cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Morfometrik dan Meristik Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys sp.) di Perairan Sungai Konaweha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Firawati Firawati; Romy Ketjulan; Ermayanti Ishak
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadaan spesies ikan sapu-sapu diduga mengalami ledakan populasi dari tahun ke tahun, sehingga mengakibatkan ikan tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi populasi spesies ikanikan lokal yang ada di perairan tawar. Ikan sapu-sapu bukan ikan asli Indonesia melainkan jenis ikan hasil introduksi dari Brazil. Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan tidak terlepas dari aktivitas penggemar budidaya ikan hias yang tanpa sengaja melepas ke perairan tawar. Identifikasi ikan sapu-sapu dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan studi morfometrik dan meristik. Penelitian ini bertujuan mengetahui morfometrik dan meristik ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) di perairan Sungai Konaweha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, yang dilaksanakan selama tiga bulan yaitu bulan Mei-Juli 2021. Sampel ikan yang digunakan sebanyak 150 ekor yang terdiri dari 94 jantan dan 56 betina. Morfometrik yang diukur sebanyak 27 karakter dan meristik sebanyak 5 karakter. Berdasarkan hasil analisis morfometrik ikan sapu-sapu jantan dan betina memiliki perbedaan pada salah satu karakter dan hasil perhitungan meristik tidak diperoleh perbedaan jumlah pada setiap karakter. Kata Kunci: Ikan sapu-sapu, Meristik, Morfometrik, Sungai konaweha
Perbandingan Kepadatan dan Keanekaragaman Makroalga pada Perairan Substrat Alami dan pada Jaring Horinet di Pantai Lakeba Kota Bau Bau La Ode Mehamad Ardiansyah; Ma’ruf Kasim; Taswin Munier
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Makroalga merupakan salah satu organisme bentik yang hidup dan tumbuh di perairan dangkal serta memiliki peran ekologi cukup penting diperairan laut. Pantai Lakeba, merupakan suatu perairan pesisir yang mempunyai sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kepadatan dan keanekaragaman makroalga pada perairan substrat alami dan pada jaring horinet di Pantai Lakeba Kota Bau Bau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perairan alami ditemukan 37 jenis dengan kepadatan antara 118,4-304,0 ind/m2 dan di Jaring Horinet ditemukan 28 jenis dengan kepadatan 31,7-78,3 ind/m2 . Nilai indeks keanekaragaman pada perairan alami selama penelitian berkisar 2,11-2,44 dengan kategori sedang dan nilai indeks keanekaragaman pada jaring horinet selama penelitian berkisar 1,60-2,43 dengan kategori sedang. Hasil Uji independent T (t-test) antara kepadatan makroalga pada perairan alami dan jaring horinet di dapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dan keanekaragaman makroalga antara perairan alami dan jaring horinet di dapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Kata Kunci: Kepadatan, Keanekaragaman, Lakeba, Makroalga
Kelimpahan Relatif Mikroplastik dalam Lambung Keong Bakau (Telescopium telescopium) di Teluk Kendari Amiruddin Amir; Ma'ruf Kasim; Bahtiar Bahtiar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Kendari merupakan perairan yang sangat kompleks karena beragam aktivitas dan permasalahan degradasi perairan. Salah satu sampah laut yang banyak menimbulkan masalah adalah sampah plastik. Sampah plastik akan mengalami degradasi di perairan yakni terurai menjadi partikel-partikel plastik kecil yang disebut mikroplastik. Keong Bakau (T. telescopium) merupakan salah satu jenis organisme pengumpan deposit yang secara langsung akan terakumulasi mikroplastik di dalam tubuhnya karena keberadaanya di dasar perairan. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari 2021 dan bertujuan untuk mengetahui sebaran komposisi jenis mikroplastik yang terdapat dalam lambung keong bakau, serta relatif mikroplastik dalam lambung keong bakau di perairan Teluk Kendari.Pengambilan sampel lapangan dilakukan secara bebas. Pada setiap lokasi pengambilan sampel masing-masing, diambil sebanyak 25 sampel keong bakau sehingga jumlah total sampel yang dibutuhkan sebanyak 100 sampel selama 1 bulan. Panjang total cangkang menggunakan mistar dengan ketelitian 1 mm. Proses destruksi dilakukan menggunakan larutan KOH 10% yang lalu diinkubasi pada suhu 40ºC selama 48 jam (Collard et al., 2015). Kemudian dilakukan penilaian dengan menggunakan kertas saring berukuran 0,5 mm (Claessens et al., 2013). Sampel yang telah tersaring diidentifikasi menggunakan mikroskop untuk menghitung mikroplastik.Hasil analisis sebaran ukuran keong bakau di perairan Teluk Kendari dapatkan ukuran paling banyak yaitu 48-55 mm (35 individu) dan nilai terendah terdapat pada ukuran 79-86 mm (1 individu). Hasil analisis sebaran mikroplastik tertinggi terdapat pada ukuran 48-55 mm (34,8%) dan nilai terendah pada ukuran 32-39 mm dengan presentase 0,8%. Terdapat empat jenis mikroplastik yaitu fiber, film, fragment, dan monofilament dengan nilai relatif tertinggi yaitu jenis fiber (91,91%), dan nilai terendah terdapat pada monofilament (0,05%)Kata Kunci: Keong bakau, T. telescopium, mikroplastik, Teluk Kendari
Studi Kondisi Fisika dan Kimia Perairan Kaitannya Dengan Kepadatan Neosiphonia pada Thalus Kappaphycus alvarezii di Pantai Lakeba Bau-Bau Marlin Marlin; Ma’ruf Kasim; Taswin Munier
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kelimpahan epifit pada thallus rumput laut berkaitan dengan kondisi fisika dan kimia perairan yang mendukung keberadaan epifit. Salah satu jenis epifit yang banyak ditemukan pada kegiatan budidaya rumput laut di perairan pantai Lakeba Kota Bau-bau adalah Neoshiponia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia perairan hubungannya dengan kepadatan Neoshiponiasp. di lokasi budidaya rumput laut perairan Pantai Lakeba Bau-Bau Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisika seperti suhu perairan berkisar antara 31-32 °C, kecepatan arus memiliki kisaran 0,035-0,065 m/detik, kecerahan 100 % sedangkan untuk kondisi kimia seperti salinitas berkisar antara 27-32 ‰, nitrat berkisar 0.062 -0.081 mg/L, fosfat berkisar 0.016-0.022. Hasil analisis kepadatan Neosiphonia sp. yang menempel pada thallus K. alvarezii selama penelitian di peroleh nilai kepadatan tertinggi terdapat pada pengamatan hari ke 18 dengan nilai 134,5 ind/m2 pada titik I dan pada titik II kepadatan tertinggi terdapat pada harike 24 dengan nilai kepadatan yaitu 132,7 ind/m2 . Sedangkan kepadatan Neoshiponia terendah terdapat pada pengamatan hari ke 30 dengan nilai kepadatan yaitu 98,2 ind/m2 pada titik I dan 93,8 ind/m2 pada titik II. Kepadatan Neosiphonia sp yang menempel pada thallus K. alvarezii pada lokasi budidaya rumput laut di perairan Pantai Lakeba Bau-bau berkorelasi dengan suhu perairan, salinitas, nitrat dan fosfat. Dengan demikian, parameter kimia dan fisika perairan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kepadatan Neosiphonia sp. Kata Kunci: Fisika kimia perairan, Kepadatan, Neosiphoniasp., Lakeba.
Desain Konstruksi Alat Tangkap Jaring Rajungan yang Dioperasikan di Perairan Teluk Kendari Vallen Tagita; Ahmad Mustafa; Hasnia Arami
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kualitas alat tangkap pada rajungan perlu didasari dengan mengetahui tentang desain konstruksinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui desain konstruksi alat tangkap jaring rajungan yang dioperasikan di Perairan Teluk Kendari dan kesesuaiannya dengan penangkapan rajungan dan lingkungan penangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan analisa deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring rajungan yang diamati berukuran panjang 21 m dan tinggi/kedalaman 0,255 m, jaring dari benang polyamide monofilament ( 0,35 mm), mesh size 7,62 cm, shortening 73,75 % dan hanging ratio 26,25 %. Pelampung tanda panjang dan lebar 170 mm sebanyak 2 buah dan pelampung karet sintetis ( 14,9 mm dan panjang 31 mm) sebanyak 43 buah. Pemberat dari timah ( 5 mm) berjumlah 179 buah dan pemberat dari batu berjumlah 2 buah. Tali temali dari bahan polyethylene ( 1,64 mm, 0,78 mm, 1,64 mm) dan dari bahan polyamide monofilament ( 0,4 mm). Berat total alat tangkap 8,456 kg, gaya apung 4,707 (kgf), gaya tenggelam 8,204 (kgf), kelebihan gaya tenggelam 42,66% dan luas permukaan benang 0,280 m2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain jaring rajungan telah sesuai dengan kriteria utama yang menjadi tujuan perancangannya yaitu untuk dapat menangkap rajungan secara efektif di perairan Teluk Kendari. Adapun ketidaksesuaian yang ditemukan adalah terdapat pada desain tali pelampung tanda yang perlu diperbaiki sehingga mudah diikatkan pada jaring dan panjangnya dapat lebih fleksibel terhadap perubahan kedalaman perairan.Kata kunci: Desain, jaring rajungan, konstruksi, rajungan, Teluk Kendari
Diversitas dan Distribusi Gastropoda di Padang Lamun Perairan Desa Waelumu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Nur Ariyanti; Abdul Hamid; Muhammad Fajar Purnama
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2020 di perairan Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi dengan tujuan untuk mengetahui diversitas dan distribusi gastropoda di padang lamun dengan kepadatan berbeda. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode transek kuadrat 1m x 1m dan koleksi acak sepanjang transek garis 100 m. Setiap sampling dilakukan tiga kali dalam sebulan selama tiga bulan terturut-turut. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 13 famili dan 24 spesies dengan 2.333 individu gastropoda. Nilai indeks keanekaragaman gastropoda berkisar 2,841-2,891, indeks keseragaman 0,900-0,909, dan indeks dominansi berkisar 0,071-0,080, serta famili yang dominan adalah Cerithiidae dan Strombidae. Kepadatan gastropoda berkisar 9,64-16,59 ind/m2. Keanekaragaman dan keseragaman gastropoda di padang lamun dengan kategori sedang, dan tidak ada spesies yang dominan, serta  pola distribusinya mengelompok. Kata kunci: diversitas, distribusi, gastropoda, padang lamun, Wakatobi.
Kebiasaan Makanan Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di Perairan Rumbia Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Sartina Masila; Asriyana Asriyana; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerairan Rumbia memiliki potensi yang cukup besar untuk menunjang kegiatan perikanan tangkap. Pengetahuan tentang kebiasaan makanan organisme bergantung pada persediaan makanan di perairan. Penelitian ini dilakukan di perairan Rumbia, Kabupaten Bombana yang bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makanan ikan terubuk (Tenualosa ilisha) meliputi indeks bagian terbesar, luas relung dan tumpang tindih. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan dari bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020, yang terdiri dari penelitian lapang dan penelitian laboratorium. Pengambilan contoh ikan menggunakan alat tangkap gill net dengan mesh size (1, 1,5, dan 2) berukuran panjang 50 m dan tinggi 2 m. Ikan terubuk yang tertangkap selama penelitian sebanyak 144 ekor. Data penelitian dianalisis menggunakan indeks bagian terbesar, luas relung dan tumpang tindih. Hasil analisis isi saluran pencernaan ikan terubuk ditemukan jenis makanan berupa serasah, Navicula sp., Diatom, Synedra sp., Coscinosdiscus sp., Oscilatoria sp., MTT dan pasir. Jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi ikan terubuk adalah serasah yang konsisten ditemukan setiap bulannya. Indek bagian terbesar makanan ikan terubuk tidak hanya terlihat berdasarkan jenis kelamin, tetapi juga berdasarkan waktu pengamatan dan uji kruskal wallis (P>0,05; α =5%, db = n-1). Ikan terubuk memiliki luas relung sedang dan rendah. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai tumpang tindih yang tinggi yaitu terjadi dari bulan Oktober 2019 hingga Januari 2020.Kata Kunci: Kebiasaan makan, perairan Rumbia, Tenualosa ilisha.
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) di Sungai Konaweeha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Rekza Hidayat; Romy Ketjulan; Ermayanti Ishak; Latifa Fekri
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan ikan spesies invasif dan banyak ditemukan di sepanjang pinggiran Sungai Konaweeha, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe pertumbuhan serta faktor kondisi ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan April-Juni 2021. Jumlah sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 198 individu terdiri dari 105 individu jantan dan 93 individu betina. Hasil analisis secara temporal bobot ikan sapu-sapu jantan memiliki nilai b rata-rata 2.616-2.91 dan betina 2.616-3.087 Analisis spasial ikan jantan menunjukkan rata-rata 2.465-2.975 dan betina 2.857-2.960. Secara temporal pola pertumbuhan ikan jantan allometrik negatif selama waktu penelitian,sedangkan pada ikan betina menunjukkan 2 pola pertumbuhan yaitu allometrik negatif (bulan April dan Mei) sedangkan (bulan Juni) pertumbuhan isometrik. Secara spasial ikan jantan dan betina menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi ikan sapu-sapu jantan dan betina secara temporal dan spasial dari segi fisik dalam keadaaan baik. Kata Kunci : faktor kondisi, ikan sapu-sapu, panjang bobot, tipe pertumbuhan.
Pengaruh Penggunaan Cahaya Lampu Terhadap Hasil Tangkapan Sero di Perairan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Hasna Mamulaty; Ahmad Mustafa; Hasnia Arami
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hasil penilitian sebelumnya menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap sero bukan saja ikan-ikan demersal tetapi juga beberapa jenis ikan pelagis. Ikan ini bersifat fototaksis positif, sehingga penambahan cahaya lampu sebagai aktraktor ikan pada sero diduga dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi hasil tangkapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2020 di Perairan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawes Tenggara. Tujuan Penelitian ini mengetahui jumlah, jenis, ukuran dan pengaruh terhadap hasil tangkapan sero. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui experimental fishing (data jumlah, jenis dan ukuran hasil tangkapan). Hasil penelitian menjukkan perlakuan dengan menggunakan lampu diperoleh hasil tangkapan sero berjumlah 1.068 ekor yang terdiri 22 jenis ikan, sedangkan sero tanpa lampu diperoleh sebanyak 294 ekor yang terdiri seri 18 jenis ikan. Perbandingan kisaran panjang masing-masing spesies bervariasi, namun pada umumnya kelompok ikan pelagis cenderung lebih besar ukurannya dari sero yang menggunakan lampu, seperti belanak, buntal, gerot-gerot, kurisi, julung-julung, ikan sebelah kecuali jenis cumi-cumi. Sedangkan pada sero tanpa lampu ikan karang hasil tangkapan yang cenderung lebih besar daripada sero tanpa lampu yaitu ikan buntal, belanak, kakap merah, ekor kuning, jangut, dan sotong, cenderung lebih besar. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dengan penambahan cahaya lampu berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan sero. Kata kunci: Jumlah Hasil Tangkapan, Penambahan Lampu, Sero
Karakteristik Morfologi dan Kelimpahan Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota Kacamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupatan Wakatobi Kasmin Kasmin; La Ode Abdul Rajab Nadia; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2021, di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan kelimpahan ikan mujair (Oreochromis mossambicus) di perairan danau tailaronto’oge kapota kecamatan wangi-wangi selatan kabupaten wakatobi. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat, yaitu jaring insang (gill net) yang dilakukan sebanyak 2 kali  ulangan dalam setiap titik stasiun dengan interval waktu selama 14 hari. Hasil penelitian menujukan bahwa ikan yang di temukan di lokasi berjumlah 136 individu.Kata kunci: Danau Tailaronto’oge, karakteristik morfologi, kelimpahan ikan