cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
Pengaturan Keseimbangan Pengisian dan Pengosongan Baterai Asam Timbal Rismansyah, Mochammad; Nazir, Refdinal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.636 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.265.2016

Abstract

In this paper proposed a system of balance settings for charging and discharging the lead-acid battery using a microcontroller arduino uno 16U2. The calculation of battery capacity using the method of As (Ampere-second). Before this is done, the value of the energy stored in the battery is calculated using the relationship between the battery capacity (SOC) and the open-circuit voltage of the battery. The microcontroller will do the calculations for the system running using any current relationships in the system. Settings are separated between setting the maximum point and minimum point battery battery. Setting the maximum point guard of excess charging batteries. When the battery is full, the current discharge / disposal will flow which prevents the battery charging when it reaches the maximum point. 0153 constant exhaust flow set point A. Setting minimum keep the battery from the void (lack of energy). Load will not get a good supply of energy or battery charger when the battery below the minimum point because the charger is only charging the battery to pass the minimum point. This system uses the point of 11.67% with a minimum capacity of 50 Ah battery. System settings are made has managed to keep the battery from overload conditions and under loading.Keywords : Lead-acid Battery, mosfet, charging and discharging, arduino uno microcontroller Abstrak—Dalam tulisan ini diusulkan suatu sistem pengaturan keseimbangan pengisian (charging) dan pengosongan (discharging) pada baterai asam timbal menggunakan mikrokontroler arduino uno 16U2. Perhitungan kapasitas baterai menggunakan metoda As (Ampere-second). Sebelum sistem ini dijalankan, nilai energi yang tersimpan pada baterai dihitung menggunakan hubungan antara kapasitas baterai (SOC) dan tegangan open circuit baterai. Mikrokontroler akan melakukan perhitungan selama sistem berjalan menggunakan hubungan setiap arus pada sistem. Pengaturan dipisahkan antara pengaturan titik maksimal baterai dan titik minimal baterai. Pengaturan titik maksimal menjaga baterai dari kelebihan pengisian. Saat baterai telah penuh maka arus peluahan/pembuangan akan mengalir yang mencegah baterai mengalami pengisian saat mencapai titik maksimum. Arus pembuangan diset konstan 0.153 A. Pengaturan titik minimum menjaga baterai dari kekosongan (kekurangan energi). Beban tidak akan mendapatkan pasokan energi baik dari charger maupun baterai saat baterai dibawah titik minimumnya karena charger hanya melakukan pengisian pada baterai hingga melewati titik minimumnya. Sistem ini menggunakan titik minimum 11.67% dengan kapasitas baterai 50 Ah. Sistem pengaturan yang dibuat telah berhasil menjaga baterai dari kondisi kelebihan muatan dan kekurangan muatan.Kata Kunci : Baterai asam timbal, mosfet, pengisian dan peluahan, mikrokontroler arduino uno
Analisa Proses Charging Akumulator Pada Prototipe Turbin Angin Sumbu Horizontal Di Pantai Purus Padang Latif, Melda; Nazir, Refdinal; Reza, Hamdi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 1: Maret 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.42 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n1.91.2013

Abstract

Tenaga listrik merupakan kebutuhan vital untuk pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial. Hampir semua aktifitas sehari-hari dan perindustrian tidak lepas dari penggunaan tenaga listrik. Akan tetapi tidak semua daerah bisa menikmati energi listrik karena keterbatasan jangkauan sumber energi listrik oleh Pembangkit Listrik Negara (PLN). Karena tidak semua daerah menerima pasokan listrik PLN, maka kita bisa mendapatkan energi listrik dari energi angin yang merupakan energi terbarukan dan ramah lingkungan. Energi listrik  yang berasal dari turbin angin sumbu horizontal disimpan di akumulator (baterai). Akumulator merupakan sumber energi listrik portable yang bisa digunakan dimana saja dan kapan saja. Energi listrik pada akumulator juga bisa habis jika digunakan terus menerus dan bisa diisi (charging) kembali dengan input listrik DC yang berasal dari sistem konversi energi angin. Output dari turbin angin sumbu horizontal ini adalah tegangan AC 3 fasa. Dalam penelitian ini digunakan transformator, rectifier, dan dioda sebelum diteruskan ke akumulator. Turbin angin sumbu horizontal dipasang di daerah pantai Purus Padang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa alat dan rangkaian yang dirancang bisa melakukan proses charging dengan kecepatan angin minimum yang diperlukan untuk menghasilkan tegangan output 12 Volt DC adalah 4,5 m/s atau dengan kecepatan putar generator turbin angin sebesar 450 rpm.Kata kunci: energi terbarukan, angin, turbin angin sumbu horizontal, akumulator, transformator, rectifier, dioda
Perbandingan Konstanta Dielektrik Dan Permitivitas Relatif Minyak Sawit Dengan Minyak Isolasi Mineral Pasca Penuaan Termal Rajab, Abdul
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 2, No 1: Maret 2013
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.862 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v2n1.96.2013

Abstract

Sifat ramah lingkungan, dalam arti mudah terbiodegradasi, dan faktor ketersediaan yang melimpah membuat minyak sawit diusulkan menjadi alternatif minyak isolasi. Dengan demikian maka karakteristik dielektrik minyak sawit akibat tekanan termal perlu dievaluasi. Makalah ini memaparkan konstanta dielektrik dan permitivitas relatif minyak sawit pasca penuaan termal. Hasilnya dibandingkan dengan minyak mineral pada kondisi perlakuan dan pengujian yang sama. Minyak dipanaskan selama 1 hingga 7 hari dalam sebuah oven listrik sebelum faktor disipasi dan konstanta dielektriknya diuji. Viskositas minyak juga turut dievaluasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya degradasi molekul minyak pasca penuaan. Perlakuan penuaan termal dilakukan mengacu pada standar IEC-61125, sedangkan prosedur pengujian dilakukan dengan mengacu pada standar IEC247. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor disipasi kedua minyak naik dengan naiknya durasi penuaan termal. Hal ini ditengarai sebagai akibat dari semakin banyaknya pembawa muatan hasil degradasi minyak maupun degradasi kontaminan. Konstanta dielektrik minyak sawit dan minyak mineral juga mengalami kenaikan yang diduga diakibatkan oleh kehadiran senyawa polar hasil hidrolisis minyak sawit dan oksidasi minyak mineral.                                                                                                                                                Kata Kunci : Minyak isolasi, penuaan termal, faktor disipasi, konstanta dielektrik
Perancangan Penguat Awal Menggunakan Tabung Hampa Pada Aras Tegangan Rendah Budhiantho, Matias H.W.; Dewantoro, Gunawan; Sabatino, Demas
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 1: Maret 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.105 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n1.98.2015

Abstract

Vacuum tube amplifiers have been known as softly-cliping audio amplifiers, as opposed to solid-state based amplifiers which exhibit hard-cliping properties. However, vacuum tubes are operated in high voltage level. Meanwhile, in order to work in low voltage level, a vacuum tube amplifier must employ step down transformers that leads to complexity. This study aims to make use of vacuum tubes in a pre-amplifier working on 12 VDC level. First, several measurements were done to obtain graphics of characteristic of triode 12AT7 in low voltage level. Common-cathode topology was cascaded with a common-anode topology to realize such amplifier. The results show that the preamplifier has an input impedance of 1.11 MΩ, output impedance of 3.5 kΩ for the right channel and 3.2 kΩ for the left channel. Maximum Total Harmonic Distortion of 1.7% occurs on frequency of 4 kHz. Voltage gains of 20.08 dB and 20 dB were obtained for the right and left channels, respectively. This pre-amplifier also shows sensitivity of 212 mVrms, maximum output level of 2 Vrms, and relatively flat frequency response within 60 Hz–20 kHz with ripple of ± 0.5dB. This pre-amplifier can be alternatively used in two modes, namely linear mode and distorted mode.Keywords : Pre-amplifier, Vacuum Tube, Linear Mode, Distorted ModeAbstrakPenguat tabung hampa telah dikenal sebagai penguat audio dengan sifat soft-clipping, dan tidak seperti penguat transistor yang bersifat hard-clipping. Tabung hampa umumnya merupakan suatu komponen aktif yang bekerja pada aras tegangan tinggi (ratusan volt), namun pada aras tegangan tinggi penguat tabung membutuhkan transformator keluaran untuk menurunkan aras tegangan isyarat keluaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penguat awal dengan menggunakan tabung hampa pada tegangan kerja 12 VDC. Untuk merancang untai tabung hampa pada aras tegangan rendah, telah dilakukan pengukuran untuk mendapatkan grafik karakteristik trioda 12AT7. Untai tabung hampa direalisasikan dengan topologi katoda bersama yang dikaskade dengan anoda bersama. Dari hasil pengukuran didapatkan spesifikasi penguat awal yaitu impedansi masukan sebesar 1.11 MΩ, impedansi keluaran 3.5 kΩ pada kanal kanan dan 3.2 kΩ pada kanal kiri, THD maksimal terjadi pada frekuensi 4 kHz di kanal kanan yaitu sebesar 1.7%, bati tegangan 20,08 dB pada kanal kanan dan 20 dB pada kanal kiri, sensitivitas 212 mVrms, aras keluaran maksimal 2 Vrms, tanggapan frekuensi yang rata pada rentang 60 Hz – 20 kHz dengan fluktuasi ± 0.5 dB. Penguat awal ini dapat digunakan secara bergantian dalam dua ragam, yaitu ragam linier dan ragam cacat berupa efek flanger.Kata Kunci : Penguat Awal, Tabung Hampa, Mode Linear, Mode Distorsi//
Analisa Performansi Tanggapan Tegangan Sistem Eksitasi Generator Terhadap Perubahan Parameter Laksono, Heru Dibyo; Febrianda, Adry
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 1: Maret 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.411 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n1.117.2015

Abstract

This journal discusses about performance analysis of generator excitation system voltage response towards parameters changes. Changes in the parameters of the generator excitation system will affect the response voltage generator excitation system performance, in both time domain and frequency domain performances. The performance analysis of the generator excitation system voltage response in both time domain and frequency domain, conduct with the help of Matlab software. For performance in the time domain is consists of error analysis and transient analysis, while for performance in the frequency domain is consists of the open-loop performance and closed-loop performance. The parameters that to be changed are the amplifier gain constant, amplifier time constant, generator gain constant, and generator time constant. The analysis result shows that the performance of the generator excitation system voltage response in both time domain and frequency domain performances is very sensitive towards the changes in the parameters, especially for the changes of amplifier gain constant, the changes of amplifier time constant, the changes of generator gain constant, and the changes of generator time constant.
Analisis Motor Induksi Fasa Tiga Tipe Rotor Sangkar Sebagai Generator Induksi Dengan Variasi Hubungan Kapasitor Untuk Eksitasi Berlianti, Rahmi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 1: Maret 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.998 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n1.135.2015

Abstract

Motor induksi fasa  tiga dapat dapat dioperasikan sebagai generator induksi fase tiga. Kecenderungan menggunakan generator induksi (rotor sangkar) sebagai pengganti generator sinkron juga semakin meningkat khususnya untuk PLTMh kecil dengan beban penerangan (resistif). Hal ini dikarenakan alasan perawatannya rumit, susah didapat dipasaran, dan harganya mahal. Generator induksi  penguatan sendiri, memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan generator sinkron. Akan tetapi generator induksi menawarkan regulasi tegangan yang lemah dan nilainya bergantung pada kecepatan penggerak, kapasitor, dan beban.  Pada penelitian ini digunakan motor induksi  fasa  tiga rotor sangkar  0,9 KW, 2,7 A, pf 0,84, 50 Hz sebagai generator induksi, dengan variasi hubungan kapasitor Bintang dengan nilai kapasitansi 25µF, Delta 8µF, dan C-2C 8µF dan 16µF untuk beban R-RL yang variatif. Dan dari ketiga hubungan kapasitor tersebut yang lebih baik adalah hubungan bintang dengan  kapasitansi 25 µF.Kata kunci : motor induksi, generator induksi, kapasitor, bintang, delta,  C-2C, fasa tiga, penguatan sendiri
Analisa Perbaikan Profil Tegangan Sistem Tenaga Listrik Sumbar Menggunakan Kapasitor Bank dan Tap Transformator Abadi, Akbar; ., Syafii
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.986 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.145.2015

Abstract

Voltage stability evaluation is needed to get the information of electrical power distribution system performance. Power flow calculation is used to determine the important parameters of power system in a steady state. An electric power system must have voltage value that does not exceed the limits of tolerance and the power loss as well as small. The improvement of voltage profile can be done by using voltage-control equipments, such as capacitor banks and transformer tap. Through simulation using the PowerWorld simulator, the value and location of capacitor banks and transformers tap will obtained in order to improve system performace. Sumbar electrical system was used in this study. From the simulation results, for the initial condition of the system, there are several buses that have voltage drop with total system losses 14.4 MW. After capacitor added, the system voltage has increased significantly so that no one passed the value of tolerance and the losses in the system down to 14.1 MW. As for setting the ratio of tap transformer, voltage system did not change so much, except on the secondary side of the transformer bus arranged with system losses almost the same that equal to 14.4 MW. For the case of the addition of the capacitor and transformer tap settings in the same time, the voltage drop no longer exceeds 5% and the total system losses decreased to 13.9 MW.           Keywords :Voltage stability, Capacitor bank, Tap transformator, Voltage drop, and System losses.Abstrak-Evaluasi stabilitas tegangan perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi performasi sistem penyaluran tenaga listrik. Perhitungan analisa aliran daya digunakan untuk menentukan parameter-parameter penting sistem tenaga listrik dalam keadaan tunak. Suatu sistem tenaga listrik yang baik harus memiliki nilai tegangan yang tidak melebihi batas toleransi serta rugi-rugi daya yang kecil. Perbaikan profil tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan pengatur tegangan, yaitu kapasitor bank dan tap transformator. Melalui simulasi menggunakan PowerWorld simulator akan diperoleh nilai dan lokasi kapasitor bank dan tap transformator yang tepat untuk  memperbaiki performasi sistem. Sistem kelistrikan Sumbar digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil simulasi, untuk  kondisi awal sistem, terdapat beberapa bus yang mengalami drop tegangan dengan total rugi-rugi sistem sebesar 14,4 MW. Setelah penambahan kapasitor, tegangan sistem mengalami peningkatan yang signifikan sehingga tidak ada yang melewati nilai toleransi dan rugi-rugi sistem turun menjadi 14,1 MW. Sedangkan untuk pengaturan rasio tap transformator, tegangan sistem tidak mengalami perubahan yang begitu besar, kecuali pada sisi sekunder transformator bus yang yang diatur dengan rugi-rugi sistem hampir sama yaitu sebesar 14,4 MW. Untuk kasus penambahan kapasitor dan pengaturan rasio tap transformator sekaligus, tidak ada lagi drop tegangan yang melebihi dari 5 % dan  total rugi-rugi sistem turun menjadi 13,9 MW.                                                                                                                                                       Kata Kunci : Stabilitas tegangan, Kapasitor bank, Tap transformator, Drop tegangan, dan Rugi-rugi sistem.   
Teknik Rektifikasi Citra dan Tapis Kalman Dalam Mengestimasi Kecepatan Kendaraan Gusa, Rika Favoria
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.271 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.50.2014

Abstract

Estimating is a challenging task when the image sequence from a camera are directly processed because there is perspective projection that causes length and area ratio of objects in the image are not preserved. In this paper, it was used image rectification technique and Kalman filter algorithm to overcome the problems encountered in order to obtain accurate vehicle velocity estimation. Rectified images as result of image rectification were processed, then Kalman filter algorithm was executed based on the processing result of the rectified images. The result of the tests showed that geometric distortion on the objects in the image sequence could be corrected well by using image rectification. Kalman filter algorithm was also good enough in estimating vehicle velocity. The error of average velocity estimation was ±3 km/hour.Keywords : Estimation, Vehicle velocity, Image rectification, Kalman filter. AbstrakEstimasi kecepatan akan sulit dilakukan dengan langsung mengolah runtun citra kendaraan yang diperoleh dengan menggunakan kamera. Hal ini dikarenakan panjang maupun luas objek-objek di dalam citra mengalami perubahan akibat adanya proyeksi perspektif.Dalam penelitian ini, distorsi geometrik objek di dalam runtun citra akan diperbaiki dengan melakukan rektifikasi citra. Selanjutnya, algoritma tapis Kalman dijalankan guna mengolah informasi dari rectified images yang merupakan hasil rektifikasi runtun citra sehingga kecepatan kendaraan yang diamati dapat diperkirakan.Distorsi geometrik objek di dalam runtun citra yang diakibatkan oleh proyeksi perspektif pada kamera dapat dikoreksi dengan baik menggunakan rektifikasi citra yang dilakukan dengan menerapkan matriks transformasi proyektif yang dihitung berdasarkan kondisi (panjang maupun besar sudut) sebenarnya dari garis-garis objek di dalam runtun citra.Galat estimasi kecepatan rata-rata kendaraan ialah sebesar ±3 km/jam (saat kendaraan bergerak lurus).Kata Kunci : Estimasi, Kecepatan kenderaan, Rektifikasi citra dan Filter Kalman  
Evaluasi Kinerja Layanan IPTV pada Jaringan Testbed WiMAX Berbasis Standar IEEE 802.16-2004 Mukti, Prasetiyono Hari; Yunianto, Rizki Aris; Affandi, Achmad
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 4, No 2: September 2015
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.988 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v4n2.164.2015

Abstract

In this paper, a performance evaluation for IPTV Services over WiMAX testbed based on IEEE Standard 802.16-2004 will be described. The performance of the proposed system is evaluated in terms of delay, jitter, throughput and packet loss. Service performance evaluations are conducted on network topology of point-to-point in the variation of background traffic with different scheduling types. Background traffic is injected into the system to give the sense that the proposed system has variation traffic load. Scheduling type which are used in this paper are Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) and Unsolicited Grant Service (UGS). The expemerintal results of IPTV service performance over the testbed network show that the maximum average of delay, jitter, packet loss and jitter are 16.581 ms, 58.515 ms, 0.67 Mbps dan 10.96%, respectively.                                     Keywords : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX Abstrak—Di dalam makalah ini dibahas mengenai implementasi Jaringan Testbed WiMAX untuk mendukung layanan IPTV. Jaringan testbed yang dibangun mengacu kepada Standar IEEE 802.16-2004. Kualitas kinerja dari layanan IPTV pada jaringan testbed ini akan dievaluasi menggunakan parameter delay, jitter, throughput dan packet loss. Evaluasi kinerja layanan tersebut akan dilakukan dalam topologi jaringan point-to-point dengan variasi background traffic pada jenis scheduling yang berbeda. Penambahan background traffic ini dimaksudkan agar kondisi jaringan yang dibangun mencerminkan kondisi sebenarnya yang memiliki variasi beban trafik. Jenis scheduling yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja ini adalah Best Effort (BE), Non-Real-Time Polling Service (nrtPS), Real-Time Polling Service (rtPS) dan Unsolicited Grant Service (UGS). Hasil evaluasi kinerja layanan IPTV pada jaringan testbed ini menunjukkan bahwa masing-masing nilai maksmimal rata-rata untuk delay, jitter, throughput dan packet loss adalah sebesar 16,581 ms, 58,515 ms, 0,67 Mbps dan 10,96%.Kata Kunci : IPTV, QoS, Service Class, testbed, WiMAX
Analisis Pengaruh Akibat Korona Terhadap Rugi-Rugi Daya Saluran Uadara Tegangan Tinggi 150 kV (G.I. Lubuk Alung – G.I. P.I.P. – G.I. Pauh Limo) Kurniasih, Novi; Purnama Sari, Dewi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 3, No 1: Maret 2014
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2427.213 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v3n1.55.2014

Abstract

At high voltage overhead lines 150 kV, problem of corona represent a problem which have to be reckoned. Corona marked with incidence of light which is young violet chromatic around surface of conductor strand accompanied by ear fizz and smell ozone. This corona phenomenon cause the existence of power loss at transmission line. Lossy of power effect of the corona can influence by: wide of penampang of conductor strand, distance between conductor strand, condition of surface of conductor strand and wheater condition. To reduce power loss effect of corona, can be done by enlarging distance between conductor strand, enlarging wide of penampang of conductor strand and transposisi transmission network. Become given the existence of corona power loss, can be obtained by how much lossy percentage of power effect of corona that happened at lines of G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P - G.I. Pauh Limo. Pursuant to result of calculation per month, lines of G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P. yielding corona power loss equal to 21877,0200 kW (2,9389 %). At lines between G.I. Pauh Limo - G.I. P.I.P. yielding corona power loss equal to 45146,2680 kW (5,0059 %) while lines of G.I. Pauh Limo - G.I. Lubuk Alung yield corona power loss equal to 67023,2880 kW (4,0712 %).Keywords:   150 kV High Voltage Transmission, Corona, Conductor Wire, Power Losses, Substation AbstrakPada saluran udara tegangan tinggi 150 kV, masalah korona merupakan suatu masalah yang sudah harus diperhitungkan. Korona ditandai dengan timbulnya cahaya yang berwarna violet muda di sekitar permukaan kawat penghantar yang disertai dengan suara mendesis dan berbau ozone. Fenomena korona ini menyebabkan adanya rugi-rugi daya pada saluran transmisi. Rugi-rugi daya akibat korona tersebut dapat dipengaruhi oleh: luas penampang kawat penghantar, jarak antara kawat penghantar, keadaan permukaan kawat penghantar dan kondisi cuaca. Untuk mereduksi rugi-rugi daya akibat korona, dapat dilakukan dengan memperbesar jarak antara kawat penghantar, memperbesar luas penampang kawat penghantar dan transposisi jaringan transmisi. Jadi dengan mengetahui adanya rugi-rugi daya korona tersebut, dapat diperoleh berapa persentase rugi-rugi daya akibat korona yang terjadi pada saluran dari  G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P. - G.I. Pauh Limo. Berdasarkan hasil perhitungan per bulan, saluran dari  G.I. Lubuk Alung - G.I. P.I.P. menghasilkan rugi-rugi daya korona sebesar 21877,0200 kW (2,9389 %). Pada saluran antara G.I. Pauh Limo - G.I. P.I.P. menghasilkan rugi-rugi daya korona sebesar  45146,2680 kW (5,0059 %) sedangkan saluran dari G.I. Pauh Limo - G.I. Lubuk Alung menghasilkan rugi-rugi daya korona sebesar 67023,2880 kW (4,0712 %).Kata Kunci:    Saluran udara tegangan tinggi 150 kV, Korona, Kawat penghantar, Rugi-rugi daya, Gardu Induk  

Page 5 of 61 | Total Record : 604