KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles
200 Documents
MADRASAH DAN TRANSMISI ILMU PENGETAHUAN DALAM SEJARAH PERADABAN ISLAM
Hetty Puspita Sari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 1 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v1i1.532
ABSTRAK Salah satu faktor kemajuan peradaban Islam yaitu perkembangan ilmu pengetahuan. Peradaban dan kebudayaan Islam tumbuh dan berkembang bahkan mencapai masa kejayaannya pada masa Abbasiyah. Perumusan masalah pada tulisan ini yaitu bagaimanakah madrasah dan transmisi ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban Islam. Tujuannya untuk mengetahui bagaimanakah madrasah dan transmisi ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban Islam. Madrasah sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran di dunia Islam meskipun baru timbul sekitar abad ke-5 H tidak berarti bahwa sejak awal perkembangannya Islam tidak mempunyai lembaga pendidikan dan pengajaran. Jauh sebelum itu, yaitu pada zaman pemerintahan Bani Umayyah, ummat Islam sudah mempunyai semacam lembaga pendidikan Islam yang disebut kuttab. Menurut sejarahnya, madrasah sebagai lembaga pendidikan tidaklah berasal dari ruang hampa, tetapi kemunculannya merupakan “sambungan” dari sejarah-sejarah awal munculnya Islam yang benih-benihnya sudah ada sejak masa Rasulullah SAW, yakni dengan adanya kuttab, halaqah, suffah atau al zilla. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam, mulai didirikan dan berkembang di dunia Islam sekitar abad ke-5 H atau abad ke-10-11 M. Kata kunci: madrasah, transmisi ilmu pengetahuan, sejarah peradaban Islam
SENI PERHIASAN DALAM KEBUDAYAAN MATARAM KUNO SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI IKONOGRAFI RELIEF CANDI BOROBUDUR)
Ari Irawan;
Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 1 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v3i1.1606
Candi Borobudur menyimpan nilai sejarah yang tinggi relief perhiasan pada dindingnya. Belum semua data dan informasi sejarah tersebut dapat dimanfaatkan pada pembelajaran sejarah di sekolah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai sejarah apakah dari pakaian pada kebudayaan Mataram kuno yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah?.Tujuan penelitian mengetahui relief seni perhiasan dalam kebudayaan Mataram kuno studi ikonografi relief candi Borobudur. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu menggunakan cara mengumpulkan sumber-sumber secara sistematis dan menggunakan sumber data secara mendalam. Minimal ada tiga hal yang digambarkan dalam penelitian kualitatif, yaitu karakteristik pelaku, kegiatan, atau kejadian-kejadian yang terjadi selama penelitian, dan keadaan lingkungan atau karakteristik tempat penelitian berlangsung. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian: masyarakat Mataram kuno menggunakan perhiasan sesuai dengan status sosial mereka di dalam masyarakat, ditemukan 7 jenis perhiasan yang diabadikan pada relief candi Borobudur.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI SMA NEGERI 8 PALEMBANG
Sri Mulyati;
Nurhayati Dina;
Apriana Apriana
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i2.2493
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa melalui model pembelajaran Discovery Learning di SMA Negeri 8 Palembang. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan di kelas XI IPA SMA Negeri 8 Palembang. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari beberapa sumber, yakni siswa, guru dan teman sejawat serta kolaborator. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi dan diskusi. Teknik analisis yang digunakan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan berarti pemberian makna pada data yang diperoleh dengan triangulasi, yaitu proses memastikan sesuatu dari berbagai sudut pandang. Analisis data dilakukan sejak data diperoleh dari hasil observasi oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah pada materi Proses Masuknya Bangsa Asing ke Indonesia dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif atau penguasaan konsep. Hal ini sesuai hasil belajar pada siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 8 Palembang dimana model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaran dengan model Discovery Learning berlangsung dengan baik, terlebih peneliti mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa merasa nyaman dan senang.
SEJARAH TERBENTUKNYA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG (PANGKAL PINANG) SEBAGAI SUMBER PEMBELARAN SEJARAH
Yoga Abimayu;
Dina Srinindiati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v5i2.4111
Pulau Bangka dan Pulau Belitung merupakan dua pulau besar yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, selain pulau-pulau kecil lainnya. Letak wilayah provinsi ini adalah 104°50’ sampai 109°30’ Bujur Timur dan 0°50’ sampai 4°10’ Lintang Selatan. Batas wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebagai berikut: Barat: Selat Bangka, Timur: Selat Karimata, Utara: Laut Natuna, Selatan: Laut Jawa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah nilai sejarah apakah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah?. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui nilai sejarah terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dapat di jadikan sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskristif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau biasa disingkat Babel merupakan provinsi ke-31 di Indonesia, sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Dasar hukum penetapan Provinsi Kepulauan Bangaka Belitung adalah UU No. 27 Tahun 2000 tanggal 21 November 2000 yang terbagi kedalam tiga wilayah administratif, yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkal Pinang. Kemudian, di tahun 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan empat kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Hal ini didasarkan pada UU No. 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003.
ANALISIS PRASASTI TALANG TUO PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA SEBAGAI MATERI AJAR SEJARAH INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Kabib Sholeh
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 2 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i2.1592
Sejarah perkembangan agama Budha pada masa kerajaan Sriwijaya dapat digali informasinya melalui prasasti Talang Tuo dan dapat dijadikan materi ajar sejarah Indonesia. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah awal munculnya kerajaan Sriwijaya, untuk menganalisis isi prasasti Talang Tuo, mengetahui prasasti Talang Tuo sebagai materi ajar sejarah Indonesia di sekolah menengah atas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis, dengan heuristik, interpretasi dan historiografi. Prasasti Talang Tuo adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang menjelaskan tentang perkembangan agama Budha di Sriwijaya, dijelaskan ketaatan raja Dapunta Hiyang Sri Jayanasa dalam menjalankan ajaran Budha sekaligus sebagai simbol wakil dewa di dunia. Dijelaskan juga raja yang adil, bijaksana, dan tegas dalam menjalankan pemerintahan sesuai ajaran Budha untuk saling menyayangi dan mengasihi sesama makhluk yaitu berupa pembangunan taman Srikstera yang tujuannya untuk kesejahteraan semua makhluk di bumi Sriwijaya. Analisis isi prasasti Talang Tuo tentang perkembangan agama Budha di Sriwijaya dapat memperkaya materi ajar sejarah Indonesia di sekolah menengah atas. Relevansi analisis isi prasasti Talaang Tuo dapat dijadikan materi ajar adalah sesuai dengan silabus sejarah Indonesia sekolah menengah atas yaitu tepatnya pada Kompetensi Dasar (KD) 3.5 dan 3.6 yaitu perkembangan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia pada submateri tentang perkembangan kerajaan Sriwijaya.
PERANAN RADEN PATAH DALAM MENGEMBANGKAN KERAJAAN DEMAK PADA TAHUN 1478-1518
Ana Ngationo
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2018): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v4i1.2445
Demak adalah kesultanan Islam pertama di pulau Jawa. Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan Raden Patah dalam menggembangkan kerajaan Demak pada tahun 1478-1518 merupakan rumusan masalah yang menjadi titik tolak penulisan skripsi ini. Bertujuan untuk mengetahui peranan Raden Patah beserta perjalanan karir dan kehidupanya dalam menggembangkan kerajaan Demak pada tahun 1478-1518, penulisan penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif. Metode tersebut dipilih karena merupakan metode penelitian yang membicarakan beberapa kemungkinan pemecahan masalah secara aktual melalui pengumpulan data. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa Raden Patah memainkan peranan yang begitu besar dalam menggembangkan kerajaan Demak pada tahun 1478-1518. Raden Patah berperan dalam dalam memperluas dan memperkuat kedudukan kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA MATERI SEJARAH PENYEBARAN ISLAM DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG
Apsa Dora;
Muhamad Idris
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2019): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v5i1.2941
Media audio visual merupakan media kombinasi antara audio dan visual yang dapat dinikmati dengan indra pendengaran dan penglihatan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap yang lebih baik lagi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hasil pengembangan media pembelajaran audio visual pada materi sejarah penyebaran Islam di kecamatan Sirah Pulau Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah sejarah penyebaran Islam di kecamatan Sirah Pulau Padang dan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual pada materi sejarah penyebaran Islam di kecamatan Sirah Pulau Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and develoment) oleh Brog and Gall. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (angket), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran audio visual. Pengembangan media pembelajaran dinyatakan layak digunakan berdasarkan dilakukannya uji kelayakan. Menurut dari validator 1 ahli media dan materi, kualitas media sebesar 87,5 % dinyatakan sangat baik untuk digunakan dan kualitas materi sebesar 75 % dinyatakan baik untuk digunakan. Hasil validasi validator 2 ahli media dan materi, kualitas media sebesar 80,3 % dinyatakan sangat baik untuk digunakan dan kualitas materi sebesar 80 % dinyatakan sangat baik untuk digunakan. Sedangkan hasil validasi guru mata pelajaran sejarah kualitas media sebesar 87,5 % dinyatakan sangat baik untuk digunakan dan kualitas materi sebesar 85 % dinyatakan baik untuk digunakan. Penilaian siswa terhadap media pembelajaran tersebut sebesar 83,6 % dari 15 siswa, dan dinyatakan sangat baik untuk digunakan. Dari hasil uji penggunaan media oleh ahli media dan siswa dapat disimpulkan bahwa media peta yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
STRATIGRAFI SEJARAH DESA SAKO KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Wijaya Herman
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 2, No 1 (2016): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v2i1.1315
Keberadaan jejak pantai purba di desa Sako Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin dapat dijadikan sumber pembelajaran sejarah, pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan sumber sejarah lokal dapat memperkaya wawasan kesejarahan siswa di SMP Karya Sembawa. Permasalahan penelitian: Bagaimana Stratigrafi pantai kuno di desa Sako yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah siswa kelas VII SMP Karya Sembawa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin”? Tujuan penelitian untuk mengetahui: a) stratigrafi sejarah pantai kuno desa Sako; b) nilai sejarah pada stratigrafi pantai kuno di desa Sako yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan analisis data interaktif. Hasil penelitian: 1) Stratigrafi di desa Sako menggambarkan proses sejarah geologi; 2) Stratigrafi desa Sako menggambarkan nilai sejarah masa prasejarah dan masa klasik Hindu-Budha; 3) Stratigrafi desa Sako dapat dijadikan jadikan sumber pembelajaran sejarah Di SMP pada KI-3. Kompetensi Dasar 1.1 Mendiskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampak nya terhadap kehidupan.
KONSEP KOSMOLOGI CANDI KEMBAR BATU DI MUARA JAMBI
Pratiwi Pratiwi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2017): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v3i2.1625
Konsep kosmologi dimaknai sebagai ilmu pengetahuan tentang alam dan dunia. Keletakan candi Kembar Batu berada lebih tinggi 2,5 sampai 3 meter dari daratan disekitarnya. Permukaan tanah kompleks candi telah ditinggikan dengan cara menimbun tanah dari galian parit yang mengelilinginya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Nilai sejarah apakah pada konsep kosmologi candi Kembar Batu Muara Jambi?. Sedangkan tujuan dari penelitian yaitu: untuk mengetahui nilai sejarah konsep kosmologi dalam Candi Kembar Batu Muara Jambi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yang menggunakan cara mengumpulkan sumber-sumber secara sistematis dan menggunakan sumber data secara mendalam. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa konsep kosmologi candi Kembar Batu merupakan ilmu sejarah yang mempelajari alam semesta berupa tata letak candi Kembar Batu. Tata letak candi menunjukkan hubungan fungsional antara candi perwara dan tata letaknya menunjukkan perbedaan prosesi ritus keagamaan
KAJIAN TENTANG SITUS KLASIK HINDU BUDHA DI KELURAHAN 9/10 ULU PALEMBANG
Riyardi Maulana Ilham
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 1 (2020): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v6i1.4655
Situs klasik Hindu Budha banyak tersebar di kota Palembang berdiri sejak lama digunakan sebagai tempat beribadahan umat Hindu dan Budha. Penelitian difokuskan pada daerah kelurahan 9/10 Ulu Palembang. Semua data dan informasi tentang situs klasik Hindu Budha di kelurahan 9/10 ulu Palembang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Permasalahan penelitian: Bagaimana keberadaan situs klasik Hindu Budha di Kelurahan 9/10 Ulu Palembang dan bagaimana perbedaan keberadaan situs klasik Hindu Budha di Kelurahan 9/10 Ulu Palembang. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui keberadaan situs klasik Hindu Budha di Kelurahan 9/10 Ulu Palembang dan untuk mengetahui perbedaan keberadaan situs klasik Hindu Budha di Kelurahan 9/10 Ulu Palembang. Penelitian menggunakan metode penelitian historis. Teknik pengumpulan data: observasi langsung, wawancara, studi pustaka, dan studi kearsipan. Teknik analisa data yang dilakukan: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; Situs Hindu Budha yang terdapat di Kelurahan 9/10 Ulu ada 7 (tujuh) buah bangunan berupa kelenteng yang masing-masing bangunan dikelilingi pagar pembatas dan tersebar secara sendiri-sendiri dan hanya terdapat situs bagi umat beragama Budha, Tao dan Kong Hu Chu. Bangunan in dapat dibedakanberdasarkan pemeluk agama nya masing-masing.