cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 19076711     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
PELAKSANAAN HUMAN RELATIONS OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT PASEH KABUPATEN SUMEDANG Tris dina
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 1 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan human relations sangat penting dalam mencapai kinerja pegawai. Hal ini mengingat bahwa human relations merupakan salah satu fungsi dari manajemen. Kegiatan human relations ini merupakan kegiatan yang paling erat hubungannya dengan unsur manusia, bahkan dikatakan bahwa masalah human relations adalah masalah manusia dan manajemen. Pentingnya faktor manusia dalam manajemen, menyebabkan human relations sebagai kegiatan dalam menggerakan manusia. Kegiatan yang dilakukan manusia dalam organisasi salah satunya disebut dengan kinerjaBerdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian pada Kantor Camat Paseh Kabupaten Sumedang, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa kinerja pegawai yang ada pada kantor Camat Paseh masih rendah. Hal ini terlihat dari indikator : 1.Masih adanya pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu; 2.Masih adanya pegawai yang kurang merespon terhadap tugas yang diberikan oleh pimpinan; 3.Masih adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan sehingga adanya pemborosan biaya/dana.Permasalahan tersebut diduga karena Camat dalam pelaksanaan human relationsnya belum optimal. Hal ini disebabkan oleh gejala sebagai berikut :1.Diduga Camat masih terbatas memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan kemampuannya; 2.Diduga Camat masih terbatas dalam pemberian penghargaan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan baik oleh para pegawai; 3.Diduga Camat masih rendah memberikan perhatian dalam menyediakan peralatan kerja yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas pegawai; 4.Diduga Camat masih sulit dalam menempatkan pegawai sesuai dengan keahliannya.Dalam penelitian ini penyusun menggunakan metode deskriptip analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan studi kepustakaan dan studi lapangan melalui observasi, wawancara dan angket. Populasinya sejumlah 44 orang, dan sampelnya 43 orang. Tekniknya menggunakan teknik sensus.Hasil penelitian bahwa angka rata – rata pelaksanaan prinsip-prinsip human relations yaitu 60% “predikat Cukup”, sehingga akan berpengaruh terhadap upaya meningkatkan kinerja pegawai. Sementara tingkat kinerja pegawai baru mencapai rata – rata 59 % “predikat Cukup”.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PUSKESMAS DTP JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA Ratna Ratna
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 2 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini penulis lakukan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas DTP Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menggambarkan efektivitas pelayanan kesehatan masih rendah, hal ini terlihat dari beberapa indikator, yaitu: 1.    Lambat dan lamanya  pelayanan pemberian obat-obatan yang diberikan kepada pasien sehingga harus lama menunggu. Hal ini menunjukkan kurang cakapnya pegawai dalam melaksanakan  pekerjaannya, sehingga menimbulkan ketidakpuasan masayarakat atas pelayanan puskesmas.2.    Pegawai Belum menunjukkan Sikap profesional serta kurang ramahnya petugas dalam melayani pasen. Hal ini ditunjukkan pada saat pendaftaran pasen di loket pendaftaran. 3.    Pegawai dalam memberikan pelayanan kesehatan bersikap kaku dan terkesan      tidak bersahabat atau kurang ramah, belum mencerminkan sebagai pelayan     masyarakat. Gambaran masalah tersebut diduga disebabkan pengawasan yang dilakukan oleh Kepala UPTD  belum berdasarkan pada prinsip-prinsip pengawasan, untuk itu penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dengan mengambil judul : “Pelaksanaan Pengawasan Oleh Kepala UPTD Dalam  Upaya Mencapai Efektivitas Pelayanan Kesehatan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) DTP Jatiwangi Kabupaten Majalengka”.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwa Kepala UPTD dalam pelaksanaan pengawasan belum sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip pengawasan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mendapatkan nilai 67,15% dengan predikat “Cukup Baik”..Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya Efektivitas Pelayanan Kesehatanpada lakukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) DTP Jatiwangi Kabupaten Majalengka,dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang pencapaian Efektivitas Pelayanan Kesehatan (UPTD) DTP Jatiwangi sebesar 67,51%dengan predikat “Cukup Baik”     Dari uraian tersebut maka pengawasan dengan Efektivitas Pelayanan Kesehatan terdapat hubungan sebab akibat, hal ini berarti hipotesis yang penulis ajukan, dapat diterima dan teruji kebenarannya.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH CAMAT DALAMMENCAPAI EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT MAJA KABUPATEN MAJALENGKA Tera Triyantara HRN
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 7, No 1 (2014): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Maja merupakan wilayah administratif di bawah daerah Kabupaten Majalengka yang dipimpin oleh seorang Camat. Dalam rangka pencapaian tujuan dan keberhasilan program kerja, tentunya perlu didukung oleh aparat pemerintah, dalam hal ini pegawai kantor Camat Maja yang disiplin, patuh, taat, kuat dan cekatan serta memiliki ide dalam melaksanakan tugasnya. Namun selain daripada itu tidak terlepas dari kemampuan pimpinan dalam menggerakan pegawainya di samping dengan fasilitas kerja yang memadai.Berdasarkan hasil penelitian penyusun pada kantor Camat Maja Kabupaten Majalengka, terdapat beberapa kekurangan atau ketidak efektifan dalam kinerja pegawai pada kantor Camat Maja. Berdasarkan permasalahan tersebut, penyusun menduga bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Camat Maja dalam mencapai efektivitas kerja pegawai pada kantor Camat Maja belum maksimal. Hal tersebut disebabkan karena Camat Maja belum maksimal melaksanakan metode-metode pengawasan terhadap kerja pegawai yang ada dalam setiap unit organisasinya.Dalam penelitian ini penyusun menggunakan metode deskriptif analisis. Setelah dilakukan penelitian melalui penyebaran angket, wawancara dan observasi, ternyata ditarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan Pengawasan oleh Camat belum menerapkan sepenuhnya metode-metode pengawasan, sehingga efektivitas kerja pegawai pada kantor Camat Maja Kabupaten Majalengka belum dapat dicapai. Hal tersebut terlihat dari prosentase rata-rata pelaksanaan metode-metode pengawasan baru mencapai 72,9 %, sehingga berdasarkan standar penilaian menurut pendapat Suharsimi Arikunto berpredikat Cukup.
PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN E-KTP PADA KANTOR CAMAT KADIPATEN KABUPATEN MAJALENGKA Dody Kusmayadi
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 8, No 1 (2015): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah akan sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dalam menata sistem pemerintahannya agar tercipta pelayanan publik yang efektif, efisiensi, transparansi dan akuntabel serta mendapat partisipasi dari masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahannyaPelayanan pembuatan e-KTP merupakan salah satu contoh bentuk pelayanan publik yang diberikan oleh aparatur pemerintah. Proyek e-KTP ini dilatar belakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya.Kecamatan Kadipaten menjadi salah satu organisasi pemerintah yang menjadi pelaksana pembuatan e-KTP di wilayah Kabupaten Majalengka. Tentunya pembuatan e-KTP ini berlaku bagi semua warga yang terdata sebagai penduduk Kecamatan Kadipaten.Berdasarkan pengamatan penulis pada saat penjajagan (Pra-penelitian) di wilayah Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka menunjukan bahwa kualitas pelayanan pembuatan e-ktp belum tercapai, hal ini dapat dilihat dari indikator masalah sebagai berkut :1.      Masih adanya pelayanan yang dijanjikan dengan segera tidak akurat.2.      Masih terdapat sarana dan prasarana perkantoran yang belum memadai, sehingga membuat pekerjaan jadi lamban.3.      Masih terdapat ketidak puasan pelanggan dalam hal memberikan kemudahan kepada masyarakat karena adanya komunikasi yg kurang baik.Permasalahan tersebut di duga disebabkan karena camat belum melaksanakan kepemimpinan secara optimal. Dari hasil penelitian tersebut maka penyusun menarik kesimpulan sebagai berikut :1.      Pelaksanaan kepemimpinan oleh camat, belum dilaksanakan secara optimal berdasarkan teknik-teknik kepemimpinan.2.      Kurang kualitas pelayanan pembuatan e-KTP dikarenakan kurang terlaksananya teknik-teknik kepemimpinan oleh camat secara optimal, hal ini berpengaruh juga terhadap pencapaian kualitas pelayana pembuatan e-KTP yang ternyata kurang optimal.
PELAKSANAAN KOORDINASI OLEH KEPALA DESA DALAM UPAYA MENCAPAI EFETIVITAS PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN DI DESA RANJI WETAN KECAMATAN KASOKANDEL KABUPATEN MAJALENGKA Tera Triyantara HRN
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 2 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 14 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa , Pemerintahan Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.Pemerintah Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan,pembangunan dan kemasyarakatan.Berdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian pada Kantor Kepala Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel , ternyata efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka belum tercapai.Berdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian, permasalahan tersebut diduga karena Kepala Desa dalam pelaksanaan koordinasinya belum optimal.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analistis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, diperoleh hasil sebagai berikut :1.      Kepala Desa belum dapat melaksanakan koordinasi secara optimal, khususnya dalam menerapkan prinsip-prinsip koordinasi yang baru mencapai 57,83 % , berpredikat cukup baik.2.      Begitu pula pencapaian efektivitas penyusunan program pembangunan baru mencapai 62 % atau berpredikat cukup baik.3.      Belum tercapainya efektivitas penyusunan program pembangunan tersebut , selain karena belum dilaksanakannya prinsip-prinsip koordinasi , juga dihadapkan dengan beberapa kendala, yaitu : adanya perbedaan tingkat pendidikan, kemampuan , pengetahuan serta penguasaan masalah diantara para penyusun program pembagunan , adanya keterbatasan dana, terbatasnya fasilitas kerja, adanya perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat pengetahuan diantara para pengelola tersebut.4.      Untuk menanggulangi hambatan-hambatan tersebut, Kepala Desa melakukan berbagai upayaBerdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang berupa jawaban angket dan hasil wawancara , hipotesis yang diajukan penyusun : “Jika pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa berdasarkan prinsip-prinsip koordinasi , maka efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka tercapai”, dapat diterima dan teruji.
PELAKSANAAN PENGAWASAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN MAJALENGKA diding bajuri
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 1 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mengenai pelaksanaan pengawasan oleh Kepala Dinas dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.Dari hasil penelitian yang kami lakukan ternyata Kinerja pegawai masih rendah, hal ini terlihat dari beberapa indikator, yaitu : Tingkat kedisiplinan dan kualitas kerja pegawai masih belum memenuhi harapan terkait dengan kurangnya ketaatan pegawai terhadap jam kerja, terutama untuk mengikuti kegiatan apel pagi dan apel sore. Masih terdapat pegawai dalam melaksanakan tugasnya kurang maksimal, seperti ngobrol, baca koran, nonton tv, main games saat jam kerja. Masih terdapatnya pegawai yang selalu datang terlambat dan pulang lebih cepat. Adanya sarana dan prasarana penunjang pekerjaan yang sudah kurang memadai, antara lain computer yang lelet dan printer selalu mengalami gangguan.Sehubungan dengan hal tersebut, kami merasa tertarik untuk melakukan  penelitian mengenai pelaksanaan pengawasan oleh Kepala Dinas dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.Berdasarkan asumsi penelitian, kami mengajukan hipotesis :”jika pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Dinas berdasarkan pada Metode–metode pengawasan maka kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka meningkat.Dalam penelitian kami menggunakan metode penelitian secara deskriptif analisis dan instrumen penelitian yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi lapangan terdiri dari observasi, wawancara dan angket.Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa pelaksanaan pengawasan oleh kepala Dinas belum dilaksanakan berdasarkan Metode-metode pengawasan. Hal tersebut mengakibatkan masih rendahnya kinerja pegawai.Sehingga hipotesis yang kami ajukan teruji kebenaranya dan dapat diterima.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT BANJARAN KABUPATEN MAJALENGKA Tera Triyantara HRN
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 2 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan penelitian ini di latar belakangi dari hasil pengamatan pada saat pra penelitian, ternyata efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Banjaran Kabupaten Majalengka masih rendah, gejala tersebut diduga terjadi karena Camat dalam pelaksanaan motivasi belum berusaha secara optimal dalam penerapan asas-asas motivasi.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analitis, dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, dimana yang dijadikan responden adalah sebanyak 20 orang dari keseluruhan jumlah populasi yang ada pada Kantor Camat Banjaran Kabupaten Majalengka, dengan menggunakan metode sensus, diperoleh hasil sebagai    berikut :Dalam pelaksanaan motivasi, ternyata Camat berdasarkan “kriteria pengukuran analisis data” baru mencapai predikat “cukup baik”. Kondisi demikian jelas akan menghambat di dalam meningkatkan semangat kerja serta gairah kerja pegawai di dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada akhirnya akan menghambat dalam peningkatan efektivitas kerja pegawai. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tentang tingkat efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Banjaran Kabupaten Majalengka, yaitu baru berada pada interval terendah dari predikat “cukup baik”, berdasarkan “pengukuran analisis data”.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penyusun dapat menarik suatu kesimpulan, yaitu pelaksanaan motivasi oleh Camat yang didasarkan pada asas-asas motivasi mempunyai hubungan serta pengaruh terhadap peningkatan efektivitas kerja pegawai berada pada Kantor Camat Banjaran Kabupaten Majalengka.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PEMELIHARAAN KEBINAMARGAAN DAN KECIPTAKARYAAN WILAYAH JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA Tera Triyantara HRN, S.IP., M.Si
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 7, No 2 (2014): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penyusun lakukan pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebinamargaan dan Keciptakaryaan Wilayah Jatitujuh Kabupaten Majalengka.Dalam penelitian ini penyusun meneliti mengenai pelaksanaan pengawasan oleh Kepala UPTD dalam upaya meningkatkandisiplin kerja pegawai pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebinamargaan dan Keciptakaryaan Wilayah Jatitujuh Kabupaten Majalengka.Sehubungan dengan hal tersebut, penyusun merasa tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai pelaksanaan pengawasan oleh Kepala UPTD dalam upaya meningkatkandisiplin kerja pegawai pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebinamargaan dan Keciptakaryaan Wilayah Jatitujuh Kabupaten Majalengka.Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian penyusun adalah pegawai pada UPTD Kebinamargaan dan Keciptakaryaan Wilayah Jatitujuh Kabupaten Majalengka dari popuasi berjumlah 35 orang.yang seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian ini. dengan menggunakan teknik samplingnya adalah teknik sensusMetode penelitian yang penyusun gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis, yaitu suatu metode penelitian yang menguraikan atau menjelaskan kejadian yang timbul pada saat penelitian sedang berlangsung dan sifatnya aktual, kemudian data yang dikumpulkan disusun, dianalisa yang pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Sedangkan Teknik Pengumpulan Datanya yang penyusun gunakan, yaitu; studi kepustakaan ,Observasi, Wawancara dan Angket.Selanjutnya, untuk meneliti variabel Pengawasan, penyusun menggunakan parameter/alat ukur prinsip-prinsip pengawasan menurut Handayaningrat dalam bukunya “Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen” Sedangkan untuk meneliti variable  disiplin  kerja pegawai  penyusun menggunakan parameter/alat ukur yang dikemukakan Menurut RiswukohoBerdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwa Kepala UPTD dalam pelaksanaan pengawasan belum sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip pengawasan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan dari prinsip-prinsip pengawasan oleh Kepala UPTD,  terlihat bahwa dalam penerapannya mendapat predikat “Cukup Baik” dengan nilai rata‑rata keseluruhan adalah 63,19% Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya prestasi kerja   pegawai pada UPTD Kebinamargaan dan Keciptakaryaan Wilayah Jatitujuh  Kabupaten Majalengka, dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang disiplin   kerja  pegawai baru mencapai    sebesar 60% dengan predikat “Cukup Baik”.
PENGARUH KOORDINASI KEPALA DISPORABUDPAR TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN MAJALENGKA siti mucharomah
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 1 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek-objekwisatayangberadadi Majalengkamasihbanyakyangbelum memenuhistandarpengembanganobjek wisata.PengelolaanPenyelenggaraan urusanpemerintahdaerahdanpelayananumumdibidangpariwisatadi kabupaten Majalengka belum optimal terlihat dari  banyaknya objek wisata yang dibuka tanpakoordinasidampengawasanDisporabudpar.Banyakobjek wisatayang dikelolalangsungolehmasyarakattanpamelaluikoordinasidan perizinan semestinyasehinggatujuan pemerintahdalam mewujudkandestinasiwisatayang unggultidak sesuaidenganyangdiharapkan.Faktorkoordinasididuga mempengaruhiefektivitaspengelolaanobjekwisatadi Majalengka.Penelitianini dilakukanterhadappengelolaobjekwisatayaituDisporabudpar  danKompepar, dengantujuanuntuk mengkajidan menganalisispengaruhkoordinasiterhadap efektivitaspengelolaanobjekwisata.Populasidalampenelitianini yaitu90 orang dansampelnyayaitu47orangdenganrata-ratatingkatpendidikanS-1.Metode yangdigunakandalampenelitianini yaitukuantitatif.Instrumentyang digunakan dalampenelitianini yaitustudipustaka,wawancara,angketdan observasi.Hasil penghitungankoefisiendeterminasi,makadapat disimpulkanbahwaveriabel Koordinasi terhadap variable Efektivitas terdapat pengaruh sebesar 66 %  dan sisanya 34% dipengaruhi oleh faktor  lain  diluar  penelitian ini.  Hambatan – hambatanyangdi alamidalamefektivitaspengelolaanobjekwisatadikabupaten Majalengkaadalahdari aspekpelayananyakniDisporabudparbelumsepenuhnya mendukungterhadappengembangan fasilitasdiobjekwisata  dikarenakan terbatasnyaAPBD,kurangnyakoordinasiantarakeduapihakyaitu intensitas pertemuanyangkurangantarapihakkompepardan Disporabudpar,selainitu hambatanyangdi alamiyaitukurangkreatifnyapengelolaobjekwisatasehingga tidak menumbuhkanekonomimasyarakatsekitar.Berdasarkanpermasalahan- permasalahanyang dihadapidalampengelolaanobjekwisatamakakepala Disporabudparmelakukanupaya-upayasebagai berikut: melakukankoordinasi secara terjadwaldenganpihakkompeparuntukmenemukanmufakatdalam musyawarahyang dilakukanbersamadenganpihakkompepar,melakukan pengawasanlangsungdalampengelolaanobjek wisata,melakukanpembinaandan pelatihankepadapihakkompeparuntukmemberibekaldanpengalaman  dalam pengelolaandestinasiwisata,disporabudparselalu bersifatterbukakepadapihak kompepardan pihakterkaitlainnya,pengembangandan pembangunanwisata dilakukansecarabertahap.
DAMPAK YANG TERJADI DI MASYARAKAT AKIBAT DARI KEKERASAN TERHADAP ANAK Yeni Nuraeni
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 7, No 2 (2014): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasaan terhadap anak sekarang ini menjadi pembicaraan yang hangat ( headline ) di berbagai media. Namun banyak kasus yang belum terungkap, karena kasus kekerasan ini dianggap sebagai suatu hal yang tidak penting, terutama masalah kekerasaan yang terjadi pada anak tetapi masih sedikit kasus yang ditindak lanjutinya. Padahal dalam hal ini seorang anak adalah merupakan generasi penerus bangsa.Kehidupan masa kecil anak sangat berpengaruh terhadap sikap mental dan moral anak ketika dewasa nanti. Kenyataanya masih banyak anak indonesia yang belum memperoleh jaminan terpenuhi hak-haknya, antara lain banyak yang menjadi korban kekerasaan, penelantaran, perlakuan salah.Seorang anak adalah mahluk titipan dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dilindungi  dikembangkan dan dijamin kelangsungan hidupnya. Bukan sebaliknya memandang anak sebagai sasaran empuk tindak kekerasaan. Faktor yang mempengaruhinya dapat berupa faktor ekonomi keluarga, pecandu alkohol atau narkoba, stres, melihat kekerasaan dalam rumah tangga, dan lingkaran kekerasaan.Adapun macam dari kekerasaan terhadap anak itu sendiri berupa pelecehan seksual, penyiksaaan fisik dan penyiksaan emosi.Kita sebagai warga negara yang  berpengetahuan wajiblah menghargai pribadi seorang anak dengan menghindarkan mereka dari tindakan kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka, sehingga mereka kelak tumbuh dan berkembang dengan bebas dan bertanggungjawab karena mereka semua adalah generasi penerus bangsa kita.   Demikian juga Orangtua mempunyai peran dan berkewajiban Perlindungan yang dapat dilakukan untuk anak adalah kebutuhan jasmani rohani dan sosial agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya secara wajar sehingga mempunyai keinginan atau cita-cita yang akan di raihnya. Semua tindakan kekerasaan kepada anak ini akan terekam di pikirannya dan dibawa sampai menginjak usia dewasa dan sampai sepanjang hidupnya. Kata kunci : kekerasaan, perlindungan anak, undang-undang.

Page 4 of 10 | Total Record : 94