cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14111292     EISSN : 25415484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (p-ISSN: 1411-1292; e-ISSN: 2541-5484) is an online periodical journal of science that is published twice a year, in January and July by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Udayana University. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil is a media to publish the results of scientific research students, academics, practitioners and observers in the field of civil engineering including structure, construction management, water resource management, transportation, geotechnical and environmental engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 11, No. 1 Januari 2007" : 9 Documents clear
PERKUATAN KOLOM BULAT BETON BERTULANG DENGAN LAPIS GLASS FIBER REINFORCED POLYMER ( GFRP ) I Ketut Sudarsana; A.A Gede Sutapa
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.145 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perkuatan kolom bulat beton bertulang dengan metode jacketing menggunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) dengan panjang sambungan (overlapping) GFRP yang bervariasi terhadap perilaku keruntuhan, daya dukung aksial dan daktilitas aksial kolom. Sebanyak 21 buah silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dibuat dan dites. Variasi panjang sambungan GFRP adalah 100%, 150%, 200%, 250% dan 300% dari panjang sambungan hasil perhitungan yang didasarkan pada kuat tarik dan kuat rekatan GFRP. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban tekan pada benda uji sampai benda uji mengalami keruntuhan. Data yang dicatat dalam pengujian adalah perilaku runtuh, beban maksimum benda uji dan perpendekan longitudinal benda uji untuk setiap peningkatan beban sebesar 10 kN. GFRP dengan sambungan 100% dan 150% mengalami gagal geser pada sambungan sedangkan GFRP dengan sambungan 200% sampai dengan 300% gagal tarik (putus) di luar sambungan. Hasil pengujian menunjukkan perkuatan kolom bulat beton bertulang dengan metode jacketing/wrapping dengan satu lapis GFRP mampu meningkatkan daya dukung aksial sebesar 11,86% sampai dengan 15,25% dan daktilitas aksial sebesar 12,41 % sampai dengan 47,14%. Abstract: The paper presents an experimental investigation the effect of circular reinforced concrete short columns strengthening using Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) wrap with variation of overlapping to failure behavior, axial capacity and axial ductility. Twenty one cylindrical concrete specimens with diameters of 150 mm, and 300 mm high were made and tested. Variations of overlapping in this research were 100%, 150%, 200%, 250% and 300 % from overlapping that calculation with GFRP ultimate tension and ultimate debonding strength. Compressive load was applied to the specimens until the specimens failure. Data that note when test were; failure behavior, maximum load and longitudinal strain for every 10 kN increasing load. GFRP with overlapping 100% and 150% failed by sliding (debonding) in overlapping zone, while GFRP with overlapping 200% until 300% failed by broken outside overlapping zone. The experimental results show that circular reinforced concrete columns strengthening by jacketing method/wrapping using one layer of GFRP sheet increasing axial capacity by 11,86% until 15,25% and axial ductility by 12,41% until 47,14%.
KAPASITAS LENTUR PLAT BETON BERTULANGAN BAMBU Dharma Putra; I Wayan Sedana; Kadek Budi Santika
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.775 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kapasitas lentur plat beton bertulangan bambu petung dengan menggunakan penulangan tunggal. Pengujian terhadap kapasitas lentur menggunakan plat dengan ukuran (640 x 640 x 70) mm dengan tumpuan sederhana pada keempat sisinya. Benda uji plat dibuat dengan 3 perlakuan dengan luas tulangan total masing-masing 90 mm2, 105 mm2 dan 120 mm2. Masing-masing perlakuan dibuat ulangan sebanyak 3 kali. Mutu beton f’c yang digunakan sebesar 22.824 MPa, Tegangan ultimate bambu petung tanpa nodia ftb sebesar 640 MPa dan pada bambu petung dengan nodia fb sebesar 525 MPa.Pengujian terhadap benda uji dilakukan dengan memberikan beban merata dengan interval 8.264 N/mm2. Kemudian hubungan beban merata dan lendutan dicatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu petung dapat digunakan sebagai tulangan pengganti baja dalam beton bertulang untuk struktur plat didalam menahan lentur yang digunakan pada struktur-struktur yang bersifat tidak permanen. Momen lentur ultimate rata-rata plat beton dengan tulangan bambu petung hasil eksperimen lebih besar 24.7% dari hasil analisa teoritis pada bambu petung tanpa nodia dan momen lentur ultimate rata-rata plat beton dengan tulangan bambu petung hasil eksperimen lebih besar 39.4% dari hasil analisa teoritis pada bambu petung dengan nodia. Keruntuhan yang terjadi pada plat beton dengan menggunakan bambu petung sebagai tulangan bersifat getas.
PENGGUNAAN BATU KAPUR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BINDER COARSE (AC-BC) DENGAN METODE KEPADATAN MUTLAK (PRD) I M. Agus Ariawan
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.262 KB)

Abstract

AC-BC merupakan salah satu bagian dari lapis perkerasan yang berfungsi sebagai lapis antara yang menahan beban maksimum akibat beban lalu lintas. Secara umum bahan perkerasan campuran AC-BC terdiri dari agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler) dan aspal. Pemecahan agregat dengan menggunakan mesin pemecah (stone crusher) menghasilkan filler sebagai hasil sampingan tidak seimbang dengan jumlah kebutuhan campuran yang dibutuhkan. Oleh karena itu dicoba untuk mencari solusi dengan menggunakan batu kapur. Tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik campuran AC-BC dengan penggunaan batu kapur sebagai filler serta dengan diketahuinya karakteristiknya akan membuka wawasan tentang penggunaan batu kapur yang selama ini sebagian besar hanya digunakan sebagai bahan lapis pondasi dalam suatu konstruksi jalan. Aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70, dengan variasi kadar aspal 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5%. Berdasarkan karakteristik agregat, diperoleh komposisi agregat untuk AC-BC : agregat kasar 32% , agregat sedang 10%, agregat halus 54% dan abu batu kapur 4%. Berdasarkan pengujian, didapatkan kadar aspal untuk metode PRD adalah 4,92%, 5,42% dan 5,92%. Untuk campuran AC-BC diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,9% dengan karakteristik sebagai berikut : Stabilitas (kg) = 896,92 > 800, Flow (mm) = 4,09 > 2,0, Marshall Questiont (kg/mm) = 217,28 > 200, VIM Marshall (%) = 5,135 > 4,9 – 5,9, VIM PRD (%) = 2,661> 2,5, VMA (%) = 14,341> 14, VFB (%) = 63,431 > 63. Bila dibandingkan dengan spesifikasi campuran beraspal panas maka batu kapur dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengisi (filler) dalam campuran AC-BC
STUDI KELAYAKAN JALAN TOL PENGAMBENGAN-PENGRAGOAN A.A.G. Agung Yana; Ketut Swijana; Santiari Dewi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.609 KB)

Abstract

Ruas jalan Gilimanuk-Tabanan-Denpasar merupakan satu-satunya jalan arteri primer yang menghubungkan arus lalu lintas orang dan barang dari/ke Jawa-Bali-NTB. Berbagai persoalan lalu lintas seperti peningkatan tundaan, kemacetan, kecelakaan, serta banyaknya ruas jalan lama yang rusak. Selain itu, keterbatasan dana yang dimiliki oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyebabkan pembangunan jalan arteri baru atau perbaikan-perbaikan pada ruas jalan lama yang rusak tidak dapat dilaksanakan. Menghadapi permasalahan tersebut, perlu dibuat suatu alternatif yaitu menerapkan sistem tol pada pembangunan jalan Pengambengan-Pengragoan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu kajian kelayakan pembangunan jalan baru. Dalam penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dari hasil survai dan data sekunder yang didapat dari pengutipan dari sumber data yang sebelumnya telah diolah oleh instansi terkait. Dari hasil survai volume lalu lintas, geometrik jalan dan kecepatan akan dapat dihitung kinerja ruas jalan eksisting. Untuk memperkirakan besarnya volume lalu lintas di masa yang akan datang dilakukan perhitungan faktor pertumbuhan. Selanjutnya nilai faktor pertumbuhan diklasifikasikan menjadi rendah (low), sedang (medium) dan tinggi (high). Volume lalu lintas dimasa yang akan datang dapat diprediksi berdasarkan nilai faktor pertumbuhan tersebut. Analisis pembebanan lalu lintas yang akan melalui jalan eksisting dan jalan baru akan dihitung berdasarkan penghematan jarak dan waktu tempuh dengan menggunakan kurva disversi. Dengan kurva tersebut akan diketahui presentase lalu lintas yang akan beralih ke jalan baru. Sedangkan untuk menghitung nilai penghematan waktu digunakan data pendapatan perkapita provinsi Bali. Penghitungan biaya operasi kendaraan model PCI (pasific consultant international) dihitung berdasarkan kecepatan kendaraan rata-rata yang melewati ruas jalan yang ditinjau. Total biaya per tahun yang didapat dari penghematan nilai waktu dan BOK kemudian dibandingkan besarnya dengan biaya proyek untuk memperoleh nilai NPV, dan BCR masing-masing discount rate serta IRR untuk tiap asumsi tingkat pertumbuhan lalu lintas. Berdasarkan nilai-nilai tersebut akan diketahui apakah proyek tersebut layak atau tidak. Hasil analisis finansial dengan tingkat suku bunga 12% menunjukkan bahwa proyek pembangunan jalan tol ini belum layak dibangun untuk asumsi tarif 70% dari PBPJ. Hal ini dapat dilihat dari asumsi tarif tol 70% dari PBPJ akan menghasilkan NPV yang bernilai negatif, yaitu Rp. -1.538.010.788.246,-; dengan nilai BCR sebesar 0,10104; dan nilai IRR – 11,519%. Sedangkan analisis Sensitifitas yang dilakukan dengan tiga kriteria analisis juga menujukan bahwa jalan tol ini belum layak untuk dibangun.
KUAT GESER BAJA KOMPOSIT DENGAN VARIASI TINGGI PENGHUBUNG GESER TIPE-T DITINJAU DARI UJI GESER MURNI Ida Bagus Rai Widiarsa; Putu Deskarta
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas geser dari penghubung geser tipe-T dengan tinggi penghubung geser (h) yang bervariasi, sedangkan lebar penghubung geser (l) dan tebal penghubung geser (t) konstan. Mutu beton f’c direncanakan 22,5 MPa. Benda uji untuk pengujian tekan digunakan kubus (15x15x15) cm sebanyak 8 buah, sedangkan pengujian kuat geser shear connector dilakukan terhadap 4 jenis spesimen komposit, dimana tinggi penghubung geser setiap jenis bervariasi yaitu 30 mm, 45 mm, 60 mm, dan 75 mm dan masing-masing dibuat 3 benda uji. Masing-masing benda uji dibuat dari kombinasi baja H-beam (200x200) mm, panjang 200 mm dan pelat beton berukuran (280x340x100) mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan tinggi penghubung geser 30 mm, spesimen komposit langsung runtuh tanpa menimbulkan retak belah pada pelat beton. Hal ini disebabkan karena luas bidang muka penghubung geser tipe T yang terlalu kecil sehingga penghubung geser tidak mampu memberikan gaya tarik belah pada pelat beton. Pada spesimen komposit dengan tinggi penghubung geser lebih dari 30 mm, semuanya mengalami retak belah pada pelat beton. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan tinggi penghubung geser tipe-T meningkatkan kapasitas penghubung geser, walaupun nilai yang dicapai agak seragam. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh panjang beton di muka penghubung geser, sehingga pada saat hancur spesimen komposit belum mencapai kapasitas maksimumnya
THE RELATIONSHIP BETWEEN URBAN LAND USE AND PEDESTRIAN AND CYCLIST CASUALTIES D. M. Priyantha Wedagama
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.933 KB)

Abstract

Promoting a modal shift to walking and cycling for shorter journeys as well as making these modes safer has been examined by the UK government, practitioners and academics and researchers. It has been found that urbanisation has the effect of increasing casualties to non-motorised road users. This paper examines the relationship between non-motorised transport casualties (in particular pedestrians and cyclists) and urban land use. The study concentrates on characterising the spatial and temporal variation of non-motorised transport casualties and urban land use. More specifically, this relationship is examined spatially and with respect to day and night, and the weekly variation of working hours. Other associated factors, such as land use proportion, population density and junction density are considered to explain the relationship.
ANALYSIS OF PREFERENCE FUNCTION BY CAR IN THE CITY OF SYDNEY, AUSTRALIA Putu Alit Suthanaya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.28 KB)

Abstract

One important aspect in the sustainable transportation target is the reduction in vehicle kilometres of travel (VKT) by car. The use of private car is one major contributor of environmental deterioration in Sydney. It is essential to understand the journey-to-work travel behaviour by car. One of the method that can be used to study this travel behaviour is preference function. Using journey-to-work (JTW) Census data over a 35-year period from 1961 to 1996 in Sydney, this paper applies preference functions to study the journey-to-work commuting preferences by car. Descriptive statistics and analysis of variance are applied to evaluate the trends in the slope preferences over time. Moran’s I statistic of spatial association is used to study the spatial distribution of preference functions, and the pattern of interactions between zones, to assess the level of interaction and to test their statistical significance. The results indicated that the mean slope preference by car has increased over time showing an increasing preference of residents towards distance maximization for traveling to work by car. The slope preferences by car for the inner and middle ring residents are relatively stable over time whilst the outer ring residents (beyond 20 km from the CBD) experienced a dramatic increase. Mostly, the zonal slope preferences by car in Sydney in 1996 were within one standard deviations of the mean. Only Parramatta (30) was found to have a value of over two standard deviations of the mean on the maximization side. It is clearly shown from these results that when increasing job opportunities are available in the surrounding zones, residents tend travel longer to reach job opportunities available in the other zones, in particular, in the case of job-skill mismatch. Therefore, it is not surprising that a dramatic increase in preference for longer trips has been experienced by outer ring residents in Sydney where job decentralization continues to occur over time.
PENGGUNAAN VEGETASI (RUMPUT GAJAH) DALAM MENJAGA KESTABILAN TANAH TERHADAP KELONGSORAN I Nym. G. Santiawan; I Gusti N. Wardana; I Wayan Redana
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.977 KB)

Abstract

Keberadaan akar tanaman dapat mengurangi tegangan air pori positif dan memperbesar tegangan air pori negatif. Kemampuan ini meningkatkan kekuatan tanah khususnya tegangan geser dalam menjaga kestabilan lereng. Akar tanaman mempunyai kemampuan menyimpan air tanah yang baik dan menjaga kestabilan tanah terhadap perubahan kadar air akibat proses pembasahan dan proses pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pada kondisi initial, basah dan kering terhadap tegangan air pori dan kekuatan geser tanah dengan dan tanpa akar tanaman rumput gajah. Penelitian ini juga mempelajari peningkatan tegangan air pori negatif dan kekuatan geser tanah dengan dan tanpa akar tanaman. Lebih lanjut pada penelitian ini akan mempelajari stabilitas lereng dengan peningkatan parameter geser tanah yang didapat. Pengambilan benda uji dilakukan di daerah Bakas-Tohpati, Kabupaten Klungkung. Lokasi pengambilan benda uji merupakan daerah perbukitan dan dilindungi untuk mengurangi perusakan seperti perusakan tanaman dan perusakan yang lainnya. Pengambilan benda uji menggunakan metode undisturbed. Pengujian dilakukan dengan uji geser langsung (direct shear) dan triaxial CU (condolidated undrained) pada tiga kondisi benda uji yaitu kondisi initial, kering (Sr 0%) dan basah (Sr 100%). Dari hasil pengujian didapatkan hubungan antara kadar air (w), angka pori (e), derajat kejenuhan (Sr), kohesi efektif ( ), sudut geser dalam efektif ( ), tegangan air pori (u) dan kekuatan geser ( ). Hasil pengujian menunjukkan bahwa, pada proses pembasahan dimana derajat kejenuhan mendekati kondisi jenuh (Sr 100%), dapat meningkatkan tegangan air pori negatif dari benda uji dengan akar tanaman sebesar 45,45%. Pada proses pengeringan dimana derajat kejenuhan mendekati kondisi kering (Sr 0%), dapat meningkatkan tegangan air pori negatif dari benda uji dengan akar tanaman sebesar 80,0%. Proses pengeringan atau pengurangan kadar air lebih lanjut akan menurunkan kekuatan geser tanah, karena berkurangnya fase air dalam tanah. Kondisi ini membuat meniskus air pori menjadi berkurang. Sehingga tanah mengalami kondisi terpisah-pisah dan sebagian besar pori-pori tanah terisi udara. Akibat kondisi ini, ikatan butiran tanah menjadi berkurang. Keberadaan akar tanaman dapat meningkatkan nilai kohesi efektif ( ) sebesar 34,46%, sudut geser dalam efektif ( ) sebesar 22,45% dan faktor keamanan (FK) lereng rata-rata sebesar 33,18%. Jadi dapat disimpulkan bahwa keberadaan akar tanaman dapat meningkatkan kestabilan lereng terhadap kelongsoran.
KEKAKUAN LATERAL STRUKTUR PELENGKUNG TEGAK DAN MIRING PADA JEMBATAN PELENGKUNG TERIKAT Made Sukrawa; I Nyoman Sugita; Bobby Benniardi Hadi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11, No. 1 Januari 2007
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.993 KB)

Abstract

Untuk meneliti kekakuan lateral jembatan pelengkung, modifikasi terhadap bentuk geometris struktur pelengkung telah dilakukan dengan memiringkan secara perlahan-lahan pelengkung tegak dengan variasi kemiringan yang dinyatakan dengan perbandingan dimensi horisontal dan vertikal pelengkung. Tiga tipe kemiringan pelengkung ditinjau yakni: T1, 3/28,5; T2, 5/28,5; T3, 7/28,5. Data awal penampang dari struktur jembatan yang dianalisis dan didesain diambil dari gambar rencana Jembatan Tukad Unda. Pemodelan, analisis dan desain struktur jembatan dengan pelengkung tegak dan miring mempergunakan software SAP2000 Versi 8.08. Sebelum jembatan pelengkung tegak dan miring dibandingkan, struktur dirancang untuk memenuhi syarat kekuatan yang diukur dengan rasio tulangan yang diperlukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan pelengkung sangat berpengaruh terhadap kekakuan lateral struktur. Semakin miring struktur pelengkung, semakin besar kekakuan lateralnya. Komponen struktur yang paling dipengaruhi oleh miringnya pelengkung adalah ikatan angin dan balok induk. Semakin miring pelengkung, maka gaya-gaya dalam pada ikatan angin semakin mengecil. Hal sebaliknya terjadi pada balok induk dimana gaya-gaya dalam pada balok membesar dengan bertambahnya kemiringan pelengkung. Simpangan lateral pelengkung dengan kemiringan terbesar, T3 hanya 33% dari simpangan lateral pelengkung tegak.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 20230 Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023 Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023 Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022 Vol 26 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 1, Januari 2022 Vol 25 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25 No. 2, Juli 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 25, No. 1, Januari 2021 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 1, Januari 2020 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 2, Juli 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 23, No. 1, Januari 2019 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 2, Juli 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 22, No. 1, Januari 2018 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 2, Juli 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 21, No. 1, Januari 2017 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 2, Juli 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 1, Januari 2016 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 2, Juli 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 19, No. 1, Januari 2015 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 1, Januari 2014 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 2, Juli 2013 Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 17, No. 1, Januari 2013 Vol. 16, No. 2 Juli 2012 Vol. 16, No. 1 Januari 2012 Vol. 15, No. 2 Juli 2011 Vol. 15, No. 1 Januari 2011 Vol. 14, No. 2 Juli 2010 Vol. 14, No. 1 Januari 2010 Vol. 13, No. 2 Juli 2009 Vol. 13, No. 1 Januari 2009 Vol. 12, No. 2 Juli 2008 Vol. 12, No. 1 Januari 2008 Vol. 11, No. 2 Juli 2007 Vol. 11, No. 1 Januari 2007 Vol. 10, No. 2 Juli 2006 Vol. 10, No. 1 Januari 2006 Vol. 9, No. 2 Juli 2005 Vol. 9, No. 1 Januari 2005 More Issue