cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PROFESI KEGURUAN
ISSN : 24604399     EISSN : 25287214     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Profesi Keguruan is scientific publication works in the education world by teachers, professors, and the society. Scientific papers published in this journal is an article the results of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. The article can be a result of classroom action research (PTK), experiments, or the work of Innovative teachers. The journal is intended for teachers to professionality development. This journal also means that Universitas Negeri Semarang (UNNES) cooperation with teachers to build conservation character.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran “Monopoli Keberagaman” Tema Indahnya Keragaman Di Negeriku untuk Peserta didik Kelas IV Fitriani, Indah; Fitriyah, Chumi Zahroul; Hutama, Fajar Surya
widiyanto Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v5i1.18563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan proses dan hasil pengembangan media pembelajaran “Monopoli Keberagaman” pada tema indahnya keragaman di negeriku subtema indahnya keragaman budaya di negeriku untuk Kelas IV SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model R D dari Borg and Gall (Gooch, 2012:85) yang terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan dan desain produk, (3) pelaksanaan pengembangan produk, (4) validasi, (5) revisi produk, (6) uji coba produk, dan (7) revisi dan penyebaran poroduk akhir. Hasil  produk pengembangan media pembelajaran “Monopoli Keberagaman” dinyatakan layak untuk diujicobakan karena hasil validasi dari tiga validator mendapatkan skor 87%. Keefektifan, ditunjukan dari hasil persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik secara klaksikal 83,33% dan persentase respon peserta didik 80%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran “Monopoli Keberagaman” telah memenuhi dua aspek kualitas media dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.The purpose of this study was to describe the process and the results of the development of the learning media "Monopoly of Diversity" on the theme of the beauty of diversity in my country, the sub-theme of the beauty of cultural diversity in my country for grade IV elementary school. This research is a development research using the R D model from Borg and Gall (Gooch, 2012: 85) which consists of 7 stages, namely: (1) needs analysis, (2) product planning and design, (3) implementation of product development , (4) validation, (5) product revisions, (6) product trials, and (7) revision and dissemination of final products. The results of the product development learning media "Monopoly of Diversity" were declared feasible to be tested because the validation results from the three validators scored 87%. Effectiveness, shown from the results of the percentage of completeness of student learning outcomes in a logical 83.33% and the percentage of student responses 80%. Based on the results of the data analysis it can be concluded that the learning media "Monopoly of Diversity" has fulfilled two aspects of media quality and can be used as a medium of learning in schools.
Analisis Standar Pengelolaan Peran Pendidik Dalam Proses Pembelajaran IPS di SMPN 1 Karimunjawa, MTs Dan MA NU Safinatul Huda Pulau Karimunjawa Benardi, Andi Irwan; Purwaningsih, Widya; Rahima, Hawa Nur
widiyanto Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v4i2.17000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar manajemen dan peran pendidik dalam proses pembelajaran di SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda, dan MA Safinatul Huda Karimunjawa. Peneliti mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan transkrip hasil wawancara, reduksi data, analisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar manajemen di SMP N 1 Karimunjawa secara keseluruhan memenuhi kriteria Standar Manajemen Nasional, berlaku juga di MTs dan MA Safinatul Huda. Namun, Standar Manajemen di SMP N 1 Karimunjawa dapat dikatakan sedikit lebih unggul dalam banding MTs dan MA Safinatul Huda. Peran pendidik dalam proses pembelajaran juga bisa dikatakan hampir terpenuhi semua, hanya saja kurangnya media dan fasilitas sedikit menghambat manajemen guru di kelas. Kekurangan lainnya adalah hampir semua guru masih menggunakan metode ceramah sehingga dapat dikatakan bahwa guru belum memenuhi perannya sebagai fasilitator. Ini benar di SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda dan MA Safinatul Huda.This study aims to determine the standard of management and the role of educators in the learning process in SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda, and MA Safinatul Huda Karimunjawa. Researchers collect data using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using transcripts of interview results, data reduction, analysis, and draw conclusions. The results show that the management standard in SMP N 1 Karimunjawa as a whole meets the criteria of National Management Standards, it applies also in MTs and MA Safinatul Huda. However, the Management Standards in SMP N 1 Karimunjawa can be said a little superior in the appeal of MTs and MA Safinatul Huda. The role of educators in the learning process can also be said almost fulfilled all, it's just the lack of media and facilities a little hinder the management of teachers in the classroom. Another shortcoming is that almost all teachers still use the lecture method so it can be said that the teacher has not fulfilled his role as a facilitator. This is true at SMP N 1 Karimunjawa, MTs. Safinatul Huda and MA Safinatul Huda.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Minat Siswa pada Materi Tranformasi Rodhi, Rodhi
widiyanto Vol 7, No 2 (2021): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v7i2.32973

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab rendahnya kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari minat siswa terhadap matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 9 yang dipilih, menghasilkan dua siswa untuk setiap kategori minat rendah, sedang dan tinggi. Variabel independen dari penelitian ini adalah minat siswa terhadap matematika, dan variabel dependen adalah kemampuan literasi matematik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumen, kuesioner, dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kemampuan literasi matematik ada pada siswa dengan minat rendah dan sedang. Untuk siswa dengan minat tinggi, kemampuan literasi matematik bekerja dengan baik; untuk siswa dengan minat rendah dan sedang diperlukan bantuan guru untuk meningkatkan kemampuan literasi matematikanya. This study aims to describe the causes of the low mathematical literacy skills of students in terms of students' interest in mathematics. This research is qualitative research. The research subjects were selected 9th grade students, resulting in two students for each category of low, medium and high interest. The independent variable of this research is students' interest in mathematics, and the dependent variable is mathematical literacy ability. Data collection is done by observation, interviews, documents, questionnaires, and tests. Data analysis used descriptive analysis. The results showed that the cause of the low mathematical literacy ability was in students with low and medium interest. For students with high interest, mathematical literacy skills work well; for students with low and moderate interest, teacher assistance is needed to improve their mathematical literacy skills. 
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Kognitif Melalui Metode Teams Games Tournaments dengan Strategi Peta Konsep Pada Siswa SMA Maliasih, Maliasih; Hartono, Hartono; P, Nurani
widiyanto Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v3i2.12278

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses dan hasil implementasi metode pembelajaran Teams Games Tournament dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Action Research Classrom). Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral Kemmis-Mc. Taggart (1988). Model tersebut membagi satu siklus prosedur penelitian tindakan kelas menjadi empat tahap yaitu tahap rencana (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan releksi (reflection) (Trianto, 2011: 13). Subjek penelitian ini siswa kelas X IPA 4 SMA N 13 Kota Semarang sebanyak 34 peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data nilai ulangan harian terjadi peningkatan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Implementasi metode pembelajaran Teams Games Tournaments dengan strategi Peta konsep efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif peserta didik.
Inovasi Media Pembelajaran ICT Berbasis Self Regulated Learning Di Smkn 1 Gempol Kabupaten Pasuruan Rusydiyah, Evi Fatimatur; Abdullah, Muhammad; Hamzah, Fachrizal
widiyanto Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v6i2.25438

Abstract

Kegiatan pembelajaran banyak ditemukan adanya kesenjangan dalam keefektifitasan dalam mentranfer pengetahuan dari guru kepada siswa, hadirnya media pembelajaran ICT dalam proses pembelajaran merupakan alat yang membantu siswa untuk mengatur dirinya untuk   bagaimana seharusnya belajarnya, bagaimana siswa dapat menentukan cara belajarnya secara aktif dan mandiri sesuai dalam teori self regulated learning.  Tujuan penelitian   untuk menganalisis bagaimana implementasi media pembelajaran ICT berbasis self regulated learning di SMKN 1 Gempol dan bagaimana efektititas dari implementasi media tersebut. Jenis penelitain ini adalah dekskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran ICT berbasis self regulated learning di SMKN 1 Gempol dilaksanakan dalam kelas khusus sesuai dengan brand produk Axio dan Samsung dapat meningkatkan proses metakognitif, kemandirian belajar, kedisiplian, motivasi belajar, kontrol emosi serta kemauan dalam belajar.Learning activities are found to be gaps in effectiveness in transferring knowledge from teachers to students, the presence of ICT learning media in the learning process is a tool that helps students to organize themselves for how they should learn, how students can determine how to learn actively and independently according to self theory regulated learning. The purpose of the study was to analyze how the implementation of ICT learning media based on self regulated learning at SMK 1 Gempol and how the effectiveness of the implementation of the media. This type of research is qualitative descriptive and uses a phenomenological approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Research The results of this study indicate that the implementation of ICT learning media based on self regulated learning at SMK 1 Gempol is carried out in special classes in accordance with the Axio and Samsung product brands that can improve metacognitive processes, learning independence, discipline, learning motivation, emotional control and willingness to learn.
Pembekalan Merancang Lembar Kerja Peserta Didik Konstruktivis Dalam Meningkatkan Pedagogical Content Knowledge Dan Metakognisi Calon Guru Haryani, Sri; Fitriani, Endah; Susatya, Eko Budi; Wardani, Sri
widiyanto Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v4i1.14223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membekali  kemampuan merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPDk) calon guru yang dapat  meningkatkan Pedagogical Content Knowledge (PCK) dan metakognisi melalui  perkuliahan Perencanaan Pengajaran Kimia (PPK).  Penelitian  dirancang dalam 4 tahap menggunakan desain mixed method dengan model strategi embedded. Tahap sebelum intervensi dilaksanakan pada awal penelitian untuk memperoleh  perangkat instrumen penelitian sebagai prototipe model peningkatan PCK dan metakognisi melalui pembekalan  LKPDk sebagai model hipotetik 1.  Model hipotetik ini diperoleh  melalui kajian hasil penelitian Haryani dkk tahun 2013-2016, serta kajian berbagai hasil penelitian lain. Tahap intervensi diperoleh model hipotetik 2 dan divalidasi diawali dengan pretes, implementasi di kelas, wawancara, dan diakhiri postes. Tahap ketiga analisis data kualitatif dan kuantitatif, dan diakhiri tahap ke-4 interpretasi secara keseluruhan untuk mengambil kesimpulan sehingga diperoleh model yang sudah teruji.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa berusaha mengintegrasikan aspek kosntruktivis melalui menganalisis materi dengan strategi tertentu, meskipun untuk materi berbeda perlu difasilitasi secara mendalam. Pedagogical Content Knowledge terbukti meningkat  yang dijaring melalui pengisian dokumen CoRe,  demikian pula kemampuan metakognisi calon guru juga meningkat.This study aims to equip the ability to design Student Work Sheets (LKPDk) prospective teachers who can improve Pedagogical Content Knowledge (PCK) and metacognition through lectures of Chemical Teaching Planning (KDP). The study was designed in 4 stages using mixed method design with embedded strategy model. The pre-intervention stage was carried out at the beginning of the study to obtain the instrument of research as a prototype of PCK enhancement model and metacognition through LKPDk as hypothetical model 1. This hypothetical model was obtained through the study of Haryani et al in 2013-2016, and the study of various other research results. The intervention stage obtained by hypothetical model 2 and validated begins with pretest, implementation in class, interview, and ending postes. The third stage of qualitative and quantitative data analysis, and ending the fourth phase of the overall interpretation to draw conclusions so as to obtain a tested model. The results showed that the students tried to integrate aspects of kosntruktivis through analyzing the material with a particular strategy, although for different materials need to be facilitated in depth. Pedagogical Content Knowledge has been proven to increase through the filling of CoRe documents, as well as the ability of prospective teacher metacognition also increases.
Perbandingan Media Gambar dan Kartu Kata terhadap Kemampuan Menulis kalimat sederhana Siswa Kelas II kab. Barru. Pammu, Kartini; Munirah, Munirah; Syafruddin, Syafruddin
widiyanto Vol 7, No 1 (2021): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v7i1.28823

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Perbandingan Kemampuan Menulis kalimat sederhana Siswa Kelas II SD Inpres No 12 Mareto Kec Tanete Rilau Kabupaten Barru dengan menggunakan media gambar dan media kartu kata. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan, yaitu quasi eksperimen bentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres No 12 Mareto Kec Tanete Rilau Kabupaten Barru. Yang menjadi populasi, yaitu keseluruhan siswa II yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel, yaitu sampling jenuh.  Instrumen yang digunakan  dalam penelitian ini berupa tugas menulis kalimat sederhana dengan teknik pengumpulan data, yaitu pemberian tugas dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan dengan uji t taraf signifikan sebesar 0.004, karena nilai p= 0.0040.005, yang berarti terdapat perbedaan kemampuan menulis kalimat sederhana yang diperoleh siswa setelah penerapan media pada masing-masing kelompok.The purpose of this study was to examine the Comparison of the Ability to Write Simple Sentences for Class II Students of SD Inpres No 12 Mareto, Tanete Rilau District, Barru Regency using picture media and word card media. This type of research used in this research is experimental research. The research design used was a quasi-experimental pretest-posttest control group design. This research was conducted at SD Inpres No. 12 Mareto, Tanete Rilau Subdistrict, Barru Regency. The population, namely all students II, amounting to 30 students. The sampling technique, namely saturated sampling. The instrument used in this study was the task of writing simple sentences with data collection techniques, namely giving assignments and analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed a significant level test of 0.004, because the value of p = 0.004 0.005, which means that there are differences in the ability to write simple sentences obtained by students after the application of the media in each group.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Melatihkan Keterampilan Metakognitif Siswa Kelas XI SMA Tambun, Holden
widiyanto Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v3i2.10926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis masalah untuk melatihkan ketrampilan metakognitif siswa kelas XI SMA yang baik pada materi permutasi dan kombinasi. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design) pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate), sedangkan pengembangan perangkat pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik dan sintaks pembelajaran berbasis masalah. Melalui prosedur pengembangan perangkat pembelajaran diperoleh hasil pengembangan perangkat pembelajaran yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) , lembar kegiatan siswa (LKS) , dan  tes hasil belajar (THB). Berdasarkan data hasil penelitian pada kelas uji coba yang dianalisis secara deskriptif diperoleh perangkat pembelajaran berbasis masalah untuk melatihkan ketrampilan metakognitif siswa kelas XI SMA yang baik pada materi permutasi dan kombinasi karena memenuhi kategori kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan, serta tes hasil belajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, dan sensitif.The objective of this research is to produce problem-based learning devices to training students’ metacognitive skills for grade XI senior high school that good in permutations and combinations material. The procedure in development of the learning devices in this research using 4 - D models that consist of stage of define , design, develop, and disseminate, while the development of learning devices adapted to the characteristics and syntax of problem-based learning. Through the development procedure learning device obtained the result of the development of learning devices are lesson plan, student work sheet, and achievement test learning result. Based on the data  of the result of  research in treatment class that were analyzed descriptively obtained problem-based learning devices to training students’ metacognitive skills for grade XI senior high school that good in permutations and combinations material because it fulfills the category of validity, practicality , and effectiveness , as well as the achievement test learning result that developed fulfills the criteria of valid , reliable , and sensitive.
Deskripsi Perbandingan Hasil Belajar Siswa kelas VIII C dan VIII E SMPN 08 Kota Jambi Sukarni, Weni
widiyanto Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v6i1.22806

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui ada atau tidak perbandingan antara hasil belajar siswa kelas VIII C dan VIII E SMPN 08 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dan kmparatif dengan uji perbandingan menggunakan teknik Mann-Whitney U. Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa  tersebut memiliki nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,039. Jadi, data hasil belajar siswa kelas VIII C dan VIII E mengenai konsep IPA Terpadu SMP pada materi Tata Surya .di SMP N 08 Kota Jambi dapat dikatakan “ada perbedaan”.  Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya perbedaan hasil belajar siswa antara kelas VIII  C dan VIII E SMP N 08 Kota Jambi tentang konsep IPA Terpadu  pada materi Tata Surya. Adapun yang tergolong kelas terbaik adalah kelas VIII E, karena nilai Mean dan Standar Deviasi lebih besar dari kelas VIII C.
Analisis Tingkat Relevansi Kualifikasi Profesi Guru dari Bidang Teknologi Pendidikan di Sekolah Thaariq, Zahid Zufar At; Surahman, Ence; Kusworo, Nindia Rada
widiyanto Vol 7, No 2 (2021): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v7i2.32881

Abstract

Teknologi pendidikan merupakan keilmuan yang penting dalam dunia pendidikan. Hal ini didasarkan pada asumsi teoritis maupun fakta empiris, rumusan pendidikan berusaha untuk memberdayakan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dikarenakan tidak terlepas dari tinjauan definisi teknologi pendidikan yang menitikberatkan pada “memfasilitasi belajar” dan “meningkatkan kinerja” yang digunakan sebesar-besarnya untuk memecahkan masalah pendidikan. Namun yang menjadi suatu problematika adalah pengakuan profesi ini dengan mendasarkan pada kebutuhan instansi. Walaupun semenjak tahun 2009 telah ada pengakuan Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) secara hukum, namun bukan berarti pengakuan tersebut berarti sudah dapat dikatakan cukup memenuhi kebutuhan dari profil lulusan teknologi pendidikan. Hal ini didasarkan pada edaran yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam edaran tersebut memuat beberapa kualifikasi profesi teknologi pendidikan yang cenderung kurang memiliki relevansi dengan bidang keilmuan teknologi pendidikan yang sebenarnya. Berdasarkan fakta ini, penulis tertarik untuk menelaah problematika arahan kualifikasi profesi teknologi pendidikan berdasarkan pada surat-surat keputusan yang dikeluarkan oleh berbagai instansi yang membutuhkan keilmuan ini. Analisis yang menjadi pijakan penulis adalah arahan dari profesi teknologi pendidikan yang cenderung ada yang berada di luar bidang itu sendiri. Metode yang digunakan adalah literature review dengan teknik analisis konten yang berarti menjabarkan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dirjen GTK dan menganalisisnya berdasarkan pada tingkat relevansi. Melalui kajian analisis ini penulis dapat memberikan pandangan tentang penempatan profesi teknologi pendidikan yang ideal di sekolah.Educational technology is an important science in the world of education. This is based on theoretical assumptions as well as empirical facts, the formulation of education seeks to empower quality human resources. This is because it cannot be separated from the review of the definition of educational technology which focuses on "facilitating learning" and "enhancing performance" which is used as much as possible to solve educational problems. However, what becomes problematic is the recognition of this profession based on the needs of the agency. Although since 2009 there has been legal recognition of Learning Technology Developers (PTP), it does not mean that this recognition means that it can be said to be sufficient to meet the needs of the profile of education technology graduates. This is based on a circular issued by the Directorate General of Teachers and Education Personnel (Dirjen GTK) from the Ministry of Education and Culture. The circular contains several qualifications of the educational technology profession which tend to be less relevant to the actual scientific field of educational technology. Based on this fact, the author is interested in examining the problematic direction of the qualification of the educational technology profession based on decrees issued by various agencies that require this knowledge. The analysis on which the author is based is the direction of the educational technology profession which tends to exist outside the field itself. The method used is a literature review with content analysis techniques, which means describing Circulars issued by the Director General of GTK and analyzing them based on the level of relevance. Through this analytical study, the author can provide views on the ideal placement of educational technology professions in schools.