cover
Contact Name
Arsyad Ramadhan Darlis
Contact Email
arsyad@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jte.itenas@itenas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika
ISSN : 23388323     EISSN : 24599638     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ELKOMIKA diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Perancangan Alat Ukur Sudut Tekuk Lutut Wireless menggunakan Sensor Gyroscope berbasis ATMega 328 dan ATMega 2560 PERKASA, TEGUH; RACHMAT, HENDI HANDIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.30

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini, sensor Gyroscope digunakan sebagai alat pengukur sudut lutut. Pengukuran sudut ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada pasien yang mengalami gangguan atau cedera lutut dan evaluasi pola jalan manusia. Alat pengukur sudut ini terdiri dari 3 sistem yaitu sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Media komunikasi data yang digunakan adalah radio frekuensi 2,4 GHz untuk mentransfer data sudut lutut antar sistem secara wireless. Sensor Gyroscope ditempelkan pada suatu divais mekanik berbahan acrylic sebagai representasi sistem tungkai kaki bawah dan sistem tungkai kaki atas. Kedua sensor tersebut digunakan untuk mengukur percepatan sudut dari kedua sistem tungkai kaki. Kemudian data tersebut diolah menjadi nilai sudut lutut menggunakan kontroler berbasis Arduino. Pengujian alat ini mencakup pengujian sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Dari hasil pengujian diperoleh nilai error sebesar 3 derajat untuk sistem tungkai bawah dan 2 derajat untuk sistem tungkai atas terhadap hasil pengukuran dengan goniometer yang biasa digunakan untuk mengukur sudut lutut oleh tenaga medis. Sistem komunikasi data wireless juga telah berhasil mengirimkan data sudut secara utuh.Kata Kunci: Arduino, Gyroscope, Radio Frekuensi, Sudut lutut, Wireless.ABSTRACTGyroscope sensor was used to measure a knee angle. The angle measurement is useful to diagnose an early symptom of some patient with disorders or knee injuries as well as to evaluation of gait analysis. The device consist of three system i.e. lower limb system, upper limb system and communication. The radio frequency of 2.4 GHz was used to transfer knee angle data between two systems. Gyroscope sensor were affixed on upper and lower part of the mechanical hinge device that built from acrylic. These device device was representative of the knee joint. Both sensors were used to measure the angular acceleration between the upper part and lower part of leg. The data is then processed into value-based knee angle using Arduino controller. All three system were tested to measure the lower limb angle and the upper limb angel. The results showed that error angle measurment of the lower limb and upper limb are 3 degrees and 2 degrees, respectively, relative to a goniometer measurement as a standard non electronics tool to measure the knee angle. In addition, the data was also successfully transferred wirelessly.Keywords: Arduino, Gyroscope, Radio Frequency, Knee angle, Wireless.
Perancangan Solar Tracker Four Axis Berbasis Internet of Things (IoT) ALFITA, RIZA; IBADILLAH, ACHMAD FIQHI; RAHMAWATI, DIANA; KUSUMA, M.KURNIAWAN HADI; KURIAWAN, ADI; NAHARI, ROSIDA VIVIN; PRAMUDIA, MIRZA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 2: Published May 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i2.404

Abstract

ABSTRAKPanel surya merupakan energi terbarukan yang menjadi solusi untuk masa depan. Tetapi efisiensi menjadi masalah tersendiri pada panel surya, dengan efisiensi yang rendah mengakibatkan daya yang dihasilkan kecil dan tidak sebanding dengan harga yang dikeluarkan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan untuk meningkatkan efisiensi panel surya ke titik maksimal dengan berbagai fitur yaitu sistem tracking, cermin reflector dan monitoring IoT. Sistem ini menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR) yang digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya dan dilengkapi juga motor penggerak untuk mengatur sudut elevasi, cermin reflector sebagai pemantul cahaya, dan IoT untuk monitoring jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cermin reflector mampu meningkatkan daya pada siang hari tetapi turun ketika pagi dan sore hari, sedangkan sistem tracking mampu memproduksi daya lebih baik pada waktu kapanpun.Kata kunci: panel surya, sensor, reflektor ABSTRACTSolar panels are renewable energy which is the solution for the future. But efficiency is a problem in solar panels, with low efficiency resulting in small power generated and not worth the price incurred. In this research, the design is carried out to increase the efficiency of solar panels to the maximum point with various features, namely the tracking system, mirror reflector, and IoT monitoring. This system uses an LDR sensor that is used to detect light intensity and is also equipped with a motor to adjust the elevation angle, reflector mirror as a reflection of light, and IoT for remote monitoring. The results showed that the use of reflector mirrors can increase power during the day but go down in the morning and evening, while the tracking system is able to produce better power at any time. Keywords: Solar panels, sensor, reflector
Analisis Kinerja Protokol Routing AOMDV pada VANET dengan Serangan Rushing RATNASIH, RATNASIH; AJINEGORO, RISKI MUKTIARTO NUGROHO; PERDANA, DOAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 2: Published May 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i2.232

Abstract

ABSTRAKVehicular Ad-hoc Network (VANET) adalah salah satu jaringan mobile Ad Hocyang memiliki mobilitas tinggi serta topologi yang berubah – ubah secara konstan dalam waktu yang singkat. Sistem broadcast yang diterapkan padaVANET ketika pembentukan arsitektur infrastruktur bisa dijadikan peluang bagi penyerang node untuk melakukan serangan terhadap routing protocol. Rushing Attack adalah sebuah serangan jaringan dimana serangan ini melakukan duplikasi secara cepat dengan transmisi yang lebih tinggi untuk mengacaukan jaringan dan mendapatkan forward akses yang lebih dibandingkan dengan node yang lain. Sasaran utama dari penelitian ini yaitu untuk mengukur dampak dari serangan Rushing pada protocol routing AOMDV (Adhoc on Demand Multipath Distance Vector) menggunakan software NS-2. Nilai QoS yang didapatkan pada hasil penelitian ini tidak maksimal, karena attacker mengirimkan rushed routing packets (RREQ or RREP) yang mempengaruhi routing tabel eksisting dan mengacaukan proses pengiriman paket.Kata kunci: VANET, Rushing Attack, AOMDV, NS-2  ABSTRACTVehicular Ad-hoc Network (VANET) is kind of an Ad-Hoc mobile network thathave high mobility and with changing topology constantly in a short time. The broadcast system that applied to the infrastructure architecture formation when VANET can be used as opportunities for penyerang nodes to perform attacks on the routing protocol. Rushing Attack is an attack on the network that the attacks quickly duplicating with higher transmission to disrupt the network and getting forward more access than the other node. The main target of this project is to measure how big the impact of the rushing attack on AOMDV(Adhoc on Demand Multipath Distance Vector) routing protocol using NS-2 software. On this project did not gets the maximum value for QoS because the attacker sent rushed routing packets (RREQ or RREP) that affect the routing table and disturb the delivery package.Keywords: VANET, Rushing Attack, AOMDV, NS-2
Simulator Tekanan Darah: Minimalisasi Pengaruh Laju Inflasi dan Deflasi Terhadap Simulasi Osilasi DARWONGSO, ALFIN; UGHI, FUAD; HIDAYAT, SIDDIQ WAHYU
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 1: Published January 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i1.165

Abstract

ABSTRAKSimulator tekanan darah biasa digunakan sebagai nilai referensi dalam mengevaluasi tensimeter otomatis (NIBP monitor). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa simulator tekanan darah dapat dibuat dengan menggunakan micro air pump berbasis motor dc sebagai aktuator. Namun, hasil simulasi yang dihasilkan berbeda untuk setiap merek tensimeter. Hasil analisa menunjukkan bahwa laju inflasi dan deflasi yang berbeda mempengaruhi karakteristik simulasi. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan firmware simulator baru berdasarkan nilai pulse width modulation (PWM) dan gradien inflasi-deflasi untuk meminimalkan pengaruh tersebut, sehingga simulator dapat memberikan hasil yang sama untuk berbagai jenis dan merek NIBP monitor. Validasi dengan simulator referensi dan evaluasi dalam kondisi statis dan dinamis menunjukkan simulator yang dikembangkan cukup andal untuk melakukan pemeriksaan awal, termasuk evaluasi pengulangan hasil tensimeter otomatis.Kata kunci: NIBP monitor, PWM, NIBP simulator, gelombang osilasi, lajuinflasi, laju deflasi  ABSTRACTBlood pressure simulators are commonly used as reference values in evaluating NIBP (noninvasive blood pressure) monitors. Prior research shows that an NIBP simulator can be made using dc motor based micro air pump as the actuator. However, the simulator yield different results for different brands of NIBP monitor. The analysis result showed that inflation/deflation rates do affect the simulation’s characteristic. This research aims to develop a new simulator firmware based on pulse width modulation (PWM) values and rising-falling slope to minimize the corresponding effect so that the developed simulator could generate the same result for various types and brands of NIBP monitor. Validation using a reference simulator and evaluation in static and dynamic conditions showed that the developed simulator is reliable enough to do a quick pre-checks, including assessing the repeatability of NIBP monitors.Keywords: NIBP Monitor, PWM, NIBP Simulator, Oscillometric Waveform, Inflation Rate, Deflation Rate
Prototipe Akses Pintu Masuk Stadion Terintegrasi dengan Kartu RFID sebagai Tiket Berbasis Arduino Uno ISNIANTO, HIDAYAT NUR; AGUSTIAN, ADAM
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 3: Published September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i3.415

Abstract

ABSTRAKSepak bola merupakan olah raga yang digemari masyarakat sebagai hiburan. Di stadion sering dijumpai penonton tanpa tiket atau dengan tiket palsu, sehingga menyebabkan kerugian penyelenggara. Pada makalah ini dibuat prototipe akses masuk stadion dengan mengimplementasikan Radio Frequency Identification (RFID) untuk tiket dan kunci akses pintu masuk stadion, dengan tujuan mencegah penonton masuk ke stadion dengan tiket palsu atau tanpa tiket, dan tiket dapat dimanfaatkan kembali. Sistem ini menggunakan RFID tag berbentuk kartu sebagai tiket dan dibaca dengan RFID Reader RDM 6300 untuk dibandingkan dengan data yang disimpan pada SD Card, jika sesuai maka solenoid aktif dan penonton dapat masuk stadion, sedangkan jika tidak sesuai, maka pintu stadion tidak dapat dibuka. Dari hasil pengujian, sistem mekanik dapat berfungsi sesuai dengan Yang diharapkan dan seluruh RFID tag dapat dikenali dalam jarak optimal 3 cm. Keseluruhan pengguna yang telah terdaftar dapat membuka pintu.Kata kunci: Tiket, Stadion, Arduino, RFID, RDM6300 ABSTRACTFootball is a sport that is loved by society as an entertainment. In stadiums, there are often spectators without tickets or with fake tickets, causing losses to the organizers. In this paper a prototype of stadium entrance access was made by implementing Radio Frequency Identification (RFID) for tickets and access keys to stadium entrances, with the aim of preventing viewers from entering the stadium with fake tickets or no tickets, and tickets can be reused. This system uses cardshaped RFID tags as tickets and is read with an RDM 6300 RFID Reader to be compared with data stored on the SD Card, if it matches then the solenoid is active and the viewer can enter the stadium, whereas if it is not appropriate, the stadium door cannot be opened. From the results of testing, the mechanical system can function as expected and the entire RFID tag can be identified at an optimal distance of 3 cm. All registered users can open the door.Keywords: Ticket, Stadium, Arduino, RFID, RDM6300
Desain dan Implementasi Antena Mikrostrip VSAT Bergerak pada Frekuensi Downlink Ku Band MADIAWATI, HANNY; SURYANA, JOKO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.160

Abstract

ABSTRAKKebutuhan sistem komunikasi satelit bergerak pada pita Ku sekarang ini mulai berkembang di Indonesia. Ku-band memiliki ketersediaan lebar pita yang besar dan memilikipanjang gelombang yang lebih pendek. Panjang gelombang yang pendek berpengaruh pada dimensi perangkat yang lebih kecil.Pada umumnya antena satelit untuk sistem yang bergerak menggunakan parabola namun penggunaannya pada kendaraanterkendalaberatnya masa keseluruhan sistem sehingga diperlukan sistem kendali motor dengan harga mahal. Oleh karena itu, penggunaan antena mikrostrip dengan metode antena susun (array) menjadi solusi yang dapat memungkinkan kendaraan tetap bergerak dengan baikdengan tetap menjaga kelangsungan hubungan telekomunikasi selama bergerak.Pada penilitian ini, suatu antena mikrostrip penerima dengan menggunakan metode array dengan jumlah patch2x16 yang mampu bekerja pada pita Ku-Band telah dirancang dan direalisasikan. Antena ini bekerja pada frekuensi 11,9 GHz dengan gain sebesar18,69 dB.Kata kunci: komunikasi satelit, Ku-Band, antena mikrostrip, antena mikrostrip array.ABSTRACTNeeds of mobile satellite communication system at Ku Band are currently being widely grown in Indonesia. Ku-band has a large bandwidth availability and has a shorter wavelengt. The short wavelength effect on the smaller device dimensions. In general, satellite antennas for mobile system uses parabolic antenna but if its use on vehicles the obstacle is weighing of the whole system so it takes motor control system with an expensive price. Therefor, the use of microstrip antenna by using antenna array is a solution that can allow the vehicle to keep moving well while maintaining the continuity of telecommunication links during the move. In this research, a microstrip antenna array receiver using the patch number 2x16 are able to work in the Ku-band has been design dan realized. The antenna work at 11.9GHz with a gain 18,69dB.Keywords: satellite communication, Ku-Band, microstrip antenna, array microstrip antenna.
Implementasi Automatic Waypoint untuk Return Trip pada Autonomous Robot dengan Titik Acuan Potensi Korban Bencana AMMARPRAWIRA, IHSAN FARRASSALAM; FAUZI, MOCHAMAD SEPTONI; ARBI ABDUL JABBAAR, ARBI ABDUL; SYAFITRI, NIKEN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1: Published January 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.203

Abstract

ABSTRAK Langkah utama dan mendasar yang diperlukan untuk navigasi pada robot secara autonomous pada medan yang tak beraturan dan tidak diketahui keadaannya secara dinamis, setidaknya adalah identifikasi koordinat titik jalan (waypoint), tindakan yang harus dilakukan di titik jalan, identifikasi dimensi kerja, dan hambatan yang diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan titik jalan otomatis (automatic waypoint) pada robot pencari potensi keberadaan korban pasca bencana, dilengkapi dengan kemampuan robot untuk navigasi dari titik awal berjalan mencari potensi keberadaan korban sebagai titik acuan hingga kembali ke titik awal (return trip) secara autonomous. Metode yang digunakan pada perancangan sistem merupakan pengembangan dari metode waypoint menjadi automatic waypoint untuk navigasi secara autonomous. Hasil yang didapat, robot mampu mendeteksi keberadaan korban maksimal dalam radius 3 meter di dalam simulasi reruntuhan. Ketercapaian rata-rata akurasi pembacaan posisi robot terhadap korban dan titik awal sebesar 6,76 meter. Kata kunci: robot, autonomous, automatic waypoint, korban, return trip.  ABSTRACT There are necessary steps required for a robot to navigate autonomously on an unknown and uncertain environment. Those steps consist of the identification of the waypoint coordinates, the actions to be conducted, the identification of the environment’s dimension, and the known obstacles. This study aims to implement an automatic waypoint on a robot for searching the potential existence of post-disaster victims. The robot is equipped with the ability to navigate from the starting point to search for potential victims and then return to the starting point autonomously. We modified the existing waypoint method into an automatic waypoint for autonomous navigation. Results show that the robot is able to detect the presence of the victim within the maximum radius of 3 meters in the simulation of rubble (tables, chairs, wood and iron poles). The accuracy of robot in reading the position of the victim and the starting point is 6,76 meters. Keywords: robot, autonomous, automatical waypoint, victims, return trip.
Penggunaan Algoritma Incremental Conductance pada MPPT dengan Buck Converter untuk Pengujian Indoor dan Outdoor UTAMI, SRI; SAODAH, SITI; PUDIN, APIP
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 1: Published January 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i1.97

Abstract

ABSTRAKPanel surya menghasilkan energi sesuai dengan kondisi cuaca yang diterimanya. Untuk menaikkan energi yang dihasilkan sel surya sesuai dengan kondisi optimalnya digunakanlah Maximum Power Point Tracker (MPPT) yang dapat menggunakan algoritma berbeda. Penelitian ini menggunakan algoritma Incremental Conductance (keluarga Hill Climbing) yang dibangun pada sistem dengan menggunakan Arduino Uno R3. Mikrokontroller mengkondisikan DC-DC buck converter untuk mengekstraksi daya keluaran sel surya serta menyesuaikannya untuk penyimpanan. MPPT meregulasi pulse width modulation (PWM) untuk mengatur sinyal pada konverter hingga kondisi : dI/dV + I/V = 0 terpenuhi. Sistem yang dibangun dapat dilihat performansinya di dalam ruangan (menggunakan artificial light) maupun di luar ruangan (menggunakan iradiasi matahari). Validasi sistem menggunakan metode ini pada MPPT-nya memberikan performansi yang lebih baik. Sistem konvensional menghasilkan daya 0.60W dengan irradisai 432 W/m2 dan beban 10 Ω. Dengan beban yang sama sistem MPPT menggunakan algoritma yang diusulkan memberikan daya keluaran sebesar 17.61W dengan iradiasi yang samaKata kunci: sel surya, MPPT, incremental conductance ABSTRACTPhotovoltaic generates energy according to the received weather condition. To increase the energy produced by solar cell corresponding with optimum condition, system used Maximum Power Point Tracker (MPPT) that can use several different algorithms. This research proposed Incremental Conductance built on the system using Arduino Uno R3. The controller determined DC-DC buck converter condition to extract solar cell output and adjust for storage purposes . MPPT regulated pulse width modulation (PWM) to determine signal in DC-DC converter until condition:dI/dV+I/V=0 is fulfilled. Performances of the system can be seen in indoor (using artificial light) or outdoor (using solar irradiation). System validation using proposed method provided better performance. The conventional system produced 0.60W with 432 W/m2 irradiation and 10 Ω load. Using same load and irradiation, system with Incremental Conductance provided output 17.61WKeywords: solar cell, MPPT, incremental conductance
Desain Antena Mikrostrip Rectangular Patch Array 1x2 dengan U-Slot Frekuensi 28 GHz ARDIANTO, FAJAR WAHYU; RENALDY, SETYAWAN; LANANG, FARHAN FATHIR; YUNITA, TRASMA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 1: Published January 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i1.43

Abstract

ABSTRAKKebutuhan pengguna yang semakin meningkat harus diimbangi dengan peningkatan kecepatan data dan kapasitas suatu jaringan, sehingga diperlukan bandwidth yang lebar. 5G merupakan salah satu teknologi yang akan diresmikan tahun 2020 yang menjadi solusi terhadap peningkatan kecepatan data dan kapasitas layanan. Salah satu kandidat yang menjadi frekuensi kerja 5G yaitu 28 GHz. Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang dapat digunakan untuk teknologi 5G. Namun, antena mikrostrip memiliki beberapa kekurangan, diantaranya bandwidth dan gain yang kecil. Untuk itu, dibutuhkan teknik yang dapat meningkatkan bandwidth dan gain antena. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip bentuk rectangular patch yang ditambahkan slot berbentuk U dengan tujuan meningkatkan bandwidth dan disusun secara array 1×2 untuk meningkatkan gain antena. Hasil dari simulasi didapatkan antena mampu bekerja pada rentang frekuensi 27,5 GHz – 29,12 GHz pada batas return loss kurang dari -15 dB dengan bandwidth sebesar 1,62 GHz. Nilai gain yang dihasilkan sebesar 7,52 dB. Pola radiasi yang dihasilkan, yaitu unidireksional dan berpolarisasi secara linear.Kata kunci: 5G, 28 GHz, mikrostrip, rectangular patch, array, U-Slot ABSTRACTData rate and network capacity improvements offset the increase of user needs, hence it requires a wider bandwidth. The most current high-end technology, which can solve the problem is 5G. One of the frequency that becomes the candidate of 5G is 28 GHz. For 5G, it could apply one of the antenna types, micro strip antenna. However, micro strip antenna has a shortage of narrow bandwidth and small gain. Therefore, it requires a technique to increase the bandwidth and gain of the antenna. In this study, the form of micro strip of antenna design is a rectangular patch with the addition of U-Slot and arranged 1x2 to increase the bandwidth and antenna gain. The results of the simulation show that the antenna is working well at the range frequency of 27.5 GHz - 29.12 GHz, with a return loss limit of -15 dB with bandwidth of 1.62 GHz, the resulting gain value is 7.52 dB, the resulting radiation pattern is unidirectional and linearly polarized.Keywords: 5G, 28 GHz, microstrip, rectangular patch, array, U-Slot
Sistem Monitoring Parkir Mobil menggunakan Sensor Infrared berbasis RASPBERRY PI NATALIANA, DECY; SYAMSU, IQBAL; GIANTARA, GALIH
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 2, No 1: Published January - June 2014
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v2i1.68

Abstract

ABSTRAKMasalah yang selalu timbul dalam sistem perparkiran adalah kurangnya informasi mengenai status ketersediaan lahan parkir, untuk itu diperlukan sebuah sistem monitoring parkir. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan merealisasikan model sistem monitoring perparkiran dengan fasilitas pemilihan area parkir dengan berbasiskan Raspberry Pi serta pemanfaatan infrared sebagai sensor. Sistem ini mampu menampilkan status ketersediaan dari area parkir yang ditampilkan pada display serta dilengkapi dengan perhitungan tarif parkir. Pada sistem yang dirancang dilengkapi dengan tombol untuk memilih area parkir, 2 buah sensor pada masing-masing area parkir untuk mendeteksi kendaraan, kamera untuk kemanan dan lampu LED sebagai indikator ketersediaan area parkir. Perangkat lunak yang digunakan pada sistem ini dirancang dengan menggunakan bahasa Python 2 dan untuk sistem database digunakan SQLite3. Pengujian dilakukan secara simulasi pada miniatur perparkiran. Hasil pengujian model sistem perparkiran dapat menampilkan kondisi dari masing-masing area parkir yang ditampilkan pada display. Kedua buah LED berhasil menjadi indikator ada tidaknya lahan parkir yang masih kosong. Untuk sistem perhitungan tarif parkir telah sesuai dengan perhitungan lamanya parkir.Kata kunci: Parkir, Raspberry Pi , Infrared, Python 2, Monitoring.ABSTRACTThe problem which always happens in parking system is the lack of information about the parking area. That’s why we need parking monitoring system. The purposes of this project are to devise and create parking monitoring system which has fitur for ordering parking area. The system based on Raspberry Pi. The system use infra red as sensor. Beside show the availability status of parking area in a display, this system also calculates the price of using the parking area. The System equipped with button for ordering parking area, 2 infrared sensors for each area, web camera for security and 2 LED lamps for availability indicator. Software for this system is made by Pyhton 2 language. For database the system use SQLite 3 as database system. The trial for this system done with simulation in a miniatur parking area. The result of the trial is the system can display about status of parking area. The system is also can make red LED and green LED light depend on the status of parking area. For billing system, the calculation of parking rates fits with the calculation of parking duration.Keywords: Parking, Raspberry Pi, Infra Red, Python 2, Monitoring.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1: Published January 2026 Vol 13, No 4: Published November 2025 Vol 13, No 3: Published July 2025 Vol 13, No 2: Published April 2025 Vol 13, No 1: Published January 2025 Vol 12, No 4: Published October 2024 Vol 12, No 3: Published July 2024 Vol 12, No 2: Published April 2024 Vol 12, No 1: Published January 2024 Vol 11, No 4: Published October 2023 Vol 11, No 4 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr Vol 11, No 3: Published July 2023 Vol 11, No 2: Published April 2023 Vol 11, No 1: Published January 2023 Vol 10, No 4: Published October 2022 Vol 10, No 3: Published July 2022 Vol 10, No 2: Published April 2022 Vol 10, No 1: Published January 2022 Vol 9, No 4: Published October 2021 Vol 9, No 3: Published July 2021 Vol 9, No 2: Published April 2021 Vol 9, No 1: Published January 2021 Vol 8, No 3: Published September 2020 Vol 8, No 2: Published May 2020 Vol 8, No 2 (2020): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA Vol 8, No 1: Published January 2020 Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 3: Published September 2019 Vol 7, No 2: Published May 2019 Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1: Published January 2019 Vol 6, No 3: Published September 2018 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2: Published May 2018 Vol 6, No 1: Published January 2018 Vol 6, No 1 (2018): ELKOMIKA Vol 5, No 2: Published July - December 2017 Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 1: Published January - June 2017 Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 2: Published July - December 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika Vol 4, No 1: Published January - June 2016 Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 2: Published July - December 2015 Vol 3, No 1: Published January - June 2015 Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 2: Published July - December 2014 Vol 2, No 1: Published January - June 2014 Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Elkomika Vol 1, No 2 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 2: Published July - December 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1: Published January - June 2013 More Issue