cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
Karakteristik Medan Listrik Atmosfer Kota Padang dan Hubungannya dengan Sambaran Petir Awan ke Tanah Emeraldi, Primas; Hazmi, Ariadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.107 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.385.2017

Abstract

The possibility of using Electric Field Mill data as parameter of lightning warning sistem requires atmospheric electric field data comparisons with lightning detection sistems. Transient electric field from lightning detektor compare with continues atmospheric electric field during thunderstorm.Based on atmospheric electric field measurement in Padang during the period of January - August 2015 there were 219 times thunderstorm events. In the event of thunderstorm,there is one or two thunderstorm event per day with average thunderstorm duration 173.48 minute per thunderstorm. There is no relations between the number of cloud to ground lightning strikes with the duration of the thunderstorm. Thunderstorm with 634 minute duration produces 2 cloud to ground lightning strikes while thunderstorm with shorter duration for 114 minute produces 13 cloud to ground lightning strikes.Keywords : Thunderstorm, Atmospheric Electric Field,Electric Field MillAbstrak—Penggunaan data Electric Field Mill (EFM) dalam sistem peringatan bahaya petir membutuhkan kajian perbandingan data medan listrik atmosfer dengan sistem deteksi petir. Data dari detektor petir dibandingkan dengan data perubahan medan litrik statis selama proses badai petir. Berdasarkan pengukuran medan listrik atmosfer di kota Padang selama periode Januari – Agustus 2015 diperoleh data yaitu terdapat sebanyak 219 kali badai petir. Dalam satu hari terjadi satu sampai dua kali badai petir dengan durasi rata rata per badai petir adalah 173,48 menit. Setiap badai petir tidak selalu menghasilkan sambaran petir awan ke tanah. Tidak ada hubungan langsung antara jumlah sambaran petir awan ke tanah dengan lamanya durasi badai petir. Badai petir dengan durasi terlama pada tanggal 12 April 2015 dengan durasi 638 menit menghasilkan 2 kali sambaran petir awan ke tanah. Sedangkan badai petir pada 30 Januari 2015 dengan durasi 114 menit bisa menghasilkan 13 kali sambaran petir awan ke tanah.Kata Kunci : Badai Petir, Medan Listrik Atmosfer, Electric Field Mill
Rancang Bangun Hybrid Coupler untuk Low-Cost Butler Matrix Fernandez, Rudy
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 3: November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.517 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n3.488.2017

Abstract

Butler Matrix is one of switched beam network that used on a Smart Antenna system. Hybrid coupler plays an important role in the network. A proposed coupler is designed by applying the formula to get an initial dimension and then it is simulated by MWO to verify its performance whether meet the specific requirement. The optimized simulated design is fabricated and measured by network analyzer. The coupler uses a substrate which is relatively cheap and easy to find in a market. The substrate FR4 has thickness of 1.6 mm with dielectric constant of 4.3. The measurement result of the fabricated hybrid coupler in frequency 2.45 GHz, shows that reflection loss -18,27 dB , isolation loss -19,45 dB and phase coupling -94,4o. The measurement result shows relatively well agreement with the simulation.Keywords : Hybrid Coupler, Return Loss and Phase CouplingAbstrakButler Matrix merupakan salah satu jaringan switched beam yang digunakan pada Smart Antenna system. Hybrid coupler merupakan salah satu komponen yang memainkan penting dalam jaringan tersebut. Rancangan coupler dibentuk dengan menggunakan rumus-rumus yang berlaku untuk mendapatkan dimensi awalnya, setelah itu disimulasi untuk memeriksa kinerjanya. Jika hasil simulasi sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan, selanjutnya difabrikasi dan diukur dengan Network Analyzer. Coupler ini difabrikasi dengan menggunakan suatu substrate yang relatif murah dan mudah diperoleh dipasaran. Substrate FR4 ini memiliki ketebalan 1,6 mm dengan konstanta dielektrik 4,3. Hasil pengukuran dari rancangan hybrid coupler yang difabrikasi pada frekuensi 2.45 GHz menunjukkan nilai reflection loss -18,27 dB dB , isolation loss -19,45 dB dan beda phase -94,4o. Hasil yang diperoleh ini menunjukkan  kinerja yang relatif dekat dengan hasil simulasi.Kata Kunci : Hybrid Coupler, Return Loss and Phase Coupling
Rancang Bangun Alat Monitoring Ketidakseimbangan Beban Pada Jaringan Tegangan Menengah Zebua, Osea; Setiawan, Angga Hidson; Soedjarwanto, Noer; Anggara, Jemi; Haris, Abdul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.998 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.325.2016

Abstract

Load unbalance is a fault that can damage power transformers in medium voltage networks. The larger load or current unbalance cause heating at the transformer winding and can cause fatal damage if it occurs in a long time. One way to prevent this damage is by monitoring the percentage of load unbalance or current unbalance in medium voltage network. This paper presents the design of load unbalance monitoring equipment on medium voltage networks. Arduino microcontroller is used as the main controller. Current sensors and voltage sensors are used to obtain the data of current and voltage at any time. The load unbalance monitoring result that exceeds the setting value is sent to a warning systems and mobile phones. The test results on the secondary side of the power transformer showed that the equipment can monitor load (current) unbalance with a maximum difference of 0.17%, voltage unbalance with maximum difference of 0.033% and neutral current with maximum difference of 3.29A compared to the actual values. The monitoring equipment is also capable of sending data to sound warning system and to the mobile phone when the percentage of load (current) unbalance exceeds the setting value, i.e. 30%.Keywords : load unbalance,monitoring, medium voltage network, power transformerAbstrak— Ketidakseimbangan beban merupakan gangguan yang dapat merusak transformator daya di jaringan tegangan menengah. Ketidakseimbangan beban atau ketidakseimbangan arus yang besar menyebabkan pemanasan pada belitan transformator dan menyebabkan kerusakan fatal bila berlangsung pada waktu yang lama. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan ini adalah dengan memonitoring persentase ketidakseimbangan beban atau ketidakseimbangan arus di jaringan tegangan menengah. Makalah ini menyajikan perancangan dan pembuatan alat monitoring ketidakseimbangan beban pada jaringan tegangan menengah. Mikrokontroler Arduino digunakan sebagai pengendali utama. Sensor arus dan sensor tegangan digunakan untuk memperoleh data arus dan tegangan setiap saat. Hasil monitoring ketidakseimbangan beban yang melebihi nilai yang sudah ditentukan dikirim ke sistem peringatan dan handphone. Hasil pengujian pada sisi sekunder transformator daya menunjukkan bahwa peralatan dapat memonitoring ketidakseimbangan beban (arus) dengan perbedaan maksimum 0,17%, ketidakseimbangan tegangan dengan perbedaan maksimum 0,033% dan arus netral dengan perbedaan maksimum 3,29A dibandingkan dengan nilai-nilai sebenarnya. Alat monitoring juga mampu mengirimkan data arus ke sistem peringatan bunyi dan ke handphone bila persentase ketidakseimbangan beban (arus) melebihi nilai yang sudah ditentukan, yakni 30%.                                                                Kata Kunci : ketidakseimbangan beban, monitoring, jaringan tegangan menengah, transformator daya
Komparasi Pengendali PI Dan PID untuk Tegangan Keluaran Konverter Buck Krismadinata, Krismadinata; Husnaini, Irma
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 3: November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.127 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n3.387.2017

Abstract

This paper discusses comparison of the output voltage dynamic response of buck converter that employing controller Proportional Integral (PI), and Proportional Integral Derivative (PID). Design and simulation of a buck converter output voltage is performed using Matlab. The performance of buck converter has been verified by the theoretically and graphically. Those simulations shown that PID controller has been better performance than the PI controller.Keywords :Buck converter, PI, PIDAbstrakTulisan ini membahas komparasi tanggapan dinamik dari tegangan keluaran konverter buck dengan menerapkan pengendali  Proportional Integral (PI) dan Proportional Integral Derivative (PID). Perancangan dan simulasi tegangan keluaran konverter buck ini dilakukan menggunakan Matlab. Unjuk kerja dari konverter buck dianalisa secara teoritis dan grafis. Hasil simulasi memperlihatkan penerapan pengendali PID pada konverter buck memiliki unjuk kerja lebih baik dibandingkan pengendali PI.Kata Kunci : Konverter buck, PI, PID
Identifikasi Jenis Bubuk Kopi menggunakan Electronic Nose dengan Metode Pembelajaran Backpropagation Rabersyah, Desti; ., Firdaus; ., Derisma
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 3: November 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.718 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n3.305.2016

Abstract

The development of technology allows the creation of a system in a manner resembling a nose job, the electronic nose (e-nose). E-nose can be utilized in various application fields, one of which is to distinguish the type of coffee. There are two main types of coffee, Arabica (Coffea arabica) and robusta (Coffea Robusta). Coffee has different characteristics and unique for its kind. Characteristics of coffee can be determined based on the gas content of coffee using e-nose. This device consists of 5 units of gas sensors that TGS 2610, TGS 2611, TGS 2602, TGS and TGS 2620 822. The pattern of data obtained from the respective resistance change, if the sensors detect coffee that resulted in a change in voltage. Pattern data will be processed using backpropagation neural network. Backpropagation architecture used is formed from the 5 input nodes, 6 hidden nodes and 2 output nodes. The result  are expected to distinguish between arabica and robusta and be able to recognize the state of free air (without coffee). The test showed backpropagation NN able to identify with a success rate of 40% for arabica, robusta and 100% to 100% for free air (without coffee).Keywords : Electronic nose, Neural Network, BackpropagationAbstrak— Perkembangan teknologi memungkinkan penciptaan sebuah sistem dengan cara kerja menyerupai hidung, yaitu electronic nose (e-nose). E-nose dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang aplikasi, salah satunya untuk membedakan jenis kopi. Terdapat dua jenis utama kopi, yaitu kopi arabika (Coffea Arabica) dan kopi robusta (Coffea Robusta). Kopi memiliki karakteristik yang berbeda dan unik untuk masing – masing jenisnya. Karakteristik kopi dapat ditentukan berdasarkan kandungan gas pada kopi menggunakan e-nose. Perangkat ini terdiri dari 5 unit sensor gas yaitu TGS 2610, TGS 2611, TGS 2602, TGS 2620 dan TGS 822. Pola data diperoleh dari perubahan resistansi masing – masing sensor apabila mendeteksi aroma kopi yang mengakibatkan perubahan tegangan. Pola data tersebut akan diolah menggunakan jaringan saraf tiruan (JST) backpropagation. Arsitektur JST backpropagation yang digunakan dibentuk dari 5 node input, 6 node hidden dan 2 node output. Hasil output JST backpropagation yang diharapkan dapat membedakan kopi arabika dan robusta serta mampu mengenali keadaan udara bebas (tanpa kopi). Hasil pengujian memperlihatkan JST backpropagation mampu melakukan identifikasi dengan tingkat keberhasilan 40 % untuk arabika, 100 % untuk robusta dan 100 % untuk udara bebas (tanpa kopi).Kata Kunci : Electronic Nose,  Jaringan saraf tiruan, JST backpropagation
Perancangan Metode Kontrol Linear Quadratic Integral Tracking (LQIT) untuk Pengendalian Posisi Sistem Suspensi Sederhana (Mass-Spring-Damper) Arrosida, Hanum; Sudaryanto, Albert
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v6n2.388.2017

Abstract

Comfortable is needed in driving. One of the way is minimize the effects of shocks on passengers/vehicles. The suspension system in this discussion is a simplified model. The objective control is to be able to control the vehicle through its suspension system so that it looks at the desired position there is an uneven path which can be regarded as an disturbance or additional force on the system. Simplified suspension system consists of mass -spring-damper. The linear quadratic integral tracking method is designed to overcome the disturbance of simplified suspension systems, this method is the development of the linear quadratic regulator method (LQR) with Integral Control to eliminate steady state errors during tracking. Based on simulation result, data obtained by LQIT control method that implements being able to track the position on the system and minimize steady state error at 3% with rising time 2 second and steady state time 3 second, so that if there is a disturbance that causes position changes on the suspension system, the controller is able to control the system to immediately return to desired position, So that interference / shock can be minimized.Keywords : Simplified suspension, LQIT  and Positon TrackingAbstrak— Kenyamanan diperlukan dalam berkendara. Salah satu caranya adalah dengan cara meminimalisir efek guncangan terhadap penumpang/kendaraan. Sistem suspensi dalam bahasan kali ini adalah model yang disederhanakan. Objektive kontrolnya adalah dapat mengontrol kendaraan melalui sistem suspensinya sedemikian rupa sehingga berada pada posisi yang diinginkan sekalipun terdapat jalan yang tidak rata yang dapat dianggap sebagai gangguan atau tambahan gaya pada sistem. Sistem suspensi sederhana terdiri dari massa (mass)-pegas(spring)-peredam (damper). Metode kontrol linear quadratic integral tracking di rancang untuk mengatasi gangguan pada sistem suspensi sederhana, metode ini merupakan pengembangan dari metode kontrol linear quadratic regulator (LQR) dengan penambahan kontroler integral (Integral Control) untuk mengeliminasi eror steady state saat tracking berlangsung. Berdasarkan hasil pengujian secara simulasi, diperoleh data bahwa metode kontrol LQIT yang diterapkan mampu menjadikan tracking posisi pada sistem memiliki error steady state minimal dengan kriteria 3% dengan rise time 2 detik dan steady state time 3 detik, sehingga ketika terjadi gangguan yang menyebabkan pergeseran/perubahan posisi pada sistem suspensi, kontroler mampu mengendalikan sistem agar segera kembali pada posisi yang ditentukan sehingga gangguan/guncangan yang terjadi mampu diminimalisir. Kata Kunci : Suspensi sederhana, LQIT, dan Tracking posisi.
Simulasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menggunakan Doubly Fed Induction Generator (DFIG) dengan Back-To-Back Converter Harumwidiah, Anisa; Kurniawan, Adi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.287 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.269.2016

Abstract

Wind turbine is one of the solutions to overcome the decreasing amount of fossil fuel. One type of generator which can be used on wind turbine application is Doubly Fed Induction Generator (DFIG). The AC current is supplied from both stator winding which connected directly to the grid and rotor winding which connected to the grid through back-to-back power electronic converter. This paper provides simulation of wind turbine using DFIG connected to the grid through back-to-back converter. The back-to-back converter is operated in order to control the rotor speed of DFIG, so that the DFIG can generate maximum power and maintain constant voltage on DC link capacitor. The system is equipped with Maximum Power Point Tracking (MPPT) method to generate maximum power on various wind speed condition. The simulation results show that the control system has high accuracy, proven with error value under 1% on various wind speed condition.Keywords : Doubly Fed Induction Generator (DFIG), Back-to-back Converter, and renewable energyAbstrak— Turbin angin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi sumber energi fosil yang jumlahnya semakin terbatas. Salah satu generator yang digunakan untuk turbin angin adalah Doubly Fed Induction Generator (DFIG). Arus AC yang disuplai berasal dari belitan stator yang terhubung langsung dengan jaringan dan belitan rotor yang juga terhubung dengan jaringan melalui power electronic converter dengan jenis back-to-back converter. Pada penelitian ini dilakukan simulasi pembangkit listrik tenaga angin menggunakan DFIG yang dihubungkan ke jaringan melalui back-to-back converter. Konverter ini dioperasikan dengan tujuan mengontrol kecepatan rotor DFIG agar menghasilkan daya maksimum dan menjaga nilai tegangan kapasitor DC tetap konstan. Sistem dilengkapi dengan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk menghasilkan daya maksimum pada kecepatan angin yang berbeda-beda. Hasil simulasi untuk pengujian akurasi rangkaian kontrol menunjukkan nilai akurasi yang tinggi dibuktikan dengan nilai error dibawah 1% untuk semua kondisi kecepatan angin.Kata Kunci : Doubly Fed Induction Generator (DFIG), Back-to-back Converter, dan energi terbarukan.
Perancangan dan Implementasi Sistem Monitoring Beban dan Kecepatan Kendaraan Menggunakan Teknologi Weigh in Motion Septiana, Trisya; Zaini, Zaini
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 7, No 1: March 2018
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.839 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v7n1.512.2018

Abstract

Weigh in Motion (WIM) is one of the innovative solutions in traffic management that allows vehicles are weighed while on the way. In this research, it is designed a monitoring system capable of processing and calculating vehicle data in the form of vehicle load and speed through the WIM system. To support this system, the hardware used in the form of WIM sensor consists of a Load Cell, a HX711 amplifier module, and an Arduino as well as for the load signal data that has been produced by WIM system using the signal processing analysis method. Testing this system was conducted by using a passenger car at different speeds. Based on the test results, it is obtained that the WIM system is capable of measuring the running vehicle with the result of average error value for the speed is 8.94%, the distance of vehicle axle is 14.64%, and the vehicle load is 10.21%.Keywords : Weigh in Motion, Traffic Management, Load CellAbstrakWeight in Motion (WIM) merupakan salah satu solusi inovatif dalam manajemen lalu lintas yang memungkinkan kendaraan ditimbang pada saat dalam perjalanan. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem monitoring yang mampu mengolah dan menghitung data kendaraan berupa beban dan kecepatan kendaraan melalui sistem WIM. Untuk mendukung sistem ini digunakan perangkat keras berupa sensor WIM yang terdiri dari Load Cell, modul penguat HX711 dan Arduino serta untuk data sinyal beban yang telah dihasilkan sistem WIM menggunakan metode analisa pengolahan sinyal. Pengujian sistem ini dilakukan menggunakan sebuah mobil penumpang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Dari hasil pengujian didapatkan sistem WIM mampu melakukan pengukuran kendaraan berjalan dengan nilai rata-rata error yang dihasilkan untuk kecepatan 8.94%, jarak sumbu kendaraan 14.64%, dan beban kendaraan 10.21%.Kata Kunci : Weigh in Motion, Manajemen Lalu Lintas, Load Cell
Analisa Path Loss Spektrum Frekuensi UHF Untuk Penyiaran TV Terestrial Kota Padang Andre, Hanalde; Nofriadi, Nofriadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 1: Maret 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.256 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n1.358.2017

Abstract

The calculation of path loss is needed in the planning and evaluation of telecommunications services. Broadcasting Television (TV) terrestrial uses Ultra High Frequency (UHF) spectrum in the range of 478 MHz -806 MHz. This study discuss the Padang city terrestrial TV broadcasting consisting of 14 transmitters. Path loss calculations carried out in the Padang city service area using the ITU-R P.525 and ITU-R P.1546. Based on calculation results showed an average difference of the two methods of 4:53 db.Keywords : Path Loss, Terestrial TV, UHF, Padang CityAbstrak—Perhitungan path loss sangat dibutuhkan dalam perencanaan maupun evaluasi layanan telekomunikasi. Penyiaran Televisi (TV) terestrial menggunakan spectrum frekuensi Ultra High Frequency (UHF) dalam rentang 478 MHz -806 Mhz. Penelitian ini membahas penyiaran TV terestrial Kota Padang yang terdiri dari 14 pemancar. Perhitungan path loss dilakukan dalam area layanan kota padang dengan menggunakan metode rekomendasi ITU-R P.525 dan rekomendasi ITU-R P.1546. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil selisih rata-rata kedua metode tersebut sebesar 4.53 db. Kata Kunci : Path Loss, TV terestrial, UHF, Kota Padang
Rancang Bangun Stand-Alone Automatic Rain Gauge (ARG) Berbasis Panel Surya Arifin, Zaenal; Rahadian, Helmy
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 3: November 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.409 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v6n3.440.2017

Abstract

Automatic Rain Gauge (ARG) used to monitoring rainfall in a region. ARG used a microcontroller as a process unit and embedded system (stand-alone system). ARG is not only placed on the BMKG station, but ARG is also located in remote areas far from the electricity grid. This is became a problem because ARG requires electricity to work. Based on the specification, ARG requires a low power microcontroller and have enough memory as a temporary data storage. One type of microcontroller these specifications is MSP430FR5969. Based on the research, the average power consumption the ARG is 0.23 watt. Applying a 20 watt solar panel with a maximum power point tracking (MPPT) as a source power could generate power 5.5 watt until 7.2 watt. Comparison of power consumption and power generate from solar panels, ARG has an independent power source to meet its needs.  Keywords :  Automatic Rain Gauge (ARG), MSP430FR5969, Solar Cell, Maximum Power Point Tracking (MPPT).     Abstrak Automatic Rain Gauge (ARG) digunakan untuk memonitor curah hujan di suatu wilayah. ARG bekerja dengan menggunakan mikrokontroller sebagai prosesing unit dan merupakan sebuah embedded sistem (sistem yang berdiri sendiri). ARG tidak hanya diletakan pada stasiun pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), namun ARG juga diletakan di daerah terpencil yang jauh dari jaringan listrik. Hal tersebut menjadi masalah karena ARG membutuhkan sumber energi listrik untuk dapat bekerja. Berdasarkan spesifikasinya, ARG membutuhkan mikrokontroller yang rendah dalam penggunaan daya serta memiliki cukup memory sebagai tempat penyimpanan data sementara. Salah satu jenis mikrokrontroller yang memenuhi spesifikasi tersebut adalah MSP430FR5969. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil konsumsi daya rata – rata yang dibutuhkan oleh ARG sebesar 0.23 watt. Dengan memanfaatkan panel surya sebesar 20 watt yang dilengkapi dengan maximum power point tracking (MPPT) sebagai sumber energi listrik, dapat menghasilkan daya 5,5 watt hingga 7,2 watt. Dengan perbandingan data konsumsi energi dan data yang dihasilkan dari solar panel panel, maka ARG memiliki sumber listrik mandiri untuk memenuhi kebutuhannya.  Kata kunci: Automatic Rain Gauge (ARG), MSP430FR5969, Panel Surya, Maximum Power Point Tracking (MPPT).