cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
ANALISIS PENGARUH KEMIRINGAN DASAR SALURAN TERHADAP DISTRIBUSI KECEPATAN DAN DEBIT ALIRAN PADA VARIASI AMBANG LEBAR Restu Wigati; Subekti .; Kiki Tri Prihatini
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.107 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.1998

Abstract

Dalam pengukuran debit aliran pada saluran, alat yang umum digunakan adalah ambang lebar, selain Thomson, pintu sorong dan ambang tajam. Alat ukur debit dengan metode ambang lebar banyak digunakan untuk mengukur debit pada bangunan irigasi. Sejauh ini belum ada penelitian mengenai pengaruh kemiringan dasar saluran terhadap distribusi kecepatan dan debit aliran pada variasi ambang lebar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemiringan dasar saluran (I) terhadap distribusi kecepatan (V) dandebit aliran (Q) pada variasi ambang lebar (A). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di Laboratorium Hidraulika Fakultas Teknik UNTIRTA dengan menggunakan ambang lebar buatan pada alat Standard Tilting Flume. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi kemiringan dasar saluran (I) dapatmeningkatkan kecepatan (V) dan debit aliran terukur (Q terukur) pada variasi ambang lebar (A). Hal ini dikarenakan energi kinetik diatas ambang telah dialihkan kedalam energi potensial disebelah hilir saluran, sehingga adanya ambang menyebabkan perubahan karateristik aliran seperti kecepatan dan atau turbulensi. Sedangkan variasi kemiringan dasar saluran (I) dapat menurunkan debit aliran teroritis (Qteroritis) pada variasi ambang lebar (A)
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DI LIMA WILAYAH DI INDONESIA TERHADAP BEBAN GEMPA DAN BEBAN ANGIN BERDASARKAN SNI 1726-2012 DAN SNI 1727-2013 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki; Akhmad Mursyidan
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4637.461 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.2018

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik utama diantaranya lempeng eurasia, lempeng indo-australia dan lempeng pasifik. Hal ini menjadi penyebab Indonesia sering mengalami peristiwa gempa bumi sehingga perlu analisis yang baik terhadap beban gempapada struktur bangunan. Selain beban gempa, beban angin merupakan beban yang perlu direncanakan sebagai beban lateral karena semakin tinggi struktur bangunan maka beban lateral akan semakin besar.Penelitian ini membahas tentang analisis struktur gedung bertingkat 9 lantai tipikal yang ditempatkan pada lokasi yang berbeda di lima wilayah Indonesia diantaranya Meulaboh Aceh, Kota Padang, Lebak Banten, Bantul Yogyakarta dan Timika Papua terhadap beban gempa (statik ekivalen dan respons spektrum)dan beban angin berdasarkan SNI 1726-2012 dan SNI 1727-2013.Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai simpangan terbesar akibat beban gempa sebesar 389,565 mm (Timika papua), 384.175 mm (Meulaboh Aceh), 349.47 mm (Kota Padang), 338.14 mm (Bantul Yogyakarta) dan 283,64 mm (Lebak Banten). Simpangan akibat beban angin sebesar 1.2155 mm (Lebak Banten, Bantul Yogyakarta dan Timika Papua), 3.025 mm (Kota Padang) dan 5.445 mm (Meulaboh Aceh). Simpangan yang terjadi tidak melebihi simpangan ijin yang disyaratkan. Struktur gedung aman terhadap kinerja stabilitas P-delta dan torsi sesuai SNI 1726-2012. Kontribusi akibat beban angin pada struktur gedung tidak terlalu signifikan dibanding beban gempa hal ini karena kecepatan angin tidak terlalu besar dan struktur pada gedung yang tidak terlalu tinggi
EVALUASI KINERJA DAN PELAYANAN GERBANG TOL EXISTING PELABUHAN BAKAUHENI BESERTA PENGARUH JALAN TOL TRANS SUMATERA TERHADAP GERBANG TOL EXISTING BAKAUHENI Muhammad Fakhruriza Pradana; Dwi Esti Intari; Sketsa Gusnawan
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.694 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3300

Abstract

Gerbang pelabuhan Bakauheni terletak di Kabupaten Lampung Selatan berfungsi sebagai akses masuknya transportasi menuju pelabuhan Bakauheni dan sebagai sarana penyebrangan laut.    Gerbang pelabuhan Bakauheni sangat berperan terhadap kelancaran arus lalu lintas, terutama di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja pelayanan gerbang tol pada kondisi eksisting dan kondisi aktifnya tol Trans Sumatera. Pengambilan data didasarkan pada data primer dan data sekunder. Metode analisa antrian yang dipakai adalah teori antrian FIFO. Berdasarkan hasil penelitian pada gerbang tol pelabuhan bakauheni  dapat diketahui bahwa gerbang tol pelabuhan bakauheni yang melayani kendaraan motor, kendaraan ringan & kendaraan berat sudah jenuh.waktu pelayanan existing kendaraan motor 19,23 detik maka jumlah kendaraan yang mengantri sebanyak -6 kendaraan dengan lama waktu mengantri sebesar -24,96 detik. untuk waktu pelayanan existing kendaraan ringan 39,47 detik maka jumlah kendaraan yang mengantri sebanyak -5 kendaraan dengan lama waktu mengantri sebesar -147,07 detik. untuk waktu pelayanan existing kendaraan berat 50,85 detik maka jumlah kendaraan yang mengantri sebanyak -4 kendaraan dengan lama waktu mengantri sebesar -143,15 detik Untuk meningkatkan kinerja pelayanan, dilakukan alternatif penambahan gerbang tol pada kendaraan motor sebanyak 1 buah gerbang dengan pelayanan 4,42 detik, kendaraan ringan sebanyak 1 buah gerbang dengan pelayanan 28,9 detik, sedangkan untuk kendaraan berat sebanyak 1 buah gerbang dengan pelayanan 32,8 detik.
ANALISIS STRUKTUR BETON BERTULANG SRPMK TERHADAP BEBAN GEMPA STATIK DAN DINAMIK DENGAN PERATURAN SNI 1726 2012 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.419 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1231

Abstract

Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi akibat pelepasan energi yang menciptakan gelombang seismik. Indonesia merupakan Negara yang rawan terhadap gempa bumi karena memiliki tiga lempeng tektonik yang besar. Besarnya parameter gempa dan respon spektrum diatur dalam SNI 1726 2012 yang merupakan revisi dari SNI 03 1726 2002.Penelitian ini membahas tentang perencanaan struktur beton bertulang SRPMK dengan bangunan 9 lantai pada lokasi gempa di Serang dengan tanah keras dimodelkan pada program ETABS v.9.6. Material yang digunakan beton bertulang dengan f’c 30 Mpa. Pembebanan yang ditinjau meliputi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) sesuai PPPURG 1987 dan beban horizontal (beban gempa dinamik respon spektrum dan statik ekivalen) sesuai SNI 1726 2012. Struktur bangunan dianalisis terhadap, simpangan, prilaku struktur, p-delta dan torsi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada dimensi kolom utama 550 mm x 550 mm balok utama 300 mm x 600 mm struktur gedung sudah mampu memikul beban gravitasi dan horizontal sesuai dengan faktor kenyamanan dan keamanan . Simpangan maksimum yang terjadi yaitu sebesar 26.4 mm (akibat respon spektrum) dan 25.85 mm (akibat statik ekivalen) tidak melewati batas simpangan yang diizinkan yaitu sebesar 67.31 mm, translasi tanpa mengalami torsi terjadi pada mode 1 dan 2, dan gaya geser dasar yang terjadi sebesar 1743.41 kN (akibat statik ekivalen) dan 1481.9 kN (akibat respon spektrum).
Analisis Kapasitas Dan Tingkat Kinerja Simpang Bersinyal Pada Simpang Palima Arief Budiman; Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.551 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1248

Abstract

Simpang Palima adalah simpang dengan empat lengan yang dilengkapi dengan sinyal lampu lalu lintas. Simpang yang terletak di Kota Serang, Banten ini menghubungkan antara Jalan Raya Serang – Pandeglang, Jalan Raya Palka, dan Jalan Syekh Moh. Albantani.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis berapa besar kapasitas dan tingkat kinerja simpang bersinyal di Simpang Palima, mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kapasitas simpang bersinyal, dan mengetahui bagaimana alternatif pemecahan masalah pada kinerja Simpang Palima tersebut. Penelitian simpang bersinyal ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kapasitas Simpang Palima pada pendekat utara yaitu sebesar 803 smp/jam, pendekat Selatan yaitu 1087 smp/jam, pendekat Barat yaitu 369 smp/jam, dan pendekat Timur yaitu 826 smp/jam. Berdasarkan hasil penelitian pada Simpang Palima dapat diketahui bahwa simpang mendekati jenuh dikarenakan pada pendekat Utara menghasilkan derajat kejenuhan (ds) sebesar 0,96 (ds > 0,75 ; jenuh), sedangkan pendekat Selatan, Barat dan Timur menghasilkan derajat kejenuhan (ds)masing – masing sebesar 0,52, 0,21, 0,31 (ds < 0,75 ; tidak jenuh). Panjang antrian tertinggi 97 m, besar nilai angka henti seluruh pada simpang adalah 0,75 stop/smp, dan tundaan rata – rata simpang yang dihasilkan adalah 41,96 det/smp dan masuk tingkat pelayanan simpang (LOS) dengan tingkat E (40 – 60 det/smp). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Palima dilakukan alternatif perbaikan jangka pendek dengan melakukan koordinasi lampu hijau dimana hasil derajat kejenuhan yang dihasilkan untuk pendekat Utara = 0,37, pendekat Selatan = 0,25, pendekat Barat = 0,14, dan pendekat Timur = 0,21. Tingkat pelayanan simpang meningkat menj adi B (5 – 15 detik)
ANALISA KARAKTERISTIK PARKIR TARIF DAN NON TARIF DI PUSAT PERBELANJAAN KOTA SERANG STUDI KASUS MALL OF SERANG (TARIF) DAN GIANT SERANG (NON TARIF) Rindu Twidi Bethary; Arief Budiman; Ihwan Nugraha
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.152 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i2.1629

Abstract

Parkiran yang ada di pusat perbelanjaan kota Serang yang semakin hari makin meningkat menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikaji, terutama karakteristik parkir yang ada di Mall Of Serang (Tarif) dan Giant Serang (Non Tarif). Metode penelitian  yang digunakan melakukan observasi, dan penentuan waktu pengambilan data. Hasil dari penelitian ini didapat kesimpulan bahwa perbedaan karakteristik parkir dari Mall Of  Serang dan Giant Serang dari kuisoner kebanyakan pengunjung tidak terpengaruh terhadap tarif parkir yang diberlakukan. Untuk kebutuhan parkir pada Mall Of Serang kapasitasnya masih cukup menampung kendaraan yang parkir, sedangkan untuk Giant Serang estimasi kebutuhan yang sesuai adalah dengan menggunakan metode kepemilikan kendaraan. Untuk alternatif penanganan masalah parkir yang sesuai untuk Giant Serang  yaitu pemberlakuan tarif parkir kombinasi atau progresif pada hari libur, sedangkan jangka panjangnya yaitu pembuatan lahan parkir baru.
PERENCANAAN BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN PORTLAND COMPOSITECEMENT DENGAN PENAMBAHAN WATER REDUCER C491 Zulmahdi Darwis; Muhammad Gilang Prabowo
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.722 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1720

Abstract

Teknologi dalam bidang konstruksi terus menerus mengalami peningkatan, dalam bidang konstruksi peningkatan tersebut mengarah kepada penggunaan beton mutu tinggi. Perkembangan teknologi dalam bidang pembuatan beton mutu tinggi mengakibatkan perkembangan pada material bahan pembentuk beton diantaranya  adalah semen. Produksi semen telah mengalami pergeseran dari OPC menjadi PCC (portland composite cement) dan PPC (Portland pozzolan cement). PCC dan PPC merupakan semen dengan karakteristik teknis hampir setara semen tipe I (OPC) serta penggunaan bahan tambah water reducer. Metode penelitian ini yaitu dengan membandingkan penggunaan kadar water reducer dengan persentase 0.8%, 1.2%, 1.6%, 2% perberat semen. Water reducer yang di gunakan pada  penelitian ini adalah bahan Ligno C 491. Hasil penelitian ini rata – rata kuat tekan beton pada umur 28 hari menggunakan bahan tambah C491 dengan persentase 0,8 % sebesar 37,180 Mpa dan merupakan nilai tertinggi sedangkan nilai kuat tekan rata- rata pada  penggunaan persentase 1,2 % sebesar 33,89 Mpa, nilai kuat tekan rata- rata pada  penggunaan persentase 1,6 % sebesar 32,107 Mpa dan nilai kuat tekan rata- rata pada   penggunaan persentase 2% sebesar 30,203 Mpa. Penggunaan water reducer lingo C491 dapat mengurangi penggunaan air pada persentase zat aditif 0.8% sebesar 2.11%, pada persentase zat aditif 1.2% sebesar 3.175%, pada persentase zat aditif 1.6% sebesar 4.23% dan pada persentase zat aditif 2% sebesar 5.29% air yang dapat dikurangi
ANALISIS SITE SPECIFIC RESPONSE SPECTRA GEMPA BERDASARKAN PARAMETER DINAMIS TANAH UNTUK WILAYAH CILEGON Enden Mina; Rama Indera Kusuma
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.766 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1990

Abstract

Prediksi site specific response gempa suatu daerah lokal merupakan langkah penting dalam mengestimasi pengaruh gempa. Kondisi tanah lokal mempengaruhi karakteristik gelombang gempa yang datang merambatselama terjadi gempa. Umumnya data tanah yang digunakan dalam analisis respon tanah terhadap gempa menggunakan hasil uji geoteknik Standard Penetration Test (SPT) berupa nilai N (pukulan Hammer) yangdikorelasikan dengan parameter dinamis tanah seperti kecepatan gelombang geser (Vs) atau maksimum modulus geser (Gmaks). Untuk mendapatkan Site specific response spectra wilayah Cilegon diperlukan Pengumpulan data gempa yang dapat mewakili kejadian gempa di wilayah Cilegon dengan periode ulang 500 tahun serta data teknistanah baik fisik maupun mekanis dan uji SPT tanah. Hasil yang ingin didapatkan dari Site specific response spectra untuk wilayah Cilegon dapat memberikan input untuk melengkapi data percepatan gempa dilokasi ini untuk desain rencana bangunan yang mempertimbangkan aspek kegempaan
EVALUASI KINERJA PELAYANAN STASIUN KERETA API BOGOR DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT Dwi Esti Intari; Irma Suryani; Iswati Septya
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.146 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.2013

Abstract

Stasiun Bogor merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Stasiun Bogor termasuk kedalam kelas Stasiun Besar. Namun pembangunan dan perbaikan saat ini terus dilakukan di Stasiun Bogor, hal ini karena memiliki kendala tidak cukupun tuk melayani volume penumpang pengguna jasa. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Bogor saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor, Kota Bogor.Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dengan melakukan pengamatan di Stasiun Bogor untuk mengevaluasi kondisi Stasiun Bogor saat ini yang akan dibandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Apidan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Bogor secara langsung kepengguna jasa dengan menggunakan metode perhitungan ServQual (Service Quality).Hasil pengamatan langsung kondisi Stasiun Bogor, Stasiun Bogor memenuhi 88,2% fasilitas yang diatur dalam Permenhub No. 48 tahun 2015. Secara keseluruhan persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor adalah belum memuaskan, hal ini dapat dilihat dengan nilai GAP yang masih minus
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN LAJU EROSI DI KOTA DENPASAR DAN KABUPATEN BADUNG DENGAN CITRA SATELIT SPOT Putu Aryastana; I Made Ardantha; Ni Komang Ayu Agustini
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.851 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2634

Abstract

Analisa perubahan garis pantai dan laju erosi pantai sudah banyak menggunakan citra satelit. Pemanfaatan citra satelit dalam monitoring dan analisa perubahan garis pantai sudah banyak dilakukan, antara lain: Landsat, Quickbird, Allos dan IKONOS. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap perubahan garis pantai dengan dengan membandingkan 2 (dua) buah citra satelit yaitu data citra satelit SPOT 5 pada tahun 2009 memiliki resolusi spasial 10 m (multispectral) danSPOT 6/SPOT 7 pada tahun 2015 yang memiliki resolusi hingga 1.5 m untuk kawasan pantai di Kota Denpasar dan Kabupaten BulelengKabupaten Buleleng. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai data dasar (data base) dalam pengambilan keputusan untuk penanganan kawasan pantai. Rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kota Denpasar adalah sebesar 7.46 m, sedangkan rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kabupaten Badung adalah sebesar 13.75 m. Rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kota Denpasar adalah sebesar 1.07 m/tahun, sedangkan rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kabupaten Badung adalah 1.96 m/tahun.

Page 8 of 31 | Total Record : 303