cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 19076711     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA DINAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MAJALENGKA atik kartikah5
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 1 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkaitan dengan penulisan penelitian yang diberi judul ,” Pelaksanaan Motivasi Oleh Kepala Dinas Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja  Pegawai Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil  Kabupaten Majalengka “ ,  penyusun melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hubungan motivasi dengan kinerja pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Humas.Berdasarkan pengamatan penyusun selama  penelitian pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil   Kabupaten Majalengka, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa kinerja pegawainya   masih rendah. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, mengolah dan menilai jawaban angket, diperoleh hasil sebagai berikut :1.      Kepala Dinas belum optimal dalam menerapkan asas-asas motivasi , dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai yang masih rendah2.      Kepala Dinas menemui beberapa hambatan dalam menerapkan asas-asas motivasi3.      Kepala Dinas telah mengatasi hambatan dengan melakukan berbagai upaya      Berdasarkan hasil analisa data dari jawaban angket yang disebarkan kepada responden, ternyata penerapan asas-asas motivasi oleh Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka baru mencapai rata-rata  62,70 % dengan rincian sebagai berikut :1.        Asas mengikutsertakan                           68,00 %2.        Asas Komunikasi                                    60,00 %3.        Asas pengakuan                                      62,30 %  4.        Asas wewenang yang didelegasikan      61,00 %5.        Asas perhatian timbal balik                    62,30 %Selanjutnya mengenai tingkat pencapaian kinerja pegawai baru mencapai rata-rata 63,00 %.Memperhatikan hasil penerapan asas-asas motivasi yang baru mencapai rata-rata 62,70 % ternyata berpengaruh terhadap pencapaian kinerja pegawai yang baru mencapai 63,00 %.Dengan demikian hipotesis yang penyusun ajukan yaitu : “Jika pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas   berdasarkan asas-asas  motivasi, maka kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil  Kabupaten Majalengka meningkat ”, teruji dan dapat diterima.
KUALITAS PELAYANAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SAMSAT KABUPATEN MAJALENGKA Hj. Dewi Maharani, S.IP., M.Si.
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 1 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakekatnya tugas pokok Pemerintah sebagai  Organisasi Publik adalah pemberi Pelayanan kepada masyarakat. Demikian pula dengan SAMSAT Kabupaten Majalengka, sebagai salah satu Organisasi Publik yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik. SAMSAT bertugas melayani masyarakat dalam hal pengurusan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sektor pajak merupakan sektor yang penting dalam pembangunan nasional, karena sebagian besar pembangunan dibiayai dari sektor pajak yang termasuk di dalamnya sektor PKB dan BBNKB. Pajak dari sektor PKB dan BBNKB terus mengalami peningkatan yang salah satunya disebabkan karena semakin banyaknya jumlah wajib pajak yang membayar pajak.  Setiap harinya SAMSAT melayani ratusan wajib pajak. Dengan meningkatan jumlah wajib pajak, SAMSAT Kabupaten Majalengka berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada wajib pajak, mengingat dari wajib pajaklah SAMSAT dapat menarik pajak yang pada akhirnya pajak itu akan digunakan untuk pembiayaan negara. Sebagai salah satu kontribusinya, SAMSAT berusaha memberikan pelayanan yang terbaik sesuai harapan dan kebutuhan wajib pajak.     Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dimana SAMSAT Kabupaten Majalengka dipilih sebagai lokasi penelitian. Teknik Pengumpulan Data menggunakan: Wawancara dan Dokumentasi.  Hasil penenelitian yang dilakukan, jika dilihat dari kehandalan pegawai dalam memberikan pelayanan, maka pegawai dikatakan cukup handal tetapi jika dilihat dari daya tangkap pegawai dalam menanggapi keluhan wajib pajak dapat dikatakan masih belum memuaskan. Prosedur pelayanan yang ditetapkan SAMSAT dalam hal perpanjangan STNK lebih mudah dipahami tetapi prosedur pelayanan PKB baru dan BBNKB cukup berbelit-belit dan tidak ada papan alur pelayanannya sehingga hal ini menyulitkan wajib pajak. Ada beberapa faktor penghambat yang dialami SAMSAT untuk menjalankan kualitas pelayanannya. Selain itu SAMSAT juga sudah melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan pelayanannya.     Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas Pelayanan SAMSAT  Kabupaten Majalengka belum memuaskan wajib pajak, untuk itu masih perlu dilakukan usaha-usaha baru dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pada wajib pajak.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH LURAH KEPADA PEGAWAI DALAM UPAYA MENCAPAI KUALITAS PELAYANAN MASYARAKAT PADA KELURAHAN CIJATI KECAMATAN MAJALENGKA Hj Dewi Maharani
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 2 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut pengamatan dan penelitian penyusun Kualitas Pelayanan Masyarakat pada Kelurahan Cijati Kecamatan Majalengka kurang berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari indikator sebagai berikut: (1) Kualitas pelayanan masyarakat yang dilakukan oleh pegawai Kelurahan Cijati kurang disertai dengan kehandalan; (2) Kualitas pelayanan masyarakat yang dilakukan oleh pegawai Kelurahan Cijati Kecamatan Majalengka kurang disertai dengan sikap empati.Menurut Malayu SP Hasibuan, motivasi yaitu pemberian daya perangsang atau gairah kerja kepada pegawai agar bekerja dengan segala daya upaya. Dengan menggunakan asas-asas motivasi menurut Malayu SP Hasibuan. Kualitas Pelayanan menurut Nasution merupakan salah satu jenis pelayanan umum, dan untuk mencapai kualitas pelayanan masyarakat diperlukan peran komunikasi efektif antara pimpinan dengan pelaksana pelayanan disertai dengan lima dimensi pokok kualitas pelayanan dengan ukuran indikator Bukti Langsung, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan dan Empati.Hipotesis yang penyusun ajukan dalam penelitian ini “Jika pelaksanaan motivasi oleh Lurah berdasarkan asas-asas motivasi dilaksanakan dengan efektif maka kualitas pelayanan masyarakat pada Kelurahan Cijati Kecamatan Majalengka tercapai”. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif analisis, yaitu teknik pengumpulan data : studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi, wawancara, angket). Populasi yang adan di Kelurahan Cijati sebanyak 14 orang, yaitu 1 orang diwawancarai dan 13 orang diberi angket atau dengan teknik sensus.Pelaksanaan motivasi Lurah Cijati khususnya dalam penerapan asas-asas motivasi baru mencapai 62,31% dan Kualitas Pelayanan pada Kelurahan Cijai Kecamatan Majalengka baru mencapai 58,46%. Jelas terdapat hubungan antara penerapan asas-asas motivasi dengan kualitas pelayanan yang belum optimal berpengaruh pula terhadap kualitas pelayanan masyarakat.Dari hal tersebut kesimpulannya pelaksanaan motivasi oleh Lurah belum dilaksanakan secara optimal untuk dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, terbukti dari prosentase hanya mencapai predikat “Cukup”.
Pancasila Sebagai Filter Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Nasionalisme Dr. H. Firman Yudanegara, S.Sos.,M.Si.
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 8, No 2 (2015): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa pengaruh yang muncul sebagai akibat dari globalisasi memang tidak secara langsung akan berpengaruh terhadap nasionalisme suatu bangsa. Akan tetapi, secara keseluruhan pengaruh globalisasi tersebut dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara menjadi berkurang atau hilang. Sebab, globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang terjadi atau terdapat di luar negeri yang dianggap bagus, maka akan mampu memberi inspirasi dan aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Namun jika hal tersebut terjadi, maka akan menimbulkan suatu persoalan yang dilematis. Karena apa yang dinilai baik tersebut, belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Indonesia. Tetapi bila tidak dipenuhi, akan dianggap tidak aspiratif, atau ketinggalan zaman, yang pada akhirnya akan mampu mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional, bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.            Oleh karenanya, peranan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia menjadi sentral. Peran Pancasila dalam upaya memfiltrasi dampak-dampak negatif yang muncul dari globalisasi harus mulai diterapkan oleh masyarakat Indonesia melalui penerapan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dalam upaya menjaga keutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia.Kata Kunci : Globalisasi dan Pancasila
PENGARUH KOORDINASI KEPALA UNIT TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA UPTD PERALATAN DAN PERBENGKELAN DINAS BINA MARGA DAN CIPTA KARYA (BMCK) KABUPATEN MAJALENGKA Tati Hartati
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 1 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koordinasi pengaturan tata hubungan dari usaha bersama untuk memperoleh kesatuan tindakan dalam usaha pencapaian bersama pula koordinasi adalah suatu kerja dari berbagai orang atau kelompok dapat  tersusun menjadi suatu kebulatan integritas se-efisien mungkin.  Hubungannya dengan masalah efektivitas kerja pegawai yang paling mendasar adalah efektivitas individu yang menekankan hasil karya dari karyawan atau anggota tertentu dari organisasi. Penelitian ini terutama ingin menguji tentang seberapa besar pengaruh Koordinasi Kepala Unit Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peralatan dan Perbengkelan Dinas BMCK Kabupaten Majalengka. Kemudian untuk mengungkap pengaruh tersebut, penulis menggunakan pendapat  Pramudji  (2008:40-41) yaitu Koordinasi dapat dilihat melalui Prinsip (1) Koordinasi harus dimulai dari permulaan sekali, (2) Koordinasi merupakan tahap yang kontinyu, (3) Koordinasi harus merupakan pertemuan-pertemuan bersama, (4) Perbedaan-perbedaan dalam pandangan harus dikemukakan secara terbuka dan diselidiki dalam hubungan dengan situasi seluruhnya. Sedangkan untuk Efektivitas Kerja menggunakan pendapat Ibrahim Lubis (2005:33), (1) Tepat, (2) Cepat, (3) Hemat, (4) Selamat.Desain penelitian ini adalah menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner sebagai instrumen utama, disamping wawancara, observasi dan dokumentasi. Responden penelitian ini adalah Pegawai pada  Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peralatan dan Perbengkelan Dinas BMCK Kabupaten Majalengka  yaitu berjumlah 44 responden. Sedangkan analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu pendekatan Kuantitatif dan Analisis Regresi Linier dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 19. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koordinasi mempunyai pengaruh terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peralatan dan Perbengkelan Dinas BMCK Kabupaten Majalengka,  dengan tingkat kepercayaan yaitu ada pengaruh signifikan tetapi  rendah.Untuk meningkatkan efektivitas kerja pegawai pada  Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peralatan dan Perbengkelan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Majalengka, sebaiknya Kepala Unit selalu berkoordinasi dengan pegawainya dan pihak terkait agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja yang ditetapkan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peralatan dan Perbengkelan memberikan arahan secara teknis dan melaksanakan pelatihan tenaga ahli agar kegiatan dilapangan dapat berjalan lancar.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA diding bajuri
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 10, No 1 (2017): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini didasarkan karena adanya permasalahan, yaitu kinerja pegawai pada Kantor Camat Rajagaluh Kabupaten Majalengka masih rendah, berdasarkan pengamatan gejala tersebut diduga karena dalam pelaksanaan motivasinya Camat Rajagaluh belum sepenuhnya menerapkan asas-asas motivasi. Hal ini ditandai dengan beberapa indikator masalah yang muncul diantaranya :  1)Adannya beberapa orang pegawai yang dalam melaksanakan program kerjanya belum mencapai target atau sasaran. 2)Masih terdapatnya beberapa orang pegawai yang belum memahami tugas, pokok dan fungsinya. 3)Adanya kecenderungan rendahnya semangat kerja pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 4)Masih terdapatnya beberapa orang pegawai yang dalam penyelesaian beberapa laporan kegiatannya mengalami keterlambatan.                        Landasan teori yang digunakan penulis yaitu motivasi dan asas-asas motivasi yang dikemukakan Malayu S.P Hasibuan, dalam bukunya “Manajemen Dasar Pengertian dan Masalah” dan Kinerja Pegawai menurut Wibowo yanng mengutip pendapat Amstrong dan Baron dalam bukunya “Manajemen Kinerja”. Adapun hipotesisnya “Jika pelaksanaan motivasi oleh Camat dilaksanakan berdasarkan asas-asas motivasi, maka Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Rajagaluh Kabupaten Majalengka Meningkat”.            Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis, teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Populasi sebanyak 23 orang dari populasi tersebut diambil sampel 22 orang pegawai diberikan angket dan untuk 1 orang (Camat) dilakukan wawancara dengan menggunakan teknik total sampling atau teknik sensus.            Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pelaksanaan Motivasi Oleh Camat Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Rajagaluh Kabupaten Majalengka baru mencapai 68% dengan peredikat “Cukup Baik”. Sedangkan Kinerja Pegawainya baru mencapai 60% dengan predikat “Cukup Baik”. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Camat masih harus berusaha lagi dalam menerapkan asas–asas motivasi dalam upaya meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Rajagaluh Kabupaten Majalengka.            Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan : Jika Pelaksanaan Motivasi oleh Camat dilaksanakan berdasarkan Asas-asas Motivasi, maka Kinerja Pegawai pada Kantor Camat Rajagaluh Kabupaten Majalengka Meningkat”, telah terbukti kebenarannya.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALAUPTD DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN JAMKESMAS BAGI KELUARGA MISKIN PADA UPTD PUSKESMAS MAJA KABUPATEN MAJALENGKA HB Aris Nuriana, Drs.,M.Si
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 7, No 2 (2014): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas sebagai pelaksana program jamkesmas dituntut dapat memberikan pelayanan jamkesmas dengan baik untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan.Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya motivasidari Kepala UPTD Puksesmas terhadap petugas pelayanan jamkesmas sehingga dapat meningkatkan efektivitas pelayanan jamkesmas bagi keluarga miskin.Berdasarkan observasi ternyata efektivitas pelayanan jamkesmas masih belum optimal, yang terlihat pada indikator sebagai berikut : Masih adanya petugas dalam memberikan pelayanan Jamkesmas kepada keluarga miskin terkesan lama dan berbelit-belit; Masih adanya petugas yang membeda-bedakan pelayanan antara pasien biasa dengan pasien pengguna jamkesmas; Masih adanya keluhan dari keluarga miskin penggunan jamkesmas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan petugas. Masalah-masalah tersebut dikarenakan pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD belum berdasarkan pada asas-asas motivasi secara maksimal.Dari hal tersebut di atas penyusun tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :“Pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD  Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan jamkesmas bagi keluarga miskin pada UPTD Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka”.Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka dengan populasi sebanyak 61 orang dan sampel sebanyak 60 orang yang merupakan pegawai/petugas kesehatan pada UPTD Puskesmas Maja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan angket. Dalam melakukan penelitian penyusun menggunakan landasan teori tentang motivasi dengan parameter asas-asas motivasi yang dikemukakan oleh Malayu S.P. Hasibuan dan untuk pengukuran efektivitas pelayanann menggunakan indikator menurut Gibson yaitu produksi, mutu, efisiensi, fleksibilitas dan kepuasan.Hasil dari penelitian yang penyusun lakukan, mengenai pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD persentasinya mencapai nilai rata-rata60,3 %, dengan predikat “Cukup baik”. Sedangkan variabel terikatnya yaitu efektivitas pelayanan jamkesmas  persentasinya sebanyak 59,3 % dengan predikat “Cukup baik” Dengan demikian hipotesis yang penyusun rumuskan yaitu :“Jika pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD berdasarkan asas-asas motivasi, maka efektivitas pelayanan jamkesmas bagi keluarga miskin pada UPTD Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka meningkat” dapat teruji kebenarannya dan dapat diterima.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT SINDANGWANGI KABUPATEN MAJALENGKA Deni Herdiana, S.IP.,M.Si
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 8, No 2 (2015): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkanpengamatanpenyusunmasihditemukanadanyamasalahyaitukurangtercapainyadisiplinkerjapegawaidenganditandaidaritingkatkegiatanpegawai Kantor CamatSindangwangiKabupatenMajalengkaterhadadisiplinwaktukerjamasihrendah. Hal tersebutterlihatdaripenggunaanwaktu yang tidaksesuaidenganaturan, yaitumasukkerja jam 07:30 WIB danpulang jam 13:00 WIB, seharusnyamasuk jam 07:00 danpulang jam 15:00. Kemudiandilihatdarisikapdanprilakupegawai Kantor CamatSindangwangiKabupatenMajalengkadenganpelaksanaanpekerjaannyakurangmenunjukandisiplin yang tinggi.Contohnyapegawaidalammelaksanakantugasnyakurangmaksimal, sepertinongkrongdiwarung, mengobroldanbaca Koran pada jam kerja.Hal tersebutdiatastimbulsebagaiakibatdarikurangnyapelaksanaanmotivasiolehCamat di Kantor CamatSindangwangiKabupatenMajalengka.Dalam penelitian ini penyusun menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu metode yang dipergunakan untuk menggambarkn atau melukiskan suatu peristiwa atau masalah yang uptodate, melakukan penelitian ke lapangan guna memperoleh data yang akurat kemudian data tersebut dikumpulkan, diklasifikasikan, diolah, dianalisis dan disimpulkan.Berdasarkanpenelitiandalampelaksanaanmotivasidiperolehbahwa angka rata-rata nilai tertinggi baru mencapai 71% dan baru mencapai predikat “Cukup Baik”.Kemudianpelaksanaandisiplinkerjapegawaibahwa secara umum belum memiliki disiplinkerja yang optimal. hal ini terbukti dari nilai rata-rata indikator disiplinkerja yaitu sebesar 65,16 % itu artinya baru mencapai predikat “Cukup Baik”.Pelaksanaanmotivasiberpengaruhterhadapdisiplinkerjapegawaipada Kantor CamatSindangwangiKabupatenMajalengka. Hal initerlihatdarihasilpenelitian yang dilakukanpenyusunyaitupencapaianpresentase rata-rata penerapanasas-asasmotivasiolehCamat yang mencapaipredikat “cukupbaik”, namunbarumencapai interval terendahberdasarkanpengukurananalisis data, sehinggamenghambatterhadapsemangatsertadisiplinkerjapegawaipada Kantor CamatSindangwangiKabupatenMajalengkabarumencapaipredikat “cukupbaik”.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ADMINISTRASI PERTANAHAN DI WILAYAH KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN MAJALENGKA Amiruddin Setiawan
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 2 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka, kedudukan Kecamatan merupakan Perangkat Daerah sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Berdasarkan hasil penelitian pada Kantor Camat Malausma dan Kantor Kepala Desa di Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, ternyata efektivitas pengelolaan administrasi pertanahan di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka masih rendah, karena baru mencapai 63,70 %Berdasarkan dugaan penulis, permasalahan tersebut diduga karena Camat dalam pelaksanaan pengawasannya, khususnya dalam penerapan teknik-teknik pengawasan belum optimal.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analistis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, diperoleh hasil sebagai berikut :1.      Camat belum optimal dalam melaksanakan pengawasan .2.      Belum tercapainya efektivitas pengelolaan administrasi pertanahan di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, selain karena belum dilaksanakannya teknik-teknik pengawasan, juga dihadapkan dengan beberapa kendala, yaitu : adanya perbedaan tingkat pendidikan, kemampuan, pengetahuan serta penguasaan masalah diantara para pengelola administrasi pertanahan, adanya keterbatasan dana, terbatasnya fasilitas kerja, adanya perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat pengetahuan diantara para pengelola tersebut.3.      Untuk menanggulangi hambatan-hambatan tersebut, Camat Malausma melakukan berbagai upayaBerdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang berupa jawaban angket dan hasil wawancara, hipotesis yang diajukan penulis : “Jika pelaksanaan pengawasan oleh Camat berdasarkan teknik-teknik pengawasan, maka efektivitas pengelolaan administrasi pertanahan di wilayah Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka tercapai”, dapat diterima dan teruji.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA BAGIAN KEUANGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DI BAGIAN KEUANGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA Amiruddin Setiawan
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 2 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan karena adanya permasalahan, yaitu peningkatan prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka masih kurang, berdasarkan pengamatan gejala tersebut diduga karena dalam dalam pelaksanaan pengawasannya Kepala Bagian belum sepenuhnya menerapkan teknik-teknik pengawasan. Hal ini ditandai dengan beberapa indikator masalah yang muncul diantaranya :  1)Dalam pelaksanaan pekerjaan masih terdapat sebagian pegawai yang kurang menunjukan kecakapan serta keterampilan, sehingga belum mencapai hasil pekerjaan yang optimal sesuai dengan yang ditargetkan belum tercapai. 2)Masih adanya pegawai dalam menyampaikan laporan keuangannya masih tidak sesuai dengan kenyataan. 3)Masih terdapat sebagian pegawai yang terlambat dalam penyelesaian laporan hasil kerja kepada atasannya.             Landasan teori yang digunakan penulis yaitu pengawasan dan tekniknya yang dikemukakan Sarwoto, dalam bukunya “Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen” memberikan pengertian pengawasan dan prestasi kerja pegawai yang dikemukakan Agus Dharma dalam bukunya “Manajemen Prestasi Kerja”. Adapun hipotesisnya “Jika pelaksanaan pengawasan oleh Kepala Bagian dilaksanakan berdasarkan pada teknik-teknik pengawasan, maka prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka meningkat”.            Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis, teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Populasi sebanyak 22 orang dan besarnya sampel yang diambil 21 responden, adapun untuk penarikan sampel menggunakan metode sensus.            Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pelaksanaan Pengawasan oleh Kepala Bagian Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka baru mencapai 60% dengan predikat “Cukup Baik”. Sedangkan prestasi kerja pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mencapai 57% dengan predikat “Cukup Baik”. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Kepala Bagian masih perlu berusaha lagi dalam menerapkan teknik-teknik pengawasan dalam upaya meningkatkan prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka.

Page 2 of 10 | Total Record : 94