cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Perbandingan Karakteristik Campuran Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) yang Dipadatkan Secara Dingin dan Panas Thanaya, I Nyoman Arya; Suweda, I Wayan; Sparsa, A.A. Adi
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2455.853 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.3.8

Abstract

AbstrakCold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) adalah campuran yang terdiri dari agregat, asbuton butir, bahan peremaja dan bahan tambah lain yang dicampur panas dipadatkan dingin (pada temperatur ruang 30°C). Karakteristik campuran dipengaruhi temperatur pemadatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh: kadar aspal residu optimum, temperatur pemadatan ideal dan perbandingan karakteristik CPHMA yang dipadatkan secara dingin dan panas. Pemadatan dilakukan pada suhu 30°C, 60°C, 90°C, 120°C, dan 150°C. Diperoleh hasil, kadar aspal residu optimum 7 %; suhu pemadatan ideal 90°C. Pemadatan dibawah suhu 90°C memberikan porositas lebih tinggi berkisar antara (4,86-5,53)% namun masih memenuhi spesifikasi (4-10%). Pemadatan diatas suhu 90°C memberikan porositas antara (2,04-3.0)%, yang lebih rendah dari spesifikasi. CPHMA yang dipadatkan pada suhu ideal 90°C memberikan karakteristik Marshall, cantabro, kekakuan (stiffness), rangkak (creep), dan kelelahan (fatigue) lebih baik dibandingkan dengan CPHMA yang dipadatkan dingin.AbstractCold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) is a mixture that consists of aggregates, asbuton particles, rejuvenating materials and other added materials, which were hot mixed and compacted cold (at ambient temperature 30°C). The characteristics of the mixture were affected by compaction temperatures. The objectives of this study were to obtain: residual optimum asphalt content; ideal compaction temperature and characteristics comparison of CPHMA compacted cold and hot. Compaction were carried out at 30°C, 60°C, 90°C, 120°C and 150°C. It was obtained that the optimum residual asphalt content for CPHMA mixture was 7% and the ideal compaction temperature was 90°C. Compaction at temperature lower than 90°C gave higher porosity, i.e between (4.86-5.53)%, nonetheless still met specification (4-10)%. Compaction at higher than 90°C gave porosity between (2.04-3.0)% which were lower than the specification. CPHMA compacted at ideal 90°C gave better Marshall characteristics, cantabro, stiffness, creep, and fatigue, compared to the cold compacted CPHMA.
Kelas Keawetan Papan Zephyr Pelepah Sawit sebagai Bahan Bangunan dari Serangan Rayap Wardani, Lusita; Massijaya, Muhamad Yusram; Hadi, Yusuf Sudo; Darwaman, I Wayan
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.524 KB) | DOI: 10.5614/jts.2016.23.3.1

Abstract

Abstrak. Papan zephyr ini adalah papan komposit yang dapat dibuat dari pelepah sawit limbah perkebunan kelapa sawit. Salah satu kualitas yang patut diperhatikan adalah ketahanan papan komposit terhadap serangan rayap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan Papan Zephyr Pelepah sawit (PZP) terhadap serangan rayap kayu kering (Cryptotermes spp Holmgreen) dan rayap tanah (Coptotermes spp Light). Papan zephyr yang diumpankan pada rayap terdiri dari papan zephyr tanpa lapisan finishing dan papan zephyr berlapis finishing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa papan zephyr yang dibuat dengan menggunakan perekat urea formldehida dan phenol formaldehida tanpa bahan finishing mempunyai keawetan IV, sedangkan papan zephyr berlapis finishing masing-masing mempunyai kelas keawetan I dari serangan rayap tanah. Pengujian kelas keawetan terhadap serangan rayap kayu kering papan zephyr tanpa lapisan finishing termasuk kelas II,sedangkan papan berlapis finishing mempunyai keawetan I. Pengujian dilakukan dengan menggunakan SNI 01.7207 2006.Abstract. Zephyr board is a composite board that can be made from oil palm petiole, the waste from oil palm plantation. One of the noteworthy qualities of the composite board is its resistance to termite attacks. The purpose of this study was to analyze the resistance of zephyr board made from oil palm petiole to the attacks of dry wood termite (Cryptothermes spp Holmgreen) and subterranean termite (Coptothermes spp Light). Zephyr boards fed on termite consisted of the zephyr boards non-finishing and the ones with finishing. The results for the resistance of the zephyrboards to subterranean termite attack showed that the zephyr board which was made using adhesive of urea formaldehyde and phenol formaldehyde without finishing materials was in class IV while the zephyr board with finishing was classified as class I. The test for resistance of zephyr board with non-finishing to dry wood termite attack indicated that the board belonged to class II while the board with finishing was in class I. The tests were carried out using SNI 01.7207 2006.
Pengaruh Proses Pelapukan Clay Shale terhadap Perubahan Parameter Rasio Disintegritas (DR) Alatas, Idrus M; Simatupang, Pintor T
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2162.422 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.9

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya kegagalan desain geoteknik pada clay shale yang disebabkan oleh pelapukan. Rasio disintegritas adalah perbandingan perubahan fisik akibat pelapukan pada waktu tertentu terhadap kondisi awalnya. Perubahan sifat fisik clay shale akibat pelapukan ditentukan dengan rasio disintegritas (DR). Pelapukan clay shale akan lebih cepat terjadi akibat siklus pembasahan dan pengeringan bila dibandingkan dengan proses pengeringan. Manakala akibat bertambah jumlah pembasahan dan pengeringan pada waktu yang sama, menyebabkan pelapukan pada clay shale akan lebih cepat lagi. Sampai hari ke-80 dari waktu pengeringan, DR clay shale Semarang-Bawen dan Hambalang besarnya adalah sama yaitu DR = 0,916 (completelly durable). Sedangkan akibat siklus pembasahan dan pengeringan di hari ke-32, clay shale Semarang-Bawen DR = 0,000 atau completelly non durable, manakala pada clay shale Hambalang DR = antara 0,2117 hingga 0,3344. Pada umumnya clay shale Semarang-Bawen akan lebih lebih cepat melapuk bila dibandingkan clay shale Hambalang. Ini terjadi karena perbedaan kandungan mineralogi. Clay shale Semarang-Bawen didominasi oleh mineral Smectite, sedangkan clay shale Hambalang didominasi mineral Kaolinite dan Illite.Abstract The background of this research because of the frequent occurrence of the failure in the geotechnical design of clay shale caused by weathering. Disintegration ratio is a comparison of physical changes due to weathering at certain times of the initial conditions. Changes in physical properties due to clay shale weathering determined by the disintegration ratio (DR).Clay shale weathering will occur more quickly as a result of wetting and drying cycles when compared with the drying process. While due to the increased number of cycles of wetting at the same time, causing weathering on clay shale will be faster again. Until the 80th day of drying time, the magnitude DRof Semarang-Bawenclay shaleand Hambalang are the same, namely DR = 0.916 (completelly durable). However, due to wetting and drying cycles on day 32, samples of Semarang-Bawenclay shale is DR = 0.000 or non durable completelly, while on Hambalang clay shale in same day DR between 0.2117 to 0.3344. Generally Semarang-Bawen clay shale will be faster weathered than Hambalang clay shale. It is caused by the mineralogy content of Semarang-Bawen clay shale has dominated by Smectite, and Hambalangclay shalehas dominated mineral Kaolinite and Illlite.
Sudut Kontak dan Keterbasahan Dinamis Kayu Samama pada Berbagai Pengerjaan Kayu Cahyono, Tekat Dwi; Wahyudi, Imam; Priadi, Trisna; Febrianto, Fauzi; Ohorella, Syarif
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1741.771 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.3.3

Abstract

AbstrakSudut kontak dan keterbasahan dinamis penting diketahui untuk menganalisis keteguhan rekat. Penelitian ini bertujuan mengetahui sudut kontak dan keterbasahan dinamis kayu samama pada berbagai pengerjaan kayu. Metode yang digunakan adalah meneteskan air destilata, perekat UF dan isosianat dengan ukuran tertentu pada permukaan kayu hasil gergaji dan hasil mesin kupas. Permukaan kayu gergajian yang ditetesi oleh cairan adalah permukaan radial, tangensial dan permukaan yang membentuk sudut 45° antara radial dan tangensial. Sementara itu permukaan finir hasil pengupasan adalah permukaan tight dan loose. Kayu gergajian maupun finir yang dianalisis pada penelitian ini, keduanya diambil dari bagian juvenil dan dewasa. Keterbasahan dinamis dianalisis menggunakan model SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porositas permukaan bahan berpengaruh terhadap keterbasahan kayu samama oleh cairan. Permukaan tangensial memiliki sifat yang lebih mudah mengalami keterbasahan dibandingkan dengan permukaan radial maupun TR (permukaan antara radial dan tangensial) sementara bagian juvenil memiliki tingkat keterbasahan lebih baik dibandingkan dewasanya. Finir samama memiliki tingkat keterbasahan setara dengan permukaan TR kayu samama dimana bagian juvenil finir memiliki laju keterbasahan yang lebih baik dibandingkan dengan finir dewasa. Disamping itu, bagian loose finir lebih cepat terbasahi oleh cairan dibandingkan bagian tight.AbstractContact angle and dynamic wettability is important in determining bonding strength, therefore, this study addressed contact angle and dynamic wettability of samama wood in various woodworking. Method used in the study was by dripping distill water, UF and isocyanate adhesives in particular size on the surface of wood processed by circular saw and peeling machine. The surfaces of sawn wood which dripped by those liquids were radial, tangential, and surface which made a 45° angle between radial and tangential. Meanwhile the tested surfaces of peeled-veneer were tight and loose surfaces. Both sawn wood and veneer in this study were taken from juvenile and mature part of the samama wood. Dynamic wettability was analyzed using SD model. The results showed that porosity of the surface significantly affected the wettability of samama wood by liquid. The profile of tangential surface made it had a better wettability than radial and TR (i.e. surface between radial and tangential) surfaces. Meanwhile, juvenile part showed better wettability than the mature one. The samama veneer had equal wettability with TR surface of sawn wood in which the juvenile one showed better wettability than the mature veneer. Further, it was noticed that loose surface of the veneer was wetted faster than the tight one.
Time Headway Modelling of Motorcycle-Dominated Traffic to Analyse Traffic Safety Performance and Road Link Capacity of Single Carriageways Wedagama, D. M. Priyantha
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1638.613 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.4

Abstract

AbstractThis study aims to develop time headway distribution models to analyse traffic safety performance and road link capacities for motorcycle-dominated traffic in Denpasar, Bali. Three road links selected as the case study are Jl. Hayam Wuruk, Jl.Hang Tuah, and Jl. Padma. Data analysis showed that between 55%-80% of motorists in Denpasar during morning and evening peak hours paid less attention to the safe distance with the vehicles in front. The study found that Lognormal distribution models are best to fit time headway data during morning peak hours while either Weibull (3P) or Pearson III distributions is for evening peak hours. Road link capacities for mixed traffic predominantly motorcycles are apparently affected by the behaviour of motorists in keeping safe distance with the vehicles in front. Theoretical road link capacities for Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hang Tuah and Jl. Padma are 3,186 vehicles/hour, 3,077 vehicles/hour and 1935 vehicles/hour respectively.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyusun model-model distribusi time headway untuk analisis kinerja keselamatan lalu lintas dan kapasitas ruas jalan yang lalu lintasnya didominasi oleh  sepeda motor di kota Denpasar, Bali. Tiga ruas jalan yang digunakan sebagai studi kasus adalah Jl. Hayam Wuruk, Jl.Hang Tuah, dan Jl. Padma. Analisis data menunjukkan bahwa antara 55%-80% pengendara kendaraan bermotor di Denpasar saat jam puncak pagi dan malam tidak memperhatikan jarak aman dengan kendaraan di depannya. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa model distribusi lognormal terbaik untuk pemodelan  data time headway saat jam sibuk pagi sementara model Weibull (3P) atau distribusi Pearson III untuk jam sibuk malam. Kapasitas ruas jalan untuk lalu lintas campuran yang didominasi oleh sepeda motor sangat dipengaruhi oleh perilaku pengendara kendaraan bermotor saat menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Kapasitas ruas jalan teoritis untuk Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hang Tuah dan Jl. Padma adalah berturut-turut 3.186 kendaraan / jam, 3.077 kendaraan / jam dan 1.935 kendaraan / jam. 
Analisis Kekeringan Menggunakan Metode Theory of Run di DAS Krueng Aceh Syahrial, Asri; -, Azmeri; Meilianda, Ella
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.221 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.2.8

Abstract

AbstrakKekeringan adalah kurangnya jumlah curah hujan bulanan dibandingkan dengan rata-rata bulanannya. Analisis kekeringan masih belum banyak dilakukan, khususnya untuk di luar Pulau Jawa. Analisis kekeringan berupa tingkat keparahan kekeringan yang ditunjukkan dengan intensitas kekeringan (mm/bulan) dan durasi kekeringan (bulan) beserta periode ulang kekeringannya perlu dilakukan untuk menunjang kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana kekeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan durasi dan intensitas kekeringan di DAS Krueng Aceh. Tahapan penelitian ini adalah mengumpulkan data jumlah hujan bulanan dari pos curah hujan di DAS Krueng Aceh; pengisian data curah hujan yang hilang menggunakan Metode Kombinasi (gabungan Metode Normal Ratio dan Metode Inverse Square Distance/Metode Reciprocal); perhitungan intensitas dan durasi kekeringan menggunakan metode Theory of Run. Luas DAS Krueng Aceh adalah 1.681,05 km2 meliputi 23 kecamatan. Intensitas kekeringan terparah untuk kebutuhan air palawija terjadi pada Pos Curah Hujan Seulimum 111,58 mm/bulan; sedangkan untuk kebutuhan air Padi terparah dialami oleh Pos Curah Hujan Indrapuri sebesar 138,84 mm/bulan. Durasi kekeringan terparah untuk kebutuhan air palawija terjadi pada Pos Curah Hujan Padang Tidji dengan sepanjang 14 bulan; sedangkan untuk kebutuhan air Padi terparah dialami oleh Pos Curah Hujan Blang Bintang sebesar 34 bulan. Durasi kekeringan maksimum dialami oleh Pos Lhoong selama 25 bulan pada periode 2012-2014 dan intensitas kekeringan maksimum dialami oleh Pos Lhoong sebesar 247,5 mm/bulan pada Desember 2008.AbstractDrought is the lack of monthly precipitation compared to its monthly average. Drought analysis has not been done lately, especially outside Java Region. Drought analysis of drought severity indicated by drought intensity (mm/month) and duration of drought (month) along with repeated period of drought need to be done to support preparedness in facing drought disaster. The purpose of this study is to determine the duration and intensity of drought in the Krueng Aceh basin. The research stages are collecting monthly rainfall data from rainfall station in Krueng Aceh basin; filling the missing rainfall data by using the combination method (combination of Normal Ratio Method and Inversing Square Distance Method/Reciprocal Method); calculating drought intensity and duration using Theory of Run method. Krueng Aceh basin area is 1681.05 km2 covering 23 districts. The worst intensity of drought for the water needs of crops occurred in Seulimum rainfall station, which is 111.58 mm/month; while the worst water needs of rice is showed by the rainfall station in Indrapuri, which is 138.84 mm/month. The worst duration of drought for the water needs of crops occurred in Padang Tiji Rainfall Station with over 14 months; while the worst water needs of rice is showed by Blang Bintang Rainfall Station for 34 months. The maximum duration of the drought occurred in Lhoong Rainfall Station for 25 months in 2012-2014 and the maximum intensity of the drought is showed by Lhoong rainfall station is 247.5 mm/month in December 2008.
Evaluasi Karakteristik Modulus Resilien dan Deformasi Permanen Campuran Beton Beraspal (AC-Binder Course) Menggunakan Campuran Agregat Berabrasi Tinggi Adithya, Astriereza Prery; Subagio, Bambang Sugeng; Kosasih, Djunaedi; Hendarto, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.231 KB) | DOI: 10.5614/jts.2016.23.3.7

Abstract

Abstrak. Agregat substandar adalah agregat yang tidak memenuhi sifat yang disyaratkan dalam spesifikasi jalan, antara lain berat jenis, nilai pastisitas, penyerapan dan abrasi yang akan mempengaruhi tingkat kelekatan agregat terhadap aspal pada campuran beraspal. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu meneliti pengaruh agregat substandar bernilai abrasi tinggi (>40%) yang divariasi dengan agregat standar (berabrasi ≤40%) pada campuran beraspal gradasi menerus (AC-BC) terhadap nilai kekakuan dan ketahanan terhadap deformasi. Persentase penggunaan campuran agregat substandar dan agregat standar pada pengujian ini adalah 100-0, 80-20, 60-40, 50-50 dan 0-100. Hasil uji Marshall pada variasi 60-40, 50-50 dan 0-100 menunjukkan bahwa penambahan agregat standar dalam agregat substandar meningkatkan Stabilitas Marshall dan IKS (Indeks Kekuatan sisa) namun nilai IKS masih dibawah spesifikasi. Hasil pengujian UMATTA pada temperatur 25C dan 45C variasi 60-40, 50-50 dan 0-100 kekakuan campuran (Modulus Resilien) semakin tinggi. Hasil pengujian deformasi permanen dengan WTM pada temperatur 45°C dan 60°C, nilai Stabilitas Dinamis menunjukkan nilaitertinggi terjadi pada campuran 50-50.Abstract. Substandard aggregates is aggregates which isn’t required at paving specification, such as specific gravity, plasticity, absorption and abrasion that will effect stickness at asphalt mixture. The objective of this research is to evaluate the influence of substandard aggregate-high abrasion value (>40%) were varied by standard aggregates (abrasion ≤40%) on a continuous gradation asphalt mixture (AC-BC) to the value of stiffness and deformation. Properties of aggregates were tested and compared using specification of Bina Marga 2010, while the mix of characteristics obtained through Marshall Test, Resilient Modulus using UMATTA and permanent deformation using Wheel Tracking Machine ( WTM ). Percentage of substandard aggretgates and standard aggregates in this research is 100-0, 80-20, 60-40, 50-50 dan 0-100. Marshall test result on the variation of 60-40, 50-50 dan 0-100 indicate that te addition of standard aggregate improving the Marshall Stability and residual strengh index, but the residual strenght index velue is still below of spesification. UMATTA test result at 25C and 45C temperature variation of 60-40, 50-50 dan 0-100 that mix stiffness ( Resilient Modulus ) higher. Test result of permanent deformation using WTM at temperature 45°C dan 60°C, the highest dynamic stability value at 50-50 mixture.
Evaluasi Integritas Sistem Struktur Jembatan Dr. Ir. Soekarno Wijayanto, Ady; Nasution, Amrinsyah; Zarkasi, Iwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8161.984 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.2.3

Abstract

AbstrakJembatan Dr. Ir. Soekarno merupakan jembatan bentang panjang yang menjadi landmark bagi Kota Manado. Untuk mengetahui kelayakan Jembatan Dr. Ir. Soekarno, maka diperlukan evaluasi yang terintegrasi terhadap keandalan kondisi fisik jembatan. Analisis ini dilaksanakan untuk melakukan pekerjaan review dan evaluasi terhadap integritas struktur Jembatan Dr. Ir. Soekarno secara keseluruhan. Setiap bentuk struktur memiliki karakteristik frekuensi alami yang menggambarkan kekuatan, kekakuan dan integritas struktur. Data rekam getaran (time domain) dibutuhkan untuk mengetahui frekuensi alami. Sumber data rekam getaran adalah data uji beban dinamik dan data rekam sensor sensor accelerometer. Persepsi dan tingkat kenyamanan pengguna jembatan dievaluasi melalui analisis data rekam getaran. Sensor accelerometer merekam getaran pada arah X, Y, dan Z. Analisis Fast Fourier Transform (FFT) digunakan untuk mengubah domain waktu ke domain frekuensi. Grafik domain frekuensi disaring dengan rumus ISO 2631-1. Persepsi dan tingkat kenyamanan para pengguna Jembatan Dr. Ir. Soekarno masih dalam kondisi nyaman, maka jembatan tersebut bisa dikatakan laik guna untuk dilalui kendaraan. Berdasarkan Distribusi Weibull, Jembatan Dr. Ir. Soekarno dapat digunakan hingga 100 tahun sesuai dengan masa layan rencana.AbstractDr. Ir. Soekarno Bridge is the long span bridge which to be the Manado city landmark. To calculate the Dr. Ir. Soekarno Bridge’s feasibility, integrated evaluation need to know the bridge physical condition reliability. The purpose of this analysis is for reviewing and evaluating the entire Dr. Ir. Soekarno Bridge integrity. Every structure has natural frequency characteristic, which describes the structure strength, stiffness and integrity. The vibration record data sources are dynamic loading test and accelerometer sensor records. Perception and comfortable level the bridge users evaluated by the vibration record data. Perception and comfortable level the bridge users evaluated by the vibration record data. The accelerometer sensors records on X, Y, and Z directions. The Fast Fourier Transform (FFT) analysis carries out to exchange time domain to frequency domain. The frequency domain graphics filtered by ISO 2631-1 formula. Perception and comfortable level the Dr. Ir. Soekarno Bridge users are still in the comfort condition, so this bridge is proper to pass through the vehicles. Based on the Weibull Distribution, Dr. Ir. Soekarno Bridge has service life until 100 years as long as the plan service life.
Maturitas Enterprise Risk Management Kontraktor Besar di Indonesia dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya Kurniawan, Andreas; Wibowo, Andreas
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1528.863 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.3.9

Abstract

AbstrakEnterprise Risk Management (ERM) adalah salah satu pendekatan holistik dalam mengidentifikasi risiko perusahaan yang mungkin dihadapi dan menentukan respon yang tepat dan sesuai dengan risk appetite perusahaan tersebut. Penelitian terkait ERM sudah banyak dilakukan di banyak bidang di berbagai negara, namun penelitian terkait ERM kontraktor besar di Indonesia belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat maturitas ERM kontraktor besar di Indonesia dan mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhi tingkat maturitas ERM. Penelitian ini melibatkan 31 kontraktor besar Indonesia dengan klasifikasi B1 dan B2. Metode perhitungan tingkat maturitas adalah fuzzy set theory karena memiliki keunggulan dalam menangani ambiguitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat maturitas ERM kontraktor Indonesia berada pada “mediumhigh”. Analisis lebih lanjut menemukan adanya hubungan positif antara tingkat maturitas ERM terhadap pengalaman perusahaan, klasifikasi perusahaan, dan adopsi SNI ISO 31000:2011. Analisis juga menemukan tidak ada korelasi antara kepemilikan badan usaha dan adopsi edisi ISO 9000 yang berbeda dengan maturitas ERM.AbstractEnterprise Risk Management (ERM) is a holistic approach in identifying risks of an enterprise that may face and determines appropriate responses aligned with its risk appetite. There have been abundant research efforts focusing on ERM for many areas in many countries but none of them were specifically dedicated to measuring the ERM maturity of large Indonesian construction firms. This research aims at measuring ERM level of Indonesian large construction firms and identifying its influencing factors. This research was based on a survey involving a total of 31 construction firms of B1 and B2 class. The fuzzy set theory was used for the maturity assessment because of its merits in dealing with ambiguity. This research demonstrates that the ERM maturity of the sampled firms is “medium-high.” A further correlational analysis suggests that the maturity tends to go higher for firms of longer experiences, larger size, and adopting SNI ISO 31000: 2011. The analysis also founds that there are no correlations between ownership types of enteprises and adoption of different editions of ISO 9000 and ERM maturity.
Kajian Eksperimental Material dan Elemen Dinding Beton Beragregat Kasar Styrofoam dengan Lapisan Coating Enda, Dedi; Poetra, Saptahari Mudijana S; Darmawan, Sigit; Darma, Ivan Sandi
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2438.793 KB) | DOI: 10.5614/jts.2016.23.3.2

Abstract

Abstrak. Material beton merupakan jenis material yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan. Untuk keperluan non-struktural, penggunaan beton normal menyebabkan beban mati akibat elemen beton non-struktural cukup besar, sehingga untuk mengurangi berat beton non-struktural tersebut digunakan beton ringan dengan agregat kasar dari bahan ALWA, salah satunya styrofoam. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya terhadap beton dengan agregat kasar styrofoam, diketahui bahwa mutu beton turun seiring dengan penambahan persentase agregat styrofoam didalam beton, hal ini diakibatkan styrofoam sebagai bahan penyusun beton terlalu lemah, sehingga di dalam penelitian ini agregat kasar styrofoam dilakukan perkuatan dengan coating dengan menggunakan pasta berupa semen, fly ash dan air (ALWA styrofoam). Eksperimen dilaksanakan dengan butiran styrofoam yang dilapisi coating dengan ukuran maksimum 2 cm direncanakan sebagai agregat kasar dengan rasio air semen 0.5, 0.6, 0.7 dan 0.8 dengan kekuatan target 15 MPa. Hasil uji menunjukkan berat isi beton ALWA styrofoam 25%-30% lebih rendah dari beton normal, dengan kuat tekan beton ALWA styrofoam meningkat seiring menurunnya faktor air semen. Untuk kegunaannya sebagai dinding nonstruktural/partisi, hasil analisis struktur menunjukkan bahwa pola keruntuhan portal dinding pengisi panel beton ALWA styrofoam diawali dengan kehancuran daerah sudut kemudian dilanjutkan dengan kehancuran pada kolom portal bagian bawah.Abstract. The concrete material is a type of material that is widely used in building construction. For the purposes of the non-structural, the use of normal concrete causes dead load due to non-structural concrete elements are quite large, because of that to reduce the weight of the non-structural concrete lightweight concrete is used with coarse aggregate of ALWA material, one type of that is styrofoam. From the research that has been done by previous researchers with the concrete with coarse aggregate styrofoam, it is known that the quality of the concrete decrease with the addition of the percentage of the aggregate of Styrofoam in the concrete, this is due to styrofoam as the building blocks of concrete are too weak, so in this study coarse aggregate styrofoam do retrofitting of the coating by using a cement paste, fly ash and water (ALWA styrofoam). Experiment is carried out with Styrofoam granules coated with coating with maximum size of the coating is 2 centimeters is used as coarse aggregate with the ratio of cement water are 0.5, 0.6, 0.7 and 0.8 with a targeted strength of 15 Mpa. The results of the test show that the weight of the concrete ALWA styrofoam 25% -30% lower than normal concrete, the concrete compressive strength increases with decreasing ALWA styrofoam cement water factor .As non-structural wall use/ partition, the results of the analysis show of the structure as a non-structural walls, the collapse pattern of charger wall portal ALWA styrofoam concrete panel begins with the destruction of the corner area and then proceed with the destruction of the bottom of portal column.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 10 No 1 (2003) More Issue