cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 19076711     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT LEMAHSUGIH KABUPATEN MAJALENGKA HB Aris Nurdiana
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 7, No 1 (2014): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkaitan dengan penyusunan penelitian yang diberi judul “Pelaksanaan Motivasi Oleh Camat Dalam Upaya Mencapai Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Camat Lemahsugih Kabupaten Majalengka”, penyusun melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan motivasi Camat terhadap efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Berdasarkan pengamatan penyusun selama melaksanakan penelitian, ternyata masih ditemukan indikasi-indikasi masalah yang mengarah bahwa pelaksanaan motivasi Camat belum terlaksana secara optimal sehingga efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Lemahsugih Kabupaten Majalengka masih belum tercapai.Hal tersebut diduga karena Camat belum melaksanakan motivasi secara optimal, khususnya dalam menerapkan prinsip-prinsip motivasi.Metode penelitian yang digunakan penyusun yaitu metode deskriptif analisis, setelah penyusun melakukan pengolahan data dari jawaban responden, ternyata pelaksanaan motivasi Camat, khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip motivasi baru mencapai 68%, dan efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Lemahsugih Kabupaten Majalengka baru mencapai 58,75%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan motivasi yang didasarkan prinsip-prinsip motivasi mempunyai pengaruh terhadap pencapaian efektivitas kerja pegawai, karena dari kedua variabel masing-masing baru mencapai predikat Cukup sesuai hasil prosentase kriteria pengukuran. Dengan demikian, maka hipotesis yang penyusun ajukan yaitu: “Jika pelaksanaan motivasi oleh Camat berdasarkan prinsip-prinsip motivasi, maka efektivitas kerja pegawai pada Kantor Camat Lemahsugih Kabupaten Majalengka tercapai”. dapat diterima dan terbukti kebenarannya.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PUSKESMAS DPT JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA Amiruddin Setiawan, Drs., M.Si
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 8, No 1 (2015): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penyusun lakukan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas DTP Jatiwangi Kabupaten Majalengka.Dalam penelitian ini penyusun meneliti mengenai pelaksanaan pengawasanoleh Kepala UPTDdalam upaya mencapaiefektivitas pelayanan kesehatan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas DTP Jatiwangi Kabupaten Majalengka.Dari hasil penelitian yang telah penyusun lakukan menggambarkan efektivitas pelayanan kesehatan masih rendah, hal ini terlihat dari beberapa indikator, yaitu: 1.    Lambat dan lamanya  pelayanan pemberian obat-obatan yang diberikan kepada pasien sehingga harus lama menunggu. Hal ini menunjukkan kurang cakapnya pegawai dalam melaksanakan  pekerjaannya, sehingga menimbulkan ketidakpuasan masayarakat atas pelayanan puskesmas.2.    Pegawai Belum menunjukkan Sikap profesional serta kurang ramahnya petugas dalam melayani pasen.Hal ini ditunjukkan pada saat pendaftaran pasen di loket pendaftaran.3.    Pegawai dalam memberikan pelayanan kesehatan bersikap kaku dan terkesan      tidak bersahabat atau kurang ramah, belum mencerminkan sebagai pelayan     masyarakat. Gambaran masalah tersebut diduga disebabkan pengawasan yang dilakukan oleh Kepala UPTD  belum berdasarkan pada prinsip-prinsip pengawasan, Metode penelitian yang penyusun gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis, yaitu suatu metode penelitian yang menguraikan atau menjelaskan kejadian yang timbul pada saat penelitian sedang berlangsung dan sifatnya aktual, kemudian data yang dikumpulkan disusun, dianalisa yang pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwaKepala UPTD dalam pelaksanaan pengawasan belum sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip pengawasan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mendapatkan nilai 67,15% dengan predikat “Cukup Baik”..Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya Efektivitas Pelayanan Kesehatanpada lakukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) DTP Jatiwangi Kabupaten Majalengka,dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang pencapaian Efektivitas Pelayanan Kesehatan (UPTD) DTP Jatiwangi sebesar 67,51%dengan predikat “Cukup Baik”Dari uraian tersebut maka pengawasan dengan Efektivitas Pelayanan Kesehatan terdapat hubungan sebab akibat, hal ini berarti hipotesis yang penyusun ajukan, dapat diterima dan teruji kebenarannya.
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI WILAYAH KECAMATAN JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA diding badjuri
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 5, No 1 (2012): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka, kedudukan Kecamatan  merupakan Perangkat Daerah  sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Berkaitan dengan penyusunan penelitian yang diberi judul ,” Pelaksanaan Motivasi Oleh Camat Dalam Upaya Mencapai Efektivitas Penerimaan PBB di Wilayah Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka“,  penyusun melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hubungan motivasi dengan efektivitas penerimaan PBB di Kecamatan Jatitujuh   Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi kantor Camat.Berdasarkan pengamatan penyusun selama  penelitian pada Kantor Camat Jatitujuh dan Kantor Desa di Wilayah Kecamatan Jatitujuh    Kabupaten Majalengka, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa efektivitas penerimaan PBB belum tercapai . Permasalahan tersebut diduga karena Camat Jatitujuh dalam pelaksanaan motivasinya belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari indikasi sebagai berikut :a.      Masih kurangnya  perhatian Camat  terhadap pemberian penghargaan bagi perangkat desa yang berprestasi selaku kolektor PBB dalam bentuk materi b.      Camat belum mampu menyediakan fasilitas kerja, sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas perangkat desa.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analistis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta angket, mengolah dan menilai jawaban angket,  diperoleh hasil sebagai berikut :1.      Camat belum optimal dalam menerapkan asas-asas motivasi, terbukti dari penerapan asas-asas motivasi baru mencapai rata-rata 67,33 % dan berpengaruh terhadap efektivitas penerimaan PBB  yang baru mencapai   17  %2.      Camat menemui beberapa hambatan dalam menerapkan asas-asas motivasi3.      Camat telah berupaya mengatasi hambatan dengan melakukan berbagai upayaDengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan motivasi memiliki hubungan erat dengan pencapai efektivitas penerimaan PBB.
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA BADAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MAJALENGKA deni herdiana
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 9, No 1 (2016): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan pengamatan yang telah penyusun lakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Majalengka, ditemukan adanya masalah yang menunjukkan bahwa disiplin kerja pegawai nampak belum optimal, hal ini dapat dilihat dari indikator masalah sebagai berikut:1.    Banyak pegawai yang tidak mengikuti apel pagi yang setiap hari dilaksanakan2.    Ada pegawai yang keluar kantor sebelum jam istirahat3.    Ada pegawai yang pulang sebelum jam kerja selesaiGambaran masalah tersebut diduga disebabkan pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Badan belum berdasarkan pada prinsip-prinsip pengawasan, untuk itu penyusun merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dengan mengambil judul : “Pelaksanaan Pengawasan Oleh Kepala Badan Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Majalengka”.Metode penelitian yang penyusun gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis, yaitu suatu metode penelitian yang menguraikan atau menjelaskan kejadian yang timbul pada saat penelitian sedang berlangsung dan sifatnya aktual, kemudian data yang dikumpulkan disusun, dianalisa yang pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan.Sedangkan teknik pengumpulan data yang penyusun gunakan, yaitu; studi kepustakaan dan observasi.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Kepala Badan dalam pelaksanaan pengawasan belum sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip pengawasan sehingga disiplin kerja pegawai pada Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Majalengka kurang baik.
PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN OLEH KEPALA CABANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM CABANG MAJALENGKA Atik Kartikah
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 6, No 2 (2013): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pembangunan harus benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, baik itu pembangunan yang dilaksanakan di Pusat Maupun di daerah. Dengan semakin meningkatnya pembangunan di daerah serta meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan masyarakat akan air minum juga semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitas.Guna memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Majalengka, pemerintah daerah memandang perlu untuk membentuk suatu organisasi yang mengelola air bersih dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama air minum. Untuk itu dibentuk Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Cabang Kabupaten Majalengka.Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada kantor PDAM Cabang Majalengka, ternyata prestasi kerja pegawai masih rendah. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih adanya pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya baru mencapai 50% belum optimalnya pegawai dalam melaksanakan pekerjaan dan masih adanya pegawai yang menunda-nunda pekerjaan.Dari permasalahan tersebut, penulis mencoba untuk mengetahui lebih mendalam tentang pelaksanaan kepemimpinan yang berkaitan dengan prestasi kerja pegawai pada kantor PDAM Cabang Majalengka yang selanjutnya penulis tuangkan hasil penelitian itu sebagai karya ilmiah dalam bentuk skripsi dengan judul “Pelaksanaan Kepemimpinan Oleh Kepala Cabang Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Majalengka.Selanjutnya hipotesis yang penulis ajukan adalah “Jika pelaksanaan kepemimpinan oleh Kepala Cabang berdasarkan pada teknik-teknik kepemimpinan, maka prestasi kerja pegawai pada kantor PDAM Cabang Majalengka meningkat”.Untuk menguji kebenaran hipotesis tersebu, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data yang digunakan dengancara observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Adapun yang dijadikan sampel sebanyak 15 orang pegawai dengan cara teknik sampling jenuh.Pelaksanaan kepemimpinan oleh Kepala Cabang dalam kaitannya dengan prestasi kerja pegawai dapat dilihat dari hasil analisa teknik-teknik kepemimpinan yang sudah dilaksanakan dengan cukup yaitu teknik pematangan/penyiapan pengikut, teknik menjadi teladan dan teknik penggunaan sistem komunikasi yang cocok, tetapi semua teknik itu perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan teknik yang belum dilaksanakan dengan baik yaitu teknik human relations, teknik persuasi dan pemberian perintah, dan teknik penyediaan fasilitas-fasilitas.
KEPEMIMPINAN KEPALA KANTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN MAJALENGKA Maharani, Dewi
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sumber daya manusia mempengaruhi kinerja dalam organisasi pemerintahan dimana peran sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka kinerja pegawai merupakan faktor yang sangat penting. Kinerja pegawai tidak hanya ditentukan dengan menggunakan sistem teknologi canggih, tetapi pendekatan pada perilaku dan sikap mental seorang pegawai adalah sangat menentukan dan sangat mendukung untuk mencapai suatu prestasi. Begitu juga kinerja pegawai dapat dilihat bagaimana kuantitas dan kualitas output, efektif, efisien serta menimbulkan kepuasan kerja bagi kerja pegawai. Berdasarkan pengamatan penulis selama penelitian pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjkan bahwa kinerja pegawai pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Cukup Baik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif,yang mencoba menggambarkan secara mendalam suatu obyek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi dan gambaran mengenai gaya kepemimpinan kepala kantor di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kepemimpinan oleh Kepala Kantor, khususnya dalam penerapan gaya kepemimpinan baru mencapai 60,49% dan kinerja pegawai pada kantor Kementerian Agama baru mencapai 60,68 %. Selanjutnya terdapat hubungan antara penerapan gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai. Penerapan kepemimpinan yang belum optimal berpengaruh pula terhadap kinerja pegawai yang juga belum optimal. Dalam penerapan gaya kepemimpinan oleh Kepala Kantor terdapat hambatan dan terdapat pula upaya yang dilakukan oleh Kepala Kantor dalam mengatasi hambatan tersebut. Simpulan dari peneliian ini adalah Jika Pelaksanaan Kepemimpinan Kepala Kantor Berdasarkan gaya Kepemimpinan, maka Kinerja Pegawai Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Meningkat. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kinerja Pegawaiivasi masih adanya kesenjangan diantara asas-asas motivasi diantaranya: a) asas mengikutsertakan dalam pengambilan keputusan; b) asas komunikasi dalam menunjang sirkulasi informasi pekerjaan; c) asas pengakuan dan apresiasi pekerjaan; d) asas wewenang yang didelegasikan tugas untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri; e) asas perhatian timbal balik sebagai bentuk saling menghormati dan menghargai; 2) belum diterapkannya asas ? asas motivasi secara penuh dikarenakan Camat mengadapi beberapa hambatan; Dan 3) terdapatnya hambatan maka terdapat upaya Camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Camat Maja Kabupaten Majalengka. Kata Kunci: Pelaksanaan, Motivasi, Kinerja Pegawai
PENGARUH KOORDINASI OLEH KEPALA DINAS TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MAJALENGKA Ratna S.IP., M.Si.
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 10, No 2 (2017): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe work effectiveness condition is still not significant, it can be seen from several indicators that there are still employees who finish the work not on time, there are still employees who have not provided maximum results, there are still employees who lack innovation in the execution of work. The reason is allegedly because the Head of Service has not been optimal in supervising the implementation of work, allegedly the Head of Service has not been optimal in carrying out scheduled coordination. The research method used is quantitative descriptive method. The population in this study were 30 people with a sample of 28 people with a 5% error level using the Slovin formula. Data collection techniques are observation and questionnaires or questionnaires to research respondents. While the data processing in this study uses the SPSS Statistics 20.0 program.  The results of the analysis and discussion obtained through observation and questionnaire can be concluded that the coordination carried out by the Head of Service has not been fully optimal so that it influences the low effectiveness of the work of employees in the One Door Investment Services and Integrated Services of Majalengka Regency. From the results of the analysis shows that the coordination of the Head of Office on the work effectiveness of employees there is a significant influence that is where rcount is greater than rtable or 0.891 > 0.374. The coefficient of determination (R2) is 79.4% meaning that the work effectiveness of employees is influenced by the coordination of the Head Office and 20.6% is influenced by other factors and not examined. But it is expected that the One-Stop Integrated Investment and Services Office of Majalengka Regency in this case the Head of Service or top management in order to further improve coordination so that the level of work effectiveness of employees is more optimal and so as to facilitate the achievement of organizational goals. Keywords: Coordination, Employee Effectiveness  ABSTRAKKondisi efektivitas kerja masih belum optimal, hal ini terlihat dari beberapa indikator yaitu masih ada pegawai yang menyelesaikan pekerjaan tidak tepat waktu, masih ada pegawai yang belum memberikan hasil yang maksimal, masih ada pegawai yang kurang inovasi dalam pelaksanaan pekerjaan. Penyebabnya adalah diduga karena Kepala Dinas belum optimal dalam mengawasi pelaksanaan kerja, diduga Kepala Dinas belum optimal dalam melaksanakan koordinasi secara terjadwal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan sampel 28 orang dengan taraf kesalahan 5% menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan penyebaran angket atau kuisioner kepada responden penelitian. Sedangkan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS Statistics 20.0. Hasil analisis dan pembahasan yang diperoleh melalui observasi dan kuisioner dapat disimpulkan bahwa koordinasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas belum sepenuhnya optimal sehingga berpengaruh terhadap rendahnya efektivitas kerja pegawai pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Majalengka. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi Kepala Dinas terhadap efektivitas kerja pegawai terdapat pengaruh yang signifikan yaitu dimana rhitung lebih besar daripada rtabel atau 0,891 > 0,374. Koefisien determinasi (R2) yaitu 79,4% artinya efektivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh koordinasi Kepala Dinas dan 20,6% dipengaruhi faktor lain dan tidak diteliti. Tetapi diharapkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Majalengka dalam hal ini Kepala Dinas atau pucuk pimpinan supaya lebih meningkatkan koordinasi sehingga tingkat efektivitas kerja pegawai lebih optimal serta supaya dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan organisasi. Kata Kunci: Koordinasi, Efektivitas Kerja
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT KADIPATEN KABUPATEN MAJALENGKA Hj. Dewi Maharani, S.IP., M.Si.
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 10, No 2 (2017): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLaporan ini merupakan hasil penelitian yang telah penulis lakukan pada Kantor Camat Kadipaten Kabupaten Majalengka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Disiplin Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kadipaten masih rendah, berdasarkan pengamatan gejala tersebut diduga karena dalam pelaksanaan motivasi Camat Kadipaten belum sepenuhnya berdasarkan pada asas-asas motivasi. Dengan adanya masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang hasilnya akan tertuang dalam bentuk laporan penelitian dengan judul “Pelaksanaan Motivasi Oleh Camat Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Camat Kadipaten Kabupaten Majalengka”.Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu mengenai disiplin kerja pada Kantor Camat Kadipaten Kabupaten Majalengka belum optimal, hal ini dapat dilihat dari indikator  : Masih ditemukannya pegawai yang belum disiplin terhadap peraturan, Masih adanya pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang kurang sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, Kurangnya perhatian secara langsung dari Camat terhadap para pegawai atas pelaksanaan tugas yang dibebankannya sehingga banyak masalah yang berkaitan dengan tugas para pegawai belum bisa diatasi, Masih ditemukan adanya indikasi pegawai keluar masuk tidak sesuai aturan. Hal tersebut diduga karena Camat Kadipaten dalam pelaksanaan motivasi belum sepenuhnya menerapkan asas-asas motivasi.Dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode deskriptif analisis dengan disertai teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan angket, dalam teknik wawancara diperoleh data dari Camat dan dalam teknik angket diperoleh data dengan penyebaran angket kepada seluruh pegawai Kecamatan yang berjumlah 18 orang dan semuanya dijadikan sensus penelitian.Dalam pelaksanaan motivasi ternyata belum sepenuhnya menerapkan asas-asas motivasi, hal ini dikarenakan baru mencapai predikat “Cukup Baik” yaitu (64,21%) hal tersebut akan menghambat terhadap disiplin kerja pegawai pada Kantor Camat Kadipaten Kabupaten Majalengka, yaitu baru mencapai predikat “Cukup Baik” yaitu (62,51%) berdasarkan kriteria pengukuran analisis data. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti dapat menarik kesimpulan akhir yaitu, pelaksanaan Motivasi oleh Camat yang didasarkan pada asas-asas motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap disiplin kerja pegawai pada Kantor Camat Kadipaten Kabupaten Majalengka.Kata Kunci : Motivasi dan Disiplin kerja
PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH CAMAT PADA KANTOR CAMAT MAJA KABUPATEN MAJALENGKA Firman Yudhanegara
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 10, No 2 (2017): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBased on regulation n. 10/2009 of the Majalengka Regency related to the organization of the Majalengka regency, the sub-district is a Regional Regency apparatus as a regional technical implementer that has a specific work area run by a Camat that is domiciled below and is responsible before the regent through the regional secretary.The purpose of this study was to determine the implementation of Camat's motivation with the performance of employees in the office of Maja Camat in the Majalengka Regency. The results were obtained 1) the implementation of the motivation of Camat was not carried out optimally and when applying the principles of motivation there were still gaps between the principles of motivation, which include: a) the principle of inclusion in the process of decision making; b) the principle of communication in support of the circulation of information about work; c) principle of recognition and appreciation of work; d) the principle of authority has delegated the task of fostering a sense of trust; e) the principle of mutual attention as a form of respect and mutual respect; 2) the principles of motivation are not yet fully implemented because Camat has to face several obstacles; And 3) there are obstacles, so Camat strives to improve the performance of the employees of the office of Maja Camat in the Majalengka Regency. Keywords: implementation, motivation, employee performance. AbstrakBerdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka, Kecamatan adalah merupakan perangkat Daerah Kabupaten sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan motivasi Camat dengan kinerja pegawai pada kantor Camat Maja Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian diperoleh 1) pelaksanaan motivasi Camat belum optimal dilakukan dan dalam penerapan asas - asas motivasi masih adanya kesenjangan diantara asas-asas motivasi diantaranya: a) asas mengikutsertakan dalam pengambilan keputusan; b) asas komunikasi dalam menunjang sirkulasi informasi pekerjaan; c) asas pengakuan dan apresiasi pekerjaan; d) asas wewenang yang didelegasikan tugas untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri; e) asas perhatian timbal balik sebagai bentuk saling menghormati dan menghargai; 2) belum diterapkannya asas – asas motivasi secara penuh dikarenakan Camat mengadapi beberapa hambatan; Dan 3) terdapatnya hambatan maka terdapat upaya Camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Camat Maja Kabupaten Majalengka. Kata Kunci: Pelaksanaan, Motivasi, Kinerja Pegawai
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH KEPALA DESA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA WERASARI KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN MAJALENGKA Firman Yudhanegara
Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA Vol 11, No 1 (2018): jurnal cendekia
Publisher : Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn an attempt to provide quality public services, the participation of Village Head is required. The participation of the head of the village in the form of supervision of the implementation of the work of village officials in the framework of the provision of excellent public services achieves the desired objectives. This study uses a combination of qualitative methods, simultaneous triangulation (a balanced combination of quantitative and qualitative). Based on the results of the study, the following are included: 1) the results of the analysis of qualitative data based on the descriptive analysis that Village Head was not able to perform an optimal supervision. This can be seen in the achievement of supervision techniques with the highest average score of 62.30%, with the title "Good enough"; 2) There are several obstacles in the implementation of supervision by the Head of the Village in an attempt to improve the quality of public services in the Werasari Village, Majalengka Regency, which include: a) There are still some employees who do not understand your duties and functions . and lacks great awareness and responsibility for the importance of providing quality public services to public users of public services; b) The supervisor of the village is not optimally implemented. This is due to time constraints and greater emphasis on strategic jobs that involve organizational policies in order to find jobs that disagree with the provisions; And c) The Head of the Village, in the indirect performance of the supervision, the results were not able to provide feedback on improvements and improvements in implementation, planning and future policies, thus giving employees the opportunity to violate the rules and regulations ; And 3) The efforts made by the head of the village of Werasari, Majalengka Regency to overcome these obstacles, namely: a) Provide guidance to employees on the importance of understanding the basic functions and functions, responsibilities and awareness in the supply of public services to the community; b) try to devote time to be able to provide understanding to employees who are still wrong in carrying out their work; And 3) Strive to improve and improve work and highlight the rules that employees must obey. Keywords: Implementation of supervision, Quality of public services, Kades AbstrakDalam upaya memberikan pelayanan publik yang berkualitas, diperlukan keikutsertaan Kepala Desa. Keikutsertaan Kepala Desa disini berbentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan perangkat desa dalam rangka memberikan pelayanan publik yang prima Kepala Desa sebagai fasilitator mempunyai peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang optimal,  dengan memberikan pengawasan sehingga kinerja pegawai dalam pemberian pelayanan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan tugas sehingga dapat mencapai tujuan yang telah diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi metode kualitatif, dengan model concurrent triangulation (campuran kuantitatif dan kualitatif secara seimbang). Berdasarkan hasil penelitian diantaranya: 1) hasil dari analisis data kualitatif berdasarkan deskriptif analisis bahwa Kepala Desa belum dapat melaksanakan pengawasan secara optimal. Hal tersebut dapat terlihat dari pencapaian teknik-teknik pengawasan dengan perolehan rata-rata nilai tertinggi 62,30%, dengan predikat “Cukup Baik”; 2) Terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pengawasan oleh Kepala Desa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Werasari Kabupaten Majalengka, diantaranya: a) Masih ada sebagian pegawai yang kurang memahami tugas dan fungsinya, serta kurang memiliki kesadaran yang tinggi dan tanggung jawab terhadap pentingnya pemberian pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat pengguna jasa layanan publik; b) Kepala Desa dalam melaksanakan pengawasan secara langsung belum optimal dilaksanakan. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan lebih menekankan kepada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat strategis yang menyangkut kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi sehingga masih ditemukan pekerjaan yang belum sesuai dengan ketentuan; Dan c) Kepala Desa dalam melaksanakan pengawasan secara tidak langsung, hasilnya belum dapat memberikan umpan balik terhadap perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan, perencanaan, dan kebijaksanaan waktu yang akan datang, sehingga membuat peluang pegawai melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku; Dan 3) Upaya-upaya yang dilakukan Kepala Desa Werasari Kabupaten Majalengka untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu: a) Memberikan pembinaan kepada pegawai mengenai pentingnya memaham itugas pokok dan fungsi, tanggung jawab dan kesadaran dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat; b) Mengupayakan meluangkan waktu untuk dapat memberikan pemahaman  kepada pegawai yang masih salah dalam melaksanakan pekerjaannya; Dan 3)Mengupayakan adanya perbaikan dan penyempuraan terhadap hasil kerja dan lebih menekankan peraturan kepada pegawai untuk ditaati. Kata Kunci: Pelaksanaan pengawasan, kualitas pelayanan public, Kades

Page 7 of 10 | Total Record : 94