cover
Contact Name
Zayra Zahra
Contact Email
zayra.zahra2004@gmail.com
Phone
+6285888706150
Journal Mail Official
zayra.zahra2004@gmail.com
Editorial Address
Jl. Setiabudhi No 229 Bandung Kodepos 40154 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
ISSN : 08545251     EISSN : 25407694     DOI : -
JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) is the leading journal in Social Studies institutions concerning Social studies and education. The journal is multi-disciplinary, welcoming contributions that advance our understanding of education, science ,and technology as social activities. The journal promotes research and scholarly discussion concerning social studies and eduction in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about social sciences (Geography Education, Religion Educatioan, History Education, Economic Education, Sosiology Education, Tourism Education, Communication Science for Education Purposes Social Studies for Multicultural Education, and Social Studies in Developing Countries Education).
Articles 246 Documents
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM UPAYA MEMBENTUK PELAJAR ANTI NARKOBA Nurhadianto, Nurhadianto
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1618

Abstract

Pancasila merupakan ideologi negara yang telah disepakati sebagai dasar dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pengamalan nilai-nilai pancasila tentunya akan membawa pada perkembangan kehidupan masyarakat yang berketuhanan, berperi-kemanusiaan, bersatu, berkerakyatan, dan berkeadilan. Sebaliknya, lunturnya pengamalan nilai-nilai dasar tersebut akan menyebabkan berbagai tindakan disorder yang dapat menancam seluruh lini kehidupan. Salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Sampai hari ini, penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya merusak perkembangan mental secara pribadi, kondisi ini tentunya menyebabkan kerusakan jangka panjang bagi bangsa dan Negara Indonesia. Kelompok usia remaja merupakan social capital negara Indonesia. Apabila modal sosial ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pasungan dampak buruk narkoba tersebut, bagaimana mereka akan berpartisipasi dalam menunaikan janji kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia. Oleh sebab itu, internalisasi nilai-nilai pancasila di kalangan remaja dirasa sangat diperlukan agar sikap dan perilaku para remaja senantiasa dijiwai nilai-nilai luhur Pancasila.Kata kunci: Internalisasi, Nilai-nilai, Pancasila
PENUMBUHAN KESADARAN SEJARAH PESERTA DIDIK MELALUI METODE KARYAWISATA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SITUS KERATON KADRIYAH Mauludea, Hana
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i1.1608

Abstract

Site Kadriyah palace as local history studies should be intensified, in the teaching of history in schools. Method of learning utilization the local history field trip site Kadriyah palace in SMA Muhammadiyah 1 Pontianak was able to enhance the learners' enthusiasm for learning history. Conditions of a historical awareness of learners generally mixed. Some karatkter awareness of history found among others the emergence of attitudes prepared for the future, alert, creative, appreciate the past, the spirit of hard work and others. This study is expected to describe the historical consciousness and contribute to the teaching of local history in Pontianak and the surrounding area. Also expected to study the history of the palace site Kadriyah be intensified to be one source of learning history. Keywords: Consciousness the History, Methods of Field Trips, Local History, Sultan Kadriyah Site
KOMPARASI ESTIMASI RELIABILITAS PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DITINJAU DARI HOMOGENITAS DAN HETEROGENITAS KELOMPOK Chairunisa, Eva Dina
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i2.1454

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memverifikasi adanya pengaruh homogenitas  dan heterogenitas yang terdapat dalam kelompok terhadap nilai koefisien reliabilitas yang dihasilkan dengan menggunakan metode penelitian hubungan kausal. Penelitian ini dilakukan terhadap 400 siswa SMA di Kota Palembang yang terdiri dari 200 responden  kelompok homogen dan 200 responden dari kelompok heterogen. Pengujian perbedaan dilakukan dengan menggunakan uji-U Mann Withney. Pengambilan sampel sebanyak 133 skor responden dilakukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan pengembalian untuk dihitung koefisien reliabilitasnya, pengambilan sampel dilakukan sebanyak 30 kali, sehingga diperoleh masing-masing 30 buah koefisien reliabilitas untuk kelompok homogen dan kelompok heterogen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada koefisien reliabilitas yang dihasilkan kelompok homogen dan kelompok heterogen. Kelompok heterogen menghasilkan koefisien reliabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok homogen yang menghasilkan koefisien reliabilitas lebih rendah. Temuan ini mendukung teori bahwa homogenitas dan heterogenitas mempengaruhi besaran nilai koefisien reliabilitas.Kata kunci: Koefisien Reliabilitas, Homogenitas Kelompok, Heterogenitas Kelompok.
Pembinaan civic disposition berbasis nilai-nilai kemanusiaan pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah tinggi ilmu Kesehatan kota sukabumi Fusnika Fusnika
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v23i1.2063

Abstract

Sekarang ini nilai-nilai kemanusiaan pada dunia medis sudah merosot dengan indikator begitu banyak kasus-kasus pelanggaran hak asasi terhadap pasien dan dalam lingkungan rumah sakit banyak dijumpai tenaga keperawatan yang kurang beretika. Pada dunia keperawatan nilai – nilai kemanusiaan sangatlah penting karena nilai kemanusiaan merupakan suatu sikap dan pendekatan yang memperlakukan  pasien sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan lebih dari sekedar nomor tempat tidur atau sebagai seorang berpenyakit tertentu. Perawat harus menggunakan pendekatan humanistik dalam prakteknya untuk memperhitungkan semua yang diketahuinya tentang pasien yang meliputi pikiran, perasaan, nilai-nilai, pengalaman, kesukaan, dan bahasa tubuh pasien. Mahasiswa keperawatan sebagai bagian dari masyarakat mendapatkan Pendidikan Kewarganegaran di Perguruan Tinggi dalam rangka mempersiapkan mereka agar dapat lebih baik ketika menjadi tenaga medis nantinya dengan memiliki watak-watak  kewarganegaraan yang baik. Kata kunci: civic disposition, nilai kemanusiaan, pembelajaran PKn.
IMPLIKASI MINAT SISWA DALAM PENGELOLAAN PERTANIAN TERHADAP KEBERLANJUTAN MINAT BERTANI DI WILAYAH KECAMATAN PARONGPONG (Studi Kasus Di SMAN 1 Parongpong) Budiati, Indah
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1624

Abstract

Minat remaja dalam kegiatan pertanian cenderung rendah, namun demikian diperlukan pengkajian lebih lanjut, khususnya bagi siswa SMAN 1 Parongpong yang memiliki latar belakang putra-putri petani hortikultura di wilayah Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Minat merupakan perasaan suka atau ketertarikan individu terhadap suatu aktifitas atau objek tertentu. Minat seseorang dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu; (1) dorongan dari dalam diri individu, (2) motif sosial, (3) faktor emosional, dan (4) motif ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk; (1)  mengkaji bagaimana minat siswa SMAN 1 Parongpong terhadap kegiatan pertanian hortikultura, (2) faktor manakah di antara faktor dorongan dari dalam diri individu, motif sosial, faktor emosional, dan motif ekonomi yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong, dan (3) berapa besar pengaruh minat siswa dalam pengelolaan pertanian terhadap keberlanjutan minat bertani hortikultura di wilayah Kecamatan Parongpong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis data kepustakaan, wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa SMAN 1 Parongpong terhadap kegiatan pertanian hortikultura tinggi/kuat. Faktor dominan yang mempengaruhi keberlanjutan minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong adalah faktor dorongan dari dalam diri individu sebesar 11,83%, Berdasarkan analisis jalur (Path Analysis) menunjukkan bahwa minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong berpengaruh secara signifikan (86,49%) terhadap keberlanjutan minat bertani siswa SMAN 1 Parongpong di wilayah Kecamatan Parongpong. Kata kunci: Keberlanjutan minat bertani, Minat bertani, Pengelolaan pertanian, Siswa SMAN 1 Parongpong.
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KESEJARAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PENGGUNAAN BIOGRAFI TOKOH R.A LASMININGRAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Purnaman, Purnama Nurdiana
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i1.1613

Abstract

Penelitian ini berjudul Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kesejarahan Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Penggunaan Biografi Tokoh R.A Lasminingrat Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah (Penelitian Tindakan Kelas  Pada Kelas XI IPS 2 di MAN 2 Garut). Penelitian ini mendasarkan pada perbaikan proses pembelajaran sejarah di Kelas XI IPS 2 MAN 2 Garut. Proses tersebut yaitu melihat ketercapaian keterampilan berpikir kesejarahan siswa melalui penggunaan materi biografi R.A Lasminingrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan keterampilan berpikir kesejarahan meningkat. Hal ini dapat terlihat dari nilai task yang diberikan kepada siswa. Adapun kendala utama dalam penerapan keterampilan berpikir kesejarahan yaitu tingkat keterampilan siswa dalam membaca narasi sejarah.Kata kunci : Keterampilan berpikir kesejarahan, biografi R.A Lasminingrat.
Peningkatan Ecoliteracy siswa sebagai Green Consumer melalui Pemanfaatan Kemasan Produk Konsumsi dalam Pembelajaran IPS Tamam, Badrud
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i2.1459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ecoliteracy siswa sebagai green consumer, melalui pemanfaatan kemasan produk konsumsi sebagai media dan sumber belajar IPS. Hal tersebut dilatarbelakangi atas kondisi objektif masalah limbah kemasan produk-produk konsumsi, sebagai polutan serius bagi lingkungan, termasuk bagi siswa di lingkungan SMP Negeri 1 Ciruas. Permasalahan lingkungan ini penting dikaji dalam pembelajaran IPS, sebab siswa sering dihadapkan pada fakta lemahnya pemahaman, kesadaran dan keterampilan menjadi konsumen yang ramah lingkungan (green consumer). Pembelajaran di kelaspun nampaknya masih jarang membangkitkan kesadaran, dan prilaku peduli akan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (clasroom action research), dengan desain penelitian dari Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan (plan), tindakan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflect). Dari hasil analisis pencapaian kompetensi ecoliteracy siswa dari siklus satu sampai siklus ketiga, menunjukan peningkatan kemampuan ecoliteracy yang signifikan pada setiap aspeknya. Berdasarkan rekapitulasi pencapaian kompetensi ecoliteracy siswa dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa; pembelajaran IPS setelah memanfaatkan kemasan produk konsumsi sebagai media dan sumber belajar, dapat secara efektif meningkatkan kemampuan ecoliteracy siswa sebagai green consumer, pada kelas VIIB di SMP Negeri 1 Ciruas Kabupaten Serang-Banten. Sehingga siswa mampu lebih selektif baik dalam memilih, menggunakan dan membeli produk konsumsi berkemasan, yang berorientasi pada kelestarian lingkungan, terutama dilingkungan sekitar sekolah.Kata Kunci; Ecoliteracy, Green consumer, Kemasan Produk Konsumsi, Pembelajaran IPS
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN BALEENDAH Julimawati, Julimawati
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 24, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v24i2.1451

Abstract

Masyarakat sebagai salah satu aktor pembangunan, berperan penting dalam menentukan kualitas permukiman, sikap dan perilaku masyarakat akan membawa dampak terhadap kualitas lingkungan.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengukur kualitas lingkungan di kawasan Baleendah; 2) mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman; 3) mengidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman; Populasi penelitian ini adalah keseluruhan Blok Komplek Permukiman yang ada di Baleendah dengan jumlah Blok sebanyak 22, dengan jumlah KK 4.023. Sampel penelitian diambil secara random sampling dengan menggunakan rumus Taro Yamane, Blok sampel terdiri atas: 1) Komplek Balesarakan Baleendah; 2) Komplek KTSM; dan 3) Komplek Puri Cikarees. Tekhnik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen yang dilakukan dalam bentuk observasi dan kuesioner. Tekhnik analisis data menggunakan prosedur deskriptif  dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan kecendrungan bahwa kualitas lingkungan permukiman dapat dikatakan baik. Bentuk partisipasi dalam meningkatkan kuaitas lingkungan yang terdiri dari buah pikiran/ide, harta/uang, tenaga, keterampilan dan bentuk sosial. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah pendapatan, ketersediaan sarana prasarana, persepsi tentang kualitas lingkungan permukiman, peran tokoh masyarakat, motivasi dan jumlah anggota keluarga sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas linkungan di komplek permukiman.Kata kunci : Partisipasi Masyarakat, Kualitas Lingkungan Permukiman.
PEMBINAAN TOLERANSI DAN PEDULI SOSIAL DALAM UPAYA MEMANTAPKAN WATAK KEWARGANEGARAAN (CIVIC DISPOSITION) SISWA Yuni Maya Sari
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v23i1.2059

Abstract

Sikap toleransi dan peduli sosial terhadap sesama mulai menunjukkan gejala yang semakin memudar seiring dengan berkembangnya etnisitas, maka tentunya akan berdampak besar pada sebuah Bangsa. Membangkitkan kembali semangat toleransi dan peduli sosial dapat dilakukan melalui pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mengetahui secara mendalam tentang realitas sikap toleransi dan peduli sosial siswa, proses pembinaan toleransi dan peduli sosial, faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembinaan, dan upaya pihak sekolah dalam pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode  studi kasus dan data-data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Balikpapan Kalimantan Timur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa realitas sikap toleransi dan peduli sosial yang ditunjukkan siswa ditandai dengan menghargai pendapat orang lain baik, bersahabat tanpa membedakan suku dan agama, sikap saling menghargai, mengendalikan emosi, tidak mengejek teman, merancang dan melakukan berbagai kegiatan sosial, menghormati petugas-petugas sekolah, saling membantu, menjenguk teman yang sakit, dan melayat apabila ada orang tua siswa meninggal. Proses pembinaan toleransi dan peduli sosial siswa dilakukan melalui pembelajaran PKn di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Faktor-faktor penunjang dalam proses pembinaan toleransi dan peduli sosial siswa yaitu kebijakan, pedoman kurikulum, kebersamaan warga sekolah, sarana dan prasarana, lingkungan, komitmen sekolah, lingkungan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan Faktor-faktor penghambat proses pembinaan toleransi dan peduli sosial yaitu masih kurangnya kesadaran dari diri siswa akan pentingnya bertoleransi dan peduli sosial dalam kehidupan, dan masih ada beberapa pihak yang tidak ikut berpartisipasi dan bekerja. Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam proses pembinaan toleransi dan peduli sosial siswa yaitu lebih maksimal dalam mengembangkan toleransi dan peduli sosial pada diri siswa di berbagai kegiatan, lebih terstruktur dalam penyusunan program, menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah, memfasilitasi kegiatan yang bersifat sosial secara lebih optimal, melibatkan pihak lain.Kata kunci: toleransi, peduli sosial, watak kewarganegaraan.
PENGEMBANGAN BUDAYA SUKU TALANG MAMAK SEBAGAI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BAGIAN CIVIC CULTURE (Studi Etnografi pada masyarakat suku Talang Mamak di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau) Islamuddin, Islamuddin
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 23, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v23i2.1619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya sebuah degradasi kebudayaan dan kearifan lokal yang menyebabkan menculnya gejala krisis jati diri dan krakter bangsa, rendahnya pengetahuan mengenai kebudayaan, dan Rendahnya plestarian kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat bangsa Indonesia. Dalam penelitian ini ini mendiskripsikan budaya suku Talang Mamak dalam bagian civic culture, mendiskripsikan kearifan lokal dalam bagian civic culture, Pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal suku Talang Mamak dan Kendala dan Upaya dalam pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat suku Talang Mamak. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Tehnik analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data dan Verifikasi data. Kesimpulan bahwa budaya masyarakat suku Talang Mamak merupakan bagian dari civic culture dibuktikan dengan adanya nilai-nilai civic culture, kearifan lokal masyarakat suku Talang Mamak bagian dari civic culture dengan adanya nilai-nilai civic culture, pelestarian dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan mengenai kebudayaan Talang Mamak, mengikuti lomba antar kebudayaan, dan festival kebudayaan. Kendala dalam pelestarian meliputi: faktor ekonomi, faktor pendidikan yang rendah, dan faktor transporatasi.Kata kunci: Suku Talang Mamak, CIvic Culture

Page 3 of 25 | Total Record : 246