cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kelautan Tropis
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108852     EISSN : 25283111     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Efek Penambahan Gula Terhadap Kestabilan Warna Ekstrak Fikosianin Spirulina sp. Sri Sedjati; Ali Ridlo; Endang Supriyantini
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 1 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.757 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i1.505

Abstract

Mikroalga Spirulina sp. memiliki kandungan fikosianin yang berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami, namun fikosianin tidak stabil terhadap suhu, cahaya, pH, dan oksigen, sehingga perlu ditambahkan pengawet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengawet gula terhadap kestabilan fikosianin yang diekstraksi dari Spirulina sp.  Spirulina sp  diekstraksi dengan akuades dan larutan buffer fosfat pH 7. Efek penambahan gula diamati selama 14 hari penyimpanan pada suhu kamar (30±30C). Stabilitas pigmen diamati berdasar nilai konsentrasi relatifnya (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fikosianin Spirulina sp. yang diekstraksi dengan aquades adalah 45,16±1,13 mg/g dw, sedangkan untuk ekstrak dengan pelarut buffer fosfat pH 7 adalah 760,51±0,11 mg/g dw. Penambahan gula fruktosa 5% memberikan hasil yang paling efektif selama 14 hari penyimpanan suhu kamar 30±30C, konsentrasi relatif yang tersisa sebesar 19,39 %, sedangkan  tanpa pengawet konsentrasi relatif hanya 10,57 %. Secara umum penambahan gula (sukrosa, fruktosa dan glukosa 5% dan 10% b/v) mampu meningkatkan konsentrasi relatif menjadi 12,12-19,39%. Kata kunci : Fikosianin,  Spirulina sp,  gula, Aktivitas Antioksidan Microalga Spirulina sp.  has a high content of phycocyanin. Phycocyanin has potential as a natural blue colorant. Phycocyanin is not stable against temperature, light, pH and oxygent. Preservatives are food additives commonly used to preserve unstable food. The purpose of this research was to screening sugar preservatives for phycocyanin. The effect of selected sugar preservatives, sucrose, glucose and fructose on the stability of phycocyanin at room temperature (30±30C) was studied in aqueous solution for 14 days.    Pigment stability after 14 days storages was observed from concentration relative (CR) value.  The result showed that phycocyanin content in aquadest extract was 45,16±1,13 mg/g dw. The CR value remained at approximately 12,12-19,39% after storage for 14 days at room temperature when sugar preservatives (sucrose, glucose and fructose  5% and 10% w/v) was added, while without preservatives CR value decreased to 10,57%. The highest stability of the phycocyanin solution was found in adding fructose 5% (CR value = 19,39%). Keywords : Phycocyanin, Spirulina sp., Sugar, Antioxidant Activity 
Kontaminasi Residu Pestisida Organoposfat: Klorpirifos, Fenitrotion dan Profenofos dalam Bivalvia yang Ditangkap di Pesisir Utara Pulau Jawa Chrisna Adhi Suryono; Agus Sabdono; Subagiyo Subagiyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 2 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.768 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i2.6274

Abstract

Organophosphate pesticides were widely used in agriculture and OPP which was less accumulative and degradable but It has been found in an aquatic environment. The purpose of this study was to determine the level of organophosphate pesticide residues in bivalve which was fishing in North Coast of Java specifically the Demak and Surabaya.  Bivalvia, sediment and seawater samples were analysed using GC-MS. The results showed that the bivalves of A inaequivalvis, P viridis, A pectinata captured in Demak and Surabaya were contaminated with organophosphate pesticide of chlorpyrifos, fenitrothion and profenofos. The chlorpyrifos was found in all species of bivalves, but the highest concentrations of OPP were profenophos> chlorpyrifos > fenitrothion respectively. ANOVA test results show that there was a very significant difference in OPP residues in bivalves p = 0.009, but there was no difference in OPP residues between locations.Organoposfat pestisida (OPP) banyak digunakan secara meluas dalam pertanian dan OPP tersebut kurang akumulatif dan mudah terurai namun keberdaanya telah di temukan dala lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat akumulasi residu pestisida organoposfat yang terdapat di bivalvia yang ditangkap di pesisir Utara Jawa khususnya wilayah Demak dan Surabaya.  Sampel bivalvia, sedimen dan air laut dianalisa menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukan bahwa bivalvia A inaequivalvis, P viridis, A pectinata yang ditangkap di Demak dan Surabaya terkontaminasi pestisida organoposfat jenis Klorpirifos, Fenitrotion dan Profenofos. Klorpirifos ditemukan pada semua bivalvia, namun konsentrasi tertinggi OPP secara berurutan profenofos > klorpirifos > fenitrotion.  Hasil uji ANOVA  menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata residu OPP dalam bivalvia p= 0.009,  namun tidak ada berbedaan residu OPP antar wilayah lokasi.
Uji Lethal Concentration (LC) Senyawa Cyanida pada Karang Tingkat Laboratatorium dalam Kaitannya sebagai Bahan Penangkap Ikan Hias Chrisna Adhi Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 3 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.46 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i3.529

Abstract

Salah satu cara menagkap ikan hias yang efektip adalah dengan cara membius dengan menggunakan cyanida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui letathal concetration senyawa cyanida terhadap karang Porites lutea dan Galaxea fascicularis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah split plot RAK dengan ulangan 3 kali. Jenis karang merupakan kelompok utama dan konsentrasi cyanida merupakan sub-kelompok. Pengamatan yang diamati adalah jumlah zooxanthellae dan prosentase kematian karang. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi konsentrasi cyanida menunjukan semakin tinggi prosentase kematian karang. Demikain pengaruhnya terhadap zooxanthellae, semakin tinggi konsentrasi cyanida semakin kecil jumlah zooxanthellae pada karang. Hasil uji anova terhadap tingkat kematian karang dan jumlah zooxanthellae.menunjukan pengaruh yang sangat nyata (P<0,001).Kata kunci : Cyanida, LC, karang, dan ikan hiasOne of the most effective to capture ornamental fishes by using cyanide unconscious. The purpose of this study was to conduct LC of cyanide compound on coral Porites lutea and Galaxea fascicularis. The split plot randomized block design with 3 replicate was use on this study. While the kind of corals as the main block and the cyanide concentration as the sub-block. The study focusing on the analyzed of the number of zooxanthellae and the percentage mortality of corals. The results of the study shows, increasing cyanide concentration affected increasing percentage mortality of coral and decreasing the number of zooxanthellae on the coral. The result of ANOVA test showed highly differences significantly (p<0.001).Keywords: Cyanide, LC, coral and artistic fishes
Analisa Perhitungan Analitik dan Data Eksperimen Parameter Gelombang pada Wave Flume dengan Wavemaker Tipe Piston Alfi Satriadi; Sugeng Widada; Harmon Prayogi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.324 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1351

Abstract

Ocean waves is one of the ocean phenomenon and It is occurred by the external forces. There are some approaches to study this phenomenon which are analytical, numerical, and physical modelling. This research aims to compare between analytical and experimental data. The methods were used in the research divided into three steps. First step was calculating theoretical equation of the relationship between dimensionless number of relative depth (kh) and stroke and wave height ratio (H/S). Secondly, the wave parameters including wave height (H), water depth (d), and wave length (L) were measured in a wave flume. Finally, the value of percentage model bias (PB) was calculated. It showed at 15,513% and 8,5% for 50 rpm and 80 rpm, respectively. In conclusion based on PB, experimental data had positive correlation to analytical equation.   Gelombang merupakan salah satu fenomena yang ada di laut. Dalam mempelajari fenomena ini dilakukan berbagai pendekatan diantaranya pendekatan analitik, pemodelan numerik, dan pemodelan fisik. Penelitian ini hanya mengkaji hasil perhitungan analitik dan data eksperimen menggunakan wavemaker tipe piston berdasarkan nilai percentage model bias (PB). Metode yang dilakukan merupakan metode kuantitatif yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama melakukan perhitungan berdasarkan persamaan analitis hubungan antara bilangan tak berdimensi kedalaman relatif (kh) dan rasio antara tinggi gelombang dan panjang stroke (H/S). Tahap kedua adalah melakukan pengukuran parameter gelombang yaitu tinggi gelombang (H), kedalaman (d), dan panjang gelombang (L). Tahap yang terakhir adalah mencari nilai PB berdasarkan perhitungan analitik dan data eksperimen. Hasil penelitian menunjukan nilai PB untuk kecepatan putar wavemaker 50 rpm dan 80 rpm adalah masing-masing sebesar 15,513% dan 8,5%. Berdasarkan nilai PB tersebut dapat dikatakan bahwa data eksperimen mendekati perhitungan analitik.  
Karbon aktif Tempurung Kelapa untuk Peningkatan Kualitas Air Tambak Chrisna Adhi Suryono; Irwani Irwani; Suryono Suryono; Endang Sri Susilo; Subagiyo Subagiyo; Sugeng Widada
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.196 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2375

Abstract

The negative impact in intensive cultivation of prawn is the decreasing water quality, caused by the toxic material from food and prawn faces.  One alternative to solve that problem is to use the active carbon from coconut shell as adsorbent of toxic material.The aim of these activities is to inform to teach how was adsorption toxic compound by using active carbon running well.  The result showed, concentration of H2S in the water dramatically decrease until 0.02 ppm and NH3 until 0.05 ppm and NO2 0,05 ppm.  That condition indicates, it was good condition for prawn to life.  The conclusion of this public service activity was active carbon from coconut shell can be reduce toxic material and all participant in training very interested approximately 95% of material of training has been understood. Dampak negatif dari budidaya udang secara intensif adalah menurunnya kualitas air tambak karena menumpuknya zat zat beracun yang berasal dari akumulasi sisa pakan maupun kotoran udang.  Salah satu alternatif pengendalian kualitas air tambak akibat permasalahan tersebut dengan menggunakan karbon aktif dari tempurung kelapa sebagai bahan absorban. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan percontohan dan pelatihan kepada petani tambak tentang pemanfaatan arang tempurung kelapa sebagai bahan absorban alami yang berguna meningkatkan kualitas air tambak.  Hasil kegiatan yang telah dilakukan meliputi peyuluhan dan percontohan menunjukan 95% masyarakat memahami materi yang diberikan selama penyuluhan.  Hal tersebut terlihat dari respon masyarakat dalam bentuk tanya jawab.  Sedangkan hasil nyata dari penggunaan arang tempurung kelapa menunjukan kandungan H2S 0,02ppm, NH3 0,05 ppm dan NO2 0,05 ppm.  Kandungan zat zat tersebut menunjukan kondisi yang baik untuk hidupnya udang. 
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Tembaga (Cu) Pada Akar Dan Buah Mangrove Avicennia marina Di Perairan Tanjung Emas Semarang Endang Supriyantini; Nirwani Soenardjo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 2 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.596 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i2.520

Abstract

Perairan Tanjung Emas merupakan salah satu kawasan pesisir yang dekat dengan aktivitas pelabuhan, industri, dan pemukiman penduduk. Tingginya aktivitas di kawasan Tanjung Emas diduga mengalirkan berbagai limbah yang dapat menimbulkan pencemaran, antara lainpencemaran oleh logam berat Pb dan Cu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cu dalam air, sedimen, akar, dan buah mangrove Avicennia marinaserta untuk mengetahui tingkat akumulasi terhadap logam-logam tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Kemudian logam berat dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan logam berat Pb dan Cu di perairan Tanjung Emas Semarang menunjukkan pencemaran berat karena sudah melebihi batas ambang yang ditentukan yaitu masing-masing 0,01-0,06 mg/L (Pb) dan 0,004-0,14 mg/L (Cu). Kandungan Cu pada sedimen sebesar 1,236-3,212 mg/kg; Cu pada akar2,104-2,529 mg/kg; dan Cu pada buah A. marina 1,640-4,336 mg/kg.Hampir semua hasil ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan kandungan Pb pada sedimen 0,251-0,507 mg/kg; Pb pada akar 0,732-1,625 mg/kg; dan Pb pada buah A. marina 0,114-0,345 mg/kg.BCF akar tertinggi ditemukan pada logam Pb yaitu 1,443-6,474 dan TF buah tertinggi ditemukan pada logam Cu yakni 0,674-1,714.Kata Kunci : Logam Berat Pb dan Cu, kolom air,sedimen, akar dan buah A.marina, BCF dan TF A. marina.Tanjung Emas waters were one of the coastal areas near that port activities, industries, and residential areas. The high activities in the area of Tanjung Emas allegedly flowed various wastes that can cause pollution, that is heavy metal Pb and Cu. The aim of this research was to determine the content of heavy metals Pb and Cu in the waters, sediment, roots, and fruits of the mangrove Avicennia marina as well as to determine the level of accumulation for these metals. The method that was used in this research was descriptive method and the determination of the location of research area used purposive sampling method. Then, heavy metals were analysedusing AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). The results showed that the content of heavy metals Pb and Cu in the waters of Tanjung Emas Semarang showed heavy contamination because it exceeds thespecifiedthreshold is 0,01-0,06 mg/L (Pb) and 0,004-0,14 mg/L (Cu). The content of Cu in the sediments was 1,236-3,212 mg/kg; Cucontentat the root was 2,104-2,529 mg/kg; and Cu content in fruits of mangrove A. marina is 1,640-4,336 mg/kg. Almost all of these results was higher when compared with the content of Pb in sediments is 0,251-0,507 mg/kg; Pb at the root is 0,732-1,625 mg/kg; and Pb in A. marina fruits is 0,114-0,345 mg/kg. The BCF highest root was found in Pb is 1,443-6,474 and TF highest fruits found on the committal was 0,674-1,714.Keywords : Heavy Metal Pb and Cu, in waters, Sediment, Roots and Fruit of A. marina, BCF and TFA. marina
Studi Pendahuluan Hubungan Panjang–Berat Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dari Perairan Semarang Adi Santoso; Endang Sri Susilo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.2 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.843

Abstract

Length-weight relationship study of narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorus commerson) from Semarang waters was commenced in October-November 2014. The result showed that the fish growth at both the months of October and November 2014 was a negative allometric growth. There was uncertainty to answer the low value for b component during November although at this month was a peak of the fish catching at Java Sea.  Due to small fish landed, it indicated that narrow-barred Spanish mackerel of Semarang waters were not proper to be caught. Studi hubungan panjang-berat ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) dari perairan Semarang sudah dilakukan selama bulan Oktober dan November 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan tenggiri selama bulan Oktober maupun November 2014 adalah bersifat allometrik negative. Tidak diketahui dengan pasti penyebab kecilnya nilai b terutama pada bulan November, meskipun pada periode tersebut merupakan salah satu puncak musim penangkapan ikan tenggiri di Laut Jawa. Kecilnya ukuran ikan yang didaratkan, menunjukkan bahwa ukuran ikan tenggiri di perairan Semarang belum layak tangkap.
Pengaruh Pemberian CO2 terhadap pH Air pada Pertumbuhan Caulerpa racemosa var. uvifera Nor Sa&#039;adah; Sekar Widyaningsih
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.531 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2460

Abstract

Although in the growing season, seaweed type Caulerpa racemosa var. uvifera sometimes has not be found in the field due to environmental factors. So seaweed mariculture is urgently needed. This research was aimed to study the impact of providing CO2 with different duration in the water media on the growth of C. racemosa var. uvifera. This research was used 5 treatments with 3 repetitions, namely: A (without CO2 as a control), B (providing CO2 for 6 hours per day), C (giving CO2 for 12 minutes per day), D (CO2 delivery, 18 minutes per day) and E (providing CO2 for 24 minutes per day). The observed data in the form of wet weight and water quality that were used as maintenance medium. The results showed that providing CO2 with different duration significantly affected (P <0.01) among treatments. The highest specific growth rate of C. racemosa var.uvifera was in the B (5.270 +0.022)% per day and the lowest in E (1.908 +0.069)% per day. The CO2 contents in treatment B ranged from 95.88 to 108.11 with a pH ranging from 7.0 to 8.4 and CO2 contents in treatment E was 382.87-412.08 with a pH ranging from 6.0 to 8.0. Rumput laut jenis Caulerpa racemosa var. uvifera walaupun sudah musimnya tumbuh kadang tidak ditemukan di perairan, karena kondisi lingkungan sangat mempengaruhi. Hal ini mengakibatkan produksi jenis tanaman tersebut langka, sehingga perlu dilakukan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberian CO2 yang berbeda terhadap pH media air pemeliharaan pada pertumbuhan C. racemosa var. uvifera. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, yaitu : A (tanpa CO2 sebagai kontrol), B (pemberian CO2 selama 6 menit per hari), C (pemberian CO2 selama 12 menit per hari), D (pemberian CO2,18 menit per hari) dan E (pemberian CO2 selama 24 menit per hari). Data yang diamati berupa berat basah dan kualitas air yang digunakan sebagai media pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CO2 dengan lama waktu yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) antar perlakuan. laju pertumbuhan spesifik C. racemosa var.uvifera tertinggi pada perlakuan B (5,270+0,022) % per hari dan terendah pada perlakuan E (1,908+0,069) % per hari. CO2 yang terkandung pada perlakuan B berkisar 95,88-103,11 dengan pH berkisar 7,0-8,4 dan CO2 pada perlakuan E sebesar 382,87-412,08 dengan pH berkisar 6,0-8,0.  
Antioxidant Activities, Total Phenolic Compound And Pigment Contents of Tropical Sargassum sp. Extract, Macerated In Different Solvents Polarity Jelita Rahma Hidayati; Ervia Yudiati; Delianis Pringgenies; Zaenal Arifin; Diah Tri OktaviyantI
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.41 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.4404

Abstract

Exposure of sunlight lead tropical Sargassum sp. to maintain their growth and moreover to bring up their secondary metabollite for life struggling. Sargassum sp. has bioactive compounds that has a potential antioxidant acitivity such as phenolic compounds as well as chlorophyll and carotenoids. This research was conducted to determine antioxidant activities, phenolic compound and pigmens of Sargassum sp. with different solvent that have different polarities. Sample was macerate with n-heksana, ethyl acetate, methanol and aquadest. All the parameters were done spectrophotometrically. IC50 was used to determine the antioxidant activity by antiradical scavenging activity using DPPH (515 nm). Total phenolic compound were tested by Folin-Ciocalteu solution  and used gallic acid as standard (725 nm). The chlorophylls a content were measured at wavelength 662 nm and 645 nm and carotenoids were measured at wavelength 470 nm. The results showed best IC50 is achieved by aquadest extract (72.95 ±0.22 ppm). The highest Total phenolic compound is achieved by ethyl acetat extract (120.29 ±0,404 mg GAE/g sample). The highest chlorophyll a content is achieved by ethyl acetat extract (18.23 ± 0,049 mg/g sample) and the highest carotenoid content is achieved by ethyl acetat extract extract (60.65 ±0,008  µmol/g sample). It can be concluded that aquadest extract can be categorized as the strong antioxidant and antiradical activity, ethyl acetat as a medium antioxidant activity. The simple and save methods of aquadest extract promising that Sargassum  sp. frorn Indonesia is a good candidate compoud for nutraceutical and cosmeceutical approach.  
Kondisi Arus dan Gelombang Pada Berbagai Kondisi Morfologi Pantai di Perairan Pantai kendal Provinsi Jawa Tengah Gentur Handoyo; Agus A.D Suryoputro
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 1 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.222 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i1.511

Abstract

Kondisi oseanogreafi sangat berpengaruh terhadap proses akresi dan abrasi yang berlangsung di pantai. Apabila faktor dari daratan lebih dominan maka pantai akan mengalami akresi, sedangkan apabila faktor dari daratan tidak dapat meredam faktor oseanografi maka akan terjadi abrasi di pantai tersebut. Untuk mengetahui perkembangan akresi dan abrasi pantai, sangat diperlukan data kondisi arus dan gelombang di perairan sehingga diperlukan penilaian yang lebih mendalam mengenai karakteristik arus dan gelombang di perairan kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus dan gelombang di perairan Kendal serta untuk mengetahui pengaruh karakteristik arus dan gelombang terhadap kondisi pantai di perairan Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode pengambilan data dilakukan dengan metode survey dan metode sampling yang digunakan adalah metode sampling puposive. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Pola arus di perairan Kendal dipengaruhi oleh Pasang Surut serta pola arus regional di Laut jawa yang bergerak sesuai dengan angin musim dari Timur ke Barat. Karakteristik gelombang pada lokasi penelitian memperlihatkan kondisi yang sama.Kata kunci : arus, gelombang, morfologi, Kendal.Oceanographic condition affect to acreation adn abration process on shore. Acretion happen if upland factor is dominant, while abration happen if uplland factor can not faint oceanographic process. To find out the expansion of acreation and abration, current and wave condition data are definitely neede so that’s way a deeply research about the characteristics of current and wave on Kendal waters is carry on. The objective of the research is to find out the characteristic of current and wave on Kendal waters, and the effect to the coastel condition. Descriptif methode was used in the research, data sampling by using survey method and sampling by using purposive method. The conclusion based on the research is : current pattern on territorial water Kendal influence by tides and regional current panttern on Java sea. Current panttern move according to mensoon from East to West.Keywords: current, wave, morphology, kendal

Page 8 of 46 | Total Record : 451