Articles
94 Documents
EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK TENTANG PROGRAM PEMANTAPAN PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAAN DI KABUPATEN MAJALENGKA
tati hartati
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 1 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Majalengka adalah sebagai pelaksana Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Fenomena Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 di Kabupaten Majalengka ditinjau dari pelaksanaan program Pemantapan Pemahaman Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Majalengka berkerjasama dengan Kodim 0617 Majalengka serta Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.Program Pemantapan Pemahaman Wawasan Kebangsaan ini sangatlah penting mengingat perkembangan Era Globalisasi, Masyarakat Ekonomi Asean yang diiringi dengan AFTA ( Pasar Bebas Kawasan Asia Tenggara) tidak luput pula permasalahan – permasalahan Disintegrasi Bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini bermunculan dan berkembang dengan luas merupakan suatu kewajiban bagi penyelenggara Negara memberikan pelayanan publik untuk memberikan wawasan agar masyarakat dapat memahami serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng diri dari sagala bentuk disintegrasi bangsa.Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi, menguraikan, menggambarkan serta menganalisis suatu fenomena impelementasi kebijakan publik yang berkembang dalam masyarakat dengan cara mendepenelitiankan bagaimana Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan dengan menyelenggarakan Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan serta Pembinaan dan Pengawasan.Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, maka dalam pemilihan informen peneliti menggunakan cara sample tujuan (purposeful sample). Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini memperlihatkan masih kurangnya sosialisasi pelaksanaan program secara menyeluruh, kemudian keterbatasan anggaran, serta terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga sulit untuk dapat melayani masyarakat luas. Penelitian ini membuat peneliti mengerti betapa sulitnya mengukur dalam pembangunan makro, dengan adanya Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 ini sebagai pemicu agar senantiasa mengingatkan kembali nilai-nilai bangsa yang dirasa telah luntur di masyarakat dibutuhkan kerjasama yang sinergi dengan pihak lain untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta akan tanah air dan bangsa Indonesia. Kata Kunci : Evaluasi Kebijakan, Wawasan Kebangsaan.
PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN(KUKM PERINDAG) KABUPATEN MAJALENGKA
Tera Triyantara HRN
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 1 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepemimpinan ialah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.Berdasarkan hasil penelitian serta pengamatan yang telah dilakukan peneliti pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Majalengka dihasilkan sebagai berikut :1. Kinerja pegawai pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan tergolong sangat baik.2. Berdasarkan penelitian serta pengamatan peneliti bahwa kepemimpinan pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan tergolong baik.3. Yang menjadi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan koordinasi Serta dalam definisi bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok..Untuk kemajuan instansi hendaknya pegawai berperan aktif memberikan saran, ide atau gagasan yang membangun dengan begitu akan meningkatkan produktivitas kerja pegawai dan intansi tersebut.Pemimpin hendaknya lebih berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan atau pekerjaan pegawai yang tergolong penting, sehingga pemimpin dapat menjadi contoh bagi pegawai, menjadi motivator yang selalu dapat memberikan semangat dan arahan kepada para pegawai.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA BAGIAN KEUANGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DI BAGIAN KEUANGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA
Agus Yudi
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 2 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penulisan ini didasarkan karena adanya permasalahan, yaitu peningkatan prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka masih kurang, berdasarkan pengamatan gejala tersebut diduga karena dalam dalam pelaksanaan pengawasannya Kepala Bagian belum sepenuhnya menerapkan teknik-teknik pengawasan.Landasan teori yang digunakan penulis yaitu pengawasan dan tekniknya yang dikemukakan Sarwoto, dalam bukunya “Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen” memberikan pengertian pengawasan dan prestasi kerja pegawai yang dikemukakan Agus Dharma dalam bukunya “Manajemen Prestasi Kerja”. Adapun hipotesisnya “Jika pelaksanaan pengawasan oleh Kepala Bagian dilaksanakan berdasarkan pada teknik-teknik pengawasan, maka prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka meningkat”. Metode yang digunakan adalah deskriftif analisis, teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Populasi sebanyak 22 orang dan besarnya sampel yang diambil 21 responden, adapun untuk penarikan sampel menggunakan metode sensus. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pelaksanaan Pengawasan oleh Kepala Bagian Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka baru mencapai 60% dengan predikat “Cukup Baik”. Sedangkan prestasi kerja pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka mencapai 57% dengan predikat “Cukup Baik”. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa Kepala Bagian masih perlu berusaha lagi dalam menerapkan teknik-teknik pengawasan dalam upaya meningkatkan prestasi kerja pegawai pada Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DILINGKUNGAN UPTD PERALATAN DAN PERBENGKELAN PADA DINAS BINA MARGA DAN CIPTA KARYA KABUPATEN MAJALENGKA
Yadhi Maullidriyadhi, S.Sos
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 8, No 2 (2015): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada UPTD di Lingkungan Peralatan dan Perbengkelan pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka.Dalam penelitian ini penulis meneliti tentang pelaksanaan motivasi yang dilakukan oleh Kepala UPTD dalan Upaya Mencapai Efektivitas Kerja Pegawai di Lingkungan UPTD pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan ternyata efektivitas kerja pegawai di Lingkungan UPTD pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka masih sangat rendah. Permasalahan tersebut diduga karena Kepala UPTD dalam pelaksanaan motivasi belum sepenuhnya berdasarkan pada asas-asas motivasi. Adapun yang dijadikan populasi maupun sampel dalam penelitian penulis adalah pegawai di Lingkungan UPTD Peralatan dan Perbengkelan pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka.Yang berjumlah 33 orang.Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis, yaitu suatu metode penelitian yang didasarkan fakta-fakta atau kenyataan yang ada pada saat sekarang. Kemudian fakta-fakta tersebut dikumpulkan dalam sebuah data, selanjutnya dianalisis sehingga hasil analisis tersebut dapat dipergunakan untuk menarik suatu kesimpulan Sedangkan Teknik Pengumpulan Datanya yang penulis gunakan, yaitu; studi kepustakaan ,Observasi, Wawancara dan Angket.Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah “Jika Pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD berdasarkan pada asas-asas motivasi, maka efektivitas kerja pegawai di Lingkungan UPTD Peralatan dan Perbengkelan pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka akan tercapai”. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : bahwa Kepala UPTDdalam pelaksanaan motivasi belum sepenuhnya berdasarkan asas-asas motivasi. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mendapatkan nilai rata-rata sebesar70,01% dengan predikat “Cukup Baik” Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas kerja pegawai di Lingkungan UPTD Peralatan dan Perbengkelan pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Majalengka, dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang efektivitas kerja pegawai diperoleh nilai rata-rata sebesar70,44 % dengan predikat “Cukup Baik”
MUTU PELAYANAN KESEHATAN PADA UNIT GAWAT DARURAT (UGD) PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) DTP RAJAGALUH KECAMATAN RAJAGALUHKABUPATEN MAJALENGKA
Sutadji Suryo P.
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 1 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Reformasi dibidang pelayanan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikannya lebih efektif serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Adapun proses pelayanan kesehatan dan kualitas pelayanan berkaitan dengan ketersediaan sarana kesehatan.Penelitian ini dilaksanakan pada Unit Gawat darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS ) DTP Rajagaluh Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Tujuan penyusun yaitu untuk mengetahui mutu / kualitas pelayanan kesehatan pada Unit Gawat Darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS ) Rajagaluh.Penelitian ini menggunakan pendekaan deskriftif kualitatif, peneliti akan dapat menggambarkan atau mendeskrifsikan gambaran atau fenomena – fenomena yang ada secara aktual serta mengembangkan konsep dari menghimpun fakta tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan Purosive Sampling dan Snow Ball sampling, tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi.Hasil dari penelitian yang bersumber pada 9 informan dan fenomena yang ada secara aktual serta mengacu pada indikator penilaian mutu pelayanan, yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti langsung menunjukan bahwa mutu atau kualitas pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) DTP Rajagaluh Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka masih belum memenuhi mutu pelayanan, terlihat dari hasil wawancara sebagian besar pasien masih belum puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan.
PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT CINGAMBUL KABUPATEN MAJALENGKA
deni herdiana
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 10, No 1 (2017): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka, Kecamatan adalah merupakan perangkat daerah kabupaten sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Sebagai pimpinan pada Organisasi Pemerintah Kecamatan, Camat mutlak harus memahami dan melaksanakan kepemimpinan, karena dengan melaksanakan kepemimpinan diharapkan dapat mempengaruhi para pegawainya agar mau dan mampu melaksanakan tugas pekerjaannya sebagaimana diharapkan.Berkaitan dengan penyusunan penelitian yang diberi judul, ”Pelaksanaan Kepemimpinan Oleh Camat Dalam Upaya Mencapai Efektivitas Pelayanan Publik pada Kantor Camat Cingambul Kabupaten Majalengka“, penyusun melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hubungan Kepemimpinan Camat dengan efektivitas pelayanan publik pada Kantor Camat Cingambul Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi CamatBerdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian di Kantor Camat Cingambul Kabupaten Majalengka, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa efektivitas pelayanan publik masih rendah. Setelah mengolah data jawaban responden, hasil wawancara dan obeservasi ternyata :1. Pelaksanaan kepemimpinan oleh Camat Cingambul, khususnya dalam penerapan teknik-teknik kepemimpinan baru mencapai 65,27%, dan efektivitas pelayanan publik baru mencapai 61,25%.2. Terdapat hubungan antara penerapan teknik-teknik kepemimpinan dengan pencapaian efektivitas pelayanan publik. Penerapan teknik kepemimpinan yang belum optimal berpengaruh pula terhadap efektivitas pelayanan publik yang juga belum optimal.3. Dalam penerapan teknik-teknik kepemimpinan oleh Camat Cingambul, ternyata terdapat hambatan dan terdapat pula upaya yang dilakukan oleh Camat Cingambul mengatasi hambatan tersebutDengan demikian hipotesis yang penyusun ajukan : “Jika pelaksanaan Kepemimpinan oleh Camat berdasarkan teknik-teknik kepemimpinan, maka efektivitas pelayanan publik pada Kantor Camat Cingambul Kabupaten Majalengka tercapai ”, teruji dan dapat diterima.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT PASEH KABUPATEN SUMEDANG
Deni Herdiana, S.IP.,M.Si
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 7, No 2 (2014): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pegawai memerlukan motivasi kerja yang kuat agar bersedia melaksanakan pekerjaan secara bersemangat, berkinerja pegawai tinggi dan produktif. Untuk memotivasi pegawai, pimpinan organisasi harus mengetahui motif dan motivasi yang diinginkan oleh para pegawai. Terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu ciri dari pemerintahan yang baik sebagai tujuan dari pendayagunaan aparatur Negara. Dalam kaitan inilah sesuai dengan UU No. 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik maka peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan suatu upaya yang harus dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan dan harus dilaksanakan oleh semua para aparatur pemerintah. Berdasarkan pengamatan penyusun selama penelitian pada Kantor Camat Paseh Kabupaten Sumedang, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa kualitas pelayanan publik masih rendah. Hal ini terlihat dari indikator : 1) Fasilitas kerja yang kurang memadai, sehingga pelayanan yang diberikan pegawai kepada masyarakat terkesan lamban. 2) Masih adanya pegawai yang belum professional dalam menangani pekerjaan sehingga masih ada beberapa pekerjaan yang tidak selesei tepat waktu. 3) Ada sebagian pegawai yang bersikap kurang ramah terhadap masyarakat.Permasalahan tersebut diduga karena Camat dalam pelaksanaan motivasinya belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari indikasi sebagai berikut : 1) Diduga Camat kurang memberi penghargaan kepada pegawai yang berprestasi. 2) Diduga Camat dalam pendelegasian wewenang kurang memberikan bimbingan kepada pegawai sehingga masih ada pegawai yang belum bisa menyelesaikan tugas dengan baik. 3) Diduga Camat dalam memberikan perhatian timbal balik kepada para pegawai masih kurang baik. Dalam penelitian ini penyusun menggunakan metode deskriptip analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi lapangan melalui observasi, wawancara dan angket. Data hasil angket dianalisis melalui analisis kualitatif yaitu data – data yang diperoleh dilapangan dianalisis kemudian ditarik kesimpulan dan dalam pembahasannya menggunakan teknik analisis kualitatif dengan menggunakan prosentase.Hasil menunjukan bahwa angka rata – rata pelaksanaan motivasi yaitu 64 % dan apabila dihubungkan dengan kriteria analisis data maka baru mencapai predikat Cukup, sehingga akan berpengaruh terhadap upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara tingkat kualitas pelayanan publik baru mencapai rata – rata 63 % dan apabila dihubungkan dengan kriteria analisis data maka baru mencapai predikat Cukup.
PELAKSANAAN PENGAWASANOLEH KEPALAPUSKESMAS DALAM UPAYA MENCAPAI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA UPTD PUSKESMAS WARINGIN KECAMATAN PALASAHKABUPATEN MAJALENGKA
Tris dina
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 8, No 1 (2015): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penyusun lakukan di UPTD Puskesmas Waringin Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka. Dalam penelitaian ini penyusun meneliti tentang pelaksanaan pengawasan oleh Kepala UPTD Puskesmas Waringin terhadap kualitas pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Waringin Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka.Berdasarkan observasi yang penyusun lakukan di UPTD Puskesmas Waringin, ternyata kualitas pelayanan kesehatn belum sepenuhnya memenuhi kriteria baik, pelayanan yang diberikan oleh Petugas Puskesmas kurang memuaskan pasien. Hal ini disebabkan masih rendahnya kesdara terhadap tugas pokok dan fungsi pegawai UPTD Puskesmas untuk membeikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.Gejala-gejala tersebut disebabkan msih lemahnya penerapan prinsip-prinsip pengawasan oleh Kepala Puskesmas.Sehubungan dengan hal tersebut, penyusun merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Kepala UPTD Puskesmas Waringin terhadap kualitas pelayanan di UPTD Puskesmas Waringin Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka.Untuk meneliti Variabel pengawasan, penyusun mengacu kepada prinsip-prinsip pengawasan yang dikemukakan oleh M.Manullang dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Manajemen”.Sedangkan untuk meneliti variabel kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Zeithaml dan M.J Bitner.Adapun hipotesis yang penyusun ajukan dalam penelitian ini adalah “jika pelaksanaan Pengawasan oleh Kepala Puskesmas dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pengawasna, maka kualitas pelayanan kesehatan pada UPTD Puskesmas Waringin Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka akan tercapai”.Teknik pengumpulan data penyusun lakukan memalui studi kepustakaan, observasi, angket dan wawancara, selanjutnya data yang terkumpul diolah dan dianalisis.Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkan hasil analisis angket berdasarkan jawaban responden pada Variable pengawasan diperoleh total skor sebesar 1155, jika dipresentasikan maka pengawasan baru mencapai 70,77%. Apabila diinterprestasikan ke dalam nilai kriteria ada diantara 1022 – 1328 dengan kriteria cukup baik.sedangkan jawaban responden pada variable kualitas pelayanan diperoleh skor sebesar 1022, jika dipresentasikan maka kualitas pelayanan baru mencapai 68,34%. Apabila diinterprestasikan ke dalam nilai kriteria ada diantara 935 – 1216 dengan kriteria cukup baik.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN MAJALENGKA
Siti Mucharomah
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 2 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penulisan laporan penelitian ini di latar belakangi dari hasil pengamatan pada saat pra penelitian, ternyata efektivitas kerja pegawai pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka masih rendah, gejala tersebut diduga terjadi karena Kepala UPTD dalam pelaksanaan motivasi belum berusaha secara optimal dalam penerapan asas-asas motivasi.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analitis, dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, dimana yang dijadikan responden adalah sebanyak 10 orang dari keseluruhan jumlah populasi 11 orang pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, dengan menggunakan metode sensus, diperoleh hasil sebagai berikut :Dalam pelaksanaan motivasi, ternyata Kepala UPTD berdasarkan “kriteria pengukuran analisis data” baru mencapai predikat “cukup baik”. Kondisi demikian jelaa akan menghambat di dalam meningkatkan semangat kerja serta gairah kerja pegawai di dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada akhirnya akan menghambat dalam peningkatan efektivitas kerja pegawai. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tentang tingkat efektivitas kerja pegawai pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, yaitu baru berada pada interval terendah dari predikat “cukup baik”, berdasarkan “pengukuran analisis data”.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penyusun dapat menarik suatu kesimpulan, yaitu pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD yang didasarkan pada asas-asas motivasi mempunyai hubungan serta pengaruh terhadap peningkatan efektivitas kerja pegawai berada pada Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka.Dengan demikian, maka hipotesis yang penyusun ajukan dapat diterima dan terbukti kebenarannya.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA PPK PRASARANA KONSERVASI SUMBER DAYA AIR (PKSDA) KECAMATAN KADIPATEN KABUPATEN MAJALENGKA
dody kusmayadi
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 2 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada PPK Prasarana Konservasi Sumber Daya Air (PKSDA) Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka.Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan tersebut, ditemukan adanya masalah yang menunjukkan bahwa efektivitas kerja pegawai tampak belum optimal, hal ini dapat dilihat dari indikator masalah sebagai berikut:1. Pelaksanaan proyek sering terjadi tidak tepat sasaran, baik dari segi pengalokasian dana maupun dari waktu yang teah ditentukan.2. Lambatnya waktu penyampaian laporan-laporan dari yang telah ditentukan kepada pejabat-pejabat yang terkait.3. Masih ada sebagian program kerja yang telah ditetapkan belum dapat direalisasikan. Adapun yang dijadikan responden dalam penelitian penulis adalah pegawai pada PPK Prasarana Konservasi Sumber Daya Air (PKSDA) Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka dari populasi berjumlah 18 orang.dimana seluruh populasi tersebut dijadikan sampel dengan menggunakan teknik sampling Jenuh.Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis, yaitu suatu metode penelitian yang menguraikan atau menjelaskan kejadian yang timbul pada saat penelitian sedang berlangsung dan sifatnya aktual, kemudian data yang dikumpulkan disusun, dianalisa yang pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan.Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini “Jika Pengawasan Oleh Pejabat Pembuat Komitmen Dilaksanakan Berdasarkan Prinsip-prinsip Pengawasan Maka Efektivitas kerja Pegawai Pada PPK Prasarana Konservasi Sumber Daya Air (PKSDA) Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka Tercapai”.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwa Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan pengawasan belum sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip pengawasan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mendapatkan nilai 66,01% dengan predikat “Cukup Baik”..Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas kerja pegawai pada PPK Prasarana Konservasi Sumber Daya Air (PKSDA) Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka,dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang pencapaian efektivitas kerja pegawaiPPK Prasarana Konservasi Sumber Daya Air (PKSDA) Kecamatan Kadipaten Kab. Majalengka sebesar 66,05%dengan predikat “Cukup Baik”