cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
MINUMAN ISOTONIK PENGGANTI KANDUNGAN ELEKTROLIT NATRIUM (Na) DAN KLORIDA (Cl) DALAM DARAH TENAGA KERJA SETELAH TERPAPAR PANAS (Study Pada Home Industry Tahu Muncul Surabaya Tahun 2020) Fajarwaty, Hylda Pravyta; Nurmayanti, Demes; Hermiyanti, Pratiwi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i3.20337

Abstract

AbstrakIklim kerja dapat dikategorikan menjadi salah satu penentu yang mempengaruhi kadaan tubuh seorang pekerja. Panas di area produksi dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja seperti, dehidrasi, kelelahan, dan kehilangan cairan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis minuman isotonik buatan pengganti elektrolit natrium (Na) dan klorida (Cl) dalam darah tenaga kerja setelah terpapar panas. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat Eksperiment. Jumlah sampel sebanyak 9 pekerja dan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan observasi, kuesioner, dan pengukuran natrium (Na) dan klorida (Cl) dalam darah serta nilai ISBB, dan selanjutnya dianalisis dengan uji statistik Paired T-test, kemudian ditabulasi dan disimpulkan. Hasil rata – rata pengukuran ISBB adalah 27,3oC, usia pekerja antara 24 – 61 tahun, masa kerja ≤4 tahun (22,2%), lama kerja semua pekerja yaitu 7 jam/hari, status gizi yang normal (66,7%). Hasil pengukuran kandungan natrium dan klorida pada pekerja setelah terpapar panas rata-rata sebesar 132,8 mmol/l dan 94,2 mmol/l, kemudian setelah diberikan minuman isotonik buatan kandungan natrium dan klorida pada pekerja rata-rata menjadi  sebesar 142 mmol/l dan 102,7 mmol/l. Dari hasil uji statistik, ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian minuman isotonik buatan terhadap pemulihan fisik pekerja dengan nilai sig P=0,000<0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada perbedaan kandungan elektrolit natrium klorida pekerja setelah diberi asupan minuman isotonik buatan sebanyak 1125 ml. Disarankan kepada pemilik industri menyediakan air minum untuk pekerjanya agar pekerja terhindar dari dehidrasi dan penurunan elektrolit yang tidak seimbang. Kata Kunci: Tekanan Panas, Isotonik Buatan, Natrium (Na), Klorida (Cl), Elektrolit
PENGARUH PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 139 GALUNG TAHUN 2020 Majid, Alfiani; Nurcahyani, Icha Dian; Yusuf, Kurnia
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21664

Abstract

AbstrakMasalah gizi pada anak usia sekolah yang umumnya ditemukan antara lain adalah pendek, sangat kurus, obestas, kegemukan dan anemia. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian makanan inovatif dan menarik yang diperkaya dengan vitamin dan mineral seperti puding daun kelor. Daun kelor merupakan (Moringa oleifera) tanaman yang mempunyai zat gizi tinggi, sebagai antioksidan, antibakteri, mengandung beta karoten, thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), kalsium, fosfor, magnesium, seng, zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding daun kelor (moringa oleifera) terhadap peningkatan berat badan anak usia sekolah di SDN 139 Galung. Jenis penelitian ini menggunakan Pra-Eksperimenta, dengan rancangan yang digunakan adalah one group pre test and post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah semua siswa kelas 1, 2, dan 3 SD Negeri 139 Galung Kec. Enrekang Kab. Sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampel. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan menggunakan alat pengukur timbangan digital dan mincrotoice. Uji statstik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rerata berat badan sesudah pemberian puding daun kelor. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ( P<0.05 ). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap peningkatan berat badan pada siswa SDN 139 Galung.Kata Kunci: Puding, Daun Kelor, Berat Badan
PEMENUHAN ASUPAN GIZI MASYARAKAT INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID-19: MINI REVIEW Safila, Rahmi; Edison, Rizki Edmi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21721

Abstract

Abstrak Sejak awal Tahun 2020 Indonesia dinyatakan menghadapi pandemi Covid-19. Berbagai aturan ditetapkan oleh pemerintah untuk meredam penyebaran Virus Corona. Sebagai salah satu cara agar terhindar atau mampu menangkal penyakit ini dibutuhkan daya tahan atau imunitas tubuh yang baik, di mana upaya tersebut bisa dicapai dengan cara seperti pemenuhan asupan gizi. Pada artikel ini kami menganalisis gambaran pemenuhan asupan gizi masyarakat Indonesia di masa pandemi Covid-19 melalui studi pustaka. Studi menunjukkan adanya perbedaan pola asupan gizi di antara masyarakat. Terjadi perubahan perilaku masyarakat di mana kebiasaan makan di tempat umum seperi rumah makan di hari kerja berubah menjadi membawa bekal dari rumah. Sayangnya, dikarenakan adanya penurunan pendapatan di kala pandemi, hal ini membuat sebagian masyarakat menurunkan frekuensi makan dalam satu hari. Pilihan makanan masyarakat cenderung lebih sehat di masa pandemi walaupun para remaja masih cenderung memilih makanan cepat saji. Promosi kesehatan mengenai asupan gizi sangat disarankan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu menjaga imunitas tubuh. Upaya edukasi masyarakat secara daring walau memiliki masalah seperti gangguan sinyal, memberi hasil yang menggembirakan dalam hal asupan gizi. Dengan adanya peningkatan pengetahuan akan asupan gizi yang baik, terjadi perubahan perilaku masyarakat terkait asupan gizi, sehingga imunitas tubuh yang baik untuk menghadapi Covid-19 bisa terjadi. Menariknya, sekalipun peningkatan pengetahuan akan gizi terjadi, hal tersebut belum mendorong adanya perbaikan perilaku hidup bersih untuk menghadapi pandemi Covid-19 seperti kebiasaan mencuci tangan. Kata Kunci: asupan gizi, masyarakat, Covid-19, promosi kesehatan
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEPADATAN MINERAL TULANG COLLUM FEMUR DAN TULANG VERTEBRA LUMBAL PASIEN ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA TAHUN 2020 Willim, Devannie Alberta; Siregar, Hernita; Khu, Adrian; Wienaldi, Wienaldi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21665

Abstract

AbstrakOsteoporosis merupakan suatu kelainan metabolik tulang yang sering timbul, kondisi ini ketika tulang secara perlahan kehilangan kepadatannya disertai transformasi mikroarsitektur jaringan tulang yang dapat mengakibatkan penurunan kekuatan tulang sehingga kecenderungan untuk mengalami fraktur. Salah satu penyebab yang berpengaruh terhadap terjadinya penurunnya massa tulang ialah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT merupakan cara yang diterapkan untuk penilaian status gizi yang cukup praktis. Dimana IMT ini dapat digunakan untuk menentukan status berat badan sesorang dengan kategori berupa nilai IMT < 18,5 kg/ = berat badan kurang, nilai IMT 18,5 - 22,9 kg/ = normal, nilai IMT 23-24,9 kg/ = obesitas ringan, nilai IMT 25,0 - 29,9 kg/ = obesitas sedang, nilai IMT ≥ 30,0 kg/ = obesitas berat. Indeks massa tubuh (IMT) dan osteoporosis berhubungan kuat karena IMT dipercaya sebagai indikator yang dipakai dalam pengukuran densitas mineral tulang (DMT). Tujuan dari penelitllian adalah untuk menentukan hubungan indeks massa tubuh dengan kepadatan mineral tulang collum femur dan tulang vertebra lumbal. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada 233 pasien yang menjalani pemeriksaan densitometri di Rumah Sakit Royal Prima Medan tahun 2020 dengan menggunakan alat Radiofrequency Echographic Multi-Spectrometry (REMS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan nilai T-score vertebra lumbal dan T-score collum femur (P <0,000). Dan uji korelasi antara nilai IMT dengan nilai T-score leher femur (r=-.195;p<0.05) dan T-score vertebra lumbal (r= -.179;p<0.05) menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan berpola negatif yang artinya semakin rendah IMT maka semakin rendah T-score yang berarti semakin rentan terhadap resiko osteoporosis di leher femur dan tulang belakang.   Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), Osteoporosis, Densitas Mineral Tulang (DMT) 
ANALISIS KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS MENGGUNAKAN NORDIC BODY MAP PADA INDUSTRI SARUNG TENUN IKAT DESA PARENGAN KABUPATEN LAMONGAN Jannah, Fain Roudlotull; Sunaryo, Merry
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21722

Abstract

AbstrakKerajinan tenun ikat merupakan persilangan antara dua benang vertikal dan horizontal yang telah diberi ragam hias ikat. Industri tenun ikat bisa dikatakan industri dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Penggunaan alat dan mesin yang masih tradisional tentunya memiliki risiko bahaya tersendiri. Adapun proses kerja di industri sarung tenun ikat meliputi proses nyelup, nggoben, nyekir, mbentang, nggambar, ngiket, nguculi, nyentrengi, nyepul, menenun dan finishing. Bekerja dengan posisi berdiri dan duduk disertai waktu kerja yang lama dapat menimbulkan nyeri yang mengakibatkan Musculoskeletal Disorders. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan K3 ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Musculoskeletal Disorders yang terjadi pada industri sarung tenun ikat di Desa Parengan Kabupaten Lamongan. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Sampel dalam kegiatan ini adalah 10 pekerja yang terdiri dari 6 pekerja laki-laki dan sisanya perempuan pada industri sarung tenun ikat di Desa Parengan Kabupaten Lamongan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 3 pekerja memiliki tingkat risiko Musculoskeletal Disorders kategori tinggi dan 7 pekerja sisanya memiliki tingkat risiko Musculoskeletal Disorders kategori sedang. Keluhan atau sakit nyeri yang paling banyak diderita oleh pekerja adalah pada bagian pinggang, punggung, leher bagian atas, bahu dan betis. Bagian-bagian tersebt masing-masing memiliki skor 27, 25, 22, 20 dan 19. Kejadian Musculoskeletal Disorders yang terjadi di industri sarung tenun ikat ini berhubungan dengan faktor usia, lama kerja, serta masa kerja. Kata Kunci: Sarung Tenun Ikat, Musculoskeletal Disorders, Nordic Body Map
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA Krishna, Priyanka; Leony, Catherine; Chiuman, Linda; Tanamal, Claudia
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21667

Abstract

AbstrakDismenore primer dapat didefinisikan sebagai nyeri saat menstruasi namun bukan termasuk keadaan patologis pada panggul. Dismenore primer disebabkan oleh peningkatan sintesis prostaglandin endometrium yang salah satu penyebabnya adalah stres. Dalam beberapa penelitian dinyatakan, paling banyak stres dalam tingkat tinggi dialami oleh mahasiswa kedokteran daripada mahasiswa dengan program studi yang lain. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui distribusi frekuensi tingkat stres dan juga kejadian dismenore primer beserta hubungan antara tingkat stres terhadap dismenore primer. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei analitik serta dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel merupakan mahasiswi yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2018 yang sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, diolah dengan SPSS software dan dianalisis dengan Chi Square Test. Terdapat 66 responden, yang mayoritas berusia 20 tahun, yaitu sebesar 39 responden (59,1%). Responden yang mengalami dismenore primer yaitu sebesar 63 responden (95,5%). Dari 63 orang, responden dengan derajat dismenore sedang yaitu sebesar 50 responden (75,8%). Jumlah responden yang mengalami stres yaitu sebesar 34 responden (51,5%), dengan tingkat stres yang ringan yaitu sebesar 16 responden (24,2%). Dari uji statistik diperoleh nilai p=0,882 (p>0,05) sehingga tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap kejadian dismenore primer. Kata kunci : Dismenore, Dismenore primer, Stres, Tingkat stres
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PROTOKOL KESEHATAN PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN HARJOSARI II KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN TAHUN 2021 Kurnia, Muhammad Aditya; Simangunsong, Pahala Maringan J.; Sihombing, Theresia Yolanda
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21717

Abstract

AbstrakCovid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome virus corona 2 (SARS-CoV-2) yang baru ditemukan pada tahun 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan covid-19 sebagai pandemi karena terjadi peningkatan kasus covid-19 dalam waktu yang sangat cepat. Adapun media penularan penyakit ini cukup beragam, namun yang diwaspada dan menjadi permasalahan utama dimana penularan dari manusia ke manusia yang membuat penyebaran virus ini berkembang sangat. Sejalan dengan hal tersebut peran masyarakat dalam memutus mata rantai penularan covid-19 harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap implementasi protokol kesehatan covid-19 di Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh KK Kelurahan Harjosari II sebanyak 8.487 KK. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 responden dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Responden dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi usia min 12 tahun, max 60 tahun dan pendidikan terakhir responden minimal SD. Pengambilan data dilakukan dengan mengisi kuesioner peneliti, data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap implementasi protokol kesehatan pandemi covid-19 (nilai p <0,05). Penerapan protokol kesehatan covid-19 dimasa pandemi sekarang ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna meminimalkan risiko penularan antar masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Protokol Kesehatan Covid-19
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS WORTEL (Daucus Carota L) DAN JUS ALPUKAT (Persea Americana) TERHADAP DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI FKM UNPRI ANGKATAN 2017 Ginting, Johannes Bastira; Angin, Jerry Primsa Perangin-; Simbolon, Paska Yolastri; Ginting, Rapael; Simangunsong, Pahala Maringan J.; Hulu, Viktor Trismajaya
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i4.21720

Abstract

ABSTRAKPrevalensi dismenorea primer banyak terjadi di luar negeri maupun di Indonesia, berdasarkan data World Health Organization (WHO) berkisar antara 16,8 – 81% yang dialami oleh perempuan umur produktif serta tingkatan paling tinggi terjadi pada remaja. Permasalahan reproduksi yang dirasakan oleh seorang perempuan adalah haid yang terjadi setiap bulannya. Dismenorea Primer telah menjadi permasalahan remaja di Dunia karna lebih dari 50% rata- rata perempuan merupakan angka kejadian yang besar. Di Amerika angka presentasinya kurang lebih 60%, di Swedia sekitar 72% dan di Inggris serta pada penelitian sebelumnya menyatakan jika 10% dari remaja sekolah lanjut tingkat atas (SLTA) dan Mahasiswi absen 1-3 hari dalam setiap bulan karena mengalami dismenorea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan efektivitas pemberian jus Daucus Carota L dan jus Persea Americana terhadap dismenorea primer pada mahasiwi Fkm Unpri Angkatan 2017. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pre test and post test with control group. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 34 orang mahasiswi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan adanya ada pengaruh yang signifikan secara statistik (p-value < 0,05), artinya terdapat efektivitas pemberian jus wortel dan jus alpukat terhadap penurunan dismenorea primer pada mahasiswi yaitu menurun sebesar 2,3529 (p-value=0,0004) dan 2,1764 (p-value=0,0002) dan uji Mann-Whitney menunjukkan ada perbedaan efektivitas pemberian jus Daucus Carota L dan jus Persea Americana terhadap dismenorea primer pada mahasiswi (p-value = 0,0118). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan efektivitas pemberian jus Daucus Carota L dan jus Persea Americana terhadap dismenorea primer pada mahasiswi. Saran untuk mahasiswi adalah sebaiknya dapat mengonsumsi jus Daucus Carota L dan jus Persea Americana sebagai alternatif alami untuk meredakan nyeri dismenorea primer. Kata kunci: Dismenorea Primer, Skala Intensitas Nyeri, Jus Wortel, Jus Alpukat  
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DI INDUSTRI TAHU GUNUNG USAHA GIAT KABUPATEN KARO 2021 Nolia R, Helfi; Sinaga, Jernita; Tarigan, Kristina
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i1.23483

Abstract

AbstrakMemanfaatkan limbah cair tahu sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC) dapat menjadi jalan dari masalah ketersediaan pupuk dan limbah yang mengotori lingkungan. Limbah cair tahu mengandung unsur hara N 1,24%, P2O5 5.54 %, K2O 1,34 % dan C-Organik 5,803 % yang merupakan unsur hara essensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dolomit pada limbah cair tahu dengan pH pupuk organic cair dan pengaruh POC limbah cair tahu terhadap pertumbuhan kangkung (Ipomoea aquatica.) Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga September 2021 dengan susunan rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas POC A: limbah cair tahu dan dolomit 2 kg; POC B: limbah cair tahu dan dolomit 1,5 kg; POC C: limbah cair tahu dan dolomit 0,5 kg; POC D: limbah cair tahu tanpa dolomit. Hasil penelitian yang diperoleh adalah  POC  B mempunyai pH limbah cair tahu dengan penambahan dolomit 1,5 kg (POC B) menghasilkan pH 7,4 (netral) sehingga POC B dikatagorikan pupuk organic cair yang berkualitas baik  karena sudah memenuhi standar yang ditentukan untuk POC pH berkisar antara 7 – 7,5 yang bisa membuat pertumbuhan benih kangkung sebanyak 7 batang dan tinggi batang kangkung yang mengalami pertumbuhan pada hari 1 (pertama) : 4,2 cm an pada hari ke 6 (enam) tingginya : 5,8 cm . Pemberian pupuk cair organik limbah cair tahu dengan dolomit 1,5 kg atau POC B mempunyai nilai ekonomi dan ramah lingkungan dan siap dipasarkan dengan label FINATA MEGEMBURKata Kunci: Limbah Cair Tahu,Dolomit,pH,Pupuk Organik Cair (POC), Tahu 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI ROKOK TEMBAKAU DI INDONESIA : ANALISIS DATA SUSENAS 2017 Junaidi, Edi; Marini, Ice
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i1.23428

Abstract

AbstrakMerokok adalah aktivitas yang mengganggu kesehatan dan tingkat konsumsi masih sangat tinggi di Indonesia. Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar 4 di dunia dan jumlah konsumen rokok tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar oleh rokok. (Riskesdas, 2013). Kajian yang dilakukan oleh litbangkes tahun 2015 terdapat lebih dari 230.000 jiwa meninggal akibat produk tembakau setiap tahunnya. Selain itu jika merujuk pada data Riskesdas ada peningkatan prevalensi perokok umur 10 tahun dari 28,8% pada 2013 meningkat pada 29,3% pada tahun 2018. (Riskesdas, 2018). Tujuan :  Mengetahui determinan sosial ekonomi perilaku konsumsi rokok tembakau di Indonesia. Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan studi potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan data sekunder dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2017.Analisis bivariat menunjukkan 8 variabel independen (jenis kelamin, usia pertama kali menikah, pendidikan, status bekerja, pendapatan) signifikan  berhubungan terhadap konsumsi rokok Tembakau. Variabel independen yang paling berhubungan adalah variabel pendapatan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai nilai p-value 0,001,variabel jenis kelamin dengan kategori laki-laki memiliki OR tertinggi adalah variabel pendapatan sangat tinggi (1,26) sedangkan yang nilai OR terendah terdapat pada variabel usia pertama kali menikah kategori belum kawin  (0,69). Serta analisis multivariat variabel paling berhubungan dengan perilaku konsumsi rokok Tembakau adalah variabel pendapatan. Variabel paling berhubungan dengan perilaku konsumsi rokok Tembakau adalah variabel pendapatan serta memiliki nilai OR tertinggi terdapat pada variabel status perkawinan dengan nilai OR (1,98). Rokok Tembakau harus dikendalikan dengan mengontrol perkembangan diberbagai data sekunder yang dilakukan oleh pemerintah, baik itu data SDKI, RISKESDAS, atau pun SUSENAS. Terkhusus kepada BPS mengenai jumlah konsumsi rokok tembakau yang belum ada atau di kuisioner data SUSENAS 2017. Kata kunci : faktor-faktor yang berhubungan,  perilaku, rokok tembakau

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue