cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Acta Pharmaceutica Indonesia
ISSN : 0216616X     EISSN : 27760219     DOI : -
Core Subject :
Acta Pharmaceutica Indonesia merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung. Jurnal ini mencakup seluruh aspek ilmu farmasi sebagai berikut (namun tidak terbatas pada): farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi, bioteknologi farmasi, serta farmakologi dan farmasi klinik. Acta Pharmaceutica Indonesia is the official journal published by School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung. The journal covers all aspects of pharmaceutical issues which includes these following topics (but not limited to): pharmaceutics, pharmaceutical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical biotechnology, pharmacology and clinical pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Uji Disolusi Terbanding Zat Karbamazepin dalam Bentuk Sediaan Tablet - Satrialdi; Sukmadjaja Asyarie; Diky Mudhakir
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 1 & 2 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan uji ekivalensi produk tablet karbamazepin secara in vitro dengan menggunakan uji disolusi terbanding. Uji dilakukan terhadap produk inovator, produk bermerek I, dan produk bermerek II menggunakan 3 medium uji yaitu medium pH 1,2; pH 4,5; dan pH 6,8 dengan pengambilan sampel pada menit ke-10, 15, 30, 45, dan 60. Penetapan kadar dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV pada panjang gelombang 285 nm. Hasil uji disolusi terbanding dianalisis menggunakan faktor kemiripan (f2). Dari hasil uji disolusi terbanding, kedua produk uji tidak ekivalen terhadap produk inovator.
Detection of Drug Interaction in GICU (General Intensive Care Unit) at One Hospital in Bandung Pratiwi Wikaningtyas; Lia Amalia; Hartini S.
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ICU defined as an intensive monitoring place and life support activities as well as definite therapy in life-threatens disease patients. In this Unit, patients generally receive treatment from various doctors that a patient can receive a variety of drugs from different doctors (polypharmacy). This unit also has higher frequency of drug demand than the other units in the hospital so the potential or actual drug interactions can occur. This study begins with a retrospective pilot study in ICU, concurrent studies in GICU (General Intensive Care Unit), data analysis and conclusions. Detection of drug interactions concurrently on 185 patients obtained 78 drug interactions that consists of 46 (58.97%) pharmacodynamic interactions and 27 (34.61%) pharmacokinetic interactions.
Aktivitas Kemopreventif Kanker dari Ekstrak Etanol Temu Kunci pada Mencit yang Diinduksi DMBA I Ketut Adnyana; Alia Tri Afifa; Dewi Safitri
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diuji efek kemopreventif dari ekstrak etanol temu kunci pada mencit betina yang diinduksi kanker dengan DMBA. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol, pembanding, dan kelompok temu kunci dengan dosis 140mg/kg bb. Pengamatan dilakukan setiap hari meliputi munculnya kanker, jenis dan jumlah kanker, serta jumlah kematian mencit. Pada akhir minggu ke-10, seluruh mencit dibedah untuk diamati jumlah dan jenis kanker yang muncul. Hasil menunjukkan bahwa tidak terjadi kematian kelompok temu kunci (0%), sedangkan pada kelompok kontrol dan kelompok pembanding jumlah kematian pada hewan uji mencapai 60%. Pada akhir minggu ke-10, tidak ditemukan kanker pada kelompok normal, ekstrak temu kunci dan obat pembanding, sementara pada kelompok kontrol ditemukan sebanyak 33 kanker. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol temu kunci memiliki aktivitas kemopreventif kanker yang ditandai oleh penurunan kejadian kanker, jumlah kanker, dan kematian.
Formulasi dan Karakterisasi Sediaan Mukoadhesif Ekstrak Etanol Centella asiatica (L.) urb. Tri Suciati; Dinda Prasetya; Irda Fidrianny; - Satrialdi
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi sediaanmikrosfer mukoadhesif dari ekstrak etanol Centella asiatica yang diketahui memiliki aktivitas antitukak lambung. Simplisia C. asiatica diekstraksi dengan metode refluks menggunakan etanol. Formulasi mikrosfer dilakukan dengan metode gelasi ionotropik menggunakan natrium alginat yang diinkorporasi dengan ekstrak etanol kental serta kitosan dalam larutan kalsium klorida. Variasi dilakukan terhadap konsentrasi natrium alginat, rasio bobot ekstrak dan natrium alginat, konsentrasi kitosan, dan konsentrasi kalsium klorida. Evaluasi meliputi ukuran dan distribusinya, karakteristik permukaan, efisiensi penjeratan, profil kapasitas mengembang, serta uji mukoadhesi in vitro. Formula optimum diperoleh dengan komposisi 3% natrium alginat, rasio ekstrak-natrium alginat 1:2, 0,5% kitosan, dan 0,5 M kalsium klorida. Mikrosfer yang dihasilkan memiliki distribusi ukuran terbanyak antara 630-710 μm, efisiensi penjeratan 25,48 ± 1,88%, pertambahan bobot pada uji kapasitas mengembang 40,76 ± 1,51% (t=15 menit), dan kekuatan adhesi 78,67 ± 2,89%.
Nicotine Alters Caffeine Behavioral Dependence Pattern: A Study of Conditioned Place Preference Hegar Pramastya; Kusnandar Anggadiredja
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caffeine and nicotine are widely used addictive substances in the world. Several studies have confirmed that nicotine could increase the caffeine intake. Animal studies also indicated that nicotine could enhance caffeine dependence behavior especially with low doses of caffeine. However, study about the behavioral interaction of caffeine and nicotine with its effect on reinstatement is still limited. This experiment was conducted for studying the interaction between nicotine and caffeine in terms of their dependence behaviors. Conditioned place preference (CPP) paradigm was used for establishing the dependence model. Forced swim test (FST) was carried out to observe any effect of caffeine and its combination with nicotine on depressive signs. A lower dose of caffeine (5 mg/kg) induced preference behavior. However, high dose of caffeine (50 mg/kg) stimulated aversive behavior indicated by decreasing preference score. Nicotine injection had no significant effect on the lower dose of caffeine. However at the high dose of caffeine, 0.7 mg/kg of nicotine i.p reduced the aversive behavior and changed the extinction-relapse behavioral pattern resulted from 50 mg/kg of caffeine. Moreover, high dose of caffeine (50 mg/kg i.p) resulted in anxiety behavior and also hyperkinesia shown by lower immobility time in FST. Nicotine injection prior to the high dose of caffeine reduced the anxiety-hyperkinesia manifestation. The result from the current study suggests that nicotine could alter the expression of behavioral manifestation of caffeine, especially with the higher dose of caffeine.
Studi Padatan dengan Differential Scanning Calorimetry dan Scanning Electron Microscope pada Mikrosfer Pautan Silang Alginat yang Mengandung Metformin HCl Ilma Nugrahani; Sukmadjaja Asyarie; Ratna A. Utami; Okky D. Putra
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari interaksi fisika antara alginat dan metformin HCl dalam bentuk mikrosfer. Interaksi fisika diamati dengan menggunakan differential scanning calorimetry (DSC) dan scanning electron microscope (SEM). Mikrosfer dengan efisiensi penjeratan optimum ditentukan jenis interaksinya dengan DSC yang didukung dengan analisis morfologi mikrosfer yang dihasilkan oleh SEM. Termogram DSC menunjukkan interaksi fisika metformin HCl-matriks alginat yang ditunjukkan dengan perubahan profil kurva endotermik pada suhu 228-230°C dan 265-35°C. Hasil SEM mikrosfer menunjukan bahwa metformin berada dalam bentuk kristal sedangkan alginat hasil pautan silang dalam bentuk amorf. Dapat disimpulkan bahwa interaksi fisika yang terjadi adalah ikatan hidrogen yang kuat antara metformin HCl dengan alginat yang berefek pada meningkatnya efisiensi penjeratan.
Uji Aktivitas Ekstrak beberapa Tumbuhan terhadap Mycobacterium tuberculosis Galur Sensitif dan Resisten Afrillia Nuryanti Garmana; Elin Yulinah Sukandar; Irda Fidrianny
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diteliti aktivitas ekstrak etanol batang bratawali (Tinospora tuberculata Beumee), ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan ekstrak etanol rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.)) terhadap Mycobacterium tuberculosis galur sensitif (H37Rv) dan resisten (HE dan SR). Ekstrak diuji pada konsentrasi 10, 20, 50, dan 100 μg/mL media dengan metode pengenceran agar. Bakteri diinokulasikan pada media yang mengandung larutan ekstrak atau obat pembanding kemudian diinkubasi pada 37°C lalu diamati setiap minggu mulai minggu keempat sampai minggu kedelapan. Dari keempat ekstrak yang diuji, hanya ekstrak etanol rimpang kencur yang dapat menghambat pertumbuhan M. tuberculosis galur HE dan SR pada konsentrasi 100 μg/mL media.Kata kunci : aktivitas antituberkulosis, Mycobacterium tuberculosis, Tinospora tuberculata Beumee, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg.)
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Batang Ketapang (Terminalia Catappa L.) Sumintir Sumintir; Komar Wirasutisna Ruslan Wirasutisna; Asep Gana Suganda; Elin Yulinah Sukandar
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 37 No. 1 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa L.) banyak digunakan sebagai obat tradisional. Informasi mengenai aktivitas antimikroba dari kulit batang ketapang sejauh ini belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antimikroba ekstrak etanol kulit batang ketapang. Kulit batang diekstraksi dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol. Ekstrak difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, dan etil asetat. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar. Ekstrak etanol simplisia kering kulit batang ketapang menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) masing-masing 200 μg/cakram dan 300 μg/cakram. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling aktif dengan KHM 50 μg/cakramterhadap S. aureus dan C. albicans. Satu mikrogram fraksi etil asetat setara dengan 1,27x10-3 μg tetrasiklin HCl dan setara dengan 2,1x10-4 μg ketokonazol. Aktivitas antimikroba ekstrak etanol simplisia kering lebih tinggi daripada ekstrak etanol simplisia segar. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antimikroba paling tinggi dan semua fraksi menunjukkan aktivitas antimikroba yang lebih rendah daripada antibiotik pembanding.Kata kunci : ketapang, antimikroba, fraksi etil asetat, Candida albicans, Staphylococcus aureus "Ketapang" (Terminalia catappa L.) had been widely used as a folk medicine. Antimicrobial activity of "ketapang" bark had not been reported. The aim of this research was to investigate antimicrobial activity of ethanol extract of "ketapang" bark. The bark was extracted by refflux method, using ethanol as solvent. The extract was fractionated by liquid-liquid extraction method, using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate as solvents. Antimicrobial activity was tested by agar disc diffusion method. Dried crude drug ethanolic extract of "ketapang" bark showed antimicrobial activity against Staphylococcus aureus and Candida albicans with minimum inhibition concentration (MIC) of 200 μg/disc and 300 μg/disc, respectively. The ethyl acetate fraction had highest antimicrobial activity against S. aureus and C. albicans with MIC of 50 μg/disc. A microgram of ethyl acetate fraction was equivalent to 1.27 x 10-3 μg tetracycline hydrochloride and 2.1 x 10-4 μg ketoconazole, respectively. Antimicrobial activity of dried crude drug was higher than fresh crude drug ethanolic extract. The ethyl acetate fraction had highest antimicrobial activity and all fractions showed lower activity than standard antibiotics.Keywords: ketapang, antimicrobial, ethyl acetate fraction, Candida albicans, Staphylococcus aureus
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL AKAR, BUNGA, DAN DAUN TURI (SESBANIA GRANDIFLORA L. POIR) Neng Fisheri Kurniati; Afrillia Nuryanti Garmana; Nur Aziz
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 42 No. 1 (2017)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada masa kini semakin banyak ditemukan kasus infeksi terhadap bakteri dan jamur termasuk terhadap mikroba yang resisten. Pengembangan agen antimikroba baru perlu dilakukan dan salah satunya dapat berasal dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antijamur ekstrak etanol akar, bunga, dan daun turi (Sesbania grandiflora L. Poir) terhadap mikroba uji, di antaranya Staphylococcus aureus, Methicilin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans. Aktivitas antibakteri dan antijamur ditentukan dengan metode mikrodilusi untuk mendapatkan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) masing-masing ekstrak terhadap mikroba uji. Selanjutnya dilakukan penentuan sifat kombinasi dari ekstrak yang potensial sebagai antimikroba dengan obat sintetik seperti vankomisin atau meropenem dengan metode difusi agar menggunakan pita kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga ekstrak etanol bagian tanaman turi, hanya bagian daun yang memiliki aktivitas antimikroba, yaitu terhadap S. aureus, MRSA, dan C. albicans. Aktivitas ekstrak etanol daun turi terhadap MRSA memiliki KHM dan KBM yang paling rendah secara berturut-turut yaitu 64 dan 2048 μg/mL. Kombinasi ekstrak etanol daun turi dengan vankomisin atau meropenem terhadap MRSA bersifat aditif.Kata kunci: Antibakteri, Antijamur, Sesbania grandiflora L. Poir, KHM, KBMANTIBACTERIAL AND ANTIFUNGAL ACTIVITIES OF ETHANOL EXTRACT OF THE ROOTS, FLOWERS, AND LEAVES OF TURI (SESBANIA GRANDIFLORA L. POIR)ABSTRACTNowadays, the cases of infection by bacteria and fungi including resistant microbes are increasing. The development of new antimicrobial agents needs to be done and one of them can be derived from natural sources. This study aims to determine antibacterial and antifungal activity of ethanol extract of the roots, flowers, and leaves of turi (Sesbania grandiflora L. Poir) against some microbes including Staphylococcus aureus, Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Candida albicans. Antibacterial and antifungal activity was determined by microdilution method to obtain the value of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal/Fungicidal Concentration (MBC) of each extract against tested microbes. Furthermore, the determination of the extract with potential activity in combination with synthetic drugs (i.e. vancomycin or meropenem) using agar diffusion method by using paper strips. Of the three ethanol extracts of different part of turi, only the leaves part have a potential antimicrobial activity against S. aureus, MRSA, and C. albicans. The lowest values of MIC and MBC were showed in the ethanol extract of turi leaves against MRSA which were 64 dan 2048 μg/mL, respectively. The combination of the ethanolextract of turi leaves with vancomycin or meropenem against MRSA showed an additive interaction.Keywords: Antibacterial, Antifungal, Sesbania grandiflora L. Poir, MIC, MBC
Telaah Kandungan Kimia Rambut Jagung (Zea mays L.) Komar Ruslan Wirasutisna; Irda Fidrianny; Annisa Rahmayani
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 37 No. 1 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambut jagung merupakan limbah dari industri pangan, namun sering dimaanfaatkan sebagai obat tradisional untuk peluruh air seni dan penurun tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kandungan kimia yang terdapat pada rambut jagung. Simplisia rambut jagung diekstraksi secara sinambung dengan alat Soxhlet. Ekstrak etil asetat difraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis preparatif. Isolat dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak dan spektrofotometri inframerah. Spektrum ultraviolet-sinar tampak isolat menunjukkan dua buah puncak pada panjang gelombang 290 nm dan 367 nm. Spektrum inframerah isolat menunjukkan adanya gugus "“OH, C"“H alifatik, C=C aromatik, dan C=O. Isolat diidentifikasi sebagai salah satu flavanon dengan gugus "“OH pada posisi atom C nomor 5 dan atau 3´, 4´ tersubstitusi.Kata kunci : Zea mays L, rambut jagung, flavanoid, flavanone. Corn silk is considered as food industry waste; however it is traditionally utilized as diuretic and treatment for hypertension. The aim of this research is to study the chemical compound of corn silk. Crude drugs of corn silk were extracted using Soxhlet apparatus. Ethyl acetate extract was fractionated by vacuum liquid chromatography. Purification was conducted by preparative thin layer chromatography. Isolate was characterized by ultraviolet-visible and infrared spectrophotometry. Ultraviolet-visible spectrum of isolate showed two peaks at 290 nm and 367 nm. Infrared spectrum showed the presence of "“OH, aliphatic C"“H, aromatic C=C, and C=O groups. Isolate was identified as one of flavanone with substituted "“OH group at atom C number 5 and or 3´, 4´.Keywords: Zea mays L, corn silk, flavanoid, flavanone.