cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Distribusi dan Kelimpahan Vertikal Zooplankton di Perairan Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan Suwaldi Trisno Widodo; Ma’ruf Kasim; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi dan kelimpahan vertikal zooplankton banyak dipengaruhi oleh kombinasi antara suhu dan nutrien, serta arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan vertikal, jenis dan kelimpahan zooplankton pada kawasan benih lobster yang terdapat di perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling method. Hasil pengamatan distribusi dan kelimpahan vertikal zooplankton ditemukan 13 jenis zooplankton dengan nilai komposisi jenis tertinggi yaitu dari kelas Crustacea sebesar 38.4%. Sedangkan yang terendah dari kelas Ciliatea sp. sebesar 7.6%. Nilai kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis Tintinopsis sp. berkisar 20.77-27.51%, sedangkan nilai terendah dari jenis Brachayura sp. sebesar 0.16%. Hasil pengamatan kelimpahan berkisar 923-1012 Ind/L, dengan indeks keanekaragaman 1.8839-2.1489. Hasil pengamatan indeks keseragaman berkisar 0.7581-0.8962, dan indeks dominansi sebesar 0.1380-0.1898. Pengukuran kualitas perairan diperoleh suhu 28.7-29.30C, salinitas 33.3-34.7 ppt, pH 6, Kecerahan 7.2-8.2 m, kecepatan arus 0.15-0.18 m/s dan DO 5.6-6 mg/L. Kata kunci: distribusi, kelimpahan vertikal, Ranooha Raya, zooplankton.
Study Morfometrik, Pola Pertumbuhan Dan Faktor Kondisi Julung-Julung (Nomorhamphus sp.) di Mata Air Desa Lamokula Desa Lamokula Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Ardian Harianto; Utama Kurnia Pangerang; Sjamsu Alam Lawelle
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ikan julung-julung (Nomorhamphus sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang hidup di mata air Lamokula. Data dan informasi ilmiah tentang ekobiologi ikan julung-julung masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui morfometrik, pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan julung-julung di mata air Lamokula. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April sampai Mei 2021. Ikan yang tertangkap berjumlah 150 ekor dengan panjang 40,5-71,0 mm dan berat 0,45-5,74 g. Terdapat 22 karakter morfometrik yang diukur. Berdasarkan Hasil pengujian karakter morfometrik menunjukkan bahwa dari 22 karakter yang diuji terdapat perbedaan pada 22 karakter antara ikan julung-julung jantan dan betina di Sumber Mata Air desa Lamokula. Pola pertumbuhan ikan julung-julung (Nomorhamphus sp.) di Sumber Mata Air desa Lamokula dalam penelitian ini adalah allometrik negatif (b < 3). Hasil nilai faktor kondisi ikan julungjulung jantan dan betina tergolong ikan yang berbentuk pipih atau tidak gemuk (0,155-0,1958). Kata Kunci: Faktor Kondisi, Study Morfometrik, dan Pola Pertumbuhan, di Desa Lamokula.
Variations in Food of Largehead Hairtail Fish (Trichiurus lepturus) In the Kolono Bay Waters East Kolono District South Konawe Regency Sri Aswanti Nun Sugian; Asriyana Asriyana; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichiurus lepturus are commonly known as largehead hairtail fish. These fish generally live in subtropical to tropical climate areas that spread from north of the equator to the south of the equator. T. lepturus generally lives in bottom waters and usually vertical migration (benthopelagic) and migration to river mouths at a young stage (amphidromous). In general, this species lives in waters with a depth of 0-400 meters. This study aims to analyze variations in the types of fish food largehead hairtail fish  in the water of Kolono Bay. The research was carried out from February to My 2020 in the waters of the Kolono Bay. Analysis of fish food habits using the data analysis method of Index Stomach Content, Indeks of Propenderance, niche breadth and overlap. The results showed that the type of food for largehead hairtail fish (T. lepturus) in the waters of Kolono Bay was the most common type of Engraulidae, then Clupeidae and the least species of Loliginidae, Mullidae, Gerreidae and Crustacea.
Kelimpahan dan Distribusi Kerang Kima (Tridacnidae) di Perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi- wangi, Selatan Kabupaten Wakatobi Arfiaddin Saputra; Abdul Hamid; Dedy Oetama
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai bulan Januari 2021 di perairan Desa Matahora Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan distribusi kerang kima (Tridacnidae) berdasarkan kedalaman. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan interval waktu pengambilan sampel dua kali dalam satu bulan pada kedalam 1 meter dan 5 meter. Jenis-jenis kerang kima yang ditemukan di perairan Desa Matahora adalah Tridacna crocea, T. maxima, T. squamosa dan Hippopus sp. Kelimpahan kerang kima yang ditemukan pada kedalaman 1 meter berkisar 0,023-0,095 ind/m2 dan pada kedalaman 5 meter berkisar 0,067-0,153 ind/m2 dengan pola distribusi pada kedua kedalaman tersebut dikategorikan seragam atau tersebar secara merata dan teratur. Kata kunci: kerang kima, kelimpahan, pola distribusi, Wakatobi.
Pengaruh Perbedaan Bentuk Umpan Buatan Terhadap Hasil Tangkapan Pancing Gurita di Perairan Desa Gumanano Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah Asrawati Nende; Ahmad Mustafa; Abdullah Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini sejatinya mengetahui umpan yang paling efektif untuk digunakan oleh nelayan pancing gurita Desa Gumanano kabupaten buton selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agutus 2021 Di Perairan Desa Gumanano Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah,ukuran dan rasio kelamin terhadap hasil tangkapan pancing gurita. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui experimental fishing yaitu data jumlah dan ukuran hasil tangkapan. Hasil penelitian, menunjukkan alat tangkap yang menggunakan jenis umpan bentuk gurita diperoleh hasil tangkapan hasil tangkapan berjumlah 39 ekor; bentuk kepiting diperoleh hasil tangkapan 34 ekor; dan umpan bentuk kerang diperoleh 27 ekor. Dari ketiga jenis umpan tersebut jenis gurita yang tertangkap adalah Octopus Cyanea. Perbandingan kisaran panjang masing-masing hasil tangkapan bervariasi, namun ukuran hasil tangkapan pada umpan jenis gurita hasil tangkapannya lebih besar dibandingkan bentuk umpan kepiting dan kerang. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dengan penggunaan bentuk umpan berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan pancing gurita. Rasio kelamin gurita yang tertangkap pada umpan bentuk gurita lebih tinggi dibanding pada umpan bentuk kepiting maupun kerang. Kata kunci : Bentuk umpan buatan, hasil Tangkapan, pancing gurita
Distribusi, Kepadatan dan Biomassa Lamun bedasarkan kedalaman Berbeda di Perairan Desa Lasiwa, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Muhamad Kiflin; Ma’ruf Kasim; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLamun merupakan tumbuhan laut termasuk Angiosperma (tumbuhan berbunga) yang tumbuh di daerah pasang surut dan daerah subtidal, memiliki sistem akar dan rimpang. Kepadatan spesies lamun adalah banyaknya jumlah individu/tegakan suatu spesies lamun pada luasan tertentu. Kelimpahan dan distribusi spesies adalah ekspresi dari hasil interaksi komponen abiotik (kimia dan fisik) dan biotik. Biomassa merupakan jumlah berat dari semua material yang hidup pada suatu satuan luas tertentu, baik yang berada di atas maupun di bawah substrat yang sering dinyatakan dalam satuan g/m2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi, kepadatan dan biomassa lamun berdasarkan kedalaman bebeda di peraian Desa Lasiwa, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara. Metode penelitian menggunakan transek kuadran Jenis lamun yang di dapat yaitu Enhalus Acoroides dengan kepadatan tertinggi 65 ind/m2 dan biomassa tertinggi berat kering tertinggi yaitu pada stasiun 1, dengan berat 110,565 g/m2 dan berat terendah yaitu pada stasiun 3 dengan berat 40,911 g/m2 dengan kondisi lingkungan zona pemukiman.Kata kunci : biomassa, Desa Lasiwa, distribussi, kepadatan, lamun.
Karakteristik Habitat ikan sapu -sapu (Pterygoplichtys pardalis) di perairan sungai konaweha desa Anggoro kecamatan wonggeduku kabupaten konawe Luluk Santika; La Sara; Rajab Nadia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Konaweha merupakan bagian wilayah ekosistem yang berpengaruh terhadap kondisi ekosistem setempat. Sungai ini memiliki keanekaragaman jenis ikan yang beragam seperti ikan gabus, ikan lele, ikan mujair, ikan nila, ikan sepat, dan ikan sapu-sapu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik habitat ikan sapu-sapu (P. pardalis) di perairan Sungai Konaweha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2021. Lokasi penelitian berada di Perairan Sungai Konaweha Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja (purposive) pada 3 stasiun dengan karakteristik habitat yang berbeda. Data karakteristik habitat ikan diuraikan secara deskriptif berdasarkan kelompok ukuran ikan sapu-sapu mulai dari ikan juvenil, remaja, dan dewasa. Pengamatan karakteristik habitat dilakukan dengan pengukuran parameter lingkungan perairan dan mengukur kerapatan tumbuhan air. Hasil analisis menunjukkan karakteristik habitat ikan sapu-sapu dipengaruhi oleh parameter lingkungan perairan yaitu suhu, kecepatan arus, kecerahan, dan kedalaman. Kelimpahan ikan sapu-sapu tertinggi berada pada stasiun I yaitu 48 ind dan kelimpahan terendah berada pada stasiun III yaitu 35 ind. Kerapatan tumbuhan air tertinggi yaitu 13 ind/m2 pada stasiun II, sedangkan pada stasiun III tidak ditemukan tumbuhan air.Kata Kunci : Ikan sapu-sapu, karakteristik habitat, kerapatan tumbuhan air
Preferensi Habitat Kerang Tahu (Meretrix meretrix) di Muara Sungai Wanggu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Sitti Adelya; Bahtiar Bahtiar; Muhammad Fajar Purnama
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Muara Sungai Wanggu merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya yang cukup beragam, di dalamnya terdapat ekosistem mangrove sebagai habitat komunitas bivalvia. Salah satu organisme bentik yang dikenal oleh masyarakat setempat adalah kerang tahu (Meretrix meretrix). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi habitat kerang tahu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2021 yang bertempat di muara Sungai Wanggu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Stasiun penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling atau secara sengaja (targeted). Pengambilan sampel menggunakan teknik acak sistematis (systematic random sampling). Nilai kepadatan kerang tahu (M. meretrix) tertinggi terdapat pada daerah dengan substrat pasir halus dan terendah terdapat pada substrat lumpur. Pola distribusi kerang tahu (M. meretrix) dominan mengelompok yang dipengaruhi oleh tipe substrat dan kecepatan arus. Distribusi ukuran kerang tahu berkisar 24,9–52,7 mm. Kerang tahu cenderung menyukai kondisi perairan dengan substrat pasir halus dan didukung oleh parameter kualitas perairan seperti suhu, bahan organik, dan oksigen terlarut. Kata Kunci : Bivalvia, distribusi, kepadatan, M. meretrix, pasir halus (fraksi substrat), Teluk Kendari Abstract The Wanggu River Estuary is a coastal area that has quite a variety of potentia
Biologi Reproduksi Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di Perairan Rumbia Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Nur Hikmah; Bahtiar Bahtiar; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan terubuk (Tenualosa ilisha) merupakan salah satu sumber daya perikanan yang bernilai ekonomis yang terdapat di perairan Rumbia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi dari ikan terubuk yang meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG) ukuran pertama kali matang gonad dan fekunditas di perairan Rumbia dengan metode  penangkapan menggunakan alat tangkap jaring insang. Rasio kelamin ikan jantan dan betina menunjukkan keseimbangan, dimana indeks kematangan gonad ikan terubuk  menunjukkan adanya variasi pada ikan terubuk betina maupun jantan  dengan rata-rata IKG betina lebih besar dibanding jantan. Ukuran pertama kali matang gonad ikan terubuk betina  yaitu pada ukuran  141-149 mm  dan jantan 168-176 mm. Jumlah fekunditas 918,15-12754,4 butir. Kata Kunci: Biologi reproduksi, perairan Rumbia, Tenualosa ilisha  
Perbandingan Kepadatan Diatom Bentik dan Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Teluk Kendari La Ode Muslimin; Ma’ruf Kasim; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kecil dan memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Diatom betik memiliki peranan yang cukup penting yaitu sebagai makanan bagi hewan-hewan betik serta beberapa jenis zooplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan diatom bentik dan mikroplastik yang terdapat pada sedimen di Perairan Teluk Kendari. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Oktober-November 2020. Prosedur dalam penelitian ini ada beberapa tahapan, pertama survei awal, tahap kedua pengambilan sampel sedimen dengan memisahkan antara botol sampel mikroplastik dan diatom bentik, tahap ketiga menganalisis sampel sedimen dilaboratorium. Mikroplastik yang ditemukan 3 jenis, dan diatom betik yang ditemukan 11 jenis. Persentase kepadatan kepadatan diatom bentik dan mikroplastik yaitu 54,34% dan 45,66%. Pada uji perbandingan (t-Test) menggunakan aplikasi SPSS antara diatom bentik dan mikroplastik tidak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya, karena nilai sig (2-tailed) yang didapatkan >0.05 dengan nilai 0.427. Dengan hasil (t-Test) tersebut kandungan partikel mikroplastik yang ditemukan hampir sama dengan jumlah diatom bentik, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap proses rantai makanan yang terjadi di perairan serta mengganggu keseimbangan ekosistem.Kata kunci : diatom bentik, mikroplastik, sedimen, Teluk Kendari.