cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kelautan Tropis
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108852     EISSN : 25283111     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Analisis Kerusakan Mangrove Di Pusat Restorasi Dan Pembelajaran Mangrove (PRPM), Kota Pekalongan Raden Ario; Petrus Subardjo; Gentur Handoyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 2 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.565 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i2.516

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi pantai yang terlindungi. Kerusakan mangrove dapat terjadi secara alami ataupun adanya tekanan masyarakat pantai sekitar. Tekanan kerusakan ulah masyarakat disekitar pantai Kota Pekalongan, Jawa Tengah berakibat adanya perubahan karakteristik fisik dan kimiawi lingkungan. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan mangrove di pantai Kota Pekalongan. Metode Survey dilakukan di Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) dengan sampling data pada 4 lokasi dengan 3 kali pengulangan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan metode Deskriptip Komparatip untuk membandingkan kondisi ekosistem mangrove. Hasil yang didapat adalah mangrove dari jenis Rhyzophora sp., Bruguiera sp., Avicennia sp., Sonneratia sp., dan Xylocarpus. Sedangkan jenis mangrove yang tumbuh dominan adalah jenis Rhyzophora, Bruguiera, dan Avicennia, serta jenis Rhyzophora yang paling dominan. Jenis Rhyzophora merupakan vegetasi perintis dengan tingkat kerapatan relatip tinggi dan dapat tumbuh pada tanah berlumpur.Kata kunci : Analisis, Kerusakan, Mangrove.
Hubungan Sebaran Kerang Totok Geloina sp. (Bivalvia: Corbiculidae) dengan Vegatasi Mangrove di Ujung Alang Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah Chrisna Adhi Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.966 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.838

Abstract

Segera Anakan is the widest estuaries in Java Island and the famous high diversity.  One of fauna found which associate with the mangroves was totok mussel Geloina sp.  That mussel had economic value so that faced high exploited along season.  Considering that condition a study of the correlation between Geolina distribution and the mangroves vegatiaon. The research was carried out at Ujung Alang areas in Segara Anakan Cilacap on different station which had different mangroves abbundancas.  The case study type research and sampling area method was used to collect the data of information of the Geloina sp.  The data collected in the field was mussel and mangroves population and water quality condition. The result of the study showed, Thad the Geloina sp was uniform distribute along the fourth station which had different diversity and numbers of mangrove.  The class length of 6 – 6,9 cm was the highs number of mussel class on forth station in Ujung Alang Segara Anakan Cilacap  Segara Anakan merupakan salah satu estuaria terbesar di Pulau Jawa yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.  Diantara biota yang terdapat adalah kerang totok (Geloina sp) yang berasosiasi dengan hutan mangrove.  Karena memiliki nilai ekonomis maka menjadi target penangkapan.  Maka dari itu sangat tepat jika mempelajiti hubungan antara sebaran kerang Totok Geloina terhadap vegetasi mangrove. Penelitian dilakukan di Ujung Alang Segara Anakan di Cilacap pada empat stasiun yang berbeda lokasinya.  Sifat penelitian adalah studi kasus, metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah metoda sampling area.  Data yang diambil meliputi kerang, manrove dan kondisi perairan setempat. Hasil penelitian menunjukan kerang totok Geloina yang didapat tidak terpengaruh oleh vegetasi mangrove baik jenis maupun jumlah pohon.  Populasi kerang terbanyak pada semua stasiun adalah kelas ukuran 6 – 6,9 cm di Ujung Alang Seagara Anakan Cilacap
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Pembentuk Biofilm dari Tambak Udang Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara untuk Menghilangkan Amoniak Ria Azizah; Ita Riniatsih; Delianis Pringgenis; Chrisna Adhi Suryono; Suryono Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.123 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1742

Abstract

Brackish water shrimp aquaculture activities often result in organic waste from excess of unconsumed foodstuff and biological waste from shrimp biological waste. The high organic contents increase the levels of ammonia, which is toxic to shrimp and many other aqua lives. One of the most widely used organic material biodegradation system as biofilters, biofilm has not yet seen many uses in shrimp aquafarm waste management. This study aims to isolate and screen biofilm-forming primary bacteria with abilities to degrade ammoniacal nitrogen compounds. The processes involved in this study are location survey, wooden and fiber panel installation, planting of panel in the ponds, isolation of bacteria by dispersion method, purification of primary bacteria by scratch method. Ammoniacal nitrogen degradation test was performed by Microwell Plate Chromatogram Assay and UV-Vis Spectrophotometry. The analysis of the bacteria isolates found 66 primary bacteria with biofilm formation abilities. Based on qualitative analysis, 20 isolates displayed potential in degrading ammoniacal nitrogen compound and 7 isolates showed low (<10%) capacity in degrading ammoniacal nitrogen.  Kegiatan budidaya udang di tambak akan menghasilkan limbah organik yang berasal dari sisa pakan yang tidak termakan maupun kotoran udang. Kandungan bahan organik yang tinggi akan meningkatkan kandungan amonia yang bersifat  toksik bagi udang dan biota air lainnya. Salah satu sistem biodegradasi bahan organik yang telah banyak digunakan sebagai biofilter namun belum dimanfaatkan dalam pengolahan limbah organik tambak udang adalah biofilm. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan skrining bakteri primer pembentuk biofilm yang mampu mendegradasi senyawa amonia nitrogen. Untuk  mencapai tujuan tersebut, maka beberapa tahap penelitian yang telah dilakukan adalah survei lokasi tambak udang, pemasangan panel bahan kayu dan fiber,  penanaman panel dalam badan air tambak, mengisolasi bakteri dengan metode  sebaran, purifikasi bakteri primer pembentuk biofilm dengan metode goresan. Uji oksidasi amonium nitrogen dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode Micro well plate chromatogram assay dan UV-Vis Spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil isolasi diperoleh sebanyak 66 isolat bakteri primer pembentuk biofilm. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh 20 isolat yang memiliki potensi mendegradasi senyawa amoniurn nitrogen. Namun hasil uji kuantitatif bakteri seleksi pendegradasi amonium nitrogen menunjukkan 7 isolat yang memiliki kemampuan rendah (< 10%) mendegradasi amonium nitrogen.   
Hubungan Nutrien Pada Sedimen dan Penutupan Lamun Di Perairan Jepara Sarah Nabilla; Retno Hartati; Ria Azizah Tri Nuraini
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.015 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.4252

Abstract

The availability of nutrients in seagrass beds can act as growth limiting factors. Absorption of nutrients in the water column is carried out by the leaves while the absorption of nutrients from the sediment is carried out by the roots but does not rule out the transport of nutrients by the roots will also arrive at the leaves of the seagrass. If the nutrient requirement is not met properly, then the growth will be disrupted. Like the difference in distribution and density of seagrass itself. Nutrient concentrations in waters vary. Nitrate and phosphate levels in the waters are strongly influenced by sources of organic material from outside/land (allochthonous) or from the water itself (autocthonous). This research was conducted with the aim of nothing: to determine the relationship between nutrient content (nitrate and phosphate) in sediment to seagrass cover in Teluk Awur and Pantai Blebak, JeparaData collection of seagrass and sediment was carried out on March 2018 in the waters of Teluk Awur and Blebak Beach, Kabupaten Jepara. Type identification, density, and coverage are carried out at the research location. Nitrate and phosphate analysis in sediments is carried out in Laboratorium Pengujian dan Peralatan. Based on the results of research that has been carried out, it can be concluded that there is a very strong positive relationship between nutrients and seagrass closure in the two research locations, each of which is 0.955 (91.1%) in Teluk Awur waters and 0.962 (92.6%) in Blebak Beach.Ketersediaan nutrien di perairan padang lamun dapat berperan sebagai faktor pembatas pertumbuhan. Penyerapan nutrien pada lamun pada kolom air dilakukan oleh daun sedangkan penyerapan nutrien dari sedimen dilakukan oleh akar namun tidak menutup kemungkinan pengangkutan nutrien oleh akar juga akan sampai pada bagian daun. Jika kebutuhan nutrien tidak terpenuhi dengan baik, maka pertumbuhannya mengalami gangguan. Seperti perbedaan sebaran dan kepadatan lamun itu sendiri. Konsentrasi nutrien di perairan bervariasi. Kadar nitrat dan fosfat di perairan sangat dipengaruhi oleh sumber bahan organik yang berasal dari luar/ daratan (allochthonous) maupun dari dalam perairan itu sendiri (autocthonous). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: untuk mengetahui hubungan antara kandungan nutrien (nitrat dan fosfat) pada sedimen terhadap tutupan lamun di Teluk Awur dan Pantai Blebak, Jepara. Identifikasi jenis, kepadatan dan penutupan dilakukan pada lokasi penelitian. Analisa nitrat dan fosfat dalam sedimen dilakukan di Laboratorium Pengujian dan Peralatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di ambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan sangat kuat positif antara nutrien dengan penutupan lamun pada dua lokasi penelitian, nilainya masing-masing sebesar 0,955 (91,1%) di Perairan Teluk Awur dan 0,962 (92,6%) di Pantai Blebak.
Genangan Banjir Pasang Pada Kawasan Pemukiman di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak – Provinsi Jawa Tengah Petrus Subardjo; Raden Ario
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 1 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.394 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i1.506

Abstract

Wilayah pedesaan di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan daerah pemukiman yang sering terjadi banjir pasang. Banjir pasang yang menggenangi daerah tersebut karena ketinggian daratan sejajar dan atau lebih rendah dengan muka air laut. Hal ini diduga disebabkan karena terjadinya pasang surut tinggi tertinggi atau HHWL (High Highest Water Level) di wilayah tersebut, sehingga diperlukan suatu tindakan untuk menanggulangi maupun mengurangi dampak yang ditimbukan oleh hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenaikan pasang surut tinggi tertinggi dari setiap tahunnya dari data nilai HHWL tertinggi setiap bulannya dalam satu tahun. Pengolahan data menggunakan metode admiralty dari tahun 2004-2013 dan tipe pasang surut di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, serta pemetaan luas area genangan dan luas kawasan pemukiman pada area genangan banjir pasang di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat eksploratif yaitu bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi secara lokal dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan untuk waktu dan tempat yang berbeda. Selain itu perlu diketahui faktor-faktor penyebab banjir pasang di wilayah tersebut. Data utama yang dibutuhkan adalah data pasang surut, Digital Elevation Model (DEM), titik verifikasi banjir pasang pada kawasan pemukiman,peta tata guna lahan Kabupaten Demak tahun 2008 dan peta rupabumi tahun 2001. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui bahwa luas genangan banjir pasang yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada tahun 2013 adalah 1.938, 42 ha dan luas kawasan pemukiman pada area genangan sebesar 140,05 ha.Laju kenaikan Pasang surut tinggi tertinggi (HHWL) High highest Water Level dari tahun 2004 sampai tahun 2013 adalah sebesar 13.63 dan nilai HHWL tertinggi yang digunakan untuk membuat genangan banjir pasang dalam penelitian ini adalah bulan desember tahun 2013 sebesar 235.09 cm. Sedangkan Tipe pasang surut yang ada perairan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak adalah campuran condong harian tunggal.Kata kunci : Genangan, Banjir, Pasang, Kawasan Pemukiman, Kecamatan Sayung, Kabupaten DemakSubdistrict Sayung, Demak is the frequent flooding in residental areas. Flood tides inunndated areas which have a height of land area equal with the sea surface or lower than the sea surface. The areas thatoften Floods are Sriwulan Village, Purwosari Village, Sidogemah Village,Tugu Village, Surodadi Village, Gemulak Village, Bedono Village and Timbul Sloko Village. This happened because high highest water level at that areas, so that the action nasneccesary to overcome or decrease the impact. The purpose of this research was to determine the highest tidalrise in every year from the highest HHWL data values of each month in a year with admiralty data processing method from 2004-2013 as well as in the sub-type tidal Sayung, Demak and inundation mapping area and extensive residental areas to tidal inundation area in the district Sayung, Demak - Central Java Province. Method used in this research is descriptive explorative method that intoonded to describle the state or status of phenomenom. This research can provide an overvieuw of situation and conditions locally and the results may not generalizable to a different time and place. Besides that we need to known the causing factors of flooding in the region the main data we need required tidal flooding data, DEM (Digital Elevation Model), verification point in the settlement area, land use maps Demak in 2008 and 2001 topographical map. Based on the result of this research that widespread inundation flooding that occured in the district Sayung Demak in 2013 is 1.938,42 ha and extensive of residental areas to the inundation area of 140.05 ha. The rate of the highest tidal rise (HHWL) from 2004 to 2013 amounted 13.63 and the highest value of HHWL used to create tidal inundation in the study was desember 2013 amounted to 235.09 cm. While type of tidal waters that exist in the district Sayung, Demak is a mixture of single-learning daily.Keywords : Inundated, Flood Tide, Settlements, Subdistrict Of Sayung, Demak Regency
Produksi Garam Dan Bittern Di Tambak Garam Nur Taufiq-SPJ; Retno Hartati; Widianingsih Widianingsih
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 1 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.621 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i1.599

Abstract

Rembang Regency could be named as Salt City because they have very high production after Pati Regency. Along the road of Juwana (Pati) - Rembang, salt pond could be seen as square salt sea equipped with windmill to take the sea water from the channel into the pond and is processed into salt. Although salt localproduction is sufficient enough for raw material of industry, therefore best practical technology it is needed. The objective of present work are  to improve directly the process of salt production and basic technique for diversiificatio of salt production, i.e. salt and bittern. The result of present works as follows. Getrape type salt pond is applied, where  young water embankment is located upstream and the down to seed pond 1, 2, 3, then distributed to cristalization pan. Seawater is taken through primary dykes to pump at elevation of 1.5 m, so still full of water during high tide. On cristalization pan (size of 200 m2) sea water will be settled during 7–10 days until its cristalized. Salt cristal was located under bittern solution could be scrap and collected in collection point.  The left-after bittern of 29–30° Be could be flowed back into seed pan uo be collected in bitter collection point.  
Analisis Kadar Tanin Dalam Buah Mangrove Avicennia marina Dengan Perebusan Dan Lama Perendaman Air Yang Berbeda Nirwani Soenardjo; Endang Supriyantini
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.072 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1701

Abstract

Mangrove fruit has the potential to be developed as a potential food source, but the presence of toxins in the fruit are considered harmful if consumed in the long run. Therefore, research needs to be done to eliminate or reduce the levels of toxins in the mangrove fruit, in order to increase the potential of the mangrove plants. The poison is in the mangrove fruit tannins. One alternative to reduce the levels of toxins in the fruit of the mangrove scrub with ash and water immersion.The purpose of this study was to determine the effect of treatment of ash powder content and the duration of water immersion on fruit tannin content of mangrove Avicennia.marina.The treatment was a long 24 hours of water immersion 4 times change of water (6 hours), 48 hours 8 times a change of water (6 hours), and 72 hours 12 times a change of water (6 hours). The results showed that treatment long soaking water to give a significant influence (P <0.05) toward decreased levels of mangrove Avicennia marina fruit tannins. Treatment a long 72 hours of water immersion 12 times a change of water (6 hours) to reduce levels of tannins by 28.80%.  Buah mangrove mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sumber pangan yang potensial, akan tetapi dalam buahnya mengandung tannin . Tanin merupakan zat alami yang dihasilkan oleh buah mangrove yang memberi rasa getir. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengurangi kadar tannin dalam buah mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perlakuan  lama waktu perendaman air terhadap kadar tanin buah mangrove A.marina.Perlakuan  lama perendaman air 24 jam 4 kali pergantian air (6 jam), 48 jam 8 kali pergantian air (6 jam), dan 72 jam 12 kali pergantian air (6 jam). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lama perendaman air memberikan pengaruh yang nyata (P < 0.05) terhadap penurunan kadar tanin buah mangrove Avicennia marina. Perlakuan lama perendaman air 72 jam 12 kali pergantian air (6 jam) menurunkan kadar tanin  sebesar 28,80 % 
Biokonsentrasi Timbal (Pb) pada Hepatopankreas, Insang dan Daging Penaeus merguiensis di Teluk Kelabat Bagian Luar Derra Alianie Tawa; Budi Afriyansyah; Muhammad Ihsan; Mohammad Agung Nugraha
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 2 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.493 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i2.4493

Abstract

Illegal tin mining or unconventional mining activities produce tailings. Tailings contain dangerous heavy metals one of which is Lead (Pb). The increasing concentration of Pb in the waters will also increase its concentration in the body of the biota, one of which is shrimp. The purpose of this study was to analyse the Pb content in gills, hepatopancreas and muscle in Penaeus merguiensis, analyse the Pb content in water and sediments, measure the ability of Penaeus merguiensis in accumulating Pb in water and sediments, and determine the safe limit for consumption. Shrimp, water and sediment samples were analysed using AAS. The results showed that the highest Pb concentration in Penaeus merguiensis was hepatopancreas> gill> meat, with an average range of 0,1897–0,4064 mg/kg, gills 0,2424-0,4770 mg/kg, and meat 0,1348-0,1636 mg/kg. The average Pb concentration in water ranged from 0,2624 to 0,5713 mg/L, while the sediment ranged from 0,2783 to 0,9760 mg/kg. The ability of Penaeus merguensis to accumulate Pb included in the low category. The value of daily intake is around 9,760-11,128 kg/week. Aktivitas penambangan timah illegal atau tambang inkonvensional menghasilkan sisa limbah buangan (Tailing). Tailing mengandung logam berat berbahaya salah satunya Timbal (Pb). Meningkatnya konsentrasi Pb di perairan akan meningkat pula konsentrasinya dalam tubuh biota, salah satunya udang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis kandungan Pb pada insang, hepatopankreas dan daging pada Penaeus merguiensis, menganalisis kandungan Pb pada air dan sedimen, mengukur kemampuan Penaeus merguiensis dalam mengakumulasikan Pb di air dan sedimen, dan menentukan nilai batas aman konsumsi. Sampel udang, air dan sedimen dianalisis menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pb tertinggi pada Penaeus merguiensis adalah hepatopankreas>insang>daging, dengan kisaran rata-rata 0,1897–0,4064 mg/kg, insang 0,2424-0,4770 mg/kg, dan daging 0,1348-0,1636 mg/kg. Konsentrasi Pb rata-rata dalam air berkisar antara 0,2624-0,5713 mg/L, sementara sedimen berkisar dari 0,2783-0,9760 mg/kg. Kemampuan Penaeus merguensis untuk mengakumulasi Pb termasuk dalam kategori rendah. Nilai asupan harian sekitar 9,760-11,128 kg/minggu.
Potensi Rumput Laut Eucheuma sp. Terhadap Kepadatan Fitoplankton Chlorella sp. Ria Azizah; Indrihastuti Sulistianingtiyas; Delianis Pringgenies; Siti Rudiyanti
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 3 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.59 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i3.530

Abstract

Chlorella sp. merupakan sumber makanan bagi ikan dan udang. Untuk menumbuhkan, Chlorella sp. maka diperlukan media kultur dengan nutrien yang baik. Eucheuma sp. merupakan rumput laut yang mengandung mineral - mineral yang bermanfaat bagi pertumbuhan Chlorella sp. Pemberian ekstrak Eucheuma sp. diharapkan dapat mendukung pertumbuhan Chlorella sp. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak Eucheuma sp. terhadap kepadatan Chlorella sp. dan konsentrasi terbaik dari ekstrak Eucheuma sp. yang menghasilkan kepadatan Chlorella sp. yang tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2005 di Laboratorium Bioteknologi dan Eksplorasi Laut, Teluk Awur, UNDIP, Jepara dan Laboratorium Jurusan Perikanan, UNDIP, Semarang. Materi yang digunakan yaitu ekstrak Eucheuma sp., Chlorella sp. dan media kultur. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratories. Konsentrasi ekstrak Eucheuma sp. yang digunakan adalah : A (10 mg/L); B (100 mg/L); C (200 mg/L); D (300 mg/L); E (400 mg/L); F (500 mg/L); G ( tanpa pemberian ekstrak Eucheuma sp.).Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (300 mg/L) menghasilkan kepadatan Chlorella sp. tertinggi pada puncak populasi, yaitu 6,293 log sel/mL dan pada akhir populasi, yaitu 6,012 log sel/mL dengan konstanta pertumbuhan spesifik sebesar 0,161.Kata kunci: Kepadatan, Chlorella, EucheumaChlorella sp. is the source of food to prawn and fish. In order to grow Chlorella sp. so need a culture media with a good nutrient. Eucheuma sp. is a seaweed it cantains benefit minerals for the growth of Chlorella sp. The giving of Eucheuma sp. it is to be hoped to support the the growth of Chlorella sp. This research is aimed to know the effect of Eucheuma sp. extract to density of Chlorella sp. and the best concentration of Eucheuma sp. extract produce the highest density of Chlorella sp. This research was conducted in January – March 2005 at the Laboratory of Biotechnology and Marine Exploration, Teluk Awur, UNDIP, Jepara and Laboratory of Fisheries Department UNDIP, Semarang. Materials used in this research consisted of Eucheuma sp. extract, Chlorella sp. and culture media. This research method used experimental laboratories. The concentration that used in this research : A (10 mg/L); B (100 mg/L); C (200 mg/L); D (300 mg/L); E (400 mg/L); F (500 mg/L); G ( without giving extract of Eucheuma sp.). The result of this research showed that the D treatment produce the highest Chlorella sp. density at peak of population, that is 6,293 log sel/mL and the end of population that is 6,012 log sel/mL with specific growth rate 0,161.Keyword : Density, Chlorella., Eucheuma
Kajian Potensi Air Tanah Berdasarkan Data Geolistrik Resistiviti Untuk Antisipasi Kekeringan Di Wilayah Pesisir Kangkung, Kabupaten Kendal, Privinsi Jawa Tengah Sugeng Widada; Alfi Satriadi; Baskoro Rochaddi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.381 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1352

Abstract

Coastal Region of Kangkung, Kendal Regency, Central Java Province is one of the areas that experiencing water in the dry season. Groundwater exploitation is one way solution to meet the water needs for people in the area, especially in the dry season. Therefore it is necessary to study potency of ground water in coastal area of Kangkung. The research was  conducted to determine the potential of ground water in the confined aquifer in the Coastal Region of Kangkung, Kendal District which is expected to be utilized as a source of water to meet the needs of local communities. The method used in this research is  descriptive analysis to describe the condition of aquifer, however some things are delivered quantitatively. The aquifer condition was obtained from the interpretation of geoelectricity (resistivity) data supported by geological and hydrogeological observation data and pumping test data as secondary data. Groundwater quality analysis and simple hydrochemical analysis is with Chlorida - Bicarbonat Ratio (CBR) method to know the possibility of sea water intrusion. The results showed that the aquifer in the coastal area of Kangkung has the potential of 29.13 lt / sec ground water discharge which can be utilized to meet the needs of clean water 18,800 people. Although it is adjacent to the sea, the groundwater in the study area does not undergo sea water intrusion. Groundwater quality in this location is qualified as raw drinking water according to SK Menkes No, 492/Menkes/Per/IV2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.   Wilayah Pesisir Kangkung, Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang pada musim kemarau mengalami kekeringan. Pemanfaatan air tanah merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat di daerah tersebut, terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian potensi air tanah di daerah Pesisir Kangkung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air tanah pada akuifer dalam (tertekan) di Wilayah Pesisir Kangkung, Kabupaten Kendal yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptis analisis untuk menggambarkan kondisi akuifer, namun demikian beberapa hal disampaikan secara kuantitatif. Kondisi akuifer diperoleh dari hasil interpretasi data geolistrik resistiviti dengan didukung data hasil pengamatan geologi dan hidrogeologi serta data sekunder berupa hasil pumping test. Analisa kualitas air tanah dan analisis hidrokimia secara sederhana dengan metode Chlorida – Bicarbonat Ratio (CBR) dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya intrui air laut. Hasil penelitian menujukan bahwa akuifer di daerah Pesisir Kangkung mempunyai potensi debit air tanah 29,13 lt/det yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 18.800 orang. Meskipun berbatasan dengan laut, namun air tanah di daerah kajian tidak mengalami  terintrusi air laut. Kualitas air tanah di lokasi ini memenuhi syarat sebagai bahan baku air minum sesuai SK Menkes No, 492/Menkes/Per/IV2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.  

Page 10 of 46 | Total Record : 451