cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
ANALISIS TERHADAP VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PEMBERLAKUAN STANDAR MUTU PADA PEKERJAAN PEMELIHARAAN JALAN DI PROPINSI BANTEN Rina Susanti
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.436 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3306

Abstract

Setiap tahun pemerintah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan terhadap ruas-ruas jalan di seluruh Indonesia baik pada jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota, akibat terjadinya kerusakan dini pada ruas jalan tersebut. Demikian pula halnya dengan jalan-jalan di Provinsi Banten. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis tingkat penerapan standar mutu apakah sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan menganalisis variabel apa yang paling dominan dalam menentukan mutu pekerjaan jalan dengan menggunakan metode analisis komponen utama. Pengumpulan data terhadap pendapat para responden dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner yang berkaitan dengan bidang pekerjaan konstruksi jalan di ruas jalan Serang-Pandeglang. Kuesioner tersebut berisi 22 pernyataan yang mengeskpresikan 5 variabel yaitu sumber daya manusia, material/ bahan, peralatan, metode pelaksanaan dan pengujian material. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 22 pertanyaan, ada satu item pertanyaan pada kuesioner yang dinyatakan tidak valid sehingga harus dibuang. Setelah dilakukan analisis deskriptif maka diketahui bahwa secara umum hanya sekitar 40-60% responden yang menyatakan bahwa kontraktor hampir selalu/ selalu melaksanakan 21 pernyataan dalam kuesioner. Hal ini mengindikasikan bahwa baik pelaksana maupun pengawas tidak secara konsisten menerapkan standar mutu sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Berdasarkan hasil analisis faktor dengan menggunakan analisis komponen utama diperoleh 3 faktor yang mempengaruhi penerapan standar mutu pekerjaan jalan. Pada faktor 1 sub variabel yang paling berpengaruh adalah melakukan kalibrasi semua peralatan/ mix design dan memastikan kesiapan alat  (loading factor 0,811). Pada faktor 2 sub variabel yang paling berpengaruh adalah melakukan pemadatan terakhir tidak kurang dari dua lintasan (loading factor 0,788). Pada faktor 3, sub variabel yang paling berpengaruh adalah pengujian hasil campuran aspal untuk mencari nilai stability, void, kadar aspal, flow, density (loading factor 0,860).
PEMANFAATAN LIMBAH BOTTOM ASH SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DALAM PEMBUATAN BETON Zulmahdi Darwis; Soelarso Soelarso
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.622 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1226

Abstract

Penggunaan batubara sebagai sumber energi menghasilkan limbah padat berupa bottom ash dan fly ash dari hasil pembakaran.Pemanfaatan limbah bottom ash khususnya yang dihasilkan oleh PT. Styrindo Mono Indonesia masih belum optimal, maka perlu dilakukan penelitian sebagai aplikasi teknologi materialberkelanjutan, agar dapat mengatasi pencemaran lingkungan salah satunya sebagai bahan baku pembuatan beton.Penelitian ini membandingkan antara beton normal (tipe-A) dengan beton yang pemakaian agregat halus nya diganti oleh bottom ash, dengan variasi kondisi bottom ash yang masih alami (tipe-B), lalu kondisi dicuci dikeringkan dalam oven selama ± 24 jam (tipe-C), dan kondisi dicuci dikeringkan oleh sinar matahari (tipe-D). Jumlah benda uji beton sebanyak 60 buah, dengan variasi umur beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari dan 56 hariHasil penelitian ini menyatakan limbah bottom ash dapat difungsikan sebagai substitusi agregat halus dalam pembuatan beton, dengan dicuci (dibersihkan) terlebih dahulu untuk menghilangkan kotorankotoran organik dan menurunkan kadar karbon. Nilai hasil pengujian pada umur 56 hari menunjukan hasil rata-rata kuat tekan beton normal (tipe A) sebesar 23,64 MPa. Tipe B mengalami penurunan nilai kuat tekan dari beton normal yaitu sebesar 20,35 % dengan nilai kuat tekan sebesar 18,83 MPa. Beton tipe C menghasilkan peningkatan kuat tekan sebesar 5,09 % dari beton normal dengan nilai kuat tekan yang lebih besar diantara tipe lainnya, yaitu sebesar 24,84 MPa. Beton tipe D mengalami penurunan kuat tekan sebesar 3,59 % dari beton normal dengan nilai kuat tekan sebesar 22,79 MPa.Kata Kunci : Beton, Kuat Tekan, Bottom Ash
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1 (Studi kasus sub DAS Cisimeut hilir HM 0+00 Sampai dengan HM 69+00 ) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.589 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1243

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku sehingga keberadaannya sangat penting dalam menunjang kebutuhan manusia. Seiring dengan perubahan kondisi di wilayah sungai, perubahan tataguna lahan dan pertumbuhan penduduk membuat sungai tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan banyak kerugian dan merugikan masyarakat.Banjir juga dapat merusak bangunan, lahan pertanian, sarana dan prasarana, lingkungan hidup serta merusak tata kehidupan masyarakat di wilayah Banten, khususnya di Sub-DAS Cisimeut. Banjir terjadi karena meluapnya sungai, dan berkurangnya luas daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir yang ada di Kecamatan Lebak, yang didasarkan pada daya tamping dengan debit yang terjadi, memberi solusi alternatif dari permasalahan banjir tersebut, dan mengetahui mampu atau tidaknya kondisi segmen DAS Cisimeut Hilir menampung debit aliran sungai untuk kala ulang50 tahun. Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi tampang lintang Sub-DAS Cisimeut. Hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu = 128,26 mm, hujan jam-jaman dengan metode ABM (Alternatif Block Methode),berdurasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 69.96 mm Sedangkan debit rencana dengan metode Snyder didapat nilai debit puncak sebesar 1566,439 m3/s, adapun dengan menggunakan metode metode SCS didapat nilai debit puncak sebesar 1217,22 m3/s, setelah nilai debit diketahui, hitungan dilanjutkan menggunakan software untuk mengetahui kapasitas tampung sungai menggunakan aliran Steady flow dan aliran Unstaedy flow.Sub-DAS Cisimeut tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya normalisasi Sungai, atau alternatif lain sehingga aliran air dapat ditampung oleh sungai Cisimeut
ANALISIS SISTEM DINAMIK KETERSEDIAAN BAJA PROFIL SEBAGAI INFRASTRUKTUR (Studi Kasus : Kota Cilegon) Andi Maddeppungeng
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.681 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1260

Abstract

Ketersediaan Infrastruktur yang baik merupakan salah satu faktor utama yang diperlukan dalam mendorong perekonomian suatu Negara.Penyebab rendahnya daya saing dan terhambatnya percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah ketersediaan infrastruktur yang kurang memadai.Ketersediaan material yang memungkinan untuk mencapai kondisi tersebut adalah baja.Perkembangan penggunaan material baja dalam dunia konstruksi baja di tanah air akhir-akhir ini mengalami kemajuan yang cukup pesat.Penggunaan Baja Profil pada bangunan bertingkat, gedung, pembangunan jembatan dengan bentang panjang, Menara Listrik dan sebagainya. Di provinsi Banten terdapat beberapa pabrik penyuplai kebutuhan Baja Profil terbesar salah satunya adalah PT Krakatau Wajatama yang berada di kota Cile gon. Agar dapat memenuhi kebutuhantersebut, dapat dilakukan dengan cara melakukan study dan mengambil kebijakan dengan teknik simulasi untuk memenuhi kebutuhan baja profil di kota cilegon pada masa yang akan datang yaitu dengan pendekatan System dynamic. Faktor pembentuk system yaitu produksi dan konsumsi, kemudian hubungan sebab-akibat antara faktor satu dengan lainya diamati menggunakan causal loop diagram dan terakhir model diformulasikan untuk melihat prilaku model kemudian di lakukan uji validasi.Berdasarkan hasil Permodelan dan simulasi, disusun skenario kebijakan yang ditempuh untuk meramalkan persediaan. Berdasarkan hasil analisis bahwa produksi dan konsumsi Baja Profil di Kota Cilegon pada tahun 2006-2025 terjadi fluktuatif atau terjadi kenaikan dan penurunan, namun PT kraktau Wajatama masih dapat memenuhi kebutuhan Baja Profil di Kota Cilegon, karena membangunan Infastruktur di Kota Cilegon hanya sedikit sehingga ermintaan atau konsumsi Baja Profil relatif kecil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak perlu ada penambahan pabrik Baja Profil di Kota Cilegon.
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN PROJECT CRASHING DAN TAHAPAN DETERMINISTIK LEAST COST SCHEDULING Andi Maddeppungeng; Azhara Yudha Pradipta
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.822 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1715

Abstract

Suatu proyek dilaksanakan dengan biaya dan durasi yang telah direncanakan sebelumnya, tetapi dalam pelaksanaannya sering kali tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Durasi awal proyek Pembangunan Pabrik Pipa Baja Tanpa Kampuh (Seamless Steel Pipe) PT. Artas Energi Petrogas, Cilegon yaitu 330 hari, tetapi diperpanjang selama 430 hari. Keterlambatan di dalam suatu proyek bisa disebabkan oleh beberapa hal, maka dilakukan percepatan untuk mengatasi keterlambatan tersebut. Project Crashing dan Least Cost Scheduling merupakan metode yang sering digunakan untuk melakukan percepatan guna memperoleh biaya dan durasi optimal. Schedule normal dibuat network planning, yaitu PDM (precedence diagram method) untuk kemudian diidentifikasi item pekerjaan mana saja yang termasuk ke dalam jalur kritis. Jalur kritis inilah yang selanjutnya yang akan diperpendek durasinya dengan alternatif project crashing yang dilakukan adalah dengan penambahan jam kerja (lembur). Setelah melakukan analisis pendekatan studi kasus pada proyek Pembangunan Pabrik Pipa Baja Tanpa Kampuh (Seamless Steel Pipe) PT. Artas Energi Petrogas, didapatkan hasil biaya optimal jika memilih durasi normal 430 hari dengan total biaya Rp 26.457.738.538 dan waktu akan optimal jika memilih biaya Rp 29.926.478.323 (setelah crashing) dengan total durasi 331 hari
ANALISIS BANJIR SUNGAI CILIWUNG (STUDI KASUS RUAS SUNGAI LENTENG AGUNG-MANGGARAI) Restu Wigati; Wahyudin .
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.413 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1985

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan sungai yang memiliki fungsi yang sangat penting dan memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena sungai ini mengalir melalui tengah Kota Jakarta, melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat penduduk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi terjadinya banjir di Sungai Ciliwung pada ruas Lenteng Agung-Manggarai dengan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan harian selama 16 tahun dari 4 stasiun hujan, peta DAS Ciliwung, gambar melintang dan memanjang SungaiCiliwung. Langkah perhitungannya dimulai dari pemilihan data curah hujan harian, metode kurva massa ganda, analisis hujan DAS dengan poligon Thiessen, analisis frekuensi, uji Chi-Kuadrat dan uji Smirnov Kolmogorov, dilanjutkan dengan analisis hujan rencana kala ulang 50 tahun, analisis debit rencana kala ulang 50 tahun dengan Metode Hasper, Melchior, HSS Nakayasu, HSS Gama 1. Hasil dari perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjir dengan program HEC-RAS. Lokasi yang diujikan ada15 titik di sepanjang ruas sungai Lenteng Agung-Manggarai. Hasil penelitian menunjukan besar debit kala ulang 50 tahun adalah 379,99 m3/s. Lokasi yang terkena banjir adalah Sta K.A Manggarai, SMA N 8 Jakarta, Jln Gudang Peluru, Carrefour MT Haryono, Jln. Pengadegan, Kampung Cililitan, Kampung Tanjung, Jln. Munggang, Jln. Kayu Manis, Kampung KelurahanGedong. Berdasarkan hasil dari analisis HEC-RAS adalah pada lokasi yang terjadi banjir, dimensi sungainya perlu di normalisasi dan pendimensian ulang
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT-ALAT BERAT STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN JALAN ANTARTIKA II DI KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU STEEL, CILEGON Andi Maddeppungeng; Soedarsono .; Yusep Depyudin
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.401 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2004

Abstract

Lokasi sebagi tempat studi kasus adalah projek pembengunan jalan Antartika II, penelitian ini menggunakan metode perhitungan produksi kapasitas alat berat secara actual, yaitu perhitungan produktivitas alat berat dengan menentukan waktu siklus alat, penentuan faktor koreksi, perhitungan produksi masingmasingalat, dan menentukan komposisi alat berat yang digunakan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menemukan produktivitas alat berat, waktu dan biaya yang paling efektif dan efisien dari penggunaan komposisi alat berat yaitu alternative kedua, yang terdiri dari 3 unit Excavator: 144,3 m3/jam, 1 unit Crawler Tractor Dozer: 88,83 m3/jam, 1 unit Vibration Roller: 16,93 m3/jam dan 4 unit Dump Truck dengan total produksi 111 m3/jam dengan biaya total sebesar Rp 331.260.000 dan waktu pelaksanaan 26 hari
Pengembangan dan Uji Model Sumber Daya Proyek Kontruksi Terhadap K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan Kinerja Perusahaan (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Kontruksi Offshore Provinsi Banten) Andi Maddeppungeng; Enden Mina; Ivani Purnama Dewi
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.092 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2475

Abstract

Kontruksi Offshore memiliki potensi bahaya yang berisiko mengakibatkan kecelakaan kerja dan kemudian mejadi fokus perusahaan kontraktor untuk menciptakan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang baik di proyek. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisa variable keselamatan dan kesehatan kerja, serta menganalisa pengaruhnya terhadap kinerja proyek konstruksi. Studi ini juga mengembangkan dan menguji model yang menginvestigasi pengaruh dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat konstruksi pada K3 dan pengaruhnya terhadap kinerja. Untuk menjawab rumusan masalah, penulis melakukan survey pada 102 marine kontraktor di provinsi Banten. Structural Equation Modeling (SEM) digunakan sebagai teknik analisis data dalam menguji model di penelitian ini dan dianalisis dengan menggunakan SPSS v.24 dan AMOS v.23. Hasil analisis meunjukan lima jalur ditemukan signifikan dan dapat dibenarkan secara teoritis. Hasil penelitian dengan jelas menyatakan bahwa model yang sudah dimodifikasi berhasil menjelaskan fenomena yang diinvestigasi dengan mengukur seberapa dekat matriks kovarians hasil prediksi model dan matriks kovarians sampel data, CMIN/DF = 2.443. Pengaruh dari pengendalian manajemen sumber daya manusia terhadap K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sebesar 40.4%, Pengaruh dari pengendalian manajemen sumber daya manusia terhadap kinerja 43.1%. Pengaruh peralatan kontruksi terhadap K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sebesar sebesar 32.6% .Pengaruh SDM dan peralatan kontruksi secara bersama-sama berpengaruh terhadap K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sebesar 56.5%; dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) sebesar mempunyai pengaruh positif langsung kepada kinerja perusahaan pada kontruksioffshore di wilayah Banten sebesar 41.9%. 
ANALISIS STABILITAS LERENG DAN PERENCANAAN SOILNAILING DENGAN SOFTWARE GEOSTUDIO 2017 Rama Indera Kusuma; Enden Mina
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.039 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1219

Abstract

Proyek pembangunan kampus baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terletak di DesaSindangsarisetelah tahapcut and fill terdapat lereng tingginya 8.00 meter dan jenis tanah berpasir yang rawan terjadi longsor. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis stabilitas lereng dan merencanakan soil nailing untuk perkuatan lereng.Metode analisis stabilitas lereng yang digunakan adalah metode Fellenius,metode Bishop, metode Janbu, software Geostudio 2007dan analisis stabilitas pada soil nailing untuk mencari nilai faktor keamanan.Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius, metode Bishop, metode Janbu dan software GeoStudio 2007 diperoleh nilai faktor keamanan lebih kecil dari 1.50 yang berarti lereng dalam keadaan bahaya terhadap longsor. Berdasarkan hasil analisis stabilitaspada soil nailin guntuk stabilitas eksternal terhadap keruntuhan global lereng dan pergeseran diperoleh nilai faktor keamanan 1.808 dan 1.528, sedangkan hasil analisis stabilitas internal terhadap putus tulangan dan cabut tulangan diperoleh nilai faktor keamanan 1.466 dan 1.531. Hasil analisis dengan softwareGeoStudio 2007 diperoleh nilai faktor keamanan1.915. Nilai faktor keamanan yang diperoleh mendekati atau lebih dari 1.50 maka desainsoil nailing yang direncanakan dapat disimpulkan aman terhadap longsor.Kata kunci : Analisis Stabilitas Lereng,Soil Nailing, Software GeoStudio 2007
KARAKTERISTIK DAN BANGKITAN PERJALANAN TERHADAP PUSAT PERBELANJAAN (Studi Kasus : Mall of Serang di Kota Serang) Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.352 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1237

Abstract

Dalam hal pertumbuhan suatu kota, kemunculan berbagai pusat perbelanjaan modern menjadi hal yang paling menonjol dan pesat perkembangannya. Di kota Serang, sedikitnya baru dua pusat perbelanjaan modern (mall). Salah satunya adalah Mall of Serang, sebuah mall merupakan salah satu pusat kegiatan yangdapat menimbulkan bangkitan pergerakan dari suatu zona. Sejalan dengan keberadaan Mall of Serang tersebut, akan menyebabkan aktivitas pergerakan masyarakat kota Serang dan luar kota serang semakin meningkat dalam pemenuhan kebutuhannya atau dengan kata lain semakin tinggi jumlah pergerakan zona terhadap Mall of Serang.Pada penelitian ini digunakan metode survai melalui kuesioner untuk mengetahui karakteristik dan jumlah bangkitan perjalanan dari zona internal dan zona eksternal. Analisis yang digunakanuntuk mengetahui jumlah bangkitan perjalanan dari zuatu zona terhadap keberadaan Mall of Serang dalam penelitian ini adalah analisis klasifikasi silang (cross clasification).Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bangkitan perjalanan dari zona internal adalah sebanyak 182 rumah tangga per hari sedangkan untuk perjalanan dari zona eksternal adalah 43 rumah tangga per hari dengan kata lain total jumlah bangkitan perjalanan dari kedua zona terhadap Mall of Serang adalah 225 rumah tangga atau sebanyak 900 orang perhari. Dengan prediksi jumlah pergerakan zona per hari terhadap Mall of Serang tersebut dapat diperkirakan jumlah moda yang digunakan responden menuju Mall of Serang, yaitu untuk mobil sebanyak 183 buah, motor 520 buah, angkutan umum 173 buah dan non motor sebanyak 24 buah

Page 9 of 31 | Total Record : 303