cover
Contact Name
Eva Dina Chairunisa
Contact Email
evadinach19@gmail.com
Phone
+6282281267851
Journal Mail Official
jurnalkalpataru@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang Gedung E Lantai 1, Kampus A Jl. Jend A. Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
ISSN : 24606383     EISSN : 26217058     DOI : 10.31851/kalpataru.v6i1.4646
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles 200 Documents
KONTROVERSI KETERLIBATAN SOEHARTO DALAM PENUMPASAN G30S/PKI 1965 Adriyanto Adriyanto
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 2 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v2i2.1591

Abstract

Gerakan 30 September (disingkat G.30.S/PKI) atau Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) dan  Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi Kamis malam tanggal 30 September menjelang tanggal 1 Oktober 1965  dan enam Perwira Tinggi militer Indonesia menjadi korban. Masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah kontroversi keterlibatan Soeharto dalam penumpasan G 30 S/PKI 1965? Penelitian ini menggunakan metode historis, yaitu kegiatan mengkaji suatu masalah secara teliti dan teratur, dengan cara menyusun gagasan yang terarah dan terkonsep untuk memecahkan permasalahan yang hidup dan berguna bagi peneliti. Hasil penelitian: (1) Kontroversi merupakan perbedaan pandangan yang muncul mengenai Gerakan 30 September 1965 G.30.S/PKI adalah peristiwa pembunuhan yang terjadi pada tanggal 30 September menjelang 1 Oktober 1965. (2) Pada 30 September 1965, enam Jendral Senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana. (3)Pengangkatan Mayjend Soeharto sebagai panglima operasi pemulihan keamanan dan ketertiban serta pembentukan komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban (Kopkamtib).
SEBARAN RUMAH BATU DI DESA TEGUR WANGI KOTA PAGARALAM SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Munawati Munawati; Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2444

Abstract

Rumah batu di situs Tegur Wangi kota Pagaralam merupakan peninggalan zaman megalitikum sebagai bentuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah nilai apa sajakah yang terdapat pada sebaran rumah batu di desa Tegur Wangi kota Pagaralam yang dapat dijadikan sumber pembelajaran sejarah di SMA Negeri 22 Palembang?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sejarah yang terdapat pada sebaran rumah batu di desa Tegur Wangi kota Pagaralam yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Negeri 22 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai sejarah rumah batu di desa Tegur Wangi yaitu rumah batu merupakan peninggalan zaman prasejarah megalitikum, nilai religius rumah batu yaitu dibuat untuk keperluan pemujaan arwah nenek moyang, nilai gotong royong dapat dilihat  dalam pembuatan rumah batu, dan nilai kekeluargaan rumah batu yaitu pemakaman manusia prasejarah menyimbolkan nilai kekeluargaan dengan memberikan penghormatan pada anggota kelompok yang wafat
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PETA MASUKNYA BANGSA EROPA KE INDONESIA DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH DAUN BAMBU M. Al Qurbah; Aan Suriadi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v5i1.2940

Abstract

Pengembangan media pembelajaran peta masuknya bagsa Eropa dengan memanfaatkan limbah daun bambu adalah pembuatan media pembelajaran peta yang dikembangkan dengan limbah daun bambu sebagai bahan utama dalam pembuatan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hasil dari produk pengembangan media pembelajaran peta dengan memanfaatkan limbah daun bambu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil dan pengaruh penggunaan media pembelajaran peta masuknya bangsa Eropa dengan memanfaatkan limbah daun bambu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Develoment) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan mengkaji keefektifan produk tersebut. Hasil uji penggunaan oleh ahli validasi media mendapatkan rata-rata total penilaian sebesar 72,5 % yang menunjukan hasil tersebut masuk dalam kategori “Baik” untuk digunakan sebagai media pembelajaran, dan hasil penilaian media pembelajaran oleh siswa mendapatkan hasil rata-rata total penilaian 80,3% yang menunjukkan media tersebut masuk dalam kategori “Sangat Baik” untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Dari hasil uji penggunaan media oleh ahli media dan siswa dapat disimpulkan bahwa media peta yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
STRATIGRAFI DESA DURIAN GADIS SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS CANDRADIMUKA PALEMBANG Kurniawan Hamza
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1313

Abstract

Lapisan sejarah dan budaya di desa Durian Gadis memberikan informasi tentang sejarah kelokalan dan budaya yang menarik untuk diwariskan kepada generasi muda sekarang sebagai identitas bangsa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah stratigrafi desa Durian Gadis yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas Candradimuka Palembang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui stratigrafi di desa  Durian  Gadis  yang  dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas Candradimuka Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data: dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian: desa Durian Gadis kaya akan data-data sejarah dari masa kerajaan Sriwijaya, kesultanan Palembang Darussalam, hingga masa-masa kolonial. Nilai sejarah stratigarfi desa Durian Gadis bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah.
JEJAK KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM DI KABUPATEN BANYUASIN Jeki Sepriady; Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v3i2.1624

Abstract

Orang asli Banyuasin adalah suku Melayu kelompok manusia yang pertama menetap di Banyuasin. Mereka selalu bermusyawarah dan mufakat setiap ada sesuatu yang penting. Falsafah hidupnya beragam Islam dan menggunakan bahasa Melayu. Semuanya ini ada dalam perkembangan sejarah kehidupan masyarakat Banyuasin. Rumusan masalah: bagaimanakah jejak Kesultanan Palembang Darussalam di kabupaten Banyuasin?. Tujuan penelitian: untuk mengetahui jejak Kesultanan Palembang Darussalam di kabupaten Banyuasin. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan. Bayuasin sebagai wilayah kekuasaan kesultanan Palembang Darussalam termasuk kategori daerah sikep. Sama dengan sistem pemerintahan marga daerah di daerah Uluan, wilayah Banyuasun zaman marga kesultanan Palembang Darussalam tidak mempunyai pemerintahan sendiri, tetapi diperintah langsung oleh jenang atau pegawai yang ditunjuk raja Palembang.
CAGAR BUDAYA DI PALEMBANG ILIR TIMUR SEBAGAI SUMBER PENULISAN BUKU SAKU SEJARAH DI PALEMBANG Wahyudi Hermawan; Muhamad Idris; Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 1 (2020): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i1.4654

Abstract

Buku saku adalah suatu buku yang berukuran kecil yang bisa berisi informasi dan sebagai media pembelajaran di sekolah. Sub fokus penelitian: Benda Cagar Budaya di Palembang Ilir Timur sebagai Sumber Penulisan Buku Saku Sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini: Benda cagar budaya apa saja yang ada di Palembang Timur yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penulisan buku saku sejarah. Tujuan penelitian menjadikan benda cagar budaya di Palembang Ilir Timur sebagai sumber penulisan buku saku sejarah Palembang. Manfaat Penelitian adalah bagi sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Bagi guru, tersdianya sumber pembelajaran moral pada mata pembelajaran sejarah yang terkandung dalam Cagar Budaya di Palembang Ilir Timur sebagai sumber penulisan buku saku sejarah di Palembang. Bagi peserta didik, dapat menambah pengetahuan dan wawasan tantang Cagar Budaya. Bagi peneliti, tersedianya data penelitian tentang Cagar Budaya di Palembang Ilir Timur. Metode Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan multi disipliner, yaitu: arkeologi, ilmu budaya dan geografi untuk mengungkap fenomena sejarah dan budaya Palembang Timur. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian tersedianya buku saku cagar budaya Palembang Ilir Timur mencakup situs, benda cagar budaya, kontemporer dan toponim.
PERANAN BELANDA DALAM PERANG SAUDARA ANTARA KAUM PADRI DAN KAUM ADAT DI MINANGKABAU PADA ABAD KE-19 Maria Santi; Sukardi Sukardi; Nelly Ermarita
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 2 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v1i2.536

Abstract

ABSTRAK              Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah peranan Belanda dalam perang saudara antara kaum Padri dan kaum Adat di Minangkabau abad ke-19?”, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Belanda dalam perang saudara antara kaum Padri dan kaum Adat di Minangkabau abad ke-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah (historis). Langkah-langkah yang digunakan dalam metode ini meliputi, heuristik, interpretasi, historiografi. Penelitian ini berhubungan dengan kenyataan yang terjadi pada masa lampau. Data-data yang terkumpul digambarkan dengan kata-kata atau kalimat kemudian dianalisis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu menggunakan teknik kualitatif. Pada awal abad ke-19 terjadi perang saudara di Minangkabau, antara kaum Padri (ulama) dan kaum Adat. Perang ini diakibatkan adanya kebiasaan-kebiasan buruk yang dilakukan oleh masyarakat, seperti main judi, minum-minuman dan menyabung ayam. Pada tahun 1803 pulang tiga orang haji, yaitu Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Peobang, melihat kebiasaan yang dilakukan masyarakat maka timbul suatu keinginan untuk mengadakan pembersihan yang berdasarkan ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Perang ini terjadi pada tahun 1803-1821 dari peperangan yang terjadi kaum Adat mulai terdesak, pada saat itu Sumatra Barat berada di bawah kekuasaan Inggris namun atas dasar perjanjian London, Inggris terpaksa menyerahkan Sumatera Barat kepada Belanda. Kaum Adat yang mulai terdesak mendatangi pemerintah Belanda untuk meminta bantuan dan pada tahun 1821 dimulainya perang antara kaum Padri dan Belanda, namun dengan kekuatan militer yang dimiliki oleh Belanda, kekuasaan Padri berhasil dipatahkan pada tahun 1838, pada saat itu juga kekuasaan Belanda berhasil ditanamkan. Kata kunci: perang saudara, kaum padri, kaum adat, Minangkabau. 
KONSEP KOSMOLOGI CANDI EMPAT MUARA JAMBI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Eli Parwati; aan Suriadi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 1 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v3i1.1613

Abstract

Candi empat Muaro Jambi memiliki nilai kosmologi yang unik dan kaya nilai budaya dan nilai sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Rumusan masalah dalam penilitian ini adalah: nilai sejarah apakah yang ada pada konsep kosmologi candi empat muaro jambi dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA Aisyiyah 1 Palembang? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui konsep kosmologi candi empat Muaro Jambi yang dapat dijadikan sumber pembelajaran sejarah. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang di dapat selama proses penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsep kosmologi candi empat Muaro Jambi merupakan ilmu sejarah yang mempelajari alam semesta yang berupa tata letak bangunan candi empat Muara Jambi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di kelas X SMA Aisyiyah 1 Palembang. Tata letak candi menunjukan hubungan antar a candi induk dan candi perwara dan tata letak merupakan perbedaan fungsional antara ruang satu dengan yang lainnya
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA FILM DOKUMENTER MATERI KEHIDUPAN MANUSIA PURBA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMK NEGERI 6 PALEMBANG M. Edo Nuryana
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2495

Abstract

Persepsi adalah suatu proses kegiatan yang didasari dari hasil pengamatan dan penilaian yang berupa suatu tanggapan disampaikan dalam bentuk lisan atau tulisan serta dapat memengaruhi nilai yang diamati. Persepsi siswa sangatlah penting untuk dapat diketahui dalam sebuah penilaian. Masalah dalam penelitiaan ini adalah bagaimanakah persepsi siswa terhadap penggunaan media film dokumenter materi kehidupan manusia purba pada mata pelajaran sejarah kelas X di SMK Negeri 6 Palembang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penggunaan media film dokumenter materi kehidupan manusia purba pada mata pelajaran sejarah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Dari hasil penelitian ini didapat data persepsi siswa dengan rata-rata presentase yaitu 85,9 %, dilihat dari keenam indikator yaitu menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, mengartikan, menguji, dan memberikan reaksi menunjukan bahwa persepsi siswa memilih setuju dan sangat setuju dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, media film dokumenter materi kehidupan manusia purba pada mata pelajaran sejarah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif dan mudah diterima siswa dengan baik.
BUKU KOMIK LOKAL SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KEARIFAN LOKAL SUMATERA SELATAN (LAHAT) PADA ANAK SEKOLAH DASAR Ummi Charlina; Riska Anggraini; Sapta Herawati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v5i2.4115

Abstract

Buku komik ini mengangkat cerita dari masyarakat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan yang menceritakan tujuh bidadari yang mandi di air terjun Ayek Asam yang dijadikan cerita foklor, buku komik ini berjudul air terjun bidadari yang diceritakan oleh masyarakat Desa Karang Dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cerita air terjun bidadari sebagai media pengenalan kearifan lokal Sumatera Selatan (Lahat) pada anak sekolah dasar. Teknik pengumpulan datanya menggunakan sumber lapangan, dokumentasi studi pustaka dan wawancara. Teknik analisisnya deskriftif kualitatif. Buku cerita air terjun bidadari tentu mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan media pengenalan kearifan lokal yang dapat mengajarkan pada anak sekolah dasar mengenai sejarah kebudayaan lokal agar mereka mengenal sejarah mereka sendiri, selain itu buku ini juga dapat mengajarkan kejujuran dan mandiri agar anak-anak terbiasa menghadapi kehidupan.

Page 8 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2015 2024