cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA BETON NORMAL TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.095 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1254

Abstract

Sangat diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi eksploitasi alam dan dapat memanfaatkan limbah-limbah beton. Salah satu contoh upaya mengurangi dampak tersebut adalah menggunakan kembali limbah beton untuk penggunaan beton baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh limbah beton sebagai pengganti agregat kasar terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas.Penelitian ini merencanakan beton normal dengan kuat tekan yang ditargetkan adalah 25 MPa dan menggunakan slump 30-60 mm serta menggunakan Portland Pozzolan Cement (PPC). Penggunaan proporsi agregat limbah dalam penelitian ini adalah 25%, 50%, 75% dan 100 % dari berat total agregat alami dengan umur pengujian 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji 48 buah (3 benda uji untuk setiap umur pengujian dan proporsi). Hasil kuat tekan dan modulus elastisitas akan dibandingkan dengan nilai teoritis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar penggunaan limbah beton, semakin besar penurunan yang terjadi pada nilai kuat tekan dan modulus elastisitas. Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan limbah pada beton dengan proprosi 25% menunjukkan penurunan rata-rata nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang cukup signifikan yaitu 45,39% dan 77,35%. Berlanjut proporsi berikutnya yaitu 50% menunjukkan penurunan 56,99% dan 77,45%. Proporsi 75% menunjukkan penurunan 61,65% dan 79,26%. Proporsi 100% menunjukkan penurunan 66,62% dan 79,12%. Proporsi paling optimum dari penelitian ini adalah proporsi limbah 25%. Variabilitas kualitas limbah mengakibatkan perbedaan sifat-sifat material beton yang dihasilkan dan cenderung menurunkan kuat tekan dan modulus elastisitas.
Perencanaan Tebal Lapis Perkerasan Kaku pada Underpass Cibubur dengan Metode Bina Marga dan NAASRA Muhammad Fakhruriza Pradana; Arief Budiman; Shally Ice Veronica
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4130.496 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i2.1637

Abstract

Jalan Trans Yogie, Cibubur sering mengalami kemacetan yang padatmaka pemerintah berencana membangun underpass di daerah Cibubur untuk mengantisipasi kemacetan.Perkerasan jalan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perkerasan kaku (rigid pavement) yaitu perkerasan struktur yang terdiri dari plat beton semen yang bersambung (tidak menerus), atau menerus, tanpa atau dengan tulangan terletak diatas lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan lapisan aspal sebagai lapis permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan, mengetahui perbedaan hasil perhitungan  tebal lapis perkerasan kaku dengan metode Bina Marga Pd T-14-2003 dan metode National Associations of Australian State Road Authorities (NAASRA) 1987 dan mengetahui biaya pembangunan perkerasan kaku pada Underpass Cibubur.Pengumpulan data dilakukan melalui survey data lalu lintas harian pada jalur tersebut dan nilai CBR dari Kementerian Pekerjaan Umum.Data yang didapat digunakan untuk menghitung tebal perkerasan kaku dengan metode Bina Marga 2003 dan NAASRA 1987.Berdasarkan dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan kaku pada Bina Marga 2003 adalah 24 cm dengan biaya Rp. 1.360.097.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm. Sedangkan NAASRA 1987 adalah 22 cm dengan biaya Rp. 1.269.563.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm
PERENCANAAN KEMBALI PERKERASAN JALAN KAKU DENGAN METODE BINA MARGA 2003 DAN AASHTO 1993 (STUDI KASUS RUAS JALAN MAJA-CITERAS) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Tita Indriyani Enggalita
Jurnal Fondasi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.288 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i2.1728

Abstract

Ruas Jalan Maja – Citeras merupakan jalan Provinsi yang menghubungkan Rangkas Bitung dan Tigaraksa dengan panjang ±12 km. Kondisi jalan saat ini tidak memenuhi syarat kelayakan jalan karena banyak mengalami kerusakan dan tidak mampu menampung kendaraan dengan beban angkut berlebih.Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan tebal Perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003 dan AASHTO 1993 yang memperhatikan beban berlebih serta mengetahui besar anggaran biaya yang diperlukan untuk tebal perkerasan kaku dengan 2 metode. Penelitian ini menganalisa tebal perkerasan kaku dengan membandingkan dua metode yaitu metode Bina Marga 2003 dan AASHTO 1993. Metode Bina Marga merupakan penyederhanaan dari metode AASHTO dengan menyesuaikan kondisi yang ada di Indonesia, sedangkan metode AASHTO 1993 dipilih karena metode ini dipakai secara umum di seluruh dunia untuk perencanaan tebal perkerasan jalan. Hasil yang diperoleh dari analisa dengan umur rencana 10 tahun, didapatkan tebal perkerasan kaku menggunakan Metode Bina Marga 2003 didapatkan 26 cm lebih besar dibandingkan dengan Metode AASHTO 1993 yang hanya mendapatkan 24 cm. Anggaran biaya perkerasan menggunakan metode BinaMarga 2003 memerlukan biaa sebesar Rp. 4,448,357,700.00 per 1 km lebih besar dari metode AASHTO 1993 dengan biaya sebesar Rp. 4,175,708,000.00 per 1 km
PREDIKSI EROSI LAHAN DENGAN METODE USLE Subekti .
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.826 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.1999

Abstract

Erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau butiran–butiran tanah dari suatu tempat ketempat lain oleh media alami.Erosi ditentukan dan dipengaruhi oleh faktor-faktor : iklim, topografi, vegetasi, tanah dan kegiatan manusia. Penelitian ini membandingkan antar prediksi erosi lahan dengan USLE dengan pengukuran langsung erosi lahan pada petak (damplot) pada lahan yang memiliki kemiringan 8,49 dan gundul. Dari perhitungan erosi dengan metode USLE dan pengukuran erosi secara langsung menunjukkan bahwa erosi dari perhitungan USLE menghsilkan erosi yang lebih besar dibandingkan denganpengukuran langsung di lapangan. Nilai dari tabel menunjukkan bahwa nilai perhitungan erosi lahan dengan USLE rata-rata 25,3% lebih tinggi. Berdasarkan angka perhitungan erosi metode USLE untuk jangka waktu 1 tahun menunjukkan bahwa erosi lahan sangat tinggi, sehingga pada tanah tersebut diperlukan tindakan konservasi tanah untuk mengendalikan erosi yang cukup besar
BETON NON-PASIR DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL DARI MERAK Zulmahdi Darwis; Baehaki Baehaki; Hery Supriyadi
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.516 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.2019

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang sedang berkembang dengan peningkatan pembangunan di setiap wilayah sedang berlangsung. Akibat dari meningkatnya pembanguan tersebut, kebutuhan akan bahan kontruksi pun akan meningkat salah satunya beton. Beton mengalami inovasi-inovasi terbaru seperti betonnon-pasir. Kekuatan beton non-pasir sangat dipengaruhi oleh faktor air semen dan jenis agregatnya. Penggunaan agregat lokal dari Merak sudah terjamin mutunya untuk digunakan dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agregat terhadap pembuatan beton non-pasir agar dihasilkan proporsi campuran yang ideal yaitu memberikan dampak positif terhadap kuat tekan, daya serap air, dan kuat lentur yang sesuai dengan kondisi di setiap wilayah.Penelitian ini merencanakan beton non-pasir dengan menggunakan Portland Pozzolan Cement dengan nilai faktor air semen 0,40. Metode penelitian ini yaitu dengan membandingkan penggunaan semen agregat dengan perbandingan rasio semen agregat 1:4, 1:6, 1:8, 1:10. Jumlah benda uji sebanyak 72 buah, dengan rincian 48 kuat tekan, 12 daya serap air, 12 kuat lentur. Dalam penelitian ini menggunakan cetakan silinder 15 cm x 30 cm dan cetakan balok 60 cm x 15 cm x 15 cm.Hasil pengujian ini menunjukan bahwa penggunaan rasio semen agregat 1:6 memberikan nilai kuat tekan dan kuat lentur tertinggi yang masing-masing sebesar 3,712 MPa dan 0,963 N/mm. Sedangkan untuk nilai daya serap air, nilai terbesar terdapat pada rasio semen agregat 1:4 sebesar 4,775%. Proporsi optimum pada penelitian ini adalah rasio semen agregat 1:6
STUDI KINERJA PELAYANAN BUS DAMRI NON AC KOTA SERANG (Studi Kasus Serang - Cikotok ) Dwi Esti Intari; Woelandari Fathonah; Muhammad Anggira Ferdiansyah
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.239 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3301

Abstract

Bus DAMRI Non AC Serang - Cikotok merupakan moda transportasi yang digunakan oleh mayoritas penduduk Banten Selatan, seiring dengan berjalannya waktu, permintaan konsumen atas pelayanan transportasi semakin meningkat, namun ketersediaan moda transportasi yang tersedia masih terbatas, sedangkan konsumen Bus DAMRI menginginkan pelayanan yang optimal dalam melakukan transportasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan adanya suatu studi tentang kinerja pelayanan Bus DAMRI dengan tujuan peningkatan pelayanan bagi pengguna jasa. Tingkat kepuasan pengguna jasa dapat diukur dengan menggunakan metode Service Quality. Metode ServQual merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna jasa atas pelayanan yang diberikan penyedia jasa, dengan cara melihat nilai  GAP antara kinerja dan harapan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada 50 responden, yang berisikan 17 atribut pertanyaan yang mengacu pada PM 98 Tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pengguna jasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan Bus DAMRI Non AC Serang - Cikotok. Hal ini dapat dilihat dari nilai dimensi pelayanan ServQual yang bernilai negatif yaitu pada dimensi Tangible (Bukti Fisik) -0,59, Reliability (Keandalan) -0,42, Responsiveness (Daya Tanggap) -0,76, Assurance (Jaminan)-0,58, dan Empathy (Kepedulian) -0,42. Secara keseluruhan dari evaluasi kinerja pelayanan Bus DAMRI,  diperoleh 60,87% atribut pelayanan yang dipenuhi berdasarkan PM 98 Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.
PERILAKU KERUNTUHAN SAMBUNGAN TIPE PELAT TUNGGAL PADA SAMBUNGAN BALOK ANAK DENGAN BAUT Baehaki Baehaki; Akhmad Aminullah; Suprapto Siswosukarto
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.923 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1232

Abstract

Sambungan dengan tipe pelat tunggal, menempatkan pelat sambung saling overlapping dengan pelat badan balok sehingga sumbu pelat menjadi tidak segaris dengan sumbu balok. Kondisi tersebut menghasilkan eksentrisitas pada gaya-gaya yang akan dipindahkan. Adanya eksentrisitas pada sambungan tipe pelat tunggal dan kekakuan pelat tidak mencukupi maka pelat cenderung untuk memuntir, hal tersebut dapat mengurangi kapasitas sambungan pelat tunggal. Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini yaitu, bagaimanakah perilaku keruntuhan dari sambungan tipe pelat tunggal pada sambungan balok anak dengan baut.Penelitian ini menyajikan hasil studi eksperimental yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus dapat menjelaskan dampak negatif dari penggunaan sambungan tipe pelat tunggal. Penelitian ini dengan 3 buah benda uji sambungan tipe pelat tunggal skala penuh yang dilakukan untuk menguji dampak dari dua parameter pengujian yaitu, eksentrisitas pada sambungan dan kekakuan dari pelat sambung.Dihasilkan dari semua hasil pengujian eksperimental, keruntuhan akhir dari semua benda uji adalah puntiran pada pelat (twisting).
ESTIMASI BIAYA PADA PROYEK PERUMAHAN (Studi Kasus Proyek Pembangunan Citra Serang Residence) Andi Maddeppungeng; Irma Suryani
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.518 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1249

Abstract

Pelaku pembangunan proyek konstruksi pembangunan perumahan di Indonesia pada umumnya tidak melakukan identifikasi biaya tidak langsung (Inderect Costs) secara detail serta diyakini tidak memiliki mekanisme yang akurat dalam menentukan besarnya masing-masing variabel biaya tidak langsung. Akibatdari tidak memiliki mekanisme yang akurat dalam estimasi biaya (estimated cost), terlebih dalam estimasi biaya tidak langsung sehingga keuntungan yang diperoleh tidak optimal bahkan tidak jarang mengalami kerugian. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang estimasi biaya pada proyek perumahan di proyek pembangunan Perumahan Citra Serang Residence.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya, besaran persentase biaya tidak langsung serta pola rantai pasok (Supply Chain) material dan pekerja pada proyek Perumahan Citra Serang Residence.Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat pada proyek tersebut, kemudian data yang diperoleh diolah mengggunakan softwareSPSS.20 untuk mengetahui karakteristik dari biaya tidak langsung tersebut.Dari hasil pembahasan diperoleh rata-rata nilai persentase Inderect Cost pada proyek perumahan sebesar 12.13 % dan pada proyek pembanding pada proyek konstruksi jalan adalah sebesar 6.59 %. Serta diperoleh kesimpulan bahwa estimasi biaya tidak langsung pada proyek perumahan sangat penting untukdilakukan.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RESIKO BIAYA KONTRUKSI PADA PROYEK DENGAN KONTRAK LUMPSUM DAN UNIT PRICE DI KOTA CILEGON MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Andi Maddeppungeng; Rindu Twidi Bethary; Eric Barzani
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.776 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i2.1630

Abstract

Jenis kontrak lumpsum memiliki sifat menyeluruh dengan jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga, Sedangkan pada kontrak unit price harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan pekerjaan dengan spesifikasi tertentu, pembayaran didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia jasa,. Maka berdasarkan sifat dari kedua jenis kontrak itulah perlu diadakannya analisis faktor penyebab resiko biaya kontruksi pada proyek dengan kontrak lumpsum dan unit price di kota Cilegon.Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam mengolah data primer berupa data hasil penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang mempunyai pengalaman dan pemahaman terhadap jenis kontrak lumpsum dan unit price, yang mana akan menghasilkan bobot / tingkat prioritas faktor-faktor dan pihak-pihak penyebab resiko biaya kontruksi pada proyek dengan kontrak lumpsum dan unit price khususnya di kota Cilegon.Hasil dari penelitian ini terbukti AHP dapat digunakan dalam topik penelitian ini dengan memperhitungkan nilai rasio konsistensi (CR), didapat pihak yang menyebabkan resiko biaya kontruksi berdasarkan peringkatnya adalah sub-kontraktor, supplier material, kontraktor, perencana, pemilik (owner), dan pengawas. Lalu faktor penyebab resiko biaya kontruksi pada proyek berdasarkan peringkatnya adalah ruang lingkup pekerjaan yang tidak lengkap dengan batas-batas lingkup kerja yang kurang jelas, perbedaan kondisi site lapangan dengan yang tercantum dalam kontrak, kenaikan harga material, keterlambatan pembayaran dari owner, adanya pekerjaan tambah kurang atau pekerjaan ulang (rework) akibat kurangnya pengawasan, perubahan spesifikasi & gambar, adanya pekerjaan yang bersifat baru (belum pernah dilakukan sebelumnya) atau pekerjaan dengan tingkat kesulitan tertentu, dan terakhir adalah terjadinya kecelakaan kerja. Untuk kategori level resiko, faktor perubahan spesifikasi & gambar pada kontrak lumpsump memiliki level resiko “High”, sedangkan faktor adanya pekerjaan tambah kurang atau pekerjaan ulang (rework) akibat kurangnya pengawasan memiliki level resiko “High” pada kontrak lumpsump dan unit price.
ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL KEBON JAHE SERANG BANTEN Arief Budiman; Intan Mardiyana
Jurnal Fondasi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.128 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i2.1725

Abstract

Persimpangan Kebon Jahe merupakan salah satu persimpangan dengan traffic light pada Kota Serang. Permasalahan pada simpang berupa lamanya tundaan sehingga mengakibatkan kemacetan. Kondisi initerlihat pada jam-jam sibuk yaitu pada saat jam masuk kerja dan pulang kerja sehingga perlu dilakukanpenelitian untuk mengurangi kemacetan yang terjadi dan memberikan alternatif untuk meningkatkan kinerja pada simpang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan survei dilapangan untuk mendapatkan data volume lalu lintas, waktu sinyal dan data geometri yang dibutuhkan untuk kemudian dianalisa dengan berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data arus lalu lintas yang digunakan pada penelitian ini adalah arus lalu lintas tertinggi yang terjadi pada hari kerja. Hasil penelitian simpang untuk kondisi eksisting menghasilkan derajat kejenuhan (DS) 1,17 dan tundaan (D) 208,10 det/smp. Nilai ini melebihi batas yang disarankan oleh MKJI 1997 untuk simpang bersinyal (DS < 0,75). Ada beberapa alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja simpang. Alternatif pertama mengatur ulang sinyal lalu lintas, menghasilkan DS = 0,82 dan tundaan (D) 62,37 det/smp. Alternatif kedua pelebaran geometrik, menghasilkan DS= 0,72 dan tundaan (D) 54,43 det/smp. Alternatif ketiga kombinasi pelebaran geometrik simpang dengan pengaturan ulang sinyal lalu lintas, menghasilkan DS = 0,50 dan tundaan (D) 49,61 det/smp. Alternatif keempat perancangan bundaran, menghasilkan DS = 0,44 dan tundaan lalu lintas (DT) 2,06 det/smp. Indikator dalam menilai kinerja simpang dilihat dari derajat kejenuhan (DS) dan tundaan simpang. Dari empat alternatif yang dicobakan, maka alternatif keempat merupakan alternatif terbaik meningkatkan kinerja

Page 10 of 31 | Total Record : 303