cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016" : 10 Documents clear
Distribusi Ukuran Matang Gonad Ikan Peperek (Leiognathus equulus) di Perairan Teluk Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Arsito, .; Bahtiar, .; Ketjulan, Romy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.713 KB)

Abstract

Ikan peperek (Leiognathus equulus) merupakan salah satu sumber daya perikanan yang dimanfaatkan oleh nelayan yang bermukim di dekat Teluk Kendari, keberadaan sumber daya ikan tersebut terus mengalami penurunan jumlah dan ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran matang gonad ikan peperek (Leiognathus equulus). Penelitian ini dilaksanakan di perairan Teluk Kendari selama 3 bulan yang dimulai dari awal bulan Mei hingga akhir bulan Juli 2014. Sampel ikan diperoleh menggunakan alat tangkap jaring insang. Jaring yang digunakan terdiri dari tiga unit dengan ukuran mata jaring yang berbeda-beda yaitu 1,5, 2,0 dan 2,5 inci. Ikan peperek yang tertagkap selama penelitian berjumlah 540 ekor, terdiri atas 111 ekor ikan jantan dan 429 ikan betina. Tingkat kematangan gonad tertinggi pada ikan peperek jantan tingkat kematangan gonad IV yaitu pada bulan Juli dengan persentase 70,59%, sedangkan untuk ikan peperek betina tingkat kematangan gonad III yaitu pada bulan Juni dengan persentase 46,4%.Kata Kunci : Ukuran panjang, matang gonad, L. equulus, Teluk Kendari.
Studi Preferensi Habitat Siput Tutut (Bellamya javanica) di Desa Amonggedo Kabupaten Konawe Puspita Sari, Wanti; Bahtiar, .; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.352 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi preferensi habitat siput tutut (Bellamya javanica) dan dilaksanakan selama satu bulan (Mei-Juni 2015) di Desa Amonggedo Kabupaten Konawe. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kuadrat/plot berpetak dengan menempatkan kuadrat secara sistematis menurut garis transek. Hasil penelitian yang diperoleh pada stasiun lumpur mengalir dan lumpur tidak mengalir masing-masing adalah 1,37-1,5 ind/m2 dan 0,24-0,27 ind/m2. Keberadaan siput tutut di Desa Amonggedo melimpah karena disebabkan oleh karakteristik habitat yang relatife optimal. Pola penyebarannya mengelompok. Hasil pengukuran kualitas air pada masing-masing stasiun I−III yaitu rata-rata pH substrat 4,9 dan pada masing-masing stasiun IV−VI yaitu rata-rata 4,6; rata-rata suhu 260C; rata-rata kecerahan 0,3 dan 0,28 m. Tipe substrat pada masing-masing stasiun lumpur mengalir dan lumpur tidak mengalir didominasi oleh tekstur debu 74,77% dan 61,99% dengan kandungan bahan organiknya masing-masing 10,0117% dan 14,0337%. Berdasarkan analisis CA kualitas air yang paling mempengaruhi distribusi siput tutut dalam penelitian ini adalah kecepatan arus dengan nilai berkisar 0,52−1,05 m/detik.Kata Kunci: Preferensi, Distribusi, Siput Tutut, Lumpur Mengalir, Lumpur Tidak Mengalir
Studi Kepadatan dan Distribusi Kerang Lahubado (Glauconome sp) di Perairan Teluk Staring Desa Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan Rajab, Abdul; Bahtiar, .; Salwiyah, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.663 KB)

Abstract

Teluk Staring merupakan perairan semi terbuka yang memiliki potensi bivalvia yang tinggi salah satunya yaitu Glauconome sp yang dikenal dengan nama lokal kerang Lahubado. Di Indonesia, penelitian tentang sumberdaya ini masih sangat jarang dilakukan. Penelitian mengenai organisme ini baru dilakukan di Sumatera Utara tentang studi ekologi (Glauconome virens) di ekosistem mangrove Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi kerang lahubado (Glauconome sp) di Perairan Teluk Staring Desa Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan berdasarkan keberadaan kondisi vegetasi mangrove. Pengambilan sampel kerang dilakukan sekali sebulan selama 3 bulan dari bulan Mei sampai Juli 2015 dengan menggunakan metode transek kuadrat 1x1 m2. Hasil penelitian diperoleh kepadatan kerang lahubado berkisar 3,5 – 19,77 ind/m2. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun III berkisar 14,55ind/m2 – 19,77 ind/m2, kemudian stasiun II berkisar 11,16 ind/m2 – 17,83 ind/m2 dan terendah pada stasiun I berkisar 3,5 ind/m2 – 11,16 ind/m2. Hasil uji Chi-kuadrat menunjukkan pola distribusi kerang Lahubado di perairan Teluk Staring adalah mengelompok dengan nilai Id >1 yaitu berkisar 1,31 – 1,93. Hasil pengukuran parameter lingkungan di perairan Teluk Staring masih menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan kerang Lahubado (Glauconome sp) dengan nilai suhu berkisar 29 – 33 0C, salinitas 29 – 33 ppt, pH air berkisar 6 – 7, pH substrat berkisar 5,8 – 7, bahan organik substrat berkisar 5,19 – 13,52. Tekstur substrat di perairan Teluk Staring didominasi pasir halus dan lumpur.Kata Kunci : Kepadatan, distribusi, Glauconome sp, Teluk Staring
Studi Kepadatan dan Pola Distribusi Bivalvia di Kawasan Mangrove Desa Balimu Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton Samir, .; Nurgayah, Wa; Ketjulan, Romy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.183 KB)

Abstract

Desa Balimu merupakan wilayah yang memiliki sumber daya hayati yang cukup baik, baik dari sumber daya jenis ikan maupun non ikan. Sumber daya non ikan yang dimaksud yaitu bivalvia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi bivalvia yang terdapat pada kawasan hutan mangrove di perairan Desa Balimu. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai bulan Desember 2014 sampai Januari 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Simple random sampling, dengan menggunakan transek kuadrat yang dilakukan tiga kali pengulangan. Penentuan lokasi stasiun didasarkan pada kondisi fisik mangrove. Hasil pengukuran parameter lingkungan dan organisme yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Di temukan lima jenis bivalvia yaitu; Isognomon-isognomun, I. perma, Gafrarium tumidum, G. pectinatum dan Barbatia decusata, dengan nilai tertinggi sebesar 35,14−44,62% pada jenis Isognomon-isognomun dan terendah pada jenis Barbatia decusata sebesar 1,54−3,60%. Kepadatan bivalvia tertinggi setiap bulan selama penelitian diperoleh pada stasiun I yaitu; 20,67−21,67 ind/m² sedangkan terendah diperoleh pada stasiun III yaitu sebesar 1,00−1,50 ind/m². Pola distribusi bivalvia selama penelitian pada stasiun I yaitu pola distribusi acak (Id=1) sedangkan pada stasiun II dan III yaitu mengelompok (id>1). Hasil pengukuran parameter kualitas air diperoleh kisaran yaitu suhu 27‒30ºC, salinitas 29‒35‰, kecepatan arus 1,11‒2,24 m/detik, pH air ,0‒8,0, pH substrat 5,5–6,9 dan bahan organik substrat 10,7176‒13,8727%.Kata kunci : Kerang (bivalvia), Kepadatan, Pola Distribusi
Pola Pertumbuhan dan Rasio Bobot Daging Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Setiawan, Awan; Bahtiar, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.817 KB)

Abstract

Aktivitas pembangunan dan penangkapan secara terus menerus serta kurangnya informasi pada penelitian kerang bulu, melatar belakangi dilakukanya penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pertumbuhan dan rasio bobot daging kerang bulu (A. antiquata). Penelitian ini dilaksanakan di PerairanBungkutoko Kota Kendari selama empat bulan yaitu bulan Januari sampai April 2015. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple random sampling) dengan total sampel sebanyak 240 individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang bobot pada kerang jantan dan betinamemiliki pola pertumbuhan allometrik positif dan allometrik negatif. Nilai b dari hubungan panjang bobot secara temporal pada jantan dan betina masing-masing berkisar 2,34−2,78; 2,14−2,70, sedangkan nilai b untuk jantan dan betina berdasarkan spasial 2,43−2,79; 2,22−2,73. Nilai faktor kondisi secara temporal pada jantan dan betina masing-masing berkisar 0,96−1,91; 0,38−1,63 dan berdasarkan spasial 0,92−1,52; 0,92−1,87. Rasio bobot daging basah dengan bobot total secara temporal pada jantan dan betina masingmasingberkisar 11,91−16,55%; 11,91−16,49% dan berdasarkan spasial 6,51−17,26%; 13,14−17,62%. Rasio bobot daging kering dan bobot total secara temporal pada jantan dan betina masing-masing berkisar 1,92−2,81%; 1,98−3,20% dan berdasarkan spasial 1,22−2,91%; 1,92−3,15%.Kata Kunci : Perairan Bungkutoko, Faktor Kondisi, Rasio Bobot Daging, A. antiquata.
Distribusi dan Kepadatan Teripang (Holothuroidea) di Perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Sarmawati, .; Ramli, Muh.; Ira, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.374 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kepadatan teripang pada perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keberadaan jenis-jenis teripang, distribusi dan kepadatan yang ditemukan di perairan Tanjung Tiram. Selain itu, penelitian ini bertujuan menyediahkan bahan informasi dasar bagi instansi yang terkait dalam upaya pengelolaan sumber daya tersebut agar tetap berkesinambungan pada masa mendatang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April–Mei 2015 berdasarkan fase bulan terang dan bulan gelap di perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Hasil identifikasi yang dilakukan diperoleh sebanyak 6 jenis teripang yang termasuk dalam famili Aspidochirotida mempunyai ordo Holothuroidea dan 3 genus yaitu Actinopyga, Holothuria, Bohadschia. Spesies teripang dari 3 genus tersebut adalah H. sacbra, H. fuscocinerea, B. marmorata, H. leucospilata, H. impatiens, A. lecanora. Nilai indeks distribusi teripang di perairan ini pada bulan terang dan bulan gelap yaitu masing−masing 3,0. Sedang pola distribusinya pada semua adalah mengelompok. Kepadatan teripang tertinggi yang diperoleh pada bulan terang dan gelap terdapat pada stasiun I yaitu rata-rata 0,005-0,027 ind/m2 dan terendah terdapat pada stasiun II dan III dengan rata-rata 0,005-0,022 ind/m2Kata Kunci : Distribusi, Kepadatan, Teripang, Tanjung Tiram
Makanan Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Lakara Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Erlinda, Suristiana; Sara, La; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.746 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makanan rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Lakara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2015 di perairan Lakara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sampel rajungan ditangkap menggunakan jaring (gillnet) di perairan dalam. Sampel rajungan yang tertangkap dipilih secara acak (random). Sebanyak 19 individu digunakan untuk analisis komposisi makanan. Setiap sampel di pisahkan menurut kelas ukuran dan jenis kelaminnya. Komposisi kelompok makanan dalam lambung rajungan terdiri dari empat kelompok yaitu plankton, daging, moluska dan material tidak teridentifikasi (MTT). Pada ukuran dewasa ditemukan kelompok makanan plankton dengan persentase komposisi sebesar 62,6 %, daging 26 %, material tidak teridentifikasi 8,7 % dan moluskasebesar 2,7 %. Persentase komposisi makanan antara jenis kelamin jantan dan betina tidak terlalu memiliki perbedaan. Nilai persentase komposisi makanan untuk kelompok plankton rajungan jantan adalah 62 % dan 62 % pada betina, daging pada jantan 27,3 % dan 24 % pada betina, material tidak teridentifikasi pada jantan 9,1 % dan 8.0 % pada betina dan moluska pada jantan 1,7 % dan 6,0 % pada betina.Kata Kunci : komposisi makanan, Portunus pelagicus, isi lambung.
Studi tentang Komposisi Jenis dan Keanekaragaman Makroepifit pada Budidaya Rumput Laut di Perairan Darawa Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi Nurdiana, .; Kasim, Ma'ruf; Yusuf, Sarini
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.323 KB)

Abstract

Makroepifit merupakan organisme yang hidupnya menempel pada tumbuhan lain sebagai parasit. Tumbuhan makroepifit yang menempel pada batang rumput laut dapat menghambat pertumbuhan rumput laut, sehingga rumput laut sangat rentan terhadap serangan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan keanekaragaman makroepifit pada budidaya rumput laut dengan metode long line di perairan Darawa Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari (April – Mei 2015). Selama penelitian diperoleh kisaran suhu 29-300C, Kecepatan arus 1,018-1,020 m/detik, Salinitas 36‰, Kecerahan 100% dan pH 8. Komposisi jenis makroepifit ditemukan 6 jenis alga terdiri dari kelas Clorophyceae terdapat 4 spesies yaitu C. crassa, B. Forbesii, H. cervicornis, C. ecorticatumd, kelas Pchaphyceae terdapat 1 spesies yaitu P. australis , kelas Rodhophyceae terdapat 1 spesies yaitu A. specifera. Keanekaragaman jenis makroepifit yang ditemukan pada budidaya rumput laut yang berkisaran 1,6787- 1,1369 nilai tersebut mengindikasikan bahwa makroepifit yang terdapat pada budidaya rumput laut memiliki keanekaragaman rendah. Keseragaman makroepifit yang terdapat pada budidaya rumput laut berkisaran 0,9369 – 0,8201. Berdasarkan nilai tersebut memiliki Keseragaman sedang. Dominansi jenis makroepifit yang terdapat pada budidaya rumput laut berkisaran 0,3778-0,2066 menunjukan dominansi rendah. Kata Kunci : Long line, Makroepifit, komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.
Kebiasaan Makanan Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, vonMartens, 1897) di Perairan Sungai Lasolo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara Sri Indrawati, Desak Nyoman; Bahtiar, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.672 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2014 di Perairan Sungai Lasolo dengan tujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan kerang pokea. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sapuan kawasan (swept area) dengan total sampel untuk setiap bulannya sebanyak 75 individu. Pada waktu yang sama dilakukan pengukuran parameter lingkungan meliputi suhu, alkalinitas, pH, bahan organik, dan kecepatan arus. Komposisi makanan kerang Pokea meliputi Bacillariophyceae, Chyanophyceae, Chlorophyceae, Rotatoria, Pyrrhophyceae, Dinophyceae, Euglenidae, dan detritus. Analisis komposisi makanan kerang Pokea menggunakan metode gravimetrik. Hasil analisis tersebut menunjukkan kebiasaan makanan organisme ini adalah didominasi oleh detritus sebesar 92,53% yang ditemukan pada stasiun II dan terendah sebesar 90,91% di stasiun IV. Kata Kunci : Kebiasaan makanan, kerang pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens, 1897), detritus
Keanekaragaman dan kepadatan teripang di perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Uni, Wa; Ramli, Muh.; Ishak, Ermayanti
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.907 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kepadatan Teripang di Perairan Tanjung Tiram. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2015. Lokasi pengambilan sampel terdiri atas tiga stasiun masing-masing stasiun terbagi atas tiga kali ulangan. Pengambilan sampel menggunakan bell transek dengan luasan 5 x 20 m2. Terdapat tujuh jenis teripang yang ditemukan di lokasi penelitian yang terdiri dari Holothuria.atra, H.scabra, Bodhacia marmorata, H.grasilis, Sithopus ocelatus dan S.variegates dan B.bivitientis. Nilai indeks keanekaragaman teripang pada bulan terang dan gelap berkisar 0,85-1,43 dan 0,92-1,31. Kepadatan jenis tertinggi pada bulan terang dan gelap terdapat pada spesies H.scabra, dan kepadatan terendah dari spesies S.ocelatus. Pola penyebaran teripang setiap stasiun dan bulan penelitian yaitu berkelompok (Id > 1). Nilai indeks dominansi teripang pada bulan terang dan gelap berkisar 0,28-0,48 dan 0,29-0,45.Kata kunci : Teripang, Keanekaragaman, Kepadatan, Peyebaran, Dominansi

Page 1 of 1 | Total Record : 10