cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SAMPAH PLASTIK DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH DI DUSUN KRAJAN DESA SUMBER NGEPOH LAWANG Safitri Dian Novita; Zaha El-Ma'i; Ines Samantha Riza Putri; Moch. Afrizal Ansori; Revantoro Artha Dwiprawira; Johan Sebastian Tjioewinata; Muhammad Khafidin Al Alim; Danty Puspitasari; Pudji Lestari; Mulyadi Mulyadi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.28850

Abstract

AbstrakPlastik adalah bahan sintetis dari hasil polimerisasi berbagai macam monomer, di mana polimer plastik merupakan material yang sangat stabil sehingga kondisinya akan tetap utuh dalam jangka waktu yang lama. Hal ini yang membuat sampah plastik tidak dapat terurai dengan mudah. Pada survei pendahuluan yang kami lakukan, 90% penduduk Dusun Krajan Desa Sumber Ngepoh memilih sungai sebagai tempat pembuangan akhir, sedangkan sisanya ada yang dibakar, dan ada yang ditimbun. Perilaku membuang sampah sembarangan khususnya di sungai dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan sampai adanya gangguan kesehatan. Kurangnya pengetahuan mengenai bahaya sampah plastik diduga menjadi penyebab terjadinya masalah tersebut, masyarakat cenderung tidak peduli dan tidak bertanggung jawab dalam perilaku pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang sampah plastik dengan perilaku pengelolaan sampah di Dusun Krajan, Desa Sumber Ngepoh, Lawang. Metode yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan rancangan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel minimal 42 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas, kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji spearman. Dalam penelitian ini, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang sampah plastik dengan perilaku pengelolaan sampah di Dusun Krajan, Desa Sumber Ngepoh, Lawang, dengan p-value sebesar p=0,382. Kesimpulannya perlu dilakukan penyesuaian dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah sebelum pengambilan data responden, agar hasil penelitian yang diperoleh dapat lebih mewakili dan menggambarkan hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. Sehingga, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang dikembangkan secara kualitatif untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif.Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku, Sampah plastik, Pengelolaan sampah
KERAGAMAN MAKANAN IBU SELAMA PERIODE KEHAMILAN TRIMESTER 3 PADA WANITA POSTPARTUM DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Devi Savitri Effendy
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.28452

Abstract

AbstrakDi Indonesia, malnutrisi pada ibu hamil masih menjadi problem yang belum terselesaikan. Pola makan yang buruk menyebabkan ibu mengalami kekurangan berbagai zat gizi yang dapat memberikan konsekuensi negatif tidak hanya pada ibu namun juga pada janin yang dikandungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran keragaman makanan minimum selama periode kehamilan trimester 3 pada wanita postpartum di Kabupaten Muna. Jenis penelitian adalah survey deskriptif yang dilaksanakan dari bulan Desember 2021 sampai dengan Februari tahun 2022, pada Rumah Sakit Umum Kabupaten Muna dan beberapa pusat kesehatan masyarakat yang ada di kota Raha. Sampel dalam penelitian ini adalah 108 responden ibu melahirkan pada periode penelitian. Dari hasil survey 108 ibu melahirkan, 53,7 % mempunyai keragaman makan minimum yang tinggi dan 46,3 % mempunyai keragaman makanan minimum yang rendah. Terdapat 3 kelompok makanan utama yang mendominasi diet ibu yaitu nasi sebanyak 92,5 %, kelompok daging sebanyak 79,6 %, dan sayuran berdaun hijau sebanyak 68,5 %. Konsumsi sangat terbatas terlihat pada kelompok kacang-kacangan (8.3 %), susu dan produk susu (4,6 %), buah dan sayur sumber vitamin A (20,3 %) serta buah lainnya (25,9 %). Edukasi gizi berkaitan dengan diet ibu hamil perlu dilakukan oleh petugas kesehatan saat ibu melakukan kunjungan untuk pemeriksaan antenatal.Kata Kunci : Keragaman Makanan Minimum, Ibu Hamil
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TUMBUH KEMBANG BAYI DI DESA HILIAMAUZULA ARAMO NIAS SELATAN Debora Paninsari; Yohana Nelviana Melani Ambarita; Yenny Sri Windia Sari Hutagalung; Yohana Tumanggor; Yossy Juwita Veronica S
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.28852

Abstract

AbstrakAir Susu Ibu atau ASI merupakan sumber gizi utama bagi bayi dan sangat berperan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak, dikarenakan ASI sebagai makanan terbaik yang mangandung nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI diberikan kepada bayi pada usia 0 bulan hingga 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun. ASI sangat bermanfaat bagi bayi terlebih dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.  Kegagalan ibu dalam memberikan ASI dapat disebabkan karena rendahnya pengetahuan ibu dalam memberikan ASI Ekslusif serta tidak sepenuhnya mengetahui manfaat pemberian ASI bagi tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI ekslusif dengan tumbuh kembang bayi di desa Hiliamuzula Aramo Nias Selatan tahun 2022. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian observasional analitik, dengan menggunakan data primer dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang berusia 0-6 bulan 34 bayi di Posyandu desa Hilamuzula Aramo Nias dengan jumlah sampel sebanyak 34 bayi. Hasil uji chi square didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 sehingga p-value <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan tumbuh kembang bayi di desa Hiliamuzula Aramo Nias Selatan tahun 2022. Kepada ibu yang memiliki bayi disarankan agar dapat memberikan ASI secara ekslusif kepada bayinya hingga 6 bulan.Kata Kunci : ASI Eksklusif, ,Tumbuh, Kembang, Bayi. 
PENGELOMPOKKAN KEBERADAAN FASILITAS DAN TENAGA KESEHATAN DI PROVINSI PAPUA Pradnya Sri Rahayu; Nabila Ghoni Trisno Hidayatulloh; Anwar Fitrianto; Sachnaz Desta Oktarina
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.28454

Abstract

AbstrakKesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Indeks Membangun Desa 2018 Provinsi Papua merupakan peringkat terendah dalam kategori “tertinggal” dan Papua adalah provinsi dengan IPM paling rendah dengan angka 59,09 pada tahun 2017. Dalam kaitannya dengan kesehatan, Papua yang terdiri dari 29 kota/kabupaten masih memiliki pelayanan kesehatan dengan kinerja yang tergolong rendah. Hal ini diantaranya berkaitan dengan keberadaan fasilitas pelayanan dan tenaga kesehatan di Papua. Dalam penelitian ini ingin dilakukan pengelompokkan provinsi-provinsi di Papua berdasarkan fasilitas dan tenaga kesehatan menggunakan algoritma K-Medoids. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan linear positif antara total populasi dengan jumlah tenaga kesehatan artinya bertambahnya populasi diikuti dengan peningkatan jumlah tenaga kesehatan selain itu bertambahnya jumlah fasilitas kesehatan (meliputi rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan terkait persalinan, dan fasilitas kesehatan lainnya) diikuti dengan peningkatan jumlah tenaga kesehatan. Hasil clustering sudah sesuai dimana Cluster 1 berpenduduk banyak dengan memiliki jumlah puskesmas, fasilitas kesehatan terkait persalinan, dan tenaga kesehatan lainnya (selain dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan terkait persalinan) sedangkan Cluster 2 berpenduduk sedikit dan memiliki jumlah fasilitas maupun tenaga kesehatan yang paling sedikit. Walaupun hasil menggambarkan jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah fasilitas kesehatan dan jumlah tenaga kesehatan, namun masih dibawah standar yang ditetapkan oleh perundang-undangan. Papua masih perlu lebih banyak membangun fasilitas pelayanan kesehatan dan merekrut lebih banyak tenaga kesehatan dengan strategi khusus yang disesuaikan dengan Kata Kunci : Sehat, Fasyankes, Nakes, Papua.
TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP KONTROL GULA DARAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD ACEH SINGKIL PERIODE SEPTEMBER 2022 Qori Fadillah; Rini Silviani; Edlin Edlin
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.28853

Abstract

AbstrakDM ialah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi dikarenakan kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. DM menjadi masalah kesehatan yang mencakup seluruh dunia. Bahkan IDF, mencatat bahwa penyandang DM tipe 2 di dunia di tahun 2021 berjumlah 537 juta orang dengan umur 20-79 tahun. Adapun penlitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan terhadap kontrol gula darah. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan memakai lembar kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Aceh Singkil dengan pertimbangan diantarannya cukupnnya pasien yang dibutuhkan dan kesediaan Rumah Sakit untuk menerima mahasiswa melakukan penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022. Populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh pasien DM Tipe 2 pada saat kunjungan poli rawat jalan di RSUD Aceh Singkil. Untuk sampel dalam penelitian ini memakai purposive sampling yang dapat mewakili populasi dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer yaitu SPSS dengan menggunakan analisis kuantitatif. Kesimpulan penelitian ini tingkat pengetahuan ada pada kategori kurang, gejala klinis berupa poliuria, polidipsi, polifagia, polifagia juga penurunan BB, terapi farmakologi ialah dengan obat anti hiperglikemi oral, terapi non – farmakologi ialah terapi gizi medis dan kontrol gula darah terbanyak ialah dengan GDS > 200 mg/dl. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Kontrol Gula Darah, Hiperglikemia.
PERILAKU MEROKOK TERHADAP KEJADIAN MENOPAUSE DINI Deiana Triseptiarani Ilma; Sudijanto Kamso
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.28455

Abstract

AbstrakMenopause merupakan fase alami dalam kehidupan setiap wanita dengan berakhirnya masa subur yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi 12 bulan berturut-turut tanpa ada penyebab fisiologis atau patologis lain yang jelas dan tanpa adanya intervensi klinis. Umumnya terjadi ketika wanita memasuki usia 48 hingga 60 tahun. Beberapa wanita mengalami menopause dini (sebelum usia 40 tahun). Menopause dini ini mungkin karena kelainan kromosom tertentu, gangguan autoimun, atau penyebab lain yang tidak diketahui. Merokok telah lama dikaitkan dengan efek negatif pada kesuburan dan telah diidentifikasi oleh beberapa penelitian sebagai faktor penyebab menopause dini. Investigasi tentang perilaku merokok terhadap kejadian menopause dini melibatkan serangkaian faktor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk gambaran perilaku merokok pada wanita yang mengalami menopause dini. Dengan metode penilitian tinjauan sistematis menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA). Data diperoleh dari artikel penelitian dengan mengakses 3 database elektronik yaitu Science Direct, Proquest dan Pubmed. Didapatkan 6 artikel yang masuk dalam kriteria inklusi dengan hasil menunjukkan bahwa perilaku merokok mempunyai  hasil statistik yang sangat signifikan terhadap kejadian menopause dini dan risikonya lebih tinggi dibanding bukan perokok. Hasil ini untuk dijadikan dasar meningkatkan kesadaran merokok di kalangan wanita muda. Kata Kunci : Menopause Dini, Merokok
PREDISPONDING FACTOR KEJADIAN STUNTING Sartini Risky; Ari Nofitasari; Lisnawati Lisnawati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.29201

Abstract

AbstrakSulawesi Tenggara masuk dalam 10 besar Propinsi dengan Prevalensi stunting tertinggi pada tahun 2021 yaitu sebanyak 37,6 %, dan untuk Kabupaten Kolaka jumlah prevalensi stunting sebanyak 12,2%, merupakan Kabupaten tertinggi ketiga untuk  Prevalensi  penderita  stunting.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka. Penelitian dilakukan  adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan  Case Control. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 218 balita. Besar sampel sebanyak 67 orang. Data diolah menggunakan uji chi square test. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh tinggi badan orang tua terhadap kejadian stunting (8,242 >3,841).  Ada pengaruh riwayat menyusui terhadap kejadian stunting (22,792  >3,841). Ada pengaruh riwayat infeksi terhadap kejadian stunting (36,548 >3,841). Adapun yang menjadi saran dalam penelitian ini adalah diperlukan upaya-upaya  yang aktif untuk meningkatkan informasi seputar stunting, dan cara pencegahan sedini mungkin khususnya kepada ibu hamil yang berisiko melahirkan anak dengan stunting. Kata Kunci : Tinggi  Badan  Orangtua,  Berat  Badan  Lahir, Menyusui, Riwayat Penyakit Infeksi, Stunting
POLA SPASIAL PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDUNG TAHUN 2017 - 2021 Deny Yudhistira; Martya Rahmaniati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i4.29505

Abstract

AbstrakKota Bandung merupakan wilayah yang memiliki jumlah kasus demam berdarah dengue paling tinggi di Provinsi Jawa Barat tahun 2017-2021. Tingginya kasus DBD di Kota Bandung memerlukan kajian untuk mengidentifikasi penanganan penyakit tersebut. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kajian distribusi spasial kasus DBD di Kota Bandung dengan unit analisis wilayah kecamatan sehingga dapat dilakukan penanganan sesuai dengan karakteristik kecamatan di Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola spasial kejadian penyakit DBD di Kota Bandung tahun 2017- 2021. Penelitian ini menggunakan data kasus DBD yang diperoleh dari Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2017-2021. Analisis data autokorelasi spasial global pada penelitian ini menggunakan Moran’s I dan autokorelasi spasial lokal menggunakan Local Moran’s I dengan pembobotan spasial queen contiguity weight. Analisis data menggunakan aplikasi open source GeoDa 1.20.0.8. Hasil analisis autokorelasi spasial global, kejadian DBD memiliki pola mengelompok dan memiliki autokorelasi positif. Hasil analisis autokorelasi spasial lokal diperoleh 3 kecamatan yang termasuk dalam kuadran I (high-high) lebih dari 1 kali periode tahun yaitu Kecamatan Kiaracondong, Kecamatan Buahbatu dan Kecamatan Antapani. Selain itu, terdapat 2 kecamatan yang berada pada kuadran II (low-high) lebih dari 1 kali periode tahunan yaitu Kecamatan Mandalajati dan Kecamatan Cidadap. Dinas Kesehatan Kota Bandung agar membuat penetapan wilayah prioritas penanganan DBD di Kota Bandung serta berkolaborasi dengan lintas sektor untuk pemberdayaan masyarakat dalam program pemberantasan sarang nyamuk dan jentik nyamuk. Kata Kunci : DBD, autokorelasi spasial global, autokorelasi spasial lokal.
PERILAKU BERISIKO REMAJA WANITA PEKERJA SEKS (WPS) TERHADAP PENULARAN HIV DAN AIDS DI KOTA KENDARI TAHUN 2021 Yusuf Sabilu; La Ode Liaumin Azim; Andi Ratu Putri Zinda
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i3.30090

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan masa yang beresiko jika didorong oleh rangsangan seksual karena dapat membawa remaja menjadi Wanita Pekerja Seks (WPS). WPS merupakan kelompok risiko tinggi terkena HIV dan AIDS mengingat pada kelompok ini terbiasa melakukan aktivitas seksualnya dengan pasangan yang tidak tetap, Kasus HIV dan AIDS Kota Kendari yang dilaporkan pada tiga tahun terakhir (2018-2020) yaitu 177 kasus dan dari tahun ke tahun Kota Kendari selalu menjadi wilayah kasus tertinggi HIV dan AIDS di Sultra. Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengetahui perilaku berisiko remaja WPS terhadap penularan HIV dan AIDS di Kota Kendari Tahun 2021. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan studi fenomenologi. Informan pada peneltian ini yaitu lima remaja WPS, satu muncikari dan satu pihak Dinkes Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Pemicu alamiah remaja WPS pada penelitian ini yaitu berpacaran dan pelecehan seksual, kemudian pemicu terencana yaitu ajakan teman, masalah keluarga, ekonomi dan mekanisme transaksi WPS. 2) Perilaku berisiko remaja WPS pada penelitian ini yaitu melakukan hubungan seksual secara vaginal, oral dan anal bersama pelanggan dan sesama WPS (lesbian). Ketidaksetujuan pelanggan dan persepsi penggunaan yang rumit membuat remaja WPS tidak menggunakan kondom dan cenderung mengonsumsi pil kontrasepsi, antibiotik, obat tanpa rekomendasikan dokter atau tidak dijual bebas di apotek dan menggunakan sabun pembersih kewanitaan. 3) Konsekuensi remaja WPS pada penelitian ini yaitu berpeluang terkena HIV dan AIDS, khawatir terjadi tindak kekerasan dan merasa bersalah. Terdapat remaja WPS yang tetap melakukan aktivitas seksual ketika terinfeksi dan ada pula memilih berhenti. Sebagian besar remaja WPS belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan. Kata Kunci : Perilaku, Remaja, WPS, HIV, AIDS. 
PROFIL EFEKTIVITAS TERAPI ANTIHIPERTENSI UNTUK HIPERTENSI YANG SULIT DIKENDALIKAN PADA PASIEN HEMODIALISIS REGULER DI RS BAHTERAMAS KENDARI SULAWESI TENGGARA Hesti Triseptiarani Burhan; Restu Nur Hasanah Haris; Nur Fitriana Muhammad Ali; Wa Ode Masrida; Fadila Fadila
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i3.30093

Abstract

AbstrakSebagian besar terapi Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stage V adalah hemodialisis (HD). Sebagian besar penyebab ataupun komplikasi PGK HD adalah hipertensi. Hemodialisis dapat menimbulkan gangguan hemodinamik berupa peningkatan/penurunan tekanan darah intradialitik, sehingga pasien PGK HD tidak akan pernah lepas dengan penggunaan Obat Antihipertensi (OAH). Persentase kejadian hipertensi dengan penggunaan OAH pada pasien PGK HD adalah 70%, hal ini dikarenakan hipertensi PGK HD memiliki penyebab multifaktor, sehingga sangat sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana profil efektivitas OAH pada tekanan darah interdialitik dan intradilitik pada pasien PGK HD dan OAH manakah yang memiliki efektivitas paling baik dalam menurunkan tekanan darah interdialitik dan intradilitik pada pasien PGK HD di RS Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di RS Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara bulan Juni-Agustus 2021 dengan menggunakan metode observasi cross sectional secara retrospektif dengan analisa  deskriptif. Hasil dari pencatatan rekam medis pasien yang melibatkan 51 subyek penelitian menunjukan hasil bahwa dari keseluruhan terapi antihipertensi interdialitik pasien PGK HD ditemukan persentase efektivitas sebesar 48% dan Calcium Chanel Blocker (CCB) merupakan jenis OAH yang paling banyak digunakan dari 9 macam golongan OAH; dari 1.118 episode HD data tekanan darah interdialitik, CCB merupakan OAH terbanyak yang mencapai tekanan darah target sistolik 247 & 125 episode (pre & pasca HD) dan diastolik 373 & 208 episode (pre & pasca HD); dan dari 590 episode tekanan darah intradialitik, Amlodipin 10 mg merupakan OAH terbanyak adanya kejadian hipertensi intradialitik yaitu 25 kejadian, sedangkan untuk hipotensi intradialitik ditemukan pada penggunaan OAH Amlodipin 10 mg dan ISDN 5 mg yaitu 4 kejadian. Sehingga disimpulkan bahwa jenis OAH yang efektivitasnya paling baik adalah Amlodipin 10 mg.Kata kunci : Hemodialisis, Efektivitas, Obat Antihipertensi, Interdialitik-Hipertensi Hipotensi-Intradialitik

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue