cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Laju penempelan makroepifit pada talus Rumput Laut Eucheuma spinosum di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-bau Jamil, Muhammad Ridha; Irawati, Nur; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.489 KB)

Abstract

Penempelan makroepifit merupakan salah satu permasalahan utama dalam aktivitas budi daya rumput laut. Penempelan makroepifit berdampak negatif terutama pada pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju penempelan makroepifit pengganggu pada talus rumput laut jenis Eucheuma spinosum di perairan Pantai Lakeba Kota Baubau. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa rata-rata laju penempelan makroepifit pada talus Eucheuma spinosum untuk hari ke-10 diperoleh sebesar 3,07 ind/m3/hari, hari ke-20 diperoleh sebesar 2,41 ind/m3/hari dan pada hari ke-30 diperoleh sebesar 2,43 ind/m3/hari. Laju penempelan makroepifit tertinggi adalah jenis Ulva lactuca dipeoleh pada hari ke-20 dan nilai laju penempelannya sebesar 21.16 ind./m3/hari. Faktor lingkungan perairan selama penelitian terlihat bahwa suhu berkisar 28−290C, arus berkisar 0,05−0,15 m/s, kecerahan berkisar 11,59−12,71 m, salinitas berkisar 32−36 0/00, kandungan nitrat berkisar 0,0012−0,0043 mg/L, kandungan fosfat berkisar 0,006−0,0018 mg/L, kandungan oksigen terlarut (DO) berkisar 5−6,6 mg/L dan nilai pH perairan adalah 6.Kata kunci : laju penempelan, makroepifit, parameter lingkungan, perairan pantai Lakeba.
Studi morfometrik Ikan Kuweh (Caranx sexfaciatus) di perairan Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Ruiyana, .; Anadi, La; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.394 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Juni 2015 di perairan Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupten Konawe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan morfometrik ikan kuweh (C. sexfaciatus) yang diambil di Karamba yang tertangkap di alam. Sampel ikan yang diambil selanjutnya diukur dengan menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,5 mm. Pengukuran morfometrik ikan pada masing masing tempat pengambilan sampel berjumlah 23 karakter. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ikan kuweh yang dibudidayakan di karamba dan yang tertangkap di alam. Ukuran karakter morfometrik ikan kuweh yang ditangkap di alam cenderung lebih panjang dibandingkan dengan yang dibudidayakan di karamba. Terdapat 17 karakter yang menunjukkan ikan kuweh di alam lebih panjang yakni (PT), (PS), (PsSD), (PsSPe), (PsSA), (TB), (PBE), (LB), (PDSD), (PDSA), (PDSPe), (PDSP), (PSEBA), (PSEBT), (PSEBB), (PM), (Pma). Sedangkan di alam hanya didominasi oleh 6 karakter yakni (PK), (TK), (TBE), (DM), (JMTI), (PPm). Rasio perbandingan karakter morfometrik pada masingmasing habitat tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Korelasi perbandingan karakter ikan yang dibudidayakan di karamba dan yang tertangkap di alam cenderung berbeda. Ikan yang dibudidayakan di karamba cenderung memiliki hubungan korelasi yang kuat sampai sangat kuat. Sementara ikan yang tertangkap di alam cenderung memiliki hubungan korelasi sangat lemah sampai kuat.Kata Kunci : ikan kuweh (C.sexfaciatus), morfometrik, rasio perbandingan, hubungan korelasi
Suksesi dan komposisi jenis makroepifit pada rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya dengan rakit jaring apung di perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Marlia, .; Kasim, Ma'ruf; Abdullah, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.318 KB)

Abstract

Epifit merupakan suatu masalah dalam pembudidayaan rumput laut di Indonesia.Epifit juga dapat menurunkan pertumbuhan Kappaphycus alvarezii.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suksesi dan komposisi jenis makroepifit yang menempel pada talus K. alvareziii yang dibudidaya menggunakan metode rakit jaring apung di Perairan Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suksesi makroepifit terjadi pada hari ke-20 yang ditandai dengan berkurangnya jumlah Elachista flaccida dan Gracilaria bursa-pastoris serta munculnya organisme baru yaitu Ceramium sp..Perubahan kedua terjadi pada hari ke-30 dimana keberadaan Gracilaria bursapastoris digantikan oleh Padina sp. dan Laurencia papillossa.Analisis komposisi jenis tertinggi ditemukan pada pengamatan hari ke-20 sebesar 97.25% dengan jenis makroepifit yaitu Elachista flaccida.Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia perairan diperoleh untuk suhu berkisar 29-31oC.Kecerahan berkisar 66–81%.Kecepatan arus berkisar 0.0910-0.0950 m/detik. Salinitas berkisar 30–31 ppt. Nitrat (NO3) berkisar 0.0040–0.0070 mg/L. Fosfat (PO4) berkisar 0.0016–0.0020 mg/L. Oksigen terlarut berkisar (DO) 6.6–7.2 mg/L.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii, komposisi jenis, parameter fisik kimia perairan, suksesi makroepifit,
Studi kualitas detritus pada jenis mangrove Rhizophora apiculata dan Sonneratia albadi Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan Faldin, .; Nur, Andi Irwan; Ramli, Muh.
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.181 KB)

Abstract

Kualitas detritus mangrove R. apiculatadan S.alba merupakan indikator utama untuk menentukan jenis mangrove yang berkualitas dalam menyumbangkan produktivitas perairan pada ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi serasah dan detritus, serta untuk menganalisis kualitas detritus mangroveR. apiculata dan S.albapada Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2015.Metode yang digunakan pada penelitian ini  adalah metodeliner-falluntuk produksi serasah, metode Mikro Kjeldahl (AOAC, 2002) dan titrasi serta spektrofotometri untuk kandungan unsur hara, dan persamaan menurut SNI 01-2891-1992untuk menganalisis kandungan proksimat. Hasil penelitian ini menjelasakan bahwa S.alba lebih berkualitas dari jenis R.apiculata,dengan produksi serasah mangrove S.alba 2657,4kg/ha/2 bulan, dengan produksi detritus 11,039kg/ha/2 bulan, dengan kandungan unsur hara (N=0,58%, P=0,023%, C=54,23%), serta nilai proksimat (lemak = 0,46%, protein = 3,63%, dan Karbohidrat = 7,08%) dan R. apiculatamemproduksi serasah sebanyak 1517,2kg/ha/2 bulan, dengan produksi detritus 10,577kg/ha/2 bulan, dengan kandungan unsur hara (N = 0,56%, P = 0,015%, C = 55,55%), serta nilai proksimat (lemak = 0,93%, protein = 3,50%, dan Karbohidrat = 6,27%).Faktor lingkungan perairan selama penelitian terlihat bahwa pada kawasan mangrove R. apiculata suhu berkisar 27−290C, salinitas 26-28 0/00, pH air 6, dan pH tanah 4,7-4,9, dan kawasan mangrove S. alba suhuperairan berkisar 27−300C, salinitas 27-280/00, pH air 6, dan pH tanah 4,8-5,1.Kata kunci: Kelurahan Lalowaru,mangrove Rhizphora apiculata, dan Sonneratiaalba,parameter lingkungan,studi kualitas detritus
Kepadatan dan distribusi Kerang Bulu (Anadara antiquata L, 1758) di perairan Wangi-wangi Selatan Desa Numana Kabupaten Wakatobi Dayanti, Fitri; Bahtiar, .; Ishak, Ermayanti
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.434 KB)

Abstract

Pulau Wangi-Wangi merupakan salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi sumber daya laut. Salah satunya adalah sumber daya kerang bulu (Anadara antiquata). Organisme ini dikenal dengan nama lokal “kaindolu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi kerang bulu (Anadara antiquata L,1758) berdasarkan keberadaan kondisi vegetasi lamun. Pengambilan sampel kerang dilakukan sekali sebulan selama 3 bulan dari bulan Januari–Maret 2016 dengan menggunakan metode transek kuadrat 5x5 m2. Hasil penelitian diperoleh kepadatan kerang bulu berkisar 0,00–0,94 ind/m2. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun III berkisar 0,68–0,94 ind/m2, kemudian stasiun II berkisar 0,40–0,46 ind/m2 dan terendah pada stasiun I berkisar 0,04–0,02 ind/m2. Hasil uji Chi-kuadrat menunjukkan pola distribusi yang mengelompok dengan nilai Id >1 yaitu berkisar 1,41–2,70 serta pola distribusi yang seragam yaitu dengan Id < 1 yang berkisar 6–18. Kepadatan lamun selama penelitian berkisar 505.98–749.87 tegakan. Hasil pengukuran parameter lingkungan masih menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan kerang bulu (Anadara antiquata L.1758) dengan nilai suhu berkisar 29–320C, salinitas 28–31 ppt, pH air berkisar 6–7, pH substrat berkisar 6–7, bahan organik berkisar 0,56–1,8. Tekstur substrat di lokasi penelitian didominasi pasir halus sampai lumpur.Kata Kunci : Anadara antiquata L,1758., distribusi, Desa Numana, Kepadatan, Wangi-Wangi Selatan
Tingkat eksploitasi Kerang Pasir (Modiolus modulaides) di perairan Bungkutoko Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara Untu, La; Bahtiar, .; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.617 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2015 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang pasir di perairan Bungkutoko. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak melalui koleksi bebas dengan cara mengumpulkan semua kerang yang diperoleh selama periode penelitian di lapangan.Total sampel kerang pasir selama penelitian sebesar 2.263 individu yang terdiri dari 1.221 (jantan) dan 1.042 (betina). Data yang ditemukan dilapangan dianalisis dengan menggunakan program FiSAT II versi 3.0. Hasil analisis pengukuran panjang cangkang yang ditemukan berkisar 2–9,03 cm (jantan) dan 2,95–8,77 cm (betina). Kisaran ukuran panjang dominan pada jantan dan betina masing-masing sebesar 6,48–7,11 cm dan 6,13–6,65 cm. Hasil analisis kelompok ukuran berkisar pada kelompok ukuran dewasa dan tua. Hasil analisis parameter pertumbuhan menunjukkan nilai panjang asimtotik (L∞), konstanta pertumbuhan (K), dan nilai dugaan to pada jantan dan betina masing-masing sebesar 9,04, 1,5, dan -0,07 serta 8,83, 0,87, dan -0,22. Hasil analisis pendugaantingkat mortalitas menunjukkan nilai mortalitas alami (M), mortalitas penangkapan (F), dan mortalitas total (Z) pada jantan dan betina masing-masing sebesar 2,91, 3,36, dan 6,27 serta 0,90, 2,37, dan 3,27, sehingga tingkat eksploitasi (E) jantan dan betina masing-masing sebesar 0,46 dan 0,28. Nilai eksploitasi tersebut menunjukkan bahwa tingkat eksploitasi kerang pasir di perairan Bungkutoko masih tergolong rendah (under fishing) dengan belum mencapai titik maksimum pemanfaatan.Kata Kunci : Kerang Pasir, Perairan Bungkutoko,Tingkat Eksploitasi
Kelimpahan, komposisi ukuran, dan pola pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) di Sungai Kambu Sulawesi Tenggara Herlina, .; Pangerang, Utama K.; Yasidi, Farid
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.617 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Kambu pada bulan Maret–Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, komposisi ukuran, dan pola pertumbuhan udang windu di Sungai Kambu Sulawesi Tenggara. Total sampel selama penelitian 227 individu dengan nilai pendugaan kelimpahan berkisar antara 15–62 ind/m2. Hasil analisis ukuran panjang dan bobot terdapat 8 kelas. Ukuran terbesar untuk kelas panjang yaitu kelas ukuran 8,79−9,44 cm dan terkecil kelas ukuran 4,54−4,98 cm. Ukuran terbesar untuk kelas bobot yaitu kelas ukuran 13,66−17,06 gr dan terkecil kelas ukuran 1,78−2,37 gr. Udang yang dominan tertangkap tergolong udang windu muda. Hubungan panjang dan bobot menunjukkan bahwa pola pertumbuhan yang terbentuk pada bulan Maret yaitu allometrik positif dengan nilai b (3,1644), sementara pada bulan April adalah pola pertumbuhan allometrik negatif yakni nilai b (2,246) dan pada bulan Mei pola pertumbuhan yang terbentuk adalah allometrik negatif dengan nilai b (2,675). Nilai parameter kualitas air yang diamati adalah suhu berkisar antara 27–300C, kecerahan berkisar antara 20–72,5 cm, kedalaman perairan berkisar antara 1,75–3,5 m, kecepatan arus berkisar antara 0,32–0,91 m/d, Salinitas perairan relatif konstan yakni 11 ppt, pH berkisar antara 7–7,5 dan Plankton di perairan berkisar antara 5–7 jenis plankton. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang baik bagi kehidupan udang windu.Kata Kunci : Kelimpahan, Pertumbuhan, Udang windu (Penaeus monodon), Sungai Kambu.
Aspek biologi reproduksi Kerang Pasir (Modiolus modulaides) di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Rahmawati, Lena; Bahtiar, .; Haslianti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.427 KB)

Abstract

Kerang pasir mempunyai nilai ekonomis penting yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Bungkutoko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi (tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas dan ukuran pertama matang gonad). Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan (Juli-September 2016) dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dan total sampel sebanyak 225 individu. Fekunditas diamati dengan menggunakan regresi linear dan ukuran pertama matang gonat menggunakan regresi non linear. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan gonad kategori IV memiliki presentase tinggi dan cenderung mendominasi disetiap bulannya. Nilai rata-rata indeks kematangan gonad berkisar 0,008%−0,012%. Fekunditas berkisar 6.687-684.292 butir telur. Hasil analisis ukuran panjang cangkang dengan peluang 50% matang gonat menunjukan kerang pasir jantan matang pada ukuran panjang 2,7 cm dan betina matang pada ukuran 4,1 cm. Hasil ini menunjukkan kerang pasir diperairan Bungkutoko sebaiknya dilakukan penangkapan saat ukuran diatas pertama matang gonat dan tidak bertepatan dengan puncak pemijahan yaitu di bulan Juli.Kata kunci: Biologi Reproduksi, Modiolus modulaides, Perairan Bungkutoko
Studi kebiasaan makanan Ikan Baronang (Siganus canaliculatus) di perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Sulawesi Tenggara Muliati, .; Yasidi, Farid; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.493 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan kelangsungan hidup, pertumbuhan dan reproduksi ikan adalah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis makanan ikan baronang (S.canaliculatus) baik sebagai makanan utama, di Perairan Tondonggeu. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2016. Ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunkan alat tangkap sero secara purposive sampling. Total ikan sampel sebanyak 73 individu dimana 56 ekor yang teridentifikasi jenis kelaminnya yang terdiri atas 15 ekor jantan, 41 betina. Hasil analisis makanan ikan baronang menunjukkan bahwa lamun sebagai makanan utama (IP = 81,14). Analisis makanan ikan baronang tersebut menunjukkan bahwa ikan boronang bersifat herbivora.Kata kunci : Ikan Baronang, Kebiasaan makanan, S. canaliculatus, Perairan Tondonggeu,
Studi Kepadatan dan Distribusi Kerang Lahubado (Glauconome sp) di Perairan Teluk Staring Desa Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan Rajab, Abdul; Bahtiar, .; Salwiyah, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.663 KB)

Abstract

Teluk Staring merupakan perairan semi terbuka yang memiliki potensi bivalvia yang tinggi salah satunya yaitu Glauconome sp yang dikenal dengan nama lokal kerang Lahubado. Di Indonesia, penelitian tentang sumberdaya ini masih sangat jarang dilakukan. Penelitian mengenai organisme ini baru dilakukan di Sumatera Utara tentang studi ekologi (Glauconome virens) di ekosistem mangrove Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi kerang lahubado (Glauconome sp) di Perairan Teluk Staring Desa Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan berdasarkan keberadaan kondisi vegetasi mangrove. Pengambilan sampel kerang dilakukan sekali sebulan selama 3 bulan dari bulan Mei sampai Juli 2015 dengan menggunakan metode transek kuadrat 1x1 m2. Hasil penelitian diperoleh kepadatan kerang lahubado berkisar 3,5 – 19,77 ind/m2. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun III berkisar 14,55ind/m2 – 19,77 ind/m2, kemudian stasiun II berkisar 11,16 ind/m2 – 17,83 ind/m2 dan terendah pada stasiun I berkisar 3,5 ind/m2 – 11,16 ind/m2. Hasil uji Chi-kuadrat menunjukkan pola distribusi kerang Lahubado di perairan Teluk Staring adalah mengelompok dengan nilai Id >1 yaitu berkisar 1,31 – 1,93. Hasil pengukuran parameter lingkungan di perairan Teluk Staring masih menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan kerang Lahubado (Glauconome sp) dengan nilai suhu berkisar 29 – 33 0C, salinitas 29 – 33 ppt, pH air berkisar 6 – 7, pH substrat berkisar 5,8 – 7, bahan organik substrat berkisar 5,19 – 13,52. Tekstur substrat di perairan Teluk Staring didominasi pasir halus dan lumpur.Kata Kunci : Kepadatan, distribusi, Glauconome sp, Teluk Staring

Page 2 of 23 | Total Record : 230