cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
GAMBARAN PELAKSANAAN PROYEK KEGIATAN ORIENTASI KADER POSYANDU BALITA DI PUSKESMAS SUKAJADI KOTA PRABUMULIH Maria Tri Diani; Rizma Adlia Syakurah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31741

Abstract

AbstrakKegiatan posyandu balita ditujukan sebagai tempat pelayanan kesehatan serta pemeliharaan tumbuh kembang balita. Pelaksanaan kegiatan posyandu tak lepas dari adanya partisipasi dari kader kesehatan. Namun masih terdapat kader kesehatan yang kurang mengerti peran yang dilakukannya sehingga diperlukan adanya kegiatan orientasi kepada kader. Kegiatan orientasi kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih dilakukan dengan mensosialisasikan pelaksanaan posyandu dan sebagai wadah sharing ilmu antara petugas Puskesmas dan Kader Posyandu Balita.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kegiatan orientasi pada kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data didapat dari observasi kegiatan, wawancara serta dokumen tertulis di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih. Manajemen proyek kegiatan orientasi pada kader Posyandu Balita dilakukan karena pengetahuan kader posyandu yang kurang mengenai manfaat pelaksanaan Posyandu. Stakeholder yang terlibat dapat kegiatan ini terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Timur, Kelurahan Sukajadi, Kelurahan Prabujaya, Pemegang program KIA, Gizi, dan Imunisasi, serta Kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai program Posyandu Balita. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan mengontrol kegiatan yang sedang terjadi serta mengevaluasi kembali dari kendala yang ditemukan selama kegiatan dilakukan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan orientasi pada kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi telah dilaksanakan dengan baik. Terdapat kendala yang ditemukan selama kegiatan dilaksanakan yaitu kader posyandu yang masih belum memahami perannya. Diharapkan kepada kader posyandu untuk selalu mengasah ilmu yang telah didapatkan dalam kegiatan orientasi serta lebih giat untuk melakukan penyuluhan mengenai pentingnya pemeriksaan balita ke Posyandu. Kata Kunci : Kader Kesehatan, Manajemen Proyek, Posyandu Balita
HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DAN PENDORONG DENGAN PARTISIPASI IBU BALITA KE POSYANDU PUSKESMAS PONOROGO UTARA KABUPATEN PONOROGO Brilliani, Nastiti Fikri; Soeyono, Rahayu Dewi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.32148

Abstract

AbstrakIndikator keberhasilan posyandu dinilai dari cakupan partisipasi ibu Balita ke Posyandu (D/S). Partisipasi ibu Balita ke Posyandu dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin, dan pendukung. Faktor yang paling menonjol di Posyandu Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo adalah tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan kader. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan kader dengan partisipasi ibu Balita di Posyandu Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan kader. Sedangkan variabel terikatnya adalah partisipasi ibu Balita ke Posyandu. Responden dalam penelitian ini sejumlah 102 ibu Balita yang ada di Posyandu Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket yang diwujudkan dalam bentuk lembar kuesioner dan tes. Analisis bivariat penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,017), motivasi tidak berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,162), dukungan keluarga berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,005), dukungan kader berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,019). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dari faktor tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan kader dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu, sedangkan tidak terdapat hubungan dari faktor motivasi dengan partisipasi ibu Balita ke Posyandu.Kata Kunci : Partisipasi Ibu Balita, Tingkat Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Keluarga, Dukungan Kader.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG Safmila, Yuliani; Muna, Ita Asar; Husna, Husna; Rafsanjani, T.M
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31512

Abstract

AbstrakGizi Balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia yang perlu perhatian dan kajian mendalam, berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya permasalahan gizi pada masyarakat, pengetahuan ibu yang masih kurang paham terhadap status gizi balita, sikap ibu yang masih acuh tak acuh dalam menanggapi kebutuhan gizi balitanya, dan penghasilan keluarga dibawah upah minimun juga menjadi faktor dalam pemberian asupan makanan yang baik dan bergizi bagi balitanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya Kota Sabang. Metode penelitian ini bersifat survei analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 98 responden, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukakarya dengan menggunakan metode simple random sampling yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Dari hasil penelitian diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan  bahwa ada hubungan pengetahuan (P-value  0,007 < 0,05), ada hubungan sikap (P- Value 0,001 < 0,05), ada hubungan pendapatan (P- Value 0,001 < 0,05) dan ada hubungan asupan makanan (P- Value 0,001 < 0,05) dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya Kota Sabang. Dari hasil yang diperoleh, maka diharapkan bagi Dinas Kesehatan setempat melalui Puskesmas Sukakarya agar dapat memberikan penyuluhan atau pendidikan kader secara rutin tentang pemahaman gizi balita dan mendorong atau memotivasi kehadiran ibu-ibu dengan balitanya dalam kegiatan posyandu, selain itu melalui pihak kecamatan agar aparatur desa dapat menyusun program desa berbasis masalah gizi dengan menggunakan anggaran desa.Kata Kunci : Balita, Pengetahuan, Perilaku, Status Gizi.
HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT X Tiaraningtias, Apriani; Ismayenti, Lusi; Hastuti, Heni
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31752

Abstract

AbstrakIndustri garmen merupakan tempat kerja dengan berbagai risiko kesehatan bagi tenaga kerja. Berlakunya shift kerja dan tingginya beban kerja akan menyebabkan risiko stres kerja pada tenaga kerja. Stres kerja merupakan salah satu faktor psikologi yang sering ditemui di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja dan beban kerja dengan stres kerja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden 45 pekerja bagian sewing PT X. Dengan variabel penelitian ini shift kerja, beban kerja dan stres kerja. Data shift kerja diukur menggunakan jadwal shift, beban kerja diukur menggunakan pulse oximeter dengan menghitung denyut nadi untuk mengetahui kategori beban kerja, dan stres kerja diukur menggunakan kuesioner. Kemudian dilakukan analisis data uji spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara shift kerja dengan stres kerja (p-value = 0,000; r = 0,728), yang berarti ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja  (p-value = 0,008; r = 0,388). Hasil regresi logistik ordinal diperoleh nilai Odds Ratio (OR) shift kerja sebesar 59,214 dan OR beban kerja sebesar 2,564. Hal ini berarti variabel shift kerja memiliki pengaruh lebih besar dibanding dengan variabel beban kerja. Terdapat hubungan yang signifikan dan hubungan yang positif antar shift kerja dan beban kerja dengan stres kerja, sehingga shift kerja dan beban kerja merupakan faktor penentu dari stres kerja pada tenaga kerja.Kata kunci: Shift Kerja, Beban Kerja dan Stres Kerja
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA CENGUNGKLUNG KABUPATEN BOJONEGORO Aryani, Septian Rachma; Sulandjari, Siti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31514

Abstract

AbstrakStatus gizi merupakan gambaran ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi yang diperoleh dari asupan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh. Salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah status gizi balita. Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yaitu pola makan sedangkan faktor tidak langsung dapat dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan yaitu salah satunya pemberian kapsul vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan pemberian kapsul vitamin A dengan status gizi Balita usia 24-59 Bulan di Desa Cengungklung Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini 40 responden ibu yang memiliki Balita usia 24-59 bulan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan instrument Food Recall 2x24 Hours dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) sedangkan data pemberian kapsul vitamin A dikumpulkan menggunakan kuosioner pemberian kapsul vitamin A. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)terdapat hubungan antara pola makan yang meliputi jumlah energi (p=0.002 ; OR=12.5), jumlah protein (p=0.011 ; OR=7.333), jenis keragaman pangan (p=0.032 ; OR 5.133), dan frekuensi makan (p=0.038 ; OR=5.4) dengan status gizi Balita dan 2)terdapat hubungan antara pemberian kapsul vitamin A dengan status gizi Balita (p=0.041 ; OR=6) pada Balita usia 24-59 bulan di Desa Cengungklung Kabupaten Bojonegoro.Kata Kunci : Status Gizi Balita, Pola Makan, Pemberian Kapsul Vitamin A.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROYEK KEGIATAN ORIENTASI KADER POSYANDU BALITA DI PUSKESMAS SUKAJADI KOTA PRABUMULIH Diani, Maria Tri; Syakurah, Rizma Adlia
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.35047

Abstract

AbstrakKegiatan posyandu balita ditujukan sebagai tempat pelayanan kesehatan serta pemeliharaan tumbuh kembang balita. Pelaksanaan kegiatan posyandu tak lepas dari adanya partisipasi dari kader kesehatan. Namun masih terdapat kader kesehatan yang kurang mengerti peran yang dilakukannya sehingga diperlukan adanya kegiatan orientasi kepada kader. Kegiatan orientasi kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih dilakukan dengan mensosialisasikan pelaksanaan posyandu dan sebagai wadah sharing ilmu antara petugas Puskesmas dan Kader Posyandu Balita.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kegiatan orientasi pada kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data didapat dari observasi kegiatan, wawancara serta dokumen tertulis di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih. Manajemen proyek kegiatan orientasi pada kader Posyandu Balita dilakukan karena pengetahuan kader posyandu yang kurang mengenai manfaat pelaksanaan Posyandu. Stakeholder yang terlibat dapat kegiatan ini terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Timur, Kelurahan Sukajadi, Kelurahan Prabujaya, Pemegang program KIA, Gizi, dan Imunisasi, serta Kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai program Posyandu Balita. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan mengontrol kegiatan yang sedang terjadi serta mengevaluasi kembali dari kendala yang ditemukan selama kegiatan dilakukan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan orientasi pada kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi telah dilaksanakan dengan baik. Terdapat kendala yang ditemukan selama kegiatan dilaksanakan yaitu kader posyandu yang masih belum memahami perannya. Diharapkan kepada kader posyandu untuk selalu mengasah ilmu yang telah didapatkan dalam kegiatan orientasi serta lebih giat untuk melakukan penyuluhan mengenai pentingnya pemeriksaan balita ke Posyandu. Kata Kunci : Kader Kesehatan, Manajemen Proyek, Posyandu Balita
ANALISIS HUBUNGAN DISTRESS KERJA DENGAN DISMENORE PADA PEKERJA OPERATOR MESIN JAHIT Melakasi, Devvy Chaesya Amni; Erwandi, Dadan
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i2.38113

Abstract

AbstrakDistress terkait pekerjaan didefinisikan sebagai reaksi berbahaya yang dimiliki orang terhadap tekanan dan tuntutan yang tidak semestinya yang dibebankan pada orang tersebut di tempat kerja. Distress kerja yang dialami seseorang dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan psikologis, penyakit fisik, dan penyakit mental. Stress kerja merupakan salah satu faktor resiko terjadinya dismenore. Depresi dan dismenore yang terjadi secara bersama-sama akan meningkatkan keparahan nyeri serta dapat mengurangi respons terhadap pengobatan. Pasien dengan dismenore berat dapat mengalami peningkatan sensitivitas nyeri. Dismenore dapat menjadi stressor dan memperburuk gejala depresi dan kecemasan. Penelitian yang akan dilakukan ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan distress kerja dengan dismenore, dimana sampel penelitian ini adalah karyawati operator mesin jahit di PT. Y. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain potong lintang atau scross sectional. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis chi-square. Hasil dari penelitian ini adalah, data demografi berupa status pernikahan berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian dismenore, sedangkan usia, jenjang pendidikan, dan riwayat melahirkan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore. Gangguan terhadap psikologis seseorang berupa distress, cemas, dan depresi memiliki hubungan dua arah dengan kejadian dismenore. Artinya apabila nyeri haid terjadi secara berulang akan meningkatkan risiko stress, cemas, dan depresi, dan begitu pula sebaliknya. Pada faktor umur yang lebih lanjut, pengalaman kerja dan pengetahuan serta rasa tanggung jawab jauh lebih besar sehingga dapat menutupi stres, dan rentang usia akhir 20-an atau awal 30-an dismenorea dapat mulai menghilang. Sedangkan factor lain seperti pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, dan aktivitas fisik, menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Pada faktor umur yang lebih lanjut, pengalaman kerja dan pengetahuan serta rasa tanggung jawab jauh lebih besar sehingga dapat menutupi stres, dan rentang usia akhir 20-an atau awal 30-an dismenorea dapat mulai menghilang. Sedangkan factor lain seperti pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, dan aktivitas fisik, menunjukkan hasil yang tidak signifikan.Kata Kunci : Stress Kerja, Dismenore.
PENGARUH MASSAGE PUNGGUNG TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI PADA IBU BERSALIN Sembiring, Julina Br.; Kadir, Dalimawaty; Pratiwi, Debby
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i2.38114

Abstract

 AbstrakPendahuluan : Posisi persalinan, perubahan posisi dan pergerakan yang tepat akan membantu meningkatkan kenyamanan atau menurunkan rasa nyeri, meningkatkan kepuaasan akan kebebasan untuk bergerak, dan meningkatkan kontrol diri ibu. Tujuan : Mengetahui pengaruh massase punggung terhadap pengurangan rasa nyeri pada proses persalinan di Klinik Wanti Tahun 2021. Metode : Jenis penelitian menggunakan metode Quasi Experimen dengan one group pretest dan post test without control design. Populasi adalah 20 responden ibu bersalin. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Paired T-Test. Hasil : Menunjukkan dari 20 responden, rata- rata rasa nyeri sebelum diberi Massage punggung di Klinik Bidan Wanti adalah 2,80. Rata- rata  rasa nyeri sesudah diberi Massage punggung di Klinik Bidan Wanti adalah  1,85. Berdasarkan hasil uji statistik paired T Test didapatkan nilai p-value 0,000(<0,05) berarti terdapat pengaruh Massage punggung terhadap pengurangan rasa nyeri pada ibu bersalin. Kesimpulan : Adanya pengaruh antara tingkat rasa nyeri sebelum dan sesudah dilakukan masasae punggung pada ibu bersalin di Klinik Bidan Wanti Medan. Disarankan kepada bidan untuk meningkatkan keterampilan (mengikuti pelatihan dan seminar) dalam upaya pertolongan persalinan dengan menggunakan metode Massage punggung. Kata Kunci  : Massage Punggung, Pengurangan Rasa Nyeri, Persalinan
GAMBARAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PETANI SAYUR DI PERTANIAN SUMBER MATA AIR OELON KELURAHAN SIKUMANA KECAMATAN MAULAFA KOTA KUPANG Lende, Serliana; Berek, Noorce Ch.; Salmun, Johny A. R.
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i2.38124

Abstract

AbstrakPetani sayur merupakan kelompok yang cukup berisiko mengalami penyakit akibat kerja. PAK atau Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyakit akibat kerja pada petani sayur. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di pertanian sumber mata air oelon, sampel berjumlah 60 petani sayur dengan pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor pekerja, Umur berisiko ≥ 30 tahun yang mengalami PAK sebanyak 51 orang (85%). Laki-laki berada pada proporsi terbesar mengalami PAK sebanyak 35 orang (58,3%). Masa kerja lama >10 tahun berada pada frekuensi terbesar mengalami penyakit akibat kerja yaitu sebanyak 40 orang (66,7%). Faktor pekerjaan, Lama kerja ≤8 jam berada pada frekuensi terbesar mengalami PAK yaitu 42 orang (70,0%). Beban kerja fisik sebanyak 6 petani sayur (10%) memerlukan perbaikan. Faktor lingkungan kerja, PAK karena suhu tinggi dialami 41 orang (68,3%). Sakit pada tangan akibat getaran dialami 42 orang (70%). Gangguan penglihatan dialami 39 orang (65%). Terhirup dan terkena pestisida dialami sebanyak 52 orang (86,7%). Gejala keracunan pestisida dialami 47 orang (78%). Penyakit kulit di kaki dialami 45 orang (75%). Sakit karena binatang dialami 49 orang (82%). Keluhan muskuloskletal berada pada klasifikasi tingkat risiko sedang sebanyak 26 orang (43,3%). Keluhan muskuloskletal berada pada risiko sedang yaitu sebanyak 26 responden (43,3%). Disarankan petani sayur memperhatikan kesehatan kerja; melakukan peregangan di sela-sela waktu kerja, mengonsumsi obat cacing sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kerja. Kata Kunci : Penyakit Akibat Kerja, Petani Sayur
STATUS GIZI DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS AMONDO KABUPATEN KONAWE SELATAN Aswita, Aswita; Malahayati, Andi; Yustiari, Yustiari; Halijah, Halijah; Asi, Melania
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i2.38125

Abstract

AbstrakKehamilan merupakan proses yang fisiologis dan alamiah. Kehamilan merupakan salah satu kejadian besar bagi seorang ibu, banyak ibu hamil dapat melalui proses kehamilannya secara normal. Meskipun kehamilan digolongkan sebagai suatu keadaan fisiologi normal, namun kehamilan normal dapat berubah menjadi patologi/komplikasi atau yang sering dikenal dengan kehamilan dengan risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan status gizi dan aktifitas fisik dengan kadar gula darah ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Amondo pada bulan Mei 2018. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil berjumlah 36 ibu hamil secara total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tentang status gizi dan aktifitas fisik dengan kadar gula darah ibu hamil. Analisis data mengunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan Status gizi ibu hamil lebih banyak pada status gizi lebih sebanyak 16 orang (44,4%). Aktifitas fisik pada ibu hamil lebih banyak pada aktifitas fisik ringan sebanyak 21 orang (58,3%). Kadar gula darah ibu hamil lebih banyak pada kadar gula darah normal sebanyak 22 orang (61,1%). Ada hubungan status gizi dengan kadar gula darah ibu hamil (X2=17,299; pvalue=0,000). Ada hubungan aktifitas fisik dengan kadar gula darah ibu hamil di Puskesmas Amondo Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan (X2=7,474; pvalue=0,024).Kata Kunci : Gizi ibu hamil, aktifitas fisik, Kadar gula darah ibu hamil

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue