cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 261 Documents
SOSIALISASI DAN PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN EKSTRAK KULIT KACANG METE UNTUK ANTIVIRAL NABATI PADA TANAMAN KEDELAI Andayanie, Wuye Ria; Ermawati, Netty
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.7370

Abstract

Abstract. Cashew plants is one of the plantation commodities in Indonesia that has high economic value. Cashew nut shell waste can be used as a botanical antiviral for Cowpea mild mottle virus. This activity aims for soybean farmers to be able to provide their own insecticidal at low prices and easily obtained. The method used viz. : 1) an interview and observation, 2) the method of socialization with lectures and discussions or questions and answers; 3) training methods with lecture, demonstrations and direct practice with demoplot. Based on the analysis of community service programs, the following conclusions are obtained: 1) in terms of achievements based on the objectives, substance and efforts of this community service program, it is considered to be very effective in building community independence based on local potential, namely waste originating from cashew nut shells and soybean planting in forest shade area; 2) in terms of the results, benefits and impacts resulting from this community service program are numerous, namely: increasing public awareness to utilize waste originating from cashew nut shell waste for antiviral, increasing community knowledge and skills in the field of processing waste cashew  nut shell for botanical antiviral. Abstrak. Tanaman jambu mete merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Limbah kulit kacang mete dapat digunakan sebagai antiviral nabati untuk Cowpea mild mottle virus. Kegiatan ini bertujuan agar petani kedelai dapat menyediakan  antiviral sendiri dengan harga murah dan mudah didapat. Metode yang digunakan : 1) wawancara dan observasi, 2) metode sosialisasi dengan ceramah dan diskusi atau tanya jawab; 3) metode pelatihan dengan ceramah dan demonstrasi serta praktek langsung dengan demoplot. Berdasarkan analisis program pengabdian kepada masyarakat, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) dari segi capaian sesuai tujuan, substansi dan upaya program pengabdian masyarakat ini dinilai sangat efektif dalam membangun kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal, yaitu limbah yang berasal dari kulit kacang mete dan penanaman kedelai di kawasan hutan lindung; 2) Dari segi hasil, manfaat dan dampak yang dihasilkan dari program pengabdian kepada masyarakat ini sangat banyak, yaitu: meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah yang berasal dari limbah kulit kacang mete sebagai antiviral, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang pengolahan limbah kacang mete untuk antiviral nabati.
BANK SAMPAH DAN PEMBUATAN ARENA SELFIE DALAM PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK PADA MASYARAKAT DESA (Studi pada Masyarakat Desa Kenongo Kota Sidoarjo) Sumartik, Sumartik Sumartik; Indayani, Lilik
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5961

Abstract

Abstract. Kenongo Village is a densely populated village in the city of Sidoarjo which has many rivers. Habits of people who like littering give off a bad smell. The ‘Sekar Kenanga’ Garbage Bank is an alternative waste treatment facility conducted by Kenongo villagers. Processing waste does not only produce different goods but also has economic value that can increase the economic independence of the community and create an arena where selfies from recycling plastic waste are also carried out by the community from processed plastic waste. This study aims to provide an overview of the role of the 'Sekar Kenanga' garbage bank and a selfie-making place that utilizes plastic waste in Kenongo Village, either from collecting garbage in a garbage bank or from collecting plastic waste in a river near the village. The method used is descriptive qualitative. Data obtained through interviews with key informants such as the Village Head, the management of the waste bank, members of the waste bank, youth of youth clubs and the community who are not members of the waste bank ‘Sekar Kenanga” and also not the sanitation department of Tulangan sub-district. Observation in the field was carried out by providing various training in the processing of souvenir creations and accessories from plastic waste and decoration making techniques for selfie places with nuanced appeal to maintain the cleanliness of rubbish. Activities in data analysis are data reduction, data organizing and interpretation. The results showed that from the institutional aspects of the village, the Sekar Kenanga'urut waste bank and the village community empowerment program, the financing aspect, is still needed optimally managing the waste bank financial sector with greater profits, and the application of community participation has been as good and active as is they know that they don't understand all about the importance of making garbage banks and selfie- making places, it is only limited to selling garbage to the 'Sekar Kenanga' waste bank.Abstrak. Desa Kenongo merupakan desa padat penduduk di kota Sidoarjo yang banyak terdapat sungai disekitar pemukiman. Kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan seringkali menciptakan bau busuk yang mengganggu aktivitas masyarakat. Bank Sampah ‘Sekar Kenanga’ merupakan tempat alternatif pengolahan sampah yang dilakukan oleh warga desa Kenongo. Pengolahan sampah tidak saja diolah menjadi barang yang berbeda namun bernilai ekonomis yang dapat menambah kemandirian ekonomi masyarakat serta pembuatan arena spot selfie dari daur ulang sampah plastik juga dilakukan masyarakat dari hasil olahan sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran bank sampah ‘Sekar Kenanga’dan pembuatan spot selfie yang memanfaatkan sampah plastik di Desa Kenongo baik dari pengumpulan sampah di bank sampah ataupun dari penjaringan sampah plastik di sungai sekitar pemukiman desa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data didapatkan melalui wawancara terhadap informan kunci seperti Kepala Desa, pengurus bank sampah, anggota bank sampah, remaja karang taruna dan masyarakat bukan anggota bank sampah ‘Sekar Kenanga”serta unsur dinas kebersihan dari kecamatan Tulangan. Observasi di lapangan dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan pengolahan kreasi souvenir dan aksesories dari sampah plastik dan teknik pembuatan hiasan untuk spot selfie yang bernuansa himbauan menjaga kebersihan sampah. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data organization dan interpretation. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek kelembagaan desa, bank sampah ‘Sekar Kenanga’turut serta dalam program pemberdayaan masyarakat desa, Aspek pembiayaan, masih diperlukan pengeloaan keuangan bank sampah secara optimal dengan keuntungan yang lebih besar, dan apek peran serta masyarakat sudah baik dan aktif tetapi mereka belum faham semua tentang arti penting pengolahan bank sampah dan pembuatan spot selfie, hanya terbatas menjual sampah ke bank sampah ‘Sekar Kenanga’.Kata Kunci: Kelompok PKK, Pemberdayaan, Bank Sampah Sekar Kenanga, Spot Selfie.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGUNAAN ALAT PERAGA ‘MONIKA’ DI SD NEGERI NGULAKAN Novy Trisnani
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Training in the manufacture and use of teaching aids is a form of activity in an effort to improve the quality of teachers to be able to prepare, manage and implement the learning process in accordance with the development of learning innovations. Community Service Activities (PPM) aims to add insight, knowledge, and skills of service participants in understanding how to make and use the 'monika' props. The subjects of this study were classroom teachers and mathematics teachers at SD Negeri Ngulakan. The method of carrying out PPM activities includes presentation of material, training in making media / props, training on the use of props, and evaluation. From the results of the evaluation of PPM activities it can be concluded: 1) participants of service in SD Negeri Ngulakan can make and use 'monika' props 2) useful and meaningful training activities for all service participants, 3) in the practice process of making and using props, service participants did not experience significant difficulties, and 3) from the training activities, the devoted participants gained additional references and experience in choosing and implementing mathematical learning innovations. Abstrak. Pelatihan pembuatan dan penggunaan alat peraga merupakan salah satu bentuk kegiatan dam upaya meningkatkan mutu guru agar mampu mempersiapkan, mengelola, dan mengimplementasikan proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan inovasi pembelajaran. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan peserta pengabdian dalam memahami cara pembuatan dan penggunaan alat peraga ‘monika’. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan guru pelajaran matematika di SD Negeri Ngulakan. Metode pelaksanaan kegiatan PPM meliputi pemaparan materi, pelatihan pembuatan media/alat peraga, pelatihan penggunaan alat peraga, dan evaluasi. Dari hasil evaluasi kegiatan PPM dapat disimpulkan: 1) peserta pengabdian di SD Negeri Ngulakan dapat membuat dan menggunakan alat peraga ‘monika’ 2) kegiatan pelatihan berdayaguna dan bermakna bagi seluruh peserta pengabdian, 3) dalam proses praktek pembuatan dan penggunaan alat peraga, para peserta pengabdian tidak mengalami kesulitan yang berarti, dan 3) dari kegiatan pelatihan, peserta pengabdian memperoleh tambahan referensi dan pengalaman dalam memilih dan menerapkan inovasi pembelajaran matematika. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGGUNAAN APLIKASI KAHOOT BAGI GURU DI SMA NEGERI 11 PALEMBANG Ningsih, Yunika Lestaria; Kesumawati, Nila; Fitriasari, Putri; Octaria, Dina; Retta, Allen Marga; Nopriyanti, Tika Dwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.7726

Abstract

Abstract. Nowadays, digital information resources are available and can be accessed easily by educators and learners. References for studying both material and evaluation instruments can also be found easily by using the search engine. One application that can be used by teachers in making digital learning evaluation instruments is the Kahoot! Application. The objectives of this activity are: (1) to introduce the Kahoot! as a learning medium, especially in making online quizzes, and (2) to improve teacher skills in using the Kahoot! application. The implementation method used in this activity is lectures, practice, and discussion. Data were collected through a training satisfaction questionnaire. The results showed that the training was run very well, and the participants were very enthusiastic. The data analysis showed that 91.38% of participants stated that this training activity could increase teachers' knowledge about the Kahoot! in learning, and 90.52% of participants stated that this training could improve teacher skills in using the Kahoot! application.  Abstrak. Pada era big data sekarang ini, sumber daya informasi digital telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah oleh para pendidik dan pembelajar. Referensi untuk belajar baik itu materi dan instrumen evaluasi juga dapat ditemukan dengan mudah dengan menggunakan mesin pencarian Google. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru atau tenaga pengajar lainnya dalam membuat instrumen evaluasi pembelajaran digital adalah aplikasi Kahoot!. Tujuan kegiatan ini adalah : (1) untuk mengenalkan aplikasi Kahoot! sebagai media pembelajaran khususnya dalam membuat kuis online, dan (2) untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi Kahoot!. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, praktik dan diskusi. Data dikumpulkan melalui angket kepuasan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar, dan peserta kegiatan antusias dalam mengikuti pelatihan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 91,38% peserta kegiatan menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat menambah pengetahuan guru tentang aplikasi Kahoot! dalam pembelajaran, dan 90,52% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi Kahoot!.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN JURUSAN SISWA BARU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KOTA TEGAL Nishom, M.; Abidin, Taufiq; Apriliani, Dyah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.6075

Abstract

Abstract. Tegal City is a small city that has quite a lot of education units. In this city, there are 203 educational units that are still active. Most of the education units in this city already have adequate facilities and infrastructure and teachers with an ideal ratio, especially at the Vocational High School level. However, in some vocational-level education units there are still many who use conventional methods in the direction of their students, namely using Excel spreadsheets. Such conditions require the participation of information technology that has applied scientific methods (decision support systems) in order to be supportive for decision makers in determining decisions and policies, in this case the determination of new student majors. The criteria for student selection used are mathematics test scores, English language, interests and talents, color blindness, height, report cards, UAS and UAN scores. The problem faced is how to determine students' decisions that are best suited to their interests and talents. Community service activities are a solution to these conditions or problems. This activity was carried out for two days, on the first day an introduction to information systems and decision support systems was carried out, and on the second day there was training on the use of decision support systems. The methods used in the implementation of this event are methods of presentation, discussion, question and answer, training based on modules that have been prepared, and mentoring. The result and benefit of this activity is the new student candidate selection committee can easily identify the suitability of the department for new prospective students. Abstrak. Kota Tegal merupakan kota kecil yang memiliki satuan pendidikan cukup banyak. Di kota ini, terdapat 203 satuan pendidikan yang masih aktif. Sebagian besar satuan pendidikan yang ada di kota ini telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan guru dengan rasio ideal, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, di beberapa satuan pendidikan tingkat SMK masih banyak yang menggunakan metode konvensional dalam penjurusan siswanya, yakni menggunakan excel spreadsheet. Kondisi seperti ini membutuhkan peran serta dari teknologi informasi yang telah menerapkan metode ilmiah (sistem pendukung keputusan) agar dapat menjadi pendukung bagi para pengambil keputusan dalam menentukan keputusan maupun kebijakan, dalam hal ini penentuan jurusan siswa baru. Kriteria untuk pemilihan siswa yang digunakan adalah nilai tes matematika, bahasa inggris, minat dan bakat, buta warna, tinggi badan, nilai rapor, nilai UAS dan UAN. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana menentukan keputusan siswa yang terbaik sesuai dengan minat dan bakatnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi solusi terhadap kondisi atau permasalahan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, di hari pertama dilakukan pengenalan sistem informasi dan sistem pendukung keputusan, dan di hari kedua dilakukan pelatihan penggunaan sistem pendukung keputusan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode presentasi, diskusi, tanya jawab, pelatihan berdasarkan modul yang telah disiapkan dan pendampingan. Hasil dan manfaat dari kegiatan ini adalah panitia seleksi calon siswa baru dapat dengan mudah mengidentifikasi kesesuaian jurusan bagi calon siswa baru. 
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS INFORMATION DAN COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) UNTUK PENGAJAR BAHASA ARAB Fauzi, Moh. Fery; Fatoni, Ahmad; Anindiati, Irma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5620

Abstract

Abstract. Information and communication technology (ICT) have an important role in teaching and learning activities, especially in learning assessment. Instructional assessment is one of a series of learning activities aimed at correcting, controlling the extent to which learning objectives have been achieved. Instructional assessment can be done with the help of computers and the internet so that the management of learning outcomes becomes easier, faster, and real time. The technology that can be used in the assessment process is such as edmodo, google quiz, hot potatoes, quiz creator. But in reality, most learning activities that teachers use are still conventional. That is due to the lack of knowledge and mastery of teachers on the use of information and communication technology, especially in instructional assessment. Therefore, there is a need for training on the use of ICT-based Instructional assessment to improve teachers’ competency. The approach method used assistance that includes socialization, workshops, training, hands-on practice, and evaluation. The results obtained state that evaluation of learning is very important for a program and purpose, both educational, learning, or training programs.Abstrak. Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam evaluasi pembelajaran. evaluasi pembelajaran merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mengoresksi, mengontrol sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai.  Evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan bantuan komputer serta internet sehingga pengelolaan hasil belajar pun menjadi lebih mudah, cepat dan real time. Adapun teknologi yang dapat digunakan dalam proses evaluasi tersebut seperti edmodo, google quiz, hot potatoes, quiz creator. Akan tetapi realitanya, kebanyakan kegiatan pembelajaran yang digunakan guru sekarang masih konvensional. Hal itu disebabkan minimnya pengetahuan dan penguasaan guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi terutama dalam evaluasi pembelajaran. Oleh sebab itu perlu adanya pelatihan pemanfaatan evaluasi pembelajaran berbasis ICT meningkatkan kompetensi guru. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendampingan yang meliputi sosialisasi, workshop, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran sangat penting untuk suatu program dan tujuan, baik program pendidikan, pembelajaran, atau pun pelatihan.
PEMBERDAYAAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI KETERAMPILAN UNTUK MELATIH KEMANDIRIAN DI SLB PSM TAKERAN – MAGETAN Mulyati, Tatik; Utami, Saraswati Budi; Susilo, Hendro
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.7463

Abstract

Abstract. Students at the Extra Ordinary School of Pesantren Sabilil Muttaqien (SLB PSM) Takeran Magetan Regency are dominated by students with special needs with mental disabilities. Paying attention to the fact that the student population is quite large, it is necessary to be concerned with creating empowerment programs to encourage community involvement in order to help students with special needs in order to achieve independence. In general, students have a background of poor socio-economic conditions and need help from other parties to improve their living conditions. On the other hand, the empowerment program from the local government has not been able to reach all existing students, so they find it difficult to increase resources. The purpose of community service to students at SLB PSM is to help students with special needs in improving skills and welfare, with the following objectives: 1. Facilitating the availability of materials, equipment and facilities needed as business capital; 2. Skills training and production of goods that can be made by students with special needs; 3. Ensuring the sustainability of businesses that have been initiated and developed; 4; Realizing business independence for students with special needs. Activities are carried out by pioneering and making various types of skills by utilizing ciprat batik cloths so that they can have artistic value, are economical and market-oriented, so that they can earn income to meet their daily needs. Abstrak. Siswa di Sekolah Luar Biasa Pesantren Sabilil Muttaqien (SLB PSM) Takeran Kabupaten Magetan banyak didominasi oleh siswa berkebutuhan khusus tuna grahita. Memerhatikan fakta bahwa populasi siswa tersebut cukup banyak, perlu kepedulian dengan membuat program pemberdayaan unuk mendorong keterlibatan masyarakat agar membantu siswa berkebutuhan khusus agar bisa mewujudkan kemandirian. Secara umum, para siswa memiliki latar belakang kondisi sosial ekonomi miskin dan membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk meningkatkan kondisi kehidupannya. Di sisi lain, program pemberdayaan dari pemerintah daerah juga belum mampu menjangkau seluruh siswa yang ada, sehingga mereka kesulitan untuk meningkatkan sumber daya. Tujuan pengabdian masyarakat pada siswa di SLB PSM adalah membantu siswa berkebutuhan khusus dalam meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan, dengan tujuan: 1. Memfasilitasi ketersediaan bahan, peralatan serta sarana yang dibutuhkan sebagai modal usaha; 2. Pelatihan keterampilan dan produksi barang yang mampu dibuat oleh siswa berkebutuhan khusus;  3. Menjamin keberlanjutan usaha yang telah dirintis dan dikembangkan; 4; Mewujudkan kemandirian usaha bagi siswa berkebutuhan khusus.  Kegiatan dilaksanakan dengan cara merintis dan membuat aneka jenis keterampilan dengan memanfaatkan perca kain batik ciprat agar bisa memiliki nilai seni, ekonomis dan berorientasi pasar,  sehingga memeroleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
PROSES PERANCANGAN INOVASI FORM KAPALKU GUNA PENDATAAN KEPUASAN PENUMPANG KAPAL FERRY DARI PELABUHAN TANJUNGPINANG Nusyirwan, Deny; Purnama, Muhammad Bayu; Perdana, Prasetya Perwira Putra
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5992

Abstract

Abstract. Passenger satisfaction is one of the important roles in companies and transportation services that are committed to social innovation. Maritime territories are areas which are mostly waters, in maritime areas, transportation services lead to the sea. The sea is a means of creating sea transportation called ships. The ship became one of the forms of transportation sophistication from the past until now. Ships are also one of the most reliable transportation in the maritime area, but at this time the problem arises because of the large number of ships and ship transportation services that are the livelihoods of the maritime community. That way the comparison between ships and ships is greatly improved, especially it can be concluded from the number of passengers and ship passenger charts. Today passenger satisfaction is given priority, especially in supporting facilities such as comfortable seats, conducive air conditioning, and good service. But the research method used in this innovation is the observation method which includes collecting data on user testing and user experience at that stage. The Kapalku Form is one of the innovations that applies passenger satisfaction data collection based on information system, the way it works is to press the selection button according to the colors provided, namely red, yellow, and green in each passenger seat. The incoming data will be calculated according to how many passengers press the button. Red means not satisfied, green means satisfied, and yellow means very satisfied. That way, data obtained through the sensitivity of the button will be sent via Bluetooth to Android. Furthermore, the data listed on android will appear on the monitor that can be accessed via Google form. The results of this study can be seen from the Google form data graph which is the android data transition through the sensitivity of the button, so that it can easily find out the level of service satisfaction on the ship in accordance with the criteria and improving the quality of the ship.Abstrak. Kepuasan penumpang menjadi salah satu peran penting didalam perusahaan maupun jasa transportasi yang berdominan kepada inovasi sosial. Wilayah maritim adalah wilayah yang sebagaian besarnya adalah perairan, didalam wilayah maritim jasa transportasi mengarah kepada laut. Laut menjadi sarana terciptanya transportasi laut yang dinamakan kapal. Kapal menjadi salah satu bentuk kecanggihan transportasi dari dahulu hingga sekarang. Kapal juga menjadi salah satu transportasi yang dapat diandalkan tertuama di wilayah maritim, namun pada saat ini masalah muncul karena banyaknya kapal dan jasa transportasi kapal yang menjadi mata pencaharian masyarakat maritim. Dengan begitu perbandingan antara kapal dengan kapal sangat meningkat, tertutama bisa disimpulkan dari banyaknya penumpang dan grafik penumpang kapal. Dimasa sekarang kepuasan penumpang sangat diutamakan, terutama pada fasilitas yang mendukung seperti kursi yang nyaman, pendingin udara yang kondunsif, dan pelayanan yang baik. Namun metode penelitian yan digunakan pada inovasi ini adalah metode observasi yang mencakup pada pengambilan data pada user testing dan user experience pada tahapnya. Form Kapalku menjadi salah satu inovasi yang menerapkan pendataan kepuasan penumpang berbasis sistem informasi yang cara kerjanya adalah menekan tombol pilihan sesuai warna yang disediakan yaitu merah, kuning, dan hijau di masing-masing kursi penumpang. Data yang masuk akan di hitung sesuai dengan seberpaa banyak penumpang menekan tombol tersebut. Merah artinya tidak puas, hijau artinya puas, dan kuning artinya sangat puas. Dengan begitu, data yang didapatkan melalui kepekaan tombol akan dikirim melalui Bluetooth ke android. Selanjutnya data yang tertera di android akan tampil pada monitor yang dapat diakses melalui google form. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari grafik data google form yang merupakan transisi data android melalui kepekaan tombol, sehingga dapat dengan mudah mengetahui tingkat kepuasan pelayanan pada kapal sesuai dengan kiteria dan peningkatan mutu kualitas kapal tersebut.
PENDAMPINGAN MODEL MANAJEMEN ORGANISASI BAGI UNIT-UNIT PELAKSANA DI KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Mahendaringratry, Ayudya; Handaratri, Anitarakhmi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5528

Abstract

Abstract. In an organization, it is necessary to do proper management based on the initial agreement with all its members and the organization's management that has been determined. Actually organization management is an art to make its members want to work together on the same platform. Of course, effective management is needed to ensure the profitability of the organization. Merjosari Kelurahan Malang is a non-profit government organization that has several implementing units in it. So far these units have not yet carried out good organizational management, limited to the needs of their members without thinking about whether they can be developed according to the demands of the times. Organizational management training is needed to increase the knowledge of managers and members of the organization so that it can organize the organization optimally. This training consists of management training, administration and simple financial system. Before starting the training, questionnaires were given in advance to find out the extent of the participants' knowledge about organizational management, obtained incorrect answers which amounted to 62.56% which means that many participants did not understand how to properly manage the organization. After the training was carried out, the results of the second questionnaire obtained correct answers amounting to 78.60% which could be interpreted that the participants had understood the basics of organizational management and were able to apply them in the implementing units. It is expected that from the results of this training participants can optimally manage and develop their organizations Abstrak. Dalam sebuah organisasi, maka perlu dilakukan pengelolaan yang benar berdasarkan kesepakatan awal bersama seluruh anggotanya serta manajemen organisasi yang telah ditetapkan. Sebenarnya manajemen organisasi merupakan suatu seni untuk membuat anggotanya mau bekerja bersama-sama dengan platform yang sama. Tentunya dibutuhkan manajemen yang efektif untuk menjamin profitabilitas organisasinya. Kelurahan Merjosari Malang merupakan organisasi pemerintah non profit yang memiliki beerapa unit pelaksana di dalamnya. Selama ini unit-unit terseut belum melaksanakan manajemen organisasi yang baik, sebatas pada kebutuhan anggotanya tanpa memikirkan aakah nantinya dapat dikembangkan sesuai tuntutatn jaman. Dibutuhkan pelatihan manajemen organisasi untuk menambah pengetahuan pengelola dan anggota organisasi sehingga dapat menata organisasi secara optimal. Pelatihan ini terdiri dari pelatihan manajemen, administrasi dan sistem keuangan sederhana. Sebelum memulai pelatihan, diberikan terlebih dahulu kuesioner untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan peserta tentang manajemen organisasi, diperoleh jawaban salah yaitu sebesar 62,56 % yang berarti banyak peserta belum mengerti bagaimana mengelola organisasi yang benar. Setelah dilaksanakan pelatihan, maka hasil kuesioner kedua diperoleh jawaban benar yaitu sebesar 78,60 % yang dapat diartikan bahwa peserta telah memahami dasar-dasar manajemen organisasi dan mampu mengaplikasikannya di unit-unit pelaksana. Diharapkan dari hasil pelatihan ini peserta dapat secara optimal mengelola dan mengembangkan organisasinya.
KUPU-KUPU TERSEMBUNYI PENERUS BANGSA DI TPA SUKAWINATAN Lisnani, Lisnani; Beda, Maria Oktavia Nira Tania; Manik, Thessalonika Elma La Septi; Lestari, Benediktha Evi Fani Puji; Prasetyo, Titus Dwianto; Angeliana, Wenny
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.6354

Abstract

Abstract. Hidden butterfly of the successor to the nation is a form of devotion conducted by students from different study programs with lecturers. This activity was carried out by five students from different study programs namely Primary School Teacher Education, English Education, Management, Accounting, and Industrial Engineering. The purpose of this activity is to equip children of TPA Sukawinatan with the following: 1) improving the ability to read, write and count (calistung); 2) improve English language skills; 3) apply wise attitude in using money; 4) Instilling good character of management (arrangement) and time discipline in children; 5) Developing children's skills in utilizing used goods to be made as something that has added value. The method of implementation used in the form of preparation, planning and implementation stages. Methods of practice, experiments, lectures and games. The results of this activity are as follows: 1) increased ability to read, write and count; 2) increasing English language skills; 3) understanding the importance of using money wisely; 4) has a management character (discipline) of time; 5) have skills in utilizing used goods to become something that has added value.Abstrak. Kupu-kupu tersembunyi penerus bangsa adalah bentuk kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa dari program studi berbeda bersama dosen. Kegiatan ini dilakukan oleh lima orang mahasiswa dari program studi yang berbeda-beda yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, Akuntansi, dan Teknik Industri. Tujuan dari kegiatan ini adalah membekali anak-anak TPA Sukawinatan dengan hal berikut: 1) meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung); 2) meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris; 3) menerapkan sikap bijaksana dalam menggunakan uang; 4) Menanamkan karakter manajemen (pengaturan) dan disiplin waktu yang baik pada anak-anak; 5) Menumbuhkembangkan keterampilan anak-anak dalam memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan sesuatu yang memiliki nilai tambah. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam bentuk tahap persiapan, perencanaan dan pelaksanaan. Metode praktik, eksperimen, ceramah, dan permainan. Hasil dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1) meningkatnya kemampuan membaca, menulis dan berhitung; 2) meningkatnya kemampuan bahasa Inggris;3) memahami pentingnya penggunaan uang dengan bijak; 4) memiliki karakter manajemen (disiplin) waktu; 5) memiliki keterampilan dalam memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan sesuatu yang memiliki nilai tambah.