cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PEMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN PADA PERUMAHAN PONDOK CILEGON INDAH KOTA CILEGON Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Muhamad Ferhad
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.781 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1991

Abstract

Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI) memiliki kurang lebih 5087 unit rumah yang dapat membangkitkan pergerakan menuju pusat kegiatan seperti perkantoran, pendidikan, dan lain-lain yang berada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan bangkitan pergerakan serta menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bangkitan pergerakan pada perumahan PCIsehingga dapat disiapkan langkah antisipasi apabila terjadi permasalahan transportasi yang disebabkan pembangunan perumahan sejenis atau pertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini dilakukan terhadap 98 kepala keluarga yang bermukim di perumahan PCI dengan menggunakan metode sampling acak sederhana. Hasil survey dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda untuk mendapatkan model yang paling sesuai dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20. Model terbaik untuk bangkitan pergerakan pada perumahan PCI adalah Y = 0,256 + 0,748X6+ 0,839X7 + 0,115X8 dengan R2= 0,872, F-hitung = 220,449 dan thitung masing-masing 2,965, 12,779, 21,042, 2,429 dan SEE = 0,34627 dimana X6 adalah jumlah anggota keluarga bekerja, X7 adalah jumlah anggota keluarga bersekolah, dan X8 adalah jumlah mobil
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA-LABA PADA GEDUNG SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD ) 1 PUSAT PEMERINTAHAN TANGERANG SELATAN Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Nursoliha .
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.793 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.2014

Abstract

Gedung Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)1 Pusat Pemerintahan Tangerang Selatan dengan luas 784 m2 yang berada di Jl. Raya Maruga Pamulang II adalah salah satu bangunan yang menggunakan pondasi konstruksi sarang laba-laba (KSLL).Pondasi Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) merupakan kombinasikonstruksi bangunan bawah konvensional yang merupakan perpaduan pondasi plat beton pipih menerus yang di bawahnya disatukan oleh rib-rib tegak. Kombinasi ini menghasilkan kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan sehingga membentuk sebuah pondasi yang memiliki kekakuan (rigidity) jauh lebih tinggi dibandingkan sistem pondasi dangkal lainnya. Pondasi ini bisa digunakan untuk gedung 2 - 8 lantai dan mampu bekerja seperti perahu yang diterjang ombak ketika mendapatkan goncangan gempa.Penelitian ini membahas mengenai daya dukung dan penurunan pondasidimana perhitungannya menggunakan software ETABS untuk mengetahui beban pada setiap kolom, metode Mayerhof pada perhitungan daya dukung pondasi, metode Newmark untuk menghitung tekanan pada lapisan tanah serta software PLAXIS untuk daya dukung dan penurunan pondasi.Berdasarkan hasil analisa diperoleh beban total kolom maximum hasil dari ETABSsebesar 20505,14 KN, daya dukung ultimit (qult) dengan menggunakan metode Mayerhof diperoleh sebesar 737.426912 KN/m2, nilai Safety Factor (SF) secara manual adalah sebesar 8.05. sedangkan nilai SF yang dihasilkan dari software plaxis yaitu 13,6.Menurut analisa penurunan total pondasi konstruksi sarang laba-laba (KSLL) adalah sebesar sebesar 14,539 cm sedangkan hasil pemodelan pada PLAXIS didapat nilai penurunan sebesar 13,5 cm. Dimana yang penurunan terjadi lebih kecil dari penurunan yang disyaratkan sehingga dapat disimpulkan pondasi KSLL cukup aman
ANALISIS PARAMETER MODEL TANAH NONLINEAR ELASTOPLASTIC MENGGUNAKAN PLAXIS 2D UNTUK STUDI KASUS GALIAN-DALAM Woelandari Fathonah
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.365 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i1.3166

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada penentuan parameter model tanah nonlinear elastoplastic dengan melakukan prediksi balik paramater tanah. Prediksi balik parameter tanah dilakukan dengan cara menentukan parameter preliminary terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan konstitutif standar setelah itu, dilakukan prediksi balik melalui curve fitting. Prediksi balik dilakukan dengan bantuan Plaxis 2D yaitu dengan mencocokkan hasil pengujian dengan soil test pada Plaxis 2D. Model konstitutif tanah yang digunakan yaitu model Mohr Coulomb, Hardening Soil dan Soft Soil. Dari ketiga model tanah yang digunakan menunjukkan hasil prediksi balik yang baik. Tetapi untuk model Hardening soil menunjukkan kurva stress-strain nya lebih mendekati dengan hasil laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan terhadap dua studi kasus galian dalam.
PERENCANAAN BUNDARAN PADA SIMPANG (Studi Kasus Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Kyai H. Yasin Beji - Jalan Warnasari - Jalan Semang Raya, Cilegon) Muhammad Fakhruriza Pradana; Andi Maddeppungeng
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.146 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1227

Abstract

Simpang Jalan Jenderal Sudirman – jalan Kyai H.Yasin Beji – jalan Warnasari – Jalan Semang Raya adalah salah satu simpang di Kota Cilegon yang memiliki permasalahan lalu lintas. Dimana pada jam-jam tertentu tepatnya jam puncak seperti pagi hari, siang hari dan sore hari sering terjadi masalah lalu lintaskarena pada simpang ini melayani arus lalu lintas ke arah pusat Kota Cilegon, Kawasan Perindustrian, Komplek Perumahan PT. Krakatau Steel dan Damkar. Tingginya volume lalu lintas yang melewati simpang ini menyebabkan terjadinya pertemuan kendaraan yang cukup padat. Oleh karena itu diperlukan pengendalian persimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk perencanakan bundaran pada simpang bersinyal dengan perencanaan bundaran untuk 10 tahun ke depan serta dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Pengambilan data volume lalu lintas adalah dengan melakukan survei pada jam puncak pagi, siang dan sore dalam 1 hari.Hasil dari survei didapat volume lalu lintas tertinggi sebesar 7.286 kend/jam yang terjadi pada jam 07.0008.00.Pada perhitungan analisa kinerja simpang menyatakan bahwa keadaan simpang (eksisting) sudah dalam kondisi jenuh dengan DS > 0,75. Perencanaan bundaran atau tipe jalinan yang didapat adalahR14-22. Hasil analisa kinerja bundaran perencanaan 10 tahun dengan i =7,35% (kendaraan roda 4 atau lebih) dan i = 15,62% (kendaraan roda 2), didapat DS pendekat A = 0,61, DS pendekat B =0,70, DS pendekat C=0,74, DS pendekat D=0,16. Hal ini menyatakan bahwa pengendalian persimpangan dengan bundaran mampu mempertahankan kejenuhan sampai dengan tahun ke-10 dengan DS pada semua pendekat < 0,75. Total RAB untuk pekerjaan perkerasan aspal Laston (AC), penimbunan tanah bundaran, pemasangan kanstin, pekerjaan taman dan pengecatan kanstin adalah Rp. 466.716.269,Kata Kunci: MKJI 1997, Simpang Bersinyal, Jalinan, Bundaran, Rencana Anggaran Biaya (RAB)
ANALISIS PERBANDINGAN SIMPANGAN HORISONTAL ( DRIFT ) PADA STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA DENGAN 3) MENGGUNAKAN PENGAKU LATERAL (BRACING ) BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012 Soelarso Soelarso; Baehaki Baehaki
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.47 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1244

Abstract

Indonesia sering dikejutkan dengan berbagai macam bencana alam, terutama gempa.Hal ini terjadi karena Indonesia berada di pertemuan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.Solusi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan akibat menahan gempa lateral yang ditimbulkan akibat gempa salah satunya adalah dengan penambahan pengaku lateral (bracing) pada elemen struktur portal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perubahan simpangan horizontal padagedung kontruksi baja yang menerima beban gempa dan beban angin setelah menggunakan V-Bracing dan Inverted V-Bracing dan mengetahui perbedaan hasil simpangan horizontal antara SNI 2002 dengan SNI 2012.Hasil dari analisis menunjukan bahwa beban gempa dipengaruhi oleh faktor respons gempa. SNI 2012 memiliki faktor respon gempa dan kombinasi pembebanan lebih besar daripada SNI 2002 sehingga simpangan gedung antar lantai yang terjadi berdasarkan SNI 1726-2012 lebih besar dibandingkan denganSNI 1726-2002. Penambahan pengaku lateral (bracing) pada struktur gedung, bresing Inverted V lebih unggul mengurangi simpangan horizontal (drift) akibat gaya gempa statik ekuivalen hingga mencapai 74,65% pada arah X dan 75,06% pada arah Ydibandingkan dengan bresing V
PENGARUH TQM ( TOTAL QUALITY MANAGEMENT ) DAN SCM ( SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ) TERHADAP DAYA SAING PADA INDUSTRI KONSTRUKSI ( STUDI KASUSPADA KONTRAKTOR BERSERTIFIKAT ISO 9001 DI DKI JAKARTA ) Andi Maddeppungeng
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.557 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1262

Abstract

Perusahaan yang bergerak dibidang industri konstruksi yang menerapkan Total Quality Management (TQM) di era globalisasi inilah yang menuntut kontraktor memakai sistem TQM maupun SCM, agar dapat menghasilkan kebutuhan sesuai dengan permintaan pelanggan.Penerapan sistem tersebut berlaku bagi kontraktor swasta/negeri agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.Konsep penelitian ini, mengembangkan variabel Total Quality Management (TQM), variabel Manajemen Supply Chain Management (SCM) (aliran barang, uang, informasi), dan variabel daya saing (biaya, waktu, mutu). Serta menguji pengaruh TQM dan SCM terhadap daya saing pada industri konstruksi secara terpisah ataupun secara bersamaan. Dengan menggunakan kuisoner sebagai alat ukur dan softwareAMOS v.21 untuk aplikasi pengolahan data.Hasil menunjukkan bahwa pengaruh TQM terhadap daya saing industri konstruksi pada hasil path diagram analisis adalah sebesar 0,441 atau 44%. Serta pengaruh SCM terhadap daya saing adalah sebesar 0,547 atau sebesar 55%. Sedangkan TQM berpengaruh besar dan signifikan terhadap SCM sebesar 0,819 atau sebesar 82%
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN METODE CPM Andi Maddeppungeng; Rindu Twidi Bethary; Fisi Rayigianti
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.744 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1716

Abstract

Proyek memerlukan tindakan pengendalian dari segi biaya dan waktu. Sebelum dilakukan tindakan pengendalian biaya dan waktu dengan crash, perlu diketahui terlebih dulu perkiraan waktu, biaya dan kinerja proyek yang telah berlangsung hingga akhir proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja proyek dan mendeteksi sedini mungkin perkiraan waktu dan biaya pada akhir proyek. Kemudian kita dapat melakukan pengendalian waktu dan biaya dengan optimasi melakukan crash dengan penambahan jam kerja (lembur) agar mendapatkan biaya dan waktu optimal. Penelitian ini menggunakan Metode Earned Value untuk memperkirakan waktu dan biaya akhir proyek, CPM untuk mendapatkan kegiatan jalur kritis yang akan di crashing agar mendapatkan waktu dan biaya optimal, crashing dengan cara penambahan jam kerja/lembur serta menggunakan bantuan program LINDO.Hasil penelitian Metode Earned Value yaitu pada akhir proyek pengeluaran biaya Rp.10.282.426.190,74 lebih besar dari anggaran rencana sebesar Rp.8.205.410.000,00 dan perencanaan waktu proyek tepat waktu selama 364 hari. Hasil penelitian metode CPM yaitu didapat 8 pekerjaan jalur kritis. Hasil analisis pada metode crash didapat total durasi crash 39 hari dari durasi normal 364 hari, durasi setelah crash menjadi 325 hari dengan biaya total setelah crash Rp 7.607.109.881,00 dari biaya total normal sebesar Rp 7.583.775.188,49. Maka didapat penambahan biaya setelah crash sebesar Rp  23.334.692,89. Hasil analisis menggunakan program LINDO yaitu pada jumlah total durasi crash sebesar 100 hari didapat tambahan biaya langsung sebesar Rp 35.746.380. Pada perhitungan manual didapat tambahan biaya langsung sebesar Rp 35.746.380 maka dapat disimpulkan hasil output tambahan biaya langsung dari LINDO sama dengan perhitungan manual. Kemudian pada grafik hubungan antara waktu dan penambahan biaya langsung pada percepatan durasi proyek X didapat waktu 35 hari dari waktu normal 364 hari setelah di crash menjadi 329 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp.11.000.000
NORMALISASI SUNGAI CIBEBER HM 21 + 00 SAMPAI DENGAN HM 36 + 00 (PANJANG 1500 METER) Restu Wigati; Soedarsono .; Ai Nur Azizah
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.991 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1986

Abstract

Sungai Cibeber merupakan salah satu sungai di DAS Cibeber yang pemanfaatannya untuk kebutuhan irigasi yang terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Tujuannya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir yang mengalir di Sungai Cibeber dan untuk mengetahui apakah Sungai Cibeber ini masih mampu atau tidak untuk menampung kelebihan air dari debit yang direncanakan. Analisis yang dilakukan meliputi perhitungan hujan kawasan dengan menggunakan data curah hujan stasiun Cilegon dan stasiun Keramat Watu tahun 2000 – 2011 dengan rumus Rata-Rata Aljabar, Analisa Frekuensi untuk menentukan parameter statistik, penentuan distribusi probabilitas menggunakan Uji ChiKuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorof, penentuan debit banjir periode ulang 25 dan 50 tahun menggunakan rumus Rasional dan Weduwen, pengecekkan dimensi saluran eksisting di beberapa titik yang sering mengalami kondisi banjir, normalisasi penampang melintang Sungai Cibeber di beberapa titik yang mengalami banjir. Hasil analisis data diperoleh distribusi yang cocok yaitu Distribusi Gumbel dengan nilai debit banjir rancangan pada kala ulang 25 tahun adalah 109,41 m3/s dan kala ulang 50 tahun adalah 123,005 m/s. Kondisi eksisting Sungai Cibeber di 8 titik yang ditinjau saat ini tidak aman terhadap debit yangdirencanakan. Analisis dimensi sungai yang terpilih adalah alternatif 3 untuk dapat menyelesaikan banjir dengan dimensi yang berbeda-beda pada setiap titik
ANALISIS EFEK JENTRIFIKASI PADA FASAD DI KAWASAN KEMANG JAKARTA SELATAN SEBAGAI KAJIAN PENGEMBANG PERKOTAAN Irma Suryani; Andi Maddeppungeng
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.757 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2005

Abstract

Jentrifikasi adalah fenomena yang sering terjadi di beberapa kota di beberapa Negara. Jentrifikasi dimaksudkan untuk mengontrol kaum urban dan dapat menjadi suatu strategi untuk mengembangkan pusat kota. Walaupun strategi tersebut masih jarang diterapkan di kota-kota di Indonesia tetapi Kemang dapatmenjadi contoh kasus yang dapat merepresentasikan fenomena jentrifikasi di Jakarta dan kota lain di Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah telah terjadi jentrifikasi di Jalan Kemang Raya, dan bagaimana proses serta efek yang ditimbulkan jentrifikasi pada aspek fisik Kawasan Kemang Raya. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan mengidentifikasi indikasi-indikasi yang mengarah kepadapembuktian terjadinya jentrifikasi di kawasan tersebut, sehingga penelitian ini menggunakan paradigma atau metode pendekatan positivisme, yaitu melakukan penelitian berdasarkan pada fakta-fakta empiris. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jentrifikasi di wilayah Jalan Kemang memberikan pengaruh positif baik secara fisik dan non-fisik. Pengaruh non-fisik dapat dilihat dari perubahan fungsi wilayah tersebut dari rumah tinggal menjadi daerah komersial, harga lahan, populasi dan struktur pemukiman berubah. Pengaruh tersebut membawa perubahan terhadap karakter lingkungan yang berubah dari citra pemukiman menjadi citra komersial yang membawa perubahan tampilan (fasad) wilayah tersebut. Perubahan fasad dipengaruhi oleh penyesuaian fungsi bangunan dari rumah menjadi bangunan komersial. Perubahan fasad pada bangunan-bangunan tertentu menunjukkan adanya perbedaan dasar jentrifikasi yang terjadi di wilayah tersebut. Pada bagian jalan yang mengalami jentrifikasi pada tahap penetrasi, perubahan fasad tidakseluruhnya terjadi, dimana beberapa bangunan yang fungsinya belum berubah masih tetap ada. Pada tahap invention dan succession, perubahan fasad pada bangunan-bangunan seluruhnya berubah dari tempat tinggal menjadi bangunan komersial
PENGARUH TIGA VARIASI TIPE PEREKAT LABUR DAN PENGGUNAAN PASAK VERTIKAL PADA JARAK 15 CM TERHADAP KUAT GESER BALOK BAMBU LAMINASI Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Muhammad Afiff Isnaini
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.045 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2476

Abstract

Penggunaan balok bambu laminasi menjadi alternatif sebagai salah satu unsur bahan bangunan. Teknik laminasi seperti ini mampu digunakan untuk membentuk bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan konstruksi dalam ukuran besar. Penelitian–penelitian sebelumnya telah banyak mengulas kekuatan balok bambu laminasi, tipe keruntuhan dan pola retak. Beberapa pengujian terhadap kuat geser dengan penggunaan perekat labur 60#MDGL, mengakibatkan patahan secara parsial atau patahan geser antar material bambu dan bukan terjadi pada perekat.Penelitian ini diarahkan untuk membuat balok bambu laminasi tanpa menggunakan kulit luar bambu dengan menggunakan variasi 3 tipe perekat labur dan penggunaan pasak vertikal dengan jarak optimum 15 cm, sehingga dapat ditentukan tipe perekat labur yang mempunyai kekuatan optimum dan kekuatan pasak dalam pembuatannya. Perbandingan ukuran atau dimensi balok antara tinggi balok dan lebarnya yaitu 2 : 1 berukuran (12 cm x 6 cm). Selanjutnya diuji kekuatan balok tersebut terhadap kekuatan geser dan lentur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kekuatan geser yang signifikan diantara ketiga variasi lem. Kekuatan Balok tertinggi adalah benda uji 50#MDGL Ligno dengan nilai beban 20,6 KN dengan lendutan sebesar 22,5 mm. Tegangan geser rata-rata balok laminasi yang didapat adalah 4,43 Mpa.  Kekuatan ini masih lebih besar dari kekuatan balok kayu pada umumnya dimana tegangan geser kayu kuat kelas II sebesar 1,25 Mpa

Page 11 of 31 | Total Record : 303