . Adults grow as a person and have a maturity of self-concept moves from dependency as occurs in childhood toward independence or self-direction . Adult psychological maturity as a person capable of self-directed and not directed, forced and manipulated by others. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di sputar pendidikan siswa sekolah yang relatif berusia muda kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan, baik pendidikan informal maupun non formal, misalnya dalam bentuk ketrampilan, kursus- kursus, penataran dan sebagainya. Masalahnya yang sering muncul adalah bagaimana kiat dan strategi membelajarkan orang dewasa yang nota bene tidak menduduki bangku sekolah. Secara pskologis orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk dibangku sekolah. Orang dewasa tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain.
MANAJEMEN PENINGKATAN AKHLAK MULIA DI SEKOLAH BERBASIS ISLAM Nursanti, Ririn
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.446 KB)

Abstract

Moral crisis phenomena experienced by our students are at alarming level. Educational institutions come as enlighten bodies to anticipate such situations by optimizing each part of learning environments in order to build student’s characters comprehensively. There is a need of breakthrough innovation of reliable management programs so that the students can get their ready-to-life skills to face the nowadays phenomena as well as the future ones. This article will elaborate the descriptive study of how to manage noble-character improvements particularly in Islamic School. The study shows that the management of improving noble character in the Islamic School must be performed through the following stagess: planning, organizing, mobilizing, and monitoring. The strategy that can be chosen to implement character-educations management in Islamic schools are as follows: 1) Achieve teachers commitment to the implementation of moral education (teacher component), 2) Integrate character education into the curriculum (curriculum component), 3) Creating a financial plan in favour of the implementation of moral education (financing component), and 4) Designing and creating a school culture based on moral education (management component). Krisis akhlak yang melanda peserta didik saat ini menjadi fenomena sosial yang cukup memprihatinkan. Lembaga pendidikan sebagai pengemban fungsi konservatif/penyadaran diharapkan dapat memanfaatkan dan memberdayakan semua lingkungan belajar untuk melaksanakan proses pendidikan akhlak secara optimal. Sehingga diperlukan upaya inovatif untuk mengembangkan pendidikan akhlak tersebut agar mampu menghasilkan peserta didik yang ready for life di era globalisasi dengan manajemen yang handal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan manajemen peningkatan akhlak mulia khususnya di sekolah Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peningkatan akhlak mulia di sekolah harus melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan. Adapun strategi yang dapat dilakukan dalam mengimplementasikan manajemen pendidikan akhlak di sekolah Islam adalah dengan melalui: 1) Mewujudkan komitmen guru dalam pelaksanaan pendidikan akhlak (komponen guru), 2) Mengintegrasikan pendidikan akhlak ke dalam kurikulum (komponen kurikulum), 3) Membuat rencana pembiayaan yang berpihak pada pelaksanaan pendidikan akhlak (komponen pembiayaan), dan 4) Mendesain dan menciptakan budaya sekolah berbasis pendidikan akhlak (komponen pengelolaan.
PEMILIHAN MATERI PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI BERKARAKTER BANGSA DALAM NILAI RELIGIUS Prayitno, Prayitno
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.73 KB)

Abstract

Teachers in pre-learning activities of appreciation of poetry in high school need to select appropriate learning materials in order to meet the curriculum 2013. In 2013, the educational curriculum is oriented to national values, because it is one of the parts of the character education, which consists of education of values, education of ethics, education of moral, and education of characters. One of the implementations of the character education is by selecting instructional materials for appreciation of poetry that focuses on religious and nation values. In the pre-stage of this learning activity, the teacher needs to prepare the content of the poem that contains character education, namely religious and nation values, by means of interpreting connotative words, ambiguity associated with denotative words, and interpreting the meaning of the poem to understand its meaning. An alternative learning material of appreciation of poetry in high school can be taken from W.S. Rendra’s poems called Penance, After Confession, Come O God, Prayer of Hunger, and A Soldiers Prayer Before the War. Guru dalam tahap pra-kegiatan pembelajaran apresiasi puisi di Sekolah Menengah Atas perlu melaksanakan pemilihan materi pembelajaran yang sesuai dengan Kuriklum 2013. Dalam Kurikulum 2013 nilai pendidikan tersebut berorientasi kepada 18 nilai pendidikan karakter bangsa yang merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terdiri atas pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan watak. Salah satu implementasi nilai pendidikan berkarakter bangsa dalam pemilihan materi pembelajaran apresiasi puisi ini berfokus pada nilai religius. Pada tahap pra- kegiatan pembelajaran ini guru perlu mempersiapkan materi puisi yang mempunyai kandungan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa, yaitu nilai religius dengan cara mengartikan kata-kata konotatif dan ambiguity yang dihubungkan dengan kata-kata denotatif, dan menginterpretasi makna dalambait puisi sehingga makna puisi secara keseluruhan dapat diketahui. Alternatif pemilihan materi pembelajaran apresiasi puisi di Sekolah Menengah Atas dapat diambil puisi-puisi karya W.S. Rendra yang berjudul Tobat, Setelah Pengakuan Dosa, Datanglah Ya Allah, Doa Orang Lapar, dan Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang.
TEOLOGI BENCANA; SOLUSI PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERBASIS AL-QUR’AN Muhdi, Ali
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.187 KB)

Abstract

Every person should be able to learn the causes of the disaster among them . This is needed so that people can anticipate and avoid the coming disaster in the days to come . Humans can also learn from history or record of previous ones related disaster or calamity that befell at that time to take a lesson or knowledge about how to respond should disaster. In the next stage, become an important environmental education are given to prepare the various ways in which humans actively to manage their environment properly. Environmental education can also be interpreted as efforts to establish expertise, guidance, and rules to understand and measure the proper relationship between man and his environment, and explain the importance of keeping the environment resources. This work is done for the realization of human prosperous in order to get a degree and a good decent life. Setiap orang harus dapat mempelajari penyebab bencana di antara mereka. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menghindari datangnya bencana di masa yang akan datang. Manusia juga bisa belajar dari sejarah atau catatan yang sebelumnya bencana atau musibah yang menimpa pada saat itu untuk mengambil pelajaran atau pengetahuan tentang bagaimana menanggapi seharusnya bencana yang terkait. Pada tahap selanjutnya, menjadi pendidikan lingkunganpenting diberikan untuk menyiapkan berbagai cara di mana manusia secara aktif untuk mengelola lingkungan dengan baik. Pendidikan lingkungan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk membangun keahlian, bimbingan, dan aturan untuk memahami dan mengukur hubungan yang tepat antara manusia dan lingkungannya, dan menjelaskan pentingnya menjaga sumber daya lingkungan. Upaya ini dilakukan demi terwujudnya sejahtera manusia untuk mendapatkan gelar dan kehidupan yang layak baik.
KEDUDUKAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Su’dadah, Su’dadah
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.903 KB)

Abstract

The role of education is very crucial, especially when focused on the efforts to develop its positive potentials of human beings. Through the education process positive potentials of human beings are expected to create motivation and creativity that can result in a number of activities such as thinking (science) and creating new findings in various fields. Thus man can make himself as being cultured and civilized. To achieve this purpose, the education process should always be directed to developm individual potentials, so that human beings are able to understand and know their identity and responsibility as a living creature. Peran pendidikan menjadi amat krusial, terutama apabila dititikberatkan pada upaya untuk mengembangkan potensi positifnya. Potensi positif yang dimiliki manusia itu melalui proses pendidikan diharapkan dapat menciptakan motivasi dan daya kreasi yang dapat menghasilkan sejumlah aktivitas berupa pemikiran (ilmu pengetahuan), merekayasa temuan-temuan baru dalam berbagai bidang. Dengan demikian manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk yang berbudaya dan berperadaban. Untuk mencapai maksud tersebut proses pendidikan harus selalu diarahkan pada usaha pengembangan potensi individu, sehingga manusia tersebut sampai dapat memahami dan mengetahui jati diri dan tanggung jawabnya sebagai mahluk hidup.
URGENITAS PEMAHAMAN BAHASA FIGURATIF DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI PUISI SISWA Supriyono, Supriyono
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.451 KB)

Abstract

The ability of appreciation of poetry is a persons ability and skill in recognizing and understanding poetry seriously, both the physical structure and the inner structure , so that the resulting understanding, appreciation, sensitivity of critical thinking, and feeling good sensitivity to enjoy the beauty of poetry including existing aesthetic in it. Many factors affect the ability of appreciation of poetry, including the understanding of figurative language. The ability to understand figurative language is one skill in understanding the language used by the poet to say anything unusual way, ie, it does not directly reveal the meaning of words or language are metaphors or meaningful emblem. The ability to understand figurative language has an important role in enhancing the ability of the student s appreciation of poetry, because poetry is inseparable from figurative language. Figurative language (figurative language) causing poetry becomes attracted attention , causing freshness, life, and especially lead wishful picture clarity. Thus, in order to have the ability to better appreciation of poetry required considerable understanding figurative language because it includes figurative meaning or symbolism. Kemampuan apresiasi puisi merupakan kesanggupan dan kecakapan seseorang dalam mengenal dan memahami puisi secara sungguh–sungguh, baik struktur fisik maupun struktur batinnya, sehingga timbul pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, serta kepekaan perasaan yang baik terhadap puisi termasuk menikmati keindahan estetik yang ada di dalamnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan apresiasi puisi, diantaranya adalah pemahaman terhadap bahasa figuratif. Kemampuan memahami bahasa figuratif merupakan kecakapan seseorang dalam memahami bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang tidak biasa,yakni secara tidak langsung mengungkapkan makna kata atau bahasa bermakna kias atau bermakna lambang. Kemampuan memahami bahasa figuratif mempunyai peran penting dalam meningkatkan kemampuan apresiasi puisi siswa, dikarenakan puisi tidak terlepas dari bahasa figuratif. Bahasa kiasan (figurative language) menyebabkan puisi menjadi menarik perhatian, menimbulkan kesegaran, hidup, dan terutama menimbulkan kejelasan gambaran angan. Dengan demikian agar memiliki kemampuan apresiasi puisi dengan baik diperlukan pemahaman bahasa figuratif yang cukup karena mencakup makna kias atau makna lambang.
PERBEDAAN INTENSITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR TINGGI DENGAN RENDAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR PROFESI KEGURUAN Purnama, Eka Khristiyanta; Istiyarti, Istiyarti
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.202 KB)

Abstract

This research is aimed to examine the influence of high intensity and low intensity in using learning resources to students’ achievement. This is an ex post facto research with the population of 155 students in the Department of History, Faculty of Education, University of PGRI Yogyakarta. The sampling technique used in this research was cluster random sampling, by which 80 sample students were taken. Data were collected through two techniques, i.e. a questionnaire for collecting data on students’ intensity in using learning resources, and a test for collecting data on learning achievement of teaching profession. Data are statistically analyzed with analysis of variance (ANOVA). The research result point out that: there is a significant difference of students achievements of teacher profession subject between the students who have high and low intensity of learning resources usage (P = 0.011 < 0.05).

Page 3 of 16 | Total Record : 159